IXIA – Page 2

Previous: Prologue | Page 1

ixia

Poster by Bboness @cafeposter

Youngieomma’s present

.

.

.

I X I A

P A G E 1

Zhang Yixing – Kang Sun Hee – Kim Jongin – Other

PG +19

(Tidak ada adegan dewasa dalam FF ini hanya saja ceritanya tidak baik untuk semua usia)

Beta reader : @Chaaannie

ᴥ ᴥ ᴥ

Apa itu kebahagiaan?

Apakah uang mampu membelinya?

Apakah setiap kerlingan mata yang ku tujukkan kepada semua laki-laki bisa menuntunku menuju kebahagiaan?

Apakah kebahagiaan itu bisa di dapat dengan sangat mudah?

Bagaimana caranya?

Apakah aku,

Sudah bahagia?

ᴥ ᴥ ᴥ

March, 2014

Kang Sun Hee menatap para gadis yang tengah mengelilinginya, ia menghela napas, tubuhnya tidak dapat di gerakan karena seutas tali begitu kuat mengikat kedua tangannya ke belakang. Dari semua gadis yang mengelilingnya, Sun Hee mengenali seseorang, gadis itu berada di sekolah menengah pertama yang sama dengannya dulu. Choi Hana.

Ini hari kedelapan Sun Hee menjadi murid sekolah menengah atas, tapi kejadian ini sudah menimpanya lebih cepat dari perkiraan, namun entah mengapa perlakuan seperti ini sangat familiar untuknya. Di bully dan di teriaki pecundang maupun pelacur bukan lagi hal yang baru baginya, untuk Sun Hee ini seperti sebuah resiko. Resiko dari pekerjaannya yang menjijikan.

“Ya! Kang Sun Hee, kau masih tidak punya malu untuk melanjutkan sekolahmu?” Suara Hana memecah lamunan Sun Hee. Gadis itu menatap Sun Hee dengan tajam, tatapan penuh kebencian dan penghinaan.

Sun Hee menggeleng kecil untuk menjawab pertanyaan Hana.

“Wah, kau sudah berani untuk tidak langsung menjawabku?” Keluh Hana, wajahnya terlihat sangat kesal dengan kening berkerut. Hana masih menatap Sun Hee yang terdiam. Sun Hee tahu mengapa Hana sangat membencinya, apa yang bisa Sun Hee lakukan? Ia hanyalah seorang pelacur, yang akan melayani pelanggannya ketika ‘pemilik’ menyuruhnya. Sun Hee tidak pernah tahu jika tamunya malam itu adalah ayah Hana. Sun Hee tidak pernah tahu jika malam itu ibu Hana akan masuk ke dalam kamar dan memergoki keduanya, Sun Hee masih bisa merasakan bagaimana panasnya tamparan ibu Hana malam itu.

“Kang Sun Hee, kau tidak ingin menjawabku?!” Pekik Hana lagi, Sun Hee hanya terdiam tak menjawab.

Kemudian perlakuan yang sering dia terima terjadi lagi, mula-mula Hana menjambak rambutnya, menampar kedua pipinya, melucuti semua pakaiannya, meludahinya dan membuat seluruh tubuhnya kotor dengan air bekas mengepel lantai. Kini, sekali lagi, tubuh setengah telanjangnya di biarkan terbuka di dalam gudang kosong.

Sun Hee menghela napas, menunduk dalam, matanya panas, terkadang dia lelah di perlakukan dengan sangat buruk oleh oranglain. Dipandang jijik, dijauhi bahkan dibully. Menjadi seorang pelacur bukanlah keinginannya. Ia hanya ingin hidup dengan damai sebagai seorang pelajar seperti semua teman-temannya di sekolah, dia hanya ingin menikmati kehidupannya.

Namun, takdir buruk merenggut impiannya.

“Sun Hee! Kang Sun Hee!!”

Sun Hee bisa mendengar lengkingan nyaring itu, suara familiar yang sejak kecil ia dengar. Ia mengangkat wajahnya, menahan semua perih di hatinya ketika perlahan suara hentakan sepatu mendekat. Pemuda dengan wajah khawatir dan peluh yang mengalir itu menatap Sun Hee, nafasnya terengah, kedua bola mata mereka bertemu.

“Kau sudah datang, Jongin-ah,” Ucap Sun Hee dengan senyum di wajah yang di paksakan.

Kim Jongin mendekatinya, membuka jas sekolahnya, menunduk dan berjalan perlahan ke arah Sun Hee.

“Aku terlambat, maafkan aku,” Ujarnya.

Sun Hee terdiam tak menjawab, dia berusaha sekuat tenaga menahan airmatanya yang hampir jatuh. Dia tidak boleh menangis di depan Jongin, dia tidak ingin Jongin melindunginya lebih dari ini. Jongin menutupi tubuh setengah telanjang Sun Hee dengan jasnya, membuka ikatan di tangan gadis itu. Dia bisa melihat betapa merah pergelangan tangan Sun Hee, pipi yang membiru akibat seringkali terkena hantaman para murid yang mengerjainya.

Jongin berjongkok di depan Sun Hee yang menatapnya sendu.

“Mengapa kau keras kepala? Sudah kukatakan untuk tidak melanjutkan sekolahmu lagi,”

Sun Hee menatap Jongin lembut,

“Karena disinilah tempatku, Jongin-ah. Terlepas dari pekerjaanku sebagai seorang pelacur, aku tetaplah seorang siswi yang harus datang ke sekolah untuk belajar.”

Tak ada kalimat apapun yang terlontar dari bibir Jongin, begitupun dengan Sun Hee. Keduanya berinteraksi tanpa suara, saling menatap dan menangkap sinar mata dari kedua pasang mata tersebut. Keduanya sudah terlalu lama bersama.

Meskipun Jongin ingin melepaskan Sun Hee dari rasa yang menyiksa setelah di jual oleh ayah dan kakak laki-lakinya, nyatanya, tak ada yang bisa dia lakukan. Tak ada yang bisa di lakukan oleh anak sekolah menengah atas tanpa kekuasaan sepertinya.

Jongin menggenggam tangan Sun Hee dengan lembut, membuat kedua kaki gadis itu berdiri. Dalam diam, ia membawa Sun Hee menjauh dari gudang, setidaknya, dia bisa melindungi Sun Hee dari para siswa dan siswi di sekolah, setidaknya, ia ada di saat Sun Hee terpuruk. Meskipun hatinya sudah terlanjur penuh luka karena kenyataan pekerjaan Kang Sun Hee.

. . .

Seperti seekor anjing, Kang Sun Hee kini tidak bisa bebas seperti saat dia tinggal bersama ayah dan kakak laki-lakinya, setelah menjual Sun Hee kepada Madam Han, gadis itu tidak pernah sekalipun mendengar kabar dari keluarganya. Tak ada yang bertanya apa dia disana baik-baik saja, atau sekedar bertanya bagaimana Madam Han memperlakukannya selama wanita tua itu memilikinya.

Setelah enam bulan bekerja dengan Madam Han, seseorang dari Jepang membawanya pergi. Sun Hee ingat betul malam dimana Madam Han dengan wajah kebahagiaan membawanya keluar dari kotak kaca. Memperlakukannya sebagai barang dagangan kepada setiap tamu yang datang dengan tujuan menjadi pemiliknya.

Sun Hee di minta berbalik badan, berputar, menungging, dan juga mendesah. Para pria hidung belang itu mengukur seberapa besar payudaranya dari jauh, melihat bagaimana bentuk vaginanya dan juga berdiskusi tentang harga yang akan pria itu bayarkan pada Madam Han.

Malam itu, pria dengan penuh tatto membayarkan sejumlah uang kepada Madam Han. Pria tinggi besar itu membawa Sun Hee pergi dari tempat Madam Han, ia ingat Madam Han memberikannya sejumlah uang yang Sun Hee yakini bisa membeli satu buah Apartement di Seoul, Sun Hee sudah bermimpi untuk kembali pulang dan memberikan uang tersebut kepada ayahnya ketika salah satu pengikut pria seram itu berkata bahwa setelah ini ia akan tinggal bersama pemilik barunya, Mr.Takashima.

Pria itu mempersilahkannya masuk ke dalam mobil berbeda dari Mr. Takashima, Sun Hee jadi tidak mengerti.

“Aku tidak akan pulang?” Sun Hee bertanya kepada pria yang tadi bicara dengannya, pria itu masih fokus kepada jalanan di depannya.

“Kau sudah di beli oleh Mr. Takashima, mulai hari ini dialah pemilikmu.”

Sun Hee menelan ludah dengan kasar, ketika pria itu berkata bahwa Mr. Takashima adalah salah satu Yakuza berasal dari Jepang yang menetap di Korea selama satu tahun untuk urusan bisnis.

“Kau harus melayaninya,”

“M-maksudmu, aku harus memasak untuknya?” Tanya Sun Hee polos.

Pria itu mengernyit dan menghela napas kemudian.

“Kau harus melakukan hubungan seks dengannya, bukankah kau seorang pelacur?”

Hati Sun Hee langsung mencelos, bibirnya kering dan peluhnya menetes. Dia tidak pernah melakukan hubungan itu sebelumnya dengan siapapun, Sun Hee percaya hubungan seks dilakukan ketika kedua belah pihak saling mencintai.

Pikirannya mengajak ia pergi segera dari mobil tersebut, namun tubuhnya terlalu takut untuk sekedar bergerak. Yang dia lakukan kemudian hanya diam mematung, dia bahkan hampir tidak bernapas karena ucapan pria itu terngiang di kepalanya.

10 menit kemudian kejadian yang paling mengerikan dalam hidupnya terjadi, seluruh tubuh Sun Hee bergetar ketakutan ketika Mr. Takashima meminta para bawahannya untuk melucuti semua pakaiannya, mengikatnya dengan tali dan membekap mulutnya. Mr. Takashima menamparnya beberapa kali ketika berhubungan seks, mencekiknya, menarik rambutnya, Sun Hee bisa merasakan rasa sakit yang luar biasa dari kemaluannya.

Darah berceceran di atas tempat tidur.

Namun,

tak ada airmata yang keluar dari kedua bola mata bulat itu. Itu kali pertamanya Sun Hee merasakan berhubungan intim, namun tidak seperti dugaannya, rasanya jauh lebih menyakitkan ketimbang di pukul oleh ayahnya, rasanya jauh lebih menyakitkan ketimbang ia harus di caci maki oleh kakak laki-lakinya karena tidak bisa memberikannya uang untuk berjudi.

Mr. Takashima memperlakukannya dengan buruk ketika berhubungan intim, namun Sun Hee diperlakukan bak putri raja ketika mereka bersama. Setiap pagi sarapan yang terasa sangat enak selalu siap di kamarnya, pakaian dari sutra yang harganya sangat mahal bisa ia pakai sesuka hati karena semua menjadi miliknya, Sun Hee memiliki seorang supir pribadi yang mengantarnya ke sekolah, para guru dan Kepala Sekolah mendadak segan padanya.

“Aku adalah orang yang mengendalikan setengah keuangan di Korea,” Jawab Mr. Takashima dengan bahasa Korea yang canggung pada Sun Hee yang bertanya apa yang dia lakukan untuk pekerjaannya.

“Apakah karena itu para guru jadi segan padaku?” Tanya Sun Hee lagi.

Mr. Takashima mengangguk-angguk ketika salah satu bawahannya menerjemahkan apa yang Sun Hee katakan.

“Mungkin, apakah mereka tidak pernah bersikap seperti itu padamu sebelumnya?”

Sun Hee menggeleng pelan.

“Kalau begitu, apakah kau bahagia bisa menjadi milikku, Ixia?”

Tak ada kata yang keluar dari mulut Sun Hee, apakah ini yang dia harapkan? Apakah ini kebahagiaan yang dia inginkan? Dia tidak perlu lagi duduk di kotak kaca, di tatap para hidung belang, dia tidak perlu lagi memakai make up tebal hanya untuk menarik perhatian para pria. Seharusnya, ini kebahagiaan untuknya, tapi, mengapa ia tidak merasa bahagia?

 

Continued..

Notes.

Hi, maaf ya kalau setiap page IXIA aku bikin sedikit. Karena ini Cuma untuk flashback IXIA aja, full cerita mungkin di page empat atau lima. Terima kasih sudah membaca Fanfic ini^^

27 responses to “IXIA – Page 2

  1. Pingback: IXIA — Page 4 | FFindo·

  2. Bahagia rasanya dia tetap saja merasa jd pelacur jg…jd hamilnnya tu jg anak si yakuza ya…msh bgg jd sblm ma yakuza smpt djual ma org laen jg y…sm ayah tmnnya tu…

  3. Yaampun kesian liat Sunhee… Gatau apa apa, dijual, btw aku msh penasaran apa hubungannya Jongin sama Sunhee

  4. Pingback: IXIA — Page 5 | FFindo·

  5. Waaahhh,,
    Ga nyangka trnyata pndritaan sun hee msih brlanjut yaa kalo d ssekolah,,
    hebat bnget trnyata mental’y sun hee,,
    Coba kalo itu trjadi sma gw psti gw dh jdi psikopat kali yaaa,, ;p
    Hahahahaha,,😀
    duch sneng bnget psti pnya shabat n tmen kyak jogin yg prhatian n ngertiin keadaan sun hee bnget,,
    Btw mr takashima tu org’y bae ga sich???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s