[Ficlet] Fifth Finger

“Fifth Finger”

Author : Ettaeminho (@ekafitri95) | Main Cast : VIXX’s Hyuk & Shin Jikyung (OC) | Genre : Romance, Angst, Sad | Lenght : Ficlet | Rating : General

Disclaimer : Just own the story belongs to my stupid imagination. So, don’t copy or re-publish without any credit or permission !!

– Ettaeminho Storyline © 2015 –

=======

 

Aku terduduk di pinggir sungai. Memandang lurus pemandangan yang ada di depanku. Aku mencoba menenangkan pikiranku sejenak, dan berusaha melepas segala penat yang tengah membelengguku saat ini. Aku semakin merapatkan jaketku dan menggosok-gosokkan tanganku yang dingin. Mencoba memperoleh kehangatan di tengah-tengah cuaca dingin yang semakin menusuk tulang. Angin musim dingin semakin kencang, membuatku merapatkan jaketku lebih dalam.

Sudah lama aku terus menunggunya disini dan berharap ia akan datang. Menepuk pundakku dengan lembut dan tersenyum kepadaku. Tertawa bersama ditemani dengan butiran-butiran salju yang turun perlahan untuk mengubani bumi. Aku lelah selalu menunggunya di sini. Aku lelah untuk selalu berkhayal tentang keberadannya di sampingku.

 

.

.

 

 

“Jikyung-ah.” aku tersentak saat kurasakan sebuah tangan dingin yang menyentuh pundakku.

“Sanghyuk?” kulihat seorang namja yang tengah berdiri di belakangku sambil tersenyum lebar. Hingga aku bisa melihat giginya yang berderet rapi.

“Maaf membuatmu menunggu.” katanya lalu duduk di sampingku.

Gwaenchana.” jawabku sambil membalas senyumnya, “So, apa alasanmu menyuruhku untuk menunggumu di sini?” lanjutku.

“Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Mungkin ini akan terlihat konyol, tapi maukah kau menjadi pacarku?”

Kaget. Mungkin itulah kata pertama yang muncul di otakku. Siapa sangka, namja yang kucintai ini menyatakan perasaannya padaku.

“Kau serius?”

“Aku serius. Aku sudah lama menyukaimu.” lanjut Sanghyuk namun kaku kemudian. Kami berdua sama-sama terdiam. Mencoba menahan rasa yang bergejolak seiring dengan detak jantung yang semakin berdetak dengan liar. Membuat partikel-partikel hati berloncatan. Membaur menjadi satu bersama kebahagiaan yang mengalir dalam jiwa. Aku bahkan sampai menunduk, tak berani menatap matanya.

“Aku juga ingin mengaku, kalau sebenarnya aku sudah lama memperhatikanmu. Aku mau.” kataku berterus terang. Namja di hadapanku ini terlihat senang.

Jinjja? Wuahh, aku senang sekali. Hm, Jikyung-ah, boleh aku meminta satu hal padamu?”

“Apa?”

“Berjanjilah bahwa kau akan selalu disisiku dan tak akan pernah meninggalkanku.” Sanghyuk menyodorkan jari kelingkingnya ke arahku. Lantas, akupun mengaitkan jari kelingkingku ke jarinya. Bukti bahwa kami akan selalu bersama.

“Aku janji.

 

The moment when you grab my handsI love you, i need you..Now, our love has just begunPlease promise it upon the fifth finger

 

.

.

 

Aku menggelengkan kepalaku cepat, mengacak rambutku dan menggigit bibir bawahku. Berusaha menghapus kenangan itu. Kenangan yang paling ingin ku hapuskan, namun semakin tak bisa untuk ku tampik. Aku bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang berasal dari dada kiriku dengan cepatnya menjalar ke seluruh bagian tubuhku. Apakah ia mengetahui bahwa hatiku sudah terlalu sakit untuk mengingat senyumannya, kehangatan dan kelembutannya? Terlebih lagi, ketika aku menyadari bahwa sekarang tinggal kenangan dan juga khayalan belaka. Sekarang ia tidak mungkin menyunggingkan senyuman itu kepadaku lagi. Kenapa ia selalu muncul di setiap inci sel otakku? Kenapa hanya ia yang selalu memenuhi setiap sudut kekosongan hatiku? Ini terlalu menyakitkan. Aku harus melupakannya.

Tak terasa air mataku mengalir begitu saja dari mataku. Aku menggigit bibir bawahku untuk menahan agar aku tidak menangis. Namun gagal, air mataku terus berjatuhan. Aku menangis, untuk dia yang awalnya selalu ada di kehidupanku. Untuk dia yang selalu menjadi nomor satu di hatiku.

Ya! Han Sanghyuk. Kenapa kau pergi, huh? Kenapa kau tak memikirkan perasaanku? Kenapa kau mengingkari janji itu?” teriakku di pinggir sungai sambil melempar batu yang ada di sampingku dengan sekuat tenaga ke sungai yang sudah hampir beku itu.

Akupun berdiri dan berjalan meninggalkan pinggiran sungai tadi tanpa tujuan yang jelas. Terus saja kulangkahkan kakiku yang sudah hampir beku dan mati rasa ini. Berapa lama lagi waktu yang kubutuhkan untuk mengunggunya? Berapa lama lagi aku harus menahan diri untuk menunggunya yang mungkin tak akan pernah kembali lagi.

Entah sudah berapa lama aku berjalan. Hingga akhirnya aku berhenti di sebuah kedai es krim. Air mataku kembali meluncur deras. Tiba-tiba saja kenangan itu terputar kembali dengan jelas dalam memoriku. Kenangan pahit yang membuat Sanghyuk pergi meninggalkanku.

.

.

.

 

“Jikyung-ah, itu ada kedai es krim. Kau mau?” tanya Sanghyuk antusias ketika melihat sebuah kedai es krim di seberang jalan.

Ne, aku suka es krim.” jawabku tak kalah antusias.

“Kalau begitu kau tunggu aku di sini. Jangan kemana-mana. Kau suka rasa apa?”

“Vanilla.

“Oke akan kubelikan. Jangan kemana-mana!” perintah Sanghyuk sambil berlali meninggalkanku. Kulihat punggungnya yang semakin menjauh. Entah mngapa, aku merasa ingin sekali berlari dan memeluknya dari belakang. Kualihkan pandanganku darinya. Aku tak sanggup apabila terus-terusan melihat punggungnya.

 

CIIITTTT !!! BRAAAKKKKK !!!

 

Ku dengar suara tabrakan yang sangat keras. Perasaanku menjadi tidak enak. Seketika aku langsung menoleh ke arah sumber suara itu dan berlari ke arahnya. Aku langsung terkesiap saat kulihat siapa yang tertabrak.

“SANGHYUK !!!” teriakku saat menyadari tubuh yang tertabrak dan berlumuran darah itu adalah orang yang sangat kucintai. Aku memeluk tubuh namja itu dan menangis. Menangisi namja yang amat kucintai ini.

“Sanghyuk-ah, ireonna!” ujarku seraya mengguncang-guncangkan tubuhnya. Tak ada respon apapun dari Sanghyuk. Matanya tertutup rapat, seolah enggan untuk terbuka kembali.

“Sanghyuk” Sanghyuk tetap tidak membuka matanya.

ANDWAEEEEE” teriakku histeris.

 

.

.

.

 

Setetes air mata terjatuh dari pelupuk mataku. Aku tidak berusaha untuk menghapusnya kali ini. Justru aku malah membiarkan air mataku ini terus-menerus bergulir. Aku masih ingat janji kami untuk selalu bersama. Dia yang menyuruhku berjanji seperti itu. Tapi nyatanya? Justru ia lah yang mengingkari janji itu. Hatiku sudah terluka dan ini semua karena kesalahanku sendiri. Karena aku tidak bisa merelakannya pergi, tidak bisa melupakannya. Hatiku terluka karena kebodohanku sendiri. Aku tidak pernah mengikhlaskan kepergiannya. Bahkan aku tidak pernah berusaha untuk melupakannya. Aku tidak pernah merelakan ia pergi meninggalkanku. Tangisan selalu saja membanjiri pipiku. Rasa sesak itu selalu saja menyelimuti dadaku. Aku tetap mencintainya, meski ia telah pergi, meninggalkanku bersama rasa sakit ini.

“Sanghyuk-ah, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau bahagia di sana? Apa kau merindukanku seperti aku merindukanmu? Ya, kau pasti bahagia di sana. Jangan lupakan aku ya.”

Benar, Sanghyuk memang telah pergi. Dari hidupku, dari diriku. Tapi dia tidak akan pergi dari hatiku. Kau tahu Sanghyuk, aku takkan bisa melupakanmu. Karena namamu selalu terukir dalam hatiku meski kau harus meninggalkanku. Selamanya….

 

 

I love you, i need you forever….

 

-fin

 

4 responses to “[Ficlet] Fifth Finger

  1. malem-malem baca ini……. sedih. untung gak sampe nangis /ditahan/ wae? wae sad ending?:'( huhu😦

    btw visit writingmachine12.wordpress.com yuk #numpang ngiklan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s