[Ficlet] Catton Candy

Maaf ya buat yang nitip FF-nya ke aku T_T Baru sempet nge-post sekarang huhuhu. Ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih. 

 Catton Candy

 pizap.com13800857061331

Tittle                     : Catton Candy

Author                  : Raditri Park

Genre                   : Romance, Fluff

Length                  : Ficlet

Rating                   :Teenage

Cast(s)                  :

  • Oh Sehun [EXO]
  • Park Young-Ra [OC]

Desclaimer         : The OC cast just my imagination and that’s mine. Sehun isn’t mine, he belongs to himself. But, the story-line is originally of Tamara (Raditri Park). J

SO, DO NOT BASHING!! DO NOT PLAGIAT!! ^^

Warning              : Typo(s)

WP pribadi         :https://raditripark12.wordpress.com/ (numpang promot yaa… kali aja ada yang menyasarkan diri kesini.__.)

Note                      : In the end ^^

Enjoy Reading^^

Sehun baru saja keluar dari gerbang sekolahnya.Sambil menggenggam tali ransel di pinggang, mata sipit Sehun mengedar seperti mencari sesuatu.Ia memeriksa jam tangannya. Pukul 4 lebih 35 menit.Seharusnya , 5 menit yang lalu dia sudah berada di sini.

Lalu matanya berhanti di satu titik. Mata sipitnya mengedip dan bibirnya tersenyum merekah ketika yakin ia telah menemukan apa yang ia cari. Kemudian Sehun berlari menghampirinya.

“Apa aku membuatmu menunggu?”

Gadis itu berbalik dan langsung menatapnya.“Sehun-na.”

Sehun menunduk lalu mengusap tengkuknya canggung.Ia merasa bersalah pada gadis di depannya ini karena telah membuatnya menunggu. “Mianhaeyo.Aku terlambat 5 menit.”

“Tidak apa-apa, Sehun-na.Aku juga baru saja keluar dari kelas.”Gadis itu tersenyum tenang, mencoba menenangkan agar Sehun tak menyalahkan dirinya sendiri.“Kajja, kita pulang.”

Gadis itu berbalik dan mulai berjalan.Sementara Sehun hanya diam lalu mengikutinya berjalan di belakang.Sehun terus saja tersenyum sambil tetap memperhatikan rambut coklat lurus sepunggung gadis itu dari belakang. Sesekali ia terkikik geli sendiri. Entah apa yang lucu. Wajahnya menunjukkan rasa bahagia.

Park Young Ra, nama gadis yang berjalan di depan Sehun. Sehun dan Young-Ra menyusuri trotoar dalam perjalanan pulang mereka.Namun, selama perjalanan mereka hanya terdiam.Sehun terlalu canggung untuk memulai pembicaraan. Bahkan, ia memilih berjalan di belakang Young-Ra sambil menyembunyikan senyumnya.

Sedangkan Youg-Ra, ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia kehilangan pokok pembicaraan setelah apa yang dilakukan Sehun padanya. Kepalanya menunduk dan merasa kikuk karena Sehun malah berjalan di belakangnya.

Hey, apa yang dilakukan Sehun pada Young-Ra?

Young-Ra masih mengingat ketika Sehun menariknya ke belakang sekolah saat istirahat pertama.Young-Ra sempat kaget dengan tingkah teman sejak sekolah menengah pertamanya ini, kenapa Sehun membawanya ke tempat yang bisa dibilang sepi.Tapi, Young-Ra cukup mengenal tipikal Sehun yang sedikit malu dan manja itu, karena mereka selalu bersama hingga mencapai tingkat kelas 2 sekolah menengah atas.Jadi Young-Ra sudah tahu betul karakter Sehun.

“Jadilah kekasihku.”Itulah kata-kata dan tingkah Sehun yang malu-malu pada Young-Ra saat itu.Membuat Young-Ra membulatkan matanya menemukan kepribadian Sehun yang berbeda dari yang dikenalnya selama ini. Namun, tak dapat dipungkiri kalau Young-Ra memiliki rasa yang sama pada Sehun. Mereka sudah lama saling mengenal satu sama lain.

Dengan senyum malunya, Young-Ra mengangguk. Lalu Sehun berjanji akan mengantar Young-Ra pulang sampaidepan rumahnya sebelum mereka berpisah untuk menuju kelas mereka masing-masing.

Namun, apa yang dilakukan Sehun sekarang?

Mereka berjalan seolah bukan sepasang kekasih.Sehun terlalu sering mengantar Young-Ra pulang, tapi tidak seperti ini.Sehun benar-benar canggung saat ini.Karena Young-Ra adalah kekasih sekaligus cinta pertama Sehun. Sehun masih butuh proses akan perubahan status yang ia miliki barsama Young-Ra. Dari pertemanan menjadi kekasih.

Bugh 

 

Benturan pelan dialami oleh Sehun. Mata Sehun membulat mendapati Young-Ra yang menubruknya pelan dari depan karena tersenggol oleh bahu seseorang yang melewati mereka.

“Kau tidak apa-apa?” raut Sehun khawatir.Ia memegangi pundak Young-Ra, memastikan Young-Ra tidak apa-apa. Ia ingin berbicara dengan pemuda yang menabrak Young-Ra, tapi pemuda itu sudah berlalu.

“Aku baik-baik saja, Sehun-na.Kau tidak perlu khawatir.”

“Apa kau tadi melamun?”

Young-Ra langsungmengatupkan bibirnya, tidak bicara lagi. Tanpa banyak bicara, Sehun langsung meraih jari-jari Young-Ra. Sehun sedikit meremasnya pelan, menempatkan jari-jari Young-Ra di posisi ternyaman dalam genggamannya lalu Sehun mulai melangkah, diikuti Young-Ra yang hanya diam menurutinya.

Tanpa Young-Ra sadari, Sehun meliriknya yang menunduk dengan semu merah di pipinya. Sedangkan Sehun, terus saja mengulum senyumnya yang tak bisa ia kendalikan. Ia tersenyum sambil mengulum bibir bawahnya sendiri, malu-malu.

Ini adalah pertama kalinya dalam perjalanan pulang sekolah mereka, bergandengan tangan. Dari kejauhan mereka tampak manis dengan seragam sekolah menengah atas mereka sambil menggenggam tangan satu sama lain. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Dalam pencapaian setengah perjalanan mereka, tiba-tiba Young-Ra berhenti. Sehun ikut berhenti dan menoleh padanya penuh tanya.

“Ada apa?”Sehun menoleh ke arah pandang Young-Ra di seberang jalan.Ia mendapati sebuah mobil besar yang terbuka di bagian samping badan mobil berada di taman seberang jalan sana. Sebuah mobil keliling yang menjual jajanan.

Sehun melihat banyak anak kecil dengan segumpal permen kapas di tangan ditemani orang tua mereka.Sehun tersenyum kecil mendapati mulut Young-Ra yang bergerak-gerak seperti mengulum sesuatu.Ia menyadari itu. Ia tahu, Young-Ra sangat menyukai permen kapas. Mereka sering membelinya ketika pulang sekolah.Namun, akhir-akhir ini mereka tak mendapati mobil penjual permen kapas itu dan sekarang mereka melihat mobil itu lagi.Betapa berbinarnya mata Young-Ra sekarang?

“Ayo kita membeli permen kapas itu,” ajak Sehun bersemangat.

Young-Ra tersenyum kecewa.“Sayang sekali, hari ini uang sakuku habis, Sehun-na.Aku akan membelinya besok saja.”

Wajah Sehun berubah senyum penuh semangat.“Kalau begitu kau disini saja.Aku akan membelikannya untukmu.”

Ini adalah sebuah langkah awal, batin Sehun ceria.Ia akan memberikan dan melakukan apapun untuk kekasihnya. Meskipun ini tidak bisa dikatakan kencan, tapi Sehun akan menganggapnya seperti itu. Sehun akan kencan dengan kekasihnya setiap hari.

Sehun menggenggam tali ranselnya dengan ceria sambil berjalan menuju taman. Sesampainya di samping mobil penjual permen kapas itu, Sehun harus menunggu dua anak kecil yang mengantri.Begitu gilirannya untuk memesan, Sehun mengambil uang di kantong seragamnya. Sehun terkejut mengetahui uangnya hanya beberapa lembar ribuan won, dan itu tidak cukup untuk membeli dua buah permen kapas.

“Dek, kau ingin beli berapa?”

Sehun mendongak dan tersenyum kecut.Dengan ragu, Sehun menyerahkan uangnya pada paman itu. Lalu ia mengangkat jari telunjuknya dan berkata, “Berikan aku segumpal permen kapas yang lebih besar.”

Sehun yakin dengan uangnya ia akan mendapatkan permen kapas yang ia inginkan. Uang yang dimiliki Sehun lebih dari harga segumpal permen kapas meskipun tak dapat digunakan untuk membeli dua sekaligus dan Sehun berharap paman itu akan berbaik hati padanya.

Dengan senyumnya yang mengembang, Sehun berjalan kembali ke tempat Young-Ra menunggunya.Tangannya menggenggam segumpal permen kapas merah muda berbentuk awan kumulonimbus.Young-Ra yang melihatnya datang, membulatkan mata seketika.

“Besar sekali, Sehun-na.”

Sehun terkekeh riang.“Paman itu memberikan bonus padaku karena aku sering membeli di tempatnya.” Sehun sendiri tidak menyangka ia akan mendapatkannya. Paman penjual permen kapas itumengembalikan uang Sehun dan memberikan permen kapas jumbo itu secara cuma cuma padanya. Sehun merasa paman itu tahu ia membelikan permen kapas untuk gadisnya karena beliau bilang bahwa permen kapas jumbo spesial hari itu ia berikan khusus untuk Sehun dan orang yang bersama Sehun.

“Lalu milikmu dimana?”

“Ini untukmu saja.Aku memberikannya khusus untukmu.”

“Kita bisa memakannya bersama, Sehun.Tidak mungkin aku bisa menghabiskannya sendiri.”Permen kapas itu sudah ada di tangan Young-Ra, dan besarnya menutupi hingga seluruh wajahnya.Young-Ra tahu betul Sehun sangat menyukai permen kapas, seperti dirinya. Aroma manisnya yang memenuhi rongga hidung, rasa manisnya yang akan meleleh di seluruh bagian lidah dan warnanya yang sangat menggoda, tidak mungkin Sehun menolaknya.

Kajja, kita pulang.Hari sudah gelap. Aku harus mengantarmu pulang sebelum tiba jam malam.” Tapi Sehun malah menggenggamnya lagi dan menariknya berjalan. Mungkin Sehun takut, nantinya Young-Ra akan menabrak lagi karena terlalu fokus pada permen kapas di tangannya.

Selama perjalanan, Sehun tidak bisa konsen. Sebenarnya ia juga menginginkan permen kapas itu. Sehun melirik Young-Ra yang begitu menikmati permen kapasnya dan tanpa sadar, Sehun mengamati wajah manis dan bibir merah Young-Ra yang mengulumnya. Hidung Sehun bisa merasakan aroma manisnya membuat Sehun mengemut bibirnya sendiri dan menjilatinya.

“Sehun, ini sangat manis. Permen kapas buatan paman itu selalu enak.Kau harus mencobanya, beliau pasti memberikannya untuk kita karena ini terlalu besar dari biasanya.”

Sehun menelan ludahnya.Ia teringat kata-kata paman tadi. “Makanlah permen kapas ini bersamanya.”

“Mmm… ini sangat lezat, Sehun.”

Tanpa Young-Ra sadari, mereka telah mencapai depan rumahnya. Mulut Young-Ra masih menempel di pinggiran permen kapas.Permen kapas itu telah berkurang setengah dari ukuran sebelumnya.

“Young-Ra~ya.”Young-Ra menoleh pada Sehun tanpa melepas mulutnya dari permen kapasnya.Tanpa melepas genggamannya, Sehun menghadap ke Young-Ra dan mulai mendekatinya. Aroma manis permen kapasnya sangat pekat. Sehun membuka mulutnya dan mengemutnya lembut bersama Young-Ra yang terdiam menatapnya. Rasa manis itu meluber di mulut Sehun, Sehun sangat suka. Dan Sehun lebih sangat suka melihat Young-Ra saat ini.Mata bulat yang menatapnya dan pipi memerah di balik permen kapas membuat Sehun tersenyum kecil.Wajah mereka begitu dekat.

“Benar, manis sekali. Kau begitu manis melebihi permen kapas ini. Lihatlah, pipimu memerah semerah permen kapas hingga kau tak sadar dimana sekarang kau berdiri.Apa rasa manis yang kau peroleh juga membuatmu lupa segalanya?” goda Sehun sambil menggerak-gerakkan genggamannya, mengayunkannya pelan.

Young-Ra tersipu malu dan berbalik cepat membelakangi Sehun. Pipinya masih memerah dengan kembangan senyum malu-malu hingga ia menyadari gerbang rumahnya telah ia temui di depan mata. Young-Ra lalu berbalik dan melihat Sehun yang tersenyum padanya.Ia berjalan mendekat, sedikit canggung. Lalu menyodorkan permen kapasnya pada Sehun.

Gomawo sudah mengantarku pulang, Sehun.”

Begitu permen kapas itu berada di genggamanSehun, Young-Ra mendekat, berjinjit dan mengarahkan bibirnya pada pipi Sehun, mengecupnya singkat. Young-ra sendiri tidak tahu kenapa ia bisa melakukan itu.

Saranghaeyo. Selamat malam dan… hati-hati di jalan.” Dengan senyum malunya yang ia sembunyikan, Young-Ra langsungberbalik dan berlari menuju gerbang rumahnya. Ia tidak ingin wajah merahnya diketahui oleh Sehun lebih banyak.

Sehun yang terkaget sesaat, kemudian berteriak.“Nado saranghae, nae Young-Ra.”

Young-Ra menoleh dan begitu melihat wajah Young-Ra, Sehun berbalik lalu berjalan.Senyum kecil Sehun terus mengembang sambil menatapi sisa gigitan Young-Ra pada permen kapas di genggamannya.Lalu Sehun mengemutnya sambil berjalan.Merasai aroma dan rasa manisnya.

THE END

 

A/N: Author hampir meleleh pas ngebuatnya. Keseringan beli catton candy jadinya pengen aja buat ff-nya :V Sorry, kalo kurang fluffy. Ini adalah fluff pertama author. Author terus ngebayangin permen kapas pas buat ff ini dan pengen banget beli permen kapas alias kembang gula alias arum manis, tapi dasarnya emang males jadi ga berangkat” buat beli dan cuma ngebayangin doiing T.T

Ohyaa..ff ini aku kirimkan di beberapa fanspage, jadi jika ada yang tahu ff ini berarti itu punya Tamara J

Dan ff ini sudah aku revisi beberapa kali dari kata typo, muehhehehee J

4 responses to “[Ficlet] Catton Candy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s