[OneShot] Blue’s Series – Me and You

me-and-youThanks for Beautiful Poster by GitaHwa@PosterOrder

Title: Blue’s Series – Me and You

Author: @Miithayaaaa

Genre: Romance, Comedy

Length: OneShot

Cast:

  • CN BLUE’s Minhyuk as Kang Minhyuk
  • F(x) Krystal as Jung Soojung

Support Cast:

  • Kim So Hyun
  • Red Velvet’s Seulgi
  • Red Velvet’s Irene
  • Song Manse and Chu Sarang
  • Kang Yi Soo (OC)

Rate: PG-16

~ B L U E ~

“Twelve Scenes For Everything, between Me and You…”

  

First Meeting

“Siapa nama mu?”

Tanya gadis kecil berkepang dua dengan lantang untuk yang kelima kalinya. Dia melipat tangannya di dada, boneka beruangnya sudah dilemparkan kesamping, kesal melihat anak-anak laki di depannya yang terus mengabaikannya.

“Kau tidak perlu tahu namaku” Kata anak laki-laki itu sombong.

“Apa namamu memiliki harga? Kenapa kau pelit sekali memberi tahu namamu. Aku sudah menanyakannya lima kali, kau tahu?” Gadis kecil kesal sambil menunjukkan lima jarinya di depannya. Tapi anak laki-laki itu tidak bergeming dan sibuk dengan robot Robocop terbarunya.

“Aku tidak menyuruh mu bertanya” Jawabnya acuh.

Gadis kecil itu semakin kesal, dia tamu disini. Ini bahkan pertama kalinya dia datang kerumahnya dan dia sudah memasuki area tempat bermainnya yang bahkan orang lain ataupun kakaknya sendiri tidak diizinkan masuk olehnya. Gadis itu mengambil boneka beruang disamping dan melemparkan padanya yang membuat robot Robocopnya terjatuh dari tangannya.

Anak laki-laki itu marah, melihat robotnya dilantai yang sudah berpisah dari beberapa organ tubuhnya. Dia melihat kearah gadis kecil itu marah, dia berdiri dan mendorong gadis kecil itu hingga terjatuh ke lantai. Gadis kecil itu membalas tatapannya dengan garang, kemudian dia mengeluarkan jurus andalannya. Dia menangis sekuat-kuatnya membuat anak laki-laki menjadi panik dan takut. Orang tua mereka yang sedang asyik mengobrol segera berlari mendengar suara tangisan gadis kecil itu.

“Kenapa Soojung menangis?” Tanya Ibunya lembut sambil membelai wajahnya, anak laki-laki sembunyi di belakang kaki ayahnya, takut.

“Dia jahat, dia mendorong Soojung eomma!”  Gadis itu menunjuk anak laki-laki yang semakin bersembunyi di belakang kaki ayahnya. Ibu Soojung melihat anak laki-laki itu, tersenyum.

Ayah anak laki-laki itu menarik lembut dari kakinya, menghadapnya. “Kenapa Kanggung mendorongnya?” tanya ayahnya lembut.

“Dia merusak robotku appa!” Minhyuk menunjuk Soojung kesal.

“Soojung tidak boleh begitu, Soojung harus bersikap baik pada tamu” Pesan Ibunya.

“Tapi Soojung hanya ingin tahu namanya, dia pelit sih” Kata Soojung cemberut, membuat orang tua mereka tertawa.

“Hey jagoan, kenapa kau tidak mau memberi tahu namamu padanya? Dia adikmu, kau harus baik padanya”

“Dia bukan adik ku! aku tidak punya adik”

Ahrasseo, ahrasseo.. Sekarang minta maaf padanya, dan beri tahu namamu. Ayo!” Bujuk ayahnya, membawanya pada Soojung.

Minhyuk mendekat, dan malu-malu mengulurkan tangannya. “Aku minta maaf” Katanya pelan.

Soojung mengambil tangannya. “Aku juga minta maaf. Jadi, siapa nama mu?”

“Aku Kang Minhyuk, Kau?”

“Aku Soojung, Jung Soojung.” Jawabnya ceria. “Apa kau ingin bermain dengan ku?”

“Aku tidak bermain dengan boneka”

“Aku suka bermain dengan robot” Jawab Soojung, senang. Dia tersenyum dan Minhyuk juga ikut tersenyum. Ini akan menjadi awal mereka.

 

 ***

 

Childhood (Hero)

 

“Setelah hitungan ketiga, aku kan mendorongnya, Oke?” anak laki-laki berusia enam tahun, memberi intruksi pada gadis berusia lima tahun, yang memegang erat gagang sepeda.

“Oppa, janji tidak melepaskannya ya?” Pinta Soojung, dengan mata anjingnya.

“Aku janji!” Jawabnya. “Sekarang, kayuh pedalnya, satu.. dua.. tiga..” Minhyuk menghitung dan mulai mendorong sepeda merah kecil mulai berjalan perlahan.

Soojung tersenyum senang, sambil mengayuh sepedanya pelan. Dia meminta Minhyuk untuk mengajarinya naik sepeda, dan dengan bujukan yang keseratus kali, akhirnya Minhyuk setuju.

“Oppa.. aku seperti terbang!!”

Jinjja?” Jawab Minhyuk tepat di sebelahnya, berlari kecil mencoba menyamainya. Minhyuk tertawa misterius. Soojung melotot, mengerti maksud posisinya.

“Oppa!! Kenapa kau melepas sepeda!!” Soojung panik, dan pegangannya menjadi tidak teratur. Soojung melihat tong besar di depannya, dia membelokkan ‘stang’ untuk menghindar, namun ban sepedanya menabrak trotoar, dan akhirnya jatuh.

“Soojung-ah, kwenchana?” tanya Minhyuk panik.

Soojung menangis sekuat-kuatnya, dia merasa kakinya tidak bisa bergerak. Lututnya terasa perih akibat bergesekan dengan aspal. Dia melihat darah di lututnya membuat tangisnya semakin kuat.

Appo! Paboya, aku bilang jangan lepas sepedanya!” Ucap Soojung di sela tangisnya. “Eomma..!!”

“Sshhhh.. Uljima, oppa mianhe.. oh?” Kata Minhyuk merasa bersalah. Dia mengelus  rambut Soojung, menenangkannya. Minhyuk merobek ujung gaun Soojung, sebelum membalut luka di lutut Soojung yang berdarah.

Soojung tersedu, memperhatikan Minhyuk perlahan membalut lututnya. Terakhir, Soojung melihat Minhyuk mencium lututnya.

“Jangan takut, ini akan sembuh, aku sudah memberi mantra pada lukamu” Minhyuk tersenyum, sebelum berbalik menawarkan punggungnya. “Ayo naik, Aku akan mengantarmu pulang”

“Tapi, bagaimana sepeda?” Tanya Soojung, masih cemberut sedih.

“Tenang saja, nanti aku kembali lagi, membawa sepeda mu, oke?” Soojung mengangguk. “Ayo naik” Tawarnya sekali, dan Soojung perlahan merangkak ke punggungnya.

Gomawo oppa” Ucapnya lembut dari belakang. Minhyuk hanya tersenyum, dan melaju jalan kerumahnya.

***

Rival

 

“Soojung” Panggil Minhyuk berbisik, menyenggol lengan Soojung yang tidur di tengah pelajaran. Dagu bertumpu di satu tangan.

“Soojung” Panggilnya lagi.

Dengan jahil Minhyuk mengambil tangan Soojung, menyebabkan kepalanya jatuh membentur meja.

“Aww!!” Jerit Soojung, membuat guru dan siswa lainnya menatapnya.

Minhyuk menahan tawa. Melihat kedepan, berpura-pura tidak terjadi sesuatu.

“Ada apa Soojung?” Tanya guru Kim.

“Minhyuk tidur pak!!”

Mwo?” Ucap Minhyuk melotot pada Soojung. “Enak aja nuduh sembarangan, Soojung yang tidur pak!”

“Minhyuk bohong pak!” Sergahnya, bela diri.

“Benar begitu Minhyuk?” Tanya guru Kim, meninggalkan papan tulis, berdiri tegak mencari kebenaran.

“Enggak pak! Soojung yang tidur, justru saya yang membangunkannya pak, suer deh!” Minhyuk membuat tanda V dengan jarinya.

“Lalu, kenapa Soojung menjerit?”

“Minhyuk mencubit saya pak!”  Soojung melotot pada Minhyuk, menantangnya. Dan sekarang mereka beradu mata.

Guru Kim memijat pelipisnya, mendesah. “Kalian berdua, keluar dari kelas saya”

“Gak bisa gitu dong pak!!” Jawab Minhyuk, Soojung serentak membuat guru Kim terkejut. “Yang tidur kan Minhyuk, kenapa saya yang di keluarin?” Lanjut Soojung.

“Kamu yang tidur!” Minhyuk menendang kaki Soojung di bawah meja.

“Kamu!” Kata Soojung membalasnya.

“KALIAN BERDUA KELUAR DARI KELAS SEKARANG, ATAU SAYA CEKIK!!!”

“YA PAK!!” Ujar Minhyuk, Soojung berdiri serempak, takut. Komat-kamit di mulut masing-masing, berjalan keluar kelas.

 

*** 

Relationship?

 

“Kang Minhyuk” Minhyuk mendongak, melihat Soojung berdiri di sampingnya dengan gelisah.

“Jawab aku, ya atau tidak?” Soojung berdiri gelisah, dia memalingkan wajah ke pintu kelas, dimana Sulli dan Luna berdiri menantangnya.

“Apa?”

“Jawab saja, ya atau tidak??”

“Tidak” Jawab Minhyuk tanpa pikir dua kali.

“Aisshh! Aku benci kau!” Lontarnya marah, Air mata sudah terbentuk dimata Soojung. Minhyuk melihat Sulli dan Luna tertawa mengejek padanya.

“Soojung, ada apa?” Minhyuk mengambil tangannya, namun di hempas Soojung. Soojung berlari keluar, menangis.

Pabo! Harusnya aku tidak mengarang hubungan ku dengan Minhyuk  pada Sulli, sekarang apa? Mereka pasti menertawakan ku!” Ucap Soojung, menghapus air mata dengan punggung tangannya.

“Bodoh! Bodoh!” gumamnya, diantara lutut.

“Siapa yang bodoh?”

Soojung kaget mendengar suara Minhyuk di belakang. Tapi dengan segera, di bisa menenangkannya kembali. “Siapa yang bodoh?” Ulang Minhyuk, mengambil duduk di sampingnya di bawah pohon ek di belakang sekolah.

“Kau”

“Aku?” Kata Minhyuk tak percaya. “Aku bahkan tidak tahu apa pun”

“Bodoh amat!”

“Hey, Kenapa kau betanya ‘ya atau tidak’? Kenapa Sulli dan Luna menertawakan mu? Kau membual pada mereka lagi?” Tanya Minhyuk penasaran.

“Kau tidak perlu tahu” Jawab Soojung cemberut.

“Aku perlu, kau bahkan menangis”

Soojung mendesah, dengan berat hati dan rasa malu, akhirnya dia berkata. “Aku mengatakan pada-mereka, kalau aku-dan kau pa-ca-ran” Katanya dengan suara tenggelam.

“Hahaha! Kau lucu, Soojung”

“Kenapa kau tertawa? Kau pikir ini lucu? Heol, mereka pasti berpesta ria sekarang! Aissh!” dia menghentak kakinya acak diatas rumput.

“Bukan kah kita memang paca-ran?” Ujar Minhyuk sembrono.

“Ehh? Kapan? Kau tidak pernah meminta ku untuk menjadi pacar mu?” Tanya Soojung kaget.

“Barusan”

“Jinjja???” Soojung membesarkan matanya. Minhyuk mengangguk. “Kau tidak terdengar tulus” Lanjutnya cemberut.

Minhyuk mengambil tangannya, menggenggamnya lembut sebelum menciumnya. Jantung Soojung hampir copot melihat adegan didepan matanya, tidak percaya. “Sekarang, apa aku sudah terlihat seperti pacarmu?”

“Kenapa kau tidak mengatakannya pada mereka tadi”

“Aku ingin memberitahu mu pertama kali” Jawab Minhyuk dengan senyum tulus mega watt.

“Kau konyol!”

“Kau lebih konyol” Tuduhnya sambil mengusap rambutnya lembut.

“Kita pasangan konyol” dan mereka tertawa dalam hati yang senang.

***

First Kiss

 

“Ahhhhh!!!”

Teriak anak laki-laki, melihat Soojung tergesa-gesa masuk ke toilet pria. “Soojung, apa kau lakukan di sini, ini toilet pria!”

“Aku tahu” Jawab Soojung celingukan melihat pria-pria berjajar, di depan toilet melindungi milik ‘pribadi’ masing-masing.

“Dia gila” Ujar salah satu lelaki bertubuh pendek, sebelum meninggalkan toilet dengan temannya.

“Dimana Minhyuk” Dia bertanya dengan lelaki berambut pirang, namun cepat beralih melihat salah satu pintu toilet terbuka, dan Minhyuk keluar. “Minhyuk!”

“Ahh! Soojung, sedang apa kau disini!” Katanya kaget, memeluk dirinya sendiri.

Soojung menarik tangannya, membawanya ke wastafel toilet. “Cium aku”

Mwo!!!” Pekik Minhyuk. “Yah, Ada apa denganmu?”

“Cepat cium aku!!” Soojung memejamkan matanya, memanyunkan bibirnya.

“Aku kan sering menciummu”

“Itu berbeda, kau selalu menciumku di pipi, di kening, di pipi lagi. Aku ingin disini!” Soojung menunjuk bibirnya cemberut. “Ayohlah!! Aku tidak ingin Sulli mengejek ku lagi yang memiliki ciuman dengan pacarnya, Oh? Oh?” Pinta Soojung dengan mata anjingnya.

“Kau yakin?”. Soojung mengangguk.

“Siapa yang harus memulai?” Tanya Minhyuk polos.

“Kamulah!!”

Minhyuk menelan ludah, bukan dia tidak suka, tapi dia terlalu gugup. Ini adalah pertama kalinya. Dia menelan ludah lagi, melihat Soojung yang sudah memejamkan matanya, menyodorkan bibirnya ke depan siap di cium. Minhyuk berdoa dalam hati, meminta kekuatan untuk tidak pingsan. Perlahan-lahan dia mendekatkan wajahnya ke Soojung, dan terjadi. Bibirnya menempel di Soojung. Mereka berdua kaget, seperti merasakan alirin listrik yang mengalir di seluruh tubuh mereka, dan ada gemuruh dalam perut Soojung yang menyeruak ingin keluar.

Jadi seperti ini, ciuman pertama? Kata mereka dalam hati, serempak.

Bibir mereka terpisah setelah beberapa detik, mereka berkedip canggung. Soojung berdehem dan tersenyum. Akhirnya, dia memilikinya, ciuman pertamanya. Dan dia harus pamer pada Sulli.

Soojung mencium pipinya, sebelum keluar dan berteriak “Sulllliii!!! Aku mendapatkannya!!”

Hanya tertinggal Minhyuk yang berdiri, tersenyum konyol mendengar suaranya dan memegang bibirnya. Tidak menyangka, ciuman pertama mereka berada di toilet.

 

*** 

My Girlfriend, My Boyfriend

Soojung menatap kesal tiga orang pelajar yang duduk bersebrangan dengan dia dan Minhyuk. Dia ingin menelan hidup-hidup tiga pelajar yang dengan berani berbisik-bisik dan mengerling ke Minhyuk yang sedang sibuk dengan bukunya.

Soojung dan tiga pelajar beradu mata, saling menunjukan gertakan gigi, dia menunjuk dua jari ke matanya kemudian menunjuk ke tiga pelajar, dengan maksud ‘Aku-mengawasi-kalian’. Namun tiga pelajar, hanya tertawa dan mengejek menantangnya kembali, membuatnya semakin kesal.

“Oy oppa mata sipit, tampan, baju biru kotak-kotak, apa kau mengenal wanita disamping mu?” Teriak salah satu pelajar, So Hyun, pada Minhyuk.

Minhyuk mendongak, merasa dipanggil, dia menunjuk dirinya memastikan. So Hyun mengangguk. Kemudian Minhyuk berpaling ke Soojung yang sudah tersenyum lebar. “Aku kenal” Jawab Minhyuk ke So Hyun. Soojung melengos ke So Hyun, sombong.

“Oppa, kau harus menjauhinya, dia-sedikit gila, aku-pikir” Ucap So Hyun sedikit memiringkan kepalanya, lalu tertawa dengan dua teman lainnya.

“Yah!!” Soojung bangkit, membuat Minhyuk terkejut. Dia bingung apa yang terjadi mereka dengan pacarnya.

“Lihat! Wajahnya merah seperti kepiting rebus! Haha! Oh, ada tanduk di kepalanya! Teman-teman aku takut!” Kata Seulgi mengejek, memeluk dirinya seakan melindungi dirinya dari bahaya.

Tiga pelajar tertawa terbahak-bahak, melihat ekspresi Soojung sudah membara. Namun tawa mereka tidak berlangsung lama, ketika sepatu Soojung melayang tepat mengenai wajah Seulgi. Tawa berbalik ke Soojung.

“Soojung apa yang kau lakukan” Minhyuk terperanjat dari duduknya, memegang lengannya. “Kau melukainya”

“Biarin aja, biar tahu rasa dia. Kau tahu, dari tadi aku melihat mereka yang kegenitan mengerling padamu. Yah kau, gadis berambut warna pisang! Jangan berani-berani mengerling pada PACARKU seperti itu lagi, kau juga rambut Hitam, apa kau tidak diajarin disekolah mu bersikap baik dengan orang yang lebih tua dari mu, hah!” Soojung meledak-meledak pada mereka.

Minhyuk menundukan wajahnya malu, melihat orang-orang menatap pacarnya yang bertengkar dengan perempuan yang lebih muda darinya.

“Soojung sudahlah, Orang-orang melihat mu” Bisik Minhyuk gigi terkatup, masih menundukkan wajahnya.

“Yah kau ahjumma, kau pikir, kau lebih baik dari kami. Oppa, apa kau tidak salah memilih dia sebagai pacarmu? Dia terlihat seperti singa dari pada seorang wanita”

“Habis kau-“ Soojung hendak menyebrang menerkamnya, tapi Minhyuk menahan sikunya. “Tunggu di sini, oke?” Ucap Minhyuk meyakinkannya, sebelum menyebrang ke arah tiga pelajar.

“Hai” sapa Minhyuk dengan eye smile-nya, membuat So Hyun, Seulgi, Irene, terpanah melihatnya. “Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian. Tapi, wanita yang kau sebut Ahjumma yang terlihat seperti singa, itu adalah PACARKU dan namanya Jung Soojung. Ya, aku akui dia agak sedikit gila, tapi di antara itu semua, dia adalah orang yang paling menyenangkan. Dan walau pun kalian terlihat lebih cantik dari dia, itu tidak akan mengubah ku memilih dia, karena kalian tahu, aku sangat mencintainya” Katanya bangga, tiga pelajar terpesona dengan kata-kata Minhyuk dan merasa iri dengan wanita di sebrang sana. “Belajar yang baik, dan temukan orang yang lebih baik untuk kalian, Ahrasseo?” Minhyuk mengusap kepala So Hyun, membungkuk mengambil sepatu Soojung, meninggalkan mereka dan kembali dimana Soojung berdiri.

Soojung tersenyum bangga. Dia menjulurkan lidah pada tiga pelajar, saat Minhyuk memasangkan sepatu untuknya.

“Kaja!” Ajak Minhyuk, merangkulnya.

Unnieee.. Kau sangat beruntung!!” Teriak tiga pelajar, melihat Soojung dan Minhyuk berjalan semakin jauh.

 

***

 

Jealous’s Minhyuk

 

“Soojung”

“Ya, Darling?” Jawabnya tanpa melihat, asik dengan ponselnya.

“Apa yang akan kita lakukan dengan ini?” Minhyuk menunjuk berbagai makanan yang tersedia di atas meja. Berencana menonton film dengan kakak Soojung dengan pacarnya. “Kenapa tidak memberitahu ku kalau Seoyeon Noona pergi, kan, aku tidak perlu membeli ini semua. Sekarang, siapa yang akan menghabiskan ini semua” Gerutu Minhyuk. Tapi, orang yang di ajak bicara hanya asyik dengan ponselnya, tertawa sendiri seperti orang gila.

“Soojung”

“Hmm”

“Soojung, Kau mendengarkan ku tidak?”

Soojung beralih, melihatnya. Minhyuk menunjuk dengan dagunya ke arah makanan. “Ah! Bagaimana kalau aku mengundang Kai, pasti seru. Kau tahu, dia sangat humoris, dia hebat loh, bisa berbaur dengan satu tim basket kami yang killer, padahal dia baru bergabung. Dia juga jago nge-dance” Ucap Soojung Excited. “Aku akan mengirim pesan padanya!”

Soojung kembali sibuk dengan ponselnya. Tertawa lagi, dia tidak tahu, kalau lelaki disampingnya sudah memiliki tanduk merah di kepalanya.

“JUNG SOOJUNG!! DARI TADI AKU NGOMONG SEPERTI ORANG GILA, TAPI DISINI KAU MENGABAIKANKU DENGAN PONSEL DAN TEMAN KAI SIALAN MU YANG JAGO DANCE, BASKET, HUMORIS, HITAM ATAU APALAH! PACARMU ITU AKU, BUKAN KAI!! INI SUDAH KETIGA KALINYA AKU MELIHATMU LEBIH PEDULI KAI DARI PADA AKU, PERTAMA KAU MEMBERI MINUM PADANYA LEBIH DULU KETIKA KAU TAHU AKU HABIS MAIN SEPAK BOLA SEDANGKAN DIA HANYA MENONTON, KEDUA, KAU MEMBERINYA SAPU TANGAN MU KETIKA KAU TAHU AKU CAPEK MENGANGKAT MEJA UNTUK ORGANISASI SEDANGKAN DIA HANYA PERINTAH!! DAN INI YANG KETIGA!! OH MY GOD HONEY!!”

Ujar Minhyuk dengan satu napas, terengah-engah, dadanya naik turun kesal dengan pacarnya yang lebih asyik dengan temannya dari pada pacarnya.

Soojung menatapnya kaget, mulutnya terbuka, mengedipkan mata. Dia bahkan menjatuhkan ponsel begitu saja, menggantungkan tangan di udara.

Oh My Gooodd!! Daebak!!” Teriak Soojung histeris, memeluknya. “Oppa, apa kau baru saja cemburu? Jinjja? For real???”

Minhyuk menatapnya aneh, setelah apa yang dia katakan panjang lebar kali tinggi, dan reaksi senang? Pacarnya gila. Tunggu, apa dia baru saja memanggilku ‘oppa’, setelah sekian lama, berdebat sana-sini hanya untuk menyuruhnya memanggil ‘oppa’, sekarang keluar begitu saja? Oh men!.

Oppa, apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan? Kau memanggilku Honey!! Oh My God! Setelah seribu tahun kita pacaran, dan baru sekarang kau memanggilku honey. Dan sikapmu, kau baru saja cemburu. Kyaaaa!! Pacarku yang dingin akhirnya cemburu!!” Kata Soojung panjang tanpa spasi dalam satu napas.

Dia membekam wajah Minhyuk, menghujaninya dengan ciuman sana-sana. “I love you, I love you, I love you!!

Minhyuk mendesah, pasrah. Harusnya aku tidak bilang begitu tadi, sekarang, siapa yang bisa marah kalau dia begini. Sesalnya, tapi senang.

***

Fight

 

“Hei, kenapa menangis?” Tanya Soojung pada gadis kecil berusia lima tahun menangis di putaran mainan taman. “Kau pasti membuatnya menangis?” Tanyanya beralih pada anak laki-laki yang duduk di sebelahnya.

“Aku tidak. Dia menjatuhkan permennya” Ujar anak laki-laki membela diri.

“Tapi aku meminta permen mu” Ujar gadis kecil, tersedu.

“Yah, kau seharusnya membaginya, kau laki-laki. Laki-laki itu harus mengalah pada perempuan”

“Enak saja! Ini punyaku, kalau dia mau, beli dong!” Katanya menyembunyikan permen di punggungnya. Gadis kecil menangis keras, membuat Soojung menutup telinga, pusing.

“Hahaha!” Tawa Minhyuk yang datang entah dari mana. “Soojung, Manse benar. Itu miliknya. Kenapa kau menyuruh Manse memberi permen ke Sarang. Mereka punya masing-masing, tapi sayangnya Sarang menjatuhkannya. Itu bukan salah Manse, jadi dia tidak harus membaginya. Selesai. Benar kan, Manse?” Monolog Minhyuk, seenaknya. Manse mengangguk, setuju.

“Aish, Kau sama saja dengannya!”

“Kenapa jadi menyamakan aku dengan Manse?”

“Iya, kau itu pelit, sombong, sok kecakepan, sok baik, tukang ngompol, hmm, pokoknya jelek!”

“Yah! aku tidak ngompol, Kau pikir kau cantik, kau itu jelek, kurus, ‘cempreng’, cengeng, sok sexy, hmm, pokoknya jelek!”

Neol Pabo!”

“Aku pintar tahu!”

Manse dan Sarang terpaku, menatap bergantian antara Soojung dan Minhyuk bertengkar. Lupa dengan masalah permen. Pertempuran di depan mereka lebih menarik daripada permen.

I hate you!” Teriak Soojung kesal.

I love you!” Jawab Minhyuk bangga.

Mata Soojung berbinar mendengar kata Minhyuk, kedua sudut bibirnya tertarik menjadi senyuman. Kesal, hilang begitu saja. Dia menutup wajahnya malu, mengetuk satu kakinya kebelakang, senang.

“Deng! Aku bohong” Minhyuk menjulurkan lidahnya, mundur selangkah mengambil ancang-ancang untuk kabur sebelum mendapat pukulan maut Soojung.

“Kang Minhyuk!!!”

 

*** 

Proposal

 

Minhyuk menatap was-was Soojung memakan ice cream sebagai dessert makan malam mereka. Dia kagum, menatap wanita depannya dengan dress hitam selutut memeluk tubuhnya dengan lengan berenda disekitarnya. Rambut terurai, bibir cherry dan mata bersinar. Malam ini harus sempurna, pikirnya.

Wae?” Tanya Soojung, memegang sendok di mulutnya. “Kau tahu, kau melihat ku seakan kau ingin menelan ku”

“Aniya, kau terlihat sangat cantik malam ini”

“Hanya malam ini?” sengit Soojung.

“Hmm?” Minhyuk tampak berpikir. “Sudahlah, Kau memang tak menyenangkan dalam urusan gombal” Sambung Soojung cemberut.

Soojung melihat sekeliling restoran, kagum dengan interior klasik, mewah. “Ini aneh, ada angin apa kau mengajak makan malam disini, ini sangat mahal, bahkan harga steak melebihi gaunku, kau tak pernah seperti ini, kau kan pelit” Kata Soojung dengan senyum mengejek. Menyuapkan sesendok ice cream ke mulutnya.

“Aku tidak pelit tahu, hanya saja-“

Uhuk.. Uhuk..

Soojung memeluk lehernya, tiba-tiba tersedak , dia merasakan ada benda tumpul yang berjuang masuk ke dalam tenggorokan, tapi tersangkut. Dia menjulurkan tangannya, meminta air pada Minhyuk, namun Minhyuk hanya menatapnya berharap.

“Y-yah! A-air”

“Tidak, Kau akan menelannya kalau minum” Ucap Minhyuk santai. Dia panik setelah melihat Soojung tersiksa memegang lehernya. Jadi dia berdiri dan membantu Soojung menepuk punggungnya. Dengan pukulan terakhir punggungnya, sebuah cincin berlian terpental di atas meja.

Kwencana?”

“Yah! Kau ingin membunuhku?” Amuk Soojung memukul lengannya. “Mwoya? Kau menyuruh mereka menaruh cincin di Ice cream? Aku hampir mati karena ini, apa kau gila”

“Bukan begitu, Aku-aku hanya mengikuti sa-saran…” Katanya setengah tenggelam, menggaruk tengkuk yang tak gatal.

“Saran?” Lengos Soojung. “Saran apa?”

“Saran seratus cara melamar pacar..ro-man-tis..” Ucap Minhyuk hati-hati, melihat Soojung sudah mengepalkan tangan dan wajah memerah marah.

“Kang Minhyuk!!!!!”

***

 

Pre-Wedding

“Kanggun!”

Sapa Soojung dari kejauhan, melihat Minhyuk duduk di salah satu ayunan di taman dekat rumah mereka. “Ada apa mengajak ku keluar? Bukannya kita lagi di ‘pingit’?” Ucap Soojung sudah didepannya.

“Ikut Aku, Palli” Minhyuk menarik Soojung di area jalan taman dengan masing-masing sisi tumbuh bunga mawar warna-warni. Minhyuk menawarkan lengannya, Soojung menatapnya aneh, namun tetap mengambil lengannya.

Minhyuk membuat suara alunan pernikahan yang akhirnya Soojung tertawa mengerti. “Apa ini latihan?” Tanya Soojung di sela tawanya. Minhyuk menggangguk. “Kau Lucu”

Minhyuk melepaskan tangan Soojung, berdiri di depan Soojung, berdehem. “Kang Minhyuk-ssi, apa kau menerima Jung Soojung sebagai istrimu dan berjanji mencintainya di saat susah atau pun senang?” Ucapnya, meniru suara-bass pastur.

Ne, Aku berjanji!” Jawabnya mantap, mengambil tempat dia sebelumnya. Soojung terkekeh melihat tingkahnya.

Minhyuk kembali mengambil posisi menjadi pastur lagi. “Dan kau,  Jung Soojung, apa kau berjanji mencintai suami mu di saat senang atau pun susah?”

“Aku berjanji!” Mereka tersenyum, sebelum Minhyuk melanjutkan. “Kau bisa mencium istri mu sekarang” Ucapnya, dengan suara bass.

Soojung mundur selangkah dan cepat menutup mulutnya dengan tangannya,  Minhyuk melotot padanya. “Aku tahu kau akan mengambil kesempatan!”

“Aku tidak! Itu yang katakan Pastur” Minhyuk maju selangkah.

“Tapi kau yang mengatakan barusan!”

“Soojung”

“Oh! Lihat!” Soojung menunjuk ke arah belakang Minhyuk, menipunya. Lalu dengan cepat mengecup bibir Minhyuk dan berlari menjauhinya.

“Yah! Jung Soojung!”

“Kau tertipu, haha!!”

***

The Wedding

 

Minhyuk berdiri gelisah, menunggu pengantin wanita memasuki aula. Dia sangat terlihat tampan dengan tuxedo putih dan dasi kupu-kupu pink melingkar di kerah kemeja.

Dia menelan ludah, saat pintu besar terbuka menampakkan Soojung dengan gaun pengantin yang gemerlapan. Dia cantik, sangat cantik.

Tangannya gemetar ketika appa Soojung menyerahkan tangan putrinya pada Minhyuk. Soojung melihat Minhyuk, gemetar, keringat dingin. Oh My God! Dia terserang ‘demam’ nikah, pikir Soojung.

“Soojung-ah..” Bisiknya gemetar.

“Jika, kau berpikir ingin kabur, ku bunuh kau Minhyuk!”

“Aku pikir, aku tidak bisa melakukan ini, aku terlalu gugup”

“Yah Kang Minhyuk!”

Para tamu berbisik-bisik ketika mendengar letupan Soojung tak terduga. Dia melihat tamu yang menatapnya ganjil, tersenyum canggung, sebagai isyarat bahwa semuanya baik-baik saja.

“Beri aku obat”

“Kau gila? Pastur belum mengucapkan sumpah”

“Cium aku sekarang, Atau aku akan pingsan, kau lihat, tanganku sudah keringat dingin!” Desak Minhyuk, berbisik.

Soojung mendesis, sebelum berkomat-kamit yang terlihat-seperti berucap sumpah menjadi pastur-sementara. “Aku bersedia!” Ucapnya keras sambil mengangkat tangan tinggi, berjingkat dan mencium Minhyuk cepat di bibir.

Soojung berbalik melihat dimana ayah Minhyuk yang sudah tertawa terbahak-bahak. Dia tahu, bagaimana anaknya gugup.

Pastur berdehem. “Apa kalian siap?”

YESSSS!!!” Jawab Minhyuk semangat.

 

*** 

Me, You and Our Baby

 

“Apppaaaaaa!!!”

Gadis kecil berumur empat tahun berlari mendekati appa-nya, memasuki perlengkapan piknik ke dalam mobil.

“Yah Kang Yi Soo, ada apa dengan bibir mu!” Minhyuk membekam wajah putrinya panik.

Red! Cantik, kan appa? Seperti eomma” Yi Soo memanyunkan bibirnya, memamerkan lipstick merah yang ia pakai.

Oh my God!” Minhyuk nepuk jidatnya. “Kang Soojung!! Apa yang kau lakukan pada putri ku!”

Wae? Kenapa Kau berteriak?” Soojung datang, bertanya polos. “Sweety, kenapa Appa?” Dia melihat putrinya mencari tahu.

Yi Soo mengendikkan bahunya, tak tahu. Mereka berdua menatap Minhyuk aneh.

“Kau membuat Yi Soo menjadi genit!”

“Haha! My darling, Yi Soo memintanya, dia bilang, dia ingin cantik di depan Yoogeun, ya kan, Sweety?”

“Hmm” Yi Soo mengangguk semangat.

Like mommy, like daughter!” Minhyuk memijat pelipis. “Itu sebabnya, aku memintamu melahirkan anak laki-laki!”

“Dan mengajarkan merayu wanita sexy padanya!” Sambung Soojung, berpose sexy, menggodanya.

“Hahaha!” Yi Soo tertawa, menunjuk wajah appa-nya yang berubah menjadi merah.

“Ouch!! Aku benar-benar tidak tahan!”

“Appa, aku bisa menutup mata!”

“Kang Yi Soo!!!” Ucap Minhyuk, Soojung berbarengan, Kaget. Sebelum akhirnya mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.

 

 

-FIN-

 

Tadaaa!!

Ini ff ke-2 dari blue series, dan Minhyuk menjadi castnya. Siapa yang suka? Hohoho

Maaf untuk ff komedi yang gagal ini, ini hanya adegan acak yang terlintas di kepalaku. Walaupun geje, tapi tetep seneng buat nulisnya. Haha!

FF ini aku persembahkan buat temen saya mbak Leeyaaaa yang demen banget sama Hyukstal *padahal saya juga😄, pasti tahu dong siapa! Author Mr & Mrs Kang yang juga gak kalah populernya dengan FF yang lain di FFindo. Kabar baiknya, dia masih nulis, dan jika kalian kangen dengan FF-FFnya bisa langsung kunjungi redandbluesneaker the world of Hyukstal, kekeke. Maaf ya mbak FFnya geje gini😄, dan tentunya untuk kalian yang menyukai mereka…

Terakhir, jangan pelit untuk komentar dan sharenya, kekeke.. Maaf typo.

Thank you so much :* sampai jumpa update berikutnya…

28 responses to “[OneShot] Blue’s Series – Me and You

  1. Pingback: [OneShot] Blue’s Series – Run! | FFindo·

  2. W suka banget hhha..cmn aneh sh dr saudara jd lovers

    Pgn ny d critain smw detail ahaha
    (Modus supaya ff ny lbh panjang) 😁😁😁

  3. keren… aku pikir awalnya mereka bakal jadi saudara tiri…
    tapi ternyata…. DAEBAK pokoknya!

  4. Sukaaaaak. Jd bayangin drama reply 1997 nih mereka temenan dr kecil delet eh akhirnya jodoh jg hahaha

    Ayo terus buat ff hyukstal

  5. Pingback: [OneShot] Blue’s Series – Ahjussi, Saranghae! | FFindo·

  6. Ahhh,soojung gakak lah masa kamu cuman mau minta ciuman pertama aja sampai bernani masuk toilet cowo😂 ,bener-bener suka baget sama karakter mereka dari awal sampai akhir. Suka adegan pas mereka mau nikah, minhyuk modus baget kayanya. Jhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s