[Series] J – One

req-miithayaaaa-by-laykim-ifa

 

 Title: J – One

Author: @Miithayaaaa

Genre: Action, Family

Main Cast:

  • CN BLUE Yonghwa as Jung Yonghwa
  • F(x) Krystal as Jung Soojung/Krystal

Minor Cast:

  • SNSD Seohyun as Seo Joohyun
  • CN BLUE Minhyuk as Kang Minhyuk
  • CN BLUE Jungshin as Lee Jungshin
  • EXO K Baekhyun as Byun Baekhyun
  • F(x) Sulli as Choi Sulli
  • SUJU M Henry as Henry Lau

Rate: PG 16

Note:

Jika kau melihat kebenaran di depan matamu, jangan percaya, mungkin saja itu jebakan untuk membuatmu masuk kedalam perangkap. Karena, ada kebohongan di dalam kebenaran.

 

Thanks for beautiful Poster by Laykim@IFA

 

 

 

 

 J

Spring, Venice – Italy.

 

 

Dua pasang langkah kaki yang berlari menyusuri lorong demi lorong yang diapit bangunan-bangunan berarsitektur mewah yang menjulang tinggi tanpa lelah. Tangan terkait, napas terengah-engah. Namun senyum penuh kebahagian terpampang jelas di antara keduanya. Puas dengan apa yang mereka lakukan, puas dengan apa yang mereka dapatkan dan puas dengan kegilaan yang mereka buat.

“Kau gila”

Kata pria yang meremas tangan gadis itu erat. Tersenyum atas ide gila yang di sarankan gadis yang berlari dengannya. Gadis itu mengedipkan matanya sebagai balasan senyuman pria itu.

Lucu bagaimana mereka selalu melakukan hal yang disebut ‘pekerjaan’ ini dengan tenang berubah menjadi hal yang disebut dengan ‘permainan’. Mencuri, itulah yang mereka sebut dengan pekerjaan.

Mereka pencuri yang professional, mereka sangat terkenal di kalangan polisi setempat maupun di dunia, pengusaha ataupun masyarakat. Mereka berkelana dari satu Negara ke Negara lain untuk mendapatkan barang antic yang di sebut ‘Berlian’. Mereka tidak pernah puas dengan apa yang mereka dapatkan, sehingga mereka mencari dan mencari berlian yang paling di lindungi dan memiliki nilai tinggi di seluruh dunia. Berlian terakhir yang mereka curi adalah berlian milik Yu-Tung, pengusaha berlian dunia berasal dari Macau dengan 507 karat dengan nilai miliyaran won yang sekarang menjadi milik mereka.

Mereka tidak pernah ketahuan. Bekerja secara professional, tidak pernah seujung jari pun mereka meninggalkan jejak untuk dilacak oleh detective, tapi mereka meninggalkan selembar kertas berbentuk layang-layang berkaligrafi ‘J’ dengan tinta emas didalamnya sebagai salam atas keberhasilan mereka.

Tapi kali ini, gadis itu mengatakan bahwa dia bosan untuk mencuri berlian dan tertantang untuk merampok bank swasta tanpa alat-alat canggih seperti biasa mereka gunakan untuk mencuri berlian. Awalnya pria itu ragu, sebelum akhirnya mengiyakan rencana tersebut.

Dan disini mereka, berlari menghindari kejaran polisi bersenjata. Keadaan kota Venice yang terkenal dengan kota terapung yang memiliki sedikit dataran tinggi untuk menapak kaki cukup membantu mereka lolos dari kejaran polisi.

Pria itu menatap gadis disebelahnya, memberi isyarat untuk melakukan rencana selanjutnya. Gadis mengangguk mengerti. Gadis itu melempar tas punggung ke arahnya yang di tangkap dengan sempurna. Membuka topeng. kemudian dengan secepat kilat dia membuka jaket kulit hitamnya dan menggantinya dengan kemeja casual, rambutnya di turunkan terurai, terakhir , dia meletakkan kacamata bulat membingkai mata indahnya. Sekarang dia terlihat seperti seorang mahasiswi biasa, penyamaran sempurna.

Pria itu mengikuti penyamaran yang dilakukan gadis itu. Hanya beberapa meter lagi persimpangan kecil di depan mata mereka. Mereka saling melihat dan mengangguk bersama sebelum berpencar.

Gadis itu ke kiri sedangkan pria itu ke kanan. Gadis itu mengambil ancang-ancang. meletakan tangannya di pagar pembatas sebelum melompat ke atas gondola yang melintas di depannya. Seperti gerakan lambat, dia terbang seakan-akan memiliki sayap dipunggungnya mendarat dengan sempurna di atas gondola.

“Perfetto”

Kata gondolier sambil mengayuh gondola. Gadis itu tersenyum, mengedipkan matanya pada gondolier yang sangat ia kenal itu. Kemudian dia melihat ke arah jembatan dimana pria yang bersamanya tadi berjalan dengan santai memakai earphone di telinganya.

Dia tersenyum kemenangan, menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, membuka novel seakan-akan dia membacanya, mengabaikan para petugas polisi yang mengejar mereka celingukan di atas karena kehilangan mereka.

Stupid” Gumamnya, tersenyum tipis.

****

Gondola yang membawanya, menepi di pinggiran dekat jembatan Rialto Bridge. Dia memberikan seikat uang pada gondolier. Jangan heran, gondolier ini sering membantunya saat mereka memiliki ‘pekerjaan’ yang gondolier sendiri tidak tahu pekerjaan apa yang mereka kerjakan, dia hanya membantu dan menerima uang.

“Grazie” Kata gondolier.

Gadis itu kemudian melangkah pergi. Hanya setengah dia berjalan, dia merasa bahwa seseorang memanggilnya. Dia menoleh kebelakang, melihat seorang pria muda berdiri dengan tatapan dingin ke arahnya.

Alisnya bertaut, dia melihat sekelilingnya tidak menemukan siapa pun yang menjadi objek pandangannya. Dia menunjuk dirinya, memastikan dirinya lah yang di panggil.

“Yes, you!” Pria itu mendekat.

Pria itu menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak ada tanda-tanda dia seorang atlet bela diri ataupun stuntwomen film action, dia hanya seorang mahasiswi biasa. Itulah yang pria ini lihat didepannya sekarang. Tapi melihat beberapa saat yang lalu saat gadis ini melompat ke atas gondola yang ia juga tumpangi, ia seperti melihat film action dimana para stuntwomen ataupun pemeran aslinya melakukan tindakan berbahaya.

“what’s your problem?” Tanya gadis itu sarkatis.

“You ruin my vacation!” Kata pria itu menuduh.

Gadis itu menunduk sepele, ‘Michin neom’ gumam gadis itu pelan.

“Mworagu!” pria itu membelalak tak percaya.

Gadis itu memejamkan matanya erat, kesal. Dia mengutuk dalam hati, bahwa pria di depannya ini warga korea.

“Kau melompat ke gondola yang seharusnya membawaku untuk perjalanan wisata, dan kau merusaknya dengan membawa ku kesini!” Kata pria itu marah dengan bahasa asalnya sudah menyadari kalau gadis di depannya berasal dari Negara yang sama dengannya.

Gadis itu mengerutkan keningnya, dia tidak menyadari ada orang lain saat dia melompat ke atas gondola yang ia tumpangi beberapa waktu lalu. Selain itu, gondolier tidak pernah mengangkut penumpang lain ketika ia sudah mengatakan untuk menggunakannya. Mungkin pria di depannya ini memaksakan untuk menaikinya. Siapa yang akan menolak uang. Sekarang, pria di depannya ini menuduhnya apa? Menghancurkan liburannya?

“Dengar, aku tidak punya banyak waktu mendengar ocehanmu!” Gadis itu menatap dengan tatapan dinginnya, sebelum berbalik meninggalkannya.

“Tunggu-Aww!!!”

Pria itu mencoba menahan tangannya, namun seperti kilat, gadis itu melintir tangan pria itu ke belakang punggungnya. Pria itu merintih kesakitan, mencoba untuk melepaskan tangannya tapi gagal.

“Beraninya kau menyentuh ku!” Bentak gadis itu.

“Aku tidak bermaksud-Aww!!” Pria itu semakin merintih kesakitan saat gadis itu memperkuat lintiran tangannya.

“Oke, Maaf, Aku salah, aku minta maaf!”

Dengan itu ia melepaskan tangannya, dan sedikit mendorong tubuhnya menjauh darinya. Dia menatapnya dengan tatapan tidak suka. Sebelum benar-benar pergi meninggalkannya.

Pria itu mengelus tangannya yang terasa sakit. Dia melihat punggung gadis itu yang semakin jauh darinya.

“J..”

Gumam pria itu, saat ia berhasil melihat sekilas mainan kalung perak yang menggantung di lehernya sebelum dia pergi.

****

 

Spring, King Klub, Gangnam-Seoul.

 

 

Suara music yang memekakkan telinga semakin membuat para penikmat klub semakin bersemangat. Bergoyang pinggul ke kanan dan kekiri, menggoda satu sama lain. Lampu warna-warni yang berkelap-kelip menambah ketertarikan pengunjung klub

Termasuk wanita yang memakai gaun mini berwarna biru tua menari di lantai dansa, bergoyang pinggul menggoda para lelaki dengan goyangannya. Bibir merah, paha mulus, tubuh seksi dan wajah yang cantik sukses membuat para lelaki tergoda dan menatapnya penuh nafsu.

Disibak rambutnya yang menampakan leher jenjangnya, mengedipkan matanya pada lelaki yang duduk di sudut ruangan dengan dua penggoda lain di sisinya. Dia menggigit bibirnya seksi, mengajak lelaki itu dengan jari telunjuk untuk bergabung dengannya.

Dia tersenyum tipis saat melihat lelaki itu bergerak menghampirinya. Dia semakin menambah energinya untuk bergoyang saat lelaki itu berada di hadapannya. Music beat yang dimainkan DJ benar-benar membuat pengunjung bersorak ria termasuk dirinya.

Menaruh lengannya di atas bahu lelaki, menariknya lebih dekat. Meniup telinganya menggoda yang berhasil membuat lelaki itu bergidik di seluruh tubuhnya.

Saat pria itu meletakkan tangannya di pinggang wanita itu dan mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium, wanita itu menghindar dengan senyum sulit di artikan dan menggerakan jari telunjuknya memberi isyarat ‘belum’ saatnya.

Wanita itu menjalankan jarinya di lengan pria itu masih menggodanya sebelum berjalan meninggalkan lantai dansa menuju ke ruangan yang dengan rela di ikuti pria itu.

Pria itu memasuki ruangan VIP dengan senyum yang sangat luas namun menjijikkan. Ruangan itu gelap, dia hanya bisa melihat samar-samar seluruh ruangan mencari wanita tersebut. Dia mulai membuka kancing kemejanya dan berkata “Baby, apa kau sedang bermain petak umpet dengan ku?”

Lelaki itu berbalik merasakan seseorang berada di belakangnya, “Kau suka bermain rupanya, ya?” Dia terkekeh dengan keadaan.

Tanpa disadari lelaki itu merasakan sepasang tangan mengambil lengannya, memukul pundaknya, dia juga merasakan sesuatu yang dingin melingkar di pergelangan tangannya.

“Ya, mari kita bermain di penjara Tuan Kim!”

Dengan itu, lampu menyala menampakan wanita yang menarik perhatian tadi dengan tersenyum mengejek menunjukkan tangannya yang juga di borgol sama dengannya.

“Kau menjebakku!!” Kata lelaki itu marah.

“Aku Inspektur Seo Joohyun, kau ditahan atas tuduhan penggelapan pajak, pelecehan seksual dan penggunaan narkoba. Kau bisa memberi penjelasan di kantor polisi dan berhak mengajukan banding pembelaan diri dengan pengacaramu”. Dia tersenyum angkuh “Tapi itu tidak akan berfungsi karena kau berurusan dengan ku Tuan Kim”

“Kau!!” Kata lelaki itu geram.

Wanita itu menatapnya dari ujung kepala sampai ujung rambut, kepala botak, perut buncit. Dia berdecak jijik. “Kau mengharapkan aku tidur denganmu? Dalam mimpimu Tuan!”

Pintu terbuka, tiga petugas polisi masuk dan mengambil alih posisi wanita itu. Tuan Kim melihat wanita itu dengan senyum licik. “Tunggu saja pembalasanku Inspektur Seo!” Ancamnya sebelum petugas polisi benar-benar membawanya keluar ruangan.

Wanita itu berdiri di depan club menunggu proses penangkapan selesai. “Sunbae!”

Dia menoleh ketika hoobaenya Lee Jungshin memanggil dan menyerahkan mantel padanya. Jungshin menelan ludah melihat tampilan super sexy sunbaenya di depan dia.Dia tidak menyangka, sunbaenya yang sangat galak, tak pernah berdandan, dan selalu menyembunyikan tubuh langsingnya di balik jubah mantelnya, sekarang terlihat benar-benar seperti wanita penggoda. Rambut coklat gelombang terurai, bibir merah, paha putih mulus, ya Tuhan.

“Apa yang kau lihat!” Bentak wanita itu.

“A-aniya” Dia menggeleng cepat.

“Ouhh! pakaian ini benar-benar menggangguku, kenapa harus ada pakaian seperti ini, ini membuatku sesak” Dia mengomel sambil memakai mantelnya. “Bagaimana bisa para wanita di dalam memakai pakaian seperti dan bergoyang sesuka mereka, mereka benar-benar gila!”

Dia ingat bagaimana kesusahan dia dalam penyamaran menggoda tersangka mereka. Namun dia tetap berusaha menjadi seorang ahli dalam bergoyang dan menarik perhatian lelaki itu. Betapa jijiknya dia ketika tangan lelaki itu menyentuhnya, dia ingin mematahkan tangan lelaki saat itu juga jika dia tidak ingat dia sedang bertugas. Jika ini bukan tugasnya menangkap bajingan koruptor itu, dia tidak perlu repot-repot menyamar seperti ini.

“Aku tidak akan melakukan ini lagi!” Katanya sambil menghapus lipstick di bibirnya.

“Sunbae”

“Apa lagi!”

Jungshin mengedipkan matanya ketakutan, dia menelan salivanya gugup. Atasannya ini benar-benar galak. “Aku.. mendengar tentang J” Ujar Jungshin ragu-ragu. Dilihat atasannya sejenak, dia melihat ada ketertarikan di raut wajah atasannya, sehingga dia menyerahkan laporan padanya.

Seohyun membaca sekilas laporan, menatap Jungshin. “Jelaskan di kantor”

****

Spring, Kantor Kepolisian Gangnam – Seoul.

 

“Mexico, Brazil, Afrika, Indonesia, Singapura, China, Iran, Belanda, Jerman dan terakhir Venice, Mereka berkeliling dunia mencuri berlian yang sangat bernilai harganya. Belum ada satu pun dari kepolisian Negara yang dapat menemukan mereka. Setelah aku selidiki dan informasi yang aku terima, mereka bekerja sendiri”

Seohyun melipat tangannya, mendengarkan serius penjelasan Jungshin. Inspektur Seo Joohyun, dia sangat terkenal di kalangan polisi Seoul, kegigihan dan kecintaannya pada pekerjaan berhasil membuat dia mendapat jabatan ketua dari Tim Prime, tim khusus penyelidikan kejahatan dan pembunuhan.

Dia mencapai posisi itu dengan dirinya sendiri, tanpa bantuan siapa pun walaupun ayahnya seorang ketua polisi Gangnam. Matanya yang tajam, memiliki firasat yang sangat tinggi dan mempunyai keahlian bela diri yang cukup membuat para penjahat kewalahan serta berhasil membuat orang tak memandangnya sebelah mata.

Sudah banyak kasus yang sudah di pecahkan olehnya, tentu saja dengan bantuan rekan-rekan satu Timnnya. Namun kasus yang satu ini masih membuatnya bingung, informasi yang dia terima dari berbagai Negara hanya sebatas kabar angin.

“Kau yakin mereka kerja sendiri?” Seru Seohyun, menyandarkan punggungnya di kursi.

Jungshin mengangguk, “Dari laporan yang aku terima dari kepolisian Venice, mereka merampok bank swasta tanpa antek-antek dan peralatan canggih dan mereka berhasil lolos tanpa cacat sedikit pun”

“Wah..” Seru Baekhyun hoobae termuda kagum.

“Merampok bank? Bukankah mereka hanya mencuri berlian?” Tanya Sulli penasaran.

“Kau benar, awalnya aku pikir mereka hanya tertarik dengan berlian. tapi disini seperti yang kalian tahu mereka merampok bank swasta sebesar 5 juta Euro atau sekitar 5 milyar won”

“Waw!” Seru ketiga petugas lainnya.

“Tunggu, kau bilang mereka merampok tanpa alat-alat canggih bahkan penyamaran. Bukankah itu memudahkan kepolisian dengan melihat dari CCTV?” Kata Seohyun, ketiga hoobaenya mengangguk setuju.

“Kau salah, CCTV menambah kebingunan kepolisian Venice, petugas meriksa semua bagian CCTV dan melihat bagaimana mereka memasuki bank, tentu saja mendapatkan wajah mereka juga. Sungguh menakjubkan, kepolisian Venice yang memiliki teknologi canggih yang bisa menemukan seseorang dari raut wajah saja di seluruh dunia, tidak berhasil menemukan siapa mereka”

“Bisa saja mereka memanipulasi CCTV setelah merampok” Ujar Henry, petugas kepolisian berdarah china dengan keahlian teknologinya.

“Mereka tidak bisa, karena setelah merampok, mereka melarikan diri tanpa kendaraan apapun. Kau tahu sendiri bagaimana kota Venice yang terkenal dengan gondola sebagai transportasi umum. Mereka tidak punya waktu untuk menipu CCTV selama melarikan diri, lagi pula kepolisian Venice tidak bergerak lambat”. Jungshin menarik napas dalam.

“Aku berasumsi, mereka menggunakan topeng Zuba” Lanjut Jungshin.

“Topeng Zuba? Apa itu?” Tanya Sulli ingin tahu.

“Sebuah hasil percobaan mahasiswa kedokteran dari United State yang tidak di luncurkan karena banyak mendapatkan komfrontasi dari pihak pemerintah sehingga mereka tidak dapat izin memproduksinya” Seohyun membantu Jungshin untuk menjawab.

“Kau bisa menjadi orang lain menggunakan topeng itu dalam waktu sekejab dan akan terlihat sangat cantik” Sambung Jungshin pada Sulli.

“Jadi kau secara tidak langsung mengatakan aku jelek?”

Seohyun berdehem, melihat mereka dengan tatapan serius, tidak suka melihat ada gurauan saat pertemuan berlangsung.

Jungshin mengganti slide dilayar selanjutnya, menampilkan peta dunia yang sudah dia tandai dengan bentuk bintang. “Disini, jika kita hubungkan dari satu Negara ke Negara lain yang mereka tuju akan menjadi suatu bentuk bangunan ruang seperti layang-layang persis seperti lambang yang mereka tinggalkan setelah merampok. Aku punya firasat, mereka ingin menyampaikan sesuatu melalui ini, tapi aku tidak yakin apa motif mereka. Itu yang harus kita pecahkan”

Jungshin menunjuk dimana-mana saja Negara yang sudah dia tandai. Kemudian dia mengganti lagi slide, menampilkan penuh, bentuk layang-layang berkaligrafi ‘J’ dengan tinta emas.

“J?” Seru Sulli, Baekhyun, Henry bersamaan, Alis berkerut.

“Mereka memperkenalkan diri mereka dengan lambang ‘J’ ini, Kita bisa memulai penyelidikan dengan tanda yang mereka tinggalkan”

Jungshin menatap Seohyun dengan tekad, berkata “Seoul, aku yakin Seoul akan menjadi sasaran berikutnya untuk menyempurnakan bentuk layang-layang ini”

Seohyun menatap Jungshin kagum, hoobaenya ini benar-benar pintar menganalisis sesuatu. Seohyun merubah posisi duduknya menjadi tegak.

“Byun Baekhyun!”

“Ne Sunbae!”

“Kau tahu apa yang harus dilakukan kan?”

“Ne!”

Seohyun menatap lekat tanda J di layar, tersenyum sinis dalam hati.

Kita akan bertemu J….

Segera…

 

****

Spring, Venice – Italy.

 

Angin berhembus menerbangkan poni lelaki yang bersandar di mobil merah Ferrarinya, bersiul senang menunggu seseorang. Gadis-gadis keturunan Venice yang melewatinya tidak bisa menahan mata mareka untuk tidak melihat. Mereka bahkan terpana hanya dengan melihat dia bersiul.

Dia membuka kaca mata hitamnya, mengedipkan matanya membuat para gadis berteriak histeris padanya. Dia tersenyum narsis, memamerkan senyum mematikan yang ia punya.

“Ck, dasar playboy cap bebek” Ujar gadis tiba-tiba yang ditunggunya.

“Ada apa dengan wajahmu, kenapa kau lama sekali?” Tanyanya, mengikuti arah geraknya ke satu sisi mobil dengan matanya.

“Pengganggu kecil, Kau tidak tahu betapa cantiknya adikmu ini kan?” Katanya percaya diri, disertai tawa khas mengejeknya.

“Tutup mulutmu, kau beraksi seolah-olah kau tidak pernah mengatakannya Yong! Bagaimana uang kita?” lanjutnya penuh semangat, mengabaikan reaksi Yonghwa pura-pura syok dengan percaya dirinya.

Yonghwa tertawa mendengar ucapannya. Yah, kakak adik ini mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

“Mereka aman, Kajja!”

Kesenangan yang mereka rasakan benar-benar menakjubkan. Baru kali mereka melakukan ‘pekerjaan’ dengan hasil yang sangat memuaskan hati mereka. Mereka benar-benar merasakan bagaimana yang namanya hidup, surga dunia. Tidak ada beban, Tidak ada masalah.

Gadis yang bernama Soojung atau lebih suka disebut dengan Krystal berdiri diatas mobil yang melaju cepat, merentangkan tangannya tinggi, mengirup udara bebas dan berteriak seakan-akan dia memiliki dunia,

“Ini menakjubkan!!” Teriaknya.

Kakaknya, tersenyum bahagia melihat dia seperti itu. Yah, tidak ada lagi kebahagian dalam hidupnya selain melihat adik semata wayangnya bahagia. Hanya dia harta yang paling berharga di dunia ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa adiknya. Krystal adalah alasan dia bertahan hidup sampai sekarang.

Namun jauh di lubuk hatinya, dia merasa sangat bersalah karena membawanya pada kehidupan ini. Membawanya ke dalam bahaya yang dia tidak tahu entah sampai berapa lama atau bahkan lebih dalam dari yang dia bayangkan.

Begitu juga dengan Krystal, ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk apa yang dilakukan Yonghwa padanya. Dia sangat bersyukur, di dunia ini Tuhan masih memberinya keluarga, walaupun hanya Yonghwa. Dia seorang ayah dan ibu bagi Krystal.

Bagaimana Yonghwa selalu menjaga dan melindunginya, memenuhi kebutuhannya yang tidak sedikit. Dia benar-benar berterima kasih. Dia ingat bagaimana kesusahan Yonghwa mencari uang agar dia tetap bersekolah dan kebutuhannya tetap terpenuhi. Dia berharap suatu saat nanti ada seseorang yang akan menjaganya seperti dia lakukan untuknya. Membayar untuk semua apa yang telah dia lakukan untuknya. Pasti.

Krsytal melihat dan tersenyum padanya, senyum tulus penuh kasih sayang seorang adik yang dibalas dengan senyum yang sama oleh Yonghwa.

“Bible!!”

Teriak Krystal riang saat membuka pintu apartemen mereka. Seekor anjing berwarna jenis Alaskan Malamunte muncul, menggogong senang melihat tuannya kembali. Krystal memeluknya, lalu menghelus kepalanya lembut.

“Kau merindukanku?” Bible menggonggong sebagai jawaban. Krystal tersenyum lalu menghelus kepalanya lagi.

Bible pindah ketempat dimana Yonghwa berdiri, dia menurunkan tubuhnya setara dengan Bible, mengelus kepalanya lembut sebagai salam yang dapat gonggongan olehnya.

“Aigoo, kau lebih mencintainya dari pada aku hah!” Kata Krystal pada Bible cemberut. Melemparkan tubuhnya ke sofa. Yonghwa tertawa sebelum membisikkan sesuatu di telinga Bible.

Krystal menggeliat di sofa ketika Bible mencoba mengganggunya, menjilati telinganya, menggonggong meminta perhatian. Krystal tertawa tidak bisa menahan rasa gelinya, dia memeluk Bible sayang seperti keluarga. Sudah tiga tahun ketika mereka menemukan Bible terdampar di tempat sampah, sendiri dan kedinginan di bawah hujan deras. Melihatnya seperti itu, Krystal merasa kasihan dan membujuk Yonghwa untuk memeliharanya.

“Oke, oke, aku menyerah!” Krystal mengangkat tangan menyerah, merasa geli ketika Bible masih menciumi wajahnya. Dia menarik wajahnya, mengelus sisi kepalanya geram.

“Kau tahu, hari ini aku dan Yonghwa baaaaaaaanyak mendapatkan uang!” Katanya riang, menggosok hidungnya di wajah Bible.

Bible menggonggong.

“Aku akan membelikanmu banyak daging, kau senang?”

Bible menggonggong lagi.

Kemudian dia melihat Yonghwa kembali dari dapur, membawa dua kaleng bir. Yonghwa memberinya satu, meneguknya seakan-akan dia tidak pernah minum dalam waktu yang lama.

“Ahhh!!” Dia mendesah lega.

Yonghwa merentangkan tangannya bebas, merilekskan otot-ototnya yang tegang. “Aku tidak pernah merasakan senang seperti ini. Ini semua karena kau, kau gila Krys!”

“Ya aku!” Krystal menawarkan cheers padanya.

“Kau lihat bagaimana wajah polisi itu celingukan mencari kita? Haha! Aku kira mereka hebat seperti yang ada di film-film, selalu sigap”

“Haha, Kau terlalu banyak menonton film Yong” Dia menyesap birnya.

Krystal meletakkan kaleng bir diatas meja, mengambil tas besar yang berisi uang hasil ‘pekerjaan’ mereka. Dia membuka, mencium aroma tumpukan uang yang memabukkan kepalanya.

“Aku tidak percaya, selama ini hanya berlian yang aku lihat, sekarang uang jutaan Euro yang berarti milyaran won di depan kita Yong!” Matanya berseri.

Yonghwa merangkak mendekat, mengambil tas punggung lain dan mulai menempatkan tumpukan uang satu persatu.

“Kau masih melakukannya?” Tanya Krystal heran.

“Hmm”

“Ya Tuhan, kau ini, aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, kau mencuri, merampok, tapi kau masih memiliki hati nurani untuk memberi. Kau ingin di sebut pahlawan?” Yonghwa tertawa mendengar ucapannya. Krystal tidak habis pikir, bagaimana Yonghwa selalu menyisihkan hasil ‘pekerjaan’ mereka untuk di beri ke panti asuhan manapun.

“Aku hanya ingin membagi”

“Tapi kau membaginya bukan dari uangmu Yong, ini hasil curian”

“Aku tidak peduli, aku tulus. Aku hanya tidak ingin mereka merasakan bagaimana aku dan kau mengalaminya saat dulu” Katanya menatap Krystal.

Krystal mendesah, yah, dia ingat, itu sangat sulit dan menyakitkan. “Kau benar, aku bahkan tidak ingin mengingatnya” Ucapnya dengan wajah lesuh.

“Ini aneh, tapi aku merindukannya.. Aku ingin pulang, aku ingin ke Seoul, Yonghwa” Dia berkata hati-hati pada Yonghwa.

Krystal melihat Yonghwa yang berhenti mengepakkan uang, ekspresi wajahnya berubah kelam, dia tahu Yonghwa akan bereaksi seperti ini. Dia menelan ludah, was-was menunggu jawabannya.

“Kita tidak punya rumah, kita tidak akan Seoul..” Jawabnya dingin tanpa melihatnya, dia mengancingkan tas, bersiap untuk pergi. Dia tahu, jika mereka membicarakan ini, mereka akan masuk ke dalam pertengkaran.

“Yonghwa..”

Yonghwa berdiri, membawa tas punggung, mulai berjalan ke pintu mengabaikannya.

“Oppa!!”

Yonghwa berhenti tepat di depan pintu. Memunggunginya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini?”

Aku tidak tahu sampai kapan aku seperti ini Soojung, aku hanya takut. Jika kita kembali ke Seoul, aku takut, aku tidak bisa melindungimu sampai akhir Soojung…

To be Continue…..

Haii, aku kembali…

Dengan genre action, aku tidak begitu baik dalam hal ini. tapi aku akan mencoba untuk membuatnya sebaik mungkin.. hihihi.. tidak ada janji update cepat..

aku butuh komentarmu, apakah cerita ini layak untuk dilanjut atau tidak^^

Semoga kalian menikmatinya🙂

10 responses to “[Series] J – One

  1. Baru liat part satu nya aja udh kelihatan pasti ini bakalan seru. Bagus bgt ceritanya, lanjutkan ya author ^^. Udh lama bgt nih ff cnblue nggak keluar di disini

    • akhirnya tetep kepotong..😦 kenapa sih kalo aku komen suka ke sensor2 gitu?? *heran,bingung* yaudahlah aku kehilangan mood buat copas komenannya. yang jelas aku suka cerita ff ini, dan aku akan sangat menantikan kelanjutannya🙂
      oiya maaf ya, ff yang sebelum ini yg castnya hyoyon sama xiumin aku skip bacanya. aku langsung baca ff ini tadi. mungkin lain kali akan aku coba baca🙂
      makasih yaa udah buat fanfic dengan cast cnblue :)<3 hwaiting!!

  2. Ehhh ini keren loh kayanya. Baru part 1 penasaran tar yong ketemu hyun gimana. Si ming itu cowo yg ada di gonadola ma soojung ya? Hmmmm
    Masi samar2 nih, lanjutlah

  3. Keren bangett ini ^^ feelnya dapet banget apalagi tipe cwe kyk soojung dpet karakter yg ada action’nya kyk gini tuh pas bingowww, cm di awal2 aku malah kebayang wajah myung dr pada yonghwa haahaa😀 tp akhir2 part udah dapet gambaran wajah yong hehee😀 itu yg di gondola minhyuk kan? Jadi penasaran pertemuan hyukstal selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s