[Oneshoot] Story of the Twins

wpid-storyofthetwins

[Poster by Hanissi Kim @ HAD]

Title: Story of the Twins || Author: Fluffeun

Cast: Oh Sehun (EXO) & Oh Hayoung (Apink)

G: family, siblings, angst || L: Oneshoot || R: PG-13

Summary:

Kenyataannya adalah.. Sehun sangat menyayangi Hayoung dengan sepenuh hati meski Hayoung tidak bisa membalas kasih sayangnya karena keterbelakangan mental yang ia derita.

***

“Even if you’re not perfect as the other girls, you’re still my sister who i love

Prolog: Sehun & Hayoung childhood

May 3rd 1998

“Hiks..hiks!!”

Terdengar suara tangisan di halaman belakang rumah keluarga Oh. Rupanya, putri bungsu keluarga Oh baru saja jatuh dan lututnya berdarah.

Sang kakak dari gadis itu langsung memeluknya erat sambil menenangkannya.

“Sudah sudah. Uljima… oppa ada disini. Sekarang masuk yukk, kita obati lukamu”

Sang kakak kemudian membawa gadis itu masuk dan mengobati lukanya. Oh Hayoung dan Oh Sehun adalah nama dari putra dan putri keluarga Oh.

“Bagian mana yang sakit, Hayoung-ah??”

“Di sini!!” kata Hayoung sambil menunjuk lututnya yang berdarah.

Sehun segera mengambil kapas dan mencelupkannya ke larutan antiseptik. Sehun mengoleskan kapas itu ke luka Hayoung

“Oppa!! Sakit!!” kata Hayoung sambil menangis.

Sehun langsung memeluk Hayoung sambil mengobati luka Hayoung

“Tahan ya?? Oppa memelukmu. Tidak sakit kok!!! Hayoung anak pemberani kan ya??”

Setelah beberapa lama, akhirnya Hayoung selesai diobati.

“Nah.. selesai!! Wah, Hayoung anak pintar!! Tidak menangis lagi”

“Ya dong!! Oppa kan memelukku!! Jadi aku tidak merasakan sakit!!”

Sehun tersenyum dan sekali lagi memeluk Hayoung.

Kebersamaan Sehun dan Hayoung terasa indah sampai sebuah tragedi merubah Hayoung.

Malam itu, Hayoung yang berumur 18 tahun berjalan sendirian di kegelapan. Ia baru saja bertengkar dengan pacarnya dan sekarang ia menangis meratapi nasib.

Sialnya, ia dicegat oleh sekelompok brandal dan brandal itu hampir melecehkannya. Beruntung Sehun bersama polisi datang dan menyelamatkan Hayoung. Namun, semenjak saat itu… Hayoung benar benar berubah.

Berubah 360°…

***

May 25th 2015

@Oh Company building

Sehun POV:

Bagaimana rasanya mempunyai adik yang terganggu mentalnya?? Menyedihkan bukan?? Setidaknya.. itu yang kurasakan. Tapi… aku tidak pernah membencinya bahkan menyakitinya. Aku menyayanginya.

Aku menatap pigura kecil disamping meja kerjaku. Dalam foto itu terdapat 2 orang anak yang sedang berfoto di acara kelulusan.

Anak itu tidak lain adalah aku dan Hayoung, adikku. Acara itu adalah acara kelulusan adikku. Aku masih ingat… dia menyambutku dan memelukku dengan gembira. Kegembiraan yang sekarang tidak bisa ia dapatkan lagi…

TOK TOK!!

Come in!!”

Sekretarisku muncul dan memberi hormat padaku.

What happen?? (Ada apa?)

“There’s a call for you from Korea (Ada telepon untuk anda dari Korea)

“Oh, Thank you!! You may go  (Kau boleh keluar)”

Sekretarisku membungkuk sekali lagi dan meninggalkanku. Aku mengurus cabang perusahaan ayahku di Amerika. Aku jarang pulang dan aku hanya bisa berkomunikasi dengan adik serta keluargaku lewat telepon atau video call. Khusus adikku, kami biasa berbicara lewat aplikasi LINE™.

“Yeoboseyo??”

“Yeoboseyo?? Sehun oppa??!! Ahh!! Akhirnya!!”

Aku tersenyum mendengar ocehan adikku. Dia akan berteriak seperti itu jika ia berhasil menghubungiku.

“Ne, ini aku Hayoung-ah. Ada apa?? Kau tidak berbuat ulah lagi kan?? Terapimu sudah selesai??”

“Sudah!! O ya, tadi aku bermimpi bertemu dengan orang itu lagi oppa!! Aku takut!!” kata Hayoung.

“Ehh.. Hayoung kan sudah besar, masa masih takut??”

“Tapi, ia bergerak seperti pembunuh oppa!! Aku takut!!” kata Hayoung sambil menangis.

Astaga.. Hayoung menangis!! Bodohnya aku!! Aku harus segera menghiburnya!!

“Ssstt!! Hayoung jangan menangis ya?? Oppa akan nyanyikan sebuah lagu untukmu”

Berhasil!! Hayoung terdiam!!

Aku menyayikan lagu kesukaan Hayoung. Setelah selesai, Hayoung bertepuk tangan gembira.

Suara oppa tidak berubah!! Bagus sekali!! Gomawo oppa, sudah menghibur Hayoung!! Oppa kapan pulang?? Hayoung merindukan oppa!!”

“Oppa tidak tau, Hayoung. Oppa ingin sekali pulang, tapi…”

“Kau bisa pulang, Sehun”

Aku terkejut. Bukankah ini suara appa??

“Y-yeoboseyo?? Appa??”

“Kau bisa pulang, Sehun. Pekerjaanmu akan diambil alih oleh Luhan, jadi kau bisa pulang”

“Huh?? Luhan hyung?? Bukankah Luhan hyung di…”

“Siapa bilang aku di China??”

Luhan hyung menghampiriku sambil tersenyum.

“Luhan?? Kau sudah sampai??”

“Sudah paman!! Gomawo untuk penerbangannya!!” kata Luhan hyung

Luhan hyung adalah keponakan ayahku. Dia anak dari kakaknya ayahku. Jadi, Luhan hyung adalah saudara sepupuku.

“Hyung, kau tidak apa apa jika menggantikan aku??”

“Tidak apa apa. Sekarang kau pulanglah. Aku sudah pesankan tiket untukmu. Penerbangannya jam 7 nanti”

“Woahh… gomawo hyung!!”

Luhan hyung tersenyum sambil mengelus kepalaku.

“Sehun oppa?? Apakah di sana ada Luhan oppa??”

“Aku disini, Hayoung-ah!! Apa kabarmu??”

“Wah!! Ada Luhan oppa!! Aku baik oppa!! Oppa sendiri??”

“Baik. O ya, nanti malam Sehun oppa pulang lho!!”

“Sehun oppa jadi pulang?? Yeay!!”

Aku tertawa. Selain aku, Hayoung juga dekat dengan Luhan hyung. Kadang, jika aku tidak pulang…. Luhan hyung yang menemani Hayoung di rumah.

“Oppa, bisa aku bicara dengan Sehun oppa??”

“Sebentar ya??”

Luhan menghampiriku dan menyerahkan teleponnya padaku.

“Hayoung ingin bicara denganmu”

Aku mengangguk dan mengambil telepon itu.

“Yeoboseyo?? Hayoung-ah??”

“Oppa!! Bisakah kau membelikanku sesuatu??”

“Sesuatu?? Apa itu??”

“Terserah oppa!! Yang penting couple!!”

“Haha… baiklah baik!! Aku akan belikan. Sekarang, aku mau siap siap dulu ya?? Aku tutup. Annyeong!!”

“Annyeong!! Flight safely! (Terbanglah dengan selamat!)

Aku menutup telponnya dan megantonginya di saku.

“Hyung, kau pulang bersamaku saja.. lagipula, sebentar lagi karyawan juga sudah pulang”

“Baiklah!!”

@Los Angeles International Airport

“Hyung, aku titip apartemen dan perusahaan padamu ya??”

“Tenang saja. Semua akan aman, aku titip salam untuk paman, bibi, dan juga Hayoung ya??”

“Baiklah. Aku pergi dulu ya hyung. Annyeong!!”

“Annyeong!! Flight safely!!”

Aku melambaikan tanganku kemudian memasuki pintu keberangkatan. Setelah menunjukan boarding pass, aku naik ke pesawat dan mencari tempat dudukku. Aku mendapat tempat duduk dekat jendela. Setelah duduk, aku memandang langit Los Angeles dengan tersenyum.

“Goodbye, Los Angeles. Welcome, Korea!!”

***

@Oh Family mansion

Hayoung POV:

Aku menggeliat dengan malas di tempat tidur. Aku terpaksa bangun karena ada yang menepuk bahuku untuk membangunkanku.

Aku membuka mataku perlahan dan menemukan sosok wajah Sehun oppa di sana.

“Oh.. Sehun oppa” kataku sambil kembali tertidur.

Namun, aku benar benar tersadar. Itu Sehun oppa!! Sehun oppa sudah pulang!!

“SEHUN OPPA??!!!”

Good Morning, darling

“Se-sehun oppa?? It’s really you?? (Ini benar kau?)”

“Yeah. It’s me, darling” kata Sehun oppa sambil mengelus kepalaku.

“Yeay!! Sehun oppa sudah pulang!!”

“Hahaha… iya. O ya, oppa bawa sesuatu lho!!”

“Apa itu??”

Sehun oppa menyerahkan 3 bingkisan berbeda warna untukku. Aku pun membukanya. Isinya adalah kaos, jam, serta sepatu

“Oppa, ini benar benar untukku??”

“Iya. Ini khusus untuk dongsaeng kesayangan oppa”

Aku memeluk Sehun oppa sambil tersenyum.

“Gomawo oppa!!”

“Cheonma. O ya, nanti jalan jalan yuk!!”

“Kemana??”

“Kau mau kemana?? Oppa antar”

“Jinjjayo?? Ayo ke Namsan Park!!”

“Ya sudah, kau mandi lalu segera ke bawah ya?? Kita makan bersama”

“Ya oppa!!”

Sehun oppa tersenyum lalu pergi meninggalkanku di kamar. Yah.. yang harus kulakukan adalah mandi dan makan. Aku melirik ke kantong belanjaan yang diberikan Sehun oppa padaku dan tersenyum.

***

Author POV:

Sehun sedang menunggu adiknya di meja makan. Ibunya sibuk menyiapkan sarapan untuk 2 buah hatinya.

Ting tong!!

“Umma, siapa itu??”

“Paling itu Baekhyun”

“Baekhyun?? Siapa itu Baekhyun??”

“Oh!! Umma lupa!! Kau tidak mengenalnya. Dia adalah tetangga baru di sebelah rumah kita. Ia adalah teman bermain Hayoung selama kau di Amerika”

“Berarti, Luhan hyung sudah tau??”

“Benar. Baekhyun bahkan akrab dengan Luhan. Mereka bertiga selalu bermain bersama, jalan jalan bersama”

Sehun mengangguk mengerti. Hatinya diliputi perasaan bersalah. Ia merutuki dirinya sendiri yang terlalu sibuk dengan urusan kantor

TING TONG!!

“Ya!! Sebentar!!”

Nyonya Oh segera ke depan  untuk menyambut Baekhyun.

“Nyonya, tuan Baekhyun datang berkunjung” kata Sungmi ahjumma, kepala pelayan di rumah keluarga Oh.

Di rumah keluarga Oh, mereka selalu dilayani pelayan. Selain untuk keperluan rumah tangga, beberapa ditugaskan menjadi pelayan pribadi Sehun dan Hayoung. Khusus untuk Hayoung, ada 5 pelayan yang menjadi pelayan pribadinya.

“Annyeong, Oh ahjumma!!”

“Annyeong, Baekhyun-ie!! Masuk masuk!!”

Baekhyun masuk bersama Nyonya Oh. Sesampainya di dalam, ia terkejut karena ada namja lain selain dirinya.

“Ahjumma, dia siapa??”

“Dia?? Dia anak ahjumma yang pertama, dia kakak dari Hayoung”

Baekhyun tersenyum ke arah Sehun dan Sehun membalasnya dengan senyuman juga

“Sehun, kenalkan!! Dia Byun Baekhyun, dia beberapa tahun lebih tua darimu. Ayo, berjabat tangan”

“Oh Sehun imnida”

“Byun Baekhyun imnida. Kau kakaknya Hayoung??”

“Benar, hyung”

“Ya sudah. Kalian ngomong ngomong saja dulu, umma akan lihat kondisi Hayoung”

Nyonya Oh meninggalkan Baekhyun dan Sehun yang saling terdiam karena canggung.

“Sudah berapa lama hyung mengenal Hayoung??”

“Sudah 5 minggu. Awalnya aku tidak sengaja menabrak Hayoung saat ia pulang dari berbelanja. Awalnya ia memang menghindariku dan berlari pulang. Namun, ia akhirnya mau bertemu denganku dan kami menjadi teman”

Sehun mengangguk mengerti.

“Baekhyun oppa??”

Sehun dan Baekhyun menoleh ke belakang dan mendapati Hayoung berdiri sambil menatap ke arah mereka.

“Kau sudah selesai??”

“Ternyata kaos kita benar benar couple!! Gomawo oppa!!” kata Hayoung sambil memeluk Sehun.

Sehun hanya bisa tertawa dan mengelus kepala Hayoung.

“Hei… kau tidak menyapa Baekhyun oppa?? Dia ada di sini lho??”

“Iya aku tau. Baekhyun oppa mau makan bersama lagi ya??”

“Benar. Seperti biasa Hayoung-ah”

“Ya sudah. Sehun oppa dan Baekhyun oppa temani aku makan ya?? Ayo!!” kata Hayoung sambil menarik tangan kedua namja itu.

Karena keterbelakangan mental yang Hayoung derita, tidak aneh jika Hayoung masih bertingkah selayaknya anak kecil di usianya yang akan menginjak 20 tahun ini.

“Umma, hari ini kita sarapan apa??”

“Kita akan sarapan Chicken Cordon Bleu with Mash Potato. Hari ini, umma masak khusus untuk kalian”

“Ini buatan umma?? Yeay!!”

Nyonya Oh mengambilkan seporsi untuk Hayoung sedangkan Baekhyun dan Sehun mengambil porsi mereka sendiri sendiri.

“Umma, hari ini aku ingin jalan jalan dengan Hayoung… boleh kan??” kata Sehun

“Boleh kok. Jaga Hayoung ya?? Jangan sampai dia kenapa kenapa”

“Ajak Baekhyun oppa ya??” kata Hayoung

“Iya. Baekhyun hyung, kau tidak keberatan kan jalan jalan bersama kami??”

“Sama sekali tidak. Setelah makan ya??

“Baiklah!!”

Akhirnya Sehun, Baekhyun, serta Hayoung makan bersama. Selesai makan, mereka segera berangkat ke Namsan Park dan bersenang senang di sana.

***

1 week later…

June 2nd 2015

Sehun POV:

Tak terasa, sudah 1 minggu aku bersama Hayoung. Hayoung mulai menunjukan tanda tanda kenormalannya. Aku senang sekali. Tinggal beberapa tahap lagi dan Hayoung akan menjadi anak perempuan yang normal.

“Oppa… Sehun oppa”

“Apa?? Kau sudah bangun??”

“Bagaimana rasanya mencintai seseorang ya??”

Aku terdiam. Kenapa Hayoung tiba tiba bertanya seperti itu?? Semenjak kami pergi jalan jalan bersama Baekhyun hyung, sikapnya berubah aneh. Jangan jangan… Hayoung menyukai Baekhyun hyung??

“Kenapa kau bertanya seperti itu?? Bukankah kau mencintai oppa-mu ini?? Aku kan juga mencintaimu?? Benar kan??”

“Iya sih. Aku mencintai oppa. Tapi perasaan ini berbeda. Mencintai yang aku maksudkan adalah mencintai seseorang yang tidak ada hubungan darah denganku. Intinya…. mencintai yang aku maksud adalah mencintai lawan jenis yang tidak ada hubungan denganku”

Aku tersenyum dan memeluk Hayoung.

“Hayoung, oppa ingin tanya sesuatu denganmu. Tapi, kau harus janji untuk berkata jujur apapun pertanyaan oppa nanti. Arra??”

“Ne, arrasseo”

“Apa kau… menyukai Baekhyun hyung??”

Hayoung terdiam dan menghela napas panjang.

“Sudah kuduga oppa mengetahuinya. Ya kau benar, aku menyukai Baekhyun hyung. Semenjak kami pertama bertemu, aku sudah menyukainya”

Setelah dia mengutarakan semuanya padaku, ia menunduk sambil terdiam.

“Jika kau menyukainya, apa yang membuatmu murung??”

“Aku sadar dengan keadaanku oppa. Aku bukan gadis normal. Aku gadis dengan keterbelakangan mental. Bagaimana aku akan berkeluarga jika aku sendiri masih bertingkah selayaknya anak kecil??”

Astaga!! Hayoung sudah mulai mengatakannya. Aku hanya terdiam sambil diam diam menangis. Sialnya, Hayoung memergokiku sedang menangis.

“Oppa, jangan menangis. Maafkan aku jika aku selama ini merepotkanmu, aku selalu merengek rengek dan mengganggu pekerjaanmu. Aku senang punya oppa sepertimu”

“Hayoung, dengar oppa!! Oppa tidak penah mempermasalahkan keadaanmu. Oppa tidak malu punya adik dengan keterbelakangan mental sepertimu. Kau saudara oppa satu satunya. Oppa menyayangimu Hayoung. Kau tidak menyusahkan oppa. Tidak peduli kau merengek rengek seperti anak kecil, kau itu tetap adik kandung oppa. Kau yeodongsaeng kecil oppa yang manis. Oh Hayoung akan selalu menjadi dongsaeng kesayangan seorang Oh Sehun”

Kami berdua saling berpelukan dan menangis. Kami sudah berjanji akan saling menyayangi dan rukun satu sama lain.

TUUT TUUT!!

Incoming call – Xi Luhan (Deer hyung)

“Yeoboseyo?? Waeyo hyung??”

“Sehun!! This is urgent!! You must go to LA now!! (Sehun! Ini gawat! Kau harus pergi ke LA sekarang!)

“Ada apa hyung??”

“Paman David, ayahmu… mengalami kecelakaan pesawat saat akan mendarat di LA. Jasadnya masih dalam pencarian. Aku mohon!! Kau harus segera ke sini!!”

Aku terpaku hingga ponselku jatuh ke lantai. Tidak mungkin!! Appaku belum mati!!! Ini tidak mungkin!!!

“Ada apa oppa???”

“Ap-appa… dia kecelakaan”

“MWO???!! Tidak mungkin!! TIDAK MUNGKIN!!!”

Hayoung terkulai lemas di pelukanku. Dia menangis meraung raung karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa appa sudah meninggal.

“Tuan muda!! Tuan muda!!”

“Ada apa ahjumma??”

“Nyonya.. dia pingsan saat mendapat telepon bahwa Tuan besar sudah tiada”

Sialan!! Umma sudah tau!!

“Ahjumma, kau jaga Hayoung. Aku akan ke kamar umma sekarang!!”

Aku segera berlari ke kamar umma dan mendapati umma sedang menangis.

“Umma… kau tidak apa apa??”

“Sehun!! Appamu!! Appamu sudah tiada Sehun!! Ini bohong kan??!! JAWAB UMMA!!!” kata umma sambil menangis.

“Aku tidak tau umma. Lebih baik, sekarang kita ke LA ya?? Luhan hyung sudah menunggu kita”

“Baiklah. Ayo Sehun!!”

Kami bertiga segera mengepak barang seadanya dan memesan tiket penerbangan. Sesampainya di LA, kami segera ke rumah sakit yang sudah disebutkan Luhan hyung.

“Hyung!! Bagaimana kondisi…”

“Luhan!! Pamanmu tidak apa apa kan??!! David tidak meninggal kan??!!”

Luhan hyung tertunduk sambil terisak.

“Mianhae Sehun, Seyoung ahjumma, Hayoung… paman David sudah pergi untuk selama selamanya. Sejam lalu, jasadnya sudah ditemukan dalam keadaan mengenaskan”

Hayoung dan umma syok berat. Mereka langsung terkulai lemas dan pingsan seketika. Aku juga hampir ambruk, untung tubuhku ditahan oleh Luhan hyung.

“TIDAK MUNGKIN!!! APPA!!!!”

Setelah itu semuanya gelap…

***

3 days after tragedy…

June 5th 2015

@ Incheon Airport

Author POV:

“Apa kau harus kembali ke LA oppa??”

Sehun tersenyum dan mengusap kepala Hayoung.

“Mian Hayoung, oppa harus kembali. Tidak mungkin jika Luhan hyung terus terusan di LA. Appa sudah berpesan pada sekretaris Kim bahwa Luhan hyung akan ditugaskan di Seoul sementara aku kembali ke LA. Jangan khawatir, 2 hari sebelum ulang tahunmu.. aku akan kembali”

“Jadi, Luhan hyung akan tinggal di rumah kita untuk menemaniku??”

“Kau benar. Jadilah anak baik dan selalu patuh pada Luhan oppa, Baekyung oppa, serta umma ne??  Oppa janji, 2 hari sebelum ulang tahunmu… oppa akan pulang”

“Janji ya??”

“Iya. Janji deh”

Hayoung segera memelukku dan mencium pipiku lembut.

“Hayoung sayang oppa”

Aku tersenyum sambil mengecup kening Hayoung.

“Oppa juga sayang Hayoung”

Setelah berpamitan dengan Hayoung, aku menghampiri Baekhyun hyung.

“Hyung, kumohon jaga Hayoung. Hanya kau yang ia punya sekarang. Aku dan Luhan hyung tidak bisa menjamin untuk slalu ada di sisinya. Kuharap kau tidak akan mengecewakanku, hyung. Jangan tinggalkan Hayoung dan tetaplah di sisinya”

“Kau bisa mengandalkanku Sehun. Aku akan selalu bersama Hayoung apapun yang terjadi”

“Baiklah. Aku mempercayaimu hyung”

“Perhatian perhatian. Penumpang pesawat Korean Airways dengan nomor penerbangan KA 021 diharap naik ke pesawat sekarang. Terima kasih” kata petugas bandara melalui microphone yang terhubung dengan speaker.

“Aku harus berangkat. Annyeong semua!!”

Sehun melambaikan tanganku ke arah mereka dan naik ke pesawat. Di pesawat, Sehun duduk sambil memandangi kota Seoul sekali lagi.

“Hayoung… oppa akan kembali!! Pasti itu!! Tunggu oppa!!”

***

June 6th 2015

Sehun kembali berada di ruang kerja. Kali ini, ia bisa fokus karena ia sudah berjanji pada Hayoung bahwa ia akan kembali 2 hari sebelum ulang tahun Hayoung.

TOK TOK TOK!!!

“Come in!!”

Sekretaris pribadi Sehun masuk dan membungkuk pada Sehun.

“What happen??”

“There’s a guest who wants to meet you (Ada tamu yang ingin bertemu dengan anda)

“Okay. Where are they?? (Dimana mereka??)

“They are in Guest Room (Mereka ada di ruang tamu)

“Allright. I’ll be there soon. Thank you and you may go (Baiklah. Saya akan segera kesana. Terima kasih dan kau boleh pergi)

Sekretaris itu segera membungkuk dan keluar dari ruangan Sehun. Setelah merapikan diri, Sehun pun keluar dari ruangan dan berjalan ke ruang tamu untuk menyambut tamu tamunya

Sesampainya di ruang tamu, ia sangat terkejut dengan pemandangan di depannya.

“Kai hyung??!! Suho hyung??!! Minseok hyung??!! Jongdae hyung??!! Kyungsoo hyung??  Chanyeol hyung??!! Kalian benar benar ke sini???!!”

Mereka saling berpandangan kemudian tersenyum.

“AIGOOOO!!!!”

***

July 17th 2015

Sehun POV:

Tak terasa sudah 1 bulan berlalu. Aku sudah benar benar merindukan Hayoung sekarang. Entah kenapa, dari kemarin… perasaanku tidak enak. Semoga Hayoung tidak kenapa kenapa.

Sialnya, hari ini aku tidak bisa pulang ke Seoul. Ada rapat mendadak yang akan dilangsungkan sampai 2 hari kedepan. Astaga!! Itu kan bertepatan dengan ulang tahun Hayoung?? Bagaimana ini??

“Tuan Sehun, anda diharap masuk. Yang lain sudah menunggu anda”

Aku mengangguk dan segera masuk ruang rapat. Ya, aku dan ke-6 saudaraku menerima rapat mendadak untuk pengembangan perusahaan.

Rapat yang berlangsung 2 jam ini akhirnya selesai. Aku menghela napas lega dan keluar ruangan bersama saudaraku yang lainnya.

“Sehun-ah, kau kenapa?? Saat rapat tadi, kau tidak konsen seperti biasanya” kata Jongdae hyung

“Aku memikirkan Hayoung. 2 hari lagi adalah ulang tahun Hayoung, tapi jika begini… aku tidak bisa pulang dan aku akan mengecewakan Hayoung. Ditambah dengan perasaanku yang sangat tidak enak”

Minseok hyung merangkulku.

“Kami mengerti Sehun. Hayoung itu adik kami juga. Tapi, mau bagaimana lagi??”

Aku tertunduk. Hialng sudah harapanku untuk merayakan ulangtahun Hayoung.

“Aku punya solusi!! Bagaimana jika pada hari ketiga rapat ini, kau ijin tidak ikut??”

“Apa kau gila??!! Jika mereka menanyakan Sehun atau bahkan bisa…”

“Tenang saja Minseok hyung. Aku akan mengatur semuanya”

Aku tersenyum dan memeluk Chanyeol hyung.

“Gomawo hyung!! Gomawo!!”

***

July 18th 2015

Aku mengikuti rapat seperti hari pertama. Di hari kedua… Tao, Kris, dan Lay hyung mengikuti rapat. Perusahaan kami memang salang terhubung karena kami satu keluarga.

Rapat berdurasi 2 jam itu sudah selesai kulewati. Tinggal satu hari lagi aku bisa pulang.

TUUT TUUT!!!

“Yeoboseyo??”

“Sehun-ie??”

“Waeyo hyung?? Aku besok pulang kok!! Apakah Hayoung sudah…”

“Hayoung kecelakaan, Sehun!!”

Aku terdiam. Kecelakaan?? Barusan ia bilang Hayoung kecelakaan???!!

“Apa maksudmu hyung??”

“Hayoung kecelakaan, Sehun-ah!! Ia kecelakaan saat ia akan mengejar Baekhyun!!”

HP-ku jatuh kelantai dan aku pun jatuh terduduk hingga ke 10 hyungku menjadi heran.

“Kau kenapa, Sehun-ah??” kata Suho hyung

“TIDAK MUNGKIN!!!”

Aku menangis meraung raung. Pikiranku kacau. Hayoung tidak mungkin kecelakaan!! TIDAK MUNGKIN!!!

“Hayoung… Hayoung kecelakaan hyung!!”

“MWO???!!”

“Sehun, kau pulanglah segera!! Malam ini kau harus berangkat!!” kata Lay hyung disusul dengan anggukan ke 9 saudaraku.

Aku mengangguk dan segera mengepak barang barangku seadanya. Aku berlari ke airport dan segera memesan tiket.

Dipikiranku sekarang hanyalah Hayoung dan hanya Hayoung. Beruntung pesawat yang aku tumpangi tidak terkena delay.

Sesampainya aku di Seoul, aku segera melaju ke rumah sakit tempat Hayoung dirawat. Di ujung lorong, aku melihat Luhan hyung, umma serta Baekhyun hyung menangis.

“Umma?? Ada apa?? Hayoung baik baik saja kan???”

Umma memelukku untuk menenangkanku.

“Hayoung telah berpulang, Sehun. Hayoung sudah pergi untuk selama lamanya”

Aku terpaku mendengar perkataan umma. Pandangan telah terhalang oleh air mata yang tertahan di mataku.

Aku menengok ke Luhan hyung berharap di menangatakan bahwa Hayoung belum mati.

“Hyung.. semua ini bohong kan??”

“Yang tabah Sehun-ah. Mungkin, sudah takdir Hayoung”

Aku kembali menangis. Aku menerobos masuk ke ruang rawat Hayoung dan melihat Hayoung yang sudah tidak bisa bergerak.

“Hayoung-ah!! Ireona!! Jebal!! Jangan tinggalkan oppa!! HAYOUNG-AH!!!”

“Sehun sudahlah!! Hayoung sudah pergi!! Relakan saja!! Semakin kau bersedih, maka Hayoung akan semakin sedih!!”

Aku mengusap wajah Hayoung sambil menangis. Aku mencium kening Hayoung.

“Sehun-ah, mianhae…”

Aku menoleh ke Baekhyun hyung dengan emosi dan aku segera mencengkeram kerah bajunya.

“Kenapa hyung lakukan ini??!!! Aku sudah memberikan kepercayaan pada hyung!!! KENAPA HYUNG???!!!!”

“Aku benar benar menyesal Sehun-ah!! Aku…”

BUAGH!!!

Aku memukul muka Baekhyun dengan tangan kosongku. Aku sudah benar benar emosi sekarang.

“MENYESAL???!!! SETELAH KEPERGIAN HAYOUNG, KAU BARU BILANG MENYESAL???!! AKU AKAN…”

“Sehun cukup!!! Kita biarkan saja dia!! Aku juga muak dengannya, tapi kau tidak boleh menghabiskan tenagamu”

Aku terus menangis meratapi jasad tak bergerak Hayoung.

***

July 18th 2015

Hayoung funeral days

Aku berdiri di samping jasad Hayoung. Pastor sedang membacakan doa dan melakukan upacara penghormatan terakhir untuk Hayoung.

Saudara saudaraku yang lain juga datang untuk memberikan penghormatan terakhir pada Hayoung.

“Dipersilahkan untuk saudara dan ibu kandung dari mendiang Hayoung untuk meletakan obor di atas jasad Hayoung untuk memulai proses kremasi”

Aku menerima obor dari Luhan hyung dan berjalan mendekati jasad Hayoung

“Hayoung-ah, terimakasih atas semuanya. Meski kini kau sudah tidak bersama oppa lagi, oppa akan selalu mengingatu Hayoung. Kau adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan untukku. Aku akan selalu mengingatmu Hayoung”

Aku meletakkan obor itu dan mengamati saat saat api yang sedang membakar habis tubuh adikku. Setelah beberapa lama, pastor memberikanku toples berisi abu Hayoung.

Aku berjalan mendekati tebing. Saudara saudara serta ummaku menebarkan abu itu ke udara.

“Selamat jalan Hayoung” kata Jongdae hyung

“Selamat tinggal Hayoung!! Aku menyayangimu!!” kata Suho hyung

“Kau yang terbaik bagi kami Hayoung” kata Tao hyung

“Aku akan merindukanmu Hayoung!!” kata Minseok hyung

“Hayoung, terima kasih nak… kau telah menjadi bagian hidup umma. Maafkan umma jika umma ada salah denganmu. Hiduplah dengan tenang di surga ya sayang?? Semoga kau bisa berada di sisi ayahmu” kata umma sambil menangis.

Setelah semua saudara saudara serta ummaku selesai menabur abu, aku maju kedepan untuk menaburkan sisa abu yang ada di toples.

“Hayoung, kau adik terbaik oppa. Meski kita tidak bisa merayakan ulang tahunmu, aku akan mendoakanmu dari sini. Terimakasih atas canda dan tawa yang selama ini kau torehkan di hidupku. Happy Birthday, darling. Selamat jalan!! Saranghae, Oh Hayoung!!”

END

Huaaa^^ Akhirnya aku debut di FFindo dengan ff gagal ini T-T!! 

Aku tau… ni ff pasti ancur banget. Feel-nya ngga dapet T-T. O ya… aku terinspirasi dari lagu Reset (Who Are You – School 2015 OST) by Tiger JK ft Jinsil of Mad Soul Child *kayaknya gitu nulisnya…*

Yowes!! Intinya happy reading^^ Jika ada ngga jelas ama ffnya, silahkan bertanya^^ Please jangan bash aku… aku banyak kekurangan karena aku juga manusia *apa deh…*

REGARDS,
FLUFFEUN

5 responses to “[Oneshoot] Story of the Twins

  1. terahru deh ma tali persaudaraan mereks yg erat sekali ….
    ngenes amat sih hidup lo hun…..
    good story
    keep writing!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s