[Series] Let Me – Part 4

Untitled-1 (2)FF ini ditulis oleh Sunday 14Monday , bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat Daftar isi FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

Link Let Me: (Part 1Part 2  – Part 3Part 4Part 5Ongoing )

Let Me

Cast : Kim Jongin, Lee Chaelli (OC) // Romance // Chapter // PG-14

Summary :

Can you let me to hold your hand and keep your love?

-sundaymonday-

            Persis seperti saat pertama kali Kai memberikan tariannya. Pria itu masih tetap memesona. Gerakannya masih terlihat benar-benar hidup. Dan untuk saat ini, Chaelli benar-benar percaya jika sebenarnya Kyjee adalah seekor burung jika saja ia memiliki sepasang sayap di punggungnya.

Setiap gerakan Kai menyihirnya, seperti waktu itu—ketika Chaelli terjebak dengan setengah perasaan bersalahnya pada Baekhyun, juga setengah kebenciannya pada pria itu. Kai membantunya melupakan segalanya, bahkan Kai membantunya menemukan getaran itu di dalam hatinya.

   Seperti saat ini, ketika ia berputar-putar di atas panggung lalu kemudian memberikan lompatan terbaik yang ia miliki untuk semua orang. Sungguh, Chaelli tidak bisa mengalihkan pandangannya satu detik pun dari atas sana. Semua orang juga kelihatannya begitu. Tarian Kai yang begitu ringan dan halus telah mencuri seluruh perhatian malam ini. Jika saja dunia bisa dikuasai oleh sebuah tarian, maka Chaelli yakin hanya Kai yang bisa melakukannya.

Kemudian Kai mulai berhenti bergerak. Kakinya perlahan-lahan bergerak turun dari atas panggung padahal musik jazz klasik itu masih berbunyi di belakang punggungnya. Kai berjalan lurus di sepanjang ruangan itu. Tidak ada yang tahu kemana kakinya akan melangkah. Tapi setelah beberapa lama, akhirnya semua orang menyadari jika ia hanya bergerak ke arah Chaelli yang masih terduduk di bangkunya.

“Kau ingin berdansa denganku, nona?”

Alis Chaelli tiba-tiba terangkat “Denganmu?” katanya masih dengan setengah terkejut.

“Tentu saja” gumam Kai sambil menariknya keluar dari sana.

Sebuah genggaman lembut, dan Chaelli masih tidak percaya dengan apa yang sedang ia lakukan saat ini. Jantungnya berdegup cepat—sangat cepat sampai-sampai ia takut jika orang lain bisa mendengarnya. “Aku tidak bisa berdansa” katanya dengan bersuara dengan gugup.

Sial, ini adalah pertama kalinya ia begitu dekat dengan seorang pria dalam hidupnya. Juga pertama kalinya seorang pria menggenggam hangat jemarinya sambil membuatnya hanyut dalam alunan musik. Membuatnya lupa—atau untuk saat ini, membuatnya mengenyahkan seluruh perasaan cinta yang dulu setengah mati ia hindari.

“Kalau begitu bagus, biarkan aku yang memimpin kali ini” Kai meraih pinggulnya dengan sebelah tangan yang tidak ia gunakan untuk mengenggam tangan Chaelli.

Lalu kemudian Kyjee membiarkan alunan musik itu membawa mereka berputar-putar. Kyjee membuat Chaelli menjadi pusat perhatian malam ini. Semua orang menatap mereka—terutama para gadis yang menatapnya dengan pandangan setengah kesal dan setengah iri. Tapi walaupun perlakuan itu sedikit menganggunya, Chaelli sama sekali tidak berencana untuk mengakhiri dansa mereka secepat itu.

“Jadi..” Kai membuka suaranya, masih tetap bertahan dengan gerakan dansanya yang sebagian telah dikacaukan oleh Chaelli. “Apa kau menyukaiku?” tanya Kai tiba-tiba hingga membuat Chaelli tersentak.

Chaelli tersenyum kikuk, lalu kemudian menjawab “Ya, aku menyukai tarianmu”

Kai tidak bersuara lagi selama beberapa menit. Entahlah, Chaelli tidak bisa menebak jika Kai menyukai pujiannya atau tidak karna topeng yang bersarang di wajahnya. Tapi, bukankah itu adalah sebuah pujian yang bagus untuk seorang penari?

“Hanya itu?” tanyanya lagi.

“Ya. Satu-satunya yang terbaik di dunia ini” Chaelli bisa melihat jika saat ini Kai sedang mengangguk kepadanya. “Aku menyukai tarianmu yang luar biasa”

Kai menghentikan dansanya. Ia tidak lagi menggenggam tangan Chaelli erat-erat, atau memeluk pinggul Chaelli sambil mencondongkan dadanya. Kai hanya diam—entah apa yang sedang coba ia lakukan saat ini. Pria itu masih tetap berdiri di tempatnya sambil menatap Chaelli lekat-lekat melalui celah topengnya.

“Aku menyukaimu” desisnya pelan. Sementara Chaelli tidak bergerak, tidak juga bersuara untuk merespon kata-katanya barusan. “Aku menyukaimu..” Ulangnya lagi dengan penuh penekanan.

Chaelli hanya diam, mematung. Menatap topeng perak Kai yang kelihatan berkilau di bawah cahaya lampu.

“Aku benar-benar menyukaimu. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan agar kau juga menyukaiku” katanya dengan suara parau.

Lalu setelah beberapa lama, jemarinya yang terbalut sarung tangan putih itu perlahan-lahan menjalar ke belakang tengkuknya. Ia melepaskan pengait topeng itu. Membiarkan Chaelli menatap wajah yang setengah memerah dengan seluruh perasaan sesak yang memenuhi dadanya.

“Aku menyukaimu, Lee Chaelli. Sejak pertama kali kita bertemu”

….

“Lee Chaelli, Aku mencarimu kemana-mana!” Chaelli bisa mendengar Mina meneriaki namanya di belakang punggungnya. “Darimana kau seharian ini? Banyak yang harus kita bicarakan” katanya lagi sambil menari-narik lengan Chaelli untuk duduk bersamanya di salah satu meja kafetaria.

“Apa yang terjadi antara kau dan Kim Jongin?” tanyanya ketus. “Semua orang membicarakan kalian seharian ini. Apa yang terjadi semalam?” Chaelli tidak menjawab, ia hanya mendesah panjang sambil menatap wajah Mina lekat-lekat.

Gosip memang selalu mengerikan. Apa-apaan itu, semua orang telah membicarakannya selama seharian ini? Oh, bagus. Salahkan saja Kim Jongin yang memakai topeng malam itu dan menyatakan cinta padanya secara terang-terangan dihadapan semua orang. Ini benar-benar sebuah penipuan. Ketakutannya tentang Kim Jongin dan Kai adalah orang yang sama telah terjawab. Itu benar, Kim Jongin adalah Kai yang selama ini memesonanya.

“Chaelli.. Chaelli… Chaelli!”

Baiklah, Kali ini ia tidak akan bisa lolos. Mina benar-benar akan menginterograsinya sebagai penjahat kelas satu yang memiliki banyak informasi. Bahkan untuk beberapa alasan, Chaelli bertanya-tanya kenapa Mina tidak penasaran tentang Baekhyun sama sekali.

“Dia bilang dia menyukaiku di hadapan semua orang, cukup?” Mina tersentak dan membelalakan matanya begitu saja. Chaelli mendesah, lalu kemudian ia menelungkupkan wajahnya ke bawah meja dengan kedua tangan.

“Astaga! Apa yang terjadi? Dan bagaimana bisa?”

Chaelli tidak bersuara lagi. Ia memilih mengabaikan dua pertanyaan terakhir yang masih berulang kali Mina teriakkan di depan wajahnya. Jangan tanya kenapa, ia sendiri juga tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya.

“Oh, hai Chaelli. Sepertinya kau sedang menghindari semua orang hari ini” tiba-tiba Kim Jongin duduk di sampingnya—bergabung bersama mereka. Seperti waktu itu, sambil menyodorkan dua kotak susu coklat ke arah mereka lalu kemudian tersenyum dengan seringai bodohnya. “Taehee bilang, aku harus mencarimu untuk wawancara”

“Aku sudah menolaknya” kata Chaelli ketus sambil memberengut kesal. “Lagipula, bisakah kau segera pergi dari sini? Aku tidak ingin semua orang mulai bergosip lagi tentang kita” Chaelli menekan kata kita diakhir kalimat.

Mina menatap keduanya dengan sebelah alis terangkat. Mungkin sebaiknya ia harus segera kabur dari sini untuk berjaga-jaga—sebelum keadaan mulai kacau. Tapi daripada itu, rasanya ada bagian yang benar-benar tidak bisa ia lewatkan tentang mereka. Jadi untuk sementara ini Mina memilih untuk tetap tinggal. Yah, selama Chaelli belum berencana untuk mengamuk.

“Bukankah itu bagus? Kadang-kadang aku juga bergosip dengan temanku” Kata Jongin dengan nada riang. “Gosip kadang membuat hidup jauh lebih menarik”

Chaelli menatap Jongin dengan kesal. Tidakkah pria itu sadar jika ia yang telah menyebabkan semua gosip ini menimpanya, sekarang? Dan juga hentikan cengiran super bodoh miliknya itu—Kai yang topeng rasanya sepuluh ribu kali lebih baik daripada Kim Jongin yang saat ini sedang menatapnya. Sangat disayangkan jika mereka adalah orang yang sama.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? menyesal karna kau telah menolakku tadi malam?” tanya Jongin sambil terus tersenyum.

Oh, astaga.. Apa-apaan. Selain senyumnya yang menyebalkan, pria ini juga sudah gila rupanya. Menyesal karna menolaknya? Yang benar saja. Chaelli bahkan sedang berusaha memikirkan cara terbaik untuk membuatnya menjauh, saat ini juga. Dan apa maksudnya dengan kata ‘menatapnya’ jelas-jelas jika pria itu yang terus menatapnya dari awal.

“Kurasa keadaan akan semakin buruk jika aku terus berada di sini bersamamu” katanya sambil bergegas mengambil beberapa barangnya yang masih berceceran di atas meja.

“Kau sudah harus pergi? Lalu, bagaimana dengan wawancara kita?”

Wawancara? Siapa yang sudi mewawancarainya? Oh, baiklah. Mungkin banyak gadis seantero kampus ini yang bersedia melakukannya dengan senang hati. Tapi gadis itu tidak termasuk Lee Chaelli—sama sekali. Lagipula, ia sudah membatalkannya pagi ini. Ia rasa ini hanya akal-akalan Jung Taehee saja untuk menerima simpatik orang-orang. Menyebalkan.

“Aku sudah menolaknya. Astaga, kenapa aku harus mengatakannya berulang kali padamu?” Chaelli bangkit, lalu kemudian ia menarik lengan Mina untuk berjalan mengikutinya. Sementara Jongin masih terdiam beberapa detik, sampai ia tersadar dan menyusul langkah Chaelli yang sudah menjauh darinya.

“Hei, kau marah padaku?” tanya Jongin dengan wajah polos. “kenapa?”

Chaelli mendesah panjang. Akhirnya dia menanyakan hal itu. pikirnya jengkel. “Kau masih bertanya padaku? Apa yang kau lakukan tadi malam benar-benar sudah menjawabnya”

Jongin mengerutkan dahi. Chaelli rasa Jongin tidak mengerti tentang apa yang baru saja ia katakan. Benar-benar mengherankan pria sebodoh ini bisa menari dengan luar biasa.

“Kau bilang kau menyukaiku, ingat? Di hadapan semua orang” kata Chaelli.

“Oh, itu..” Jongin terdiam selama beberapa detik “Tapi, aku tidak mengerti. Kau bilang kau juga menyukaiku, bukan?”

Chaelli mendesah lagi, dan menyadari jika itu adalah satu-satu hal yang harus ia sesali seumur hidup. “Biar ku perjelas tuan Kim. Aku bilang aku hanya menyukai tarianmu saat itu, dan juga kupikir kau adalah orang lain”

Jongin sekarang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagus, sekarang otaknya malah macet dan tidak berfungsi. Rasanya ia benar-benar sedang terjebak dalam permainan kata milik Chaelli tanpa bisa menyelesaikannya. Wajar saja. Kim Jongin mengambil kelas tari, sementara Lee Chaelli mengambil kelas sastra. Kesenjagan otak mereka benar-benar diperhitungkan saat ini. Yah, mungkin itu sebabnya.

Dan sementara Jongin sibuk memikirkan seluruh kata-kata Chaelli yang menjerat otaknya. Gadis itu sudah menghilang begitu saja. Meninggalkan Jongin yang masih berdiri sendirian di depan pintu masuk kantin sambil menggaruk kepalanya.

“Aku tidak tahu jika kalian cukup akrab” Kata Mina tiba-tiba, ketika mereka telah berada di dalam kamar Chaelli sambil membaca majalah mode vague yang memuat artis Krystal Jung sebagai covernya.

“Akrab? Aku rasa kau pasti sudah buta jika menganggap kami begitu” Saat ini, ia benar-benar jengkel dengan topik pembicaraan tentang Kim Jongin. Sangat jengkel. Jadi, mau tak mau ia harus mengalihkan pembicaraan itu. “Berhentilah mengoceh tentangnya. Lagipula, bagaimana denganmu? Kau sudah menemui Baekhyun?”

Mina hanya membolak-balikkan halaman majalah itu sambil mengangkat bahu. “Belum. Tapi aku rasa aku tidak bisa menemuinya lagi”

“Kenapa?” tanya Chaelli dengan nada antusias—juga sedikit takut. “Apa ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman untuk bertemu lagi denganmu?”

“Bukan. Bukan begitu, yang kudengar dari beberapa teman jika ia sudah pindah ke Jepang beberapa hari yang lalu” Mina terdiam setelah itu. Tapi bisa dilihat jika saat ini ia sedang berusaha keras menyembunyikan perasaannya.

“Hei, kau tak apa?” tanya Chaelli sambil memegangi bahunya. “Maafkan aku, harusnya aku memberitahumu lebih cepat.” Katanya lagi dengan nada menyesal.

“Tidak. Tidak apa-apa. Lagipula walaupun kami bertemu, Itu tidak akan merubah kenyataan apapun. Kami akan tetap berpisah” Jawab Mina sambil tersenyum cerah untuk mempertegas ucapannya.

“Kau tidak perlu menangisinya lagi, Oke?” Chaelli berusaha menghiburnya. Sebagian besar karna perasaan bersalahnya, dan sebagian besar lagi karna Mina adalah sahabatnya. Kedua alasan itu cukup membuatnya merasakan kesedihan yang sama seperti Mina. “Jadi, sekarang kau setuju jika cinta itu harus dihindari?”

“Tidak ada yang salah dengan cinta, Lee Chaelli” Kali ini Mina menatapnya dengan datar, seolah-olah ia sudah menebak jika Chaelli akan mengatakan kalimat itu. “Jika kau menempatkan perasaan itu dengan benar, maka Cinta hanya menimbulkan kebahagiaan”

“Astaga, omong kosong macam apa ini? Jika kau tidak mencintainya, kau tidak perlu merasa sedih seperti itu ketika Baekhyun meninggalkanmu” sahut Chaelli masih bersikeras. “Kau harus mengakuinya jika cinta memang menyebabkan banyak kesulitan untuk orang-orang yang dicampakkan”

Hening setelah itu, cukup lama. Hingga Mina membuka mulutnya lagi untuk bersuara. “Aku akui jika aku memang merasa sedih karna dia meninggalkanku. Tapi ..” diam lagi, Chaelli hanya menatapnya dalam-dalam tanpa bersuara sedikitpun. “aku tidak keberatan tentang dia yang mencampakkanku”

“Kau bohong” sahut Chaelli sambil mendesis.

“Tidak, sungguh. Aku hanya merasa sedih karna dia meninggalkanku begitu saja dengan seluruh perasaan ini” Mina terlihat enggan melanjutkan kalimatnya. Tapi ia tetap melanjutkannya, dengan membasahi setengah bibir bawahnya juga meneguk salivanya dalam-dalam. “Setiap orang yang mencintai selalu takut jika seseorang itu akan pergi meninggalkanmu.”

“Apa?” Tanya Chaelli tidak mengerti.

“Aku hanya takut, jika suatu hari aku merindukannya .. aku tidak dapat menemukan aroma apapun yang masih tersisa.” Mina menutup majalah itu rapat-rapat, lalu menatap Chaelli yang masih membisu sebagai gantinya. “setiap orang yang mencintai takut, jika seseorang itu pergi maka mereka tidak dapat lagi menemukannya di dalam hati mereka”

TBC

/….\

Penjelasan perasaan Chaelli yang tiba-tiba suka jadi gak suka itu belum begitu dijabarin ya? Oke see you next time~!

Kunjungi blog pribadi saya : www.sunday14mondayblog.wordpress.com

Link Let Me: (Part 1Part 2  – Part 3Part 4Part 5Ongoing )

5 responses to “[Series] Let Me – Part 4

  1. Pingback: [Series] Let Me – Part 3 | FFindo·

  2. Pingback: [Series] Let Me – Part 2 | FFindo·

  3. Pingback: [Series] Let Me – Part 1 | FFindo·

  4. Pingback: INTRO_RASYIFA | FFindo·

  5. Pingback: [Series] Let Me – Part 5 | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s