[Ficlet] The Day with You

[Ficlet] The Day with You

200_s

Author: diajengdeaa || Cast: OC, Kim Jongin || Genre: Sad, Romance || Rating: PG

Jangan lupa baca note dibawah cerita ya! ^^

***

Tak ada bayangan apapun yang terbesit dalam pikiranku saat kau secara tidak langsung berkata bahwa kau lebih memilihnya daripada aku, kekasihmu. Memang aku yang terlebih dulu mencintaimu. Memang aku yang selalu mengejarmu. Semua memang benar bahwa aku yang memulainya.

Kau tidak tahu apa yang aku rasakan ketika kau memintaku untuk menjadi kekasihmu. Aku bahagia, sangat bahagia sampai kukira akulah gadis yang paling beruntung di dunia ini. Kau bahkan tidak tahu bahwa aku selalu membawamu dalam setiap doaku agar kau dan aku bersama. Aku bersyukur Tuhan mengijinkan kita pada akhirnya.

Tapi aku tidak menyangka semua mimpi-mimpi dan harapanku denganmu hancur seperti kertas yang dibakar. Tuhan tak lagi mengijinkan kita bersama. Kau mulai berubah, kau tak lagi Jongin yang kukenal seperti dulu. Semuanya berubah ketika dia datang kembali di antara kita.

Seseorang yang telah menjadi masa lalumu dan sekarang menjadi tembok penghalang bagi kita berdua. Hari demi hari kau mulai menjauh dariku. Pesan ataupun telepon pun sekarang jarang kau lakukan. Aku kesepian, Jongin.

Tak tahukah kau, banyak orang menyuruhku untuk meninggalkanmu karena kau lebih banyak menghabiskan waktumu bersamanya sekarang. Tapi aku mempertahankanmu selama ini. Aku mencintaimu dan aku akan melakukan segala cara untuk tetap mempertahankanmu disisiku.

Tapi suatu hari kau lagi-lagi menyakitiku. Kau menyangkal bahwa kau dan dia hanya sebatas teman sekarang, tapi kenapa waktumu untukku lebih sedikit daripada waktumu untuknya? Kenapa kau terlihat begitu bahagia bila disampingnya?

Dari sana aku kembali berpikir, haruskah aku melepaskanmu? Haruskah aku merelakanmu untuk bersamanya lagi, seseorang yang juga telah menyakitimu di masa lalu?

Aku memeriksa ponselku, memandangi wallpaper yang dulunya begitu indah namun sekarang bagiku sangat menyakitkan. Andai aku bisa memelukmu seperti yang kulakukan saat itu.

Tak ada pesan darimu. Tak ada satupun.

Mataku sayu, terlalu lama menangisimu. Tanganku lelah, terlalu lama memeluk foto-foto kita. Hatiku perih, Jongin, tahukah kau tentang semua yang kurasakan?

Memeluk figurmu dalam sebuah pigora tidaklah cukup. Aku benar-benar merindukanmu.

Percakapan tadi siang kembali berputar di pikiranku seperti sebuah film. Lagi-lagi kau mengecewakanku secara tidak langsung.

“Kemarin kau kemana saja , Jongin? Sehun bilang kau menjemput seseorang.”

“Aku… Oh aku kemarin menjemput temanku di Gangnam, Hee-ju. Maaf aku tidak memberi kabar padamu.”

“Jiyeon lagi?”

Tak ada balasan darimu, Jongin. Kau hanya diam dan mengalihkan pandanganmu. Aku tahu, tebakanku benar. Aku tahu kau berusaha untuk membuatku tetap tenang tapi nyatanya aku kecewa lagi.

“Jongin?”

“….”

“Aku tahu kalau itu Jiy–“

“Maafkan aku.”

“….” Tiba-tiba kau meminta maaf lalu memandangku. “Hee-ju, aku minta maaf. Dia sangat membutuhkanku, maka dari itu aku menemuinya. Tolong mengertilah.”

Mataku berkaca-kaca, kata-kata itu sangat mengusikku.

“Tapi aku juga membutuhkanmu, Jongin. Aku menunggumu seharian, aku mencoba menghubungimu semalaman dan ternyata kau bersamanya. Aku.. aku… aku…” Saat itu juga aku menangis dihadapanmu, untuk pertama kalinya karena selama ini aku selalu menangis di belakangmu.

“Hee-ju, aku minta maaf. Aku janji tidak mengulanginya lagi. Kumohon jangan menangis.” Tanganmu memegang kedua lenganku, mencoba menenangkanku tapi gagal. Justru sentuhanmu membuatku semakin terpuruk. Kau selalu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, tapi kau sendiri juga yang mengingkarinya.

Aku melepaskan tangan-tanganmu pelan, lalu mengusap air mataku. Senyum paksa terukir di wajah, agar kau tidak terlalu mengkhawatirkanku.

“Sudahlah, tidak apa-apa. Maaf aku sedang tidak sehat sejak tadi pagi makanya aku mudah menangis. Aku ingin beristirahat, Jongin. Aku pulang dulu ya.”

Detik itu juga aku membalikkan badanku dan detik itu juga saat mataku tidak melihatmu, aku menangis lagi. Kau berkali-kali memanggilku namun aku hanya membalasnya dengan gerakan tangan yang mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja.

Aku menyandarkan punggungku ke dinding. Baru saja melihat di photos of you akun instagram-mu, Jiyeon memberi tag pada fotomu. Kau terlihat bahagia di sampingnya melebihi rasa bahagiamu saat disampingku, mungkin.

Aku bertanya padamu sekali lagi, Jongin. Haruskah aku melepaskanmu?

***

Hari ini aku memintamu untuk menemaniku ke Lotte World. Kita menghabiskan waktu banyak disana dengan bermain dengan wahana-wahana yang ada. Sejenak aku merasa bahagia , melupakan tentang masalah yang ada. Hari ini, aku ingin benar-benar menghabiskannya denganmu.

“Hee-ju, ayo naik roller-coaster!” Tanpa kau sadari, kau memegang tanganku, menarikku agar mengikutimu. Di belakangmu, aku tersenyum samar melihat tanganmu yang kekar sedang memegangku seolah-olah takut kehilanganku. Pegangan itu, sama seperti saat kita pertama kali berkencan. Aku merindukannya.

Bisakah aku menghentikan waktu? Sebentar saja, aku ingin seperti ini Tuhan.

Kita benar-benar bermain hingga matahari tak menampakkan sinarnya dan digantikan oleh bulan. Berjalan-jalan di taman dekat Lotte World adalah tujuan terakhir kita. Angin berhembus kencang, mengingatkan bahwa musim gugur telah tiba.

“Jongin.” Aku memanggilmu pelan. Sebenarnya aku tidak sanggup, tapi inilah jalan yang kupilih dan aku harus meyakinkanmu.

“Hhmm?” Kau menjawab tapi tetap menikmati terpaan angin malam.

Ayo Hee-ju, kau pasti bisa!

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Tanya saja, Hee-ju.”

“Apa yang kau rasakan saat bersamaku?” Kau berhenti lalu menatapku bersama dengan seulas senyum khasmu.

“Aku bahagia.”

“Tapi bagaimana saat kau bersama Jiyeon?” Pertanyaan itu ingin kulontarkan jika saja aku tidak ingat betapa lemahnya aku.

Aku meraih tangan kiri Jongin yang tidak memegangku. Menggegamnya erat seakan-akan aku tak bisa menggegamnya lagi. Kau tahu, hatiku kembali sesak dan membuat air mata ingin jatuh lagi.

“Kalau aku memintamu untuk selalu disisiku, apakah kau mau?”

Kau terdiam, hanya tetap melihatku. Aku tahu, dari pandanganmu kau sedang bimbang. Aku tahu semuanya sekarang, Jongin.

“Haha.. Aku sudah tahu jawabannya, Jongin.” Setelah itu, aku melepaskan tanganmu dan mengambil sebuah jepit rambut.

“Aku punya pilihan untukmu.”

“Hee-ju..”

“Ada jepit rambut di tanganku dan benda itu adalah pilihanmu. Jika kau memilih tangan yang kosong, maka kau akan tetap bersamaku.”

“Son Hee-ju, apa maks—”

“Jika kau memilih tangan yang berisi jepit itu, maka kau bebas. Kau siap, Jongin?”

“Aku… aku…” Kau terlihat salah tingkah.

“Pilih saja, demi kebahagiaan kita.” Aku mulai menyembunyikan kedua tanganku dan memasukkan jepit itu ke salah satu tangan.

“Nah, coba pilih!” Kedua tanganku terkepal kuat, membiarkan Jongin memilih dengan hatinya.

“Aku tidak ingin, Hee-ju,” lirihmu.

“Tolong pilihlah, Jongin!”

Akhirnya kau mau meskipun dengan berat hati, aku tahu itu. Dan….

 

…. kau memilih tangan yang berisi jepit rambut itu.

Sejenak aku memandangi tanganku yang kau pilih. Mencoba tersenyum meskipun itu sangat sangat sakit.

 

“Sekarang kau bebas, Jongin.”

“Tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk memilihnya, Hee-ju!”

Aku menggigit bibirku, mungkin sebentar lagi aku akan menangis. Ini yang kupilih dan aku harus menanggungnya. Tapi tanpa kalian tahu, aku sengaja menggenggam erat jepit rambut itu agar terlihat tanganku kosong. Sedangkan tangan yang kosong kubiarkan sedikit longgar agar terlihat berisi.

Mungkin kau ingin memilih tangan yang kosong agar tetap disisiku. Well, itu hanya angan-anganku saja.

“Terima kasih untuk 2 tahun ini selalu disisiku, Jongin. Kau benar-benar bebas dariku sekarang.”

“Hee-ju…”

Tak ingin berlama-lama, aku segera membalikkan badan dan berjalan pulang tanpa menghiraukan panggilanmu.

 

 

Jongin, sekarang aku benar-benar melepaskanmu. Sekarang aku benar-benar merelakanmu untuk bersamanya…. lagi.”

 

***

Note:

Halo! Aku kembali nih, hahaha ciee yang ada pendaftaran author dan admin kemarin, btw congrats buat author-author baru yang udah kepilih dan yang belum terpilih jangan berkecil hati karena nanti FFindo bakalan banyak event kok! Iya, beneran nih. HAHAHAHAHA /insert stiker syahrini ‘HAHAHA’/

Oke, jujur ficlet ini sebenarnya bukan cerita utuh tapi ini semacam spoiler buat novel yang pengen aku bikin. Dan bahasanya gak formal kayak begini sih, soalnya pengennya bahasa remaja kayak lo gue end. Yang aku tulis diatas itu bakalan jadi puncak konfliknya. Aku cuman pengen tau review kalian macem mana sama ini gitu.

Oya satu lagi, buat novel, aku gak pake cast korea. Aku pake orang-orang fiksiku sendiri wkwkwk /ya jelaslah/ Terus yang tentang pilihan tangan itu aku terinspirasi sama drama Jepang yang judulnya Proposal Daisuken. Sumpah tuh drama keren abis, gregetnya minta ampun.

DAN JANGAN TANYA GIMANA LANJUTAN HG SAMA MPW . SUWER LAGI NGADAT DI TENGAH JALAN IDE CERITANYA. /CAPSLOCK JEBOL/

Yuks, ramein FFindo lagi, kita para admin juga butuh saran dan kerja sama dari kalian biar FFindo lebih berkembang lagi. Hubungin aja kita bakalan terima dengan lapang hati eh lapang dada.

Apalagi ya, udah deh gini aja dulu. Capek. Lelah. Butuh pelukan Jongin. /muntah/

Terus kan ada juga yang tanya, ‘Kak, kok kategori aku gak ada?’ – Sebenarnya ada, cuman kalian harus posting lewat dasbor FFindo bukan langsung add post yang dipojok kanan terus backgroundnya biru putih.  Nah nanti kalau posting lewat dasbor FFindo bakalan muncul deh kategori kalian.😀

Kalau mau pedekate sama aku yuks, komen disini atau hubungin aku di twitter/ask.fm yang udah dicantumin ^^

Thankseu!❤

19 responses to “[Ficlet] The Day with You

  1. Ya ampun kak.. ini syedih sekalee/? Aku tehura/? Menurutku lebih enak lagi kalo pake bahasa formal, lebih kayak merasuk/? ke dalem gitu.. ya walaupun pilihan kakak pake bahasa remaja.
    Keren kak😀

  2. Kamprett nyesek ini nyesekk :’3 huhuhuhuu…. Apa yang udah lu lakuin ke gueeee…. Jonginn kampret luu gue nangis weh gegara elu.. Tanggung jawab kagak lu.. Awas lu gue aduin ke luhan my lovely husband/? Apa ini oke2 udah lah ya.. Ini ff kereeennn ajib2 dahh

  3. Baper abissssssss,,,😥 fic buatanmu ini ngeselin banget deh wahai istrinya tukang listrik!!!
    Kalo udah diterima naskahnya, jangan lupa kabar-kabar yah 8D
    penasaran sama versi yang loe-gue-end wkwkwk

    • oi jongin bukan tukang listrik, tukang pentol noh di depan kampusmu vi wkwkwk
      okee doain dah vi, ini lagi on going ngetik *padahal belum sama sekali* #slapped
      iyaa, aku juga penasaran sama loe-gue-end-matek:mrgreen:😆
      thankyouu vi udah mampir:mrgreen: *sering-sering aja* ngehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s