[One shot] The Truth [In Our Side]

the truth

ONESHOOT– THE TRUTH [IN OUR SIDE]

Author : moclaraor

Cover : Remake – @chanyeolandnana (IG)

Title : The Truth

Leght : ONESHOOT (2300k)

Rate : PG-13

Genre : Drama, Romance, Marriage-life.

Cast : Park Chanyeol – EXO, Im Jin Ah (Nana) – After School

Disclaimer : Their god, parent, family, and fans.

.

.

.

Dibalik semua yang dilakukan oleh mereka adalah sebuah tirai untuk menutupi titik kebenaran yang indah sekaligus menyakitkan.

.

.

.

.

.

drrt.. drrt.. drrt..

Chanyeol melirik samar handphone tipis panjangnya yang berwarna hitam pudar, ia bisa menebak siapa yang mendial nomornya dengan sebuah kiriman SMS yang pasti sudah diketahui apa isinya.

“pesan” ucap baekhyun yang ada disebelahnya yang mendapat kerutan samar didahi Chanyeol yang mulus, “Handphonemu.. ada pesankan?” lanjut Baekhyun langsung dimengerti Chanyeol.

Chanyeol menatap lagi handphonenya yang masih saja menyala karena kiriman SMS itu diabaikan Chanyeol sebelum waktu penentuan LCD mati.

“Siapa?” tanya Baekhyun mulai menggeser letak duduknya lebih dekat dengan Chanyeol, “Nana?” tanpa beban melihat sekeliling yang penuh dengan staf ataupun kru artis lainnya, Baekhyun mangatakan nama seharusnya terlarang disebutkan oleh para member EXO dan staf paling penting di SMent.

Chanyeol berdecak dan membulatkan mata geram sekaligus lucu dan mendapat dengusan remeh dari Baekhyun yang mengusap hidung tak gatal lalu menatap sayu Chanyeol, “Cepat atau lambat, kalian… akan ketahuan juga” bisiknya tepat didepan Chanyeol lalu tersenyum miring yang aneh setelah itu melenggang pergi kearah Kyungsoo yang sedang merapikan barang- barangnya pada sebuah meja panjang.

Chanyeol diam, mengingat cerita sebenarnya.

Mereka sudah 10 tahun bersama dan siapapun tak tahu akan hal itu—kecuali pihak kedua agensi, kedua keluarga, dan group mereka. Panggilan kontrak menjadi anggota di veriety show terbaru dengan judul ‘Roomate’ mungkin anggap Chanyeol sebagai kebetulan setelah mendengar siapa saja yang menjadi anggota Roomate selain dia—termasuk Im Jin Ah, Nana saja.. namun nama asli gadis tinggi itu sudah tercetak halus di buku penting milik mereka berdua selama 5 tahun belakangan ini, yeah..

Park Chanyeol dan Im Jin Ah mereka mempunyai hubungan, special.

Cih! Pantas saja mereka selalu duduk berdampingan saat di veriety show atau kalau tidak selalu berjalan beriringan, saling tebak menebak berduaan, Nana selalu tahu tentang Chanyeol, memakai style berpakaian yang sama, Chanyeol ingin mengajak Nana menonton konser EXO di Taipe dengan alasan mengajak Seho, Seohyun dan Sora, Skin-ship yang terlihat ‘sudah-kenal-lama’, meminjamkan gitar kesayangannya kepada Nana, memancing berduaan, Nana yang memberikan isyarat mata yang tabu kepada Chanyeol saat gadis itu disuapi oleh Seho, dan parahnya.. Nana mengatakan bahwa dia diberitahu oleh Chanyeol jika Baekhyun pintar sekali menirukan orang lain—oke, masalahnya.. disana mereka jarang berbicara berduaan dan titik permasalahannya adalah kapan Park Chanyeol mengatakan hal seperti itu kepada Nana secara pribadi?

Dan.. hasil selama ini memang terkuak sudah lama di cerita alamiah milik agency dan staf penting EXO

—mereka telah bersama , menikah.

Dengan hembusan nafas pasrah pelan, ia membuka kunci handphonennya. Suara yang sangat dikenalnya bersuara pelan dari speaker handphonennya menandakan telah terbuka.

Dibukannya SMS dari istrinya—ah! aku merrasa kata terakhir itu masih terdengar tabu, ya?

Jin Ah

029-112-XXX

Setelah selesai syuting, kembalilah ke apartement sebentar. Melihat keadaan ChanAh setelah 8 bulan kau tidak melihatnya sama sekali, lalu segerlah syuting Roomate.

18:23

 

Chanyeol melemparkan handphonennya kasar pada sofa empuk hitam ruangan yang ia tempati, memejamkan mata sebentar menghembuskan nafas kasar dan menatap sembarang kearah ruangan besar tersebut.

 

Ke apartement? Bisa curiga fans jika aku diam- diam memasuki sebuah apartement yang sama dengan Nana masuki 3 bulan yang lalu.

Pikirnya kalut, ia takut kejadian besar milik Baekhyun malah menghampirinya juga, yang kepergok oleh netizen gila melihat Chanyeol memasuki sebuah apartement yang sama dengan Nana After School masuki 3 bulan lalu dan jika Netizen itu lebih gila lagi.. mungkin netizen itu akan meminta hasil rekaman dari keamanan apartement akan CCTV setiap lorong yang menampilkan gambar Chanyeol-Nana keluar masuk sebuah ruang apartement yang sama!—bukankah itu menakutkan? Bisa- bisa mereka terdampar sekarat dipinggiran kota Seoul, apalagi Nana yang akan hancur ditangan fans EXO.

persetanan akan hal itu batin Chanyeol berani tak terbantahkan, ia mempunyai tanggup jawab besar di dalam apartement milik mereka berdua yang harus ia laksanakan dengan sebaik- baiknya.. Park ChanAh, perempuan manis berusia 10 bulan itu bernafas tanpa kasih sayang dari kedua orang tua mereka yang mempunyai schedule yang bisa dibilang super sibuk, hanya mengandalkan ibu Chanyeol dan Park Yura-kakak Chanyeol- batita itu masih bisa tertawa imut dalam sisa hidupnya yang panjang.

Tiba- tiba senyum miring menghampiri wajah Chanyeol yang sedari tadi bertekuk lemas, ia kembali menyentuh layar handphonennya dan menampilkan sebuah foto disana.. anaknya dan istrinya tersenyum setelah persalinan selesai, ingin sekali ia seperti pasangan- pasangan normal lainnya—berkeluarga tanpa halangan sekalipun.

“Ah.. lihatlah, seorang Park Chanyeol tersenyum sendiri” cibir Baekhyun kejauhan menatap remeh kepada Chanyeol yang tambah tersenyum lebar, mereka yang berada disana melihat Chanyeol aneh, mereka sudah menebak apa yang berada dipikiran Chanyeol saat ini.

“Hyung!” panggil Kai sambil melempar gulungan yak terbentuk kearah Chanyeol dan langsung mendapat tangkapan bagus dari telapak tangan Chanyeol yang sudah sungmringah, lalu “Aku akan pergi, kalian—“ dia menunjuk satu persatu member EXO-K, “Jangan merindukanku” lanjutnya lalu berjalan kearah kursi hijau yang menampung tas pribadinya dan hodie hitam yang tersampir rapi dipunggung kursi.

“Ya!~ memang kau pikir aku sepertimu yang—aw! Ya! Hyung!” Perkataan Sehun terpotong karena Kyungsoo diam- diam mencubit pinggang Sehun keji karena hampir keceplosan.

“Annyeong, Have a nice night yeorobon!” teriak Chanyeol nge-bass sambil berjalan santai kearah lorong pintu keluar SM building.

.

“Chanyeol, ku harap kau berhati- hati.. pakai hodiemu, kacamata hitam, dan topi. Ah! jangan lupa.. menunduklah selalu, araseo!” untuk kesekian kalinya manajer pribadi Chanyeol memberi arahan kepada artisnya yang nekat memasuki apartement ‘angker’-menurut manajer chanyeol- .

“Ne!” jawab Chanyeol semangat seolah orang didepannya adalah orang pelampiasan rasa senang sekaligus nekat miliknya.

Terdengar hembusan nafas pelan dari depan, Chanyeol tahu manajernya itu khawatir dengannya—bagaimana tidak? Jika mereka, ralat!Park Chanyeol maksudnya, dengan kadar kesadaran normal berbuat nekat yang akan membuat sebuah skandal besar?

Tak lama setelah itu, mobil mewah tersebut mendarat mulus di tanah parkir apartement yang penuh mobil beraneka macam merk, berhentilah mereka didepan lift apartement.

Sejenak hening, Chanyeol belum membuka pintu mobilnya menunggu pesan- pesan terakhir dari mulut manajer sabar milik Chanyeol,

Hingga sang manajer membuka mulutnya dengan nada pelan“Kau…” diam lagi hembusan nafas pasrah keluar, “pakai atributmu dan menunduklah selalu… CCTV ada dimana- mana, ingat itu” Chanyeol menangguk berulang kali sambil menata kembali atributnya.

“Keluarlah.. supaya Tuhan memberkatimu. Ku jemput pukul setengah sepuluh nanti” ucap terakhir manajer saat setelah melihat penampilan Chanyeol yang sekirannya sudah bisa menutupi wajah tampan Chanyeol.

Blam!

Chanyeol membanting pelan pintu mobil dan langsung menyentuh salah satu tombol lift lalu menatap kaca hitam mobilnya dan memberi isyarat ‘pergi’ kepada si pengemudi, manajernya.

Grr! Bluss!

Seperdetik mobil itu berbelok hilang di antar mobil yang berjejeran.

Ting!

.

.

.

“Aku pulang~” ujar Chanyeol lega setiba kakinya menapak lemas di ruang sepatu milik apartement keluarga kecil miliknya. Lalu berjalan pelan ke ruang tengah yang menghadirkan anak batita manis dengan lego berceceran disekitar tubuh mungilnya.

Lelaki setinggi tiang komplek itu diam mengamati perkembangan anak mungilnya, ia tersenyum getir melihatnya, ia ingin menangis sekarang juga betapa buruknya dia meninggalkan anak manisnya yang sudah berkembang cepat tanpa melihat darimata kepala sendiri—lebih baik Nana yang rela sembunyi- sembunyi untuk bertemu dengan si buah hati ,ah! jangan lupakan masa kehamilannya yang membuat harus bersembunyi sampai ke rumah tradisional dekat pinggiran kota, rumah milik Nenek Nana, untuk menghindari netizen,reporter ganas, sengsaeng fans dan sejenisnya akan berita kehamilannya, demi janin mereka berdua, bahkan Nana rela diet keras setelah itu lalu baru Comeback bersama Orange Caramel.

“ChanAh, Park ChanAh~” panggilnya lembut kearah batita mungil manis yang mungkin tidak mendengar suara ayahnya karena acara televise lebih mendominasi suara apartement.

Chanyeol berjalan beberapa langkah kearah batita mungilnya, yang membuat bayangan semu didepan tubuh keduannya dan mendapat respon positif dari batita tersebut, terlihat batita itu memekik senang memanggil Chanyeol dengan sebutan, “Appa!!” lalu dengan semangat kaki gemuknya berdiri tegak kedepan Chanyeol yang sudah berjongkok disana dengan tangan yang terbuka lebar memberi wilayah pelukan rindu untuk anak mungilnya.

Greb!

Tes..

Satu tetes air mata jatuh di pipi Park Chanyeol, ia merasakan tubuh wangi yang khas dan lembut anaknya yang sudah berada dipelukannya—ia tak percaya bisa sampai memeluk lembut rindu tubuh mungil yang berada dikungkungannya, bahkan ia tak terparcaya jika anaknya sendiri sudah bisa berdiri lucu didepan matanya sendiri.

Ia ingat terakhir kalinya melihat tubuh mungil anaknya yang masih merah digendongan sayang milik Nana 8 bulan lalu di rumah kecil tempat persembunyian keluarga mereka, sekarang si buah hati sudah tumbuh menjadi malaikat kecil yang manis dengan mata besar bulat, hidung kecil yang mancung, kulit putih bersih dan jangan lupakan telinga yang persis seperti miliknya.

“Hiks! Appa~” rengek si kecil cantik Park yang wajahnya sudah basah oleh air mata kerinduan.

Tunggu!

Appa? Diulangi lagi.. mereka terakhir bertemu saat si kecil ChanAh masih sangat kecil sekitar 2 bulanan dan gadis kecil itu sudah tahu menahu siapa ayahnya yang 8 bulan penuh tidak sama sekali saling bertemu.

“Ikatan batin kalian cukup kuat ya?” suara halus terdengar dari pendengaran Chanyeol yang langsung berbalik kearah sumber suara, sebagai jawaban kejanggalan tadi.. wanita berusia satu tahun diatas Chanyeol tersebut membalas itu semua… ikatan batin seorang ayah dengan anak.

“Jin-ia?” ucap Chanyeol kaget dengan panggilan semasa mereka berpacaran melihat wanita cantik dengan apron merah ditubuhnya dan kuciran kuda kurang rapi berdiri dengan senyum tulus di dekat sofa yang memang berdekatan dengan dapur apartement, “Ku kira kau sudah di rumah” maksudnya rumah Roomate, Chanyeol menggendong tubuh gadis mungilnya dan berjalan kearah Nana yang masih saja tersenyum tulus kearah dua orang yang sangat ia cintai.

Nana menggeleng menanggapi fakta yang diucapkan Chanyeol, “Aku tahu kau akan kembali, makanya aku disini” ucapnya pelan dan Nana mengelus pelan pipi Chanyeol lalu dengan satu tangan Chanyeol menggegam tangan Nana dan ditaruhnya didada sebelah kanan Chanyeol, letak jatung lelaki itu berdetak.

“Kau tahu.. hati ini selalu memberikan kebenaran, salah satunya.. menuntunku untuk kembali” ucap Chanyeol lembut kontras dengan suaranya yang nge-bass, mereka tersenyum bersamaan, saling bertatapan seakan mereka jarang sekali bertemu—padahal tidak, kan ada verity show itu jalan satu- satu dimana mereka masih bisa saling bertemu dengan durasi yang terbilang lama.

“Eomma~ Appa~” suara cicitan manja memecah keheningan rindu milik Chanyeol dan Nana, dua orang dewasa beda gender tersebut mengalihkan tatapannya kearah sosok mungil yang bergelayut manja didada sang pria dewasa.

“Ne~” Ujar Nana keibuan sambil mengelus lembut rambut hitam legam anak cantiknya.

“emm… janan pelgi lagi ya (jangan pergi lagi ya)” ucap sosok mungil tersebut sambil memilin- milin ujung kaos Chanyeol yang mencuat dari dalam hodienya.

Mereka, kedua orang dewasa tersebut diam bergeming mendengar permintaan sang anak. Jika dipikir oleh akal sehat.. mereka belum bisa mengambulkan permintaan bayi kecil berusia 10 bulan tersebut. Jadwal padat mereka akan hancur berantakan bahkan reputasi mereka.

“Tid—“

“Ne, appa dan eomma tidak akan pergi setelah besok ChanAh bangun pagi lalu sarapan bersama dan menonton film kesukaan ChanAh dirumah” ucapan Nana yang terpotong terbalaskan kalimat bertajuk kebahagiaan dari bibir tebal Chanyeol.

Nana membulatkan matanya dan menatap aneh Chanyeol. Hei! Mereka harus syuting Roomate sekarang hingga besok 2 hari kedepan! Dan dengan kedok akal sehat Chanyeol, mereka berdua tidak akan menghadiri syuting tersebut yang mestinya tidak mendapat persetunjuan dari sang manajer, agency dan directur Roomate—Seorang Park Chanyeol dibutakan oleh rasa rindunya.

“dindda? (Jinjja?)” Chanyeol mengangguk antusias mengabaikan pelototan istri cantiknya dan berjalan santai kearah sofa depan televisi datar lebar ruang tengah sambil sesekali menciumi berulang kali pipi gembil anak kecil yang tertawa cekikikan digendongan nyamannya.

.

.

“ChanAh sudah tertidur?” tanya Nana setelah melihat suaminya menutup pelan kamar utama yang berisikan ranjang king size milik sepasang suami istri yang sudah terisi seperedelapan oleh tubuh ChanAh yang mungil dengan bantal- bantal lembut disekitar tubuhnya.

Chanyeol mengangguk pelan menanggapinya lalu dengan santai ia menggegam tangan kanan Nana dan membawa tubuh mereka ke sofa ruang tengah.

“Manajerku sudah menelfonku beberapa kali dan aku mengabaikannya” rengek Nana setibanya pantat mereka mendarat empuk di sofa putih pastel berbentuk L milik ruang tengah apartement besar tersebut.

“Ini pukul berapa?” Tanya Chanyeol mengalihakn pembicaraan, dan itu kebiasaan yang sering dilakukan Chanyeol jika mantan kekasihnya yang bermetamorfosis menjadi istrinya sekarang sedang merajuk.

“pukul 10 malam” jawab Nana ketus, mendapat hembusan nafas berat dari Chanyeol, “Kenapa?” Tanya Nana lagi.

“Mungkin manajerku juga sudah menelponku dari tadi.. aku sudah berjanji jika akan keluar pukul setengah sepuluh” Chanyeol memejamkan matanya risau memikirkan roda kehidupan mereka berdua yang sulit sekali.

Nana ikut menghembuskan nafas berat saat mendengar penjelasan Chanyeol, “Kita harus bagaimana? Kita sudah berjanji jika pukul 10 malam ,kita harus sudah berada di rumah, sedangkan sekarang kau sudah berjanji pada si kecil jika kita akan menemaninnya sampai besok pagi” jelas Nana memperjelas permasalahan yang mereka lewati bersama.

Chanyeol menegakkan tubuhnya yang sedari tadi menyandar lelah dan menatap intens gadisnya, “Begini,kita bilang saja pada manajer yang sejujurnya jika kita—yah.. mereka akan tahu keadaan kita” bijak Chanyeol beragumen dalam masalah mereka, yang malah mendapat kernyitan bingung dari Nana,“Oh!Sayang,begin—“

“Ya,Ya aku tahu maksudnya.. tapi aku takut jika agency menolak bahkan direktur roomate, Chanyeollie”

“Percayalah, mereka akan mengerti keadaan kita dengan alasan itu”

Chanyeol mengecup singkat bibir cerry Nana untuk menyakinkan gadis tinggi itu, “Kau ingat? Kebenaran menuntun kebahagiaan”

Nana tersenyum mendengar itu, lalu ia berganti mencium bibir tebal pria berstatus suaminya dengan lembut dan mata yang tertutup indah dan langsung mendapat balasan lumatan lembut dari sang pria.

“Saranghae” ucap Chanyeol setelah mereka selesai menyalurkan rasa cinta dengan kecupan ringan-menggoda.

“Nado..”

Blits!

“CHAN!” –“ige mwoya?”

.

.

END

.

Makasih udah mau baca *bow* maaf jika typo bertebaran dimana-mana, masih belia untuk menulis ff.

Yg penasaran ttng moment2 chanyeol&nana bisa dilihat di IG: Chanyeolandnana, moment2 yg saya tulis di ff ini sdah ada dipost tahun lalu jadi berada di awal2 ngepost. IG bukan punya saya, saya cuman mncoba promote *sign sama sehun*peace*

Okay, akhir kata makasih.. saya tdak terima bash atau sebagainya tapi sebuah kritikan saran dan ungkapan reader yang bermutu dan mengensankan *eaa*.

Silent reader? How dare you!

7 responses to “[One shot] The Truth [In Our Side]

  1. aawww~ manisnyaaa. ya walaupun hidup chanah yang ya bisa dibilang kesepian tanpa orang tua, ya masa delapan bulan ditinggal sana ayahnya sendiri, kan tega banget..
    tapi hangatnya kekeluargaan masih terasa~
    nice ff!

  2. berasa banget yah ribetnya jadi seleb, jadi sedikit banyak ikut berempati juga.
    ada untungnya juga jadi orang biasa.
    alurnya enak banget buat dibaca
    kee writing

  3. Ribet yah jadi ortu terus artis hahaha ada chanana shipper juga disini 😮 aku pum sama thor 😮 itu yangbterakhir ngapain ? :/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s