Protecting You – [Chapter 9]

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Protecting You Part 9

Protecting You_GaemVi (1)

Author   : GaemVi

Main Cast        : Lee Donghae
Support Cast   : Choi Minho, Lee Hyukjae

Genre    : Action, Romance

Rating  : PG-15

Leght    : Chapter

Sorry for typo, kritik dan saran selalu ditunggu ^^

It also published on my blog superjuniorfanfic1315.wordpress.com

Part 1 : http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/12/protecting-you-1/

Part 2: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/16/protecting-you-2/

Part 3: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/18/protecting-you-3/

Part 4: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/21/protecting-you-4/

Part 5: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/24/protecting-you-5/

Part 6: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-6/

Part 7: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-7/

Part 8: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-8/

“neomu yeppeo.” Gumam Donghae yang entah kenapa membuat Hyejin tersipu malu, tidak biasanya Hyejin mudah tersipu jika dipuji oleh seseorang. Mereka lalu keluar dari apartemen Hyejin, saat menuju pelataran parkir Donghae berjalan bersisian dengan Hyejin yang membuat mereka merasa ada yang aneh. Mereka akan menjadi pasangan di pesta malam ini namun mereka bersikap seperti layaknya orang asing ya ini semua diakibatkan detak jantung mereka yang sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Dan hal ini terus terjadi hingga mereka sampai ke lokasi pesta.

“Donghae-ya, emm bukankah kau datang kesini sebagai pasanganku tapi kenapa…emm maksudku.” Hyejin terlihat gelagapan saat ingin memberitahu Donghae agar dia menggandeng tangannya, ya dan lagi-lagi ini pertama kalinya Hyejin gelagapan saat berhadapan dengan seorang namja karena biasanya jika ingin mengutarakan sesuatu dia akan langsung mengucapkannya.

Donghae tersenyum saat sadar apa maksud perkataan Hyejin, dia pun mengulurkan tangannya, dengan segera Hyejin menerima uluran tangan Donghae dan mengampit lengannya. Mereka berdua berjalan kearah pintu masuk dan entah kenapa semua mata tertuju kepada mereka.

“apa aku seperti bangsawan Inggris?” bisik Donghae yang membuat Hyejin terkekeh pelan.

“ne kau sudah seperti bangsawan Inggris tuan Lee, lihat saja semua mata tertuju kepada kita.” ucap Hyejin yang membuat jantung Donghae semakin cepat berdetak. Sesaat sebelum mereka memasuki arena pesta, Hyejin melihat ketiga temannya dan segera menghampiri mereka.

“kenapa kalian tidak masuk?

“aigooo, Donghae oppa kau tampan sekali.” Ucap Seo Young sesaat sebelum mereka memasuki arena pesta.

“aku bertanya kenapa kalian tidak masuk, bukan bertanya bagaimana penampilan Donghae.” Cibir Hyejin membuat Seo Young menunduk malu.

“Chaerin, dia ingin pulang karena tidak mendapatkan pasangan.” Ujar Seo Young membuat Hyejin menoleh kearah temannya yang sedang menunduk sedih.

“hanya karena tidak mendapat pasangan kau ingin pulang? Kekanakkan sekali.”

“bukan masalah kekanakkan atau tidak, kau lihatlah hampir semua yang datang mempunyai pasangan apalagi ini pesta topeng didalamnya akan ada pesta dansa yang dimana semua orang akan turun kelantai dansa. Dan jika aku tetap datang, aku akan seperti orang bodoh.”

“bagaimana jika kau ajak Lee Hyukjae untuk menemani Chaerin.” Pinta Hyejin kepada Donghae, walau bagaimanapun juga Hyejin masih mempunyai hati nurani. Dia tidak mungkin meninggalkan Chaerin sendirian disini.

Donghae langsung menghubungi Hyukjae untuk datang ke tempat berlangsungnya pesta, dan tanpa pikir panjang Hyukjae langsung mengiyakan permintaan Donghae karena sudah lama dia tidak pergi ke acara seperti ini apalagi menemani seorang yeoja berdansa. Dan sekitar 30 menit kemudian Hyukjae datang dan dengan segera mereka masuk ke arena pesta lengkap dengan topeng, karena sebentar lagi pesta akan dimulai.

Mereka sangat menikmati pesta yang berlangsung dan saat dipertengahan tiba-tiba Hyukjae maju ke depan panggung dan membisikkan sesuatu pada DJ yang ada lalu menyebutkan nama Donghae agar ikut maju bersamanya, sedangkan Donghae meruntuki perbuatan sahabatnya itu.

“kau mau apa babo?” desis Donghae saat berada di samping panggung.

“come, listen and join with me.” Gumam Hyukjae lalu berjalan menuju panggung dan music pun berbunyi. Lalu tiba-tiba Chaerin datang dan naik ke panggung bersama Hyukjae.

“apa yang mereka lakukan?” tanya Hyejin kepada kedua temannya saat melihat Hyukjae dan Chaerin sudah berada di atas panggung.

“molla.”

Yeah listen! baby naege baby naui dunune
Neo hanamani sara sumsuineun de
Geunde wae ireohke noemu nado meongose na heullo nimkin che (jeomjeom meolleo jine)

Ne saraminde (geu nuga mworahaedo)
Neon nae yejande (keuge euichyeodo)
Neomanisseumyeon I’ll be OK
Ijen naega neol jigyeo julke

Baby you know because
I wanna love you I can’t live without you
Du nuneul gamgo nae du soneul jabgu
I wanna have you I really need you
Jigeum idaero modeungeol beoryeodugo

I wanna love you I can’t live without you
Neon geujeo naegero dagaseo myeondwae
I wanna have you nae modeungeol julke
Ijeneun neoege yaksokhalke

Saat Hyukjae dan Chaerin mulai bernyanyi dan berdansa semua yang berada di ruangan dibuatnya berteriak shock akibat gerakan dance mereka kecuali Hyejin, dia merasa hal yang dilakukan Hyukjae dan Chaerin adalah hal biasa.

Keu sarami mwondae neoljikkyeo bulsubakke
Neol kidaril su bakke No deoisang andwae
Neol deryeowa yahaegeuwa neun eorulliji anneun neoreul
“Hyejin-ah lihatlah itu Donghae oppa.” teriak Seo Young histeris saat melihat Donghae sudah menaiki panggung dan ikut bernyanyi serta berdansa yang sukses membuat Hyejin melongo karena Donghae terlihat sangat tampan apalagi saat dia membuka tuxedonya. Terutama saat Donghae berdansa bersama Chaerin yang membuatnya entah kenapa merasa sangat panas.

Dan tiba-tiba saja Donghae sudah berada di depannya dan menarik tangannya, Hyejin menolak dan menahan tarikan Donghae akan tetapi tatapan mata Donghae membuat kakinya terus berjalan kearah Donghae.

“Ikuti iramanya dan berdansa dengan hatimu.” Bisik Donghae tepat ditelinga Hyejin membuat jantungnya berdetak 2x lebih cepat.

Naesaraminde (naesaraminde yeah)
Neon nae yeoja inde (neon nae yoeja inde)

Entah kenapa gerakan dance Hyejin dan Donghae terlihat seirama seperti sudah melakukan latihan padahal yang mereka lakukan adalah hal spontan yang keluar dari hati dan otak mereka.

Neomanisseumyeon I’ll be OK
Ijen naega neol jikyeojulke

Baby you know because

I wanna love you I can’t live without you
Du nuneul gamgo nae du soneul jabgu
I wanna have you I really need you
Jigeum idaero modeungeol beoryeodugo

I wanna love you I can’t live without you
Neon geujeo naegero dagaseo myeondwae
I wanna have you nae modeungeol julke
Ijeneun neoege yaksokhalke

Yo Excuse me Mr.
Hwanalgyeotgata jombikyeo naega meonjeo geunyeoui yeopjariroda
Gaseogettji jeonjeonhi so step back

“Aku tidak menyangka suaramu begitu bagus….” Ucap Hyejin sambil menggelayutkan tangannya di leher Donghae, Donghae hanya membalas ucapan Hyejin dengan senyum merekah karena Donghae sudah tidak sanggup berkata-kata akibat detak jantungnya yang berdetak sangat cepat. Donghae melepas tangan Hyejin dari lehernya lalu dia melakukan rapp sambil mengelilingi Hyejin dan menatapnya intens.

That girl is mine niga mwondae uri
Sarange sundae gonyeoui nunege marhae
Neon nawa hamkke hakilwonhae

Neon jugeott dakkae eonado geunyel
Gatjil machi
Wurideulgwa ddok gatae aradoruh seumyeon
Jom gujyujullae

She make me crazy geonyeo neun naegewan
Byukan geol

Wan byukhan uriduri gwangye dakhan
Buneh andwegenna

Yang dilakukan Donghae tadi cukup membuat Hyejin tercengang, entah kenapa Hyejin merasa jika bagian yang dinyanyikan Donghae tadi adalah untuknya tapi Hyejin langsung menampik pikiran itu dan kembali menari bersama Donghae.

Ijeneun nae soneul jama
Andwae jebal naegerulwa

Naega neol deo saranghae
Naega neol jikkyeojulke

Modeungeol da gajyeodo
Neo eobsin andwaeneunde

I wanna love you I can’t live without you
Du nuneul gamgo nae du soneul jabgu
I wanna have you I really need you
Jigeum idaero modeungeol beoryeodugo

I wanna love you I can’t live without you
Neon geujeo naegero dagaseo myeondwae
I wanna have you nae modeungeol julke
Ijeneun neoege yaksokhalke

Saat mereka sedang berdansa dan menari mereka tidak sadar ada mata yang menatap mereka dengan tatapan kecemburuan. Ya tatapan itu adalah tatapan dari Choi Minho, Minho pun langsung pergi dari arena pesta tanpa menghampiri Hyejin terlebih dahulu.

Dan saat ini Donghae sedang beristirahat untuk mengatur jantungnya agar berdetak dengan normal sedangkan Hyejin bergabung bersama teman-temannya.

“bagaimana ideku?” tanya Hyukjae lalu duduk di samping Donghae dan merangkul sahabatnya itu.

“walaupun caramu bodoh tapi aku suka itu. Gomawo Hyukjae-ya.”

Dan saat mereka sedang berbincang, Hyejin datang dan langsung mengajak Donghae pergi. Donghae sendiri hanya menurut perkataan Hyejin dan mengikuti langkah Hyejin dari belakang sedangkan Hyukjae melanjutkan pesta bersama Chaerin karena sepertinya Hyukjae mulai tertarik dengan yeoja itu.

“kau mabuk?” tanya Donghae saat mencium bau alcohol yang menyengat dari Hyejin.

“anni…emm, Donghae-ya maukah kau mengantarku ke suatu tempat?”

“eodiga?”

“sungai han…”

“sungai han?” Donghae sedikit bingung saat Hyejin mengucapkan sungai han karena menurut Donghae, Hyejin bukanlah yeoja yang suka tempat seperti itu.

Selama perjalanan tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara bahkan sesampainya di sungai han pun mereka masih tidak bersuara.

“Banyak yang kau tidak tahu tentangku.” Ucap Hyejin membuka suaranya sambil menatap lampu yang menghiasi banpo bridge. “selama ini aku hanya berpura-pura, ne aku berpura-pura tegar, berpura-pura tidak perduli dengan keadaan sekitarku, berpura-pura tidak membutuhkan siapapun dan berpura-pura bodoh. “

“maksudmu?”

“aku pikir dengan berpura-pura bodoh dengan cara mengerjakan semua soal dengan asal dan tidak pernah masuk kelas akan membuat appa lebih perhatian denganku ternyata malah Baek seonsengnim yang memberikan perhatian kepadaku padahal dia tidak mempunyai hubungan apapun denganku.”

“jadi selama ini, kau tidak bodoh?”

“kau yang bodoh, jika aku bodoh mana mungkin aku bisa masuk universitas nomor 1 di Inggris?” Hyejin tertawa keras namun sedetik kemudian raut wajahnya berubah, raut wajah penuh kekecewaan. “aku sudah melakukan semua cara agar dia memperhatikanku tapi apa? Dia malah berniat menikahi wanita murahan untuk menggantikan eommaku. Aku membencinya !!”

“jangan berbicara seperti itu Hyejin-ah.”

“lalu aku harus berbicara apa? Yang kubutuhkan adalah perhatian, aku membutuhkan semua orang yang ku sayang berada di dekatku tapi apa? Appa, Minho, mereka meninggalkanku dan lebih mementingkan urusan mereka. Hanya kau yang selalu berada di dekatku.”

“jadi kau tidak senang jika aku selalu berada di dekatmu?”

“anni, aku senang sangat senang. Kalau kau bukan seorang mayor, mungkin aku akan mencintaimu dan menjadikanmu namjachinguku.” Ucapan Hyejin membuat Donghae langsung terdiam, dan langsung mengajak Hyejin untuk pulang namun saat mereka sedang berjalan tiba-tiba saja Hyejin menyiumnya yang membuat Donghae membeku ditempatnya.

“kau….” Belum sempat Donghae melanjutkan perkataannya, Hyejin langsung tidak sadarkan diri dan pingsan di pelukan Donghae. “kau mabuk Hyejin-ah….” gumam Donghae lalu menggendong Hyejin menuju mobil. Jadi ini semua karena pangkat kemiliteranku? Apa jika aku melepas pangkat ini kau akan menjadi milikku Hyejin-ah?

==o==

“ah kepalaku…” Hyejin terbangun dari tidurnya dan merasa pusing di kepalanya, dia pun keluar dari kamarnya untuk mencari obat. Dan saat melihat Donghae entah kenapa Hyejin merasa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka semalam tapi Hyejin sama sekali tidak dapat mengingatnya.

“kau sudah bangun ternyata.”

“ne, kepalaku pusing sekali. Oh ne Donghae-ya apapun yang terjadi dan kukatakan semalam tolong kau lupakan saja, semalam sepertinya aku mabuk berat jadi aku berbicara yang tidak-tidak. Bahkan aku saja lupa ku katakan dan kulakukan semalam.”

Donghae mengiyakan perkataan Hyejin dengan senyuman, lebih tepatnya dia tersenyum getir. Padahal sesungguhnya Donghae berharap Hyejin mengucapkan kalau dia menyukainya itu secara sadar terutama saat Hyejin menciumnya. Donghae sangat berharap semua yang dilakukan Hyejin semalam adalah secara sadar.

“apa kau tidak ingin menonton Minho melakukan lompat jauhnya?” tanya Donghae sambil berjalan menuju sofa dan menyalakan televisi walau dia sendiri tahu pikirannya akan tetap terpusat pada kejadian semalam.

“aigooo aku lupa, aku akan bersiap-siap.”

Sekitar 1 jam Hyejin pun rapi dan saat mereka ingin keluar tiba-tiba saja In Ha datang yang membuat mood Hyejin berubah dratis. Hyejin langsung menarik tangan Donghae, In Ha pun tidak ingin kalah dan ikut menarik tangan Donghae.

“yak hentikan !! kalian ingin membuat tubuhku terbagi dua?” teriak Donghae membuat kedua yeoja itu saling menatap dengan tatapan mematikan.

“oppa kau mau kemana? Bolehkah aku ikut?”

“ANNI !! Donghae akan pergi bersamaku dan hanya aku yang bisa pergi dengannya.”

“memangnya kau siapa berani melarangku hah? Kau bukan siapa-siapa Donghae oppa bahkan kau saja baru kenal dengannya.”

“aku kekasihnya ….” Ucap Hyejin dengan lantang yang cukup membuat Donghae kaget dan tidak bisa berkata apa-apa sedangkan In ha hanya tersenyum kecut.

“aku tidak bodoh, kekasihmu namja yang waktu itu datang ke Mokpo bukan?”

“hubunganku dengannya sudah berakhir dan sekarang namjachingku adalah Lee Donghae.” Ujar Hyejin sambil menggelayut mesra ditangan Donghae.

“AKU TIDAK PERCAYA !!” teriak In Ha membuat Hyejin memutar otaknya lalu menemukan sebuah ide, dan beberapa detik kemudian Hyejin mencium pipi Donghae. In Ha yang melihat itu langsung menangis dan meninggalkan mereka berdua, Donghae berniat mengejar In Ha akan tetapi Hyejin langsung menahan tangannya.

“kau harus mengantarku untuk menemui Minho, Donghae-ya.” Ujar Hyejin lalu menggandeng tangan Donghae yang membuat Donghae merasa tidak berdaya akan pesona Hyejin. Mungkin sekarang Donghae sudah benar-benar tergila-gila oleh seorang Park Hyejin.

Sesampainya di arena stadium ternyata olimpiade sudah berakhir yang membuat Hyejin sedikit kecewa dan takut Minho akan marah padanya, saat Hyejin ingin memasuki arena stadium dia melihat Minho sedang membukakan mobil untuk Hae Ra yang membuat kemarahan Hyejin memuncak.

“diamlah disini, aku membutuhkan waktu untuk berbicara dengan Minho.” ucap Hyejin kepada Donghae saat tangan Donghae menahannya, dengan terpaksa Donghae menuruti permintaan Hyejin. Hyejin lalu berjalan kearah mobil Minho dan menarik Hae Ra yang sudah berada di bangku depan.

“Park Hyejin !!” bentak Minho membuat Hyejin sedikit shock karen baru ini Minho membentaknya karena marah kepadanya pun Minho tidak pernah.

“jadi benar selama aku tidak ada kau sering menghabiskan waktu berdua dengannya?” ucap Hyejin sakartis membuat Hae Ra langsung menunduk karena hujam tatapan tajam dari Hyejin.

“memangnya kenapa Hyejin-ah? aku dan Hae Ra hanya sebatas teman.”

“sebatas teman tapi kau sampai membukakan pintu mobil untuknya. Apa dia tuan putri sampai kau harus membukakan pintu mobil untuknya?”

“kau terlalu menyudutkannya Hyejin-ah.”

“dan kau terlalu membelanya.”

“kau marah jika aku menghabiskan waktu berdua dengan Hae Ra lalu bagaimana dengan kau dan Donghae hyung semalam? Kau berdansa layaknya sepasang kekasih. Bukankah seharusnya aku juga marah dan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan sekarang? Tapi aku bukan kau, aku menghormati Donghae hyung sebagai bodyguardmu tapi kau, apa kau menghormati Hae Ra sebagai temanku?”

“jadi kau ingin membalasku? Kau keterlaluan Choi Minho”

“demi tuhan Hyejin-ah aku sama sekali tidak ada niat untuk membalasmu. Aku hanya ingin kau memberikan sedikit kebebasan kepadaku”

“jadi kau ingin kebebasan? Baiklah, hubungan kita berakhir sampai disini. Dan sekarang kau bisa bebas berhubungan dengan yeoja manapun.”

“tapi bukan ini maksudku, bukan perpisahan yang ku inginkan.”

“sudahlah Minho-ya aku lelah.” Ucap Hyejin lalu berbalik meninggalkan Minho namun dengan sigap Minho menahannya dan menariknya kedalam pelukannya. Dan saat berada di dalam pelukan Minho entah kenapa air mata Hyejin yang sedari tadi ditahannya akhirnya turun.

“kau bisa menarik lagi ucapanmu tadi.” Bisik Minho membuat Hyejin melepaskan pelukan Minho dan menghapus air matanya dan meninggalkan Minho namun lagi-lagi Minho menahannya dan menciumnya membuat Donghae yang berada di kejauhan merasa lemas. “gomawo kau sudah memberikan hari-hari terindah untukku.” Ucap Minho lalu mencium kening Hyejin dan membiarkan Hyejin pergi sejujurnya Minho sangat tidak ingin ini semua terjadi namun dia tidak bisa memaksa Hyejin untuk tetap bersamanya.

“Hyejin-ah.” panggil Minho membuat Hyejin menghentikan langkahnya. “apa kita masih bisa bersahabat setelah ini?” lanjut Minho yang dibalas anggukan oleh Hyejin. ya walaupun Hyejin sudah tidak lagi menjadi miliknya setidaknya dia masih bisa dekat dengan Hyejin.

“kau kenapa?” tanya Donghae di dalam mobil saat melihat mata Hyejin yang sembab namun tiba-tiba Hyejin langsung memeluknya dan menangis di dalam pelukannya.

“hubunganku dengannya sudah berakhir.” Gumam Hyejin yang entah kenapa membuat Donghae sedih, bukankah seharusnya dia senang karena itu berarti kesempatannya untuk menjadikan Hyejin miliknya akan semakin lebar. Tapi melihat Hyejin seperti ini membuat Donghae berharap bahwa perpisahan Hyejin dan Minho tidak pernah terjadi.

-o-

Sudah seminggu sejak perpisahannya dengan Minho, Hyejin sama sekali bertemu dengan Minho. Selain karena Hyejin memang menghindari Minho juga karena sudah beberapa hari ini Minho jarang terlihat di kampus yang membuat Hyejin sedikit aneh karena tidak biasanya Minho  seperti ini.

“Hyejin-ah tadi aku tidak sengaja menguping pembicaraan Baek Seonsengnim dengan Jung Seonsengnim, aku mendengar bahwa alasan Minho beberapa hari ini tidak terlihat karena harus membantu appanya mengurusi perusahannya.” Ujar Seo Young yang membuat Hyejin penasaran.

“memangnya ada apa dengan perusahaan appanya, apa appanya tidak mempunyai pegawai lagi?” tanya Hyejin.

“bukan begitu, dari yang ku dengar perusahaan appanya sedang mengalami krisis karena hampir semua pemegang saham menarik sahamnya karena mereka lebih tertarik menanam saham di LD Group.”

Ucapan Seo Young sukses membuat Hyejin kembali memikirkan Minho, bukan karena Hyejin masih memendam rasa dengan Minho akan tetapi karena Hyejin merasa kasihan dengan Minho. Baru saja dia meninggalkan Minho, sekarang Minho sudah mempunyai masalah baru lagi.

Karena itu Hyejin memutuskan untuk menelpon Minho dan mengajaknya bertemu pada jam makan siang, dan Minho pun menerima ajakan Hyejin dengan senang tapi tidak dengan Donghae, sejak pembicaraan tentang perusahaan keluarga Minho mendadak Donghae menjadi tidak tenang.

“lama tidak bertemu Hyejin-ah Donghae hyung, bagaimana kabar kalian.” Tanya Minho saat baru sampai di café yang berada di area Choi Network.

Hyejin membalas ucapan Donghae dengan senyuman, “kami baik, bagaimana denganmu?”

Minho tersenyum tipis, “seperti yang kau lihat.”

“aku turut prihatin dengan keadaan perusahaan appamu.” Ujar Hyejin lalu memesan sebuah latte.

“kau sudah tahu?” tanya Minho, terdengar sekali nada kecewa dalam suaranya. Ya memang Minho sengaja menyembunyikan hal ini dari siapapun bukan karena dia malu melainkan dia tidak ingin dikasihani.

“ne aku sudah tau, aku cukup bingung bukankah Choi Network adalah salah satu perusahaan kuat tapi kenapa hanya karena para pemegang saham Choi Network menjadi seperti ini?”

“para pemegang saham yang menarik sahamnya adalah pemegang saham terbesar, mereka lebih tertarik menaruh sahamnya di LD Group yang mereka anggap akan lebih sukses dibandingkan Choi Network.”

“benarkah? Aku saja baru mendengar nama perusahaan itu.”

“mereka adalah perusahaan yang bergerak di berbagai macam bidang, mulai dari software dan hardware, elektronik, financial servis serta label rekaman.”

Hyejin terlihat kaget mendengar penuturan Minho karena baru kali ini dia mendengar ada perusahaan yang bergerak di berbagai macam bidang bahkan sampai bergerak pada label rekaman. Melihat expresi Hyejin, Minho tersenyum menandakan bahwa dia tidak terlalu berpengaruh pada LD Group.

“apa kau tidak berencana menemui CEO LD Group untuk mengajak kerjasama, perusahaan kalian sama-sama bergerak di bidang software dan hardware bukan?”

“appaku sudah berusaha menemui CEO-nya namun entah kenapa appaku seperti di tolak oleh perusahaan mereka.”

“maksudmu?”

“berkali-kali appaku mendatangi LD Group tapi setiap kali appaku kesana CEO perusahaannya selalu tidak berada di tempat. Mereka seperti menghindari kami.”

==o==

“ku harap kehadiran kalian membawa berita bagus.”

“kami mendapat kabar jika perusahaan kekasih Park Hyejin sedang mengalami krisis akibat semua pemegang sahamnya lebih tertarik menaruh saham di LD Group.”

“berita macam apa itu? aku tidak membutuhkan berita bodoh seperti itu.”

“tenanglah, kau pasti tidak akan menyangka bahwa LD Group adalah perusahaan keluarga Lee Donghae. LD Group adalah singkatan dari Lee Donghae dan Lee Donghwa.”

“jadi mayor muda itu adalah anak dari Lee Seung Yeon, salah satu orang berpengaruh di Korea.”

“ne dan ini adalah awal yang bagus untuk mengadu domba Lee Donghae dengan Park Hyejin.”

“dan aku yang akan melakukan itu sendiri.”

“maksudmu kau yang akan memberitahu Park Hyejin.”

“tentu, dan aku sudah mengetahui caranya.”

==o==

Sejak kembali dari Choi Network, Hyejin dan Donghae larut dalam pikiran masing-masing. Hyejin berfikir bagaimana caranya membantu Minho sedangkan Donghae berfikir bagaimana caranya agar dia bisa bertemu dan berbicara dengan hyung-nya mengenai Choi Network karena jujur saja Donghae sendiri sama sekali tidak mengetahui apapun tentang perusahaan keluarganya itu padahal Donghae adalah pemilik sah dari LD Group sedangkan Donghwa adalah pemegang saham terbesar di LD Group.

Dan sesampainya mereka di apartemen Hyejin, mereka di kejutkan oleh In Ha yang sedang asik mendengarkan lagu dari ipodnya sambil menyenderkan tubuhnya di pintu apartemen Hyejin. Hyejin yang melihat itu tidak tinggal diam namun saat Hyejin berjalan kearah In Ha, Donghae sudah terlebih dahulu menahan tangannya.

“biar aku yang berbicara dengannya.” Ujar Donghae lalu berjalan mendahuli Hyejin. Saat melihat Donghae, In Ha langsung melepas ipodnya dan menghamburkan dirinya di pelukan Donghae yang membuat Hyejin terlihat sangat kesal. Donghae sendiri langsung melepas pelukan In Ha lalu melirik kearah Hyejin yang mungkin sebentar lagi akan siap menendang In Ha dari sini.

“oppa ku mohon jangan usir aku lagi.” Pinta In Ha lalu kembali memeluk Donghae, Hyejin yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung berjalan keraha In Ha namun lagi-lagi Donghae mencekal tangannya lalu mengisyaratkan dengan gelengan kepala bahwa aku-bisa-menanganinya.

“aku tahu kalau kau tidak mempunyai hubungan apapun dengan dia, aku mengikuti kalian minggu lalu, aku memang tidak mengetahui apa yang terjadi disaat itu namun yang pasti aku bisa melihat dengan jelas jika dia berciuman dengan namja itu. jika memang kau kekasihnya kau pasti tidak akan tinggal diam oppa. oppa, ku mohon jangan berbohong lagi. Kau tau aku datang ke Seoul khusus untuk menemuimu, aku melakukan ini semua untukmu oppa.”

“In Ha-ya ….”

In Ha memotong ucapan Donghae, “saranghae oppa….” ucapan In Ha cukup membuat Hyejin dan Donghae shock. Apalagi Hyejin, sepertinya kemarahan sudah menguasai dirinya. Dia sangat tidak rela jika In Ha mengucapkan kata-kata itu, lebih tepatnya Hyejin tidak rela Donghae dimiliki siapapun. Donghae hanya boleh bersamaku tidak ada satupun yang bisa bersamanya.

Donghae tersenyum lalu mengucap rambut In Ha dengan pelan “tidak seharusnya kau melakukan semua ini In Ha-ya, aku bahkan bukan siapa-siapamu. Dan soal pernyataan cintamu, mianhae In ha-ya aku hanya menganggapmu sebagai yeodongsaengku tidak lebih.”

Air mata In Ha mulai turun yang membuat Hyejin mendengus kesal karena dia sangat membenci adegan drama di depannya ini, “tapi aku mencintaimu oppa.”

“aku tahu, tapi bukankah cinta yang dipaksakan tidak akan berakhir baik?”

“apa sudah ada wanita lain yang kau cintai oppa?” Donghae hanya tersenyum menanggapi ucapan In Ha. “apa orang yang kau cintai, dia?” tanya In Ha sambil menunjuk kearah Hyejin.

“sudahlah, lebih baik kau kembali ke Mokpo. Kau sudah terlalu lama berada di sini.”

“apa kau tetap menganggapku sebagai yeodongsaengmu oppa?”

“ne kau tetap akan menjadi yeodongsaengku.” Ujar Donghae lalu mengelus rambut In Ha lalu memeluknya, setelah itu In Ha pun pergi meninggalkan mereka tanpa berpamitan dengan Hyejin terlebih dahulu.

Sesaat setelah In ha pergi, mereka masuk ke dalam apartemen Hyejin dan langsung merebahkan diri mereka di sofa. Mereka larut dalam pikiran masing-masing, sampai akhirnya Hyejin membuka pembicaraan.

Hyejin memutar tubuhnya kearah Donghae lalu menatapnya intens, “Donghae-ya apa kau mengetahui sesuatu tentang LD Group?” ucapan Hyejin membuat Donghae sedikit kelabakan, apa Hyejin mengetahui kalau dia adalah pemilik dari LD Group? “maksudku, kau itu mayor pasti kau mengetahui perusahaan apa saja yang berada di Korea.”

Donghae menarik nafas lega karena ternyata Hyejin sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang dirinya, “aku ini tentara Nona Park bukan perdana menteri, memangnya ada apa sampai kau ingin mengetahui tentang LD Group. Apa ada hubungannya dengan Minho?”

“ne, aku ingin membantunya walaupun waktu itu kami berpisah tidak dengan cara baik-baik tapi tetap saja aku merasa prihatin dengannya. Sebenarnya apa maksud dari CEO LD Group selalu menghindar jika ingin ditemui oleh Choi ahjussi. Aku tidak pernah melihat perusahaan dengan CEO sesombong itu.”

“Hyejin-ah, memangnya jika kau bertemu dengan CEO LD Group apa yang akan kau lakukan?”

“tentu saja aku akan memakinya, bisa-bisanya dia membuat Choi Network menjadi seperti sekarang.” Donghae menelan ludah pelan saat mendengar ucapan Hyejin yang terlihat sangat berapi-api, dari nada bicaranya terlihat sekali Hyejin sangat membenci CEO LD Group yang tidak lain adalah dia dan Donghwa.

Hyejin bangkit dari duduknya lalu berdiri membelakangi Donghae, “oh ne Donghae-ya, emm soal ucapan In Ha tadi….saat dia bertanya, orang yang kau cintai itu aku kenapa kau tidak menjawabnya? Maksudku kenapa kau tidak berbohong, kenapa kau harus mengabaikan pertanyaannya?” Hyejin mati-matian menahan detak jantungnya yang berdebar, sejujurnya dia amat penasaran tentang jawaban Donghae dan mengharapkan jika jawaban Donghae adalah iya.

Donghae pun bangkit dan berdiri tepat di depan Hyejin, “menurutmu?”

Hyejin memundurkan langkahnya namun semakin Hyejin mundur semakin Donghae memajukan dirinya sampai akhirnya dinding menghentikan langkah Hyejin, “na….naneun molla.”

Donghae memajukan wajahnya lalu membisikkan sesuatu ke telinga Hyejin, “bagaimana jika jawabannya iya, iya orang yang kucintai adalah kau.”

Ucapan Donghae seperti hipnotis yang membuat Hyejin membeku ditempatnya tanpa bisa bergerak sama sekali, begitu juga Donghae dia seperti tidak sadar telah mengutarakan apa yang selama ini dipendamnya. Tapi Donghae sama sekali tidak menyesal karena jika dia terus memendam perasaannya, Hyejin akan kembali pergi ke pelukan orang lain.

“saranghae….” Bisik Donghae tepat di telinga Hyejin, entah kenapa ucapan cinta dari Donghae terdengar begitu indah dan special di telinganya tidak seperti ucapan cinta Minho yang terdengar biasa saja.

“aku….” Sebuah bunyi telepon menginterupsi ucapan Hyejin yang membuatnya terpaksa merelakan Donghae yang tepat berada di depannya untuk mundur dan menerima sebuah telepon. Sungguh Hyejin ingin sekali mencekik siapapun yang menelpon disaat dia ingin menyatakan perasaannya.

“yeoboseyo Hyukjae-ya…..Geureu?….ne arasso, aku akan segera kesana….ne gomawo Hyukjae-ya…” Donghae menutup teleponnya lalu mengalihkan pandangannya kepada Hyejin yang masih berdiri di tempatnya.

“kau ingin pergi?”

“ne, mianhae Hyejin-ah. Ini semua berhubungan dengan dalang dibalik kematian eommamu dan rencana pembunuhanmu.”

“maksudmu?”

“Hyukjae sudah menemukan keluarga Kang Min Jae.”

Hyejin menaikkan alisnya lalu melipat berjalan kearah sofa, “keluarga Kang Min Jae?”

“ah mian aku lupa kalau kau belum mengetahui apapun. Jadi kami menggunakan keluarga Kang Min Jae agar dia mengakui siapa dalang dibalik semua ini.”

“jadi maksudmu, kau ingin mengancamnya menggunakan keluarganya?”

“lebih tepatnya menawarkan perlindungan untuk keluarganya yang kapan saja bisa dibunuh oleh pemberontak itu jika Kang Min Jae membocorkan identitasnya.”

“ya sudah lebih baik kau pergi sekarang, lebih cepat lebih baik bukan.”

“ne, tenanglah nanti akan ada prajurit yang menjagamu.”

Hyejin menganggukan kepalanya lalu menatap kearah Donghae dengan tatapan yang sangat disukai Donghae, “saat kau kembali nanti ada sesuatu yang ingin kukatakan.”

Donghae mengerjapkan kedua matanya dan mengusap rambut Hyejin lalu keluar dari apartemen Hyejin. Sekitar 2 menit setelah ke pergian Donghae, ada seseorang yang memencet bel.

One response to “Protecting You – [Chapter 9]

  1. Makin mendebarkan ternyata Donghae menyatakan cintanya pada Hyejin, tapi siapa orang yang ingin mengadu domba Haejin dan Donghae, penasaran jadinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s