[Series] El Amor Verdadero ( Chapter 6 : Feel Regret When You Leave)

EAV10

FF ini ditulis oleh Oh Silvy , bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat Daftar isi FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

Author                        : Oh Silvy

Tittle                  : El Amor Verdadero ( Chapter 6 : Feel Regret When You Leave)

Main Cast          : Oh Sehun, Kim Soo Han, etc.

Genre                 : Romance, School life, revenge.

Rated                 : PG-16

EL AMOR VERDADERO

CHAPTER 6

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

“Aku.” Soohan masih menunduk tak berani menatap Sehun. Wajahnya terlalu bersemu untuk ia tunjukkan pada namja itu. Ia lebih memilih untuk menunggu kalimat Sehun selanjutnya.

“Hhh, tatap lawan bicaramu Soo.” Sehun mengangkat dagu Soohan sehingga ia bisa melihat wajah Soohan yang dipenuhi rona merah muda, membuatnya tersenyum tanpa sadar. Sehun menarik dagu Soohan dan mendekatkan wajahnya. Sehun tak tahu apa yang ia lakukan sekarang, ia hanya megikuti instingnya untuk kembali menyesap manis bibir Soohan. Namun, ketika tinggal beberapa centi-

HUWAAAAAAAAA

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

“Hai Soo. Bagaimana pagimu?” Soohan menghela napas mendengar pertanyaan Seoyoon.

“Buruk, mungkin.” Jawab Soohan asal. Paginya? Soohan merasa paginya sangat buruk. Dari semalam memang ia tak bisa tidur, karena kejadian di taman dimana Sehun hendak menciumnya, dan pagi hari yang penuh dengan teriakan dan umpatan karena Sechul yang bertingkah.

Seoyoon terus berceloteh tentang beberapa namja yang sedang mendekatinya. Namun semua yang Seoyoon bicarakan hanya diladeni dengan anggukan ataupun deheman semata oleh Soohan. Tidak lebih. Ia merasa tidak bersemangat hari ini.

I know this needs to stop, stop, stop, stop, yeah

I know I need to stop, stop, stop, stop, yeah

I let you go without calling out to you

‘cause I’m scared my tears, baby, will only get your wings wet

“Soo. Ada panggilan masuk-“ Seoyoon mengguncang lengan Soohan berusaha menyadarkan yeoja itu dari keterlamunannya yang tidak berujung.

“ Soo, Soo.” Seoyoon masih berusaha menyadarkan Soohan. kali ini bahkan ia sudah menoyor kepala Soohan, namun masih belum ada respon dari yeoja 17 tahun itu.

“Yaa. Soo, ekheem, ekheem, Soo, Soo, SOOOOOHAAAAAAAAAAAN.” Pada akhirnya Soohan merespon ketika Seoyoon berteriak tepat di telinganya.

“YAAK. Aku tidak tuli.” Soohan menoyor keras kepala Seoyoon. Telinganya terasa sakit sekarang, bahkan ia merasa gendang telinganya dan rumah siput dalam struktur telinga ikut pecah mendengar teriakan sobatnya itu.

Seoyoon mengedikkan bahunya tak peduli. Ia menunjuk ponsel Soohan yang ada di atas meja dengan dagunya. “Ada panggilan masuk.”

“Haah?” Soohan mengalihkan pandangannya pada ponsel yang masih terus meraung, dan mengangkatnya. “Yeoboseyo.”

“. . . . . . . .”

“Hmm, arra.” Soohan memutus panggilan dan langsung beranjak dari tempat duduknya. Segera ia membereskan buku-bukunya yang berserakan di meja dan pamit pada Seoyoon.

“Seo. Aku harus pergi sekarang. Kai mengajakku latihan.” Seoyoon mengangguk dan melambaikan tangannya ketika Soohan sudah beranjak menjauh dari tempatnya. Setelah memastikan Soohan tak terlihat lagi, senyum Seoyoon luntur. Dengan tidak bersemangat ia letakkan kepalanya di atas meja dan menutup mata.

“Aku- hhh, sendiri lagi.”

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

Koridor terasa lengang ketika Soohan berjalan menuju ruang dance. Setelah menerima telepon dari Jongin yang mengajak untuk latihan, Soohan langsung bergegas menemui namja itu. Waktu pertunjukan untuk dance itu tinggal satu minggu, tapi Jongin baru memintanya untuk latihan.

Sepanjang jalan Soohan sibuk merutuki kelambatan Jongin hingga ia tiba di depan ruang dance. Di celah pintu ia melihat seorang namja sedang meliukkan tubuhnya sesuai dengan musik yang sedang berputar. Apa ini? Seenaknya saja Jongin berlatih duluan tanpa menunggunya, Soohan merutuk dalam hati.

Dengan gerakan cepat, Soohan membanting pintu hingga menimbulkan suara yang kuat, sengaja untuk mengejutkan Jongin. Namun ketika namja itu berbalik, Soohan terkejut melihat bahwa namja yang ingin ia kejutkan adalah Sehun. Sehun. Ia merasa ini seperti senjata makan tuan.

“Untuk apa kau disini?” Tanya Soohan asal. Yeoja itu langsung mengambil tempat di sofa dekat pemutar musik. Matanya menjelajah mencari kehadiran Jongin, dan ia yakin ketika namja itu menelpon, ia sudah ada di sini. Namun Soohan tidak melihat batang hidungnya.

“Dimana Jongin?” Soohan kembali bertanya ketika tak mendapat respon dari Sehun. Namja itu masih sibuk mengatur gerakan dan menyesuaikannya dengan musik. Merasa di abaikan Soohan tegak dari sofa dan menghampiri Sehun, lalu duduk tepat di depan namja itu. Menghalangi pandangan Sehun ke cermin besar di belakang Soohan.

“YAA. Aku bertanya padamu.” Soohan menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk menghalangi Sehun hingga namja itu behenti dan menatap Soohan, membuat yeoja itu salah tingkah.

“Ekhhem. Sehun. Jawab aku.”

“Kau mau aku menjawab apa?” Sehun berjalan mendekati kursi tempat Soohan duduk dan mensejajarkan wajahnya dengan Soohan. Dengan tatapannya yang tajam, ia memperhatikan wajah Soohan yang dalam jarak sedekat ini tampak jauh lebih cantik. Apalagi dengan rona merah yang menghiasi wajahnya. Sehun tersenyum miring melihat kegugupan Soohan.

“Kau tahu Soohan. aku berusaha tidak memperhatikanmu sedari tadi. Tapi ternyata kau sendiri yang dengan senang hati masuk ke sarang harimau. Kau tahu apa yang terjadi ketika dua orang berbeda gender berada di ruangan sepi dengan penerangan yang minim seperti ini?”

Soohan mengedarkan pandangnya sekali lagi ke sekeliling ruanngan dan merutuki dirinya sendiri. Bagaimana ia tidak sadar ruangan ini hanya diterangi oleh beberapa lampu yang memang redup. Ini benar-benar hari yang sial, pikir Soohan.

“Ekhem, a-aku. Eum, Jo-jongin. Dia, jong-jongin.”

Sehun menghela napas mendengar Soohan berbicara dengan level kegagapan tinggi. Namun ia merasa terhibur melihat Soohan seperti ini. Sangat jarang bisa melihat yeoja yang memiliki kepercayaan diri tinggi ini bertingkah gugup. Sangat menyenangkan.

Cekklek

“Dia sudah datang.” Ucap Sehun tepat di depan wajah Soohan dan langsung menegakkan tubuhnya. Ia berjalan menjauhi Soohan yang masih membeku di tempatnya.

“Ughh, maaf mengganggu lovey-dovey kalian. Tapi disini aku ingin memberi kabar untuk kalian berdua.” Jongin langsung mendudukkan dirinya di sofa.

“Ada apa dengan kakimu?”

“Ouh, terima kasih atas perhatianmu noona. Kakiku cidera dan aku harus menggunakan tongkat sialan ini selama sebulan.” Jawab Jongin sembari menghentak-hentakkan tongkat di tangannya. Wajahnya sedikit murung kali ini. Dan Soohan tahu, Jongin pasti kesal karena tidak bisa menari lagi selama sebulan itu.

“Kau yang bodoh. Salah dirimu sendiri karena tidak hati-hati. Kau tahu mereka musuh yang licik, tapi kau masih mau mengorbankan dirimu. Bodoh.”

“Yaa albino. Kalau aku tidak mengorban ini-” Jongin menggerak-gerakkan kakinya yang tepasang gips “Kita tidak akan menang.”

Soohan yang sedari tadi masih duduk di tempatnya hanya bisa menyaksikan adu mulut antara Jongin dan Sehun. Mereka saling menyalahkan, namun penuh dengan kekhawatiran antar keduanya. Persahabatan yang manis bagi Soohan.

“Oke tuan-tuan. Aku tidak mungkin mendengar ocehan kalian terus.” Soohan beranjak menuju sofa dan duduk di samping Jongin. “Jadi ada apa kau memanggilku kesini?” tanya Soohan to the point.

“Ahh. Aku jadi lupa soal itu. Ini karenamu cadel.” Tuduh Jongin pada Sehun. Setelahnya ia tesenyum berniat aegyo ketika melihat Sehun yang hendak membalas perkataannya. Membuat Sehun bergidik ngeri.

“Jadi noona-” Jongin membenarkan posisi duduknya menghadap Soohan dan menatapnya serius. “Karena aku tidak mungkin bisa mengikuti lomba dance minggu depan, maka Sehun yang akan menggantikanku.”

Soohan mengangguk mengerti. Ia tidak mungkin memaksakan keadaan Jongin yang mengkhawatirkan seperti itu. Maka dengan kebesaran hatinya, Soohan menerima keputusan Jongin untuk menggantikannya dengan Sehun. Setidaknya Soohan tahu siapa yang akan menari bersamanya.

“Dan kalian akan mengcover dance trouble maker.”

Trouble maker? Nuguya?” Tanya Soohan sembari memiringkan kepalanya bingung. Sepertinya ia baru dengan nama itu. Ataukah ia yang tidak update?

Noona. Kau sungguh tidak tahu?” Jongin mengalihkan pandangnya ke arah Sehun dan makin melebarkan matanya tak percaya. “Jangan bilang kau tidak tahu juga dude?” tanya Jongin sangsi. Namun Sehun yang menggeleng membuat Jongin sedikit lega.

“Aku tahu itu hyuna dan hyun- hyun siapalah itu. Tapi aku tidak menonton mvnya. hanya di awal karena aku tidak tertarik. Kau tahu hyuna itu tidak seksi, jauh dari miranda kerr, jadi aku tidak menyukainya.”

Jongin melongo tidak percaya mendengar ucapan polos Sehun. Astaga, apa salahnya hingga berada diantara kedua orang polos ini, Batin Jongin. Namun sedetik kemudian ia tersenyum miring pada keduanya.

“Oke. Kalian akan mengcover dance trouble maker dengan judul Now. Dan karena kalian belum ada yang menonton mvnya, kalian harus menyaksikannya. Harus berdua saat melihatnya, dan kemudian berlatih dancenya. Arraseo?” Soohan hanya mengangguk patuh sedangkan Sehun tampak mengerutkan dahinya curiga dengan senyuman Jongin.

“Okay. Kalau begitu aku pergi dulu. Bye noona, bye dude.” Jongin melambai sebelum menutup pintu dan tersenyum penuh arti pada Sehun.

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

“Kau yakin akan mengcover dance itu? Aku kira itu sedikit –eum kau tahu bagaimana Jonginkan?” Tanya Sehun sangsi. Saat ini ia dan Soohan sudah berada di rumah dan sedang duduk di sofa ruang keluarga dengan ponsel ditangan Sehun.

Soohan mengernyit mendengar Sehun. Jika dikatakan ia penasaran, ya ia sangat penasaran dengan video yang diberikan Jongin. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya profesional dan akan menerima tantangan Jongin untuk mengcover dance itu. Maka dengan pasti Soohan mengangguk agar Sehun memutar video yang sudah berhasil di downloadnya itu.

“Baiklah kalau kau yakin. Aku ikut saja.” Sehun langsung menekan tombol play di ponselnya. Dengan saksama Soohan dan Sehun menyaksikan video klip dari lagu “now”. Bahkan sekarang Soohan sudah merapat ke Sehun agar mendapat fokus yang jelas ke ponsel namja itu.

Video klip itu mulai menampakkan hyunseung yang sedang di tempat tidur bersama dua gadis, kemudian dilanjutkan dengan hyuna yang sedang mabuk (?) Sehun mengernyit melihatnya. Perasaannya mulai tidak enak. Ia menyesal telah mengunduh video itu, kenapa tidak video practicenya saja, pikirnya.

Pada detik tiga puluh lima Soohan tiba-tiba menutup mata Sehun dengan sebelah tangannya, sedangkan tangan lainnya mempause video ditangan Sehun, membuat namja disebelahnya bingung. “Yaa kenapa kau menutup mataku?”

“Kau tidak boleh melihat ini. Pakaian hyuna sangat seksi. Kau tidak boleh melihatnya.” Keukeh Soohan tetap menutup mata Sehun walaupun namja itu sudah berusaha menyingkirkan tangan Soohan.

“Yaa Soohan-ssi. Jika kita tidak menyelesaikan ini, kita tidak dapat berlatih. Kau tahu waktunya tinggal satu minggu kan.” Soohan akhirnya melepas tangannya dan menurut pada Sehun. Dengan patuh Sohan kembali memplay video yang sempat ia hentikan dan melihatnya dengan saksama, begitu pula Sehun. Namun baru barjalan satu setengah menit Sehun sudah mengclose ponselnya dan langsung berdiri.

“Ekhhem. A-aa-aku rasa kita terlalu di-dini untuk melihat adegan seperti itu. Sebaiknya aku cari video practicenya saja nanti.” Ucapnya lalu berlari menuju kamarnya. Terdengar bunyi keras pintu di tutup. Sepertinya Sehun membatingnya. (poor the door)

“Kenapa ia seperti itu?” monolog Soohan yang sedang memandang ke arah pintu kamar Sehun. “Apakah aku melewatkan sesuatu saat aku berkedip?” Soohan memiringkan kepalanya lucu tanda ia sedang bingung. Soohan kau terlalu polos untuk menonton video itu, tidakkah kau tahu?

Namun bukan Soohan namanya jika ia menyerah begitu saja. Karena Sehun, ia penasaran sekali dengan video itu. Pada akhirnya ia membuka youtube dan mencari video klip tersebut di kamar. Soohan menyaksikan dengan perhatian penuh. ia mulai merona dan melongo sempurna ketika selesai menonton video itu. Setelahnya ia menutup matanya dengan kedua tangan dan meringkuk di bawah selimut. “Yaa Tuhan. Mata polosku.”

Kalian tahu bagaimana dengan Sehun? Kalau kalian bertanya, maka Sehun tidak jauh berbeda dengan Soohan. ketika masuk ke kamar, ia menyaksikan kembali video klip trouble maker itu, dan berakhir dengan ia uring-uringan di tempat tidur. Sedari tadi ia mencoba untuk menutup matanya, namun ketika ia menutup mata, hanya bayangan hyuna dan hyunseung di dalam mobil yang tampak. Bahkan ia tadi sempat bermimpi yang berada dalam mobil dan melakukan adegan di mv itu adalah dirinya dan Soohan. Otak polos Sehun sudah terkotori.

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

Masa remaja memang masa yang sangat mengasyikkan bagi semua orang. Bahkan beberapa orang terasa ingin mengulang kembali masa-masa itu. Bagaimana tidak. Di masa itulah manusia mengenal arti pertemanan, pengkhianatan, bahkan dimasa itulah timbul apa yang orang sebut sebagai benih cinta.

Bicara masalah cinta, semua orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Ya, cinta. Perasaan dimana ketika kau berada didekatnya, hatimu terasa berdenyut aneh menghantarkan rasa yang tak dapat terdefinisi oleh nalar manusia. Perasaan ketika kau tak dapat melihat wajah nyatanya, namun kau dapat mendeskripsikan dengan jelas bayangannya.

Kata orang, cinta itu seperti jelangkung, datang tak di undang. Cinta dapat kapan saja menelusup ke jantungmu dan mengambil alih sistem kerja saraf. Namun kebanyakan orang tidak menyadari itu. Mungkin sama halnya yang dirasakan oleh dua insan yang sedang diselimuti keheningan ini.

Pagi itu terasa begitu hening di kediaman Oh. Bahkan suara Sechul terasa bergema di dalam hunian itu. Mereka, Sehun, Sechul dan Soohan sedang menikmati sarapan mereka dengan di isi oleh ocehan Sechul yang tiada hentinya. Bocah itu bercerita tentang teman barunya di sekolah, yeoja dengan wajah cantik dan imut membuat Sechul langsung mendekatinya. Sedangkan disisi lain Sehun dan Soohan hanya diam tanpa respon atas ocehan Sechul.

Noonaa~” panggil Sechul manja. Namun sepertinya Soohan masih betah berada dalam lamunannya.

Noonaa~” panggil Sechul lagi, ia sudah menarik-narik lengan baju Soohan. merasa tak mendapat Serpon, ia berbalik dan menghampiri hyungnya, yang sepertinya tidak jauh beda dengan Soohan.

Hyung.” Sechul menarik-narik celana Sehun, namun namja itu juga tidak memberi respon. Raut wajah Sechul sudah berubah dan “Huwaaaaaa.”

Sehun dan Soohan terlonjak kaget ketika mendengar tangisan Sechul. Dengan sigap mereka langsung menghampiri Sechul dan menanyakan apa yang terjadi pada bocah itu. Bahkan Sehun sudah membolah balik tubuh Sechul, takut dongsaengnya itu terluka atau apa.

Hyung. Sechul, hiks. Sechul tidak chuka di abaikan. Cedari tadi, Sechul celita, tapi noona, hyung juga megabaikan Sechul… Huaaawa..” tangis Sechul makin tak terbendung ketika melihat Sehun malah sibuk dengan pikirannya. Soohan langsung menggendong Sechul dan menenangkan bocah itu. Tidak cukupkah pagi ini diisi dengan kecanggungan antara ia dan Sehun? Pikirnya.

“Cup cup cup. Jangan menangis ne. Tadi noona ada yang dipikirkan. Tidak bermaksud untuk mengabaikan Sechul. Mianhae. Cup cup cup.” Soohan terus mengayunkan Sechul kekanan dan kekiri hingga bocah itu tenang. Setelah merasa Sechul tidak menangis lagi, mereka memutuskan untuk pergi ke sekolah mengingat waktu terus berjalan.

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

“Apakah kau akan latihan lagi?” Soohan mengangguk menanggapi pertanyaan Seoyoon. Saat ini ia sedang berada di ruang ganti untuk berganti pakaian. Setelah mempelajari dance tutorial dari mv now, Soohan langsung berlari ke ruang dance untuk latihan. Seoyoon yang sedang sendirianpun akhirnya mengikuti kemanapun langkah Soohan.

“Kau akan menarikan dance cover atau membuat koreografi sendiri?”

Dance cover.” Jawab Soohan singkat. Setelah memastikan baju seragamnya terlipat rapi, ia lalu menaruhnya di loker dan menutupnya.

Dance apa?”

Now dari trouble maker.” Sahut Soohan sambil berlalu. Ia tidak bisa membayangkan respon apa yang akan diberikan oleh sahabatnya itu.

Now? trouble maker? M-MWOOORAGOOO??!!” Tuhkan. Untung saja Soohan sekarang berdiri di ambang pintu sehingga teriakan Seoyoon tidak akan memekakkan indra pendengarannya. Setelah melihat ekspresi Seoyoon yang tampak terkejut, bahkan mungkin sangat terkejut, Soohan berjalan menuju depan kaca besar di ruang dance. Disana ia melakukan pemanasan dan peregangan agar tidak mengalami cidera.

“Soo, kau yakin?” tanya Seoyoon menghampiri Soohan yang masih melakukan pemanasaran. Soohan hanya mengangguk sekilas. Setelah memastikan ototnya lemas, Soohan kembali ke posisi semula dan menatap Seoyoon dengan senyuman menenangkan. “Tolong hidupkan musiknya.”

Seoyoon hanya dapat menghela napas melihat keputusan Soohan. ia tahu, now menjadi salah satu mv yang hot, mengingat hyuna sempat memegang predikat sebagai artis korea paling seksi. Namun pada akhirnya ia berusaha percaya pada Soohan. ini sudah menjadi keputusan yeoja itu, dan apapun keputusan yang sudah Soohan buat, Seoyoon akan berusaha mendukungnya.

Cekklek

Tepat saat Soohan akan memulai tariannya, pintu ruang dance dibuka oleh seorang namja. Di ambang pintu, tampak Sehun dengan tampilan sporty, sepertinya namja itu juga berniat untuk latihan. Melihat Soohan yang membeku di tempat Sehun tersenyum miring, membuat Soohan mengalihkan pandangannya dan berdehem.

“Kau berniat untuk latihan atau hanya berdiri disana mr.Oh?” tanya Soohan tanpa menatap Sehun. Kecanggungan masih menyelimuti Soohan, namun tidak dengan Sehun. Dengan sangat cool ia berjalan menghampiri Soohan, dan melirik ke arah pemutar musik dimana Seoyoon tegak.

Noona, bisa kau putar ulang lagunya? Sepertinya aku ketinggalan.” Ucap Sehun dan di akhiri dengan senyuman khasnya. Senyuman yang mampu membuat para yeoja bertekuk lutut di hadapannya.

“Hm? Ne? Bu-bukankah Soohan akan menari bersama Jongin?” Sehun langsung menggeleng. “Dia akan menari bersamaku. Jongin cidera saat main basket dan aku yang menggantikannya.” Sahut Sehun cepat. Seoyoon mengangguk paham dan langsung menghidupkan lagu now. setelahnya ia beranjak menuju sofa, berniat untuk melihat latihan Sehun-Soohan.

Sehun berdiri di belakang Soohan. walaupun masih kaku, tapi gerakan mereka tampak seperti profesional, bahkan pada bagian reff, gerakan mereka tampak lebih bernyawa dibandingkan duat hyuna-hyunseung, menurut Seoyoon. Semakin akhir gerakan mereka semakin luwes, di tambah beberapa koreografi buatan mereka ketika mengakhiri latihannya.

Tell me now now now

Saat lagu berakhir Soohan terkejut mendapati wajah Sehun hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Soohan tidak berani menatap mata Sehun kali ini, jadi ia hanya melihat lurus, namun yang masuk ke dalam pendangannya malah Sehun yang sedang menjilat bibir bawahnya, tampak sangat sensual, hingga Soohan sendiri menelan ludah, gugup. Dalam hati ia merutuki kebiasaan Sehun yang memang sering menjilat bibir bawahnya, sangat tidak ada kerjaan menurut Soohan, namun tidak bisa ia pungkiri, Sehun yang seperti itu tampak sangat cool dan sensual sekaligus.

Mereka masih di posisi yang sama jika saja teriakan heboh Seoyoon tidak menggema dalam ruangan itu. Dengan kikuk Soohan melepas tautan tangannya dileher Sehun dan menghampiri Seoyoon di sofa. Di tempatnya, Sehun masih memandangi Soohan tak berkedip, melihat Soohan yang menari dengan begitu energik dan bermandikan peluh membuat yeoja itu tampak berkali lipat lebih seksi dimata Sehun.

“Waaahhh, aku tidak bisa komentar apa-apa. Kalian, wahh, daebak. Tarian kalian, bahkan lebih hebat daripada Hyuna-Hyunseung. Wahh, jika kalian jadi artis, aku pasti akan jadi fans nomor satu. Aku, aku tidak bisa berkata apa-apa. Dan, kyaa, kalian seperti sedang berciuman saat di akhir tadi. Kyaaa, kau sangat hebat Soo.” Celoteh Seoyoon sembari terus menggoyang-goyangkan lengan Soohan heboh. Sedangkan disampingnya Soohan hanya mengangguk lemah mendengarnya. Tubuhnya terasa lemas sekarang, namun jantungnya tidak mau berhenti berdetak cepat, membuatnya tidak karuan.

Soohan berjengit merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Ia membuka matanya dan menemukan Sehun sedang tersenyum ke arahnya. “Minum untukmu noona.”

Soohan langsung mengambil minuman itu dan menenggaknya rakus. Ia melirik Seoyoon yang sedang minum, sepertinya Sehun juga membelikan minuman untuk yeoja itu. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari Sehun dan menemukan Sehun sedang berjalan ke arah pintu. Saat Sehun membuka pintu pandangan mereka bertemu dan Sehun tersenyum sebelum berlalu. “Apa yang terjadi padaku?” Gumam Soohan sembari memegang dadanya yang berdegup kencang.

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

Hari-hari berlalu dengan cepat, pikir Soohan. Tak terasa hari dimana mereka akan membayar tuntas rasa lelah mereka berlatih tanpa henti datang. Disinilah mereka berdiri sekarang. Di belakang panggung, menunggu giliran untuk tampil. Soohan, yeoja itu mengenakan gaun pendek sekitar sepuluh senti di atas lutut dengan hiasan abstrak yang menawan di bagian pinggang, melingkar hingga kebagian pundak. Tampak rambutnya diikat tinggi dengan rapi. Dan disebelahnya Sehun berdiri dengan cool. Namja itu menggunakan kaos dengan kemeja diluarnya, tak lupa ia menggunakan topi kesayangannya.

“Sehun. Aku gugup.” Soohan menggenggam tangannya yang berkeringat. Walaupun ia sudah sering mengikuti lomba dan acara amal seperti ini, namun entah kenapa kali ini ia merasa sangat gugup. Karena Dance ini atau karena namja ini, batin Soohan.

“Kau harus tenang jika mau tampil bagus. Sekarang-“ Sehun memegang bahu Soohan dan mengarahkan yeoja itu untuk menghadapnya. “Tarik napasmu dan keluarkan.”

Soohan mengikuti instruksi Sehun. Berkali-kali ia menarik napas panjang hingga perasaannya mulai tenang. Namun itu tidak berlangsung lama, karena jantungnya kembali berdegup kencang ketika Sehun menggenggam tangannya. Pabbo, aku semakin gugup jika begini batin Soohan.

Setelah sepuluh menit menunggu, mereka akhirnya menaiki panggung. Penonton bersorak amat riuh ketika melihat Soohan melambai. Ya, mereka amat akrab dengan sosok Soohan. selain ramah dan cantik, Soohan yang pintar menari seakan menjadi primadona, mengalahkan idola mereka. Para yeoja berteriak histeris ketika melihat pasangan duet Soohan, namja yang baru kali ini mereka lihat. Dan mereka makin berteriak tak karuan ketika Sehun melemparkan senyuman mautnya disertai wink sederhana namun dapat menggetarkan hati siapapun.

“Cihh. Kau berlebihan Sehun.” Bisik Soohan ketika melihat respon Sehun terhadap para penonton.

“Kau seperti artis baru naik daun saja.” Sehun hanya tersenyum manis mendengar ucapan Soohan. Sebenarnya ia tersenyum bukan karena senang di teriaki oleh ratusan orang, namun ia tersenyum karena rencananya sebentar lagi akan terlaksana. Ya, rencana yang sudah ia buat seminggu yang lalu. Rencana yang pasti akan merubah hubungannya dengan Soohan.

Ketika musik dinyalakan, Sehun dan Soohan langsung mengambil posisi dan mulai menari. Gerakan mereka sangat energik membuat para penonton makin menggilai Soohan yang notabene primadona dance disana, ditambah Sehun yang menjadi idola baru dikalangan itu.

Kyaaaa

Huwaaaa

Sehuuuun saranghaeeee

Sooohaaaannn

Kira-kira seperti itulah teriakan-teriakan yang menemani tarian Soohan dan Sehun, sangat menghebohkan. Bahkan mungkin suara para penggemar Soohan dan Sehun dapat terdengar dari kejauhan 1000 meter dari tempat mereka berdiri.

Lagu terus mengalun sementara di sudut panggung, namja itu menatap Soohan dengan tatapan tajamnya. Isi perutnya terasa di aduk melihat Soohan dan Sehun yang sedang menari, ingin rasanya ia patahkan kaki Soohan dan menempatkan pisau tajam di tubuh yeoja itu, jika saja ia tidak berpikir dirinya akan dibantai para penggemar mereka.

Kebenciannya sudah sampai di ubun-ubun hingga rasanya ia akan meledak jika tidak segera diluapkan. Namun kewarasannya sebagai manusia masih mendominasi dalam dirinya. Ia hanya akan menunggu hingga waktunya tiba. Jika waktu itu tiba, ia berjanji atas dirinya, atas nama hyungnya, atas nama keluarganya, atas nama semua iblis yang menghasutnya, ia akan membalaskan dendam pada Soohan. ia akan membalasnya hingga semua dendamnya habis tak tersisa.

“Tunggu saja saatnya tiba nona Kim. Kau akan menerima balasannya.” Setelahnya ia beranjak memberi waktu bagi Soohan untuk bersenang-senang, hingga hari kematiannya tiba.

Oouuuu tell me now now now

Ooh ooh ooh ooh tell me now now now

Ooh ooh ooh ooh oneuri kkeutnagi jeone

Tell me now now now now now now

Napas Soohan dan Sehun saling bersahutan dan peluh sudah membanjiri tubuh mereka. Soohan masih menormalkan napasnya, jantungnya terasa berdegup begitu kencang karena menari ditambah posisinya sekarang yang tampak sangat intim dengan lengan Sehun yang bertengger manis dipinggangnya, menarik yeoja itu makin mendekat sehingga Soohan sedikit terangkat dan makin merapat ke tubuh Sehun. Soohan mengalungkan lengannya pada leher Sehun, tak berani menatap wajah namja itu Soohan memilih untuk memeluk Sehun.

“Soohan.” Bisik Sehun tepat di telinga Soohan membuat yeoja yang berada di pelukannya sekarang itu merasa bulu kuduknya berdiri. “Bilang saja kau mau memelukku kan?” kekeh Sehun di antara ratusan suara yang menyeruak di tempat itu. Mendengar perkataan Sehun, Soohan melepaskan pelukannya di leher Sehun dan hendak beranjak, namun lengan Sehun masih terus melingkar di pinggang Soohan.

“Lepaskan Sehun.” Soohan sedikit berontak ketika mendapati Sehun menatapnya. Ia merasa pipinya sudah memerah sementara Sehun merasa tak terganggu oleh itu. Namja itu masih terus menatap Soohan hingga-

– CUP –

(FEEL REGRET WHEN YOU LEAVE)

Matahari sedang berada di titik tertinggi hari itu dan suhu bumi meningkat berkali-kali lipat karenanya. Di taman bermain, tepatnya dibawah pohon maple, seorang anak kecil sedang duduk sambil memberengut. Sudah setengah jam ia menunggu kedatangan sang eomma, namun tak juga ia tampak bayangan yeoja itu.

“Eommaaa.” Anak kecil itu berlari menghampiri sosok yang sedang berjalan menuju jalan raya, namun yeoja itu tak sama sekali menoleh ke arahnya. Anak kecil itu terus mengejar sang eomma dengan air mata yang mulai mengalir di pipi.

“EOMMAAAAA.” Yeoja paruh baya itu menoleh pada sang anak membaut anak itu tersenyum karena merasa berhasil memanggil eommanya. Namun ada yang berbeda dari wajah eommanya. Yeoja itu tampak pucat dan sangat dingin ketika disentuh.

“Eomma, badan eomma kenapa sangat dingin? Eomma sakit? Ayo kita ke Kim uisa, eomma harus diperiksa.” Bukan beranjak, sang eomma malah duduk dan mensejajarkan tubuh dengan anaknya, lalu tersenyum.

“Eomma akan pergi, tapi Kau tidak boleh ikut eomma. Kau harus menjalani hidupmu sendiri. Kau tidak boleh membuat masalah, belajar yang rajin. Jadilah kebanggaan eomma, maka eomma akan tersenyum melihatmu.” Anak kecil itu terdiam mencerna kalimat eommanya. Setelah mengerti , raut wajahnya berubah sedih dan ia mulai terisak.

“Eomma. Eomma akan pergi kemana? Aku ikut. Aku tidak mau sendirian eomma, hikks.”

“Kau harus jadi anak yang kuat dan jadi yang terbaik untuk eomma. Eomma akan melihatmu dari langit sana.” anak kecil itu mengerjapkan matanya, namun ketika ia melihat ke depan, eommanya sudah tidak ada. Ia kembali menangis dan berlari kesana kemari mencari. Dan yang ia temukan adalah sang eomma yang terbujur kaku di pinggir jalanan dengan darah segar membanjiri tubuhnya.

“Eommaaaa.”

“Eommaaaa.”

“Eommaaaa.”

“EOMMAAAA.”

Sehun segera membuka pintu kamar ketika mendengar Soohan berteriak. Di ranjangnya, Soohan tempak berantakan, rambutnya yang tidak tertata rapi dan wajahnya yang bersimbah air mata menjadi pemandangan pertama ketika Sehun memasuki ruangan itu.

“Soo. Gwencanha?” Soohan langsung memeluk Sehun ketika namja itu duduk di tepi ranjang. Soohan tampak frustasi dimata Sehun, entah karena apa, Sehun tak tahu. Sehun mengelus punggung Soohan untuk menenangkan anak itu. Setelah merasa tangisan Soohan tak terdengar lagi, Sehun melonggarkan dekapannya dan menatap Soohan.

“Ada apa?” Soohan masih enggan bicara hingga Sehun memeluknya lagi. Soohan merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi pada eommanya. Instingnya tak pernah meleset selama ini, begitupun sekarang. Ia harus menemui eommanya, secepatnya.

“Sehun, aku. . . aku rindu eomma.” Sehun hanya bergumam sebagai balasan. Ia tentu mengerti bagaimana perasaan Soohan sekarang. Merindukan orang yang sangat kau sayangi, namun tak dapat melihat wajahnya, serasa batu besar menghimpit dadamu hingga sesak.

“Aku ingin bertemu eomma.” Tubuh Sehun menegang mendengar permintaan Soohan. ia rasa itu terlalu berbahaya, ia tidak mau jika Soohan berakhir di tangan musuh keluarganya. Sehun hendak melarang Soohan jika saja ia tak melihat binar mata Soohan, meminta persetujuan penuh agar ia menemui sang eomma.

“Hhh, baiklah, tapi kau harus berhati-hati.” Soohan tampak sangat berbinar dan sangat gembira. Sangking senangnya ia sudah meloncat-loncat diranjang layaknya bocah kecil, kemudian menghampiri Sehun. “Gumawo.”

Cup-

>>>>>TBC

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

NEXT CHAPTER:

 

“Se-sehun. Aku butuh bantuanmu. Hikss hikss, tolong datang.” –Soohan

.

“Mianhae, aku tidak bisa bersamamu lagi. Selamat tinggal.” –Sehun

.

“Kau tahu Soo, akhirnya kau hancur oleh orang yang kau cintai. Rasakan itu jalang.” –S.J

.

“Hyung, kau sangat bodoh. Kenapa hyung meninggalkan Soohan noona.” –Sechul

.

“Kenapa kau membuatnya menderita bodoh. Dia tidak bersalah sama sekali.” –K.W

.

“Kau tidak perlu takut padaku. Mulai sekarang kau akan tinggal disini.” J.J

 

AUTHOR NOTE :

Eaaaa, akhirnya nongol juga dihh ff. Udah ada clue tuhh yang dari kemaren penasaran siapa yang nyelakain Soohan. monggo ditebak siapa. Di chapter depan bakal muncul orang baru, kayak si S.J, K.W, J.J. dan maaf kalo chapter satu ini makin gaje. Harap maklum karena author abis ujian.. #ditepokreader

Selalu author ingatkan, please. TINGGALKAN KOMENTAR. Terserah mau cuap-cuap apa, mau comment apa, mau bash atau puji #ngarep_pujian, saran dan kritik, atau mau berceloteh apapun, terserah readers. Yang penting, isi kolom komentar, supaya author makin semangat ngelanjut nihh ff.

블렉 포르 아이스 a.k.a シルヴィ a.k.a Oh Silvy_2507

Author Site :

Facebook           : https://www.facebook.com/silvi.wahyu

Twitter               : https://twitter.com/wahyusilvi1

WordPress         : www.ohsilvy2507.wordpress.com

 

6 responses to “[Series] El Amor Verdadero ( Chapter 6 : Feel Regret When You Leave)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s