[Series] Revenge Of My Girl Friend ( Chapter 10 : The Fact about the Past )

REVENGE POSTER CHAPTER 10

|| Author : @Deby_Eliza(ByunDeby)||

|| Tittle : Revenge Of My Girl Friend ( Chapter 10 : The Fact about the Past )||

|| Main Cast : -Kyung Soo Ra (OC). -Byun Baekhyun. -DO Kyungsoo ||

|| Genre : Family, School life, Romance, Angst ||

|| Other Cast : Kim Minseok ( Xiumin ). -Xi Luhan. -Park Chanyeol. Find it by your self ||

|| Rated : PG-15||

|| Disclaimer : This FF is mine. Just it. Please enter your comment after you visited my FF😀 ||

|| Contact Author : twitter @Deby_Eliza ||

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Review part 9

“ SOORAA!!!… “

“ BAEKHYUNN!!! “

Soora mengangkat wajah nya dengan ekspresi cengo menatap baekhyun yang tengah berdiri beberapa meter di depan nya, begitu pun baekhyun yang tampak mengernyit heran.

Beberapa saat kemudian mereka mengalihkan pandangan mereka ke belakang secara serentak

Mata soora sukses melebar sempurna dan soora tampak terkejut dengan apa yang di lihat nya,…

 

Part 10

Sosok itu… sosok yang sangat soora rindukan,

Sosok itu… sosok yang selalu hadir di setiap mimpi soora

Sosok itu yang selalu ingin dia ketahui dimana keberadaan nya

dia-soora-, selalu berharap agar bisa melihat sosok itu, walau hanya sedetik pun tak apa, asalkan dia bisa mengetahui bagaimana kabar sahabat lama yang tak pernah muncul kepada nya tersebut.

“ luhan… “ soora bergumam masih menatap objek yang sedang berdiri beberapa meter dari nya itu, nafas nya terasa tercekat, dada nya sesak, tangan nya mengepal kuat hingga buku-buku jari nya memutih

Baekhyun yang tadi nya menatap objek lain, beralih menatap soora setelah mendengar gumaman kecil yang berasal dari mulut gadis itu, dia kebingungan ada apa dengan soora yang tampak tidak baik-baik saja

Baekhyun mentap luhan intens, lalu beralih kepada dua orang yang tengah berdiri tidak jauh di belakang luhan yang juga tampak kebingungan

Perlahan air mata luhan menetes karna melihat soora yang sama sekali tidak bergeming di tempat nya, bibir nya bergetar

“ soora… tidak kah kau merindukan ku ?.. “ soora masih tidak bergeming, bahkan sama sekali tidak berkedip, entah apa yang sedang dia rasakan, sedih ? senang ? haru ? entah lah…. author pun tidak tau #hehehe

Luhan mencoba untuk tersenyum walaupun bibir nya tampak bergetar

“ soora-ya.. aku sangat—“ ucapan luhan refleks terhenti saat merasakan sebuah terjangan yang sangat kuat, tubuh nya teruyung kebelakang hingga terduduk di lantai, setelah soora berlari dengan kencang dan langsung memeluk luhan erat,

Mereka terduduk bersama di lantai

“ Luhan… neomu bogosipho… “ soora mempererat pelukan nya dan menenggelam kan wajah nya pada ceruk leher luhan

Luhan tersenyum senang dan balas memeluk soora erat “ nado…. “

Mereka terus berpelukan tanpa memperdulikan keadaan sekitar, tiga pasang mata yang berada di sana hanya menatap mereka dengan pandangan heran bercampur aneh

Baekhyun merubah eksperi nya dengan ekspresi malas “ neomu jemi inne.. “ dia menghela nafas lalu beranjak pergi

Sedangkan dua orang lain nya masih belum berhenti menatap soora dan luhan -yang masih melepas rindu- dengan pandangan heran, lebih tepat nya hanya satu, satu orang lain nya hanya memasanng wajah datar tanpa menunjuk kan ekspresi apa pun

“ Ya.. sehun-ah… apa yang mereka lakukan di tempat umum seperti ini, apa mereka sepasang kekasih ya ? jangan-jangan mereka seorang Lesbi. Hiii…. “ chanyeol berujar sendiri sambil menggidik kan tubuh nya seolah merasa jijik, sementara namja di sebelah nya terus menatap kedua gadis itu-soora dan luhan- , tidak, lebih tepat nya sehun hanya menatap luhan

“ sehun-ah…kemana pergi nya baekhyun tadi eoh ? “ chanyeol baru menyadari keberadaan baekhyun yang sudah tak ada di tempat itu, kepala nya terus celingak-celinguk(?) mencari keberadaan baekhyun, namun mata nya sama sekali tidak menemukan keberadaan namja itu

Sehun baru melepaskan pandangan nya dari luhan dan menatap tempat dimana baekhyun berdiri tadi

“ Dia sudah pergi…. “ sehun berujar gampang sambil memasuk kan kedua tangan nya kedalam kantong lalu mulai beranjak pergi

Chanyeol menghentikan kegiatan celingak-celinguk nya(?) dan beralih mengikuti sehun

“ Ya, bagaimana kau hanya santai saja seperti ini eoh ? seharus nya kita mengucapkan ucapan selamat datang karna dia sudah kembali lagi ke korea, sebagai sahabat kecil nya, bukan kah kita harus bahagia dan menyambutnya eoh ? “ chanyeol terlihat bersemangat setelah mengetahui bahwa sahabat masa kecil mereka kembali lagi ke tempat kelahiran nya, seoul.

Sehun hanya mendengus dan menghentikan langkah nya

wae ? kenapa berhenti ? “ chanyeol heran melihat sehun yang berhenti begitu saja

Sehun beralih menatap chanyeol “ apa kita perlu menyambut nya ? apa kau tidak lihat bagaimana reaksinya saat melihat kita tadi ? apa dia senang ? apa dia mempedulikan kita ? aku rasa dia sudah lupa dengan wajah bodoh mu itu… “ sehun tersenyum miring dan kembali meneruskan langkah nya,

Chanyeol masih berdiri dengan ekspresi kebingungan, dia mengangkat tangan dan meraba-raba wajah nya sendiri “ mwo ?! wajah bodoh… aiissshh “

Chanyeol mengerang kesal dan mulai melangkah mengejar sosok sehun yang sudah jauh di depan nya

“ Ya !! sehun… meskipun begitu kita harus tetap memberi penyambutan untuk sahabat lama kita, Ya!! Aissshh… siapa bilang ini wajah bodoh eoh ? ini tampan !!!.. “ chanyeol berjalan dengan kesal di belakang sehun, dia terus saja merutuki sehun yang seenak nya menghina wajah tampan nya

keurigu… dia selalu ingat dengan wajah tampan ku ini !!! justru dia itu lupa nya dengan muka tembok mu itu !! yang tidak pernah mengeluarkan ekspresi sedikit pun !! pasti dia mengira kau hanya sebuah tembok yang berdiri disamping orang tampan seperti ku !! HEYY YA !! “

Chanyeol berteriak kesal setelah sehun memperkencang jalan nya menjadi setengah berlari, sehingga dia kesusahan menyeimbang kan langkah nya

“ soora… ini benar kau ? hh aku sangat merindukan mu, kau tau aku sudah berusaha mengirimi mu surat, tapi aku tidak tau pasti alamat lengkap rumahmu karna aku tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil yang kuanggap tidak penting seperti itu.. maafkan aku soora… maafkan otakku yang bodoh ini….. “

Luhan melepas pelukan nya dari tubuh soora dan berujar dengan diiringi isakan-isakan kecil dari mulut nya, soora mengangguk pasti

“ sudah lah Lu, aku tidak aku sudah memaafkan mu. Yang penting sekarang aku sudah melihat mu, sekarang kau sudah berdiri di depanku. Aku senang Lu….. “ Luhan tersenyum mendengar penuturan yang keluar dari bibir sahabat nya itu

Perlahan mereka berdiri, lalu berjalan beriringan menyusuri koridor yang sudah tampak sepi

“ Lu, aku mau ketoilet sebentar.. “ luhan menoleh menatap soora, lalu mengangguk mengizinkan sahabat nya itu pergi

“ aku akan menunggu disini… “ soora tersenyum dan bergegas menuju ke sebuah toilet yang terletak diujung koridor

Dengan perlahan soora membuka pintu toilet tersebut sehingga menimbulkan bunyi decitan pintu yang bergesek dengan lantai

Gadis itu berjalan menuju ke depan cermin dan memperhatikan pantulan tubuhnya dari balik cermin.

Dia melengkungkan kedua ujung bibirnya ke atas, sehingga bayangan dirinya di dalam cermin tampak tersenyum sangat cantik. Soora semakin melebarkan lengkuhan di bibir nya dan terkekeh pelan melihat pantulan dirinya sendiri.

“ kau cantik jika tersenyum seperti itu… terus lah tersenyum ne…. “

Saat soora sedang asik memandangi bayangan nya, tiba-tiba pintu di belakang nya berderit kencang, dan terbuka lebar, soora melihat dari arah kaca, dari balik pintu itu masuk lah seorang yeoja dengan balutan seragam yang sama dengan nya. Seketika senyuman yang tadinya tercetak dibibir soora, perlahan meluntur. Cepat-cepat soora menundukkan wajah nya dan membasuh wajahnya dengan tergesa.

Yeoja itu berjalan santai namun terkesan angkuh dengan ekspresi yang… entah lah, boleh di katakan sombong? Arrogan? Dan terkesan meremehkan objek yang sedang ada di depan nya itu-soora-

Yeoja itu terus menatap soora hingga dia berdiri tepat di samping gadis itu. Soora yang merasa di tatap hanya menundukkan kepala sekilas dan sedikit tersenyum canggung kepada yeoja aneh itu, ‘ seperti nya dia sunbae di sekolah ini ‘ soora membatin dan mulai beranjak pergi

Sementara yeoja itu tampak tertawa mengejek dan menyeringai pelan

“ kurasa aku masih lebih baik darinya, bahkan aku lebih cantik…. “ dia menatap pantulan wajah nya di cermin dan tertawa remeh

“ berani sekali dia mau bersaing dengan ku… kupastikan dia akan menyesal… tak ada seorangpun yang bisa menghalangi keinginan ku, termasuk yeoja itu.. “ yeoja itu mengangkat sebelah bibir nya menampilkan seringaian bak seorang wanita iblis.

“ Kita tunggu saja………. “

“ Lu, kajja …. “ luhan yang tadinya sedang duduk bersandar menunggu kedatangan soora mendongak setelah orang yang ditungguinya muncul.

Luhan mengangguk dan berdiri kemudian berjalan beriringan bersama soora menelusuri koridor yang sudah sepi karena semua kegiatan pada hari ini telah selesai.

“ wah.. jadi sekarang kau tinggal disini… “ Soora menggumam kagum saat memasuki rumah luhan. Ya, memutuskan untuk mengunjungi rumah luhan terlebih dahulu

Luhan tersenyum “ hmmm.. jja kita masuk ke kamar ku “

Soora mengangguk semangat dengan wajah berseri membuat luhan tersenyum geli meihat tingkah sahabat lama nya itu

“ aku akan mengambil minum dulu.. silahkan melihat-lihat.. “ soora tersenyum setelah itu luhan meninggalkan nya sendiri di dalam kamar megah nya

Soora memperhatikan setiap inci dari kamar tersebut, kamar itu terlihat bersih, rapi dan wangi, sangat menggambarkan kamar seorang perempuan. Memang luhan nya tidak pernah berubah dari dulu.

Setiap benda yang berada di kamar itu tidak luput dari pandangan nya, semua nya terasa sangat mengangumkan bagi soora. Bingkai-bingkai foto berjejeran di atas meja belajar dan nakas nya, sebagian foto di gantungkan dengan rapi membentuk formasi didinding, dengan sebuah foto besar anggota keluarga nya yang terletak tepat di tengah.

Soora berjalan menuju sebuah nakas dimana terletak nya dua buah bingkai foto yang menggambarkan mereka bertiga, yah… dirinya, chen dan luhan, di foto itu mereka tersenyum lebar seraya merangkul bahu masing-masing, sedangkan difoto yang satu nya lagi terlihat foto luhan dan chen yang saling menatap disertai tawa lebar yang melekat pada wajah mereka.

Soora tersenyum hangat tatkala mengingat semua kenangan mereka terdahulu, hingga kini bagi soora semua terasa tidak mungkin saat chen meninggalkan mereka. soora bergerak perlahan untuk menyentuh foto mereka itu, senyum masih setia mengembang dibibirnya.

Namun sebuah objek menghentikan kegiatan nya, disana.. tepat di dekat foto yang tengah disentuhnya, terdapat sebuah foto yang ditelungkupkan ke bawah, entah apa yang berada di sana sehingga membuat luhan enggan memajang objek gambar tersebut.

Soora melirik sekilas ke arah pintu, memastikan bahwa luhan sedang tidak berada disana, dengan rasa penasaran yang besar, tangan soora mulai mengangkat foto tersebut dan………. errrr… Tidak ada yang aneh dari foto yang ada di bingkai itu, disana terdapat mereka yang saling merangkul… senyum mengembang lebar di wajah soora. Tapi ….

Tunggu dulu, sepertinya ada sesuatu yang aneh disana, soora memperhatikan sekali lagi objek pada bingkai foto tersebut. Terlihat hanya dua objek yang tersenyum tulus sedangkan yang satu nya hanya tersenyum masam sambil melihat ke arah dua orang lain nya.

Mata soora sedikit melebar “ j-jangan bilang… “ soora menggumam pelan

Dengan cepat soora membuka bingkai foto itu dan mengeluarkan isinya, tepat dibelakang foto terdapat tulisan yang soora yakin adalah tulisan tangan luhan, soora membaca dalam hati.

bagaikan menerima sekuntum mawar dan tertusuk durinya. Sangat menyakitkan ‘

 

“ j-jadi…. “ soora membekap mulut nya dan memandang miris foto tersebut.

Pandangan nya teralih pada benda berbentuk persegi panjang dan berwarna biru muda yang terletak begitu saja dibawah bingkai tempat objek tadi ditemukan, dengan ragu soora menjulurkan tangan kanan nya dan meraih benda tersebut. Ternyata itu sebuah diary, lebih tepat nya diary milik luhan.

Perlahan soora mulai membuka buku tersebut, dihalaman depan, disana terdapat foto kebersamaan mereka berdua saat sebelum akrab dengan chen, mereka tampak tersenyum bahagia satu sama lain. Soora membuka lembaran demi lembaran yang bertuliskan semua tentang persahabatan mereka sebelum chen ada, dan tiba di suatulembaran tertempel foto dengan tiga objek gambar yang sedang tersenyum kedepan, yah itu foto disaat mereka bersama chen. Soora kembali menelusuri tiap lembar pada buku tersebut.

Tiba-tiba tangan nya terhenti pada sebuah lembaran, disana tertulis kata-kata yang berhasil membuat soora membeku, tangan nya seolah ditimpa oleh beribu ton besi sehingga sulit untuk digerakkan. Hatinya bergemuruh hebat saat membaca tulisan yang ada pada lembar itu

hari ini aku sangat berterima kasih kepada kaki ku yang telah menuntun ku kepada sebuah kenyataan pahit yang harus kuterima… Disana, tepatnya dibawah pohon itu, orang yang kucintai, tengah menyatakan cinta kepada orang yang dicintai nya, dan aku tidak pernah menyangka jika itu adalah Soora.. Soora sahabat ku. hh.. Mengapa rasanya sangat sakit… Aku ingin marah, tapi aku kembali dihadapkan kepada kenyataan yang membuat rasa marah ku lenyap. Soora sahabatku, memohon demi aku bahagia. Hatiku bagaikan dikoyak dan di siram dengan air garam,melihat betapa dia ingin mementingkan diriku daripada dirinya sendiri. Tapi biarlah aku akan tetap menjalani nya, aku akan mencoba mengikuti semua nya. Setidak nya aku telah mengetahui satu hal….. Bahwa dia tidak pernah mencintaiku… ‘

Sekali lagi soora membekap kuat mulut nya, hatinya bagai disambar petir menghantarkan rasa nyeri pada tubuh nya dan seketika mata nya memanas

“ Soo… “ tiba-tiba terdengar suara panggilan dari arah pintu dan dengan gerakan refleks soora menyembunyikan foto dan diary tersebut kebelakang tubuhnya dan tersenyum manis ke arah luhan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

“ eoh ? ya Lu … “ soora berusaha memasang wajah setenang mungkin agar luhan tidak melihat apa yang sedang disembunyikan olehnya. Namun sepertinya usaha yang telah dibuat nya gagal, Luhan terlihat menyerngit dan berjalan mendekati soora

“ ada apa dengan matamu soo… kau tidak apa-apa kan ? “ soora berusaha menutupi kedua benda yang sedang disembunyikanya

Luhan yang merasa heran menoleh kearah kedua tangan yang ada di belakang tubuh soora, dan secara tidak sengaja dia melirik bingkai foto yang tadinya tertelungkup sudah terlentang tanpa ada objek didalam nya. seketika tubuh Luhan membeku.

Soora mengikuti arah pandang luhan dan meringis pelan, perlahan dia mengeluarkan apa yang tadi disembunyikan nya

“ Lu.. maaf, aku tidak sengaja membuka–.. “

“ kau sudah membaca nya bukan ? .. “ soora terdiam saat Luhan memotong pernyataan nya, Luhan tampak tersenyum miris tanpa berani memandang soora.

“ ya… Lu… sebenarnya aku tidak bermaksud—“

“ aku sudah mengetahui nya dari awal.. “ Luhan kembali menyela perkataan soora hingga soora hanya melongo menatap luhan tanpa mengeluarkan sepatah katapun

“ kau terlalu baik soo.. kau mencoba membahagiakan ku, tapi aku justru merasa tersiksa… “ lanjut luhan yang disambut pandangan tak percaya dari soora

“ kau meminta nya untuk mencintaiku… tapi jauh didalam hatinya dia sangat mencintai mu.. rasanya sangat menyakitkan disaat melihat caranya memperhatikan mu, melihat nya memandangmu… semua yang dia lakukan padamu tampak jauh berbeda dari semua yang dia lakukan padaku… bahkan disaat nafas terakhir nya, dia masih menyempatkan diri untuk mengungkapkan cintanya padamu… “

“ Lu.. aku yakin kata cinta itu untuk mu, bukan untuk—“

“ aku tau soo…. disaat itu dia hanya menatapmu, bukan aku. Saat itu… sebelum dia menutup mata, dia bergumam tanpa suara dan menyebut nama mu.. kenapa kau tidak mengerti juga … “ Luhan menunduk dan menghela nafas pelan, sementara soora terdiam menatap lantai yang berada di pijakan nya saat ini, dengan pikiran yang berkecamuk.

Melihat tidak ada nya pergerakan dari soora, luhan mengerti. Dia memejamkan matanya sejenak lalu menghela nafas pelan, mencoba menenangkan dirinya lalu tersenyum lembut dan meraih kedua bahu soora.

“ Hey… kau kenapa ? aigoo…. sudahlah jangan kau pikirkan lagi, aku mengerti. Lagipula aku sudah tidak pernah mengingat nya, jadi kau jangan pernah mengungkit-ungkit nya lagi, ne… ? “ perkataan luhan membuat soora medongakkan kepala, dia menatap luhan, mencoba mencari kebenaran dimata gadis itu. dan sepertinya luhan memang benar-benar tidak mempermasalah kan hal itu lagi. Perlahan senyuman tercetak di wajah cantik soora, meyakinkan luhan bahwa dia sudah baik-baik saja

“ nah.. begitu kan cantik.. “ Luhan mencubit pipi soora gemas dan sukses membuat soora memberengut sebal.

jja kita makan dulu… “

“ Minseok-ah… kau boleh pulang, kau bisa menyelesaikan nya besok, lagipula hari sudah larut malam “ seorang pria berkacamata menepuk pelan bahu seseorang yang sedari tadi tengah sibuk bergulat dengan berbagai macam kertas di hadapan nya

“ ah… aniya saya akan menyelesaikan ini dulu saem… lagipula kertas ini hanya tinggal beberapa, sebentar lagi juga akan selesai “ namja itu –xiumin- tersenyum seraya memperlihatkan beberapa lembar kertas ke arah guru nya itu.

“ ah… keurae ? kalau begitu ya sudah… tapi aku minta maaf karna tidak bisa menemanimu hingga selesai, karna ada beberapa urusan yang harus ku urus, tidak apa-apa jika aku meninggalmu sendirian ? “

“ ah…gwencanha… saem bisa pulang sekarang. “ xiumin berujar sambil memamerkan senyum yang terkesan imut membuat seonsangnim nya terkekeh pelan, lalu mengusak pelan rambut rapi xiumin

aigoo… sendainya aku memiliki putra seperti mu.. aku akan sangat bangga. Keurom.. aku pulang dulu.. kau berhati-hatilah… “ sang guru beraih jaket yang terletak di atas kursi lalu melenggang pergi dari hadapan xiumin

Begitulah setiap guru yang mengajar di sekolah itu, mereka selalu bangga dan seringkali memuji-muji xiumin karena kecerdasan nya yang luar biasa. Tak jarang mereka menawarkan xiumin menjadi anak mereka mengingat xiumin memang tidak memiliki sosok appa, karna appa nya telah tiada sejak dia kecil. Namun xiumin tidak pernah menanggapi dengan serius setiap tawaran itu dilontarkan pada nya, biasanya dia hanya tersenyum dan diam.

Disekolah banyak para yeoja yang mengagumi nya karena kecerdasan serta wajah nya yang tidak bisa dikatakan biasa. Banyak yang terkecoh dengan wajah nya yang imut.

Wajah nya bulat, matanya yang sedikit besar, bibirnya yang bulat, hidungnya yang mancung ditambah pipinya yang bulat bagaikan sebuah baozi menjadi satu merupakan perpaduan yang sempurna, sehingga mampu membuat orang tak percaya dengan fakta yang sebenar nya.

Suatu kombinasi yang pas sehingga mampu menciptakan bentuk wajah yang menyerupai seorang bayi, bahkan bayi pun bisa-bisa menangis karena melihat wajah xiumin yang terkesan lebih imut dari nya(?)

Banyak yang bertanya-tanya berapa usia sebenarnya seorang kim minseok yang selalu di puja-puja oleh yeoja-yeoja seangkatan, karna baby face andalan nya itu, mengingat ada beberapa orang yang mengatakan bahwa dia memalsukan identitas pribadinya. xiumin selalu menjawab ‘ aku bukan seorang bocah lagi, umurku 24 tahun, aku rasa tidak ada untungnya aku memalsukan identitas ku… ‘ dan alhasil semua yeoja-yeoja malah semakin memuja dan mengelu-elukan nya

“ ah… akhirnya selesai juga… “ xiumin mengangkat kedua tangan nya tinggi-tinggi bermaksud untuk meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku

Sejenak dia terdiam dan memperhatikan ruangan di sekeliling nya

“ memang benar-benar sudah sepi. Sebaiknya aku pulang sekarang.. “ xiumin mulai berdiri dan membereskan semua barang-barangnya lalu mulai beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

Dengan langkah santai xiumin berjalan menyusuri jalanan yang sudah tampak gelap. Kedua tangan nya bergerak perlahan untuk mengencangkan jaket yang membalut tubuh nya, perlahan setetes air mengenai wajah xiumin, namja imut itu mendongak kan kepala.

“ eoh.. ? Hujan… “ tetesan-tetesan air tadi sedetik kemudian berubah menjadi deras hingga dengan gerakan cepat xiumin berlari untuk menjaga agar dirinya tidak basah diguyur hujan, namun kelihatan nya percuma, karna sebagian pakaian nya sudah terlihat basah.

Saat sedang berlari, sekilas dia melihat sebuah halte yang terletak tidak jauh dari tempatnya sekarang, dan dengan buru-buru dia berlari menuju halte tersebut.

“ aiishh… hujan nya lebat sekali “ xiumin berdesis pelan seraya mengusap pakaian nya yang basah terkena hujan. Hingga tak sengaja matanya menangkap tubuh seorang yang tampak tertelungkup dibawah guyuran hujan. Tampak nya dia seorang gadis, setelah memastikan xiumin berlari menghampiri gadis itu.

Gadis itu terus mencoba berdiri namun dia tampak kesulitan dan terus memegang pergelangan kaki nya, sepertinya dia terjatuh, begitulah yang sedang dipikirkan xiumin. Xiumin membantu gadis itu berdiri

gwencanha-yo agasshi ?.. “ gadis itu mendongak dan tampak terkejut setelah melihat wajah xiumin

“ ah… ne.. sunbae.. gwencanha-yo… “ gadis itu menjawab sambil mengernyit, sepertinya dia tengah menahan sakit, xiumin melirik pergelangan kaki gadis tersebut lalu kembali menatap wajah pucatnya, bibirnya terlihat sedikit membiru, dan tubuhnya sedikit menggigil. Dengan cepat xiumin mengangkat tubuhnya dan mencoba untuk memapah gadis tersebut.

Dengan gerakan terseok-seok gadis itu menuruti langkah xiumin yang ternyata membawanya ke sebuah halte bus

gomawo-yo sunbae.. “ gadis itu meundukkan kepala hormat kearah xiumin, xiumin mengernyit bingung,

sunbae ? apa dia hoobae ku disekolah… ‘ xiumin memperhatikan pakaian gadis itu, dan ternyata gadis itu juga memakai seragam yang sama dengan nya

“ kenapa kau hujan-hujanan ? apa kau hoby bermain hujan ? “ pertanyaan xiumin sontak membuat gadis itu menatap nya kebingungan namun hanya dibalas cengiran oleh xiumin

Xiumin memperhatikan kaki gadis itu, lalu berjongkok dan meraihnya secara perlahan

“ sepertinya ini terkilir.. “ xiumin mendongak dan gadis itu hanya meringis pelan

Namja imut itu kembali duduk di sebelah gadis tadi dan menatap nya

“ apa kau hoobae baru ? siapa namamu ? “

“ n-ne.. saya soora, “ jawaban singkat soora membuat xiumin tersenyum, dia tau jika gadis itu sangat kedinginan, perlahan dia melepas jaket nya lalu mengulurkan nya kearah soora

“ pakailah,,, walaupun sedikit lembab, semoga saja bisa mengurangi rasa dinginmu… “ soora hanya tersenyum sambil perlahan meraih jaket itu dari tangan sunbae nya –xiumin-

“ aku Kim Minseok, atau lebih sering disebut xiumin, aku sunbae mu di sekolah “ xiumin tersenyum sambil memperhatikan soora memakai jaket pemberian nya

arra-yo.. semua orang tau siapa kau sunbae. Tentu saja kami semua tau karna kau baru saja berbicara didepan kami semua tadi siang “

“ ahh.. keurae ? hha baguslah kalau begitu… “ xiumin berujar sambil tertawa pelan, dia tidak menyangka ternyata gadis itu memperhatikan dengan baik apa saja yang dia jelaskan di aula tadi.

Sesaat kemudian keadaan menjadi hening, hening hingga xiumin kembali membuka suara

“ kenapa kau bisa berada disini ? dimana rumahmu ? “ xiumin bertanya dengan suara pelan karna suara hujan lebih mendominasi, keadaan yang masih hujan lebat membuat suara nya seakan tertelan kembali

“ ah… aku tinggal di daerah gangnam.. tapi.. aku lupa dimana jalan menuju gangnam… “ soora menggaruk kepala nya yang tidak gatal, sedikit malu rasanya mengatakan bahwa dia lupa jalan pulang kerumah nya sendiri, jangan salahkan dia karna sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak pernah menyusuri jalanan di seoul.

ne ? bagaimana…—ah… bisa kutebak pasti kau seorang pelajar dari luar negeri.. geutjji ? “ xiumin terlihat kaget dengan jawaban soora tapi sesaat kemudian dia mulai mengerti. Tentu saja, kalian ingat jika otak nya itu sangat cerdas, tidak sulit untuknya menebak sebuah kebenaran yang sudah di depan mata

ne… aku baru saja pindah dari london kemarin.. dan sudah bertahun-tahun aku tidak berkunjung kesini, jadi aku sedikit lupa… “ soora tersenyum lebar hingga kedua matanya membentuk eyesmile yang membuat tubuh xiumin bergetar aneh

Xiumin menatap wajah soora lama, terhanyut dalam senyuman gadis itu, entah apa yang dipikirkan nya hingga membuat dia enggan untuk mengalihkan pandangan nya,

“ apa kau tidak keberatan jika aku mengantarmu pulang ? “ secara tidak sadar kalimat itu terlontar begitu saja membuat soora menghentikan tawanya dan menatap xiumin yang masih terhanyut dalam pikiran nya

“ hh… akhirnya aku bisa istirahat….. “ seorang namja membuang asal tas nya dan menjatuhkan tubuh nya ke atas tempat tidur big size milik nya, tanpa melepas seragam dan sepatu yang masih melekat pada tubuh nya.

Namja itu –baekhyun- menumpukan kepalanya diatas kedua tangan dan mengangkat kakinya keatas sambil menatap langit-langit kamar

Lama dia terdiam, hingga sebuah bayangan yang tak pernah terduga muncul di benak nya, bayangan itu menari-nari seolah mengajak nya ikut kedalam sebuah pusaran yang dalam.

Bayangan gadis itu, gadis yang baru ditemuinya hari ini. Bagaimana gadis itu tersenyum, bagaimana gadis itu kesal, bagaimana gadis itu berbicara padanya, semuanya seakan terputar kembali di dalam benak nya. dengan cepat dia menggelengkan kepala dan membuang semua pikiran nya tentang gadis itu. Hey.. apa istimewanya gadis itu sehingga dia muncul begitu saja dipikiran nya

Kemudian dia kembali membayangkan kejadian di aula sekolah tadi, ‘ siapa gadis itu ? kenapa dia terlihat sangat dekat dengan gadis tadi ?, jangan bilang mereka..! aigoo.. tidak-tidak ‘ baekhyun kembali menggeleng kuat, dia kembali membayangkan kejadian tadi hingga sesaat setelah itu dia tiba-tiba terduduk diatas tempat tidurnya..

“ tunggu… aku rasa tadi aku melihat dua orang yang juga ikut memperhatikan kejadian itu, “ baekhyun terlihat berpikir

“ bukankah tadi juga ada yang memanggilku….. muka datar itu….hmm “ baekhyun mencoba mengingat-ingat, kemudian matanya tampak melebar

“ SEHUN !!.. HAH… kenapa aku bisa lupa.. “

Dengan cepat baekhyun melompat dari tempat tidurnya dan meraih kunci mobil yang terletak disebelah tempat tidurnya

“ aisshh.. apa dia masih menempati rumah lamanya ? aisshhh… molla. “ dengan gerakan yang tergesa baekhyun memasang sepatu dan beranjak meninggalkan apartement nya. “

“ kalau tidak salah ini jalan nya.. “ baekhyun mengemudikan mobil nya secara perlahan ditengah deras nya hujan ,mencoba untuk mengingat kembali letak rumah sehun, sahabat masa kecilnya

Dia sudah melewati beberapa persimpangan namun tak kunjung sampai pada tujuan utamanya, rumah sehun.

Tidak sengaja matanya menangkap bayangan dimana seorang gadis yang tengah duduk berdua disebuah halte, sepertinya dia sedang berteduh, dan sepertinya baekhyun mengenal gadis itu, dengan perlahan baekhyun mengarahkan mobilnya ketepi namun pergerakan nya terhenti saat matanya kembali menangkap sosok lelaki yang saat ini tengah menatap gadis itu. dan sepertinya gadis itu sedang tertawa senang. Baekhyun mendecih pelan

“ ciih… memang dasar nya semua yeoja itu sama, tidak bisa melihat namja lebih, pasti mereka akan berusaha mendapatkan nya. ternyata dia selalu bersikap sok polos di depan para namja “ baekhyun memandang benci gadis tersebut dan mulai melajukan mobilnya membelah kota seoul yang tengah diguyur hujan

“ aisshh… eottokhae ? hujan nya sangat lebat, berapa lama lagi aku akan tinggal disini “ chanyeol yang sedang asik bermain game melirik sekilas kearah jendela kamar sehun

“ Yes.. kau kalah lagi. Dasar bodoh “ sehun mengambil kesempatan untuk memasukkan bola yang tadi digiringnya ke gawang chanyeol saat namja tiang listrik itu lengah, chanyeol menatap sehun kesal

“ Ya !! kau curang, bagaimana bisa kau mengambil kesempatan saat aku sedang tidak fokus eoh ? itu tidak sah “ sehun hanya menaikkan sebelah alisnya menatap chanyeol

“ Ya !! bagaimana mungkin itu tidak sah ? jelas-jelas aku sudah mencetak gol, dan sekarang….. “ sehun mencolet sebuah cairan berwarna merah kental dan mengoleskan nya kewajah chanyeol.

Sehun tertawa keras melihat wajah chanyeol yang sudah dipenuhi cat berwarna-warni sedangkan wajahnya sama sekali tidak ternoda walau secuil pun. Begitulah sehun jika sudah dikaitkan dengan game, dia akan berubah seratus delapan puluh derajat dari seorang yang bermuka tembok, menjadi seorang yang akan tertawa lebar saat mencetak gol, apalagi jika dia sudah mencoret-coret wajah sahabat tiang listrik nya itu, dia seakan-akan melupakan wajah datar nya.

TING TONG

Tawa sehun seketika berhenti tergantikan dengan raut bingung

“ biar aku yang buka.. “ chanyeol menatap sehun yang tampak kembali memasang wajah datar nya

“ yah… sudah seharusnya kau yang buka, idiot “ sehun berujar santai dan kembali melanjutkan permainan game nya, chanyeol menggerutu

“ aisshh kau yang seharusnya disebut idiot, baru saja kau tertawa terbahak-bahak dan sekarang lihat.. wajah membosankanmu itu kembali lagi, dasar sinting.. “ chanyeol terus memaki sehun seraya berjalan kearah pintu, dia membuka pelan knop pintu

“ OMMA-YA !! KYAAA…. “ seseorang yang berada dibalik pintu memekik kuat setelah melihat sosok yang membuka pintu, wajahnya dipenuhi oleh cairan kental berwarna merah menambah kesan horor pada suasana hujan deras saat ini,

Sementara yang membuka pintu ikut berteriak karna tepat saat dia membuka pintu, lampu teras sehun berkedip disertai oleh petir yang menggelegar dan diwarnai kilat. Seperti cerita didalam film, chanyeol berfikir itu adalah sosok monster yang ingin menyerang mereka.

Sehun yang mendengar teriakan aneh itu secepat kilat berlari menuju pintu utama dan dengan nafas yang masih terengah dia menghampiri chanyeol yang masih berdiri mematung.

“ ada apa ? “ sehun mengamati objek yang sedang berdiri di depan mereka, ternyata itu seorang pria.

Baekhyun yang melihat kedatangan sehun segera tersadar dari keterkejutan nya, baekhyun berdehem pelan dan maju selangkah untuk menyapa para sahabat lama nya itu.

Sehun terpaku pada sosok di depan nya sekilas sosok itu masih tampak tak jelas karna keadaan lampu yang padam sehingga sebagian wajahnya tampak gelap. Tapi perlahan sosok itu mendekat, pancaran sinar dari dalam pintu mulai menerpa kulitnya, secara bertahap wajah sosok itu mulai terlihat jelas. Bagai gerakan slow motion, semuanya terasa lambat bagi mereka, hingga baekhyun menampilkan senyuman khas nya dan mengangkat tangan kanan nya ke udara

“ Sehun… Chanyeol, apa kabar… “ chanyeol mengedipkan matanya, mencoba untuk menyadarkan dirinya sementara sehun tetap terlihat tenang namun pandangan nya terpaku pada sosok baekhyun yang sedang berdiri di hadapannya, chanyeol mulia membuka suara

“ Baek.. baekhyun.. kau, ada apa kemari malam-malam begini ? “ chanyeol dengan bodohnya menanyakan hal yang sama sekali tidak penting –bagi sehun- sehingga mengundang tatapan malas dari pria berwajah datar yang ada di sebelah nya. Baekhyun terkekeh pelan

“ tentu saja aku ingin mengunjungi kalian, kenapa ? apa aku sudah tidak dibolehkan mengunjungi sahabat ku sendiri ? “ dengan santai baekhyun memasukkan kedua tangan nya kedalam saku sambil memasang ekspresi secuek mungkin.

“ kau masih mengingat kami… Hyung ? “ baekhyun menoleh ke arah sumber suara, disana sehun tengah menatapnya datar tanpa ekspresi sambil menyenderkan tubuh jangkung nya didaun pintu, baekhyun sedikit mendengus dan tertawa geli

“ tentu saja aku mengingat kalian para dongsaeng … “senyum miring terpantri jelas di wajah baekhyun saat membalas tatapan sehun yang sedari tadi tidak lepas darinya,

“ kau memang tidak berubah, kau masih sehun yang dulu.. bahkan tatapan mu masih sama seperti yang dulu. Dan aku… masih sangat menyukai tatapanmu, “ baekhyun melanjutkan kalimatnya sambil tersenyum dan menaik-turunkan kedua alisnya secara bergantian. Tanpa diduga sehun tertawa keras melihat perilaku hyung sekaligus sahabatnya itu

Dengan pasti sehun berjalan mendekati baekhyun dan memeluk sahabat lama nya –baekhyun-

“ selamat datang kembali hyung…. “ baekhyun tersenyum dan membalas pelukan sahabat lamanya itu

Sementara chanyeol hanya berdiri mematung menyeksikan adegan kedua sahabat nya, hingga beberapa saat senyuman terlukis dari kedua sudut bibirnya

“ kalian tidak pernah berubah dari dulu… “ seketika chanyeol berjalan mendekat dan ikut memeluk kedua sahabat lama nya, sehun tampak kesal

“ Ya!! Idiot, apa yang kau lakukan ? lepaskan kami. Kami tidak mau memeluk tubuh tiang listrikmu itu “ namun chanyeol sama sekali tidak bergeming.

“ Ya !! idiot. “

“ selamat datang kembali hyung… “

“ Gomawo sunbae… “ soora tampak menghela nafas pelan

“ kau sudah mau mengantarku pulang. Hmm… padahal rumah kita tidak searah. Maaf merepotkanmu “ soora menunduk dan menggaruk tengkuknya canggung, sedangkan xiumin hanya tersenyum

gwencanha… lagipula memang sudah seharusnya aku menolong hoobae ku … “ sekali lagi xiumin tersenyum manis. Hhh…apa alasan itu masuk akal ? namja imut itu rela mengantarkan soora yang tinggal didaerah gangnam yang jauh dari tempat tinggal nya sendiri. Bisa dia tebak soora adalah keturunan dari orang kaya. Bagaimana tidak, tempat tinggalnya saja didaerah gangnam districk, hanya orang-orang yang lebih keuangan nya yang bisa menempati daerah tersebut. Entah apa alas an nya hingga dia rela jauh-jauh mengantar yeoja itu.

keurom.. aku pulang dulu “ xiumin melanjutkan dengan senyuman yang masih terpatri di wajah bakpao nya

“ ah.. ne.. berhati-hati lah sunbae “ soora membungkuk hormat, yang dibalas anggukan kepala oleh xiumin. Perlahan xiumin mulai melangkah pergi.

Setelah memastikan kepergian sunbae nya, soora mulai berjalan masuk ke dalam

“ eoh.. ? jaket ini… “ soora berhenti di depan pintu rumah nya dan segera membalikkan tubuh berniat untuk mencari sosok pemilik jaket yang tadi dipinjamkan kepadanya

“ ahh… sudah tidak ada lagi, “ soora mendesah panjang setelah berlari cukup jauh, namun sama sekali tidak menemukan objek yang dicarinya. Dengan nafas yang terengah soora membalikkan tubuh nya

“ ah… lebih baik aku kembalikan besok. “ seketika senyum soora mengembang dan dengan sedikit melompat-lompat dia kembali berjalan menuju rumahnya

Dengan sebuah senyum yang mengembang dibibirnya soora melangkah dengan cepat karena memang udara sangat dingin hingga terasa menusuk pada kulit nya yang tengah basah kuyup, hingga dia melewati sebuah genangan air berlumpur yang tergenang didalam sebuah lobang yang cukup lebar tiba-tiba —

BYURR

Langkah soora terhenti begitu saja, sebuah mobil dengan kelajuan yang cukup tinggi melewati genangan air lumpur tadi, sehingga air lumpur itu sukses mengenai wajah soora yang berada di tepinya. Perlahan soora mengusap wajah nya dan menatap kearah mobil yang sedang berhenti tidak jauh dari tempatnya saat itu. Mobil itu tampak mundur menghampiri soora

Soora mengepal kuat tangan nya mencoba untuk menahan semua emosi yang sedang membuncah di dadanya saat ini. Matanya memanas.

Si pemilik mobil mulai menurunkan kaca mobilnya hingga batas terendah. Dengan angkuhnya sipemilik mobil itu tersenyum mengejek dan menatap rendah soora

“ oh.. ternyata kau, huh.. sedang apa kau disini eoh ? apa appamu seorang satpam di sekitar sini ? aigoo… lain kali berhati-hati lah. Aratji ? gunakan matamu saat berjalan ! “ namja tersebut –yang ternyata baekhyun- menatap benci kearah soora yang hanya menundukkan wajah sambil menggenggam erat ujung seragam nya yang basah. Tangan nya bergetar.

Baekhyun mendecih kuat “ dasar aneh. Cengeng “ bersamaan dengan itu baekhyun menaikkan kaca mobil dan dengan sengaja menggas kuat mobilnya didepan soora lalu berlalu begitu saja meninggalkan soora yang masih menunduk

nappeun saeki... mwo ? appaku bukan seorang satpam.. “ soora mengangkat kepalanya dan menatap kepergian mobil baekhyun. Tiba-tiba setetes air bening jatuh dipipi tirusnya

“ bahkan kau tak pantas mengatakan appa ku seperti itu “

Author pov

Pagi pun menjelang menandakan sudah saatnya para penghuni bumi untuk melanjutkan aktifitas nya yang sempat tertunda untuk beristirahat.

Semua aktifitas yang biasa dilakukan setiap hari bukan lah sebuah hal yang sulit dilakukan bagi setiap orang, namun berbeda dengan seorang gadis yang tengah berdiri di depan gerbang sebuah sekolah saat ini, baginya pagi ini merupakan pagi yang mampu menciptakan perasaan aneh yang membuat seluruh badan nya bergetar. Hhh… ya gadis itu –Soora- sangat merasa gugup saat hendak memasuki sekolah barunya, hingga saat ini dia hanya mampu membeku di depan gerbang tanpa berniat masuk sedikit pun.

Soora menggenggam erat ujung bajunya, menandakan bahwa dia merasa sangat gugup saat ini, kakinya beberapa kali mencoba berjalan masuk, tapi percuma, sulit untuk menggerakan seluruh anggota badannya di saat yang menegangkan seperti ini. Entah apa yang di pikirkan nya, padahal ini bukan lah kali pertama baginya menginjak masa sekolah, bahkan dia sudah pernah bersekolah diluar negeri, tapi entahlah… entah apa yang membuatnya merasa berbeda.

Hingga sebuah mobil mewah berhenti dihadapan Soora. Gadis itu mengalihkan pandangan nya menatap seorang gadis yang memakai seragam yang sama dengan nya turun dari mobil di hadapannya,

Sesaat kemudian Soora membungkuk tubuh nya hormat

AnnyeongHaseyo…. “ Soora mengangkat kepala nya dan kembali melirik seorang gadis yang tampak lebih muda kini turun dari mobil tadi. Soora kembali menunduk hormat

eonni… ada apa ? bukan nya kita harus masuk ? “ seketika pandangan nya terarah pada Soora

nugu-yo… eonni chingu..? “ matanya tampak melirik Soora dari ujung kaki ke ujung rambut, jelas sekali dia sedang meremehkan objek yang sedang dilihat nya kali ini.

“ tidak buruk.. “ gadis itu memandang sombong Soora,

Sedangkan yang lebih tua tampak mendengus remeh seraya menyilangkan kedua tangan nya di depan dada, menatap tidak suka pada Soora yang hanya terdiam tanpa berani membuka mulut

“ cih.. chingu-neun museun…sama sekali bukan Seohyun-ah “

Soora menatap gadis itu dengan tatapan heran ‘ sebenar nya ada apa dengan sunbae ini… apa aku pernah bertemu dengan nya… aku rasa tidak. ‘

Gadis yang lebih tua menyadari tatapan Soora yang mengarah kepadanya, membuat sebelah sudut bibirnya naik membalas tatapan Soora dengan angkuh

wae ? kau baru menyadari aku yang lebih cantik darimu hmm.. ? “

ne ? aniyo… keunyang….. “

Soora tampak semakin tak mengerti, namun semua yang ingin dia ungkapkan,ditelan nya begitu saja. Dia tidak memiliki keberanian cukup untuk menjawab semua perkataan sunbae nya itu.

‘ apa yang salah ?.. ahh… sebenarnya ada apa dengan sekolah ini. Bahkan ini baru hari pertamaku, kenapa aku sudah punya pengalaman buruk hhh.. ‘

“ hhh…benar-benar menjengkelkan, kajja Seohyun-ah “

Mereka berlalu meninggalkan Soora yang masih terdiam begitu saja. Soora berusaha mengingat apa yang sudah dia perbuat sehingga dia sudah punya pengalaman buruk disaat dia baru saja hendak menginjak kan kaki di sekolah barunya.

 

 

 

TBC

Author note                          : 안녕하세요~~~옹 J aku update lagi…. Kali ini lebih puanjang (?) hhhehe😀 sesuai permintaan dari chingu-chingu kemarin, chapter ini lebih panjang dari chapter2 sebelumnya hhaha… *gaje

Jangan lupa di kasih comment oke, kalo ada yang kurang bilang aja yahhh😉 I Need Your Comment . 컴멘드 주세요감사합니다 *Bow

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

One response to “[Series] Revenge Of My Girl Friend ( Chapter 10 : The Fact about the Past )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s