Protecting You – [Chapter 12]

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Protecting You Part 12

Protecting You_GaemVi (1)

Author   : GaemVi

Main Cast        : Lee Donghae
Support Cast   : Choi Minho, Lee Hyukjae

Genre    : Action, Romance

Rating  : PG-15

Leght    : Chapter

Sorry for typo, kritik dan saran selalu ditunggu ^^

It also published on my blog superjuniorfanfic1315.wordpress.com

Part 1 : http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/12/protecting-you-1/

Part 2: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/16/protecting-you-2/

Part 3: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/18/protecting-you-3/

Part 4: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/21/protecting-you-4/

Part 5: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/07/24/protecting-you-5/

Part 6: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-6/

Part 7: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-7/

Part 8: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-8/

Part 9: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-9/

Part 10: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-10/

Part 11: http://superjuniorff2010.wordpress.com/2013/08/11/protecting-you-11/

Hyukjae yang melihat Donghae sudah terkapar terlihat shock dan langsung berlari kearah Hyunsik untuk menghabisinya namun langkah Hyukjae terhenti saat Hyunsik tersungkur jatuh dan Hyukjae tersenyum saat melihat sahabatnya itu berdiri tegap dihadapannya.

Donghae menarik baju Hyunsik dan menghadapkan Hyunsik kearahnya lalu memukul wajah serta perut Hyunsik tanpa ampun. Sedangkan Minho sudah berhasil air yang mengalir dari keran dan menceburkan dirinya ke dalam akuarium untuk melepaskan Hyejin. saat berhasil masuk ke dalam akuarium, Minho langsung memeluk Hyejin yang sudah terlihat sangat lemas dan berusaha melepaskan rantai yang mengikat kaki Hyejin namun sepertinya usaha Minho sia-sia. Minho memegang kedua pipi Hyejin untuk memberikan kode jika semuanya akan baik-baik saja dan Hyejin akan segera selamat, Minho pun berenang ke permukaan mencari alat untuk membuka paksa rantai itu.

Donghae dan Hyunsik saling memukul, walaupun Hyunsik lawan yang cukup kuat untuknya namun tetap saja Donghae yang lebih mendominasi. Ini semua diakibatkan Donghae yang melihat Hyejin sudah sangat lemas karena sudah tidak sanggup untuk menahan nafas lebih lama lagi di dalam air.

“kau tidak bisa membunuhku mayor.” Ucap Hyunsik terengah-engah saat melihat Donghae sudah mengarahkan senjata api ke wajahnya. Ya saat ini hampir semua anak buah Hyunsik sudah berhasil dikalahkan oleh polisi dan tentara yang berada di bawah perintah Hyukjae.

“jika kau membunuhku, Park Hyejin akan tetap mati karena hanya aku yang mengetahui cara membuka rantai yang mengikat kakinya.”

“kau pikir aku bodoh? Walaupun aku membiarkan kau hidup, kau juga tidak akan memberitahu cara membuka rantai itu bukan? Karena yang kau inginkan hanyalah kematian Park Hyejin. kau tahu, dari awal Hyejin sama sekali tidak mengetahui apapun tentang perang yang merengut keluargamu tapi kau terus saja melibatkannya. Dan sekarang ucapkan selamat tinggal pada dunia ini Han Hyunsik.” Ucap Donghae lalu menarik pelatuk senjata apinya dan menembak Hyunsik yang membuat Hyunsik langsung tersungkur ke lantai.

Saat Hyunsik tumbang, Donghae langsung mengarahkan pandangannya ke akuarium dan melihat Minho memberikan nafas kepada Hyejin karena Hyejin terlihat sudah tidak lagi bisa bertahan. Donghae pun berlari kearah akuarium dan mengambil sebuah kapak diberikan Hyukjae dan menceburkan dirinya dan menyelam kearah Hyejin. Dengan segera Donghae melayangkan kapak itu kearah rantai yang mengikat Hyejin dan menarik Hyejin yang sudah tidak sadarkan diri kepermukaan dibantu dengan Minho.

Donghae menekan dada Hyejin untuk menyadarkan Hyejin namun sia-sia, Donghae pun langsung memberikan nafas buatan kepada Hyejin yang akhirnya membuat Hyejin tersadar.

“aku tahu….kau pasti datang….” Ucap Hyejin dengan lemah sambil memegang kedua pipi Donghae kemudian tidak sadarkan diri.

Donghae pun langsung membawa Hyejin ke ambulans yang sudah disediakan dan menemani Hyejin di dalam ambulan sedangkan mobilnya dikendarai oleh Minho. Donghae menatap nanar wajah Hyejin yang dipenuhi luka dan melihat kepala darah dari kepala Hyejin yang membuatnya mengutuk dirinya sendiri karena sudah datang terlambat, jika saja dia bisa datang lebih cepat pasti Hyejin tidak akan seperti ini.

“Mianhae…..” gumam Donghae sambil mengelus mencium tangan Hyejin.

==o==

Sudah 5 hari Hyejin tidak sadarkan diri, dokter mengatakan jika luka dalam yang dialami Hyejin cukup banyak belum lagi luka dikepalanya yang cukup serius. Namun untungnya, Donghae membawa Hyejin ke rumah sakit tepat waktu mungkin jika tidak, nyawa Hyejin sudah tidak bisa diselamatkan.

Walaupun dokter mengatakan jika Hyejin baik-baik saja namun sepertinya Donghae tidak bisa tenang begitu saja bahkan kekhawatirannya melebihi kekhawatiran appa Hyejin. Namun kekhawatiran Donghae akhirnya hilang saat mengetahui Hyejin sudah sadar dari telepon yang diterimanya dari Jenderal Young Woon.

“appa…” bisik Hyejin saat melihat appanya duduk disamping ranjangnya.

“akhirnya kau sadar, maafkan appa. Ini semua salah appa.” Ucap Jenderal Young Woon yang dibalas gelengan pelan dari Hyejin.

“anni appa, ini semua salahku. Aku selalu bertindak berdasarkan emosi, dan maafkan aku atas sikapku selama ini”

Hyejin P.O.V

Aku mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, namun dimana orang itu? dimana Lee Donghae, apa terjadi sesuatu dengannya ah anni, seingatku Donghae lah yang menolongku. Tapi dimana dia sekarang, atau dia masih marah padaku akibat kejadian tempo hari?

“kau mencari Lee Donghae?” tanya appa membuatku sedikit salah tingkah, apa sangat terlihat diwajahku jika aku mencari orang itu.

“apa tadi ada yang menyebutkan namaku?” aku mengalihkan padanganku kearah pintu dan menemukan Lee Donghae sedang tersenyum dan membungkuk hormat kepada appaku. Tapi saat aku menatapnya, dia membalas tatapanku yang membuat jantungku berdetak tidak karuan.

“Hyejin-ah appa tinggal kau bersama Donghae, appa masih harus mengurus kasus Han Hyunsik.” Aku mengangguk lalu appa mencium keningku dan pergi dari ruang rawatku.

“bagaimana keadaanmu?” tanya Donghae sambil berjalan kearah kursi yang berada di samping ranjangku.

“sudah lebih baik. Mianhae Donghae-ya, jika saat itu aku mendengarkan penjelasanmu pasti…” Donghae memotong ucapanku dengan menaruh telunjuknya di bibirku lalu tersenyum kepadaku.

“gwechanayo, lupakan yang sudah lewat. Yang terpenting sekarang, kau sudah selamat. Dan seharusnya akulah yang meminta maaf, jika aku tidak menyembunyikan identitasku sebagai CEO LD Group pasti kau tidak akan semarah itu dan pergi begitu saja meninggalkanku.”

“bodoh, bukankah kau bilang lupakan yang sudah lewat tapi kenapa kau malah kembali membahasnya.” Ucapku dan dibalas senyuman oleh Donghae, entah kenapa melihat senyumannya membuat hatiku berdesir. Apa mungkin aku benar-benar jatuh cinta dengannya. Ah anni, aku tidak boleh cepat menyimpulkan. Aku tidak mau menyakiti siapapun lagi.

Dan selama beberapa hari ini Donghae selalu menemaniku dirumah sakit. Sikapnya ini membuatku semakin hari semakin nyaman, ini semua karena perhatian yang dia berikan padaku. Padahal saat ini tugasnya sebagai bodyguardku sudah selesai yang berarti dia kembali ke rutinitasnya sebagai seorang mayor. Ya dia kembali menjadi Mayor dan meninggalkanku. Entah kenapa aku tidak ingin kebersamaanku dan Donghae berakhir. Aku ingin terus bersama dengannya disetiap waktu.

==o==

Hari ini aku akan kembali ke apartemenku dan entah kenapa aku merasa tidak semangat karena saat aku kembali nanti Donghae sudah tidak tinggal lagi bersamaku.

“annyeong Hyejin-ah, aku sudah siap.” Minho tiba-tiba datang dan sepertinya dia yang akan menjemputku, lalu dimana Lee Donghae. Kenapa dia tidak menjemputku?

“Dimana Donghae?” entah kenapa raut wajah Minho berubah saat aku menyebutkan nama Donghae, membuatku merasa ada sesuatu yang aneh. “Minho-ya dimana Donghae?” Minho mengambil sebuah surat dari sakunya lalu memberikan surat itu kepadaku. Kata demi kata yang kubaca dari surat itu membuatku merasa sangat hampa.

Author P.O.V

To: Park Hyejin

Mianhae jika aku pergi tanpa memberitahumu terlebih dahulu, ini semua ku lakukan agar kau tidak menahanku karena ku yakin jika kau mengetahui aku akan pergi kau pasti akan melarangku.

Hyejin-ah hari demi hari yang kita lewati bersama ternyata membuatku jatuh cinta kepadamu, aku sendiri bingung kenapa aku bisa jatuh cinta dengan yeoja keras kepala sepertimu. Tapi entah kenapa mencintaimu membuat hari-hariku lebih berwarna dan bertekad untuk menjadikanmu milikku seutuhnya.

Dan itulah sebabnya kenapa aku meninggalkanmu, aku ingin melanjutkan kuliahku dibidang bisnis agar aku bisa kembali mengambil alih LD Group. Aku melakukan ini karena ku tahu, aku tidak menyukai hal yang berbau militer dan itu artinya kesepatanku untuk memilikimu semakin kecil.

Entah kenapa aku sangat percaya diri kalau kau akan menerimaku saat aku sudah melepas gelar Mayorku.

Hyejin-ah jika kau mencintaiku, tunggu aku sampai kembali. Aku berjanji sepulangnya aku dari Amerika, aku akan langsung melamarmu.

Hyejin membaca surat dari Donghae sambil menangis namun tangisan Hyejin terhenti saat Minho menarik tangannya keluar dari ruangan rawatnya.

“kita harus segera menyusul Donghae hyung.” Ujarnya dan dibalas anggukan serta senyuman dari Hyejin.

Hyejin sangat berharap jika dia sempat bertemu dengan Donghae, namun sayang saat mereka sampai saat itu juga pesawat yang ditumpangi Donghae lepas landas. Hyejin terduduk lemas sambil terus menatap pesawat Donghae yang semakin menghilang.

“aku bahkan belum sempat mengatakan kalau aku mencintainya.” Ucap Hyejin sambil menangis, Minho yang melihat Hyejin seperti itu langsung memeluknya dan menenangkannya.

3.5 years later.

“Selamat pagi Choi Sajangnim, Park Sajangnim.” Ucap receptionist Choi Network saat Hyejin dan Minho melewati lobby. Ya saat ini Hyejin menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Choi Network. Park Young Woon membeli 60% saham Choi Network sedangkan dirinya tetap menjadi seorang Jenderal dan sedang menanti masa pensiunnya yang akan berakhir sebentar lagi.

Dan Saat ini Minho memegang jabatan sebagai direktur utama sedangkan Hyejin sebagai ditektur di Choi Network. Kerjasama keduanya sukses membuat Choi Network menjadi terkenal sampai keluar negeri. Sedangkan Hyukjae, dari kabar yang Hyejin dengar dari appanya, sekarang Hyukjae sudah menjadi Mayor menggantikan Donghae itu semua karena hasil kerjanya saat menangkap Han Hyunsik bersama dengan Donghae.

Dan saat ini juga Minho sedang menjalin hubungan dengan Hae Ra, yeoja yang dulu selalu membuat Hyejin cemburu dan menjadi salah satu penyebab kandasnya hubungan mereka. Namun Hyejin sama sekali tidak melarang Minho melainkan sangat mendukungnya itu dikarenakan hubungan Hyejin dan Hae Ra sudah membaik malah sekarang mereka bersahabat berbanding terbalik dengan hubungan Hyejin dengan kedua temannya yang saat ini sudah lost contact.

Selain itu selama Donghae berada di luar neger, Hyejin juga sering menemui eomma Donghae yang sekarang sudah berada di Seoul dan membeli sebuah apartemen. Hubungan Hyejin dan eomma Donghae sudah seperti hubungan anak dan ibu yang membuat eomma Donghae diam-diam mendesak Donghae untuk segera kembali ke Korea dan melamar Hyejin.

“selamat pagi Park Sajangnim. Mianhamnida, anda harus segera menemui CEO LD Group di ruang rapat.” Ucapan sekretaris Hyejin membuatnya kaget, CEO LD Group mungkinkah itu Donghae?

“CEO LD Group?” tanya Hyejin memastikan pendengarannya tidak salah.

“ne sajangnim, CEO LD Group Lee Donghwa.” Saat mendengar nama Donghwa semangat Hyejin menjadi luntur. Padahal dia sudah sangat semangat jika CEO LD Group yang akan ditemuinya adalah Lee Donghae.

“ne baiklah aku akan segera kesana.” Hyejin meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju ruang rapat, saat masuk ke dalam ruang rapat tiba-tiba lampu ruangan tersebut mati yang membuat Hyejin ketakutan dan segera menuju pintu keluar namun sayang pintu itu terkunci.

“ternyata kau masih sama penakutnya seperti dulu Nona Park.” Sebuah suara menginterupsi Hyejin, membuat Hyejin langsung mencari sumber suara itu. Tidak beberapa lama kemudian lampu pun menyala, dan Hyejin melihat seseorang yang sangat dirindukannya sedang berdiri 1 meter dari hadapannya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Lee Donghae….” Teriak Hyejin dan langsung berlari menghampiri Donghae dan memeluknya dengan erat seakan tidak ingin lagi dipisahkan oleh namja yang selalu mengganggu hari-harinya selama 3.5 tahun ini.

“I really miss you Ms. Park.”

“me too Mr. Lee.” Mereka larut dalam pelukan masing-masing dan tidak sadar jika Minho sudah berada di depan pintu dan memerhatikan mereka berdua sambil tertawa kecil.

Namun tiba-tiba saja Hyejin menampar Donghae yang membuat Donghae serta Minho kaget, “itu sebagai balasan karena kau meninggalkanku tanpa pamit. Kau bodoh Tuan Lee, kau pergi ke Amerika dan berhenti sebagai Mayor hanya karena aku yang bahkan kau sama sekali tidak mengetahui apa aku mencintaimu atau tidak.”

“karena aku….” Hyejin menginterupsi ucapan Donghae dengan menaruh telunjuknya di bibir Donghae.

“aku belum selesai berbicara Mayor Lee, seharusnya saat itu kau berpamitan denganku. Karena bahkan saat itu aku sama sekali belum mengucapkan kalau aku mencintaimu.” Ujar Hyejin yang membuat Donghae membeku ditempatnya.

“aku mencintaimu Mayor Lee, sangat mencintaimu.” Lanjut Hyejin lalu tersenyum kepada Donghae.

“aku juga mencintai Nona Park. Dan satu lagi, aku bukan lagi seorang mayor.” Ucapnya lalu kembali memeluk Hyejin dan meresapi aroma tubuh yang membuatnya sangat tergila-gila selama beberapa tahun ini.

“ehemm, sepertinya aku mengganggu. Lanjutkan kemesraan kalian, aku akan menjaga pintu ini dari luar.” Ucap Minho sambil tertawa lalu meninggalkan Hyejin dan Donghae berdua.

Sekarang Donghae berlutut dihadapan Hyejin dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna putih lalu membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah cincin yang berada di dalamnya.

“kau tahu, aku tidak pernah mengingkari janjiku. So, will you marry me Ms. Park?”

“yes I do.” Kemudian Donghae memasangkan cincin tersebut ke jari manis Hyejin dan mendaratkan bibirnya di bibir tipis Hyejin.

 

One response to “Protecting You – [Chapter 12]

  1. Happy ending ceritanya, Donghae akhirnya bisa menyelamat Hyejin yang diculikoleh Hyunsik. tapi sayang Donghae harus meninggalkan Hyejin untuk waktu yang lama, dan kembali dengan melamar Hyejin, haa romantis nye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s