Meet My Bad Boy (Chapter 2)

VtaehyungV STORYLINE

Author : VtaehyungV / Shin Yong Neul

MAIN CAST :

  • Park Yoo Eun / OC
  • Byun Baekhyun
  •   Xi Luhan

OTHER CAST       : find by your self

Genre                  : romance, school life, little bit comedy

Rating                  : PG-17

Length                 : Chaptered

DISCLAIMER :     ANNYEONG HASEYO ^^,YANG PERTAMA TERIMA KASIH KEPADA READERS YANG SUDAH MENYEMPATKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA FF INI ^^ TOLONG BERITAHU KESAN KALIAN TENTANG FF INI, SEHINGGA SAYA BISA MEMPERBAIKI KEKURANGANNYA DI CHAPTER 3 NANTI

PLEASE DON’T BE SILENT READERS!

WARNING TYPO EVERYWHERE!!

 

AUTHOR POV*

Yoo Eun membelalakkan matanya ketika mendengar nama dari murid baru dikelasnya itu, Byun Baekhyun. Ya, Byun Baekhyun namja yang memperkenalkan dirinya kepada Yoo Eun tadi malam.

“kau Byun Baekhyun!! Mengapa kau bisa disini?! ”  Luhan menggeram ketika melihat Baekhyun yang berdiri di hadapannya sekarang.

“Ne, terima kasih atas perkenalan dirimu Byun Baekhyun. Silahkan duduk di belakang Yoo Eun-ssi ” Seonsaengnim kim menunjuk kearah dimana Baekhyun akan duduk. Mendengar namanya disebut Yoo Eun terkejut  . Yeoja itu hanya bisa mengumpat didalam hatinya. Mengapa Baekhyun harus duduk dibelakang kursinya.

“ne, arraseo seonsaengnim” Baekhyun berjalan menuju kursinya dan berhenti sejenak menoleh kesamping dan menatap Yoo Eun dengan memperlihatkan evil smilenya.

Yoo Eun pov*

Ya! Sial, Seonsaengnim gila. Mengapa ia menyuruh namja itu duduk dibelakangku huh?! Ais jjinja.  Kulihat namja itu berjalan menuju kearahku, ehm, maksudnya kebelakangku lebih tepatnya tempat duduknya. Saat ia melewatiku dan aku secara TIDAK SENGAJA melihat wajahnya, namja itu sedang memperlihatkan evil smilenya, refleks mataku membesar seperti membentuk huruf O dan langsung beralih melihat kearah lain.  Mata evil smilenya itu seolah-olah berkata ‘ Be careful because I will do something for you ‘ seperti itu, something itu sepertinya hal yang buruk, ya sangat sangat sangat buruk.
*60 MINUTES*

Ahh, akhirnya pelajaran ini selesai. Entah mengapa tadi aku memperhatikan Luhan baru kali ini sepertinya dia tidak konsentrasi saat pelajaran, terakhir aku melihatnya seperti itu karena dia sakit, tapi sekarang dia sehat dan mengapa dia seperti itu? Ah, tiba-tiba aku teringat sikap Luhan yang melihat Baekhyun saat memperkenalkan diri tadi, Luhan sepertinya mengenali Baekhyun, tapi mengapa aku mendengar Luhan menggeram sesuatu dan aku mendengar nama Baekhyun dari mulutnya itu. apa harus kutanya pada Luhan? Apa hubungannya dengan Baekhyun? Ah tidak, sekarang bukan waktunya. Lebih baik kutanyakan lain kali saja.

“Jihyun-ah ayo kita istirahat, bagaimana jika kita pergi kekantin? Aku sangat lapar tadi pagi aku hanya sarapan satu roti saja. Jebal~ ”  Aku memohon pada Jihyun, Jihyun adalah sahabatku yang satunya, jika lagi tidak bersama Luhan aku akan pergi dengannya.
“Aigoo, kapan kau akan sarapan dengan baik hah? Baiklah, akan kutemani”  aigoo dia memang sahabatku sejati.

“Gamsahamnida Jihyun-ah, kajja! Kita pergi ke kantin arrachi?”

Yoo Eun POV END *

AUTHOR POV*

” Kau tau si murid baru Byun Baekhyun itu?  ia sudah memiliki 4 teman dan yeah, bisa dibilang ia mulai memiliki banyak penggemar. Aish, penggemar Luhan akan berpindah kepadanya”   Diam-diam  Jihyun memperhatikan Baekhyun yang duduk di meja yang tidak jauh dari meja Jihyun dan Yoo Eun  bersama 4 teman barunya itu, Chanyeol, Jongdae, Jongin, Sehun. Secara refleks Yoo Eun menoleh kearah meja Baekhyun dan Baekhyun yang sedang tertawa bersama temannya tidak sengaja melihat wajah Yoo Eun dan memberikan Yoo Eun senyuman.

Seketika wajah Yeoja itu memerah

‘ wae? Wae gurae? Mengapa tiba-tiba wajahku terasa panas? Apakah wajahku memerah? Mengapa hatiku berdebar sangat kencang sekarang? ‘ Tanya yeoja itu dalam hati.  Yoo Eun tidak sadar bahwa sekarang dia sedang diawasi  atau lebih tepatnya diperhatikan oleh yeah, penggemar Baekhyun Baekhyun itu

“ya! Park Yoo Eun mengapa kau melamun? Dan… mengapa wajahmu memerah? Apa kau menyukai Baekhyun?” melihat ekspresi Yoo Eun, Jihyun curiga.

“ani, jjinja aniyeo.. aku tidak menyukainya kau tahu kan aku menyukai Luhan? Walaupun aku tidak bisa mendapatkannya. Mungkin aku akan mati jika menyukai Baekhyun sekarang.”  Yoo Eun tidak ingin sahabatnya itu mengetahui perasaan aneh yang ada didalam hatinya sekarang ini.

“Baiklah aku tahu, aku hanya ingin memberi tahu kau, jangan sampai kau menyukai namja itu. dari wajahnya saja aku bisa melihatnya, sepertinya dia playboy dan… kau bisa mati dibunuh fansnya jika kau menyukainya” .

Author pov end *

Xi Luhan POV*

Aku tidak mengerti mengapa Byun Baekhyun bisa berada disini? Sekolah ini? Aku yakin yang semalam mencegat Yoo Eun adalah dia. Karena aku tahu bahwa dia adalah ketua di genk itu. Tapi, mengapa Baekhyun, rivalku itu bisa berada disini?! Satu sekolah denganku. Dulu aku dan dia bersahabat dekat tapi karena kami berdua memperebutkan sesuatu yang harusnya tidak kami rebutkan, sehingga aku dan Baekhyun jadi membenci satu sama lain. Tadi aku melihat dia memperlihatkan Yoo Eun evil smirknya, sepertinya aku dan dia akan memperebutkan yeoja lagi.

Xi Luhan pov end *

Yoo Eun POV*

                                            *5 HOURS AT SCHOOL*

~DING DONG~

Ahh, sangat lega hari ini aku mempunya jadwal piket disekolah sehingga aku sedikit terlambat saat pulang, tapi hari ini Luhan bilang akan mengantarku sampai rumah dan ia menungguku, tapi sepertinya dia tidak ada. Apakah dia melupakanku sehingga dia meninggalkanku dan pulang sendirian? Aku berlari menuju parkiran sekolah secepat mungkin, tetapi langkahku terhenti karena mendengar suara  Luhan sedang mengancam Baekhyun. Langkahku terhenti dan mendengar apa yang Luhan katakan kepada Baekhyun.

“Kau… kenapa kau kesini? Apakah kau tidak puas setelah kejadian saat itu ?! Apa mau mu! Byun Baekhyun!”  Kejadian waktu itu? apa maksud dari waktu itu?

“Asal kau tau Xi Luhan, aku kesini bukan karena aku ingin berurusan denganmu. Aku mempunyai alasan tertentu. Karena itu aku pindah kesini. Lagipula abeoji yang menyuruhku pindah sekolah kesini , INGAT ITU ! ” aku memberanikan diriku untuk melihat apa yang terjadi diantara mereka, aku melihat sepertinya amarah Luhan memuncak dan ingin memukul Baekhyun. Astaga! Luhan! Dia…

“kau benar-benar… !!! ”  dengan cepat sebelum luhan memukul wajah Baekhyun aku segara berlari kedepan Luhan mencegahnya untuk memukul Baekhyun.
“STOP!! Jebal Hajima ! Apa yang sedang kau lakukan Luhan-ah? Dinginkan kepalamu itu dulu. Pikirkanlah, kau akan di skors jika melukai murid lain, dan kau akan di skors selama seminggu kau tahu?! Aku mohon hentikan ini Luhan-ah… ”  Aku tidak ingin Luhan melakukan tindakan kekerasan terhadap murid lain. Jika itu terjadi dan pihak sekolah mengetahuinya maka ia akan di skors seminggu.

“Kau berjanji padaku mau mengantarkanku pulang setelah piket hari ini. Kajja, kita pulang sekarang. Baekhyun-ah kita akan pulang sekarang sampai jumpa besok ”   Aku segera menarik tangan Luhan untuk menjauh dari tempat situ dan memasang senyum palsu kepada namja yang bernama Byun Baekyun itu.

“Ya, Luhan-ah kau kenapa? Mengapa kau bisa berkelahi dengan namja gila itu? kau tahu bahwa dia kemarin yang…”

” mencegatmu. Aku tahu. Aku sudah tahu dari awal kau memberitahuku kau dicegat oleh kelompok berandalan itu. Byun Baekhyun adalah sainganku sekitar 3 tahun yang lalu. Dan aku sangat heran mengapa dia bisa berada disini. Dihadapanku lagi! ” Aku sangat terkejut begitu mendengar Luhan memotong pembicaraanku.

“Mengapa kau… ah sudahlah, bisakah kau mengantarku pulang sekarang? Eommaku mengatakan aku harus pulang cepat karena aku aku ada urusan nanti malam”
“Baiklah, mian, maksud kau… kau ada urusan apa?”
“molla, eommaku hanya memberitahuku nanti malam aku akan pergi dengannya. entah kemana”   ya, aku memang disuruh oleh eomaku untuk pergi entah kemana, dia tidak ingin memberitahuku.
“ah, begitu. Baiklah kajja! ” Aku segera naik ke motor Luhan dan segera menuju kerumahku

~10 minutes~
“Luhan-ah, gamsahamdia telah mengantarku sampai rumah” aku tersenyum kepadanya.
“ah ne, sama-sama Yoo Eun-ah ”  Aku melihatnya terenyum menunduk sambil memegang tengkuk lehernya. Secara tidak sengaja, tiba-tiba ada sesuatu yang melintas dipikiranku saat ini. Apa hubungan Baekhyun dengan Luhan dan mengapa tadi mereka berkelahi?
“Luhan-ah, apa kau sebelumnya mengenali Baekhyun, apa hubungan kau dengannya? Mengapa kau tadi… berkelahi dengannya?”

“kau tak perlu tau apa hubunganku dengannya. Hanya masalah kecil saja, kau harus masuk  kerumahmu sekarang, ahjumma pasti sudah menunggu ” mendengar jawabannya itu aku merasa tidak merasa nyaman. Yeah, kau taulah.
“ah ne, mian menanyakan sesuatu yang tak penting”
“Gwaenchana, sekarang aku akan pulang bye..”  bye… aku segera  melambaikan tangan ketika dia pergi. Mengapa dia tidak ingin Memberitahuku aku yakin mereka berdua pasti mempunyai suatu masalah yang besar. Ahh, aku sangat lelah, setelah memasuki rumah dan menaiki tangga aku langsung pergi ke kamarku dan merebahkan diri dikasur, tak lama kemudian aku terlelap.
TOK!! TOK!! TOK!!

“Yoo Eun!! Kau harus bangun sekarang! Yoo eun ah! Bangun kau! Tidak tahukah kau jam berapa sekarang??! ” eo?! Aku segera terbangun dan berlari membuka pintuku. Ternyata eommaku menggedor pintuku dari tadi… aish jjinja.

“Ya! Mengapa kau masih mengenakan seragam sekolah? Sekarang mandilah, dan gunakan baju yang bagus! Eomma dan appa akan menunggu diruang tamu. ” Aku segera berlari menuju kamar mandi. Untuk membersihkan tubuhku, selesai mandi aku langsung memakai baju dan Setelah selesai aku menuruni tangga mengambil sepatuku, dan menemui orang tuaku.

“eomma, appa, aku sudah siap. Kita mau pergi kemana?”

“kau akan tahu sendiri nanti. Yang jelas kita akan pergi makan malam dengan seseorang. Baiklah sekarang waktunya pergi, kajja! ” aku  mengekor dibelakang orang tuaku memasuki mobil. Diperjalanan aku hanya mendengarkan musik.

Kulihat mobilku sudah berhenti di sebuah rumah. Yaa~ rumah ini besar sekali. Walaupun rumahku termasuk golongan rumah besar dan mewah, tetapi rumah ini lebih besar dan mewah dari rumahku. Appa disambut oleh pelukan dari ahjussi yang tidak aku kenal. Sepertinya ahjussi itu teman appa.

“ya, joonmyeon-ah apakah ini anakmu? Aigoo, dia sangat cantik” aku yang memerhatikan ahjussi itu dan tersenyum.

“ne, Daehyun-ah. Dia anakku, ia memang tumbuh cantik seperti eommanya bukan? Yoo Eun ayo beri salam kepada teman appa ”

“Annyeong Haseyo, Park Yoo Eun imnida, bangapseumnida” aku memberi salam sesuai perintah appa sambil membungkuk lalu tersenyum manis kepada ahjussi itu.

“Aigoo, neomu yoppeoda. Kau sangat manis dan lembut. Tak salah aku memilih anakmu JoonMyeon-ah. Baiklah dari pada kita semua berdiri disini mari kita masuk kedalam kajja. ”  eo? Memilihku? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti, aku kembali mengekor dibelakang orang tuaku memasuki rumah besar itu. Didalam rumah itu, aku melihat seorang ahjumma yang sangat cantik. Sepertinya ahjumma itu adalah istri dari ahjussi yang bernama Daehyun itu.

“Annyeong Haseyo, naneun Hayoung imnida ” ahjumma itu bernama Hayoung, dan tebakanku benar ia adalah istri dari ahjussi itu. aku hanya duduk memerhatikan eommaku berbincang-bincang pada ahjumma Hayoung, dan appa berbincang-bincang kepada ahjussi Daehyun itu. tak lama kemudian seorang pelayan membawakan 6 buah cangkir unik, yang isinya teh, tunggu 6 buah? Bukankah kita hanya berlima di sini ? Mungkin pelayan itu kelebihan membuat teh.

“ehm, yah, mungkin sudah waktunya sekarang bukan? Bagaimana?”  semua menjadi hening ketika ahjussi itu berkata begitu.

“bagaimana Ahra ? Hyuna?”  appaku menanyakan sesuatu kepada eomma dan ahjumma itu sesuatu yang tidak aku paham sama sekali apa yang mereka bicarakan. Eomma berbicara sekarang saja tidak apa-apa. Hah? Apa maksud dari yang mereka bicarakan?

“aku akan memanggilnya, aku akan keatas sebentar” oh, ternyata ada orang lagi. Nugunde?? Kulihat ada tiga tatapan mata melihat kearahku lalu tertawa pelan. Wae? Apa yang mereka rencanakan? Aku hanya menunduk memainkan ponselku sampai orang yang dimaksud mereka datang.

“Annyeong Haseyo, Byun Baekhyun imnida.”  Mwoya ?! byun.. Baekhyun? Spontan kepalaku terangkat melihat namja itu. Baekhyun sedang membungkuk kepada appa dan eommaku. setelah dia membungkuk, ia kembali menegakkan tubuhnya dan melihatku.
“mwo? Mwoya? Yoo Eun? Kenapa kau bisa disini?”  aku hanya diam. Binggung, pasti namja ini anak dari teman appa. Dan sekarang, aku mempunyai firasat yang buruk. Sangat sangat buruk.
“ternyata kalian sudah saling mengenal ya? Baguslah ” appa berkata begitu. Tentu saja, bagaimana aku tidak bisa mengenalnya ? Setelah mencegatku saat malam itu, lalu menunjukkan evil smilenya tadi lagi dikelas. Bagaimana bisa aku tidak mengenali namja satu ini ?

“ya, JoonMyeon. Baru saja Baekhyun masuk sekolah di Seoul Academy High School tadi pagi. Mereka sekelas, tentu saja mereka saling mengenal ”

“oh geurae, baiklah kita langsung to the point saja.  Kau Yoo Eun…” aku menoleh kearah appa, begitu namaku disebut.
“ne, appa? Wae?”

” ..dan, kau Byun Baek ssi, kalian berdua akan dijodohkan. Dan mau tidak mau kalian berdua harus mau ” ya! Mworago?! Apakah aku bermimpi? Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Mau tidak mau aku dan namja itu harus mau? Paboya jjinja!!!

Yoo Eun POV end *

*AUTHOR POV*

“… kalian berdua akan dijodohkan. Dan mau tidak mau kalian berdua harus mau”  Park JoonMyeon memberitahukan kepada Baekhyun dan Yoo Eun bahwa mereka dijodohkan.

“mwo? Mworago? Appa, bagaimana bisa aku dijodohkan dengan orang yang baru saja aku kenal? Mengapa aku dijodohkan appa?”

Yoo Eun hanya bisa bertanya dan binggung, apakah ini nyata atau tidak… sementara Baekhyun hanya bisa diam menunduk menunggu jawaban dari kedua orang tuanya dan orang tua Yoo Eun.

“akan aku jelaskan… “

                                 ~flash back~

“ya! Daehyun-ah! Lama tidak jumpa, bagaimana kabarmu? “

Seorang pria paruh baya menyapa temannya dekatnya yang sudah lama tidak dijumpainya. Mereka saling berpelukan.

“aigoo, aku baik-baik saja JoonMyeon-ah, bagaimana dengan kau? Astaga.. apa kah ini istrimu, kalau tidak salah namanya… Kim Ahra !?  “ Yeoja disamping pria bernama JoonMyeon itu mengangguk lalu tersenyum.

“aku juga baik-baik saja Daehyun-ah,  ne dia istriku. Lalu kau? Siapa itu”  Daehyun mengangguk tanda bahwa yeoja disampingnya adalah istrinya. Ahra dan Hayoung (Daehyun’s wife),  berbincang-bincang, begitu juga dengan JoonMyeon dan Dae Hyun.

“omona, Ahra-ah, yeoja siapa yang berada di wallpaper hpmu itu? apakah itu anakmu? Cantik sekali.. “

Ahra yang baru saja membuka layar ponselnya, langsung menoleh kearah wajah Hayounh. “ne, benar Hayoung-ah dia anakku, umurnya baru 16 tahun, dia gadis yang sangat polos. “ Ahra tersenyum

“apakah kau juga sudah mempunyai anak Hayoung?” Ahra balik bertanya kepada Hayoung.

“Ne, aku mempunyai 2 anak. Yang pertama umurnya 17 tahun. Yang kedua umurnya 15  tahun, dua-duanya seorang namja. “

Tiba-tiba terlintas sebuah ide di kepalanya Hayoung.

“Bagaimana jika anak kita… kita jodohkan?”  Hayoung memberitahukan ide yang terlintas dikepalanya itu. “kulihat anakmu sepertinya baik dan sangat cantik, aku sangat ingin memiliki menantu seperti dia.” Hayoung tersenyum

“ ah iya, boleh juga, tapi… akan dijodohkan dengan anakmu yang keberapa? “

“tentu saja yang pertama, yang kedua masih terlalu muda untuk dijodohkan Ahra-ya”

“Baiklah, aku setuju! Kita harus memberitahukan kepada suami kita terlebih dahulu. Mereka setuju atau tidak”  Ahra memberitahukan ide Hayoung untuk memperjodohkan anak mereka.

“menurutku itu ide yang bagus, aku setuju saja. Bagaimana denganmu Daehyun?”

“ne, aku juga setuju. Jika mereka tidak mau , mau tidak mau mereka harus mau. Lagipula nanti pasti akan muncul suatu perasaan diantara mereka”

~flash back *end ~

”….. begitulah cara kalian dijodohkan. Arra ”

Mong… hanya itu yang ada dipikiran Yoo Eun, bagaimana bisa orang tuanya menjodohkan anak sendiri dengan orang yang baru lain begitu saja . Belum tentu Baekhyun itu anak yang baik, Yoo Eun sangat yakin karena Baekhyun adalah salah satu anggota krlompok berandalan yang mencegatnya itu.

“bagaimana? Apakah kalian setuju?” pikiran Yoo Eun dan Baekhyun bertambah bingung sangat hebat ketika appa Eomma Baekhyun bertanya. Apa yang harus mereka jawab. Yoo Eun tidak ingin terluka karena ia mencintai Luhan. Sedangkan Baekhyun, ia sebenarnya biasa saja menanggapi perjodohan ini. Tapi jawaban yang harus dia berikan sangat membuat ia binggung, ia harus menjawab apa.

“Baiklah, eomma, appa aku… mau. “

Secara tak sengaja ketika mereka sudah menemukan jawaban masing-masing, Yoo Eun dan Baekhyun secara tidak sengaja mengatakannya bersamaan. Mereka langsung saling menoleh dan terkejut, mengapa jawaban dan waktu mereka memberi jawaban tepat bersamaan.

”Omona, kalian berdua itu cocok sekali, sekarang saja sudah seperti ini, Baekhyun sekarang kau ajak Yoo Eun berkeliling rumah atau taman kita… “   yang lain hanya tersenyum ketika Daehyun memuji mereka dan menyuruh Baekhyun untuk mengajak Yoo Eun berkeliling rumahnya.

“Baiklah, kajja. “   dua kata yang keluar dari mulut Baekhyun membuat hati Yoo Eun berdebar. Ketika Baekhyun berdiri, dia langsung mengenggam tangan Yoo Eun dan menariknya keluar ruangan menuju taman.

“ternyata tidak susah menjodohkan mereka, lihat sekarang, Baekhyun langsung mengenggam tangan Yoo Eun“  senyum Ahra sambil melihat Hayoung.

“yah, nanti kita adakan tunangan saja sebelum mereka menikah ?” Daehyun mengusulkan

“boleh juga… tetapi itu sebaiknya dirahasiakan terlebih dahulu. Jangan sampai pihak sekolah tau. “

“EO!! Aku punya cara untuk hari ini, blablablablablabla, eotte? setuju?” Jelas Hayoung

“ide yang bagus kebetulan aku ingin berlibur “

Author Pov End *

BAEKHYUN POV*

Aku sangat canggung saat ini, setelah keluar dari ruang tamu aku, langsung melepaskan genggaman tangan itu. entah mengapa aku merasa tanganku bergerak sendiri ketika menggengam tangannya.

Sekarang aku dan yeoja ini hanya berdua saja, dan tidak ada satupun yang berbicara. Apakah aku harus memulai percakapan terlebih dahulu karena aku seorang namja? Baiklah.

“ehm, Yoo Eun-ah apakah kau, ehm, ingin melihat rumah kaca?”

Apakah dia menjawab pertanyaanku? Aish mengapa aku sangat canggung seperti ini? Aku harus bersikap bad seperti saat aku mencegatnya kemarin.

“eo? Ne? rumah kaca? jinjja ? aku ingin kesana, apa kau memiliki rumah kaca di rumahmu ini?”

“ne, kajja ikuti aku.”

Baiklah dia membalas perkataanku. Aku berjalan didepannya dan dia mengekor dibelakangku. Jangan gugup baekhyun, jangan!!

“ini rumah kacanya, masuklah.” Aku membuka pintu duluan dan mempersilahkannya masuk terlebih dahulu.

“woah~ daebak jjinja. Ada strawberry, jeruk, dan… wah Baekhyun-ssi ini sangat hebat “

Aku hanya senyum kepadanya lalu terdiam memegang tengkuk leherku. Sekarang… mengapa sikapku seperti ini.

*BAEKHYUN POV END

YOO EUN POV*

Astaga , aku baru menyadari, aku sangat terbawa suasana disini. Tapi, rumah kaca ini benar-benar indah aku menyukainya, padahal sebelumnya aku sangat takut ketika keluar dari ruang tamu itu dengan Baekhyun. Jika kuperhatikan sikap Baekhyun sangat berbeda dari kemarin, tadi pagi dia menunjukkan evil smirknya padaku, dan kemarin malam dia mencegatku dengan muka bad boynya itu.

Aku mengelilingi rumah kacanya dan dia mengekor dibelakangku astaga ini sangat canggung.

”mmm… Yoo Eun-ssi mengapa kau menerima perjodohan ini?”

Dia berbicara. Omona, aku sangat terkejut, spontan aku langsung menoleh kearah Baekhyun.

“kau tau? Walaupun kita menolak pertunangan ini. Sangat mustahil jika mereka membatalkannya. Apakah kau tidak mendengar, mau tidak mau kita harus mau. Selain itu, aku hanya bisa mengikuti apa yang kedua orang tuaku katakan,  aku tidak bisa menolak permintaan mereka. “

Sebenarnya hatiku berdebar kencang, ketika mengatakan beberapa kalimat yang lumayan panjang itu. aku hanya tersenyum dan melihatnya sebentar setelah mengatakan hal itu.

“Bukankah… jika kau menerima perjodohan ini… kau akan menikah denganku? Lalu…  “    mwoya? Apa katanya seketika aku langsung menoleh kearahnya. Dan dia berjalan kearahku, semakin dekat denganku dan aku berusaha mundur. Astaga, Kejadian ini terulang lagi.

“… dan bukankah nanti kita akan memiliki anak? Dan kau tau malam setelah kita menikah kita harus berbuat apa? Mungkin biasa disebut first night. “

Aku tak tau harus berbuat apa. Bagian punggungku sudah menyentuh dinding rumah kaca ini. Dan tak ada jalan keluar lain. Apa yang akan dilakukannya?! Apakah dia gila? Dia memegang kedua bahuku dengan kedua tangannya.

”Baekhyun-ssi, a apa yang akan kau lakukan? Aku mohon menjauhlah..”

Aku melihat dia memiringkan kepalanya, yang mungkin posisi ini bisa disebut kau taulah. Aku segera menutup mataku…

“Hyung!! Apa yang sedang kau lakukan? ”

Suara siapa itu? Kulihat Baekhyun berbalik mencari seseorang yang mengatakan itu. namja, nugunde? Siapa dia? Siapapun dia aku harus berterima kasih kepadanya karena namja itu telah menyelamatkanku.

“ya, Taehyung-ah. Kau.. mengapa kau bisa berada disini? “

Aku melihat Baekhyun sangat gugup, astaga bagaimana nasibku ??!

“Aku sedang ingin membuat jus, dan aku mengambil strawberry di sini. Dan kau, apa yang kau lakukan dengan yeoja itu hyung?”

“annyeong haseyo, Park Yoo Eun imnida, bangapseumnida. Neo… nuguseyo?”

Aku mencoba pemperkenalkan diriku kepada namja itu walaupun sebenarnya aku sedikit gugup.

“ah ne, nan Byun Taehyung imnida. Aku adalah namdonsaeng Baekhyun hyung”

Benar juga, aku lihat anak ini mirip dengan Baekhyun. Anak itu menarik Baekhyun untuk berbicara entah apa yg akan dibicarakannya

“ya… hyung aku akan memberitahukan ini pada eomma dan appa”

“ya! Taehyung!! “

Aish jjinja, suara mereka tetap terdengar olehku, percuma saja mereka menjauh.

“jika kau tak ingin kejadian ini kuberitahukan pada eomma, maka kau harus berjanji padaku”
“janji apa lagi hah?! Baiklah lakukan sesukamu”

“aku ingin kau… mengabulkan semua permintaanku! Contohnya seperti… aku boleh menggunakan pakaianmu ketika aku sedang pergi kepesta”

“mwo?? Andwae.. andwae! Pakaianku sangat mahal kau tahu?!”

“geurae aku akan memberitahukan soal ini pada eomma huh”

“Baiklah! Baiklah! Lakukanlah sesukamu…”

“gomawo hyung, aku akan merahasiakan ini”

Yoo Eun Pov end *

AUTHOR POV*

Dengan ide liciknya, Taehyung menepuk bahu hyungnya itu

“eo… noona kau harus berhati-hati terhadap hyungku dia itu sangat sering mengganti pasangannya  “

“mwo? “

Yoo Eun tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan namdongsaeng Baekhyun itu.

“ya! Kau! Cepat pergi dari sini! Jigeum!! “ Baekhyun marah

“ne! hyung! Ne! aigoo jjinja”

Taehyung berlari keluar dari rumah kaca. Sedangkan Yoo Eun hanya menatap Baekhyun entah tertawa atau tersenyum.

MEET MY BAD BOY!

“Jaga dirimu baik-baik Taehyung-ah, awasi perilaku hyung dan calon istri hyungmu itu. Arrachi?”

“ne eomoni, setiap hari aku akan memberitahumu apa yang akan terjadi dirumah ini”

Eomma appa Baekhyun dan Yoo Eun pergi berlibur ke Hawaii malam ini. Dan yang pertama mengetahuinya adalah Taehyung, dan Taehyung akan memberitahu  mereka apa yang Yoo Eun dan Baekhyun lakukan saat merek pergi.

Mereka berpesan agar Yoo Eun menginap beberapa hari di rumah keluarga Byun dengan Baekhyun dan Taehyung, namdongsaengnya. Ayolah, siapa yang akan membiarkan anak perempuan tinggal bersama dua namja sendirian? Mereka terlalu yakin bahwa Yoo Eun akan baik-baik saja.

~~~

“mworago?! Eomma dan appa menyuruhku tinggal disini? Wae?”

Yoo Eun berencana akan pergi kerumahnya dengan alasan untuk mengambil pakaian yang akan dikenakannya saat tinggal dirumah Baekhyun nanti, tetapi ia tidak akan balik kerumah Byun.

“noona, ahjumma dan ahjussi juga telah menitipkan barang –barang noona selama tinggal disini”

Taehyung segera mengambilkan koper, tas sekolah Yoo Eun.

”kau bisa tidur dikamar yang disana noona… aku akan pergi kekamarku, jika kau butuh sesuatu noona bisa bilang ke aku atau Baekhyun hyung”

“ne, gamsahamnida ”

Yoo Eun terdiam, membawa tas dan kopernya itu menuju kamar yang diberitahukan Taehyung.

Baekhyun yang diam-diam mendengar pembicaraan dongsaengnya dan Yoo Eun itu segera menemui Yoo Eun.

“Tidurlah kau pasti sangat lelah, jaljayo”

Yoo Eun sedikit terkejut menyadari Baekhyun tiba-tiba berada dibelakangnya dan berbicara kepadanya. Astaga, yeoja apa yang dadanya tidak akan berdetak dengan kencang jika dikatakan ‘jaljayo’  oleh yeah, bisa dibilang CALON SUAMINYA dan bahkan mereka belum terlalu dekat.

Baekhyun menuju kekamarnya dan dia mulai menyadari sesuatu yang aneh didalam dirinya. Namja itu, mulai menyukai Yoo Eun.

~~~

               

Bagi Yoo Eun, pagi ini sangat berbeda dengan pagi hari sebelumnya, hari-hari biasa ketika dia mau pergi sekolah eomma dan appanya selalu ada dimeja makan bersamanya. Dan sekarang orang yang sarapan bersamanya hanyalah dua namja yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu.

“ Hyung, Noona, apakah kalian akan pergi bersama kesekolah?”

Taehyung tidak tahan dengan kesunyian di ruang makan yg hanya terdengar suara sendok dan garpu, dan dia berusaha memecahkan keheningan itu.

“molla, Yoo Eun-ssi , apakah kau mau berangkat sekolah bersamaku?”

Baekhyun menghentikan makannya sejenak dan menunggu jawaban dari yeoja didepannya itu.

“Lebih baik aku naik bus saja.”

“wae? Bukankah noona akan menikah dengan hyungku? Kenapa kalian tidak berangkat sekolah bersama saja?

Baekhyun syang mendengar perkataan dongsaengnya itu, memberikan tatapan tajam kepada Taehyung.

“Nan arraseo, aku akan pergi kesekolahku sekarang, aku harus menjemput temanku” Taehyung meninggalkan hyungnya itu dan Yoo Eun berdua di ruang makan.

“Mianhae, aku akan pergi naik bus saja, lagipula bagaimana jika murid atau guru sekolah melihat kita turun bersama? Aku bisa mati jika para fansmu itu mengetahuinya “

“Baiklah, terserah kau saja… aku pergi dulu “

Yoo Eun berfikir, bagaimana ada seorang namja yang memiliki sifat sedingin itu. Yoo Eun mengikuti Baekhyun keluar rumah, tetapi namja itu berbelok menuju arah ke mobilnya tanpa melihat Yoo Eun sedikitpun.

” Baiklah, aku akan pergi kesekolah sekarang, tidak akan ada wajah Luhan yg tersenyum didepanku pagi ini. ” kata yeoja itu lalu pergi meninggalkan rumah Baekhyun.

– TO BE CONTINUE-

TEASER CHAP 3 A & B

 

” Aku… tidak akan melepaskan tangan ini, sampai kau menjawab pertanyaanku . “

~

Kau… tidak tahu bahwa aku sudah mencintaimu ketika aku dan kau pertama kali bertemu… “

~

” Aku sangat membeci kau Yoo Eun, tunggu saja nanti. Berani sekali kau merebut hati Baekhyun dariku ! “

~

“ sekarang… beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi disini

~

” Mengapa kau melakukan ini ?” … “ Terima kasih Yoo Eun-ah aku menunggu jawaban darimu “

~

“ Park Yoo Eun, aku akan membuatmu menjauhi Baekhyun. Baekhyun adalah milikku ! Dia milikku ! “

 

Annyeong Haseyo ! seperti yang sudah author janjikan chapter 2 gk bakal lama2 . Gimana chapter duanya ? sudah termasuk golongan ff panjang apa belum T.T mohon bantuannya lewat coment ya readers~ Buat yang gk sabar nunggu Chapter 3, Chapter 3 A udah aku post diblog aku, silahkan liha dan jangan lupa coment ya , buka aja -> ‘Bambamthai.wordpress.com ‘ tapi aku juga tetep bakal ngepost disini kok ~

26 responses to “Meet My Bad Boy (Chapter 2)

  1. omg hellowww…
    mrk dijodohin begitu?? trus gmn dg luhan oppaku??
    mmmmmmm, dy kan juga ska sm yoo eun…
    hmmmmmm..
    cinta segitiga yang rumit…
    next dh ke chapter selanjutnya..

  2. Astaga, aku ketinggalan banyak ama ff ini. Aku lupa ama ff ini karna udah terlalu banyak ff yg dibaca, huhuhuhu maap kan daku yg lupa ama ff ini 😔
    Aku lanjut baca yee

  3. ternyata alurnya kecepetan, banyak kata-kata (dialog) yg gak perlu atau bisa dibilang gak terlalu penting di ff ini.. perhatikan lagi bahasanya, biar lebih enak dibaca ^^

    • Thank Youuu banget buat kritikannya yaa ^^ aku jadi tau letak kesalahannya dimana, sekali lagi makasih banget buat kritikan atau pendapatnya ^^ akan kuperbaiki thanks !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s