Meet My Bad Boy (Chapter 4: I’m Yours)

Author : VtaehyungV | DEER PLAIN

MAIN CAST : Park Yoo Eun / OC || Byun Baek Hyun / EXO

OTHER CAST : Xi Lu Han || Kim Tae Yeon || Lee Ji Hyun

GENRE : ROMANCE , SCHOOL LIFE, AND LITTLE BIT COMEDY

RATING : PG-17

LENGHT : CHAPTERED

DISCLAIMER :

TERIMA KASIH KEPADA READERS YANG SUDAH MENYEMPATKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA FF INI ^^ CHAPTER KALI INI MUNGKIN SEDIKIT TERINSPIRASI DARI SEBUAH DRAMA. YANG FANSNYA LD PASTI TAU😀 . MOHON COMMENTNYA READERS

DON’T BE SILENT READERS !

WARNING TYPO EVERY WHERE !

↭ DEER PLAIN

‘ Ini tidak mungkin benar-benar terjadi ‘

↭ DEER PLAIN

AUTHOR POV *

Yeoja itu sudah berkali-kali mengubah posisi tidurnya agar dia bisa tidur. Tetapi yeoja itu tetap tidak bisa tidur, berkali-kali juga dia memejamkan matanya, dan yeah, dia tidak juga kunjung tertidur.

Ini semua karena kejadian itu, kejadian tadi sore yang membuat di tidak bisa tidur dengan nyenyak.  Lagi-lagi yeoja itu mengubah posisi tidurnya.

“Astaga, apakah ini benar-benar terjadi ? ” Dia tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi, bahkan first kissnya adalah Baekhyun , bukan Luhan. Yeoja itu benar-benar stress. Bahkan dia mengira kejadian sore tadi hanya mimpi. Jika itu mimpi mungkin akan menjadi mimpi yang buruk baginya.

“Dan Bahkan ini first kissku ! Arrgh !! ” Yoo Eun mengerang frustasi, dia mengacak rambutnya.

Yoo Eun berdiri dari kasurnya dan mengikat rambutnya yang panjang itu. Dia mengambil jaket dan topinya dari lemari. ” Aku perlu menghirup udara segar ” yeoja itu keluar dari kamarnya .

♥♡♥♡

Sama seperti Yoo Eun, Baekhyun juga sudah berkali-kali mengubah posisi tidurnya karena tidak bisa todur. Dan alasannya juga sama, karena kejadian tadi sore itu. Bahkan Namja itu yang memulai semuanya, dia yg terlebih dahulu mencium Yoo Eun.

Namja itu frustasi karena tidak bisa tidur sehingga dia mengubah posisinya, duduk diatas kasurnya dan menyandarkan punggungnya di dinding.

” Kenapa ini bisa terjadi ? ” namja itu berbicara sendiri.

” Aaa !! Aku harus berhenti memikirkan ini ! Jebal !! Hentikan ”

Baekhyun terus berbicara kepada dirinya sendiri, dirinya sudah muak memikirkan kejadian tadi sore. Kejadian itu terus berputar layaknya film didalam otaknya itu. Baekhyun menutup kepalanya dengan bantalnya.

” naega wae ?? ” namja itu beranjak dari atas kasurnya dan langsung mengambil jaket trainingnya.

” Aku perlu jogging ” Baekhyun pergi jogging agar bisa tidur dan melupakan kejadian itu. Namja itu pun keluar dari rumahnya .

♥♡♥♡

Mereka berdua pergi jogging tapi Yoo Eun pergi terlebih dahulu dan belok ke arah kiri. Sedangkan Baekhyun pergi kearah Kanan, sehingga mereka berdua tidak tau bahwa mereka sebenarnya sedang melakukan suatu hal yang sama.

Yoo Eun terus berlari, hingga pikirannya bisa tenang. Begitu juga dengan Baekhyun.

” Ayolah Yoo Eun… Fighting ” kata Yoo Eun sambil menyemanganti dirinya sendiri.

Sudah sekitar 13 menit mereka pergi jogging, Mereka memilih untuk berjalan saja menghirup udara malam. Ketika sedang berada di zebra cross, Yoo Eun menabrak seseorang.

” Mian, mianhaeyo ”  refleks yeoja itu langsung menundukkan kepalanya dan meminta maaf tanpa melihat siapa orang yang di tabraknya itu.

” ne, nado mianhae ” namja itu langsung menundukkan kepalanya . Yoo Eun dan namja itu langsung pergi.

Tiba-tiba Yoo Eun menghentikan langkahnya

‘ tunggu… sepertinya aku mengenal suara itu ‘  Yeoja itu berkata dalam hati.

Yeoja itu menoleh kebelakang, dan kaget karena namja itu adalah Baekhyun, Baekhyun juga melihatnya, namja itu sedang menoleh ke Yoo Eun. mereka berfikir hal yang sama.

” Ya ! ” kedua orang itu berteriak kaget. Mata Yoo Eun membesar ketika mengetahui bahwa namja yang ditabraknya tadi adalah Baekhyun. Begitu pula dengan Baekhyun, namja ktu juga kaget melihat Yoo Eun juga melakukan jogging malam.

“Neo, Bukankah kau seharusnya sudah tidur sekarang ” Namja itu bertanya kepada Yoo Eun.

” A, Aku tidak bisa tidur. Kau sendiri ? ” Yoo Eun malah bertanya balik kepada Baekhyun.

” Aku hanya ingin mencari udara segar ” kata Baekhyun sambil mengalihkan pandangannya dari Yoo Eun agar yeoja itu tidak mengetahui bahwa dia sedang berbohong.

Yeoja itu menatap Baekhyun dengan tatapan menyelidik ” Kau… kau berbohong , terlihat sekali dari matamu kau sedang berbohong ”  Yeoja itu berjalan mendekati Baekhyun

“YA ! ” Baekhyun marah kepada Yoo Eun walaupun sebenarnya namja itu memang berbohong. Dan Yoo Eun tetap saja berjalan mendekati Baekhyun dengan tatapan anehnya itu.

” Ya ! Apakah kau memiliki dua kepribadian eo ?! Sikapmu kali ini sangat berbeda dengan tadi sore” Yoo Eun menghentikan langkahnya ketika mendengar perkataan Baekhyun.

” Aku, berbeda ? Benarkah ? ” kata yeoja itu dengan tatapan tidak percaya. Baekhyun mengangguk.

” Ne, sekarang kau bersikap sangat berani kepadaku. Sangat berbeda saat aku menciummu tadi sore, kau sama sekali tidak melawanku ”

<em>blush *</em> wajah Yoo Eun memerah ketika mendengar perkataan Baekhyun, namja itu sangat santai mengatakan hal itu. Perkataan Baekhyun membuat Yoo Eun kembali mengingat kejadian tadi sore.

“Ah, itu… ” yeoja itu menundukkan kepalanya kembali.

” aigoo, tak perlu dijelaskan, sekarang kau sudah berubah lagi. Ya, malam-malam ini bagaimana jika kita membeli snack ? Kajja ikut aku ”
Baekhyun menarik tangan Yoo Eun menuju minimarket 24 jam.

” Kau mau apa ? Masukkan saja kedalam keranjang ini ” Baekhyun menyodorkan keranjang belanjaannya ke Yoo Eun.  ” Aku minum saja ” kata Yoo Eun sambil memasukkan minumannya kedalam keranjang.

Baekhyun membayar semua snack itu dikasir.lalu mereka berdua mencari tempat yang nyaman untuk memakan snack yang dibeli Baekhyun, mereka memutuskan untuk makan diluar saja daripada pulang kerumah.

” Bagaimana jika disana ? Tempat itu terang menurutku itu lebih baik ” Yoo Eun menunjuk sebuah kursi yang disoroti oleh lampu jalan sehingga sangat tempat itu terlihat sangat terang.

” Baiklah ” kata Baekhyun duduk dikursi itu dan membuka snack kesukaannya.

” kau ini sangat aneh, bagaimana bisa seorang namja menyukai snack Honey Butter Chip. Kau gila ” kata Yoo Eun sambil meminum minumannya.

” kau lebih gila, sikapmu sekarang berubah lagi ” kata Baekhyun dingin, namja itu tidak memperdulikan Yoo Eun, dia terlalu asik dengan snacknya itu. Hening.

Akhirnya Baekhyun membuka suaranya . ” Ya, Yoo Eun – ah bukannya kau phobia pada kegelapan. Sekarang sedang gelap, bukankah kau seharusnya takut pada gelap ? ” Baekhyun bertanya kepada Yoo Eun.

” Aku memang memiliki phobia pada kegelapan, Tapi jika masih ada lampu atau cahaya yang masih menyala disekitarku aku tidak akan takut ” kata Yeoja itu.

” Aku akan sangat takut ketika tidak ada satupun cahaya yang menyala. ” lanjut Yoo Eun .

Baekhyun hanya melihat Yoo Eun, mendengar apa yang dikatakan yeoja itu ” Dan apa yang kau lakukan saat yeah, tidak ada satupun cahaya disekitarmu ? ” Baekhyun terus memakan snacknya.

“Eomma… biasanya eomma langsung menghampiriku, memelukku dan menenangkanku sampai lampu nyala. ” Baekhyun hanya mengangguk mendengarkan Yoo Eun berbicara.

” Tidakkah ? Seharusnya kita sudah pulang ? Dan tidur ? ” kata Baekhyun .

” Baiklah ” Yoo Eun berdiri mengikuti Baekhyun dari belakang. Baekhyun menghentikan langkahnya

” ya ! Tidak nyaman saat aku harus berjalan didepan dan kau selalu berjalan dibelakangku. Itu sangat… ah, sudahlah ”

Namja itu menarik tangan Yoo Eun dan mengenggamnya sehingga mereka bersampingan sekarang. Wajah Yoo Eun hanya memerah ketika namja disampingnya itu mengenggam tangannya.

Lagi-lagi perasaan yang aneh menghampirinya dia sendiri tidak tahu apa itu. Sesuatu yang aneh berada didalam dirinya, jantungnya berdetak dengan cepat ketika namja itu mengenggam tangannya. Apakah itu perasaan… suka ? Mungkin saja.

Mereka berdua sudah sampai dirumah, Baekhyun melepaskan genggaman tangannya ketika dia akan naik tangga meninggalkan Yoo Eun didepan kamar yeoja itu.

” Ya, Baek… apakah kau melihat kunci kamarku ? ” kata Yoo Eun sambil mencari kunci kamarnya disakunya. Refleks Baekhyun langsung menghampiri Yoo Eun.

“B… Baek, kuncinya tidak ada! Aish, eottokhae ?? ”

wajah Yoo Eun mulai khawatir ketika mengetahui bahwa kunci kamarnya itu benar-benar hilang.

” ya ! Neo paboya ! Kenapa kau kunci eoh ? Seharusnya kau tidak menguncinya, bukankah kau hanya akan pergi sebentar ? ”  kata Baekhyun.

” Tapi kan… apa kita harus mencarinya kembali ? ” kata Yoo Eun.

“Shireo ! Aku sudah lelah, besok saja ne ? ”

” tapi aku akan tidur dimana ? Tidak bisakah kau membuka pintu ini secara paksa ? ” kekhawatiran terus muncul dibenak yeoja itu.

” kau gila, pintu ini dibuat dengan kuat agar tidak ada pencuri yang bisa masuk. Kau bisa tidur dikamarku ” Baekhyun oergi meninggalkan Yoo Eun.

” Mwo ?! Shireo ! ” yeoja itu menolak usulan Baekhyun

” wae ? Kau takut ? Buat apa kau takut kepadaku eoh ? ” kata namja itu.

” Baiklah ” Yoo Eun mengikuti namja itu dari belakang. Menaiki tangga menuju kamar Baekhyun

” Di sini cuman ada satu kasur, tapi ukurannya bisa untuk dua orang . Kau bisa tidur dibagian kiri dan aku dikanan. ”

” tapi Baek… ” Yoo Eun ragu-ragu untuk tidur bersama Baekhyun.

” Aku tidak akan melakukan hal yang kurang ajar padamu. Tidurlah, palli ”

” keuge aniyo… aku tidak bisa tidur dengan seseorang, ketika orang itu belum tidur. ” Yoo Eun menundukkan kepalanya.

Baekhyun berdecak ” aish, ah sudahlah, aku akan keluar dan kembali. Kau harus tidur ketika aku kembali. ” .

” Bisakah… kau, tidur dikamar Taehyung ? ”

” apa dia tidak akan curiga ketika aku secara tiba-tiba tidur dikamarnya karena menyembunyikan seorang yeoja dikamarku ? Lagipula kasurnya hanya untuk satu orang saja ” jelas Baekhyun panjang lalu pergi dari kamarnya meninggalkan Yoo Eun.

Yeoja itu hanya berdiam diri dikamar Baekhyun. Binggung apa yang harus dilakukannya sekarang. Apakah lebih baik langsung tidur saja pikir Yoo Eun.  Yeoja itu pun menaiki kasur Baekhyun dan berbaring disana.

Diluar sana Baekhyun duduk diruang keluarga menonton tv . ” baru kali ini aku melihat ada yeoja seperti itu, ck ” Baekhyun tertawa sendiri mengingat kejadian tadi.

” Aku tidak bisa membiarkannya kedinginan tidur diluar kamar. ”

Sudah sekitar 15 menit Baekhyun menonton tv diruang keluarga namja itnlu berfikir mungkin Yoo Eun sudah tidur, dan dia mematikan tv meninggalkan ruang keluarga.

” Yoo Eun-ah… kau sudah tidur ? ” Baekhyun menutup pintu kamarnya.

” Ne ? ” Yoo Eun berbalik, Baekhyun menepuk dahinya ketika mengetahui bahwa Yeoja dihadapannya ini belum tidur SAMA SEKALI.

“Ya ! Kenapa kau belum tidur ? Aku sudah lama menunggumu untuk tidur tahu. Astaga, yeoja ini benar-benar… ” Baekhyun menaiki kasurnya dan menyelimuti dirinya dengan selimut.

” Ya ! Baekhyun-ssi ” Yoo Eun kaget melihat Baekhyun menaiki kasurnya sendiri.

” kau ini bagaimana jika menikah denganku ?! Lagipula, nanti kita akan tidur dikasur yang sama, dasar bodoh ”

Yoo Eun hanya terdiam ” Aku tidak akan melakukan hal yang aneh kepadamu. ” Namja itu menaruh sebuah guling ditengah-tengah dirinya dan Yoo Eun.

” Ini adalah perbatasan kita. Tidak ada yg boleh melewati ini ” kata Baekhyun sambil menunjuk gulin yang baru saja ditaruhnya.

” Baiklah ” Yoo Eun mengangguk .

AUTHOR POV END *

♥♡♥♡

Yoo Eun Pov *

Aku terbangun dari mimpiku. Aku melihat Baekhyun, namja itu masih tertidur disampingku. Guling masih berada ditengah-tengah kami berdua. Syukurlah, namja itu benar-benar tidak melakukan hal yang aneh kepadaku.

Bukankah namja ini ketua kelompok berandalan didekat rumahku, suka mencegat orang, dan terkenal Bad Boy.

Tapi… mengapa ia bisa dengan begitu mudahnya tidur dengan yeoja dan… tidak melakukan sesuatu yang aneh.

Tidak, aku tidak berharap dia melakukan sesuatu hal yang aneh kepadaku, tapi bukankah bisanya bad boy selalu menganggu wanita. Benar bukan.

Apakah namja disebelahku satu ini bisa dibilang namja yang baik ? Kulihat wajah Baekhyun saat tidur, wajah dingin dan evil smirk yang selalu terlihat diwajahnya itu hilang digantikan oleh wajah… ya, ehm, mungkin seperti malaikat. Mungkin.

Aku merasa hatiku tenang ketika melihat wajahnya saat tidur. Kulihat jam dinding kamar Baekhyun sekarang sudah jam 8.15. Astaga, ini sudah siang, aku harus keluar dari kar ini sebelum Taehyung mengetahui kalau aku tidur dikamar Baekhyun.

Aku segera beranjak dari kasur Baekhyun dan keluar dari kamarnya. Aku menuruni tangga dan melihat kebawah apakah ada Taehyung atau tidak.

” Syukurlah, sepertinya tidak ada ”

Aku menghela nafas lega. Lalu aku pergi menuju kamarku dan, Astaga aku lupa kamarku terkunci. Aku menepuk dahiku, nan paboya jinjja. Aku menuju dapur dan mengambil air minum, tak lama kemudian Taehyung keluar dari kamarnya dan menyapaku.

” morning, noona ” kata Taehyung lalu mengambil air minum juga.

” ne, morning Taehyung-ah ” apa yang harus kulakukan. Jangan gugup Yoo Eun ! Andwae ! Tiba-tiba bel rumah berbunyi, aku saling berpandangan dengan Taehyung. Siapa yang datang dipagi hari seperti ini ?

” Biar aku saja yang buka pintunya ” Aku meletakkan gelasku dimeja dan pergi kearah pintu dan membuka pintunya.

” Eo… eomma dan appa? Daehyun ahjussi ? Hayoung ahjumma? Kalian sudah pulang ? ” Aku kaget ketika yang muncul saat aku membuka pintu yang keluar adalah eomma dan appaku dan Baekhyun.

” Silahkan masuk ahjussi, ahjumma, eomma-abeoji… ” kata Taehyung mempersilahkan mereka masuk.

“Akhirnya, sampai juga dirumah ” Kata Daehyun ahjussi

” Bagaimana, rasanya tinggal disini Yoo Eun ? ” aku kaget ketika eomma bertanya sesuatu kepadaku.

” ne ? Ah, keuge… Baekhyun dan Taehyung bersikap sangat baik kepadaku. ”

Aku memasang senyum palsuku, ya tuhan semoga mereka tidak tahu bahwa aku tidur dikamar Baekhyun semalam. Apakah anak itu masih tidur huh ?

” Yoo Eun-ah, neo eodiya ? Kenapa saat aku bangun kau sudah pergi ? ”

Suara itu, aku langsung menoleh kearah suara itu, dan itu Baekhyun. Namja itu masih mengusap matanya, namja itu sepertinya baru saja bangun tidur .

Bodoh. Sangat bodoh kenapa namja itu berkata seperti itu, apakah dia tidak melihat ada eomma, appa disini ? Pabo !

” kalian… tidur bersama ? ”

Pertanyaan Taehyung membuat mulutku tidak bisa berkata apa-apa. Ini semua salah Baekhyun , kenapa namja itu mengatakan hal yang bodoh. Aku hanya terdiam menundukkan kepalaku.

” Eomma? Abeoji ? ka, kapan kalian datang ?”

Namja bodoh. Kenapa dia baru menyadarinya? Dan disini bukan hanya ada eomma dan appamu, eomma dan appaku juga ada disini ! Bahkan Taehyung juga ada. Hening sesaat, Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut kedua orang tua kami. Aku dan Baekhyun hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala.

” Benarkah itu ? Apa benar kalian tidur bersama ? ” Pertanyaan Eomma memecah keheningan .

Aku langsung melihat eommaku dan ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi

” Bukan, bukan seperti itu eomma, tadi… ”

” aku tidak percaya ini terjadi ”

Hayoung ahjumma memotong perkataanku. Baekhyun tolong katakan sesuatu, jebal.

” Dengarkan penjelasan kami dulu eomma ”

Bagus, telepatiku tersampaikan.

”  Tadi malam, aku dan Yoo Eun pergi jogging. Dan… dia menghilangkan kunci kamarnya ” jelas Baekhyun.

” Mianhae ” aku masih menundukkan kepalaku.

” Karena, kunci kamar tamu hilang, jadi aku… menyuruh dia untuk tidur dikamarku ”

” Bagaimanapun, kalian baru saja dijodohkan. Kenapa kau tidak tidur dikamar Taehyung saja ? ” tanya appa Baekhyun. Aku sudah bilang kan ? Lebih baik namja ini tidur dikamar namdongsaengnya saja.

” ayolah, abeoji. Kasur Taehyung hanya bisa ditiduri satu orang saja ” bela Baekhyun.

” Apakah kau lupa Baekhyun ? Kunci cadangan kamar tamu ada di lemari bukan ? ” kata Hayoung ahjumma, kulihat Baekhyun hanya memukul dahinya.

” astaga, aku lupa ! Aku benar-benar lupa eomma, aku bersumpah ! ” benar-benar namja yang bodoh. Aku tetap tidak bersuara, aku hanya terus menundukkan kepalaku. Menatap lurus kebawah.

” stop. Aku sudah tidak mau tahu lagi. Acara pertunangan kalian akan lebih dicepatkan ” apa ?! Apakah eomma tidak salah berbicara ?

” M… MWO ?! ” aku dan Baekhyun kaget bersamaan.

” Ayolah eomma… kenapa harus dicepatkan ?! ” sekarang aku berdiri mencoba membela diriku.

” Lusa adalah hari sabtu. Acara pertunangan kalian akan diadakan malam itu juga. ”

Secepat inikah ? Bagaimana dengan Luhan ?

” Dan… mulai besok, kalian akan tinggal di apartement yang sama ” mataku membesar karena kaget mendengar perkataan appaku. Apakah aku salah dengar ?

” Ahjussi, tidakkah kalian berpikir terlebih dahulu ? ” kata Baekhyun

” masalah apartement kami sudah memikirkannya dari kemarin, dan kami sepakat untuk menempatkan kalian diapartement yang sama ” oh god, please help me.

” Sekarang, Yoo Eun-ssi ayo kita pulang, kemasi barangmu karena kau besok akan pindah ke apartement itu ”

Aku hanya mengangguk walaupun dengan terpaksa. Didalam kamar aku mengemasi barangku sambil memikirkan Luhan, demi orang tuaku… haruskah aku meninggalkan orang yang sangat kucintai ?

Aku tidak bisa membatalkan pertunangan ini ! Tidak. Dan aku harus hidup dengan seorang namja yang entah… kucintai apa tidak. Aku sudah selesai mengemasi barangku dan keluar dari kamarku.

Eomma langsung menegurku ketika aku sudah berdiri diruang tamu dengan koperku.

” apa kau sudah selesai ? Kajja ”

Aku membungkuk hormat kepada eomma dan appa Baekhyun lalu pergi meninggalkan rumahnya itu .

Yoo Eun POV END *

♥♡♥♡

Author Pov *

Yoo Eun hanya melihat kearah jendela selama perjalanan kerumahnya. Ratusan pertanyaan yang tidak terjawab selalu menghantui pikirannya.

Yoo Eun hanya melamun, haruskah dirinya meninggalkan Luhan ? Ayolah, hari sabtu nanti dia akan bertunangan dengan Baekhyun dan besoknya dia akan pindah ke apartement yang sama dengan Baekhyun.

Bahkan dia juga belum memberi jawaban kepada Luhan dan Baekhyun, yeah, jawaban pernyataan cinta. Dan sampai sekarang yeoja itu masih bingung dia harus memberi jawaban apa, dan siapa seharusnya yang ia tolak, dan siapa yang seharusnya dia terima .

Yoo Eun merasa kepalanya sangat sakit sekarang karena banyak yang difikirkannya.

” kau kenapa Yoo Eun ? Apa kau keberatan jika Lusa kau akan bertunangan dengan Baekhyun ? ” Yeoja itu langsung menoleh , melihat eommanya.

” aniyeo eomma, nan gwaenchana. Tapi… bukankah lusa itu terlalu cepat ? ” Yoo Eun benar-benar berharap eommanya itu bisa membatalkan atau menunda cara pertunangannya.

” Sebenarnya kami sudah merencanakan semuanya dari awal Yoo Eun-ah, sejak kami berlibur kami sudah merencanakannya ” lanjut Ahra. JoonMyeon hanya diam tidak berbicara satu katapun.

” Tapi eomma… Bagaimana dengan sekolahku ? Bukankah ini akan melanggar peraturan sekolah ? ”

” Kita hanya melakukan pertunangan Yoo Eun-a. Tidak menikah. ” Yeoja itu menghela nafas pasrah. Jika ini yang terjadi, yasudahlah.

” Baiklah eomma… tapi, aku ingin memberitahukanmu satu hal. Percayalah padaku, aku tidak melakukan apapun dengan Baekhyun, kami hanya tidur sekamar karena kunci kamarku hilang ” Yoo Eun berusaha meyakinkan eommanya.

” Arraseo… aku percaya padamu uri adeul… ” kata Ahra.

Mereka sudah sampai dirumah. Yoo Eun membawa barang bawaannya menuju kamar dan mengunci dirinya dikamar.

” Jika ini memang yang terbaik… aku akan melakukannya ” yeoja itu duduk diatas kasurnya sambil memeluk kedua lututnya.

” Dan… jika ini akan membuat orang tuaku bahagia, aku akan melakukannya. Mungkin ini memang seharusnya aku meninggalkan… Luhan ” Yeoja itu menangis tanpa ada suara isakan tangis yang keluar dari mulutnya.

♥♡♥♡

Yoo Eun tidak makan malam kali ini. Eommanya sudah mengetuk pintu kamarnya dan membujuk yeoja itu agar makan malam. Tapi yeoja itu hanya menjawab bahwa dia tidak akan makan malam kali ini. Akhirnya wanita paruh baya itu menyerah untuk membujuk anaknya makan malam.

” yasudahlah, mungkin dia sedang membutuhkan waktu sendiri ” kata Ahra pergi meninggalkan kamar anaknya itu, Yoo Eun.

” Apa kau sudah berhasil membujuknya ? ” kata JoonMyeon melihat istrinya turun dari tangga. Ahra hanya menggelengkan kepalanya menunjukkan jawaban ‘ Tidak ‘ .

” yasudahlah, mungkin dia butuh waktu untuk menyendiri ” JoonMyeon menghela nafasnya.

” Menurutku juga begitu. ”

” HyungSeok akan datang dari Amerika besok, lusa dia harus menghadiri acara pertunangan Yoo Eun dan Baekhyun ”

Jelas JoonMyeon. Ya, Hyungseok. Kakak laki-laki Yoo Eun yang sedang melanjutkan kuliahnya di Amerika akan kembali ke Seoul untuk menghadiri acara pertunangan adik perempuannya itu.

” Benarkah ? Anak itu bahkan tidak ada menghubungiku sudah beberapa minggu ini ” kata Ahra. Tiba-tiba ponsel JoonMyeon berbunyi. Dan yang menghubunginya adalah Daehyun, appanya Baekhyun.

” ya… ada yang ingin aku tanyakan kepadamu. Menurutmu siapa saja yang akan kita undang di acara pertunangan Yoo Eun dan Baekhyun ? ”

” mungkin lebih baik, kita hanya mengundang keluarga dekat dan teman dekat saja. ”

” ide yang bagus. Baiklah kalau begitu. Keurom ”  Daehyun memutuskan panggilannya.

♥♡♥♡

JAM 8.30 ks

Seorang namja bertubuh tinggi dan memakai kacamata hitam sedang berjalan keluar dari Incheon International Airport dengan sebuah koper besar berwarna hitam berada ditangannya.

Namja itu memanggil taksi dan memasukkan barangnya kedalam bagasi taksi itu. Yeah, seperti penumpang biasanya, dia memberitahukan alamat yang ditujunya kepada supir taksi itu. Namja itu menghubungi seseorang melalui ponselnya.

” Halo… Appa ? Ini aku, Hyungseok apakah appa ada dirumah ? ”

” … ”

” Baiklah, mungkin sekitar 10 menit lagi aku akan sampai dirumah ” Namja itu memutuskan telponnya.

Ya, Namja berparas tinggi itu adalah Park Hyungseok, kakak laki-laki Yoo Eun satu-satunya. Yeoja itu sangat menyayangi kakaknya itu.

Begitu juga dirinya, ia benar-benar sudah tidak sabar ingin menemui yeodongsaengnya selama hampir setahun tidak bertemu. Bahkan, namja itu sangat senang ketika mendengar kabar dari appanya bahwa adik perempuannya itu akan ditunangkan dengan seseorang.

Hyungseok tertawa sendiri, ketika membayangkan dirinya sendiri belum menemukan satu perempuan yang cocok dengan dirinya. Sedangkan yeodongsaengnya sudah memiliki tunangan.

” Ah, kita berhenti dirumah yang berwarna putih itu ”

Kata Hyungseok sambil menunjuk rumah yang dimaksudnya. Supir itu hanya mengangguk memberhentikan taksinya dirumah yang ditunjukkan oleh HyungSeok.

” Gamsahamnida ”  HyungSeok membungkuk membayar tarif perjalanan taksi tersebut setelah supir taksi itu mengeluarkan kopernya dari bagasi taksi itu.

HyungSeok berjalan menuju gerbang pintu rumahnya lalu menekan bell rumahnya. Lalu, pintu gerbang itu terbuka secara otomatis, namja itu langsung memasuki rumahnya.

” Eomma ! Appa ! Aku pulang ” Teriak HyungSeok langsung memeluk eomma dan appanya.

”  Aigoo, kenapa kau tidak sama menghubungiku akhir-akhir ini HyungSeok-a ” kata Ahra.

” Mianhae eomma, aku sibuk. Jadwal kuliahku sangat padat akhir-akhir ini. Tapi, aku akan berlibur beberapa hari disini mungkin seminggu ” Kata HyungSeok tersenyum.

” Hanya seminggu ? ” Apakah itu bisa disebut lama ? Pikir Ahra.

” Mungkin lebih. Ah ya, dimana Yoo Eun ? ” HyungSeok melihat disekelilingmya mencari Yoo Eun.

” Entahlah, anak itu sejak dari tadi malam mengurung dirinya dikamar. Tadi malam dia bilang tidak ingin makan malam, dan tadi pagi dia juga tidak ada keluar dari kamarnya. ” Jelas Ahra.

” Jadi, dia tidak sarapan ? ” Ahra hanya menggelengkan kepalanya menunjukkan jawaban ‘tidak’.

” Kau, tolong bujuklah dia untuk makan. Biasanya anak itu selalu mendengarkanmu. Aku takut anak itu ada kenapa-kenapa karena terus mengurung dirinya dikamar dari tadi malam. ”

HyungSeok hanya mengangguk menuruti perintah eommanya. Namja itu berjalan menaiki tangga rumahnya, menuju kamar Yoo Eun dan mengetuk pintu kamar Adiknya itu.

” Yoo Eun-ah, kau kenapa ? Eomma bilang kau tidak ada makan dari tadi malam… keluarlah ” kata HyungSeok sambil mengetuk pintu kamar Yoo Eun.

Sedangkan yeoja itu didalam kamar mengerutkan keningnya, ia merasa suara itu sangat familiar baginya.

” I-itu, suara siapa ? Sepertinya aku mengenalinya ”

Yoo Eun terus memutar otaknya, mengingat suara siapa itu. Yeoja itu bukannya tidak ingin keluar dari kamarnya. Dia hanya tidak ingin seorangpun melihat matanya yang sembab.

Dan dia mengurung dirinya dikamar sampai kantong matamya itu hilang, yeah, usahanya tidak sia-sia. Sekarang kantong matanya sudah hilang dan dia masih memutar otaknya memikirkan suara siapa yang memanggilnya barusan diluar sana.

” Yoo Eun-ah ini HyungSeok oppa, buka pintunya. Kau ini kenapa ? Ayo, bicaralah dengan oppa ”

HyungSeok terus membujuk Yoo Eun agar keluar dari kamarnya. Begitu mendengar kata-kata ‘ HyungSeok ‘ yeoja itu langsung beranjak dari kasurnya dan membuka pintu kamarnya.

” O… Oppa ! Nan jinjja bogosipeoyo oppa ! ”

Yoo Eun langsung memeluk HyungSeok. HyungSeok hanya tertawa kecil, membalas pelukan adiknya itu.

” aigoo, uri yeodongsaeng, nado ” kata HyungSeok melepaskan pelukannya. Begitu juga dengan Yoo Eun yeoja itu juga melepaskan pelukannya.

” Eomma bilang, kau belum makan dari tadi malam. Kajja, kita sarapan diruang makan. ”  Yoo Eun menggelengkan kepalanya, menolak ajakan HyungSeok untuk makan dibawah, ruang makan.

” aku tidak mau makan disana. Aku tidak mau turun ” HyungSeok hanya menatap Yoo Eun dengan tatapan binggung, ‘ ada apa dengan anak ini ? ‘ pikirnya.

” Apa boleh buat, makan dikamar saja ne ? Mau ? ” Yoo Eun mengangguk menerima tawaran kakaknya itu.

HyungSeok turun melalui tangga menuju ruang makan dan mengisi dua gelas dengan air putih.

” Apakah, kau berhasil membujuknya ? ” Ahra menghampiri HyungSeok dengan raut wajah khawatir. HyungSeok menganggukkan kepalanya.

” Ne, tapi dia bilang dia tidak ingin makan disini. Jadi aku membawakan makanan ini kekamarnya ” jelas namja itu sambil mengambil dua piring berisi makanan yang sudah di-isi oleh pelayan dirumahnya.

” Apakah dia mengatakan sesuatu ? ” tanya Ahra. HyungSeok menjawab ‘tidak’ .

Namja itu pergi dari ruang makan menuju kekamar Yoo Eun. HyungSeok mengetuk pintu kamar Yoo Eun dengan kaki kirinya, karena kedua tangannya memegangi nampan berisi dua piring dan minuman.

Yoo Eun langsung membuka pintu kamarnya lebar-lebar membiarkan HyungSeok masuk. Mereka berdua duduk dengan makanannya yang ditaruh di meja berbentuk bundar berukuran sedang.

” oppa, apakah kau sudah menemukan yeoja yang cocok denganmu, bisa dibilang… yeojachingumu ” kata Yoo Eun membuka pembicaraan setelah menyuapkan satu sendok makanan kemulutnya.

” ck, ani… aku sedang sibuk kuliah, aku ingin fokus kepada kuliahku dulu ” kata HyungSeok. ” Dan kau, telah mendahuluiku ” tambahnya.

” Ya ! Aku tidak salah. Oppa yang salah, tidak mencari yeojachingu. ”

” Kau itu dijodohkan, pa.bo. ” kata HyungSeok dingin. Sedangkan Yoo Eun yang baru kali ini melihat kakaknya seperti itu, tentu saja terkejut.

” m… mwo ? Pa, pabo ?! Ya ! Oppa, sejak kapan kau berbicara begitu kepadaku huh ?! ” Yoo Eun memukul lengan HyungSeok dengan pukulan kecilnya itu.

” Mian… mian, ahahaha miaaan ” HyungSeok tertawa sambil minta maaf, sedangkan Yoo Eun kembali menyuapkan satu sendok makanannya kedalam mulutnya.

” Ah ya, bagaimana namja yang akan kau nikahi itu ? ” pertanyaan HyungSeok membuat Yoo Eun terdiam selama beberapa detik.

” kuperingatkan, bukan menikah, tetapi kita akan bertunangan. aku dan dia belum tentu akan menikah. ”

“Dan… aku juga belum terlalu mengenal namja itu jadi… yeah, begitulah ” lanjutnya sambil menggidikkan bahu.

Yoo Eun sebenarnya ingin menceritakan semua tentang apa yang dilakukan Baekhyun terhadapnya kepada HyungSeok. Tetapi, entah kenapa yeoja itu mengurungkan niatnya untuk memberitahu HyungSeok apa yang terjadi sebenarnya.

Yeoja itu sudah mulai menerima BaekHyun dihatinya tanpa dia sadari. Yeoja itu hanya tahu bahwa entah kenapa perasaan cintanya kepada Luhan sedikit… mulai berkurang.

” Ah ya… apa kabarnya Luhan ? Apakah dia sehat-sehat saja ? ” Pertanyaan HyungSeok kembali membuat Yoo Eun terdiam beberapa detik lebih lama dari yang tadi.

” oh… Luhan ? Ya… dia baik-baik saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan ”

” ah… begitu. Ya, apakah dia akan datang kesini lagi ? ” Tanya HyungSeok, namja satu ini memang sangat dekat dengan Luhan. Luhan mungkin bisa dibilang salah satu teman yang lumayan dekat dengannya di seoul. Walaupun Luhan lebih muda beberapa tahun darinya.

” Entahlah… kenapa kau terus bertanya tentang Luhan ? Jangan-jangan oppa… tidak mungkin, apa oppa gay ? ”

” mwo ?! Pabo ! Aku bukan gay bodoh !! ” namja itu menjitak kepala adiknya pelan.

” ya… habisnya kau… ” Yoo Eun mengelus kepalanya.

” Aku sudah selesai makan. Apa kau sudah selesai makan ? Biar oppa bawakan. Ingat, A.KU. BU.KAN.LAH. SE.ORANG. GAY ! Mengerti ?! ”

Namja itu mengambil piring Yoo Eun dan membawanya keluar. Yeoja itu hanya menjawab ‘ya’ dengan suara yang sangat pelan.

” Aish, sudah hampir setengah tahun tidak bertemu dan dia malah seperti ini. Ah sudahlah ”

Tiba-tiba ponsel Yoo Eun bergetar. Yeoja itu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya, mata yeoja itu membulat dengan sempurna ketika melihat nama orang yang menelfonnya itu.

‘ Xi Luhan ‘

” Astaga… dia menelfonku ! eotte ? ” Yeoja itu bingung bukan main, dan pada akhirnya yeoja itu menerima panggilan dari Luhan.

” Yeo… yeoboseyo ? ”

“Naega… Luhan ” jawab Luhan.

” Aku tau, ada apa kau menelfonku ? ”

” Aku… meminta jawabanmu, mau kah kau… menjadi… y-yeojachinguku ? ”

Oke, Yoo Eun sekarang menyesal telah menerima panggilan dari Luhan. Yeoja itu sama sekali belum tau jawaban apa yang harus dia berikan kepada Luhan.

” A-aku… ” Yeoja itu menggantungkan kalimatnya.

‘ Apa jawaban yang harusku berikan ? Aku, masih mencintainya tapi… Baiklah, ya tuhan… semoga jawaban yang kuberikan ini tidak akan membuatku menyesal ‘  Yoo Eun berkata dalam hatinya.

” Yoo Eun. Apa jawabanmu ? ” perkataan Luhan membuyarkan lamunannya.

” maaf… ”

“Aku tidak bisa… ” lanjutnya.

Hening. Tidak ada yang berbicara sesaat.

” Aku mengerti, tapi, aku harap kau jangan menjauhiku hanya karena kejadian ini ” kata Luhan memecahkan keheningan itu.

” tidak, kita akan terus berteman. Aku tidak mungkin menjauhimu… ”

” Kau… adalah sahabat yang sangat berarti bagiku ” lanjut Yoo Eun.

” Baiklah, kalau begitu… bye ” Luhan memutuskan sambungannya.

Namja itu menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya itu. Luhan menundukkan kepalanya. Tidak, dia tidak menangis… namja itu mencoba untuk tidak menangis hanya karena cintanya ditolak, Luhan memang sudah langsung menyukai Yoo Eun ketika pertama kali melihat yeoja itu.

Dan pertahanan namja itu runtuh. Ia menangis dalam diam.

Ini bukan Luhan yang seperti biasanya.

Sedangkan Yoo Eun, Yeoja itu mengurungkan dirinya kembali dalam kamar dan menangis. Berbeda dengan Luhan, yeoja itu tidak mencoba untuk menahan tangisnya. Justru yeoja itu ingin mengeluarkan tangisnya sampai dia lega.

Yoo Eun mengambil handphonenya untuk mengirimkan pesan kepada Ji Hyun.

* Yoo Eun : ‘ ada yang perlu aku ceritakan kepadamu. Maukah kau menemaniku sebentar ? Di macaron cafe. ‘

Ji Hyun : Apa yang ingin kau ceritakan ? Baiklah , sekarang saja ne? Aku akan kesana sekarang juga

* Yoo Eun : ‘ Ne, aku akan pergi ‘

Yoo Eun berjalan menuju wastafel dikamar mandinya dan membersihkan wajahnya agar tidak terlihat bahwa dia habis menangis.

Yoo Eun memakai coatnya itu dan mengambil tasnya. Yeoja itu menuruni tangga rumahnya.

” Yoo Eun-ah , kau mau pergi ke mana ? ” Tanya Ahra ketika melihat anaknya itu.

” Aku pergi sebentar menemui Ji Hyun di macaron cafe, eomma ” Yoo Eun pergi setelah mencium pipi eommanya itu.

” Hati-hati ! astaga anak itu, selalu saja… ”

♥♡♥♡

Ji Hyun duduk sambil meminum bubble tea taro pesanannya.

” ah, Hai Ji Hyun-a . Apa kau sudah lama menunggu ? ”

” tidak, aku baru saja sampai sekitar, lima menit yang lalu mungkin. ” Kata yeoja itu sambil menggidikkan bahunya.

” Jadi, apa yang kau ingin ceritakan kepadaku ? Aku akan mendengarkannya ”

” aku akan to the point saja ya, L-Luhan menyatakan cintanya kepadaku hari rabu kemarin, dan… dia, kembali meminta jawabannya kepadaku sekarang ”

” Sudah kuduga ”

Ji Hyun mejawab dengan dingin, dan kembali meminum babble teanya.

” Jadi ? K-kau sudah tau ? Bagaimana bisa ? ”

Yoo Eun hanya bisa terkejut memandang sahabatnya itu. Bagaimana bisa Ji Hyun sudah mengetahui hal itu sebelum dirinya menceritakan apa yang terjadi. Apa mungkin Luhan yang menceritakannya ?

” Yeah, Luhan sempat bercerita kepadaku tentang rencananya ketika dia akan menyatakan cintanya padamu. Aku juga sangat kaget saat dia bilang dia sudah menyukaimu saat pertama melihatmu, Yoo Eun ”

” Lalu.. apa jawaban yang kau berikan ? Bisa kutebak… kau pasti menerimanya. Itu sangat mudah ditebak hahaha ” Lanjut Ji Hyun dengan tawanya.

” Tidak… aku menolaknya ”

Ji Hyun langsung menghentikan tawanya dan mata yeoja itu membulat dengan sempurna.

” K-kau menolaknya ? Jangan bercanda. ”

” Tidak, aku serius. Sangat serius ” Yoo Eun menatap mata sahabatnya itu.

” Bagaimana bisa ? Jika alasannya hanya karena kau takut akan di bully oleh fans Luhan, itu adalah alasan terkonyol yang pernah aku dengar. Lebih baik kau telfon Luhan sekarang. ”

” Bukan, bukan karena itu, dengarkan aku bercerita dulu okay ? Dan kau harus berjanji tidak akan memberi tahu siapapun ” Ji Hyun mengangguk.

” Aku sudah memberi kepercayaan kepadamu, kumohon jangan kecewakan aku. Karena kita sudah berteman dua tahun lebih ” kata Yoo Eun kembali, lagi-lagi Ji Hyun menganggukkan kepalanya. Dan menatap Yoo Eun dengan tatapan serius.

Yoo Eun menarik nafasnya sejenak dan mengeluarkannya.

” Aku… akan bertunangan dengan Byun Baekhyun ”

” M-MWO ??!! ” Ji Hyun berdiri menggebrak meja itu. Seketika pengunjung macaron cafe langsung menoleh kearahnya dengan tatapan bingung.

” ssst ! kau menarik perhatian pengunjung disini  ! ”

Ji Hyun bahkan tidak memperdulikan itu, dan kembali duduk.

” A-Apa kau… ” Ji Hyun menunjuk perut Yoo Eun dengan tatapan tidak percayanya. Yoo Eun yang kaget dengan perilaku sahabatnya itu langsung memukul kepala Ji Hyun.

” Pabo. Aku tidak hamil bodoh ! Appaku dan appanya Baekhyun bersahabat. Dan… mereka menjodohkanku dengan namja itu. ”

” Dan, itu alasan mengapa kau menolak Luhan ? ”

Yoo Eun menganggukkan kepalanya.

” Bukankah kau masih menyukai Luhan ? Dan, kau bisa menolak perjodohan itu bukan ? ”

” Tidak, tidak bisa. Eomma dan appa bilang mau tidak mau aku dan dia harus mau. Lagipula… aku sudah pernah berjanji kepada tuhan aku akan selalu mengikuti perkataan orang tuaku ”

Dan kali ini Ji Hyun yang mengangguk memberi tanda bahwa dirinya mengerti perasaan dan keadaan yang dialami oleh sahabatnya itu.

” Ya, apa kau sekarang sudah tidak menyukai Luhan lagi ? ”

” yeah, aku masih menyukainya. Tapi, entahlah aku juga bingung  aku merasa perasaanku terhadapnya sedikit berkurang ”

Ji Hyun menepuk dahinya ringan sambil menghela nafas. Bisa-bisanya sahabatnya itu yang biasanya selalu tergila-gila oleh Luhan dan sekarang cintanya terhadap Luhan berkurang. Mustahil baginya.

” Dan, yang lebih parahnya lagi… hari selasa kemarin, Baekhyun juga menyatakan cintanya kepadaku. Dan sampai sekarang aku juga belum memberi jawabannya ” keluh Yoo Eun.

” Mwo ?! Baekhyun juga menyatakan cintanya kepadamu ? ini gila, benar-benar gila  ”

” apa yang kau maksud dengan gila ? Kepalaku hampir pecah karena semua masalah ini ”

” Lalu ? Apakah kau menyukai Baekhyun sekarang ? ” Ji Hyun menatap sahabatnya itu dengan menaikkan satu alisnya.

” Aku benar-benar tidak tahu. Entah kenapa jika aku berada disampingnya… jantungku berdetak dengan cepat ”

” Tapi… aku belum memberi jawaban padanya. Besok kami akan bertunangan. ” Lanjut Yoo Eun

Ji Hyun hanya memutar kedua bola matanya dengan malas .

” Kau menyukainya bodoh. ”

” Aku juga berfikir begitu, tapi… aku tidak terlalu yakin dengan perasaan semacam itu. Perasaan seperti ini hanya pernah kurasakan saat bersama Luhan saja ”

Yoo Eun kembali mengaduk coffenya yang baru datang lalu meminumnya.

” Kau benar-benar wanita beruntung. Disukai oleh dua orang laki-laki populer disekolah ” Ji Hyun berdecak.

♥♡♥♡

Dae Hyun menelfon seseorang, teman dekatnya.

” yeoboseyo ? ” Jawab seseorang yang menjawab panggilannya itu.

” Maaf, apa aku bisa berbicara dengan Li You ? ”

” ah, maaf abeojiku sedang pergi. Apa ada yang perlu disampaikan ? ”

” ah, kau anaknya ne ? Keuge… bilang kepada Li You datanglah besok malam kerumahku, akan ada acara pertunangan anakku ”

” ah ne, ini dari siapa ? ”

” Aku Dae Hyun, teman kerja Li You. Kau juga boleh datang ” Senyum Dae Hyun dibalik telfon.

” Ne, aku akan menyampaikannya. Gamsahamnida ”  Kata Luhan. Dae Hyun memutuskan panggilannya itu.

” Aku pulang, hari ini sangat melelahkan ” seseorang muncul dipintu depan.

” Ah, abeoji. Tadi ada yang menelfon. Katanya dia adalah teman kerja abeoji. ”

” Siapa namanya ” tanya Li You sambil mengambil air minum didapur.

” Dae Hyun ”

” Ah !  Dae Hyun ? Dia bilang apa ? ”

Luhan menjelaskan kepada Li You apa yang disampaikan oleh Dae Hyun tadi. Li You hanya menganggukkan kepalanya. Luhan juga berkata apa yang dikatakan oleh Dae Hyun, bahwa namja itu juga boleh datang diacara teman kerja appanya itu.

” Lebih baik aku ikut, dari pada diam sendiri dirumah saat sabtu malam. Karena eomma sedang pergi ke beijing ”

Itu memang benar, eomma Lu Han, Shi Na. Selalu pergi setiap dua minggu sekali untuk bertemu dan merawat ibunya yang sudah tua. Walaupun keluarga Lu Han termasuk keluarga yang kaya raya, mereka tidak menyewa atau memperkerjakan seorang pelayan untuk merawat neneknya itu.

Beijing adalah kota kelahiran Luhan. Ayah dan Ibunya juga orang Beijing. Namja itu pindah ke Seoul, Korea Selatan, karena perusahaan ayahnya harus pindah ke Seoul. Entah karena apa.

Balik pada keadaan sekarang, Li You membolehkan Luhan untuk pergi bersamanya keacara pertunangan… ehm, Yoo Eun dan Baekhyun besok malam. Walaupun dia tidak tahu siapa yang akan bertunangan.

AUTHOR POV END *

♥♡♥♡

YOO EUN POV *

– SATURDAY, 16.45 ks. –

Aku menatapi diriku dicermin sambil berfikir, ketika jam akan berdenting menunjukkan pukul 17.00 aku dan Baekhyun harus keluar dari ruangan ini secara bersamaan.

Ini semua ide eomma, bahkan ketika keluar dari ruangan ini tanganku dan Baekhyun harus saling mengenggam satu sama lain. Ide yang gila.

Aku berdiri dari kursi riasku dan berdiri berjalan menuju pintu dan membukanya sedikit. Aku penasaran bagaimana keadaan diluar, dan aku melihat hmm, mungkin kurang lebih sembipan puluh orang. Ah, aku sangat gugup.

” Ya. Apa yang kau lakukan ? ”

Astaga, aku dibuat terkejut olehnya. Kulihat namja itu berdiri dibelakangku dengan kedua tangannya dimasukkan ke saku celananya. Entah, kenapa… aku merasa namja itu terlihat tampan malam ini. Belum lagi, dengan sapu tangan dan bunga mawar di saku bajunya.

” Halo… Yoo Eun-ssi apa yang kau lihat ? ”

Deg.

Astaga. Apa yang kulakukan ? Aku memandanginya terlalu lama, dan… ayolah, kenapa aku bisa berfikir bahwa namja itu terlihat… ah, sudahlah.

” T-tidak… aku hanya ingin melihat keadaan diluar. ” Kataku sambil mengalihkan pandanganku kecermin dan berpura-pura mengecek dandananku kembali.

” Kau sudah cocok dengan dress ungumu itu. Neomu yeoppo ”

Mwo ?

Aku melihat pantulan bayangan Baekhyun dari cermin. Namja itu sedang berjalan menuju kearahku.

Yeop…peo ?

Kenapa… aku merasa hatiku berdetak dengan sangat cepat ? Dan aku…

Ding~ Dong~

Damn it.

Sial, kenapa harus sekarang jam itu berbunyi. Ayolah !

” kajja ”

Baekhyun mengulurkan tangannya kepadaku sambil tersenyum. Aku melihat, ini bukan seperti Baekhyun yang biasanya. Baekhyun si ketua kelompok berandalan. Baekhyun yang sering memojokkanku ? Berkata mesum, yeah, sesekali. Dan sekarang namja itu tersenyum kepadaku seperti… malaikat, mungkin.

Baiklah, aku mengulurkan tanganku.

Baekhyun menyelipkan jarinya disela-sela jariku. Tangan kami saling menggenggam satu sama lain. dan yeah, aku dan Baekhyun berjalan bersamaan keluar dari kamar ini.

Banyak sekali sepasang mata yang melihat kami berdua. Aku dan Baekhyun berdiri didepan semua tamu.

” Pada malam ini, kita semua akan mengadakan pertunangan Byun Baek Hyun dan Park Yoo Eun ” Kata Taehyung yang menjadi mc pada acara ini.

Aku hanya tersenyum kepada tamu-tamu dihadapanku. Sedangkan tanganku dan Baek Hyun masih saling bertautan, aku hendak melepaskannya tetapi, genggaman namja ini lumayan erat, sehingga aku sedikit sulit untuk melepaskannya.

Para tamu bertepuk tangan dan kami, membungkukkan badan kami sebagai tanda hormat. Apakah ini nyata ? Pertunanganku dengan Baek Hyun.

” Dan sekarang, Pemasangan cincin pertunangan ” Para tamu kembali bertepuk tangan.

Seorang anak kecil perempuan membawa kotak mungil berwarna hitam. Baek Hyun melepaskan genggamannya dan mengambil kotak itu dan tersenyum kepada anak perempuan itu.

Baek Hyun membuka kotak mungil berwarna hitam itu, dan didalamnya ada dua buah cincin berwarna silver.

Namja dihadapanku ini mengangkat tanganku. Dia memegang jari manisku dan memasukkan cincin itu ke jari manisku.

– Byun Baek Hyun –

Nama itu yang terukir di bagian dalam cincin itu. Dan diluarnya terdapat beberapa ukiran hiasan berbentuk love.

Simple.

Dan aku suka.

Sekarang giliranku untuk memasangkan cincin ke jari namja itu, Aku mengangkat tangan namja itu dan memasukkan cincin mungil ini ke jarinya.

Para tamu kembali bertepuk tangan dengan ramai, entah itu siapa saja. Aku dan Baekhyun memperlihatkan kedua cincin di jari manis masing-masing menghadap para tamu sesuai perintah eomma dan ahjumma Hayoung.

Dan kami membungkuk hormat.

Yoo Eun POV END *

Author POV *

Seorang namja berdiri disudut ruangan acara itu sambil meminum <em>grape juice</em> miliknya. Namja itu, Luhan. Dia ikut menghadiri pesta pertunangan Yoo Eun dan Baekhyun. Namja itu tidak mengetahui sebelumnya, bahwa yang akan bertunangan adalah yeoja yang dicintainya itu.

Luhan bahkan masih belum bisa untuk berhenti menyukai Yoo Eun. Pasti Luhan sedang merasakan sakit hati yang hebat begitu mengetahui yeoja yang dicintainya bertunangan dengan musuhnya itu.

Dan musuhnya itu, Baekhyun, pasti adalah salah satu alasan dari yeoja yang dicintainya, Yoo Eun ketika menolak pernyataan cinta darinya. Mengingat hal kemarin siang membuat hati Luhan terasa sakit lagi.

” Luhan ! ” Li You memanggil Luhan dan menyuruh anaknya itu mendatanginya.
” Ne, abeoji wae ? ”

” Ini, teman appa… namanya Daehyun ” kata Li You, memperkenalkan Daehyun.

” Annyeong, Luhan imnida ” namja itu membungkukkan tubuhnya hormat. Daehyun tersenyum dan ikut membungkukkan badannya juga.

” Dia appa Baekhyun, yang bertunangan tadi. Dia juga teman appa ” Jelas Li You kepada Luhan, Luhan menganggukkan kepalanya mengerti.

” Baekhyun, Yoo Eun ! kemarilah ” panggil Daehyun. Luhan tersentak mendengar apa yang Daehyun katakan.

” ne, abeoji wae ? ” tanya Baekhyun sambil melihat Daehyun,  tangan Baekhyun dan Yoo Eun saling bertautan.

” Ada apa ahjus- ” Yoo Eun yang ingin berbicara kepada Daehyun langsung menghentikan omongannya ketika yeoja itu melihat Luhan yang tengah tersenyum kepadanya.

Yoo Eun langsung melepaskan genggamannya dari tangan Baekhyun. Sudah terlambat, Luhan sudah melihat semuanya, bahkan namja itu melihat Yoo Eun memasangkan sebuah cincin di tangan Baekhyun.

” L-luhan ? ”

” Hai, Yoo Eun ”

Yoo Eun hanya membalas perkataan Luhan dengan senyuman awkward. Ia benar-benar tidak menyangka akan ada Luhan disini. Ini tidak boleh terjadi pikirnya.

Tentu saja Baekhyun juga kaget, tapi namja itu tidak memiliki apapun untuk dikatakan. Ada sedikit perasaan senang, dihatinya karena dia berhasil memiliki Yoo Eun terlebih dahulu dari Luhan.

” Kalian sudah saling mengenal ? ” Tanya Daehyun. Yoo Eun, Baekhyun dan Luhan mengangguk bersamaan, diwaktu yang sama secara tidak sengaja.

Mengingat moment bersama yang dialami Luhan dengan Yoo Eun kembali membuat hati mereka berdua menjadi sesak, dan yang merasa paling sakit disini adalah Luhan.

Yoo Eun juga mengalami sakit hati ketika mengingat dia dan Luhan bersama, mereka tidak tahu kalau mereka saling jatuh cinta.

Tapi, sakit hati yang dialami yeoja itu, tidak lebih dari yang dialami Luhan, mungkin lebih kecil.

Karena yeoja itu baru saja menjadi kekasih seseorang yang bernama Byun Baekhyun.

Ya, Byun Baekhyun.

Hari ini dan seterusnya dia akan menjadi kekasih dari seseorang bernama Byun Baekhyun.

* Flashback

Baekhyun dan Yoo Eun sedang mengambil minum mereka bersama. Kedua manusia itu bingung apa yang harus dilakukannya, semua orang sibuk mengobrol dengan yang lainnya.

Tiba-tiba Yoo Eun mengingat Luhan saat itu juga, entah kenapa. Mengingat bahwa dirinya menolak pernyataan cinta Luhan, itu kembali mengingatkannya kepada jawaban yang harus diberikannha kepada Baekhyun.

Dan yeoja itu telah menemukan jawabannya.

” Baek… ”  panggil yeoja itu.

” hmm ? ”

” A-aku akan memberikan jawabannya sekarang… ”

Baekhyun yang sedang meminum orange juice-nya itu hampir saja tersedak mendengar perkataan Yoo Eun. Baekhyun terlihat terkejut.

” Mwo ?! ”

” Ya ! aku tidak ingin mengulangnya dua kali !! ”

” Yaa ! Palli cepat katakan padaku… ”

” Aku… aku menerima pernyataan itu ”

Yeah, walaupun… Yoo Eun masih sedikit menyukai Luhan, tapi yeoja itu sadar dirinya tengah menyukai Baekhyun. Setiap ada berada didekat Baekhyun, hati yeoja itu berdetak dengan kencang. Tapi, semua tidak selesai disini.

” Benarkah ? ”

Yoo Eun menjawab pertanyaan Baekhyun dengan anggukan kepalanya.

” Baekhyun, Yoo Eun, kemarilah !! ” panggil seseorang, yaitu Daehyun kepada mereka berdua.

Baekhyun mengulurkan tangannya, dan tersenyum kepada yeoja itu.

” kajja ” kata Baekhyun setelah Yoo Eun membalas uluran tangan namja itu.

flash back end *



TO BE CONTINUE

 

CHAPTER 5 sudah aku post di blog aku sendiri ^^ -> Bambamthai.wordpress.com
tapi aku tetep bakal ngepost chapter selanjutnya disini kok ^^

Tapi mohon maaf chapter 5 akan aku protect ya

How to get da pw ? Read this ⇩

HOW TO GET DA PASSWORD | MEET MY BAD BOY CHAPTER 5

Oke thank you so much buat udah baca ff ini, tpi sorry banget >< dan chap 5 udah ada di blog aku dan aku protect TuT . Ga apa kan yeth ?

Okay, sekali lagi mohon commentnya  ^^

9 responses to “Meet My Bad Boy (Chapter 4: I’m Yours)

  1. Mian br dibaca ff nya
    seru dan keren crtnya
    yg chapter 5 di protec, boleh dong mintak passwordnya thor

  2. Aigooooooo~
    aku insom.-.Dari kemarin nyari FF ga ada yang nyantol dihati.Eh malam ini akhirnya ketemu :3
    FFnya seruuuu.Maaf baru komen di chapter ini😦
    Terlalu seru sama chap sebelumnya :3
    Aku seneng karna disini ada Luhan yeeayy \^^/
    Ga sabar buattt baca chapter 5 nyaaa…
    Tapi pake sandi yaa’-‘
    Aku harus komen lagi #Semangatttt.
    Ffnya kerennn Thorrr.Semagat thorrrr^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s