Protecting You – [Chapter 8]

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Protecting You – [Chapter 8]

Protecting You_GaemVi (1)

Author   : GaemVi

Main Cast        : Lee Donghae
Support Cast   : Choi Minho, Lee Hyukjae

Genre    : Action, Romance

Rating  : PG-15

Leght    : Chapter

Sorry for typo, kritik dan saran selalu ditunggu ^^

It also published on my blog superjuniorfanfic1315.wordpress.com

Part 1 : http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/12/protecting-you-1/

Part 2: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/16/protecting-you-2/

Part 3: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/18/protecting-you-3/

Part 4: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/21/protecting-you-4/

Part 5: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/24/protecting-you-5/

Part 6: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-6/

Part 7: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-7/

Ucapan Young Woon seonsengnim terus terngiang di kepalaku, aku tidak tahu harus mencarinya dimana. Orang-orang yang berada di lobby tidak ada yang mengetahui kearah mana Hyejin pergi. Aku pun langsung mengambil mobilku dan mencari Hyejin di tempat yang mungkin akan didatanginya walaupun hanya kemungkinan kecil. Dan saat aku sedang menyusuri jalanan Seoul, tiba-tiba Young Woon seonsengnim menelponku dan mengatakan bahwa kemungkinan besar Hyejin berada di makam eommanya karena hari ini adalah tepat hari kematian eommanya. Aku pun langsung menancapkan gas ke pemakaman yang tadi diberitahu oleh Young Woon seonsengnim, aku sungguh mencemaskan Hyejin ditambah hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras. Dan begitu aku sampai, aku melihat seorang yeoja yang aku yakin itu adalah Hyejin. Aku pun keluar dari mobil, tidak perduli hujan yang turun membahasahi tubuhku. Aku berjalan mendekatinya, aku melihat Hyejin berjalan lunglai kearahku dan saat di berada tepat di depanku, dia menatapku dan tubuhnya tumbang seketika. Aku pun langsung menahannya dan memasukinya ke dalam mobil. Tubuhnya sangat dingin dan di dalam mobil aku mengambil apapun yang bisa menghangati tubuhnya dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi agar kami bisa cepat sampai di apartemen Hyejin.

Begitu sampai di apartemennya, aku langsung menggendongnya dan menidurkannya di kasur. Aku pun memanggil office girl untuk menggantikan baju Hyejin yang sudah sangat basah, dan saat dia selesai menggantikan baju Hyejin aku langsung masuk ke kamarnya dan memeriksa tubuhnya yang sekarang sangat panas. Aku segera mengambil kompresan dan mengompres tubuh Hyejin dan Hyejin pun tersadar dari pingsannya.

“Dingin sekali Donghae-ya.” Dingin? Padahal tubuhnya sangat panas tapi kenapa dia merasa sangat dingin. Aku pun langsung menyelimuti Hyejin dan memasang penghangat ruangan.

“apalagi yang kau butuhkan? Emm, apa kau mau ku panggilkan Minho?”

“anni, yang kubutuhkan sekarang kau.” Entah kenapa aku langsung merasa sangat bahagia saat dia berkata kalau aku yang dibutuhkannya saat ini. Aku pun mendekatkan dudukku dengannya dan menggenggam tangannya dengat erat untuk membuat tangannya terasa lebih hangat. Hyejin-ah walaupun aku tidak bisa memilikimu akan tetapi aku akan berjanji untuk selalu melindungimu dan membuatmu tersenyum.

Author P.O.V

Keesokan harinya Donghae terbangun dengan posisi masih terduduk di pinggir kasur Hyejin, Donghae pun langsung mengecek tubuh Hyejin yang ternyata suhu tubuhnya sudah kembali normal yang membuat Donghae tersenyum lega. Donghae berjalan keluar kamar Hyejin sambil sesekali mengejapkan matanya, ya semalaman Donghae tidak bisa tertidur dan dia baru bisa tertidur pada pukul 3 pagi tadi. Saat Donghae sedang mengambil air minum, bel apartemen Hyejin berbunyi yang membuat Donghae mengurungkan niatnya untuk minum dan segera membuka pintu dan ternyata orang yang berada di balik pintu adalah In Ha. Yang berarti adalah perang dingin yang berlangsung di Mokpo akan kembali berlanjut di Seoul.

“In Ha-ya sedang apa kau disini dan kenapa kau bisa tau alamat serta nomor apartemen Hyejin?” tanya Donghae yang terlihat kaget karena tiba-tiba In Ha berada di apartemen Hyejin.

“apa kau lupa aku pernah meminta alamat apartemen ini kepadamu saat kita sedang dalam perjalanan kerumah sakit? Emm, oppa bolehkah aku masuk?” tanya In Ha, Donghae lupa kalau In Ha pernah bertanya dimana Donghae tinggal dan meminta alamatnya karena saat itu Donghae sedang tidak konsentrasi akibat kemesraan yang di tunjukkan Hyejin dan Minho, Donghae langsung memberikan alamat apartemen Hyejin tanpa bertanya terlebih dahulu untuk apa In Ha memintanya.

Donghae mempersilahkan In Ha masuk dan sesekali melihat kearah kamar Hyejin, Donghae takut jika tiba-tiba Hyejin terbangun dan mengamuk saat melihat In Ha disini. Karena sepengetahuan Donghae, Hyejin terlihat tidak menyukai In Ha itu terlihat dari tatapan mata Hyejin. Dan benar saja saat mereka sedang berbincang tiba-tiba Hyejin muncul dengan tatapan dingin dan menusuk yang dia tujukan kepada In Ha.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Hyejin dengan nada tidak suka yang sangat terdengar sangat jelas.

“tentu saja untuk mengunjungi Donghae oppa, apa lagi?” jawab In Ha dengan nada yang menurut Hyejin sangat menantang dirinya. Donghae pun langsung menarik tangan In Ha keluar dari apartemen Hyejin sebelum kemarahan Hyejin meledak, karena emosi Hyejin masih belum stabil akibat kejadian kemarin. In Ha yang ditarik keluar oleh Donghae langsung melancarkan protes namun Donghae segera memberi pengertian kepadanya.

“Hyejin sedang dalam keadaan tidak sehat dan keadaannya bisa terus memburuk jika kalian terus melanjutkan perdebatan tadi, jadi ku mohon mengertilah keadaan Hyejin.” In Ha pun terpaksa menerima pernyataan Donghae karena terlihat Donghae sedang tidak ingin dibantah, melihat Donghae yang sangat perhatian dengan Hyejin membuat rasa cemburu In Ha tersulut dan In Ha berniat tidak akan membiarkan Donghae dan Hyejin berduaan tapi sepertinya sekarang bukanlah saat yang tepat untuk melancarkan rencananya itu.

Donghae masuk ke dalam apartemen Hyejin dan langsung mendapatkan tatapan –sekarang-jelaskan-padaku-apa-yang-terjadi- sambil menyenderkan dirinya di pintu kamarnya. Donghae pun menghampiri Hyejin dan membantunya berjalan menuju sofa karena Hyejin terlihat masih dalam kondisi kurang baik.

“aku juga tidak tahu kenapa In Ha bisa tiba-tiba muncul, apa kau marah?”

“anni, aku marah hanya kepada gadis itu bukan kepadamu.” Ujar Hyejin yang dibalas senyuman oleh Donghae, entah kenapa saat melihat senyuman Donghae jantung Hyejin berdesir hebat yang membuatnya menjadi salah tingkah.

“apa kau lapar? Aku akan buatkan makanan untukmu.” Donghae berjalan meninggalkan Hyejin yang masih sibuk mengatur jantungnya yang berdetak tidak karuan. Saat Donghae sedang membuat makanan, ada seseorang yang memencet bel apartemen Hyejin.

“biar aku yang membukanya.” Ujar Hyejin sambil berjalan kearah pintu, ternyata Minho lah yang datang dan langsung memeluk erat Hyejin.

“gwechana? Semalam Donghae hyung mengirimkanku pesan kalau kau demam tinggi dan aku baru membacanya tadi pagi, mianhae. Bagaimana keadaanmu sekarang, apa perlu ku panggilkan uisa?” ucap Minho sambil memegang kedua pipi Hyejin.

“nan gwechanayo, semalem Donghae sudah merawatku dengan sangat baik jadi sekarang demamku sudah turun.” Sangat terlihat, panic dan kecewa berbaur menjadi satu dari wajah Minho karena tidak bisa merawat Hyejin di saat dia sakit.

“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau bisa demam tinggi seperti itu?”

“aku hanya kehujanan, aku tipikal orang yang mudah sakit jika terkena air hujan.” Ucap Hyejin berbohong, ya karena tidak mungkin dia mengatakan hal yang sesungguhnya kepada Minho. Membayangkan kejadian kemarin saja Hyejin enggan, apalagi menceritakan semuanya. Bagi Hyejin cukup dia, appanya dan Donghae yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Sebenarnya ada keinginan dalam dirinya untuk mengatakan semuanya kepada Minho tapi entah kenapa hatinya tidak berjalan sesuai keinginannya. Mungkin karena Hyejin belum terlalu percaya dengan Minho walaupun Minho adalah namja chingunya berbeda dengan Donghae. Dan saat bersama dengan Donghae, Hyejin dapat menceritakan semuanya tanpa beban seperti di Mokpo kemarin, Donghae adalah satu-satunya orang yang mengetahui kronologis kematian Nyonya Park dari mulut anaknya sendiri.

“apa kau sudah sarapan?” tanya Minho sambil mengelus pelan rambut Hyejin.

“belum tapi Donghae sudah memasakkan sarapan untukku.”

Tidak beberapa lama kemudian Donghae datang dengan membawa semangkuk bibimbab, Donghae sangat menahan rasa cemburunya saat melihat Minho menyuapi Hyejin makanan. Karena tidak tahan melihat kemesraan mereka Donghae meninggalkan mereka berdua dengan alasan akan membersihkan diri. Setelah selesai makan Hyejin masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri karena dia harus segera berangkat kuliah walau sebenarnya Minho dan juga Donghae melarang Hyejin untuk kuliah karena keadaan Hyejin yang belum sepenuhnya pulih.

Sesampainya di kampus, Minho terpaksa meninggalkan Hyejin karena harus kembali berlatih sedangkan Hyejin langsung disambut oleh ketiga temannya Seo Young, Minhyun, dan Chaenri. Mereka langsung mengekor dibelakang Hyejin dan memberitahu hal apa saja yang terjadi selama Hyejin pergi. Salah satunya adalah mengenai pesta topeng yang setiap tahun di selenggarakan oleh Inha University.

“pesta topeng?” tanya Hyejin kepada ketiga temannya.

“ne di pesta ini kau harus membawa pasangan dan pesta ini juga adalah pesta tahunan di Inha. Kau tidak akan menyesal mengikutinya. Lagipula disana kita bisa bersenang-senang.” Ucapan Seo Young membuat Hyejin berfikir bahwa ucapan Seo Young itu benar, dia bisa bersenang-senang disana lagipula sudah lama dia tidak menghadiri pesta seperti itu semenjak tinggal di Korea. “jadi bagaimana? kau akan datang?”

“mana mungkin aku melewatkan pesta seperti ini.” Ucap Hyejin yang dibalas dengusan kecil oleh Donghae. Saat mendengar kata ‘bersenang-senang’ yang diucapkan Seo Young, Donghae sudah tidak tertarik dengan pesta itu karena menurutnya definisi ‘bersenang-senang’ yang dimaksud Seo Young adalah sesuatu yang tidak baik. Tapi walau bagaimanapun, Donghae tidak bisa melarang Hyejin.

“kau harus mengajak Minho.” ucap Minhyun yang membuat Donghae merasakan sesuatu yang menyakitkan tiap kali mendengar hal yang berhubungan dengan Hyejin dan Minho.

“naneun molla, Minho sedang sibuk dengan latihan lompat tingginya dan juga kalau tidak salah setelah pesta itu keesokan harinya adalah tanggal olimpiade lompat tinggi yang akan Minho ikuti.”

“ah Hyejin-ah kau harus bisa mengajak Minho, jangan sampai yeoja itu yang mendapatkan waktu berduaan dengan Minho.” ucapan Chaenri sukses membuat Hyejin menoleh dan menatapnya dengan tajam yang membuat Chaenri seperti kesulitan menelan air liurnya.

“Hyejin-ah bukankah kelasmu akan segera dimulai?” ucap Donghae untuk mengalihkan perhatian Hyejin, namun sepertinya ucapan Donghae hanya dianggap angin lalu oleh Hyejin yang membuatnya menarik nafas berat karena sejujurnya Donghae tidak terlalu menyukai teman-teman Hyejin karena menurutnya mereka berteman dengan Hyejin hanya untuk mendapatkan popularitas.

“apa maksud ucapanmu tadi?” tanya Hyejin dengan nada dingin yang terdengar mematikan.

“selama kau tidak ada Minho sering menghabiskan waktu berdua dengan Song Hae Ra diluar waktu latihan bahkan beberapa kali Minho sering mengantarkannya pulang.” Kata-kata Seo Young sukses membuat Hyejin terlihat sangat kesal dan langsung berjalan meninggalkan teman-temannya serta Donghae namun Donghae dengan sigap menahan tangan Hyejin.

“lepaskan tanganku.”

“aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kau bisa berfikir jernih Park Hyejin.” ucap Donghae dengan tenang namun sepertinya Hyejin tidak mendengarkannya dan terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Donghae. “jika aku melepaskan tanganmu apa yang mau kau lakukan? Menemui Minho dan yeoja itu lalu memaki-maki mereka? Kenapa kau selalu seperti ini, melakukan sesuatu dengan emosi tanpa berfikir terlebih dahulu. Seharusnya kau berfikir, mereka itu satu tim dan mereka harus mendekatkan diri satu sama lain karena pada saat pertandingan nanti mereka harus memberikan semangat satu sama lain. Coba kau fikirkan pada saat pertandingan nanti siapa yang bisa memberikan semangat secara langsung kepada Minho kalau bukan Hae Ra? Kau memang bisa memberikannya semangat tapi apa kau bisa berada di dekatnya saat pertandingan dimulai? Dan kau juga harus ingat satu hal, apa yang kau dengar dari mulut orang lain tidak selamanya benar.” Ucapan Donghae membuat emosi Hyejin terlihat mereda.

==o==

Sejak kejadian itu Hyejin menjadi lebih sering mengikuti Minho ketika sedang latihan ya walaupun sebenarnya hal ini sangat membosankan baginya tapi inilah satu-satunya cara agar Hae Ra tidak lagi mendekati namjachingunya yang bahkan baru sebulan resmi menjadi miliknya. Hyejin selalu menatap sinis jika melihat Hae Ra berada dekat dengan Minho.

Dan yeoja yang menjadi permasalahan Hyejin bukan hanya Hae Ra tetapi

“eotthokhae, besok kau bisa menemaniku ke pesta topeng kan?” tanya Hyejin sambil bergelayut mesra di tangan Minho, Hyejin yang membuat Donghae merasa sangat panas. Sebenarnya niat Hyejin bukan untuk memanas-manasi Donghae melainkan untuk memanas-manasi Hae Ra.

“mianhae aku tidak bisa, besok pagi-pagi sekali aku sudah harus berangkat menuju stadium untuk melakukan latihan secara ditempat setelah itu kami mengadakan pertemuan dengan atlit lompat jauh lainnya.”

“apa tidak bisa kau ijin sebentar?”

“tidak bisa chagi, mianhae. Bagaimana kalau Donghae hyung yang menemanimu.” Ucap Minho yang membuat Donghae dan Hyejin kaget.  Tapi entah kenapa Hyejin tidak bisa menolak dan menerima penawaran Minho begitu saja.

Sedangkan Donghae mati-matian menahan rasa senangnya karena akhirnya dia bisa mendapatkan kesempatan berdua bersama dengan Hyejin. Dan begitu sampai di apartemen Hyejin, Donghae langsung masuk ke kamarnya dan mengeluarkan semua jas yang ia punya begitu juga dengan Hyejin bahkan hampir seisi lemarinya dia keluarkan demi berpenampilan sesempurna mungkin di depan Donghae walau sejujurnya Hyejin bingung kenapa dia melakukan hal seperti ini.

“kenapa aku sampai repot memilih pakaian untuk besok datang bersama Donghae? Bahkan saat kencan dengan Minho saja aku tidak sampai seperti ini atau jangan-jangan?? Ah anni…” Hyejin menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu menampik semua pikiran yang ada di otaknya, dia pun melanjutkan mencari pakaian yang cocok untuk besok.

==o==

“jadi bagaimana hasil kerja kalian, ingat aku tidak suka hasil yang omong kosong.” Ujar seorang laki-laki di sebuah ruangan dengan suasana yang sangat mengerikan.

“dari yang kami tahu hubungan Park Hyejin dengan Park Young Woon sangat buruk bahkan bisa dibilang yeoja itu membenci Young Woon.”

“benarkah?” laki-laki itu mengeluarkan senyumnya, bukan senyum biasa melainkan smirk yang dikeluarkannya.

“ne dan Park Hyejin sedang menjalin hubungan dengan Choi Minho pewaris tunggal Choi Corporate. Dan ada satu masalah, Mayor Lee Donghae selalu berada di dekatnya bahkan bisa dibilang dia tidak pernah meninggalkan Hyejin tanpa pengawasan.”

“Mayor muda itu, dia tidak bisa kita remehkan.”

“selain itu sepertinya Lee Donghae diam-diam menyukai Park Hyejin.”

“sangat menarik, seorang bodyguard jatuh cinta pada orang yang harus dia lindungi. Seharusnya untuk prajurit sekelas Lee Donghae, dia harus bekerja lebih professional. Karena cintanya bisa menghancurkannya dan Park Hyejin saat itu juga.”

==o==

“Hyejin-ah eotthokhae? Kau sudah rapi.” Ujar Donghae sambil memakai tuxedonya, hari ini Donghae mengenakan kemeja hitam dan tuxedo hitam yang membuatnya terlihat sangat menawan. Dan sejak bangun tidur pagi tadi, Donghae tidak henti-hentinya tersenyum membayangkan dia akan menghabiskan waktu seharian di pesta bersama Hyejin tanpa ada gangguan dari Minho. Mungkin Donghae jahat karena berfikiran Minho adalah pengganggu namun apa Donghae salah jika ia menginginkan mendapatkan waktu berdua dengan orang yang dicintainya?

Saat Donghae sedang memakai sepatunya, pintu kamar Hyejin terbuka dan saat itu juga Donghae terpaku di tempatnya. Dia seperti tersihir saat melihat penampilan Hyejin dengan dress putih selutut lengkap dengan bando putih yang menghiasi rambbutnya, membuatnya semakin cantik dan mempesona. Penampilannya sungguh membuat Donghae semakin tergila-gila.

One response to “Protecting You – [Chapter 8]

  1. Mian baru komen, ternyata Haejin tampil sempurna dan cantik karena kan pergi dengan Donghae, pada hal Donghae mencintai Haejin, sayang Haejin mungkin tidak tau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s