[One shot] Jodoh Pasti Bertemu

jodoh-pasti-bertemuFF ini ditulis oleh Rika Tresia / @rikatresia, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat Daftar isi FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

Fanfiction: Jodoh Pasti Bertemu

 

Author: Rika Tresia / @rikatresia | Cast: Lee Jonghyun a.k.a CNBlue Jonghyun, Kim Sena (OC) | Other Cast: Jung Yonghwa a.k.a CNBlue Yonghwa | Genre: SongFic, Friendship, Romance, Sad | Length: OneShot | Rate: General

 

Disclaimer: This fiction is original by me, if there’s a fiction that have the sama title as me, its just a pure coincidence.

The original fiction has publish in my personal blog rikatresia.wordpress.com

Akhirnya fiction dengan latar belakang lagu ‘Jodoh pasti bertemu dari Afgan’ ini jadi juga yeaaay XDD fiction ini requestan dari eonnie ku yang lagi ngidem jodoh. Semoga eonnie segera mendapatkan jodoh dan segera dipertemukan dengan jodoh seperti yang eonnie inginkan ya…amin.

     -Jodoh Pasti Bertemu-

Andai engkau tahu betapa ku mencinta

 

@ Senior High School

“Jonghyun-ah, bisa tolong aku mengantarkan buku – buku tugas ini ke ruang guru?” Seru seorang yeoja memecah lamunan ku

“…”

Aku mendengar ucapannya, tapi entah kenapa satu hal yang kulakukan saat ini justru hanya terdiam dan menatap wajah mungilnya, Kim Sena.

“Jonghyun-ah” serunya lagi

Eoh? Ne, kajja” jawabku canggung dan bergegas membantu Sena membawa buku – buku tugas kelas kami.

Kim Sena, seorang yeoja mungil dengan rambut pendek ala Dora the Explorer hahaha Sena benar – benar terlihat imut dengan rambut pendeknya. Ia juga mempunyai mata yang bulat dan beralis tidak terlalu tebal, dengan hidung yang juga tidak terlalu mancung dan bibir yang selalu melukiskan lengkungan senyum indah, senyuman yang telah menjadi favorite ku selama setahun belakangan ini

Diam – diam setelah selama setahun belakangan ini kami menjadi teman sekelas, aku jadi selalu memperhatikannya. Memperhatikan Sena si ketua kelas yang galak, bahkan sangat galak bagi anak – anak yang senang membolos mengumpulkan tugas. Karna sebagai ketua kelas, Sena selalu diberi tugas untuk mengumpulkan tugas para murid sekelas dan mengirimnya ke ruang guru.

“Jonghyun-ah, kenapa bengong?”

Eh? Aku tidak bengong, aku memikirkanmu…

Eoh? Aniyo haha”

“Terima kasih ya Jjong-ah, kau selalu mau membantuku membawakan buku – buku tugas ke ruang guru. Kalau tidak ada kau, pasti aku akan kerepotan membawanya sendirian. Jeongmal gomawo

Deg. Deg. Deg. Deg. Deg

Ne, cheonma Sena-ya. Lain kali kalau butuh bantuan lagi bilang saja”… jangan sungkan – sungkan minta bantuanku

Ne, gomawo Jonghyun-ah” eyesmile itu… Haaah oksigen – oksigen dimana kalian?!??

.

.

.

“Sena-ya! Yak Kim Sena!” Seru seorang namja jangkung

Eoh? Jonghyun-ah” akhirnya seseorang yang dipanggil pun mendengar seruan si namja.

Kim sena, yeoja yang dipanggil tadi segera bergegas berlari kecil menuju Lee Jonghyun, orang yang menyerukan namanya tadi.

Chukae, akhirnya kita sama – sama lulus” ucap Jonghyun seraya menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sena. Dengan mantap Sena menyambut tangan putih itu dan menggenggam tangan teman baiknya itu dengan erat,

“Ne, Chukae Jonghyun-ah. Selanjutnya kita harus sama – sama berusaha ya di dunia kampus nanti”

“Pasti!” Jawab Jonghyun.

Selalu menjadikanmu isi dalam doaku.

Hari ini kami telah melaksakan upacara perpisahan murid – murid tingkat akhir di Senior High School, dan itu artinya hari ini adalah hari terakhir aku bisa bertemu dengan Sena…

Ya Tuhan, ini pertama kalinya aku membawa seorang wanita di dalam doa ku selain dari eomma dan kedua noona-ku.

Kim Sena, aku menyukai dia…

Aku tahu usiaku terhitung masih terlalu muda untuk mendoakan seorang jodoh, tapi aku sangat berharap Tuhan dialah yang menjadi satu – satunya pendampingku di hari – hari tuaku nanti…

Ya Tuhan, semoga hari ini bukanlah hari perpisahan kami berdua, Amin.

.

.

.

@ Collage

“Sena-ya! Yak Kim Sena! Kita berada di dalam satu kampus?”

Ya Tuhan, doaku benar – benar terkabul, aku dan Sena bisa bertemu lagi

“Yak Lee Jonghyun kita satu kampus?”

Aku mengangguk dengan semangat sebagai balasan

“Aigoo, kau pasti membuntuti ku ya? Hahaha”

Eh?… Tidak segitunya juga sih, tapi aku sangat bersyukur kali ini aku bisa bersama denganmu lagi, menuntut ilmu di tempat yang sama dan pastinya akan bisa sering bertemu lagi.

“Hahahaha tentu saja tidak pabo, kau ini ke-geer-an sekali” ucapku sambil mengacak – acak rambut Dora nya yang sudah mulai memanjang. Dua bulan tidak bertemu, rambut Sena kini sudah sepanjang bahu, dia jadi terlihat lebih dewasa, yeoppo.

“Ah senangnya, hari pertama ini aku sudah punya teman Jonghyun-ah”

Nugu?”

Neo, tentu saja kau! Mau mu siapa lagi memang? Haha selanjutnya mohon bantuannya ya, nae chingu” ucap Sena seraya menyodorkan tanggannya untuk berjabat tanggan denganku

“Tentu saja, Sena-ya” balasku dan kemudian menjabat hangat tangannya.

.

.

.

Ku tahu tahu tak mudah menjadi yang kau pinta

 

“Jjong-ah, makan siang yuk”

Mwo! Sena mengajakku makan siang bersama?

“Ah, ne kajja

Greep

Tanpa sadar aku menarik tangan Sena dan menggenggamnya, ah ya sudahlah, lanjutkan saja hehe

@ Kantin

“Jjong-ah, bagaimana kuliahmu selama 1 semester ini?” Sepertinya Sena sama sekali tidak memikirkan genggaman tangan kami tadi, buktinya dia sama sekali tidak tampak kikuk

“Baik, sangat baik. Ternyata dunia kampus benar – benar menarik ya. Bagaimana denganmu?” kataku bersemangat

“Benar, aku juga sangat tertarik dengan kegiatan kampus akhir – akhir ini. Ah ngomong – ngomong Jjong-ah apa aku boleh bertanya?”

“Tanyakan saja”

 

“Sebagai seorang namja, hmm… apa yang kau lihat pertama dari seorang yeoja? Apa wajahnya?”

Kenapa tiba – tiba dia menanyakan hal itu?

Apa Sena sedang tertarik dengan seseorang?

Nugu?

“Tidak semua namja melihat seorang yeoja hanya dari penampilan luar dan wajahnya Kim Sena. Hal – hal seperti itu hanya dilakukan oleh laki – laki yang belum dewasa dan mengganggap perasaan sebagai mainan saja. Aku tidak seperti itu kok” jelasku mantab pada yeoja berwajah penasaran di hapadanku. Ku harap dia mengerti maksud dari kata – kataku ini, tapi kenapa wajahnya serius sekali?

“Berarti kau termasuk pria dewasa dong hahaha”

“Tentu saja!”

Tentu saja aku pria dewasa! Aku menyayangi mu dan itu bukan karna penampilan luarmu. Aku menyukai semua yang ada dirimu Kim Sena, semua! Mengenai wajahmu yang cantik, kurasa itu bonus hahaha

“Lalu, apakah kau sudah memiliki yeojachingu Jonghuyn-ah?”

Mwo? Apa – apaan ini? Apa Sena akan menyatakan perasaannya padaku? Kenapa tiba – tiba…

Wae? Kenapa mempertanyakan hal itu?” Balasku untuk mengalihkan pertanyaan tiba – tibanya tadi

“Entahlah… Jjong-ah apa kau tahu senior kita, Yonghwa sunbaenim dari jurusan musik? Dia terlihat tampan akhir – akhir ini hehehe aku masih kekanak – kanakan ya dalam soal cinta?”

Jleb.

Yonghwa sunbaenim? Sena menyukai Yonghwa sunbaenim?

“Menurutmu aku harus bersikap bagaimana Jjong-ah, agar Yonghwa sunbaenim melihat padaku?”

Aku tidak tahu!

Yang kutahu kau cukup menjadi Kim Sena seperti biasa dan aku akan selalu menyukaimu. Ani, aku mencintaimu Sena-ya.

“Hmm, coba kau ikuti saja kegiatan kepanitian dimana dia berkecimpung, kalian akan lebih sering bertemu bukan setelahnya” aku berusaha setengah mati mengulas sebuah senyum tipis dan mengontrol ekspresi keterkejutan di wajahku.

“Ah kau benar! Baiklah besok aku akan mencari tahu kegiatan apa saja yang Yong sunbaenim ikuti. Gomawo Jonghyun-ah atas saranmu, kau memang teman terbaikku”

Ne, sama – sama” lagi – lagi senyum palsu ini harus ku keluarkan

 

              

                 Kupasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya

 

Kenapa takdir berakhir seperti ini? Setelah doaku dijawab agar kami bisa bersama – sama lagi, kenapa hatinya justru tertarik pada orang lain?

Yasudahlah, jalan hidupku masih panjang… Takdirku belum berakhir disini, biar takdir sendiri yang akan menjawabnya nanti.

                                Jika aku bukan jalanmu

                            Ku berhenti mengharapkanmu

 

“Sena-ya, mau kemana?” Tegur Jonghyun pada seorang yeoja berambut ikal panjang di hadapannya

“Aku mau ke gedung fakultas Yong oppa, oh iya bagaimana menurutmu rambut baruku, Jonghyun-ah? Yong oppa bilang aku akan cantik bila memiliki rambut panjang yang ikal, karna itu kemarin aku buru – buru ke salon untuk menatanya, bagaimana?” Sena meracau panjang lebar sambil memainkan rambut barunya, tanpa menyadari perubahan raut wajah lawan bicaranya

 

“Demi terlihat cantik di depan Yonghwa sunbaenim dia rela buru – buru pergi ke salon? Daebak!‘ Batin Jonghyun kesal

“Bagus kok, kau jadi tampak lebih seperti wanita sungguhan hahaha”

“YAK! Memangnya selama ini aku wanita jadi – jadian apa?” Omel Sena seraya memukul ringan lengan kanan Jonghyun.

“Yak kau ini, masih saja galak seperti dulu” gerutu Jonghyun sambil memegangi tangan kanannya pura – pura kesakitan.

“Aish, jinjja” sekali lagi Sena berusaha memukul tangan Jonghyun, namun kali ini Jonghyun dengan cepat menangkap lengan kurus itu dan memegangnya erat.

“Jadilah gadis manis yang lemah lembut, Kim Sena. Kau tidak mau Yonghwa sunbaenim kabur bukan?” Bisik Jonghyun tepat ditelinga kiri Sena, kemudian meninggalkan gadis itu membeku di tempatnya.

“Ya… Apa katanya tadi?” Gumam gadis itu ditengah – tengah keterkejutannya.

.

.

.

“Sena-ya, apa kelas mu hari ini sudah selesai?” Sapaku pada gadis berambut ikal itu, hmm rambutnya sudah tidak seperti Dora lagi, tidak seimut dulu sih tapi tetap saja membuatku selalu berdebar – debar setiap kali bertemu.

Eoh, baru saja selesai. Kelasmu sudah selesai?”

Nado. Ayo pulang bersama, biar kuantar”

Semoga Sena mau, jebal

“Sena-ya!”

Eoh suara siapa?…

Yonghwa sunbaenim. Tsk

Eoh oppa, oppa ada apa datang ke gedung fakultasku?”

Tsk, giliran Yonghwa sunbaenim ditanya, sedangkan aku?

“Ingin bertemu denganmu, Sena-ya. Oppa sedang senggang, mau menemani oppa jalan – jalan?”

Mwo?! Segamblang itu mengajak yeoja berkencan?

Ayolah Kim Sena lebih baik pulang bersamaku…

“Hmm” Sena mengalihkan pandangannya padaku, seolah – olah meminta maaf karna tidak bisa memenuhi ajakanku, tsk sial!

“Jjong-ah mian, aku pulang bersama Yong oppa saja ya, sekalian menemani Yong oppa, sepertinya dia membutuhkanku” seru Sena pelan

Aku membeku sesaat mendengar penuturannya.

Apa teman yang sudah dikenalnya bertahun – tahun tidak lebih berharga dari pada seorang sunbaenim yang baru dikenalnya beberapa bulan yang lalu?

Ne, gwenchana. Lain kali jangan tolak ajakanku, ne?” Ucapku pelan agar tidak didengar oleh sainganku, Yonghwa sunbaenim.

“Ne ne, arraso! Hati – hati di jalan ya Jonghyun-ssi, kami duluan. Anneyeong. Kajja Sena” sahut Yonghwa sunbaenim. Cih apa – apaan dia.

Ya Kim Sena kenapa hanya diam saja?

Aku hanya mampu terdiam menatap kepergian kedua orang itu. Bahkan Yonghwa sunbaenim sudah berani merangkul pundak Sena…

Ya Kim Sena, apa kau tidak pernah menganggapku sama sekali? Haruskah aku berhenti mengharapkanmu?…

.

.

.

“Jonghyun-ah!!!” Teriakan seorang gadis bernama Kim Sena membuat semua mata mengarah padanya, sedangkan seseorang yang dipanggil justru sedang asik dengan earphone dan buku dihadapannya.

“Yak! Lee Jonghyun!” Kesal dengan perlakuan Jonghyun, Sena segera menghampiri Jonghyun dan duduk tepat di sebelah pria jangkung itu.

Jonghyun segera menyadari adanya seseorang yang mengisi bangku kosong di sampingnya, seorang yeoja pendek dengan tas ransel ungu favourite-nya telah duduk dengan tatapan jengkel “Yak berisik, pabo! Ini perpustakaan jangan berbuat gaduh”

“Habis kau tidak dengar – dengar sih dari tadi aku panggil”

“Ada apa?” Tanya Jonghyun tenang, padahal hatinya sedang sangat berbunga – bunga karna kehadiran Sena yang tiba – tiba

“Kau tidak ingat ini hari apa? Biasanya kan selalu ingat” tanya Sena to the point

‘Tentu saja aku ingat, pabo!’ Kekeh Jonghyun dalam hati

Alih – alih ingin membuat Sena penasaran Jonghyun lalu bertanya “Hari apa memang?”

“Hih! Kau lupa ya?”

Jonghyun mengangguk dengan kalem

“Benar – benar lupa?”

Lagi – lagi Jonghyun mengangguk kalem

“Haiiiish JINJJA!” Kim Sena mulai frustasi dan mulai menaikan nada bicaranya

“Diamlah dan jangan berisik…” Ucap Jonghyun seraya mengambil sesuatu dari tas ranselnya

“… Ini hadiah ulangtahunmu, saengil chukahamnida Kim Sena! Pergunakan hadiah dariku dengan baik, ye?”

“Haishh kau ini! hehehe gomawo Jonghyun-ah, kau memang teman yang baik. Aku selalu memakai semua hadiahmu dengan baik kok”

‘Teman ya…’ Batin Jonghyun

“Benarkah? Apa semua hadiah yang kuberikan dari jaman kita berada Senior High School hingga tahun lalu masih kau simpan?”

Ne, tentu saja! Semuanya masih ku simpan dengan baik di kamarku…”

Diam – diam sebuah senyum tipis tertoreh diwajah Jonghyun.

“…Kau ingat pernah memberiku boneka kelinci? Aku menaruhnya di atas kasurku loh, dan setiap malam selalu memeluknya”

‘Benarkah? Apa kau memeluknya sambil mengingatku?’

Jinjja? Hmm… Kalau begitu yang ini juga simpan baik – baik ya” tidak ingin terlihat terlalu senang, Jonghyun berusaha setengah mati berbicara dengan santai.

“Ini isinya apa Jjong-ah?”

“Bukalah”

“Huaaa dompet!!! Ini cantik sekali Jonghyun-ah”

Suara Sena kembali meninggi dengan sendirinya, membuat beberapa mata menatap kearahnya dengan gemas

“Shtss pelankan suaramu, pabo!” keluh Jonghyun

“Hehe ne. Gowamo jeongmal Lee Jonghyun”

Ne, cheonma. Hmm, bagaimana kalau nanti malam kau mentraktirku makan pizza?” Ajak Jonghyun

Okay, tidak masalah! Nanti malam jam 7 datanglah ke rumahku dan kita akan makan pizza sampai puas malam ini” balas Sena

“Baiklah, akan ku jemput kau jam 7 tepat nanti malam”

“Baiklah” ucap Sena

“Baiklah” ucap Jonghyun

“Baiklah”

“Baiklah”

Dan begitu seterusnya hingga mereka berhenti dengan candaan mereka.

.

.

.

Baiklah malam ini aku akan menyatakan perasaanku padanya, ya Tuhan tolong aku… Aku menyayangi dia, Kim Sena. Tuhan tolong buat malam ini menjadi lancar, amin.

Kulangkahkan kakiku dengan mantab, hari ini akan menjadi hari yang bersejarah bagiku dan semoga saja Sena tidak menolakku

Tok… Tok… Tok

Ku ketuk pintu rumah Sena dan disambut hangat olehnya, aku bahkan bertemu kedua orangtua Sena dan berpamitan pada mereka untuk bisa mengajak anak perempuan mereka berkencan malam ini, apa? Kencan? hahaha tentu saja KENCAN!

Tin… Tin

Eh?

Sebuah mobil BMW berwarna silver berhenti tepat di depan pagar rumah Sena, hampir saja mobil mahal itu menabrak motor hitam kesayanganku. Sial! Yonghwa sunbaenim. Mau apa dia kemari?

“Sena-ya, kajja

 

Kajja? Apa maksud orang ini?

“Hmm Jjong-ah mian… Tadi siang Yong oppa mengajakku makan malam sebagai hadiah ulangtahunku, aku tidak enak menolaknya terlebih dia sangat baik memperlakukanku. Maafkan aku, kita makan pizzanya besok sore saja ya, tidak papa kan Jonghyun-ah?”

Mwo? Tidak enak menolak katamu, Sena?!

Ini bukan masalah makan pizza atau makan kau yang traktir. Tapi ini masalah jelas – jelas kau lebih mementingkan Yonghwa sunbaenim daripada aku!

“Memangnya aku kurang baik ya memperlakukanmu, sehingga tidak jadi masalah bila kau menolak ajakanku makan malam?”

Kata – kata dingin itu tiba – tiba saja keluar dari mulutku. Sena terlihat sangat terkejut dengan kata – kataku barusan. Matanya membulat dan wajahnya terlihat benar – benar kaget.

“Eh? Bu…bukan begitu Jonghyun-ah… A..Aku…”

“Apa selama ini tindakan dan perlakuanku kurang baik? Apa semua perilaku yang kutunjukan selama ini masih kurang jelas untuk menunjukan perasaanku padamu, KIM SENA?

“Ne…?” Sena terlihat sangat ketakutan dengan teriakanku, mian… Tapi jujur aku benar – benar kecewa Sena-ya

Tenang Jonghyun-ah, jangan buat Sena jadi ketakukan begini. Tenangkan dirimu Lee Jonghyun!

“Huuuft… Aku baik – baik saja, pergilah! Yonghwa sunbaenim menunggumu. Aku pulang, anneyoung” sesungguhnya aku tidak rela harus pergi begitu saja. Tapi bukankah ini sudah jelas? Sena lebih memilih Yonghwa sunbaenim, dan aku hanya dianggap sebagai teman, tidak lebih.

Lebih baik aku pergi meninggalkan mereka daripada harus melihat menyataan pahit kalau aku telah jelas – jelas telah kalah.

Dimata Sena aku masih kurang baik. Dimata Sena aku hanya teman… hanya teman… hanya teman.

Aku tidak menyalahkan Sena tentang hal itu, sungguh. Mungkin aku memang kurang menunjukan perasaanku padanya, mungkin…

Sudahlah lebih baik aku pergi menginggalkan mereka agar mereka bisa bersenang – senang. Ya meninggalkan mereka…

Meninggalkan Sena.

Meninggalkan wanita yang diam – diam selalu ku bawa dalam doaku.

 

Kalau kami memang ditakdirkan untuk bisa bersama, biar takdir itu yang membawanya kepadaku.

                          Jika aku memang tercipta untukmu

                    Ku kan memlikimu, jodoh pasti bertemu

Aku selalu berharap kisah cintaku akan berakhir bahagia dengan seorang gadis bernama Kim Sena, tapi kalau memang dia bukan jodohku, aku harus bisa merelakannya.

Dan bila memang dia sudah di gariskan untuk menemani hari – hari tua ku kelak, aku yakin, aku akan memilikinya. Jodoh pasti bertemu. Lee Jonghyun dan Kim Sena pasti bertemu.

Prolog…

 

‘Apa selama ini aku telah salah jatuh cinta? Harusnya selama ini aku sadar, orang yang tepat untuk ku itu hanya kau, Lee Jonghyun’

FIN~

Jeng jeeeeeenng? Otthe? Huaaa ancur ya? TT_TT

Makasih banyak ya teman – teman mau mampir baca ff abal – abal ini, gomawo jeongmal *bow* kalau berkenan jangan lupa kasih like dan komen ya teman – teman, sekali lagi terimakasih banyak *bow* sampai jumpa di fiction selanjutnya dadah~

 

One response to “[One shot] Jodoh Pasti Bertemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s