Protecting You – [Chapter 11]

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Protecting You Part 11

Protecting You_GaemVi (1)

Author   : GaemVi

Main Cast        : Lee Donghae
Support Cast   : Choi Minho, Lee Hyukjae

Genre    : Action, Romance

Rating  : PG-15

Leght    : Chapter

Sorry for typo, kritik dan saran selalu ditunggu ^^

It also published on my blog superjuniorfanfic1315.wordpress.com

Part 1 : http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/12/protecting-you-1/

Part 2: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/16/protecting-you-2/

Part 3: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/18/protecting-you-3/

Part 4: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/21/protecting-you-4/

Part 5: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/24/protecting-you-5/

Part 6: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-6/

Part 7: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-7/

Part 8: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-8/

Part 9: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-9/

Part 10: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-10/

Hyejin agak sedikit menyesal saat menolak tawaran Minho tadi karena Hyejin baru menyadari bahwa dia tidak memegang uang sepeser pun. Dan dengan terpaksa Hyejin berjalan kaki untuk mencari taksi, namun saat Hyejin sedang berjalan ada 2 orang pria yang mengikutinya. Saat sadar dia diikuti, Hyejin pun mempercepat langkahnya namun tiba-tiba muncul 3 orang pria menghadangnya. Hyejin yang panic langsung mencari celah untuk kabur namun saat Hyejin ingin berlari seseorang menarik tangannya dan menyuntikkan sesuatu ditangannya yang membuat kesadaran Hyejin berkurang sedikit demi sedikit yang membuatnya tidak memberontak saat dimasukan kedalam sebuah van.

Saat Hyejin masuk ke dalam van tersebut ternyata Hae Ra melihatnya dari seberang jalan, namun saat Hae Ra berteriak memanggil Hyejin orang yang membawa Hyejin ke dalam mobil terlihat panic dan langsung membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hae Ra yang curiga langsung menelpon Minho tapi sayang ponsel Minho sedang sibuk, Hae Ra pun langsung menelpon sebuah nomor yang mencari Hyejin dan mengaku sebagai Lee Hyukjae bawahan Lee Donghae.

Hyejin dibawa oleh orang-orang itu ke Chuncheon salah satu kota yang dekat dengan perbatasan Korea Utara. Saat Hyejin tersadar dia masih berada di dalam mobil dan berusaha untuk melarikan diri namun seorang pria yang berada di sampingnya langsung memukulnya sehingga darah segar mengucur dari bibir Hyejin. Dan tidak beberapa lama kemudian 2 orang pria membawanya ke sebuah gudang kosong, dan saat sudah berada di dalam gudang 2 orang tadi langsung mengikat tangan Hyejin di salah satu besi peyangga gedung yang membuat peluang Hyejin untuk melarikan diri semakin tipis.

“LEPASKAN AKU !!” teriak Hyejin namun tidak ada satupun dari pria-pria itu yang meresponnya.

Tiba-tiba muncul suara yang menginterupsi teriakan Hyejin, “Welcome to my kingdom Park Hyejin.” ucap pria itu yang sekarang berada di hadapan Hyejin. Wajah pria itu terlihat familiar, Hyejin pun mencoba mengingat dan terkejut bahwa pria yang berada dihadapannya ini adalah pria yang sama dengan pria yang membuat dirinya bertengkar hebat dengan Donghae.

“kau !!”

“ne ini aku Nona Park. Bagaimana pertengkaranmu dengan CEO Lee semalam? Apakah menyenangkan, sayang aku tidak bisa menyaksikan pertengkaran kalian….Aku pikir kau pintar ternyata kau sama bodohnya dengan Lee Donghae, seharusnya kau tidak mudah percaya dengan ucapan orang asing nona Park. Apakah bodyguard kesayanganmu itu tidak pernah mengajarimu tentang hal ini? ” Ucap pria itu yang tidak lain adalah Han Hyunsik, diikuti oleh kekehan dari beberapa orang yang membuat Hyejin terlihat sangat kesal dan memberontak dari tempatnya.

Hyunsik berjalan mendekati Hyejin dan menertawakan kebodohan Hyejin yang membuat Hyejin langsung meludahi wajahnya. Perbuatan Hyejin sungguh membuat Han Hyunsik murka dan menampar pipi Hyejin dengan sangat kasar yang lagi-lagi membuat darah segar mengalir dari bibirnya.

“bawa dia keruang bawah tanah !!!” Ucap Han Hyunsik lalu berjalan meninggalkan Hyejin.

Dua orang pria berjalan menghampiri Hyejin lalu melepas ikatan tangannya, “kau cantik juga, ah tapi sayang sebentar lagi kau akan mati.” Ucapan pria itu membuat Hyejin menendang kaki pria itu dan berlari untuk melarikan diri tapi langkah Hyejin kalah cepat dari salah satu pria yang sudah menarik rambutnya dengan kasar.

“LEPASKAN !!!” teriak Hyejin saat pria itu terus menarik rambutnya tanpa rasa belas kasihan sedikitpun yang membuat Hyejin terpaksa mengikuti langkah pria itu.

“itu akibatnya jika kau melawan.” Ucap pria itu sambil tertawa keras. Pria itu membuka sebuah pintu lalu mendorong masuk Hyejin dengan keras ke dalam ruangan itu. “persiapkan dirimu untuk upacara kematianmu esok hari Nona Park. Kau mungkin bisa selamat jika kau bisa menahan nafas berjam-jam di dalam air.” Ujar Pria itu lalu meninggalkan Hyejin di sebuah ruangan kosong yang membuat Hyejin menangis karena ketakutan akibat pencahayaan yang minim dari ruangan itu, ya ruangan itu hanya diterangi oleh cahaya matahari yang masuk dari jendela yang ukurannya sangat kecil.

“eomma….” Rintih Hyejin sambil memegang kedua lututnya, rasa sakit dan takut membaur menjadi satu yang membuat Hyejin meruntuki kebodohannya karena dengan mudahnya percaya dengan orang asing dan meninggalkan Donghae begitu saja. Sekarang Hyejin benar-benar berharap appanya dan juga Donghae dapat menemukannya di tempat ini. “Lee Donghae tolong aku….”

==o==

Donghae berjalan tergesa memasuki ruangan dimana semua polisi beserta tentara angkatan darat berkumpul, namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba dia mendengar suara Hyejin meminta pertolongannya.“Lee Donghae tolong aku….”

“Hyejin-ah….” gumam Donghae membuat Minho yang berada disampingnya langsung menoleh, ya Minho memaksa Donghae agar mengijinkannya membantu melepaskan Hyejin dari tangan pemberontak itu.

“hyung kau kenapa?”

“aku seperti mendengar suara Hyejin meminta pertolonganku.” Ucap Donghae lalu Minho menepuk bahu Donghae dan menenangkannya.

“berdoalah, Hyejin dalam keadaan baik-baik saja hyung.” Ujar Minho dan dibalas anggukan oleh Donghae.

Dan mereka berdua sampai di sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat polisi dan tentara serta Jenderal Young Woon dan Hyukjae yang sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi. Sesaat setelah Donghae menerima telepon dari Hyukjae bahwa Hae Ra melihat Hyejin dibawa oleh seseorang menggunakan mobil, Donghae langsung berusaha mengejar mobil tersebut karena posisinya saat ini tdiak terlalu jauh dari posisi Hyejin diculik namun sepertinya Donghae terlalu gegabah sehingga dia sama sekali tidak menemukan mobil yang menculik Hyejin. Beruntung Hae Ra langsung mencatat nomor kendaraan mobil yang menculik Hyejin dan memfoto mobil tersebut sehingga Donghae dan pasukannya dapat dengan mudah menemukan mobil tersebut.

Mereka segera menyusun rencana untuk membekuk Han Hyunsik dan menyelamatkan Hyejin, tidak tanggung-tanggung ratusan polisi dan tentara diturunkan untuk mengamankan jalan dan juga untuk turun langsung membekuk Han Hyunsik beserta anak buahnya.

“Jenderal ijinkan aku untuk memimpin semuanya, dan ku mohon Jenderal tetaplah disini. Han Hyunsik tidak hanya mengincar Hyejin tetapi dia juga mengincarmu.” Ucap Donghae dengan formal karena rasanya tidak sopan jika dia memanggil Young Woon dengan panggilan Seonsengnim dihadapan ratusan polisi dan tentara.

“mana bisa aku berdiam diri sedangkan aku tidak tahu bagaimana nasib anakku.”

“Aku berjanji demi nyawaku sendiri bahwa aku akan menyelamatkan Park Hyejin dan membawanya kehadapanmu dalam keadaan hidup. Jangan biarkan Hyejin kehilangan salah satu orang tuanya lagi.” Pinta Donghae lalu Jenderal Young Woon menepuk bahu Donghae.

“baiklah, bawa anakku dan calon menantuku dengan selamat.” Ucap Young Woon membuat Donghae bingung, dengan segera Young Woon menyunggingkan senyumnya. “Aku tidak mau anakku merasakan kehilangan orang yang dia sayang untuk kedua kalinya.” lanjut Jenderal Young Woon yang membuat Donghae tersenyum lalu memberikan hormat. Donghae pun keluar dari ruangan itu diikuti oleh semua pasukannya. Park Hyejin tunggu aku, aku pasti akan menyelamatkanmu

==o==

Hyejin terbangun saat merasakan nyeri di pipi dan sudut bibirnya akibat pukulan yang diterimanya tadi, dan saat ini hari sudah malam yang berarti ruangan tempat Hyejin berada menjadi gelap gulita yang membuat Hyejin berteriak ketakutan dan menggedor pintu, dia tidak perduli jika pukulan lagi yang akan dia terima tapi yang terpenting dia tidak berada di ruang menyeramkan ini lagi. Teriakan Hyejin pun berhenti saat dia mendengarkan suara langkah kaki dan suara pintu dibuka dari luar. Pria yang membukakan pintu, terlihat kesal dan langsung menjambak rambut Hyejin yang membuat Hyejin merintih kesakitan.

“kau mengganggu waktu istirahatku bodoh !!” teriak orang itu lalu menghempaskan tubuh Hyejin ke lantai.

“aku mohon, bawa aku pergi dari ruangan ini. Kau bisa mengurungku diruangan manapun asal jangan diruangan segelap ini.” Pinta Hyejin dengan suara memelas tapi sayang pria itu malah menertawakannya dan langsung memukul Hyejin lalu menarik rambutnya dan menyeretnya dengan paksa.

Dan sekarang mereka sampai di depan sebuah kolam renang bekas ah anni, mungkin lebih tepatnya sebuah akuarium raksaksa. Pria itu melepaskan tangannya dari rambut Hyejin dan menarik lengan Hyejin agar menaiki sebuah tangga. Setelah sampai di ujung tangga itu, pria itu mengikat tangan dan kaki Hyejin lalu mendorongnya dari tangga itu tanpa ampun hingga Hyejin terjatuh ke dalam akuarium raksaksa itu yang membuat darah segar mengucur dari kepalanya. Hyejin dapat mendengar samar-samar suara tawa menggema dari ruangan itu, ya suara tawa dari pria-pria yang bahagia melihat penderitaan dan kesengsaraan Hyejin. Aku harus kuat, aku tidak boleh menyerah. Donghae pasti akan menyelamatkanku.

==o==

“Mereka membawa Hyejin ke Chuncheon.” Ujar Hyukjae setelah menerima telepon dari departemen perhubungan Korea Selatan. Donghae bekerja sama dengan departemen perhubungan untuk melacak mobil yang digunakan untuk menculik Hyejin dengan bantuan CCTV yang terpasang di beberapa sudut kota.

Donghae mengangguk dan langsung memerintahkan anak buahnya, “tempatkan semua polisi di semua akses jalan menuju Chuncheon, jangan biarkan Han Hyunsik kabur untuk kedua kalinya.”

Setelah memerintahkan anak buahnya, Donghae langsung masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Minho dan beberapa mobil lain di belakangnya. Donghae mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan Donghae tidak peduli lagi dengan keselamatannya karena sekarang yang dipedulikannya hanya keselamatan Hyejin.  Bahkan makian Hyukjae dari telepon sama sekali tidak digubrisnya sedangkan Minho sama sekali tidak memprotes aksi Donghae ‘kebut-kebutan’ di jalan yang membuat Hyukjae menyesal telah membiarkan dua orang bodoh itu berada di satu mobil.

Sekitar 1 jam mereka sampai di Chuncheon dan dalam hitungan menit mereka sudah dapat melacak dimana tempat persembunyian Han Hyunsik. Dan sekarang mereka berada tidak terlalu jauh dari gudang tempat persembunyian Han Hyunsik sekaligus tempat Hyejin di sekap. Mereka tidak gegabah untuk langsung masuk ke dalam gudang karena jika mereka melakukan itu nyawa Hyejin bisa berada dalam bahaya.

“aku akan masuk terlebih dahulu untuk mengamankan anak buah Han Hyunsik.” Ujar Donghae kepada semua anak buahnya.

“aku ikut denganmu hyung.” Sambung Minho namun segera dicegah oleh Hyukjae.

“mana bisa begitu, kau masuk aku juga akan masuk. Aku mana mungkin membiarkan kalian berdua dengan pikiran kalut, masuk ke dalam dan menghadapi anak buah Han Hyunsik yang jumlahnya bahkan tidak kalian ketahui.”

“anni, kau tetap disini dan memimpin yang lainnya. Kau akan masuk jika aku sudah berada di dalam dan menyuruhmu masuk. Dan ini adalah perintah atasanmu Lee Hyukjae bukan perintah sahabatmu, jadi kau harus mematuhinya.”

Hyukjae terpaksa menyetujui ucapan Donghae, Donghae dan Minho langsung bersiap-siap masuk ke dalam. Tapi sebelumnya mereka memakai mantel anti peluru dan Hyukjae memberikan senjata api kepada Minho untuk melindungi dirinya. Saat ini Donghae dan Minho terlihat 2x lebih tampan dengan pakaian serba hitam, mereka pun masuk dengan hati-hati ke dalam gudang tersebut.

==o==

Hyejin terbangun saat merasakan air membasahi sedikit bagian tubuhnya, Hyejin berniat bangun namun kepalanya terasa dihantam ribuan batu, dan tubuhnya seperti ditusuk-tusuk oleh pisau, sakit dan nyeri sekali. Belum lagi beberapa luka lebab yang terdapat di wajah dan tubuhnya.

“bagaimana tidurmu Nona Park, ku harap tidurmu sangat nyenyak karena tadi adalah tidur terakhirmu sebelum kau akan tertidur selamanya.” Ujar Han Hyunsik dari depan akuarium sambil tertawa keras.

Hyejin berusaha bangkit karena tidak mau dianggap lemah oleh orang-orang itu, namun sebuah rantai di kakinya menghalanginya. “kau gila !! kau orang gila dan orang terkejam yang pernah aku temui.”

“ne aku memang gila dan ini disebabkan oleh appamu !! appamu telah membuatku kehilangan seluruh anggota keluargaku dan melihat mereka mati dihadapanku sendiri. Dan sekarang aku akan membuatnya merasakan apa yang ku rasakan, melihatmu mati tenggelam di akuarium ini.” Han Hyunsik lagi-lagi tertawa keras dan diikuti oleh semua anak buahnya, dari awal Hyejin memang curiga dengan akuarium besar ini belum lagi air yang membuatnya tadi bangun sekarang sudah mencapai hampir sebetisnya.

“aku yakin, keluargamu disana malu dan membenci perlakuanmu terhadapku.” Desis Hyejin dan menatap Han Hyunsik dengan tatapan tajam yang sepertinya membuat Han Hyunsik murka.

“KAU TIDAK TAHU APAPUN MENGENAI KELUARGAKU !!” suara bentakan Han Hyunsik menggema di seluruh ruangan yang menandakan dia sangat murka atas omongan Hyejin tadi. “perbesar kran airnya, aku ingin secepatnya melihat mati!!” perintah Hyunsik kepada anak buahnya, yang membuat ketakutan Hyejin semakin membesar. Appa, Donghae dimana kalian?

Saat ini di salah satu bagian dari gudang itu, Donghae dan Minho sudah berhasil masuk ke dalam gudang setelah berhasil mengalahkan beberapa anak buah Hyunsik. Langkah mereka terhenti saat mendengar suara bentakan yang mereka yakini adalah suara Hyunsik yang ditujukan untuk Hyejin. Mereka berdua pun langsung mempercepat langkahnya agar dapat segera menyelamatkan Hyejin.

Dengan kerjasama mereka, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah ruangan yang entah kenapa sangat Donghae yakini jika ruangan itu adalah tempat Hyejin di sekap. Mereka bisa melihat Han Hyunsik sedang memandang akuarium besar dihadapannya dan mereka pun shock saat mengetahui Hyejin berada di dalam akuarium besar itu sedang berusaha menggapai permukaan air yang mungkin sangat mustahil digapainya dengan rantai dikakinya yang membuatnya terus kembali ke permukaan.

Melihat itu tangan Donghae mengepal keras dan berjalan maju namun Minho menghalanginya, “jangan gegabah hyung, ingat nyawa Hyejin taruhannya jika kita salah bertindak.” Ujar Minho yang membuat Donghae mengurungkan niatnya.

Seorang pria berlari kearah Hyunsik dan memberitahu jika dia melihat polisi dan tentara sudah mengepung tempat ini. Hyunsik pun kesal dan berjalan ke salah satu sisi akuarium dan memutar keran besar yang membuat air yang keluar dari keran itu semakin banyak dan sudah hampir memenuhi akuarium itu.

Hyejin terus berusaha menggapai permukaan air untuk mengambil nafas walaupun dia yakin itu tidak akan berhasil selama rantai itu berada di kakinya. Hyejin pun berenang ke permukaan dan saat Hyejin sedang berusaha melepaskan rantai dikakinya, dia melihat Donghae dan Minho disalah satu sudut gudang. Hyejin pun langsung  berenang ke sisi akuarium dan menggedor akuarium itu untuk memberikan kode kepada Donghae.

Mata Hyejin dan Donghae terpaut, yang membuat Donghae menyadari jika Hyejin sudah melihatnya dan memberikan Donghae kode untuk segera menyelamatkan dirinya. Donghae langsung mengarahkan pandangannya ke Minho dan mengangguk menandakan, ini saatnya mereka menyerang Han Hyunsik dan beberapa anak buahnya. Walaupun lawan mereka banyak akan tetapi mereka sama sekali tidak takut, yang mereka takuti saat ini adalah jika Hyejin tidak bisa bertahan.

Donghae dan Minho berlari dan langsung menendang anak buah Hyunsik yang membuat Hyunsik serta anak buahnya kaget. Dengan segera Donghae menghubungi Hyukjae dengan sebuah telepon khusus yang berada di telinganya yang membuat Hyukjae langsung berlari masuk bersama anggota polisi dan tentara lainnya.

Saat ini Minho sedang menghadapi anak buah Hyunsik sendirian sambil menunggu pasukan lainnya masuk sedangkan Donghae berlari kearah sisi akuarium untuk mematikan kran air dan melepaskan Hyejin namun Hyunsik dengan segera menghalanginya dengan menodongkan senjata api kearahnya.

“kau tidak akan bisa melepaskan gadis itu sebelum dia mati !!” ucap Hyunsik dan Donghae pun langsung menyengkat kaki Hyunsik yang membuat Hyunsik terjatuh. Namun dengan cepat Hyunsik kembali mengambil senjata apinya dan menembak Donghae. Hyejin yang berada di dalam akuarium langsung memekik dan menangis saat melihat tubuh Donghae terjatuh dihadapannya serta Minho perhatiaannya langsung mengarah keasal suara dan terkejut saat melihat tubuh Donghae sudah terbaring dilantai. Hyejin menatap Donghae dengan tatapan nanar dan menggeleng cepat yang mengartikan bahwa Donghae harus bertahan.

“ternyata kau hanyalah mayor bodoh !!” desisi Hyunsik lalu menendang Donghae untuk memastikan Donghae sudah benar-benar tidak bernyawa kemudian berbalik untuk menghadapi beberapa tentara yang sudah menelusup masuk ke dalam gudang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s