[Series] Jar Of Heart – (Chap 3: Our Meeting)

jar-of-heart

Tittle : Jar of Heart – Our Meeting

Author : Rika Tresia | Main Cast : Lee Jinki a.k.a SHINee’s Onew, Park Minjung (OC) | Other cast : Kim Jonghyun a.k.a SHINee’s Jonghyun, Shin Sekyung | Genre : Romance, Sad, Absurd | Length : Chapter | Rate: General

Disclaimer: This fiction is original by me, if there’s a fiction that have the sama title as me, its just a pure coincidence.

The original fiction has publish in my personal blog rikatresia.wordpress.com

Selamat membaca ^^

– Link Jar of Heart: ( Part 1 – Part 2Part 3Part 4Part 5Ongoing )

   -Our Meeting-

I learned to live, half alive

And now you want me one more time

 

-Minjung POV-

Selama 2 tahun aku berusaha mati – matian untuk tetap bertahan ditengah – tengah keterpurukanku ditinggal oleh pria yang paling ku cintai.

Aku berjanji tidak akan pernah mengingatnya lagi. Aku berjanji tidak akan menerimanya kembali di dalam kehidupanku sampai kapan pun, aku akan melupakannya dari hidupku. Setelah 1 tahun masa keterpurukan itu, aku tidak akan mau kembali kemasa – masa menyedihkan itu, dan kembali menjadi sosok Park Minjung yang menyedihkan. Aku tidak mau!

I hear you’re asking all around

If I am anywhere to be found

 

-Normal POV-

“Sial! Karna harus menunggu bus selanjutnya aku jadi terlambat sampai rumah dari waktu yang biasa” keluh Minjung sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur kamarnya yang penuh dengan warna hijau toska dan ornamen berwarna mint.

Baru saja Minjung mengistirahatkan tubuhnya, tiba – tiba…

Braaak

“Jungieeee~!!!” Pintu kamar Minjung dibuka dengan kasar oleh seorang gadis yang menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu

“YAK! Shin Sekyung, tidak bisakah kau menghormati privasi orang?” omel Minjung sambil mengambil posisi duduk dikasurnya

“Entahlah, sepertinya tidak bisa hehehe” balas gadis bernama Shin Sekyung itu, atau biasa disapa Sekyung, teman kecil Minjung. Teman Minjung yang paling mengerti dirinya, dirinya yang plin – plan dan sedikit melankolis. Sekyung adalah kekasih dari Kim Jonghyun, namja bertubuh atletis dengan tinggi rata – rata dan tingkat ke-sexy-an jauh diatas rata – rata. Seorang vocalis band dari kampus mereka dulu.

Eoh… Apa itu yang kau bawa?” Tanya Minjung seraya merebut amplop yanga ada ditangan kanan Sekyung

“Aish dasar anak ini, asal tarik – tarik saja dari tangan orang…” Sungut Sekyung

“…itu surat undangan reuni dari kampus kita. Itu surat undangan untukmu. Kitakan sudah 2 tahun lulus, jadi mereka mengadakan reuni ini khusus untuk angkatan kita dari semua jurusan” jelas Sekyung

“Reuni angkatan? Semua jurusan?… Itu artinya Jinki-ssi akan datang juga?” Tanya Minjung lesu

Molla. Wae? Kau masih mau bertemu dengan si pria brengsek itu? Aku rasa otaknya sudah rusak tiba – tiba saja memutuskan hubungan kalian tanpa sebab” tiba – tiba saja Sekyung mengomel saat mendengar nama Lee Jinki disebut.

Sekyung berjalan menghampiri Minjung dikasurnya dan melemparkan tubuhnya dikasur

“Kau tahu Jungie? Setelah kau pergi aku mencari tahu apa penyebab si sangtae itu meminta putus darimu. Tadinya aku pikir dia berselingkuh dibelakangmu. Saat aku bertanya pada Jjong apa Jinki sedang tertarik pada salah satu junior kita di kampus, Jjong bilang tidak. Dan yang paling membuat ku kaget adalah sampai akhir kita lulus, dia tidak memiliki seorang pun yeoja baru. Mungkin kalau saat itu kau tak pindah keluar negri kalian bisa bersama lagi Jungie” Sekyung terus berkata – kata menceritakan apa yang terjadi selama Minjung menghilang dari kampus mereka. Duga – dugaan yang dulu sempet Minjung sendiri khayalkan mengenai keputusan Jinki yang tiba – tiba meminta untuk berpisah.

“Kau tahu? Jjong bilang kalau Jinki mendatanginya dan meminta Jjong untuk menanyakan keberadaanmu padaku, tentu saja tidak ku beri tahu! Lalu Choi soengsaenim dari bagian kemahasiswaan, kau ingat kan?”

Minjung mengangguk sebagai balasan

“Ne, dia bercerita padaku, kalau Jinki menanyakan apa yang terjadi pada mahasiswi bernama Park Minjung, kenapa kau tiba – tiba hilang dan tidak pernah masuk. Barulah setelah itu dia tahu kalau kau mengikuti pertukaran pelajar di Singapore dan kemudian mendatangiku langsung untuk memastikannya. Dia terus – terusan mencarimu Minjung-ah!” Cerita Sekyung panjang lebar

“Heh omong kosong! Dia tidak mencariku! Aku tetap berada di kampus pun tidak akan ada artinya, tidak akan terjadi apa – apa pada hubungan kami. Dia membenciku, aku hanya pengganggu baginya.” Balas Minjung dengan tatapan kosong. Bulir – bulir air mata sudah hampir menaiki ke permukaan kedua bolamata sang empunya.

“Jungie, mungkin kau terlalu berprasangka buruk tentang Jinki… Tadinya aku pikir juga begitu, tapi mungkin saja ada alasan lain dibalik semua itu, masalah keluarga mung…”

ANIO! Aku sama sekali tidak berprasangka buruk, itu semua kenyataan! Buktinya dia tidak pernah berusaha menghubungiku setelah aku menghilang. Kau tahu betul bukan Sekyung-ah, alamat e-mail juga nomor handphone ku tetap sama dari dulu! Berusaha mencari kerumahku pun tidak dia lakukan sama sekali! Aku dan Jinki memang sudah berakhir Sekyung-ah, tidak ada lagi yang perlu diharapkan dari hubungan kami”

Penjelasan panjang dari Minjung membuat kesunyian diantara mereka. Sekyung sama sekali tidak berani membuka mulut untuk menaggapi perkataan Minjung. Ia takut kalau – kalau perkataannya akan melukai perasaan sahabatnya itu.

Hening.

Tiba – tiba Minjung bangkit dari duduknya dan berlalu memasuki kamar mandi yang berada disudut kamar. Dibantingnya pintu kamar mandi dan buru – buru Minjung membungkam mulut yang hampir meledak karna ishak tangisan yang sudah tak tertahankan lagi agar tidak didengar oleh Sekyung. Menangisi dirinya sendiri yang ternyata belum benar – benar bisa melupakan Lee Jinki.

.

.

.

Entah sudah berapa lama Minjung mengurung dirinya di dalam kamar mandi, yang jelas saat ia menginjakan kakinya keluar dari kamar mandi ia sudah tidak bisa menemukan sosok Sekyung lagi.

‘Mungkin dia sudah pulang’

 

Masih lengkap dengan pakaian kerja juga make up di wajah, tapi Minjung sangat terlihat berantakan. Air mata yang membuat kedua kantung matanya sedikit membesar, juga airliner yang acak – acakan membuat penampilan Minjung terlihat benar – benar horor.

Langkah yang terasa berat dan kepala yang terasa berputar membuat Minjung terjatuh tepat di sisi ranjang. ‘Sekarang aku harus apa?… Sudah jam segini’

Minjung bergegas mengambil handuk yang sengaja digantung di belakang pintu kamar dan kembali memasuki kamar mandi

‘Mungkin berendam air hangat dapat menenangkanku’

.

.

.

But I have grown too strong

To ever fall back in your arms

 

-Jinki POV-

Hari ini benar – benar menyenangkan, pekerjaan di kantor selesai cepat, pulang kantor jadi cepat, jalanan lancar, hari ini benar – benar indah! Karna hari ini sangat indah, sepertinya jalan – jalan di taman sebelum pulang, bagus juga.

Eh? Wanita itu…

“Jungie?… Minjung! Park Minjung!”

Apa aku salah orang? Tapi dari siluet belakangnya saja, itu jelas – jelas Minjung. Ku langkahkan kakiku untuk melihat sosoknya dari depan dan, Deg.

“Jinki-ssi?”

Benar itu Minjung! Wanita itu benar – benar Jungie!

Eh, tunggu! Jinki-ssi? Jinki-ssi katanya tadi?…

Park Minjung, wanita yang baru saja kutemui setelah 4 tahun berpisah dan telah resmi menjadi mantan kekasihku. Ya mantan kekasih! Panggilan itu, sepertinya sekarang dia membenciku.

“Ehm… Jinki-ssi anneyounghasseyo” Minjung menyapaku dengan kikuk tapi tetap memberikan senyuman, senyuman itu… Aku menyukai senyuman itu…

Dia menatapku heran, oh ya aku belum juga membalas sapaannya barusan. Pabo! “Oh ne, anneyounghasseyo Minjung-ah! Sedang apa di sini?”

“Oh, aku tadinya mau ketaman… Ingin jalan – jalan, hmm… ya jalan – jalan, begitulah. Kau sendiri?” Aku tersenyum menatap dirinya yang terlihat kebingungan dan seperti ingin kabur secepat mungkin dari hadapanku, Jungie… Maafkan aku

“Kebetulan kalau begitu, aku juga mau ke taman. Kau sendirian? Mau ku temani?” Tanpa menunggu jawaban apapun darinya, buru – buru ku tarik tangan Minjung agar dia tidak menolak ajakanku.

“Yak! Yak!” Haish berisik sekali anak ini

-Minjung POV-

Untuk menghindari pertemuan dengan Jinki seperti kemarin, lebih baik aku jalan – jalan dulu di taman sebelum pulang. Memang sih kemarin kami belum benar – benar bertemu, lagipula hanya aku saja yang melihatnya dan langsung ketakutan seperti melihat hantu… Tsk bukan hantu, tepatnya dia adalah masa lalu yang suram, dan demi melanjutkan perjuanganku melupakan masa lalu yang suram itu, aku tidak boleh bertemu dengan dia lagi! Aku harus benar – benar berhasil melupakan dia! Lee Jinki get lost of my mind!

“Haaaaaft” ku hela napas panjang untuk menenangkan otakku yang sebelumnya tercemar oleh Lee Jinki. Tarik napas, buang….

“Huuu… Haaaaft”

“Jungie?… Minjung! Park Minjung!”

Deg.

Suara itu?… Aku tidak berani memutar tubuhku untuk melihat sosok yang memanggilku barusan, ani, aku bukannya tidak berani, tapi jelas – jelas tubuh ini tidak mau bergerak dan justru diam mematung, ottokhe?

“Jinki-ssi?”

Benar itu Jinki! Suara itu benar – benar suara Jinki, tepat seperti dugaanku tadi… Oh Tuhan kenapa aku harus bertemu dengannya disaat seperti ini? Aku benar – benar belum siap untuk bertemu lagi dengannya

Oke Minjung, sapa dia baik – baik dan bersikaplah santai. Tunjukan padanya kalau kau baik – baik saja setelah lama tidak bertemu! Kau adalah wanita yang kuat Park Minjung! Semangat! “Ehm… Jinki-ssi anneyounghasseyo

Dari wajahnya sepertinya dia terganggu karna panggilan formal ku barusan, haha terima itu Lee Jinki-ssi!

“Oh ne, anneyounghasseyo Minjung-ah! Sedang apa di sini?”

Huh, Basa basi! Menggelikan!

“Oh, aku tadinya mau ketaman… Ingin jalan – jalan, hmm… ya jalan – jalan, begitulah. Kau sendiri?” Tenang Minjung tenang, hadapi dia dengan rileks. Duh, pabo! Buat aku mengajukan pertanyaan yang sama, ini hanya mengulur – ngulur waktu pertemuan kami. Minjung pabo!

“Kebetulan kalau begitu, aku juga mau ke taman. Kau sendirian? Mau ku temani?” Apa katanya tadi? Temani? Menemani?

Greep.

Belum sempat aku mencerna arti kata – katanya tadi, tiba – tiba dia sudah menarik paksa tangan kananku untuk mengikutinya

“Yak! Yak!” Aishhh Jinjja!

-Normal POV-

“Hei Jungie, kemana saja kau selama ini? Kenapa baru kelihatan sekarang?” Tanya Jinki membuka percakapan diantara dirinya dan Minjung

“Menurutmu?” Tanya balik Minjung sarkastis

“Hmm… Ehemm, kudengar kau pergi mengikuti pertukaran pelajar, apa itu benar? Apa kau melakukan itu untuk menghindariku?” Jinki menghentikan langkahnya dan menatap Minjung yang tetap terus melangkah tanpa memperdulikan dirinya

Aniyo.” Minjung akhirnya menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya untuk dapat melihat lawan bicaranya, sepertinya jarak ini cukup aman untuk detak jantungnya.

“Aku memang pergi keluar negeri untuk program pertukaran pelajar setelah kejadian itu, tapi tentu saja itu bukan untuk menghindarimu” jelas Minjung dengan tatapan mata tajam

Jeongmal? Ku pikir kepergianmu disebabkan oleh kata – kataku waktu itu, ternyata bukan ya? Hah, aku sudah kepedean rupanya hahaha”

‘Tentu saja itu karna mu, pabo!” Batin Minjung

Keduanya sama – sama diam terlarut dalam pikirannya masing – masing. Keduanya saling berhadapan, tadi tak satupun dari mereka saling menatap.

“Hmm, sudah jam segini aku sudah harus pulang, anneyoung Jinki-ssi” ucap Minjung yang telah jenuh dengan keheningan diantara mereka.

“Yak tunggu! Biar aku antar kau pulang, hari ini aku bawa mobil”

“Tidak usah Jinki-ssi, itu akan merepotkanmu” tolak Minjung halus. Kenyataan bahwa Minjung belum bisa benar – benar melupakan Jinki membuat Minjung harus menjauhkan diri dari pria itu.

“Hari ini kau banyak sekali mengakatakan tidak, baiklah kalau kau menolak tapi ku harap kita tetap bisa bertemu lagi lain waktu, bagaimana?”

“…”

“Baiklah kalau begitu, kau diam berarti ku anggap kau setuju. Mana sini aku minta nomor handphonemu” lanjut Jinki yang melihat Minjung tak kunjung memberi respon pada kata – katanya.

Tatapan kesal Minjung berikan melihat tingkah laku Jinki yang seenaknya. Rasa sakit hatinya pada Jinki memang sudah bisa ia lupakan, tapi saat harus bertatapan langsung dengan namja itu lagi, entah kenapa perasaan sakit yang Minjung rasakan dulu menguap begitu saja. Perasaan dicampakan.

“Aku tidak pernah mengganti nomorku. Nomor ku masih sama seperti dulu”

Deg.

Mendengar pernyataan gamblang itu membuat Jinki menyadari sesuatu…

“Sudah ya, aku pergi. Anneyoung” ditengah – tengah rasa penyesalan yang timbul di benak Jinki, Minjung berlalu meninggalkannya. Langkah Minjung yang semakin menjauh, semakin meninggalkan penyesalan untuknya.

.

.

.

-Jinki POV-

‘Aku tidak pernah mengganti nomorku. Nomor ku masih sama seperti dulu’

Kata – kata Minjung masih terekam jelas di dalam ingatanku. Dia tidak pernah mengganti nomornya, bodoh! Kenapa aku tidak pernah mencoba menghubunginya dari dulu? Hah bodoh!

Seharusnya aku menghubungi Jungie dan menanyakan kabarnya!

“Baiklah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! Kalau diangkat berarti Minjung sudah melupakan kejadian itu dan memaafkanku… Semoga diangkat, hwaiting!”

My Jungie♥

Nama kontaknya tetap sama di handphoneku, aku tidak pernah berpikir untuk menggantinya walau aku sendiri yang meminta agar hubungan kami berakhir. Aku tidak pernah menyangka kami akan terpisah selama ini, aku kira kami hanya akan putus beberapa bulan lalu bersama lagi. Seharusnya dulu aku tidak mengambil keputusan itu, tidak seharusnya aku meminta putus dan akhirnya menyesal begini.

Ku mantabkan hatiku dan segera menyentuh tombol hijau di layar handphoneku, tersambung…

“Ayo angkat, angkat, angkat. Ku mohon, ayo angkatlah Jungie”

Yeobosseyo” diangakat! Horeeeeee!

Tanpa sadar aku menari – nari sendiri karna kegirangan

Yeobosseyo?”

Yeobosseyo Jungie… Ini aku Jinki, Lee Jinki. Apa aku menggangu menelpon malam – malam begini?” Tanyaku hati – hati. Aku takut telpon ku justru mengganggunya, semoga saja tidak.

Ne, kau menggangu. Aku sedang sibuk mengerjakan laporan – laporan pasienku. Ada yang perlu dibicarakan? bicaralah yang cepat, jangan membuang – buang waktuku, Jinki-ssi”

 

Mwo-ya? Anak ini selalu saja to the point kalau bicara. Tidak bisakah dia bicara lembut sedikit? Tidak bisakah dia membuatku senang sedikit? Jinjja!

“Hmm, sebenarnya aku hanya ingin mengetes nomor handphonemu hehe, syukurlah masih tersambung, hmm baiklah kalau memang sedang sibuk, maaf aku mengganggu. Anneyoung” ucapku memelas, ayolah Park Minjung, berbelas kasihanlah padaku… Menyesallah sedikit telah mengatakan hal tadi, ayo kita telponan dulu dan abaikan saja dulu pekerjaanmu sebentar, oh ayolah…

“Ne aku maafkan. Anneyoung.”

Tut… Tut… Tut…

Mwo-ya igo? MWO-YA IGO? YAK PARK MINJUNG! HAIIIS”

Aku masih belum percaya dengan kata – katanya tadi. Ku tatap nanar layar handphoneku, ditutup? Sudah ditutup?

“Haish jinjja! Benar – benar perilaku anak ini tidak pernah berubah, dia masih Park Minjung yang arrogant seperti dulu!”

Ne, dia memang masih Minjung yang seperti dulu, seperti Park Minjung yang kukenal dulu, dan dia akan selalu menjadi Park Minjung yang mencintai Lee Jinki!

Huaaa hari ini memang benar – benar indah! Selamat tidur, selamat mimpi indah, Lee Jinki, dan jangan lupa mimpikan aku disana ya, Park Minjung

TBC~

Sudah panjang? ._. Aku memang susah bikin ff panjang – panjang, maaf soalnya aku masih belajar :””) semoga chap yang ini memuaskan ya teman – teman. Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca🙂 jangan lupa komen dan likenya teman – teman *bow*

Link Jar of Heart: ( Part 1 – Part 2Part 3Part 4Ongoing )

11 responses to “[Series] Jar Of Heart – (Chap 3: Our Meeting)

  1. sebenernya bagus tp pendek bgt. jujur aja dr chapt 1-3 ini baru cocok dibilang oneshoot atau bisa jg 1 chapter. maaf klo krg berkenan

    • iya hahaha aku juga sadar yg chap 1,2 lebih cocok disebut drablle haha, makasih banyak ya oyewyn-ssi selalu ngikutin perkembangan ff aku =D

  2. ini udah panjangan eon! Hehehhe.. Tp ko jinki jadi rubah 180 derajat gitu yah? Dulu kan nyebelin.. Kenapa jg dlu si jinki mutusin minjun tb2..?

  3. Masih penasaran kenapa dulu minta putus????? O.o

    Kirain bakal jadi ff sedih… kalo ceritanya Minjung kerja di lab terus nemu pasien Lee Jinki sakit keras *malah ngarang cerita sendiri* wkwkkwkwkwkw…
    Good job good job!!! Semangat kaka author~~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s