[CHAPTER] Timeless (Chapter 8-END)

InHan99T

Author : Inhan99 || Main Cast : Oh Sehun ( EXO’s ) – Han Lian ( OC’s/Readers ) ||
Genre : Hurt , Friendship , Romance ,etc. ||
Lenght : Chaptered ||
Disclaime : Story is mine –
   Sehun is owned God and family  ||
Rate : PG-17

Sport Cast find by yourself at this story

Note : This Fanfict pure from my idea and please being good readers and don’t bash this and plagiat. Hope you enjoying.

Dan ff ini hanya khayalan author semata……. XD

 

Recomended song

» Good Start by Verbal Jint feat. Kang Min Hee of Miss $

 Review
Prolog // Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3
Chapter 4 // Chapter 5 // Chapter 6 // Chapter 7 

©2015 InHan99 Art & Story

 

***

 

Tetesan air hujan dan buliran yang mengalir di permukaan kaca, menimbulkan embun yang memburamkan pandangan. Udara di sekitarnya menjadi naik dan semakin kencang angin bertiup, semakin dingin pula suhu udara. Jari-jemari yang panjang itu menyentuh permukaan kaca lainnya yang tidak terkena air hujan, ia tersenyum kala dinginnya udara menusuk dan menembus kulitnya. Ia tidak terlihat seperti orang yang menyesali cuaca sore itu maupun merasa terganggu dengan dingin yang semakin menusuk kulitnya.

 

 

 

” sayang? ” panggilan yang sedikit membuatnya terganggu dengan suara familiar yang mampu menenangkan jiwanya. Jantungnya berdebar saat sebuah tangan kekar yang cukup panjang melingkar di lehernya. Walaupun sedikit sebal akan kehadiran si suara bass, namun ia tetap merasa nyaman jika si pemilik suara bass berada di dekatnya.

 

 

 

” kau sudah pulang? “, tanyanya dengan tenang dan dengan posisi telapak tangan yang masih menempel pada permukaan kaca jendela. Merasakan sensasi dingin yang menusuk kulit.

 

 

 

ne… hm.. kau membuat tanganmu nampak dingin dan pucat… apakah kau tidak ingin suamimu ini memegang tanganmu say- hmmphh ”

 

 

 

Wanita itu langsung menoleh dan membungkam mulut suaminya dengan bibirnya sendiri. Ia tak ingin terganggu dengan suara bass suaminya yang begitu dekat di telinganya. Nafas beraroma mint itu selalu berhasil membuat bulu romanya berdiri dan ia selalu merasakan ada sesuatu yang menggelitik perutnya. ” hm… bisakah kau diam Sehun “, bisiknya setelah melepaskan tautan romantis di cuaca dingin itu.

 

 

 

Sehun mempoutkan bibirnya dan kembali menarik dagu wanita di hadapannya, kemudian kembali menyatukan bibir mereka. Dan di sela-sela ciuman itu, Sehun berbisik dengan nada seduktif ” raining kiss, you wanna play with me tonight? “. Cubitan kecil yang luar biasa sakit sukses mendarat di pundaknya. Sehun mengeluh kesakitan karenanya.

 

 

 

Bahkan Sehun berani melayangkan death glare pada istrinya yang berumur setahun lebih tua darinya itu. Wanita itu tidak memperdulikan tatapan Sehun yang baginya biasa-biasa saja itu. Ia tak akan pernah mau terperosok dalam tatapan itu, karena ia tahu jika Sehunlah yang akan terperosok pada tatapannya.

 

 

 

***

 

 

 

Malam hari dengan cuaca yang begitu dingin menjadi penghias suasana balkon sebuah kamar. Seorang wanita tengah berdiri dengan tangan direntangkan, menikmati semilir angin dingin yang berhembus, tetes-tetes bekas air hujan masih nampak. Ia tertegun menatapi bintang yang tidak nampak karena cuaca malam itu cukup gelap.

 

 

 

Kembali, tangan panjang itu memeluk tubuhnya, merapatkan punggung istrinya untuk menyatu dengan dadanya yang bidang. Wanita itu sedikit terkesiap dengan di liputi rasa gugup akibat detakan jantung yang menjadi kacau dalam sesaat. Waktu seolah terhenti, satu kecupan hangat di puncak kepalanya membuat Lian tertegun sambil berusaha berfikir, namun otaknya menjadi buntu hanya karena kehangatan yang di berikan oleh seorang anak laki-laki bernama Oh Sehun, yang sayangnya kini sudah berstatus sebagai suami sahnya.

 

 

 

” heuh…. di sini dingin “, Lian menoleh pada Sehun dan kemudian melepaskan pelukan hangat seorang Oh Sehun.

 

 

 

” hm.. “, dan Sehun hampir terjungkal karena tangannya di tarik oleh Lian secara mendadak, membuatnya belum siap jika setelahnya ia akan terjatuh menimpa apapun yang ada di hadapannya.

 

 

 

waeyo? “, tanya Lian polos dan membuat Sehun mempoutkan bibirnya karena tingkah laku semena-mena Lian. Sehun menghela nafas karena sekarang, wanita muda itu langsung melompat ke tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya.

 

 

” Sehun, ” panggilnya dengan lembut.

 

 

 

” hmm… ” Sehun bergumam sebagai jawaban.

 

 

 

” jangan lupa kunci pintu menuju balkon ”

 

 

 

” sudah…. ”

 

 

 

” tidurlah di sebelahku dan jangan jauh-jauh dariku ” senyum mengembang di wajah Lian, begitu pula dengan Sehun. Tanpa aba-aba Sehun langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan menghadap ke arah Lian yang memunggunginya, Sehun melingkarkan tangannya di perut Lian dan merapatkan tubuh wanitanya dengan tubuhnya.

 

 

 

Tiba-tiba Lian berbalik hingga wajah keduanya begitu dekat, ia tersenyum pada Sehun dan memajukan wajahnya perlahan. Sekarang ia merasa tidak perlu lagi ada alasan lain lagi untuk menolak segala perlakuan Sehun dan bukankah ia juga bertugas untuk memperhatikan suaminya itu dengan baik.

 

 

 

Chu~

 

 

 

Kecupan manis mendarat di atas bibir Sehun, sang wanitapun menutup matanya perlahan di susul dengan Sehun.

 

 

 

***

 

 

 

Sulit bagi Lian untuk menghindari wajah rupawan yang sekarang terlelap tepat di sebelahnya, tepatnya suaminya itu tengah memeluknya dengan posisi wajah mencium lehernya. Lian merasa tercekat, namun beberapa saat kemudian ia tersenyum manis dan mengusap puncak kepala Sehun. Si pemilik kepalapun menggeliat pelan di atas kasur. Dan kemudian mengerjapkan matanya berkali-kali dengan satu senyuman manis dan polos.

 

 

 

Setelahnya, sebuah morning kiss mendarat di atas bibir Lian dan wanita itu tersenyum penuh arti menatapnya. ” lepaskan tubuhku dan segera pergi mandi “, ucap Lian tenang sambil menepuk-nepuk pipi Lian dengan perlahan.

 

 

 

” yakin…. ” Sehun tersenyum jahil sambil memberi isyarat dengan matanya. Lian melongo dan kemudian menatap tubuhnya yang polos.

 

 

 

” ah…. kau menerkamku tuan tiang, ” ucapnya sambil menepuk keningnya dan kemudian menatap Sehun.

 

 

 

” mandilah… ”

 

 

 

” baiklah sayang… ”

 

 

 

***

 

 

 

” Lyra…. kau kembali? ” tanya Lian terbelalak kaget saat melihat gadis itu tersenyum sambil membungkuk sopan di hadapannya.

 

 

 

” aku datang bersama mommy untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan Han ahjussi ” Lyra tersenyum dan kemudian Lian mempersilahkan Ibu dan anak itu untuk masuk.

 

 

 

»«

 

 

 

Mereka sibuk bercerita hingga tidak menyadari kehadiran orangtua Lian bersama orangtua Sehun yang mengunjungi rumah keluarga Han, serta kedatangan Luhan dan Sehun. Namun, Lyra dan Luhan terpaku pada pandangan pertama setelah tatapan mereka menyatu. Keduanya terdiam hingga terdengar deheman khas Sehun dan deheman Lian yang menyebalkan. Dan di mana para orang dewasa tadi? Oh… Mereka memilih untuk bercengkrama di dapur.

 

 

 

” kapan kau menikah? kau tidak mengirimiku undangan.. tega sekali ” Lyra mempoutkan bibirnya dan setelahnya sebuah jitakan mendarat sempurna di atas kepalanya. Lyra menggerutu kesal atas sikap semena-mena Lian terhadapnya, namun seketika suasana super canggung menyelimuti Lyra dan seseorang yang duduk di hadapannya, Luhan.

 

 

 

” ekhem… sayang, ayo kita ke kamar ” Sehun menarik tangan Lian dan Lian hanya menuruti permintaan Sehun dengan senyum jahil tertuju untuk Lyra.

 

 

 

Lyra menatap sebal Lian yang sudah berjalan menaiki tangga dengan terkekeh sambil sesekali memukul punggung Sehun yang berjalan didepannya. Ia menoleh dan menatap canggung ke arah Luhan, ” hm… annyeong, Luhan ibnida ” Luhan tersenyum manis ke arah Lyra dan membuat Lyra merasakan debaran jantungnya menjadi semakin parah setelah pandangan pertama beberapa saat lalu terhadap Luhan.

 

” Jay Lyra ibnida, hm… nama ku di sini adalah Han Li ra ” Lyra tersenyum canggung. Namun, Luhan tetap menanggapinya seolah-olah mereka adalah teman yang berkenalan melalui sosial media.

 

 

 

Mereka banyak berbincang-bincang walaupun masih di liputi rasa canggung yang seolah memberi batasan pada keduanya, namun seiring berjalannya waktu dan beberapa hari berlalu, Luhan merasa ia pantas membiarkan hatinya terbuka, tidak hanya terfokus pada kekasih masa lalunya yang kini sudah mulai menjelajahi kebahagiaannya bersama orang lain. Luhan rasa ia pantas menyukai orang lain dan entah kenapa pilihannya jatuh pada sepupu adik iparnya tersebut. Lyra, gadis polos blasteran itu. Beberapa hari mengenalnya membuat Luhan terpukau akan dirinya yang polos dan apa adanya.

 

 

 

Lain halnya dengan Lyra yang selalu bercerita pada Lian, Lyra berkata jika ia benar-benar telah jatuh cinta pada sosok Luhan. Hingga pada suatu waktu, Sehun berkata ” kalau begitu, kau harus dapat meluluhkan hatinya agar ia melupakan cinta masa lalunya “. Sehun dan Lian mendukungnya penuh dan Lyra rasa, ia cukup beruntung memiliki dua orang cerewet itu untuk mendengarkan kisahnya.

 

 

 

***

 

 

 

Pesta perayaan ulang tahun perusahaan di hadiri oleh banyak kalangan pengusaha. Acara tersebut menjadi sebuah pesta tahunan yang di adakan oleh setiap perusahaan besar.

 

 

 

Sehun terlihat begitu tampan malam ini dengan stelan tuxedo hitam. Di sebelahnya ada seorang wanita yang sedari tadi menggandeng tangannya dengan erat, wanita itu nampak begitu anggun dengan gaun hitam selututnya. Di lain tempat ada Luhan yang sedang bercengkrama dengan teman-teman sebayanya. ” Hey Lu, kau terlihat tampan “, ujar seorang gadis sambil berjalan ke arahnya.

 

 

 

” terima kasih ”

 

 

 

” hey, lihatlah si gadis blonde itu… sangat cantik “, ujar salah seorang temannya membuat perhatian Luhan teralihkan dan menatap takjub Lyra yang berjalan ke arah pasangan Sehun dan Lian.

 

 

 

” hey, bukankah seharusnya adikmu menikah dengan Chayeon? ” tanya seseorang dengan wajah ingin tahunya yang menyebalkan.

 

 

 

” tidak, Sehun tidak menyukainya dan dia mencintai istrinya itu ” ujar Luhan tersenyum simpul.

 

 

 

” mereka cocok “, suara bass seseorang mengalihkan tatapan Luhan.

 

 

 

” Chanyeol-ssi “, Chanyeol tersenyum manis menatap ke arah Luhan.

 

 

 

” bagaimana kabarmu hyung? ”

 

 

 

” aku baik, kau dan Chayeon? eoh mana dia? “, tanya Luhan.

 

 

 

” aku baik, Chayeon dan tunangannya sedang berbincang bersama pasangan serasi itu “, Chanyeol mengarahkan tangannya ke arah di mana ada Lyra, Sehun dan Lian.

 

 

 

***

 

 

 

Morning kiss mendarat di pipi kanan Lian, wanita itu mendelik sebal ke arah Sehun karena lelaki itu masih sempat-sempatnya mencium pipinya di saat seperti ini. Lyra dan Ibunya tersenyum manis menanggapi tingkah laku suami-istri itu.

 

 

 

Lyra dan Ibunya berpisah dengan pasangan suami-istri tersebut di bandara. ” Luhan hyung minta maaf karena tidak bisa ikut, ada meeting mendadak ” ujar Sehun meminta maaf. Lyra menggeleng.

 

 

 

gwaenchana, sampaikan salamku padanya “, cairan bening membasahi kelopak matanya dan Lyra mencoba menyembunyikan hal tersebut kemudian melambaikan tangannya.

 

 

 

” Lyra…. ” Lian memanggilnya dan Lyra menoleh kemudian berlari untuk memeluk sepupunya itu.

 

 

 

” Lyra… Dua bulan lagi, datanglah ke sini dan temui aku di Hangan Park jam 7 malam ”

 

 

 

***

 

 

 

2 mounth later…. 19:00 pm at Hangan Park..

 

 

 

Seorang gadis menapaki jalan di hadapannya, perlahan namun pasti. Tatapannya begitu terpaku pada pemandangan malam itu. Hingga sesosok pria berdiri membelakanginya terlihat oleh matanya dan berdiri tepat menghalangi jalannya. ” permis- opp- oppa

 

 

 

” Lyra… I miss you “, buliran bening tiba-tiba mengalir di pipinya. Ia tidak menyangka, jika berpikir akan bertemu dengan Luhan padahal  Lian selalu mengingatkannya untuk kembali ke Seoul.

 

 

 

” Luhan oppa… kau- ”

 

 

 

” selama dua bulan terakhir, aku mencoba memastikan jika aku menyukaimu. aku sangat merindukanmu namun aku coba menahannya untuk mengetahui sampai di mana aku menyukaimu. jujur saja, aku jatuh cinta padamu di saat pandangan pertama. I miss you Lyra and I love you “, Lyra langsung berlari menghambur ke arah Luhan, memeluk pria itu sebesar rasa kerinduan yang menguasai hati dan pikirannya.

 

 

 

oppa~ me too ”

 

 

 

” hm… tidak ada ciuman selamat datang.. aish.. appo “, Sehun tidak berani menatap ke sampingnya setelah merasakan jitakan Lian yang begitu keras di atas kepalanya.

 

 

 

” kau mengganggu saja Sehun “, Lian memberikan death glarenya pada suami tercintanya.

 

 

 

” dasar namdongsaeng pervert ” ujar Luhan menatap Sehun dengan pandangan sebal.

 

 

 

” Lian-ah!! ” Lyra berlari ke arahnya dan ingin memeluk sepupunya itu dengan erat sebelum pada akhirnya tangan Lian menahan dirinya.

 

 

 

” jangan memelukku terlalu erat, kau bisa membunuh janinku ”

 

 

 

mwo? kau hamil hm…. Sehun kau hebat! ” ucap Lyra bersemangat.

 

 

 

” tentu saja ”

 

 

 

” dasar namdongsaeng pervert ” ucap Luhan dan Lian bersamaan, menatap Sehun dengan sebal.

 

 

 

END

 

 

Note : Annyeong mian lama ya.. Ngaret beud udah gitu pendek pula dan jika tidak berkesan author mohon maaf… Untuk Gea (flaminstkle) gomabta selalu…

 

 

Advertisements

7 responses to “[CHAPTER] Timeless (Chapter 8-END)

  1. ohhhh jadinya lyra ama luhan juga
    cocok sich
    sehun emang hebat lah cepet banget lian udah hamil aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s