[CHAPTER] Timeless (Chapter 7)

InHan99T

ff ini bukan milik saya, flamintskle.
Merupakan sebuah titipan dari seorang teman,
jadi tolong berikan apresiasi kalian 😉

Author : InHan99 ||
Main Cast : Oh Sehun ( EXO’s ) – Han Lian ( OC’s/Readers ) ||
Genre : Hurt , Friendship , Romance ,etc. ||
Lenght : Chaptered ||
Disclaime : Story is mine –
   Sehun is owned God and family  ||
Rate : PG-17

 

Sport Cast find by yourself at this story

 

Note : This Fanfict pure from my idea and please being good readers and don’t bash this and plagiat. Hope you enjoying.

Dan ff ini hanya khayalan author semata……. XD

 

Recomended song

 

Utada Hikaru – Colors

EXO K – Don’t Go

Zhang Li Yin – Back Then

 Review

Prolog 
Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3 //
Chapter 4 // Chapter 5 // Chapter 6 //
Chapter 7 //

©2015 InHan99 Art & Story

 

***

 

Sudah sebulan lebih setelah ke pulangan Lian, ia hanya berdiam diri- atau lebih tepatnya menyembunyikan dirinya. Ia bahkan keluar rumah hanya untuk menemani Lyra jalan-jalan. Salah satu penyebab ia bersikap seperti itu adalah karena ia tak ingin bertemu Sehun.

 

Dan hari ini, ia bersama kedua orangtuanya mengantarkan Lyra ke bandara. Kedua orangtuanya memeluk Lyra dan mengatakan jika Lyra harus kembali lagi bersama orangtuanya, mereka pasti akan sangat merindukan Lyra. ” tentu saja, paman, bibi aku pasti akan sangat merindukan kalian ” kemudian Lyra memeluk kedua orangtua Lian.

 

” kau- juga akan merindukankukan? sepupu? ” tanya Lyra kemudian dan menghampiri Lian, ia memeluk Lian dengan sangat erat kemudian berbisik. ” ngomong-ngomong, yang namanya Luhan itu- sangat tampan ” Lyra terkekeh, sedangkan Lian hanya bisa tersenyum tipis.

 

” kau menyukainya? ” Lian bertanya dan sukses membuat pipi Lyra bersemu merah. Lyra menunduk sebentar dan kemudian menghela nafas. ” hehe~ mungkin, nanti aku harus kembali lagi ke sini ”

 

” cepatlah, sebelum dia mempunyai pasangan ” Lian menepuk pundak Lyra sambil tersenyum. Lyra kemudian mencengkram kedua pundak Lian.

 

” temuilah dia. mulailah semuanya dari awal, kalian bisa kembali bertemu sebagai teman, bukan? ” dan saat itu juga hati Lian bergetar, ia tersentuh dan terpaku atas ucapan Lyra yang mempunyai pengalaman dengan perasaan di bawah rata-rata. Lyra bahkan belum mengerti tentang rasa sakit ketika di tinggalkan orang yang di sukai.

 

” akan ku usahakan ” Lian tersenyum membalasnya, ia kemudian melambai ke arah Lyra yang mulai berjalan meninggalkan dirinya dan kedua orangtuanya.

 

Lian kemudian berbalik dan ia meninggalkan tempat itu dengan helaan nafas panjang. Ia belum benar-benar siap untuk bertatap muka kembali, dengan seorang Oh Sehun. Ia cukup sadar diri dengan dirinya kini. Ia juga tahu posisinya yang sudah tidak penting lagi untuk Sehun. ” maafkan aku ya….. Sehun ” gumamnya parau. Ia merasa kehilangan suaranya jika menyangkut hal tentang Sehun.

 

»«

 

Kedua orangtua Lian tiba-tiba mendapat telepon dari kantor yang meminta keduanya untuk menghadiri meeting, Lian pun harus di turunkan di depan komplek perumahan. Lian sendiri tidak keberatan, sedangkan kedua orangtuanya merasa bersalah. ” maafkan kami, nak ”

 

” aku mengerti ” dia tersenyum manis dan mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju ke rumahnya. Komplek hari itu sangat sepi, dimana jarang sekali ada orang pada siang itu. Lian sendiri tahu betul, tidak pernah berubah semenjak empat tahun yang lalu.

 

Kakinya melemas dan ia berjalan gontai setelah hampir dekat dengan pagar rumahnya. Dari tempatnya berdiri, pagar rumah keluarga Oh juga terlihat. Rumah itu terlihat sangat sepi, sama seperti rumahnya.

 

Langkahnya yang gontai berhenti tepat di depan pagar, ia menghela nafas dan mendorong pagar. Namun, ” nuna- ” sesaat ia merasakan dejavu. Ia tertegun tanpa bisa menoleh sedikitpun.

 

nuna, kau kembali? ” suara itu terasa lebih dekat dan sangat tepat terdengar di sebelahnya. Lian tersadar dan langsung menoleh. ” satu bulan yang lalu. apa kabarmu, Sehun? ” tanya Lian dengan tenang. Ia berusaha menyangkal rasa sakit yang menyerang dirinya setelah menatap Sehun.

 

” aku- buruk ” dia menunduk kemudian menghela nafas.

 

” apa hubunganmu dengan istrimu tidak baik-baik saja? ” tanya Lian dan setelah itu segera Sehun mengangkat kepalanya dan menatap Lian.

 

” kau benar-benar yakin, jika aku sudah menikah? ” tanya Sehun tidak percaya, pada apa yang sedang ia dengar. Dan Lian hanya mengangguk seperti orang linglung. Sehun tertawa hambar dan kemudian memeluk Lian. ” aku merindukanmu, sangat merindukanmu? ” bisiknya pelan.

 

Lian terdiam, ia tersadar akan posisinya dan berusaha mendorong Sehun untuk menjauh darinya. ” bisakah kau lepaskan aku, bagaimana jika Chayeon melihatnya dan salah paham? ” tanya Lian begitu saja. Sehun mengerjapkan matanya berulang kali dan kemudian menggeleng.

 

” apa tidak ada yang memberitahukan padamu? ” Sehun bertanya dan Lian hanya bisa menampilkan wajah linglungnya yang nampak bodoh, namun membuat Sehun gemas dan segera mencubit pipi gadis yang lebih tua darinya itu. ” lucu sekali ” gumam Sehun.

 

Ya!!!!!!~ bodoh!! ” Sehun tertawa lepas setelah mendengar teriakan Lian yang cukup memekakan telinga itu. Ia merindukan hal tersebut.

 

***

 

[ Flashback On ]

 

” aku……. ” Chayeon menoleh ke arah Sehun, bibirnya bergetar karena khawatir dengan hal yang akan terjadi selanjutnya. Kemudian, ia melihat Sehun menghela nafas dan ia menghela nafas juga. Tapi, telinganya masih mencoba mempertajam pendengaran, ia takut jika nanti salah mendengar perkataan Sehun.

 

Tepat pada saat itu juga, ia melihat Sehun melepaskan dasi yang di kenakannya, ia melemparkannya ke lantai. ” aku tidak bisa, maaf ” dan setelah itu, Sehun berlari dengan kencang, meninggalkan tempat itu. Sehun yakin, jika ia memilih pilihan yang tepat demi gadis yang ia cintai.

 

  Sedangkan Chayeon, berdiri di sana dan menangis dalam diam. Air matanya sukses membasahi gaun yang ia kenakan. Eyeliner yang membingkai matanyapun menjadi luntur, penampilannya kini begitu menyedihkan. Ia terjatuh ke lantai dan kemudian terisak. Semua orang menatapnya prihatin. Bahkan Jongin yang hadir dan menjadi tamu yang duduk di paling belakangpun hanya bisa menatap sedih ke arah Chayeon.

 

[ Flashback Off ]

 

” dasar bodoh! ”

 

Plak!!

 

Jitakan mendarat dengan mulus tepat di atas kepala Sehun, Lian benar-benar tidak mengerti cara berpikir anak kecil seperti Sehun. ” kau menyakitinya ”

 

” aku tahu, tapi aku akan sangat sedih jika harus menyakiti orang lain yang menghilang secara tiba-tiba “, Sehun menatap Lian yang tiba-tiba terkejut mendengar ucapannya. Lian menatap Sehun sebentar dan kemudian menghela nafas. ” hh~ seharusnya Tuhan mengambil nyawaku saja waktu itu ”

 

MWO?!!!!!!!! APA NUNA BILANG?!!!!! ” Lian keceplosan dan membuat Sehun menjadi panik seketika. Hingga pada akhirnya, Lian mendapat rengekan manja dari Sehun yang memintanya untuk bercerita.

 

” sebenarnya, aku baru saja menyelesaikan kuliah. Kau tahu? itu karena aku mengalami koma hampir dua tahun “, Sehun membelalakkan matanya dan menatap Lian dengan tatapan menyesal.

 

” kejadian itu berlangsung setelah aku tinggal di sana selama dua bulan- ”

 

” -tepat di hari pernikahanku, bukan? ” Sehun langsung menyela dan segera menatap Lian yang kini hanya bisa memandanginya dengan tatapan seperti empat tahun yang lalu. Dan kemudian Lian berdiri. ” kembalilah bekerja, nanti sore aku bisa ke rumahmu dan menceritakan segalanya kepadamu dan Luhan juga. ah~ aku merindukan LuLu ”

 

Ya!!!! Bagaimana denganku? ” tanya Sehun yang seketika melancarkan protes. Lian segera berbalik dan memeluk Sehun, ” tentu saja, memangnya aku pernah tidak merindukanmu? ” tanya Lian kemudian.

 

” kalau begitu, poppo~ ” bisik Sehun manja.

 

” apa itu? poppo~ ? ” Lian mengernyitkan dahinya, menatap wajah Sehun dengan jarak yang begitu dekat. Kemudian Sehun berdehem, ” kiss me ” Sehun menggerling nakal dan sukses mendapat jitakan yang menyakitkan di atas kepalanya.

 

” aku tidak ingin berakhir seperti empat tahun yang lalu, lakukan saja dengan orang lain ” Lian menolak dan kemudian ia mencoba melepaskan diri dari Sehun. Namun, Sehun sepertinya tak berniat melepaskan dirinya begitu saja. ” kalau begitu, kau harus memilih. memberi aku ciuman atau berakhir dengan, kau tahu sendiri kan? bagaimana cara anak muda sekarang menyalurkan rasa cinta mereka dengan- ” Sehun memamerkan smiriknya, kemudian menenggelamkan kepalanya di lekukan leher Lian.

 

” huh~ aku yakin, setelah itu aku akan menghabisimu, Sehun. tanpa perikemanusiaan, huh. kau mau…. aigoo– sakit bodoh!! ” Lian langsung memekik setelah memberikan Sehun peringatan. Sehun ternyata bermain dengan lehernya.

 

” hey! sejak kapan kau menjadi begitu mesum seperti ini. hey! apa yang kau lakukan di leherku, leherku belum sembuh benar. kalau sampai terjadi apa-apa, aku akan memusuhimu seumur hidup ” Lian mengancam dengan tatapan death glarenya. Sedangkan Sehun, langsung kaget dan segera mengangkat kepalanya kemudian ia memandangi leher Lian.

 

mianhae…. eum, kalau begitu ijinkan aku merawatnya ”

 

” apa? ” Lian menaikkan sebelah alisnya.

 

” ya, kita bisa menikah dan aku akan selalu merawat dirimu serta merawat bagian tubuhmu yang belum sembuh benar semenjak kecelakaan…. aku yakin, ini pasti sangat menyakitkan ” ucap Sehun lantang setelahnya berucap dengan penuh rasa penyesalan dan memberikan perhatiannya dengan cara membelai lembut kulit leher yang bekas ia gigit barusan.

 

” apa?! kau tidak berniat melamarku dengan cara aneh seperti inikan? ah~ aku rasa aku sudah mat- ” Sehun segera membungkam mulut Lian dengan bibirnya, kemudian ia berbisik. ” jangan pernah berkata seperti itu, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi, nuna ” kemudian, Sehun mencoba untuk melakukan ciuman yang dulu pernah ia lakukan. Namun, Lian kembali mendorong tubuhnya.

 

” bibirku juga masih nyeri, kau mau membunuhku? ” tanya Lian yang kemudian sukses membuat Sehun ternganga di depannya.

 

mwo?!!! ”

 

” ya, kata Lyra ketika kejadian itu, bagian kepala ini yang duluan terjatuh dan menghantam aspal yang panas. lalu bagian dada dan leher dengan sangat naas menghantam badan mobil, kau tahu? wajahku ini menghantam kaca mobi- ”

 

” -sst~ dadaku sakit mendengarnya, berhentilah nuna. aku menyesal, kau- harus mau menjadi istriku. aku akan merawat dirimu dengan baik setelah kita menikah ” ucap Sehun sambil menatap mata Lian dengan lekat.

 

” hey! aku tidak menerima lamaran seperti ini, apa-apaan kau ” ujar Lian memalingkan wajahnya. Kemudian, ia terkejut saat Sehun mengangkat tubuhnya dan membawanya menuju mobilnya yang terparkir tepat di depan pagar rumah Lian.

 

” aku akan melamarmu di hadapan banyak orang ” ucap Sehun cepat, Lian yang mendengar itu langsung menganga dan melebarkan matanya. Ia sedikit kaget dan kebingungan.

 

Ya!!! aku tidak perlu itu, bodoh! ” Lian menendang tubuh Sehun yang baru saja terduduk di kursi kemudi. Ia segera keluar dan berjalan ke rumahnya.

 

” aku harus berpikir, mana bisa langsung seperti itu. kita baru saja bertemu ” dan Lian menutup pagar rumahnya, ia tak menghiraukan teriakan Sehun. Sedangkan Sehun menghela nafas panjang dan kemudian menyalakan mesin mobil, lalu meninggalkan tempat itu.

 

 

***

 

 

” apa yang terjadi? ” Luhan bertanya, saat ia berkunjung ke rumah keluarga Han untuk mengantarkan kue yang di buatkan Ibunya untuk Lian. Lian menghela nafas panjang, ia sudah akan membuka mulutnya di depan Luhan dan kedua orangtuanya. Tiba-tiba, Sehun dan kedua orangtuanya datang. Lian meringsut dari tempat duduknya semula kemudian berpindah ke sebelah Luhan.

 

Sehun menatapnya tajam dan Lian tak peduli dengan hal itu. ” Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Lian-ah? ” tanya Ibu Luhan pada akhirnya, Ibu Lian juga terlihat menatapnya dengan tatapan penasaran dan menuntut akan jawaban.

 

” saat itu, aku bersama Lyra mau berbelanja. Pada saat akan menyeberangi jalan bersama pengguna jalan lainnya, seorang pengendara motor memasuki jalur yang berlawanan karena melanggar ketertiban lalu lintas. Mobil yang berada di jalur yang sama itupun langsung banting stir ke arah aku dan Lyra. Aku pun langsung saja mendorong Lyra, tidak memperdulikan diriku yang hampir mati setelahnya ” Luhan, Sehun kedua orangtua Luhan dan orangtuanya membelalakkan mata secara bersamaan tak percaya.

 

” orang-orang berteriak histeris, Lyra mengatakan jika aku mengalami luka yang sangat parah pada tubuh bagian atas. Lyra juga sempat memberikan pertolongan pertama, tapi saat itu aku merasa sudah meninggal, aku bahkan tidak bisa merasakan helaan nafasku. Aku merasakan sunyi, gelap dan sepi seorang diri ” Ibu Lian dan Luhan menitikkan air matanya, sedangkan Lian sendiri mencoba kembali mengingat-ingat apa yang Lyra ceritakan.

 

” bagian tubuh ku antara dada dan leher di hantam badan mobil, kemudian di susul dengan wajah yang langsung menembus kaca mobil, terakhir aku merasa terpental dan terhempas langsung dengan bagian kepala yang berada di bawah. Aku tidak pernah melihat bagaimana kondisiku saat itu, Lyra bahkan sudah meminta temannya untuk meng-hack semua akun yang membahas tentang kecelakaan pada hari itu ” Lian tersenyum. ” dan hampir dua tahun kemudian, aku bangun dengan perasaan tidak percaya. banyak bagian tubuh yang belum sembuh benar karena aku memilih rawat jalan, akhirnya aku bertemu kalian lagi. aku pikir, aku sudah tidak bisa bertemu kalian lagi ”

 

Lian tersenyum ke arah kedua orangtuanya, sedangkan Luhan dan Sehun menatapnya tak percaya. Kedua orangtua Luhan dan Sehun bahkan shock mendengarnya. ” kau tidak bercerita, Yeonie-ya ” ucap Ibu Luhan menatap Ibu Lian dengan tatapan tajamnya.

 

” aku tidak bermaksud menyembunyikannya, tapi aku hanya terlalu shock ” Ibu Lian menghela nafasnya, kemudian menggenggam tangan anaknya.

 

” harus ada yang menjagamu, kau masih sakit ” Ibunya menyarankan, sedangkan Lian langsung menggeleng.

 

” aku bisa melakukannya sendiri, eomma tidak perlu khawatir ” Lian mencoba meyakinkan kedua orangtuanya.

 

” kalau begitu, menikahlah dengan Sehun ” Lian langsung tersedak salivanya dan ia segera berlari menuju dapur untuk mengambil air minum.

 

Semua yang berada di ruangan itu langsung memberi tatapan yang tak biasanya pada Sehun. ” a-ada apa? ” Sehun bahkan tergagap karena kebingungan.

 

” kami sudah memberikan persetujuan, apakah kau masih mencintainya. jika masih, kami berharap kau dapat menjaganya ” kedua orangtua Lian tersenyum penuh arti, ini rencana mereka yang dulu dan akhirnya kesampaian walaupun banyak rintangan yang menghadang. Setelah Sehun membatalkan semuanya, keluarga Park menagih apa yang telah mereka berikan untuk perusahaan milik keluarga Oh. Namun, keluarga Park tidak berkutik saat nyonya Han menyerahkan chek uang tunai sebagai gantinya.

 

ah~ namdongsaengku yang tampan ini, tentu saja merasa bahagia mendengar hal itu eommonim ” Sehun menunduk malu saat Luhan mengacak puncak kepalanya dengan gemas.

 

***

 

” apa? apa?!!!! menikah dengan Sehun, eomma~ ” Lian merengek pada Ibunya di atas, tepat di balkon kamarnya. Saat ini Ibunya mengambil cuti untuk persiapan pernikahan putrinya.

 

” bagaimana kalian bisa mempercayakanku pada anak kecil ”

 

ah~ bilang saja kau merasa bahagia ” Ibunya menggodanya tanpa ragu-ragu. Bahkan Ibunya mengatakan jika Lian dan Sehun harus segera memberikan cucu ketika  mereka telah menikah nanti.

 

eomma~ aku bisa mati, mana ada orang sakit di suruh melakukan hal-hal seperti itu ” Lian kembali menatap sebal ke arah Ibunya, ia bahkan bergidik ngeri membayangkannya. Sang Ibu pun hanya bisa tertawa menanggapinya.

 

” kau bisa meminta Sehun untuk melakukannya secara perlahan ”

 

eomma~ apa eomma~ sedang sakit. eomma kenapa sih? kenapa tiba-tiba menggodaku dan kemudian menyuruh-nyuruhku untuk melakukan hal…. ck ck ck, aku tidak mau ” Lian menggeleng dengan pasti, ia menatap Ibunya dengan wajah memberengut kesal.

 

” hahaha~ sudahlah, seminggu lagi kau akan menyandang gelar sebagai nyonya muda Oh ” Ibunya kembali menggoda putri semata wayangnya.

 

” aaaaaaa~~ aku akan menendang Sehun, biar dia menghilang dari pandanganku ”

 

” hm~ mungkin setelah semenit kau akan mencarinya, mungkin sedetik setelahnya haha~ ” Ibunya mengejeknya dan Lian hanya bisa menghela nafas berusaha bersabar. Ia kalah telak kalau seperti ini.

 

 

***

 

 

Keesokan harinya, Sehun berdiri tepat di depan pintu kamar Lian. Ketika gadis itu hendak pergi keluar dari kamarnya dan membuka pintu, ia langsung terlonjak kaget karena melihat seonggok manusia tampan yang sedang menampilkan smirk, berdiri di depan pintu kamarnya. ” apa yang kau lakukan bodoh?! ” Lian menggeser tubuh Sehun dan kemudian melewatinya.

 

” huh~ sebegitu teganya kau memperlakukanku seperti ini, nuna ” ucap Sehun menghela napas panjang. Sedangkan Lian, ia berhenti melangkah dan kemudian tersenyum misterius.

 

” ya, tentu saja ” kemudian kembali melanjutkan langkahnya. Sesaat kemudian, ia berhenti dan menoleh, ” eomma kemana? dan kenapa pagi-pagi sekali kau datang ke sini? ”

 

” sekitar jam 9, emmonim menyuruhku untuk membawa nuna ke butik langganannya ” ucap Sehun datar dan kemudian melewati Lian yang melongo mendengar ucapan Sehun barusan. Lian kemudian memandangi punggung Sehun, lelaki itu terlihat menunduk karena kesal dengan kelakuan Lian yang sudah hampir 3 hari ini selalu saja menganggapnya sebagai orang tidak penting.

 

Sehun berhenti melangkah saat merasakan lengan panjang memeluk erat tubuhnya, lengan itu melingkari dengan sempurna pinggangnya, membuatnya mau tidak mau harus menyunggingkan senyum penuh arti. ” apa kau kesal padaku? eoh “, tanya Lian masih mempertahankan posisi mereka, mungkin jika Ibunya melihat hal seperti ini, Lian pastikan ia akan di ejek habis-habisan.

 

Sehun menghela nafas panjang, Sehunpun berpura-pura ingin melepaskan lengan panjang yang melingkari pinggangnya itu. ” kau kesal kan? ” tanya Lian lagi, membuat Sehun tersenyum dan kemudian menarik tangan gadis itu dan langsung memeluknya.

 

” ganti baju nuna, cepat! ” ujarnya mendorong tubuh Lian untuk memasuki kamarnya.

 

” aish, cerewet…. aku lapar, aku belum sarapan ” kesalnya pada Sehun yang hanya terkekeh melihat tingkahnya.

 

 

***

 

 

Lian menghela nafasnya ketika Sehun mengomentari gaun kedua yang ia kenakan, ” ah, itu membuat nuna nampak gendut ” ujarnya dengan kekehan menyebalkan, khas Oh Sehun. Lian memberengut kesal dan berjalan dengan perlahan memasuki ruang ganti. Kemudian ia mengenakan gaun ketiga yang di pilih oleh Ibunya dan Ibu Sehun.

 

Gaun yang kedua itu berbeda dari gaun sebelumnya yang terlihat simpel, namun gaun itu tampak elegan dan Sehun mengatakan jika dia tampak gendut? yang benar saja. Dan gaun yang sedang ia kenakan ini memiliki punggung yang terbuka dengan sempurna, dengan bagian bawah mulai dari pangkal paha, melebar bagaikan kelopak bunga. Wow, gaun ketiga terlalu seksi, bagian depan dadanya bahkan berbentuk V-neck dan terlalu down.

 

” ini sih, sexy namanya. ck, berniat sekali sih ” celetuknya sambil melangkah keluar ruangan dengan hati-hati.

 

Sehun yang sedang berdiri di dekat kaca pun langsung tersedak salivanya sendiri saat melihat seonggok gadis dengan busana wedding dressnya yang terlalu menggoda mendekat ke arahnya. ” nah, itu baru keren sayang! ” teriak Ibu Lian penuh semangat.

 

” kau benar-benar sexy!! ” Ibu Sehun juga tidak kalah bersemangatnya.

 

Lian berdiri di samping Sehun, kemudian ia sedikit malu menatap pantulan tubuhnya sendiri di cermin, apalagi tatapan Sehun tidak teralihkan sedari tadi. ” kau ini, berniat menggodaku nuna? lihat punggungmu itu, terekspos semua dan beberapa bercak memar yang masih ada, terlihat. ah~ aku tidak suka yang ini, masa iya tubuhmu di lihat banyak orang. ah aku tidak setuju, ganti sana. terlalu sexy dan terlalu menggoda ” celetuk Sehun tidak setuju dengan gaun ketiga. Walaupun Lian sempat kesal, tapi ia bersyukur jika Sehun tidak menyukai gaun ketiga ini yang menurutnya terlalu, sexy, menggoda dan bagian atasnya terlalu minim.

 

Ya!!! Sudah sexy dan cantik, itu sempurna!!!! ” teriak dua orang wanita di ujung sana, Sehun pun langsung menoleh dan menggeleng. ” apa eomma dan eommonim tega, membiarkan orang lain melihat lekuk tubuhnya sebelum aku? ” ujar Sehun tidak terima, membuat kedua wanita di ujung sana tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Lian sendiri merasa malu sekaligus kesal, jadi iapun langsung menjitak kepala Sehun dengan kuat.

 

” ou…. appo ” ringis Sehun berlebihan.

 

” dasar mesum, ”

 

»«

 

Gaun keempat yang ia coba barusan menurutnya kurang nyaman karena bagian ekor pada roknya terlalu panjang dan itu akan menyulitkannya untuk berjalan. Sehun dan Ibunya serta Ibu Lian sendiri padahal sudah merasa cocok, hanya saja Lian merasa kurang nyaman.

 

Akhirnya, Lian memilih sendiri gaun ke limanya, ia terperangah saat melihat gaun simpel tanpa lengan namun bagian dadanya tertutup. Bagian belakangnya di tutupi oleh kain terang namun bermotif sangat cantik dengan pita bunga warna putih yang tidak terlalu mencolok. Untuk bagian roknya, mirip dengan gaun ketiga, namun ekornya tidak sepanjang yang tadi. ” perfect ” gumamnya tanpa sadar dan langsung saja mengganti gaunnya.

 

Ketika ia menginjakkan kakinya untuk yang ke lima kalinya di depan cermin, Sehun terperangah bahkan kedua wanita di ujung sana terus berkata ‘perfect’ sedari tadi. ” eotte? ” Lian menaikkan sebelah alisnya menatap Sehun. Lelaki itu, kemudian mengulas senyum dan memeluknya, lalu berbisik tepat di telinga kanannya ” so pretty and perfect for you, you’re is amazing and so wonderful ”

 

 

***

 

 

Pagi ini, sinar matahari yang menyilaukan berhasil menerobos masuk dan menyinari kelopak mata Lian yang masih tertidur pulas di kasurnya. Lian menggeliat dan menggulingkan tubuhnya ke arah yang berlawanan agar sinar matahari tidak dapat menyinari wajahnya.

 

Namun, alarm sialan berdering dengan keras dari ponselnya. Ia terkejut dan langsung membuka matanya, ia menatap ponselnya dan kemudian mematikan alarmnya dan segera menuju kamar mandi untuk membenahi dirinya.

 

 

***

 

 

Wedding Days…….

 

Lian tidak pernah merasa segugup ini sebelumnya, beberapa hari yang lalu ia bahkan sempat-sempatnya mengerjai Sehun. Lian juga sempat menjitak Sehun di acara makan malam keluarga. Dan membuat semuanya tertawa di acara tersebut.

 

Selain itu, ia sempat mengatakan pada Sehun dan mengatakan sebuah candaan dengan nada serius. Ia membuat Sehun hampir saja frustasi karena Lian menolak pernikahan yang akhirnya terjadi pada hari ini. Namun, pada kenyataannya hal ini terjadi dan mungkin Sehun merasa senang. Tak dapat di pungkiri jika ia juga merasakannya — gugup dan senang.

 

” Lian-ah, kau sudah siap? ” suara ayahnya terdengar begitu dekat dengan dirinya dan benar saja, sang ayah telah berdiri di sebelah putrinya dengan senyum mengembang. Lianpun hanya bisa menghela nafas dan kemudian tersenyum tulus pada sang ayah.

 

»«

 

Sehun benar-benar membuat dada Lian bergemuruh, lelaki itu memegang tangan Lian dengan erat, yang seolah-olah Sehun tengah khawatir jika Lian akan berlari pergi begitu saja. Lian pikir hal itu tidak akan terjadi untuk sekarang ini. Suara seorang pria paruh baya di hadapan mereka kini membuat fokus keduanya teralihkan.

 

Janji suci itu telah di ucapkan dan dengan setulus hati, Lian bersedia menjadi istri seorang Oh Sehun. Lian tidak menyangka sama sekali, padahal ia sempat menolak perjodohan mendadak yang menurutnya lebih mengerikan ketimbang kecelakaan. Ah, Lian berlebihan.

 

Sehun menggenggam tangannya, kemudian memasangkan cincin ke jari manis Lian dan begitu pula sebaliknya. Hingga pada saat ciuman pengesahan. Hal itu sukses membuat Lian kalang kabut tak karuan, ia benar-benar tidak yakin akan hal ini. Ia bahkan merasakan bekas luka di bibirnya berdenyut.

 

Ingin sekali ia meringis saat wajah Sehun berada dekat dengannya, namun ia mencoba menahannya dan berusaha tetap tenang, walaupun pada kenyataannya ia benar-benar merasa gugup. Padahal mereka pernah melakukan ciuman sebelumnya, hanya saja tidak di hadapan orang banyak.

 

Chu~

 

Sehun hanya menempatkan bibirnya dan merapatkannya dengan bibir Lian. Lian merasa lega dan ia melirik ke arah Sehun yang tersenyum ke arahnya, senyuman itu bukan senyuman biasa dan kelihatan seperti sebuah smirk menakutkan yang membuat Lian langsung bergidik tak karuan setelahnya.

 

 

***

 

 

Lianpun menghempaskan tubuhnya di kasur berukuran king size yang tepatnya berada di kamar Sehun. Ya, orangtua mereka tidak mengijinkan mereka untuk tinggal di sebuah apartemen atau apapun dan orangtua mereka juga berjanji untuk tidak mencampuri urusan keduanya setelah menikah.

 

 

” ganti gaunmu, chagi~ ” ujar Sehun yang sekarang terbaring di atas kasur dengan tangan terlentang. Lian memberengut kesal dan menatap Sehun dengan tatapan tajamnya, ” dimana embel-embel nuna ” kesalnya dengan cara melemparkan sepatu high heelsnya ke sembarang arah, membuat Sehun akhirnya harus kembali mendudukkan tubuhnya.

 

 

” baiklah nuna sayang, lepaskan gaunmu itu ” ucap Sehun selembut mungkin yang membuat Lian semakin bergidik ngeri dan membuatnya harus wasapada mulai dari sekarang. Lian bahkan sudah mundur sedari tadi ke arah tembok, ia tidak berani mendekat ke arah Sehun dan memilih mencari aman saja. Sehun menatapnya heran.

 

 

nuna sayang, apa yang kau lakukan di sana? ” tanyanya kemudian dengan ekspresi bingung yang masih jelas.

 

 

a-aniya, hmm~ aku lelah dan malas ke kamar mandi “, Lianpun akhirnya menaiki kasur. Ia menghampiri kasur seperti seseorang yang tengah berlari maraton dengan sangat jauh. Lian menyembunyikan seluruh tubuhnya di dalam selimut berwarna cokelat muda dengan motif daun mafle di musim gugur.

 

 

nuna sayang, apa yang kau laku- ” Sehun segera memotong ucapannya dan tersenyum mencurigakan tanpa Lian ketahui.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue…..

 

 

Note : nah chap ini lebih panjang sedikit dan baiklah, terima kasih banyak untuk gea (flaminstkle) karena telah berbaik hati membantu mempublish ff abal author di sini. Hey, ini chap pre-final lho^^. Sampai jumpa di final chap^^

silahkan jika ingin berkunjung ke sini personal wp author^^

 

  See you next time all… Have you enjoy with this… And have a nice day today^^ thank you – gomaseubnida^^

Advertisements

12 responses to “[CHAPTER] Timeless (Chapter 7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s