That Man, is Mine! (Oneshoot)

that-man-is-mine-jihanseo

That Man, is Mine (Oneshot)

By : Jihanseo

Rating PG-15

Genre : Romance, Family, school life

Cast : Seo Joohyun , Choi Minho, Kwon Yuri

Support cast : Temukan sendiri

Poster by Loyalslatte @ Indo Fanfiction Arts

Note : Halo.. saya kembali membawa oneshot… semoga kalian suka ya 🙂 ini gak plagiat, jadi jangan bash dan bikin fanwar disini. just enjoy it ok?? 😀

(Oh iya disini saya bikin minho sepantaran yuri terus tua dari seohyun ya..)

Cerita ini juga saya publish di blog pribadi : Hyunie’s Story 

###

Your smile distract my world


“Tuan sedang ada rapat, kau bisa menunggu di lobi”

Yeoja itu menggeleng dengan wajah cemberut. “Ani, aku tunggu di ruangannya saja”

“Nona, tuan bilang…” sekretaris Choi Minho itu hanya bisa mendesah manakala dilihatnya yeoja yang berstatus sebagai tunangan atasannya itu sudah masuk kedalam ruangan.

“Tuan pasti akan memarahiku” desisnya.

.

.

“Kenapa kau datang??”

“Aku merindukanmu oppa” ujar yeoja itu dengan nada manja. Minho mendengus, dia lalu berjalan pelan ke kursi kerjanya.

“Nanti aku akan menghubungimu, pulanglah”

“Shirreoyo!” tolak yeoja itu memberengut.

“Seo Joohyun!” Minho tak mau kalah.

Seohyun masih cemberut dengan wajah kusut. “Jahat!! Aku benci oppa!!!” teriaknya sambil berjalan keluar ruangan dan membanting pintu ruang kerja itu.

Sementara Minho hanya bisa menghela nafas panjang. Yeoja itu benar-benar tak ada pengertian sama sekali dengannya.

.

.

Minho dan Seohyun sudah dijodohkan sejak kecil. Usia mereka terpaut cukup jauh. Sekitar 5 tahun. Sejak dulu kepribadian mereka bertolak belakang.

Seohyun begitu manja, ceria dan suka tersenyum. Berbanding terbalik dengan Minho yang kaku, serius dan senyumnya mahal.

Awalnya mereka tidak saling menyukai, hingga akhirnya memutuskan untuk menjalani beberapa kencan.

Dari sanalah rasa cinta mulai tumbuh dalam diri Seohyun. Namun bagaimana dengan Minho? Namja itu rupanya ragu. Pikirannya masih dibayang-bayangi oleh sang mantan yang pergi meninggalkannya untuk belajar di luar negeri.

Tetapi dengan semua sikap manja dan ceria Seohyun, perlahan Minho mulai bisa menerimanya. Rasa sayang pun mulai bersemi di hatinya meski dia masih berusaha keras untuk mencintai gadis itu.

.

.

“Dasar jahat!!! Aku kan kesana ingin menemuinya.. tapi kenapa malah mengusirku eoh?? Choi Minho menyebalkan!!” teriak Seohyun histeris sambil memukul-mukul boneka Keroronya.

Yeoja itu tampak tenang beberapa menit kemudian, lalu terduduk dengan mata sembab.

“Dia sebenarnya suka tidak sih denganku? Kenapa sikapnya dingin sekali.. Padahal aku sangat menyukainya. Oppa, apa kau tahu? Senyummu bahkan mengalihkan duniaku…” lirihnya dengan wajah sedih.

Ponselnya berdering, menampilkan nama Minho oppa di layarnya. Senyum terkembang di wajah yeoja itu. Minho tak berbohong tentang menghubunginya.

“Yeoboseyo oppa…?” sapanya dengan nada manja.

“Sudah makan?” suara berat Minho terdengar begitu berwibawa.

“Belum. makanya oppa kesini dong.. aku kan maunya makan dengan oppa”

“Hemm… mianhae, oppa sibuk. Kau cepatlah makan nanti kau sakit. Sudah ya oppa tutup dulu..”

“Yak oppa..” ucapan Seohyun terputus berbarengan dengan ditutupnya sambungan oleh Minho.

Seohyun mendesah kecewa. Minho benar-benar namja dingin yang menyebalkan.

“Issh… aku membencimu Choi Minho!!”

.

.

“Tuan ada yang ingin bertemu dengan anda”

“Siapa?”

“Dia bilang namanya Kwon Yuri”

“……………..”

“Tuan?”

“Eumm.. suruh dia masuk!”

“Saya mengerti”

.

.

Yeoja itu berjalan penuh percaya diri. Aura dewasa hadir dalam dirinya. Wajahnya sangat manis dengan dipadu kulit eksotis nan seksi miliknya. Senyumnya begitu menggoda dengan ulasan lipstick merah delima. Membuat siapapun akan terpesona melihatnya.

“Apa kabar Choi Minho” sapanya sambil mendudukkan dirinya di sofa.

Minho melirik sejenak yeoja itu, lalu membereskan semua berkasnya dan duduk dihadapan yeoja itu.

“Kudengar ada yang ingin kau bicarakan denganku. Apa itu??”

Yuri , nama yeoja itu tersenyum separuh. “Aku ingin bekerja disini”

“Mwo??”

“Wae? Aku sudah menyelesaikan kuliahku dan juga aku ingin dapat pekerjaan baik. Kurasa disinilah tempat yang tepat”

Minho diam sejenak. Yuri adalah yeoja yang pintar dan berbakat mengurus bisnis. Jadi tak ada salahnya memperkerjakannya.

“Arraseo, besok kirimkan lamaranmu. Aku mungkin akan memasukkanmu dalam divisi perencanaan”

Yuri tersenyum licik mendengarnya. Divisi manapun boleh, asalkan tetap satu kantor denganmu batinnya.

“Apa kau sudah punya penggantiku??” pertanyaan Yuri itu membuat Minho mengurungkan niatnya untuk bangkit.

Namja itu terdiam sejenak, dia tampak ragu. Namun akhirnya memilih mengangguk. “Aku sudah punya tunangan”

“benarkah?” Yuri tampak kecewa.

“Nde” jawab Minho pelan.

Tidak masalah, batin Yuri.

.

.

“Seo, gimana hubunganmu dengan Minho oppa??” tanya sahabat dekatnya, Nana.

Seohyun menghela nafas. “molla. Dia dingin sekali” dia lalu menceritakan semuanya pada Nana.

“Ya ampun Seohyun.. kalau aku jadi dirimu, pasti aku sudah memutuskan pertunangan itu. Keterlaluan sekali dia!!” Nana tampak berapi-api.

Seohyun menggigit bibir bawahnya kesal. “Tapi aku kan menyukainya”

“Suka?? Kau suka namja seperti itu??”

“Ne”

“Aigoo.. kisah cintamu rumit sekali”

.

.

Hari ini Seohyun datang lagi. Membawakan bekal yang sengaja dia buat untuk Minho.

“Tuan ada diruangannya. Tapi..” ucapan yeoja itu kembali terpotong manakala dilihatnya Seohyun langsung nyelonong saja.

“Aigoo.. bagaimana ini?? Bagaimana jika dia malah salah paham”

.

.

Airmata Seohyun mengalir deras. Dia melihat semuanya.

Melihat bagaimana Minho berciuman mesra dengan seorang yeoja yang tak dia kenal.

Minho bahkan hanya beberapa kali menciumnya. Tapi sekarang?? Dia terlihat mudah sekali mencium yeoja itu.

“Oppa, apa aku benar tak kau sukai??” gumamnya dengan langkah berat.

Sekretarisnya tadi sudah dia peringatkan untuk tak memberitahukan kedatangannya. Seohyun tak mau menerima berbagai alasan dari Minho. Cukup disini saja dia tahu kenyataan kalau Minho bermain api dibelakangnya.

“Lalu kenapa aku bodoh sekali?? Kenapa aku masih menyukaimu eoh??”

.

.

“Apa kau sakit?? Suaramu terdengar tidak bersemangat”

“Ani, nan gwenchana”

“Arraseo, tidurlah. Ini sudah malam. Aku tutup dulu ya..”

“Ne”

Seohyun menghela nafas setelah panggilan terputus. Dia galau.

“Dia terlihat menyayangiku tapi kenapa berselingkuh dibelakangku??” ucapnya menahan perih.

.

.

Sudah tiga hari ini Seohyun menghindari Minho. Mengabaikan semua panggilan dan sms khawatir dari namja itu. Membiarkan Minho mengoreksi sendiri kesalahannya.

Minho mendesah kecewa. Kenapa lagi-lagi panggilannya tidak diangkat?? Apa Seohyun sedang marah padanya?? Seingatnya dia tak melakukan kesalahan apapun.

Cklekk!!

Pintu ruangan itu terbuka, menampilkan Yuri yang terlihat makin cantik dan seksi saja. Namun Minho hanya menatapnya datar.

“Minho bagaimana kalau kita melihat-lihat proyek yang sedang dikerjakan”

“Boleh, tapi siapa yang menemaniku??”

“Aku sendiri”

Minho tampak ragu sebelum akhirnya mengangguk setuju. “Baiklah, ayo kita kesana”

.

.

“Jadi disini akan ada tempat bermain untuk anak-anak begitu??”

“Ne”

“Bagus juga. Kapan kira-kira selesainya”

“Secepatnya. Mungkin sekitar 3 bulan”

Minho mengangguk-angguk. Mereka kembali berjalan dengan langkah pelan.

“Minho”

“Hem..??”

“Apa kita…”yuri terlihat ragu. “Apa kita masih bisa bersama??”

“Mwo? Apa maksudmu??”

“Aku.. aku masih menyukaimu”

Langkah Minho terhenti, begitu juga dengan Yuri. Mereka bertatapan sesaat.

Minho memegang dadanya sekilas, lalu tersenyum pelan. “Maaf aku tak bisa. Jika saja dulu kau mengatakannya lebih cepat, aku pasti tak akan ragu. Tapi kini hatiku sudah diisi oleh orang lain sejak kepergianmu”

“Tunanganmu itu ya?” tanya Yuri kecewa.

“Ne”

Yuri terdiam sejenak. Meski tidak rela, namun dia tetap harus berlapang dada.

“Aku mengerti” ucapnya sambil tersenyum dan kembali melangkah. Namun baru saja dua langkah dia berjalan, Yuri hampir saja terpeleset dan itu membuat Minho spontan meraih tubuhnya hingga mereka tampak berpelukan.

“Kau tak apa??” tanya minho.

“Ne” jawab Yuri canggung.

Dari kejauhan, Seohyun menatap keduanya hampa ditemani oleh Nana. Mereka memang rencananya ke departemen store milik tunangannya itu agar bisa refreshing. Tapi semuanya mendadak buyar melihat itu semua.

Seohyun membalikkan tubuhnya. Tak sanggup melihat adegan mesra Minho dan Yuri.

“Kita pulang saja Nana” ucapnya dengan wajah sedih dan airmata mengalir deras.

Nana mendesah. “Ya, kita pulang saja”

.

.

“Oppa kenapa kau jahat sekali?? Setelah berciuman kau bahkan berpelukan dengannya di muka umum?? Apa kau memang menyukai tipe yeoja seksi dan manis sepertinya? hikss. hikss.. memangnya aku tidak seksi apa??” gerutu Seohyun dengan berlinangan airmata.

Yeoja itu mengeram, meremas bantalnya dengan wajah kesal.

“Aku harus mengakhiri ini semua. Aku tidak tahan!! Namja itu seharusnya hanya menjadi milikku, tapi bagaimana jika dia tak mau? Huh, aku tak bisa memaksanya”

.

.

“Mwo?? dibatalkan?? Wae?”

Ayah Minho menggeleng. Lalu mendelik pada putranya. “Memang apa yang telah kau lakukan pada Seohyun sampai dia membatalkan pertunangan ini hah?”

Minho menggeleng. “Aku tak tahu. Aku tak merasa melakukan hal yang salah”

“Itu menurutmu. Besok kau harus temui dia dan minta maaf padanya”

“Aku mengerti”

.

.

“Agassi, tuan Minho datang menemuimu”

“Suruh pulang saja!”

“Tapi dia bilang sampai anda turun dan menemuinya dia tidak akan pulang”

Seohyun mendesah sebal. “Apa sih mau namja itu?!”

.

.

“Wae?” tanya Seohyun ketus.

Minho mengernyit heran. “Ada apa denganmu? Kenapa kau berubah?”

“berubah? Aku tak merasa”

“Ya, kau berubah”

Seohyun mendengus kecil, lalu menatap sinis Minho. “Apa yang ingin oppa katakan?? Cepatlah aku ingin istirahat! Tak perlu berterimakasih karena aku sudah membatalkannya dan menerimanya dengan sukarela”

Minho menggeleng dengan senyum aneh. “Tapi aku yang tak rela”

“Maksudnya??”

“Aku tak mau pertunangan ini dibatalkan”

Seohyun berdecak sebal. “Oppa kau egois sekali.. Kau ingin bersamaku sementara aku tak dihatimu? Jangan mempermainkan cinta!!”

“Siapa bilang kau tak dihatiku”

“Aku yang bilang!!”

“Itu menurutmu. Tapi menurut hatiku, kau pemiliknya”

“Jangan gombal!!” pipi Seohyun memerah karenanya.

Minho tersenyum, menghampiri Seohyun dan perlahan memeluknya.

“Maaf kalau aku bukan namja yang kau inginkan menjadi pendampingmu. Aku mungkin dingin dan kaku. Tapi percayalah, aku mencintaimu”

Seohyun melepaskan pelukannya lalu menatap lekat Minho. “Jinja?”

“ne” jawab Minho sambil mengangguk.

“Lalu yeoja itu..”

“Yeoja? Yeoja mana?”

“Yeoja yang aku lihat berciuman denganmu di ruangan itu dan berpelukan denganmu di mall??”

Minho terdiam dengan wajah bingung. Namun tak lama terkekeh. “Ahh maksudmu Yuri? Dia itu memang mantan pacarku. Tapi tenang saja, aku sudah tak mencintainya lagi. Mengenai ciuman dan pelukan.. itu salah paham”

“Maksudnya??”

“Yuri sedang membawakan bahan-bahan untuk proyek, tapi bahan itu agak berdebu karena dibawa dari gudang. Matanya kelilipan, jadi aku membantu meniupnya. Kalau pelukan.. itu karena dia hampir terpeleset dan aku menolongnya” jelas MInho.

“Oppa tak bohong kan?”

“Untuk apa aku berbohong” ucap Minho sambil mengecup bibir Seohyun singkat.

Seohyun diam sejenak. Mencoba menyadarkan dirinya sehabis dicium Minho. Ini pertamakalinya namja itu menciumnya di bibir.

“Jadi oppa.. mencintaiku tidak?” tanya Seohyun polos.

Minho tertawa, lalu mencubit pipi chubby  Seohyun pelan. “Tentu saja oppa mencintaimu sayang. Oppa bahkan berniat menikahimu segera setelah kau menamatkan sekolahmu”

“Jinja? Saranghae oppa…” ujar Seohyun sambil memeluk Minho.

“Nado saranghae. jangan salah paham lagi ya dengan  oppa. Terus usahakanlah untuk berpikiran positif tentang oppa. Oppa memang bukan namja romantis jadi harap kau mengerti”

“Ne.. tapi oppa juga harus ingat ya.. oppa milikku sekarang”

“Arraseo”

“Oppa tahu tidak, aku sebenarnya sudah menyukaimu sejak pertemuan kita sebelum di tunangkan. Senyum oppa begitu manis hingga mengalihkan duniaku”

“Aigoo.. kau bisa gombal juga rupanya” goda Minho gemas.

“Apa salahnya gombal dengan oppa?” ucap Seohyun mengedipkan satu matanya. “Lelaki ini kan, adalah milikku” lanjutnya mengundang tawa lebar dari Minho.

END-

Wuah ceritanya gaje banget ya?? ok deh maklumi aja kalau jelek.. saya masih newbi dan tulis menulis ff -_- rclnya jangan lupa ya… gamshamnida^^

4 responses to “That Man, is Mine! (Oneshoot)

  1. kasian yurinya mungkin efek dr yurisistable
    ff nya simple
    kiraiin yuri bakalan buat rencana rebut minho gitu but ff nya nice♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s