April Boys

hunhan01_violetkecil

APRIL BOYS

EXO Sehun | Lu Han

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Genre : Brothership,Life.

Rate : PG-13

Length : Ficlet

Summary :

Hyung,can we meet once again? This is my wish… -Oh Sehun-

Note : The pictures belongs to owner,Sehun and Luhan is own by God,the storyline is mine.

10thApril,EXO Dormitory…

Sudah beberapa hari ini rasanya tubuhku remuk,jadwal comeback yang begitu padat membuat aku kurang istirahat,ah bahkan bisa kukatakan aku tidak beristirahat. Pagi-pagi sekali aku harus datang untuk rehearsal lalu beberapa jam kemudian melakukan pre-recording yang membutuhkan energi ekstra karena menuntut hasil yang sempurna. Entah berapa puluh kali aku harus mengulang dance yang sama,bahkan aku bisa melakukannya sambil menutup mata. Namun inilah resikonya,resiko pekerjaanku sebagai Idol. Bukankah sudah keputusanku sendiri untuk masuk ke dunia showbiz? Jadi,aku tidak bisa menyalahkan siapapun,kan? Aku masuk ke kamarku. Ah,rasanya nyaman sekali berada di kamar. Sendirian. Tanpa sorotan kamera,kilatan lampu blitz ataupun teriakan dan sanjungan dari para penggemar. Rasa-rasanya aku merasa diriku jauh lebih hidup dikala aku berada diluar. Aku merebahkan diri di kasur,kostum comeback stage ku barusan masih menempel,rasanya malas untuk menggantinya. Tanpa kusadari,aku pun perlahan menutup mata dan lalu terbang ke alam mimpi.

Esok Harinya…

KRIIIINGGGGG !!!! jam weker di nakas berbunyi nyaring. Dengan mata masih setengah tertutup,aku meraihnya. Belum sempat aku mematikannya,sebuah suara sudah memekakkan telinga.

“Bangunlah,Oh Sehun !!! Mau sampai kapan kau tertidur?”

Aku mengerejapkan mata,bukankah suara itu milik Luhan? Ah,dia kan sudah berada di Beijing. Mana mungkin dia bisa berada disini !!! batinku.

“Hei,pemalas. Kenapa kau melamun begitu? Bangunlah,ayo kita sarapan,” Luhan mencubit pipiku.

“Hyung?” desisku. Ini bukan mimpi.

“Ayo kita keluar,aku sudah menyiapkan sarapan untukmu,”

Sepeninggal Luhan,aku terduduk sejenak di tepian ranjang. Ini bukan delusiku,kan? batinku.

“Sehunnie,kenapa kau lama sekali???” pekikkan Luhan memecah keheningan.

“Iya,Hyung. Sebentar lagi aku turun,” tanggapku.

Setelah cuci muka dan gosok gigi,aku bergegas keluar. Ternyata Luhan Hyung sudah menyiapkan sandwich dan orange juice.

“Hyung yang lain kemana? Apa mereka tidak tahu kehadiranmu?” aku duduk di kursi dan meraih sandwich.

“Mereka sudah menyapaku tadi saat kau masih tidur,lagipula mereka ada schedule. Katanya hanya kau sendiri yang free hari ini,kan?”

Aku terdiam sesaat. Itu benar adanya.

“Bagaimana kalau sehabis ini kita jalan-jalan?” tawarnya.

“Apa tidak takut ketahuan fans,Hyung? Mereka pasti heboh tahu kau berada di Seoul,”

“Tenanglah,semuanya akan baik-baik saja,” Luhan tersenyum.

1 jam kemudian,kami berdua sudah siap. Ternyata Luhan membelikanku sebuah t-shirt lengan panjang bermotif garis-garis,hanya saja miliknya berwarna merah sementara milikku berwarna biru.

“Apa kita tidak terlihat seperti kakak adik?” ucapku.

Luhan tertawa kecil.

“Bukankah sudah banyak yang bilang begitu? Bahkan ada yang berkata bahwa kita adalah anak kembar. Sudahlah,ayo kita berangkat,” Luhan merangkulku hangat.

“Kita tidak naik mobil atau taksi,Hyung?” keningku berkerut kala Luhan mengajakku ke stasiun subway.

“Kenapa? Soal fans lagi? Kau tidak usah panik,Sehun-ah,”

Setelah membeli tiket,kami naik subway. Anehnya tidak ada satupun yang mengenali kami,mereka tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Luhan Hyung dengan tenangnya duduk sambil menatap keluar. Tak lama kami sampai di tempat tujuan.

“Seoul Tower?” tanyaku.

“Ya,kau belum pernah kesini bersamaku,kan? Tahun lalu,aku,Kyungsoo,Tao,Lay,Kris dan Baekhyun kemari. Sayangnya kau tidak ikut,” kenangnya.

“Hyung,apa kabar dengan Kris Hyung? Apa kau sempat bertemu dengannya?”

Luhan tersenyum kecil.

“Dia baik-baik saja. Dia bahagia,”

“Hyung..,”

“Ya?”

“Apa kau akan kembali ke EXO?” entah kenapa pertanyaan itu meluncur dari bibirku.

Luhan menatapku sejenak,pandangan matanya sulit diartikan.

“Lebih baik kita nikmati hari ini saja,Oke?”

Ia menarikku untuk naik cable car. Aku menahannya.

“Bagaimana dengan acrophobiamu,hyung? Apa sudah sembuh?”

“Kau ini kenapa jadi mudah cemas begitu? Ayolah,aku tidak akan pingsan kok,”

Setelah kami masuk cable car mulai bergerak perlahan,Luhan tampak berdiri tepat di dekat jendela. Ia menatap pemandangan Seoul yang terhampar dihadapannya.

“Ternyata ini benar-benar indah. Aku menyesal saat itu tidak bisa melihatnya,”

“Hyung…,”

“Ah,tapi aku senang. Hari ini aku bisa melihat pemandangan Seoul dengan adik kesayanganku,” ia merangkulku sambil tersenyum. Hangat sekali. Aku baru menyadari kalau aku begitu merindukannya. Aku balas tersenyum. Tak sampai lima menit,kami sudah sampai. Kami mulai berjalan dan meniti satu demi satu anak tangga.

“Bagaimana hidupmu selama ini,Sehun-ah? Kau bahagia kan?” tanyanya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu,Hyung?”

“Jawablah,aku ingin tahu keadaanmu,”

“Aku bahagia. Walau kadang lelah,tapi aku berusaha untuk mensyukurinya,tapi aku merasa ada sesuatu yang hilang saat kau tak ada,Hyung,”

“Aku juga. Disatu sisi aku merasakan ketenangan,tapi disisi lain aku merasakan kekosongan,”

Suasana hening sesaat,kami sampai di sebuah kedai. Luhan Hyung membelikanku potato swirl. Kami menikmatinya sambil berjalan kaki,hari ini aku kembali mendengar tawa renyahnya. Sorot mata itu kembali menatapku setelah lama aku tak merasakannya. Setengah jam berlalu hingga akhirnya kami sampai di tempat utama,gembok cinta.

“Aku pernah berjanji disini untuk selalu bersama kalian,tapi aku tak bisa menepatinya. Maafkan aku,” lirihnya.

“Hyung,jangan bahas itu lagi,” cicitku,rasa-rasanya hatiku perih mengenang masa itu.

“Sekarang aku akan berjanji dengan adikku,dan aku bersumpah untuk tidak melanggarnya lagi. Aku akan selalu berada disampingnya dalam situasi apapun,” tangan Luhan hyung mulai bergerak menuliskan sesuatu di gembok berwarna biru muda tersebut. Aku pun ikut menulis.

“Ayo,kita pasang,” saat Luhan hyung memasangnya,aku melihat jelas apa yang ditulisnya tadi.

Oh Sehun & Lu Han,we are brother forever. Whatever happens.

Tak kusadari,air mataku mengalir pelan. Akankah dia menepati janjinya kali ini?

“Hey,kenapa kau menangis?” ia berpaling menatapku.

“Aku terharu,Hyung,”

“Sejak kapan kau jadi melankolis begini,hm? Mana sosok ceriamu? Tersenyumlah,aku bertemu denganmu untuk melihat tawamu bukan air matamu,Oh Sehun,”

Perlahan aku tersenyum diantara buliran air mata yang mengalir di pipi. Setelah dari Seoul Tower,ternyata Luhan mengajakku untuk bermain sepeda di Hangang Park. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya ia melempar canda yang membuatku tertawa terbahak-bahak. Rasa-rasanya stressku terbayar sekarang.

“Kau masih menyukai,bubble tea?”

“Tentu saja,kau Hyung?”

“Ya,masih. Choco bubble tea?” ia mengangsurkannya ke tanganku.

Gomawo,hyung,” aku mulai menikmatinya.

“Ulangtahunmu besok bukan?”

“Ya,memangnya kenapa Hyung?”

“Apa yang kau inginkan dariku?”

“Hhhmmm…maksudmu hadiah begitu?”

“Terserah,apa saja,”

Aku menghembuskan nafas panjang.

“Aku ingin Hyung selalu berada disini,disampingku. Mendengarkan semua keluh kesahku,menasehatiku dikala aku melakukan kesalahan,bertukar cerita denganku dan menghabiskan waktu setiap hari tanpa ada kata perpisahan,”

Luhan Hyung menatapku nanar,kulihat kedua bola matanya mulai berkaca-kaca.

“Bukankah tadi kau bilang kalau kita tidak boleh menangis hari ini?” tanyaku.

Detik berikutnya,Luhan sudah memelukku erat. Erat sekali. Aku bisa merasakan kerinduannya yang sudah ia simpan selama ini.

“Manusia itu lebih sering melanggar janjinya daripada menepatinya,Sehun-ah. Ingat itu,”

“Dan kau tipe orang yang selalu menepati janji,kan? Aku percaya padamu,Hyung,” aku membalas dekapannya. Sama hangatnya.

“Sebaiknya kita pulang,sebelum member lain mencari kita,” ucapnya beberapa menit kemudian.

Kajja,hyung,” kami berdua pun pulang ke dorm.

***

Samar-samar aku mendengar suara,kala aku membuka mata suasananya begitu berbeda. Ini bukan kamarku. Bau obat-obatan langsung menggelitik indra penciumanku. Sebenarnya dimana ini? Apa di rumah sakit? Bukankah aku baru saja pulang dari Sungai Han bersama Luhan Hyung? kenapa aku bisa disini? batinku. Saat pandangan mataku semakin jelas,aku melihat sembilan hyungku mengitari tempat tidurku,air muka mereka begitu cemas. Dan tak ada sosok Luhan disana.

“Hyung,aku kenapa?” lirihku.

Mata mereka membulat kala melihatku,kentara air muka penuh kelegaan disana.

“Sehun-ah,kau sudah sadar. Syukurlah !!!” Suho hyung mengguncang tubuhku pelan.

“Ah,aku sempat mengkhawatirkanmu. Aigoooo….aku hampir mati karena menunggumu sadar,” Kai ikut menimpali.

“Aku? Aku memang kenapa? Kenapa aku berada di rumah sakit? Tadi aku baru saja menghabiskan hariku dengan Luhan Hyung,” ceritaku.

“Luhan?” pekik mereka bersamaan.

Lay Hyung membelai rambutku dengan sayang,dia tersenyum kecil.

“Kau pasti bermimpi,sehunnie. Sudah dua hari kau tidak sadarkan diri dan membuat kami juga keluarga dan fansmu khawatir dengan kondisimu,kau kelelahan sehingga mengalami itu,”

“Ta..tapi hyung…dia berjanji akan kembali ke EXO,” bibirku bergetar.

“Sudahlah,Sehunnie. Itu hanya karena kau terlalu merindukannya,Luhan memang menyayangi kita tapi jalan hidupnya sudah berbeda. Ia tak akan pernah kembali bersama dengan kita,itu sudah kenyataannya,” Kyungsoo menjelaskan.

Suasana hening sejenak. Aku masih terlalu sulit memahami semua keadaan ini. Semua yang kualami dengan Luhan terlihat dan terasa begitu nyata untukku,itu terlalu mustahil untuk dikatakan sebagai mimpi.

“Kau masih tidak percaya? Ini buktinya,” Baekhyun mengangsurkan beberapa capture berita online. Satu persatu aku membacanya.

EXO Sehun admitted going to hospital,his celebration birthday was postponed.
EXO Sehun is unconicious,maybe because his full scheduled during comeback?
“Apa kau sekarang mempercayainya,Sehun-ah? Sudah,yang terpenting sekarang kau sembuh. Dan kuucapkan selamat ulangtahun yang ke 22,Oh Sehun,” Chanyeol Hyung tersenyum manis sambil membawa cake kearahku.
Saengil chukha hamnida…saengil chukha hamnida…saranghaeyo Sehunnie,saengil chukha hamnida…,” mereka bernyanyi bersama,dengan susah payah aku bangun dari tidurku dan meniup lilin berbentuk angka 22 tersebut.
“Terimakasih banyak,Hyung,” mereka menemaniku hingga malam hari tiba,setelah itu mereka semua—kecuali Suho Hyung,pulang kembali ke dorm. Suho Hyung sudah terlelap tidur di sofa,namun aku tidak kunjung menutup mataku. Ddddrrtt !!! ponselku bergetar,ada pesan masuk :
Selamat ulang tahun nae dongsaeng,Oh Sehun. I hope you will be a good man,amazing members,nice dongsaeng and of course…a good roles for fans. I never forgotten about our promise. Once again,jebal haengbokhae. -Lu Han-
Entah ini aku kembali bermimpi atau kenyataan,detik ini aku tersenyum dan bersyukur.
Jeongmal gomawo,Luhan Hyung,”
_____________________________________________________________________
Naaaah….segitu aja ceritanyaaaa !!! Semoga kalian suka yaaa🙂 Walaupun bday Sehun masih lama dan saya keinspirasi dari banyaknya EXO-L yang kangen sama shipper ini dan tentu aja April itu bulannya Hunhan banget. Hehe. Comment kalian sangat berharga,gomawo🙂

30 responses to “April Boys

  1. Pingback: Beautiful | FFindo·

  2. ff kamu bagus,,, Dapet bgt feelnya…aq sampe nyesek bacanyaa..😦
    April bulannya EXO, Bulannya HunHan.. skrg mereka sama2 d beijing b11.. smoga mereka ketemu scara diam2.. smoga..😦
    Kangen banget sama HunHan..😥

  3. Hahaha sebenernya dari mereka naik subway tanpa ketahuan fans itu aku udah nebak kalo si sehun cuma mimpi.
    Tapi ya, namanya hunhan shipper tingkat akut level hardcore. Baca ff aja meweknya beneran😦

    • hehe aku malam sebelumnya baca ff hunhan dan nonton happy camp tahun lalu,hasilnya juga sama mewek. makannya aku bikin april boys ini.🙂 makasih udah baca n comment ^^

  4. Elah thor baper😦
    Tapi keren kok ffnya
    Jadi kebayang sama Luhan sebagai member exo lagi😥 sedih rasanya
    Keep writing thor

  5. Pingback: First | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s