You Are My Fate – Chapter 1

you are my fate poster

Author : Vankyu (@bluavania)

Main Cast:

  •  Cho Kyuhyun
  • Park Yeon Min (OC)

Other Cast:

  • Lee Hyukjae
  • Im hyejin

Genre : Romance, Comedy

Author note:

Halo semua! Setelah menghilang hampir satu tahun akhirnya Vankyu memutuskan untuk menulis cerita lagi. Kali ini pemeran utamanya tetap Cho Kyuhyun yeeeeay. Jangan sungkan untuk datang dan membaca cerita lain buatan Vankyu di sini

Selamat menikmati dan ikut jatuh cinta bersama Kyuhyun dan Yeon Min dalam cerita ini. Enjoy!

Once again, Cho Kyuhyun belong to God, but this story is belong to me🙂

***************

Arti bahagia itu sederhana. Selama kau terlihat dalam jangkauan pandang mataku, saat itu juga kebahagiaan masih tetap ada di dalam kamus hidupku. Takdirmu adalah menjadi milikku. Kau tidak punya alasan untuk lari dariku.

*Yeon Min POV*

            Berulang kali aku menatap pesan yang baru saja masuk ke ponselku. Ini bukan mimpi kan? Aku mencubit pipiku dan terasa sakit. “Yeeeay!” Teriakku sambil meloncat-loncat kegirangan.

“Park Yeon Min! Apa yang kau lakukan?” sebuah teriakan menggelegar terdengar dari arah depan kelas. Aku menghentikan kegiatan meloncat-loncat tadi. “Apa yang sedang kau lakukan di kelasku, HAH!”

            Aku mengusap tengkuk leherku perlahan. Sial! Aku lupa sekarang masih jam pelajaran. Dengan menggigit bibir aku memalingkan wajahku ke arah guru tua yang sedang menatapku penuh amarah. “Tidak ada apa-apa seongsaenim, hanya saja.. Ah! Hanya saja tadi ada kecoa di bawah kursiku.” Sontak seluruh siswi yang ada di kelasku berteriak-teriak sambil berdiri di atas kursi.

“Cukup! Diam semuanya!” Jung seongsaenim mencoba menghentikan kekacauan yang kubuat. Aku meringis perlahan melihat adegan berteriak antara siswi yang ketakutan dan guru tua yang berusaha menenangkan kelasnya. Untung saja bel berbunyi saat itu juga, jadi tidak ada korban jiwa dalam pertarungan adu teriakan tadi.

            “Yeongie, kau itu selalu saja bikin onar di kelas. Kau tidak kasihan melihat tampang Jung seongsaenim?” ucap Minji yang kini berdiri di sebelah mejaku.

Aku hanya mengangkat bahuku acuh, “Sudahlah, lagipula dia sudah terbiasa kan menghadapi kelakuanku yang seperti ini?” jawabku. Sahabatku tadi hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Oh iya, aku punya kabar gembira!” ucapku.

            “Kabar gembira?” tanya Minji.

 “Iya! Kau tahu? Barusan aku mendapat pesan dari sutradara Kim, kalau aku bisa ikut casting untuk proyek video klip barunya!” teriakku sambil mengguncang-guncangkan pundak Minji.

“HAH? Benarkah? Daebak! Kau harus mentraktirku Park Yeon Min,” jawab Minji.

“Tenang saja, kau akan kutraktir jajangmyeon, ayo!” ucapku sambil menarik lengan Minji.

*Author POV*

            Suasana riuh sudah menjadi rutinitas murid-murid SMA Seoul. Aksi dorong-mendorong, tarik-menarik, bahkan jambak-menjambak pun menjadi tontonan sehari-hari di kantin, apalagi kalau sudah menyangkut urusan perut, tidak ada yang mau mengalah.

            Sesosok gadis terlihat bertarung supaya bisa sampai di depan barisan. “Ahjumma! Jajangmyeon dua mangkuk!” teriaknya. Tak berapa lama makanan yang tadi dipesan sudah tersedia di hadapannya. Tinggal satu senti tangannya meraih mangkuk tersebut, tiba-tiba kedua mangkuk itu melayang. “Hey!” Yeon Min memutar kepalanya ke belakang, mencoba melihat siapa yang sudah mencuri makanan miliknya.

            “YA! Kau! Tunggu!” Yeon Min berlari menghampiri namja bertubuh tinggi yang membawa kedua mangkuk tersebut. “Ya! Apa kau tuli? Dasar pencuri jajangmyeon!” Namja tersebut menghentikan langkahnya tiba-tiba. Bruk! Hidung Yeon Min menghantam punggung keras namja itu.

 “Aw, sakit!” ucapnya sambil mengusap-usap hidungnya yang memerah.

            “Apa tadi kau bilang? Pencuri jajangmyeon? Siapa yang kau maksud, hah?” Gadis itu mengangkat wajahnya. Sesaat tubuhnya membeku.

 “Sudah jelas kan siapa yang kupanggil? Jajangmyeon itu milikku.” Yeon Min berusaha menggapai mangkuk tersebut.

            “Enak saja! Ini punyaku, aku yang memesannya lebih dulu,” bantah namja itu.

            “Itu punyaku! Sini, berikan padaku.” Terjadilah pertarungan mulut antar keduanya.

 “Yeon-ah, sudahlah. Kita pesan lagi saja yang baru.” Minji menarik tangan sahabatnya tersebut. Yeon Min melotot menatap Minji yang seenaknya saja menariknya menjauh dari hadapan namja itu.

“Kenapa kau menarikku? Jajangmyeon itu milik kita. Aku sudah capek mengantri daritadi, Minji-ah!”

            “Sudahlah, Lagipula jangan terlibat masalah dengan namja itu. Memangnya kau tidak tahu siapa namja tadi?” tanya Minji. Tentu saja Yeon Min tahu siapa namja setan yang bertengkar dengannya tadi. Tiga bulan yang lalu SMA Seoul digemparkan oleh kehadiran seorang namja. Cho Kyuhyun, magnae dari boyband terkenal Super Junior, tiba-tiba saja terdaftar bersekolah di sekolah tersebut. Tentu saja dalam hitungan detik namja itu mendapat predikat makhluk hidup paling tampan di sekolah.

            Tapi sayangnya seorang Park Yeon Min tidak tertarik sama sekali dengan sosok fenomenal tersebut. Yang dia tahu adalah menjaga jarak sejauh mungkin dari namja yang mempunyai aura gelap seperti malaikat kegelapan. Tidak seperti semua makhluk perempuan di sekolahnya yang selalu mengekor kemanapun namja itu pergi.

“Cih, siapa yang peduli dengannya. Yang kutahu dia sudah mencuri jajangmyeon kita! Dasar pencuri,” teriaknya keras kepala.

***************

*Yeon Min POV*

            Aku menghentak-hentakkan kakiku. Sudah 30 menit aku di taman ini, tapi tetap tidak terlihat tanda-tanda kedatangan Minji. Siang ini aku berencana mentraktir sahabatku itu ice cream, hitung-hitung menepati janjiku setelah tiga hari yang lalu ada namja setan yang merusak acara traktiranku.

Drrt drrt, aku mengambil ponselku yang bergetar, menandakan ada telepon masuk. “Yeoboseyo, YA! Shim Minji! Kau mau mati hah? Aku sudah menunggumu dari 30 menit yang lalu. Kau dimana?” teriakku.

            “Maaf, tiba-tiba adikku sakit. Sekarang aku harus menemaninya. Kau tidak marah kan kalau rencana hari ini dibatalkan?” ucap Minji. Aku menghela nafas pelan.

“Baiklah, tidak apa-apa. Titip salam untuk adikmu ya, semoga cepat sembuh.” Aku mematikan telepon tersebut. Karena sudah terlanjur di sini, kuputuskan untuk berjalan kaki ke kedai ice cream sendirian. Semuanya terasa normal dan baik-baik saja sampai tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik lenganku.

“KAU!!”

*Kyuhyun POV*

            “Leeteuk hyung! Lihat apa yang diperbuat magnae setan ini. Dia mencukur bulu Choco hingga seperti ini,” rengek Eunhyuk hyung sambil menggendong anjing kecil miliknya yang sudah botak di bagian atas kepalanya.

“Ya! Kenapa Choco menjadi seperti itu?” tanya Leeteuk hyung. Aku menyeringai ke arah member lain yang menatap heran kepala botak Choco.

            “Dia yang melakukannya! Hyuuuuung, bagaimana nasib anjingku?” Eunhyuk menunjuk-nunjuk ke arahku.

“Tidak usah berlebihan seperti itu Eunhyuk-ah. Aku kan hanya bereksperimen dengan anjingmu. Lihatlah karya seniku,” ucapku dengan tampang (sok) polos. Aku mendengar cekikikan dari semua member, kecuali Eunhyuk tentu saja.

            “Apa? Karya seni? Ya! Kau baru saja membuat anjingku terlihat seperti Kappa, si kura-kura botak! Ini yang kau bilang sebuah seni?” ucap namja monyet itu sambil melotot ke arahku.

“Maka dari itu, pekerjaanku belum selesai. Sini, biar kucukur habis semua bulunya.” Aku maju menghampiri namja itu.

 “ANDWAAAAE!!” tanpa pikir panjang Eunhyuk hyung berlari menuju kamarnya sambil membawa Choco bersamanya.

            “Kyu, berhentilah menjahili Eunhyuk,” ucap Leeteuk hyung.

 Aku menyeringai, “Shireo. Menjahilinya adalah pekerjaan paling menyenangkan.” Kulihat semua member hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memandang was-was ke arahku, takut menjadi korban bully-ku selanjutnya.

            “Hyung, boleh tidak aku pergi keluar sebentar?” tanyaku kepada leader hyung.

“Memangnya kau mau kemana?” tanyanya.

 Aku mengendikkan bahuku, “Tidak tahu. Mungkin hanya berjalan-jalan di sekitar sini. Boleh kan? Kalau tidak, aku terpaksa menjahili salah satu dari kalian.” Semua member langsung melotot ke arah Leeteuk hyung, memberi sinyal supaya mengizinkan aku pergi.

            “Arasseo! Pergilah, tapi jangan lama-lama.” Aku melayangkan senyum lebarku dan segera beranjak ke pintu apartemen. Sebelum keluar aku menoleh ke arah Heechul hyung.

“Hyung, kalau nanti aku sudah bosan dengan Choco, kau mengizinkanku untuk bermain dengan Heebum kan?” godaku. Sebuah sandal melayang hampir mengenai kepalaku. Aku buru-buru keluar dari apartemen.

 “APA KAU BILANG? TIDAK AKAN KUBIARKAN KUCINGKU JATUH KE TANGANMU!” teriakan Heechul hyung terdengar jelas dari luar apartemen. Raja setan yang satu itu memang menyeramkan.

             Aku memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman dekat apartemen. Cuaca cerah seperti ini membuatku ingin makan ice cream. “KYAAA! CHO KYUHYUN!”  langkahku langsung terhenti saat mendengar teriakan tersebut. Sedetik kemudian aku baru sadar bahwa dengan bodohnya aku  keluar tanpa menggunakan alat penyamaran apapun.

            Tidak sampai lima menit sudah ada gerombolan orang yang menghadangku. “Oppa! Kau Cho Kyuhyun kan?” teriak salah satu dari mereka yang disambut dengan teriakan dari gadis lainnya.

 “Aku bukan Cho Kyuhyun. Kami memang mirip. Sudah banyak orang yang salah mengenaliku,” ucapku berbohong sambil tersenyum kikuk. Benar-benar sial, mungkin ini kutukan dari Eunhyuk hyung. Dasar monyet jelek.

 “Jangan bohong! Kau Kyuhyun oppa kan? Aku benar-benar mengenal wajahmu,” teriak gadis itu keras kepala.

            Disaat genting seperti ini tiba-tiba aku melihat sosok gadis yang sedang berjalan gontai sendirian. Aku menyipitkan mataku, sepertinya sosok itu sangat familiar. Terlintas sebuah ide di kepalaku untuk kabur dari masalah ini. “Aku bukan Cho Kyuhyun. Aku cuma pria biasa. Lihat, itu pacarku sudah menunggu daritadi.” Aku pun berlari menghampiri gadis itu. Sial! Kerumunan tadi masih saja mengikutiku.

Tanpa pikir panjang, aku menarik lengan gadis itu. “KAU!” teriaknya kaget sambil membulatkan matanya.

“Ssst! Bantu aku, pura-pura lah menjadi pacarku. Supaya orang-orang ini pergi,” ucapku setengah berbisik. Gadis itu menatapku kaget dan menaikkan sebelah alisnya .

“Aku tidak mau menolong pencuri jajangmyeon sepertimu.” Aku melotot ke arahnya.

 “YA! Kau ini! Masih saja membahas hal tidak penting itu. Ayolah bantu aku.” Gadis di hadapanku mengeluarkan seringainya.

            “A-NI-YO.” Sedetik kemudian gadis itu memutar badannya ke arah kerumunan tadi. “Hei! Kalian mau tahu dia siapa? Dia ini Cho Kyu…” Dengan cepat aku memutar badannya ke arahku dan menempelkan bibirku ke atas bibirnya. Kurasakan bibirnya yang lembut menyatu dengan bibirku. Dari jarak sedekat ini, aku bisa menghirup wangi cologne dari gadis itu. Aroma vanila yang menenangkan, membuatku seakan tidak ingin menjauh dari.. AH! Sontak aku melepaskan ciuman itu. Cho Kyuhyun kau benar-benar sudah gila sampai memikirkan hal seperti itu.

            Aku melirik ke arah kerumunan perempuan tadi dan sepertinya mereka percaya bahwa aku bukan Cho Kyuhyun. Mana mungkin seorang idol bernai mencium seorang gadis di hadapan publik. Sepertinya aku berhasil menipu mereka. Aku mencuri pandang ke arah gadis itu. Wajahnya tidak memunculkan ekspresi apa-apa. “Hei, apa kau baik-baik saja?” tanyaku pelan sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya.

            “KAU BENAR-BENAR SUDAH GILA!” ucap gadis itu sambil memukulku dengan membabi buta.

            “Hentikan! Pukulanmu sakit sekali. Kau ini laki-laki atau perempuan sebenarnya?” teriakku sambil menghindari serangan brutalnya.

            “Dasar namja setan tidak tahu diri. Berani-beraninya kau merebut ciuman pertamaku. Neo nappeun namja!” teriaknya. Sesaat kemudian dia berhenti memukulku. Bisa kulihat wajahnya yang merah dan nafasnya yang tersengal.

“Maafkan aku,” ucapku sedikit menyesal.

Gadis itu melotot. “Maaf? Kalau dengan meminta maaf bisa menyelesaikan masalah, kenapa ada polisi di dunia?” ujarnya ketus. Setelah mengatakan hal itu, dia berbalik dan berjalan menjauhiku. Dengan sigap aku menangkap tangannya.

            “Lepas! Aku tidak mau berurusan lagi denganmu! Dasar setan mesum!” Gadis itu meronta. Dasar bodoh, tenagaku berkali-kali lipat lebih besar darinya. Mana mungkin dia bisa lepas dari genggamanku.

“Ikut aku.” Dengan santai aku menariknya.

“Kau mau membawaku kemana? Apa saat ini kau sedang menculikku?” tanya gadis itu dengan tatapan menyelidik.

Aku mengeluarkan seringaiku. “Diam dan ikuti langkahku. Anggap saja ini sebagai tanda permintaan maaf dariku.”

************

*Yeon Min POV*

            Aku melahap sendok ice cream terakhirku. “Hmm, enak sekali!” ucapku senang. Aku melirik namja di hadapanku yang terlihat bodoh karena memandangku dengan mulut terbuka.

 “Kau ini perempuan atau bukan? Nafsu makanmu itu sama seperti monster. Kalau tahu begini aku menyesal mentraktirmu.” Aku tertawa mendengar ucapannya. Rasakan! Siapa suruh berani-beraninya merebut ciuman pertamaku!

            Kalau bukan karena lima mangkuk ice cream tiramisu di hadapanku ini, aku tidak akan mau bertatap muka dengan pria ini lagi. Secara tidak sengaja mataku bertatapan dengan Kyuhyun yang sedang tersenyum.

            “Kenapa kau memandangiku seperti itu?” tanyaku waspada. Pria di hadapanku menggelengkan kepalanya dan menjulurkan tangannya.

            “Apa yang kau lakukan?” teriakku sambil memundurkan badanku hingga menyentuh kursi.

            “Ck. Selain nafsu makanmu yang besar ternyata kau juga tidak bisa makan dengan benar. Bagaimana mungkin perempuan berumur 17 tahun masih belepotan jika makan ice cream,” secara perlahan ibu jari Kyuhyun menyapu sisa ice cream di bibirku. Posisi kami saat ini memberikanku kesempatan untuk menatapnya dari jarak dekat. Ternyata jika dilihat dari dekat seperti ini, wajahnya memang… Tampan. Sangat tampan malah, hingga terkesan tidak manusiawi. Mata cokelatnya yang tajam, rahangnya yang tegas, hidungnya yang mancung, bibirnya.. Bibirnya?! Ya! Kenapa aku jadi ingat insiden beberapa menit yang lalu? Dasar bodoh kau Park Yeon Min!

            “kenapa kau melihatku dengan wajah semerah kepiting seperti itu? Aigoo, ternyata kau benar-benar sudah gila.” Aku melotot mendengar ucapan namja ini. Kutarik semua pemikiranku tadi. Wajah tampannya itu sama seperti kata-kata yang keluar dari bibirnya. Sama-sama beracun!

“Aku tidak akan seperti ini kalau kau tidak seenaknya menciumku!” teriakku.

            “Mwo? Jadi kau masih memikirkan ciuman tadi? Sehebat itukah ciumanku sampai-sampai kau tidak bisa melupakannya?” ucap namja itu sambil mengeluarkan seringai miliknya. Sial! Kenapa mulutku tidak bisa membalas ucapannya? Dan mengapa jantungku malah meloncat-loncat hebat seperti ini? DUK! Aku menendang kakinya yang berada di bawah meja.

            “AAWW! Ya! Kau ini sadis sekali,” ucapnya sambil meringis kesakitan.

“Masa bodoh. Sudahlah, lama-lama bersamamu hanya bisa membuat darahku mendidih.” Aku berdiri dari kursiku dan hendak berjalan menjauhinya. Namun tangannya bergerak lebih cepat.

 “Tunggu. Aku akan mengantarmu pulang.” Setelah membayar pesanan kami tadi, Kyuhyun mengajakku berjalan menuju sebuah apartemen.

 “Kenapa kita ke sini?” tanyaku.

“Kau tunggu sebentar, aku mengambil motor di atas dan mengantarmu pulang. Lagipula ini sudah gelap, tidak baik wanita berjalan sendirian.” Aku tertegun mendengar ucapannya, ternyata namja ini bisa juga bersikap manis.

“Walaupun kau ini monster tapi tetap aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri, hahaha,” lanjutnya sambil berjalan. Sial! Dasar namja setan!

Tidak lama kemudian, sebuah motor sport berhenti di depanku. Pengendara motor itu menyerahkan satu helm ke arahku. “Pakailah, dan cepat naik. Aku tidak punya banyak waktu.” Aku pun menurutinya dan segera naik ke belakang namja itu. “Pegang pinggangku.”

“Apa?” Sepertinya aku salah dengar.

 “Ck! Cepatlah, pegang pinggangku. Akan terlihat sangat konyol kalau kau terjatuh di tengah jalan.” Ingin sekali aku memukul namja ini dengan sepatuku. Tapi, berhubung nyawaku berada di tangannya saat ini, lebih baik aku menuruti kata-katanya. Aku memegang ujung jaket namja ini. “Sudah siap?”

Aku menjerit tertahan. Apa namja ini berusaha membunuhku? Kecepatan laju motor ini benar-benar di luar akal manusia. Dalam waktu kurang dari 15 menit, kami sudah berada di depan rumahku. Benar-benar 15 menit terburuk dalam hidupku. Dengan terhuyung aku turun dari motornya. “Ini rumahmu?” tanya namja itu.

 Aku mengangguk. “Iya, memang kenapa?” Bukannya menjawab, namja itu malah tersenyum aneh.

 “Tidak. Tapi ini sangat menarik. Sudahlah, aku pergi dulu.” Namja itu kembali menyalakan motornya.

Sesaat sebelum pergi, dia berkata, “Sepertinya permintaanmu untuk tidak berurusan lagi denganku tidak akan terwujud. Persiapkan hatimu, mungkin takdir mempunyai rencana untuk kita berdua.” Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun melaju motornya kembali, membelah kota Seoul.

“Dasar namja aneh,” ucapku.

 “Yeon Min? Park Yeon Min! Kaukah itu?” Terdengar teriakan dari dalam rumahku. Gawat! Sepertinya eomma akan menelanku hidup-hidup karena pulang selarut ini.

-TBC-

4 responses to “You Are My Fate – Chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s