Gray Fairytale [Prolog]

“But wishes are only granted in fairy tales.”
Simone Elkeles, Perfect Chemistry

_______

Jongin bukan tipikal orang yang pandai mengungkapkan perasaan. Ia kerap kali bingung bagaimana harus merespons ketika orang-orang di sekitarnya bercerita dengan terlalu menggebu-gebu seusai memenangkan undian berhadiah, atau mungkin menangis tersedu-sedu karena galau ditinggalkan sang pacar. Jongin tidak tahu apakah ia harus ikut tertawa, atau bahkan menangis, sebagai refleksi dari rasa empatinya.

Seperti yang terjadi sekarang. Tatkala Bibi Ahn, salah satu pengurus di panti asuhan, mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan seorang pria, yang mengaku sebagai ayah biologis dari Jongin dan Sehun, Jongin cuma bisa diam. Ia tidak bisa seperti Sehun, adiknya yang bisa langsung berkaca-kaca begitu mendengar berita tersebut didengungkan seantero panti asuhan, terpekik senang kemudian larut dalam euforia. Tersenyum lebar sepanjang hari sampai Jongin rasa mulut adiknya bisa robek sewaktu-waktu.

Jongin tidak merasakan itu semua.

Ia pikir ada yang aneh dengan dirinya. Apakah hal itu semacam penyakit psikologis sehingga ia tidak lagi pandai berekspresi? Apakah ia sebegitu dinginnya sampai-sampai hal yang mestinya sangat membahagiakan itu menjadi beku lebih dulu sebelum sempat menyentuh hatinya?

Jongin tidak tahu. Anak laki-laki itu hanya berlogika, dan berita tersebut adalah hal yang—menurutnya—paling tidak masuk akal yang pernah ia dengar. Saking tidak masuk akalnya sampai Jongin sendiri tidak mendapati dirinya merasa senang barang sebentar.

Sebab sebuah pertanyaan terus-terusan berturbulen di benaknya; setelah tiga belas tahun, kenapa baru sekarang?

________

 

Yeah, after veryyy long hiatus i’m finally comeback! Don’t u miss me? :”

obrak-abrik file akhirnya dapet fic ini :” post aja deh daripada nganggur di laptop, hihihi

review dong yaa yang udah lama nggak baca fic aku, kalo nggak ntar kukasih cadaver lho, wkwkw

freely contact me at https://whiteguardian.wordpress.com/

12 responses to “Gray Fairytale [Prolog]

  1. Seperti biasa,
    Bahasa yang digunakan simple tapi mewakili semua kata😀
    cieee😄

    prolog seumprit bisa krasa seambrek *lebay

    Chap 1 ditunggu kakak🙂

  2. Pingback: Gray Fairytale [Chapter One] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s