EXO’s LOVE STORY: First Confession, Luhan’s Confession

exo-love-story

EXO’s LOVE STORY: First Confession, Luhan’s Confession
written by pinkscarlet81

Main cast                    : YOU (Readers) and Xi Luhan

Rating                          : Teenager

Length                         : Drabble, Series

Genre                          : Romance, Fluff

Another series             : Sehun’s ConfessionBaekhyun’s Confession

Poster by kissmedeer at Cafe Poster

—EXO’s LOVE STORY: First Confession—

Kau menatap sedih sebuah tiket yang sedang kau pegang. Sebenarnya tidak ada yang perlu diratapi dari sebuah tiket pesawat dengan destinasi Indonesia. Kau memang seharusnya berada di negeri itu. Tapi pekerjaan orang tuamu membuatmu harus pindah ke tempatmu sekarang, Korea Selatan. Kau sudah menginjak negeri ginseng ini sejak umurmu baru tiga tahun. Awalnya kau tidak suka Korea Selatan, bahkan setiap hari kau merengek ingin pulang ke Indonesia. Tapi saat kau akan kembali sekarang, kau justru tidak menginginkannya.

“Apa itu yang kau pegang?”

Sebuah suara menyadarkanmu, kau segera melipat tiket itu dengan cepat dan memasukkannya ke dalam jaket. “Aniya, bukan apa-apa.” Jawabmu mencoba menyembunyikan ekspresi yang sebenarnya, meskipun pemilik suara tadi akan tahu.

“Ah, benarkah? Itu terlihat seperti tiket pesawat. Kau akan pergi berlibur, ya?!”

Kau tersenyum, meskipun dia tahu bahwa yang kau sembunyikan adalah sebuah tiket pesawat, tapi ia tidak tahu apa tujuan sebenarnya. Kau sedikit lega. “Iya! Aku akan liburan ke luar negeri saat liburan musim panas, dan kau akan membusuk di Korea!” ucapmu sambil menjulurkan lidah dan pergi meninggalkan orang itu. Kau tidak bisa melihatnya untuk saat ini, karena akan membuatmu semakin sedih dan semakin tidak ingin meninggalkan Korea.

—EXO’s LOVE STORY: First Confession—

Ini adalah hari terakhirmu di Korea. Karena besok kau akan pergi ke Indonesia, bahkan sebagian barang-barangmu sudah dipindahkan. Hari ini kau memutuskan untuk memberitahu orang itu, jadi kau mengatur pertemuan kalian di sebuah café.

“Apa yang terjadi denganmu? Kau terlihat murung” ucapnya saat kembali dengan minuman yang kalian pesan. Kau hanya diam dan memperhatikannya. Menaruh minuman di meja, kembali ke kasir, dan duduk didepanmu. Merasa diperhatikan, ia bertanya lagi. “Apa ada yang salah denganku?”

Kau tersenyum, kemudian menggeleng. “Tidak, kau masih terlihat sama dengan yang dulu ya,”

Ia ikut tersenyum. “Kau juga, masih sama seperti seseorang yang kutemui tiga belas tahun yang lalu. Seorang gadis kecil yang belum lancar berbahasa Korea. Waktu itu umur kita lima tahun, ya?”

Kau mengangguk, mengenang masa kecil seperti ini sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan. “Waktu sangat cepat berlalu ya.. Aku tidak menyangka kita bisa berteman selama itu. Kau ingat, saat kita pertama kali bertemu? Kau menolongku yang terjatuh dari sepeda, dan berkata ‘Namaku Xi Luhan, jangan menangis. Kau ini cengeng sekali!’. Aigoo, kalau diingat-ingat dari kecil pun kau sudah bodoh ya. Mengatakan bahwa orang itu cengeng pada pertemuan pertama itu tidak sopan, tahu!”

Kalian tertawa. Lalu kembali membicarakan masa-masa kecil kalian yang penuh dengan kenangan indah, dan tentunya kau tidak akan melupakan kenangan itu.

“Oh, sudah larut. Kau harus pulang, aku akan mengantarmu!” ucap Luhan setelah melihat jam tangan yang melingkar ditangan kirinya. Jam itu adalah hadiah darimu yang kau berikan satu tahun yang lalu, saat ia berulang tahun ke tujuh belas.

Kau mengangguk, suasana diluar juga sudah mulai sepi dan gelap. Sebenarnya kau tidak ingin hari ini berakhir. Tapi waktu berjalan begitu cepat. Begitu cepat hingga sekarang kau sudah berada di depan rumahmu bersama Luhan.

“Kalau begitu…. Aku pulang dulu ya,” Luhan memecah keheningan diantara kalian. Kau menoleh kearahnya, kemudian tersenyum kecil. “Ya hati-hati, jangan sampai tersesat, bodoh!”

“Aku baru tahu bahwa ada orang bodoh yang bisa mengantar seseorang pulang ke rumahnya dengan selamat.” Balas Luhan kemudian mengacak-acak rambutmu. “Cepat masuk, kau ingin masuk angin ya, Jiho babo?

Melihat Luhan yang semangat seperti biasanya, kau menjadi lega. “Luhan… sepertinya hari ini pertemuan terakhir kita,”

“Kau bicara apa, bodoh? Ah, mungkin kau sudah mulai masuk angin. Cepat masuk kedalam!” Luhan mendorongmu pelan, kau pun melangkah kedalam rumah dengan lemas. “Aku bersungguh-sungguh, bodoh.” Katamu lagi.

“Mungkin maksudmu adalah ini pertemuan terakhir kita hari ini. Iya kan? Baiklah, aku pulang dulu. Dah!” Luhan berkata santai. Kau memandangi Luhan yang semakin menjauh darimu. Kau hanya menghela napas. Setidaknya aku telah memberitahunya.

 

—EXO’s LOVE STORY: First Confession—

Kau tengah memandangi pemandangan lewat jendela pesawat. Sebentar lagi pesawat akan take off. Sungguh tidak mungkin rasanya jika ia pergi untuk menemui Luhan saat ini. Kau sengaja tidak menghubungi atau menemui Luhan hari ini, karena kau tahu itu akan membuatmu semakin menderita.

Kau lagi-lagi menghelas napas, pemandangan didepannya menjadi kabur. Karena tanpa disadari air matanya mulai tertimbun di pelupuk matanya. Kau mengambil ponselmu dari tas, menyalakannya hanya sekedar untuk melihat wallpapernya. Fotomu dan Luhan saat baru masuk sekolah dasar. Kau menangis semakin menjadi. Tapi kau berusaha mengontrolnya, karena ada banyak orang didalam pesawat.

“Garuda Airlines, tujuan Indonesia, nomor tempat duduk 19D, take-off time: 08.00 pagi KST. Itu kan yang tertulis di tiketmu?”

Kau langsung menoleh ketika mendengar suara itu. Sangat tidak mungkin memang jika orang itu ada disini, tetapi kau tetap menoleh ke asal suara. Tangismu semakin menjadi ketika melihatnya. Suara itu milik Luhan. Dan Luhan kini berada tepat dibelakangmu. “Yak! Kenapa kau menangis, lihat orang-orang jadi melihat kesini, kan!” Luhan berkata sambil memberikan sebuah sapu tangan padamu.

Kau menghentikan tangismu dan mengelap air matamu dengan sapu tangan pemberian Luhan. “Aku kan sudah bilang padamu. Hari itu bukan pertemuan terakhir kita. Tapi kemarin itu pertemuan kita yang terakhir, di hari itu. Kau tidak sebodoh itu untuk mengerti perbedaannya kan?” Ia berkata lagi, dan membuatmu cukup tenang.

“Aku akan selalu disisimu, bodoh.” Perkataannya membuatmu lega. Sangat lega. Bahkan kau tidak masalah jika harus pindah kemanapun asal ada dia disisimu. Dia lah solusi dari semua masalahmu.

“Bagaimana kau bisa tahu?” inilah yang sangat ingin ia tanyakan. Ia tidak mungkin dapat membaca tiketnya hanya dalam waktu yang singkat. “Ibumu yang memberitahuku. Kau, kenapa tidak pernah memberitahu, hah?!” jawabnya dengan nada kesal.

“Maaf.. aku hanya tidak bisa..”

“Ah, sudahlah! Yang penting kau harus ingat, aku akan selalu ada disampingmu. Apapun yang terjadi.”

“Kenapa kau sampai melakukan ini…..”

“Dasar kau memang sangat bodoh ya, tentu saja karena…..”

“Karena?”

“Karena aku… mencintaimu, bodoh!”

Kau tersenyum, ingin sekali saat ini kau memeluk pria menyebalkan itu. Tapi suara pramugrari yang mengumumkan bahwa pesawat akan segera take-off mengurungkan niatmu. Diperjalanan kau tidak bisa tidur, justru kau senyum-senyum sendiri jika mengingat saat Luhan mengatakan bahwa ia mencintaimu.

Perjalanan ini merupakan perjalanan terbaik bagimu. “Tsch. Sial, si bodoh itu terus saja menambah kenangan indah yang tidak dapat aku lupakan.”

—EXO’s LOVE STORY: First Confession—

Ya ampun ini FF udah berdebu kayaknya wkwkwk. masih pada inget gak hayo?😄

Yah semoga yang Luhan ini memuaskan ya/? semoga bisa jadi teman berbuka/?😀

Baca FF aku yang baru juga ya~ judulnya Crazy. Trailernya bisa lihat di sini. Chapt 1-nya aku post hari senin tanggal 6 nanti hehe^^

See you with another exo member! (btw ini aku pake EXO OT12 ya hehe:3)

5 responses to “EXO’s LOVE STORY: First Confession, Luhan’s Confession

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s