Sayang

tumblr_npelm9aphj1t8iy3vo1_500

Sayang

by

Jessy Cavendish

Disclaimer: I just write this fanfiction for my own pleasure.

Warning: sangat pendek, don’t like? Don’t read.

Credit pic: mbah google.

.

.

 “Kenapa Noona mau melakukan ini?”

Sebuah pertanyaan yang kerap kali ingin pemuda itu lontarkan terhadap Sang Gadis.

“Tentu saja karena aku menyayangimu, Sehun-ah.”

Dibalas dengan sebuah jawaban yang membuat seorang Oh Sehun bungkam.

.

Ddraapp draapp ddrapp

Suara derap langkah memenuhi pendengaran seorang pemuda tampan yang tengah berbaring di kamarnya, lama-kelamaan suara langkah itu semakin mendekatinya. Sekalipun dengan mata tertutup pun si pemuda tahu, siapa orang yang kini berjalan mendekatinya, gadis itu. Karena memang cuma dia yang masih peduli dengan pemuda ini setelah kejadian naas yang menimpa keluarganya setahun silam.

Bahkan gadis inilah yang merawatnya setelah seluruh keluarga yang ia punya meninggalkannya. Sungguh seharusnya pemuda itu mengucapkan syukur atas apa yang telah Tuhan berikan padanya.

Tetapi mengapa harus gadis ini? Mengapa harus gadis yang telah disakiti olehnya beberapa tahun lalu yang masih peduli padanya?

“Sehun-ah?” suaranya memecahkan lamunan pemuda bernama Sehun.

Sehun membuka kedua matanya dan melirik sekilas ke arah Jessica.

“Makanannya sudah siap, kau bisa turun sekarang Sehun-ah.”

“Hn.”

Sehun pun kemudian bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju dapur di mana ruangan tersebut telah tersedia beberapa macam makanan yang telah disiapkan Jessica untuk dirinya.

Acara makan berlangsung dengan keheningan, tak ada satu pun dari mereka yang membuka topik pembicaraan. Bergelut dengan pikiran masing-masing, bahkan Jessica yang biasanya selalu cerewet kali ini tampak diam.

Lalu Sehun, di otaknya masih saja berkelebatan hal-hal tentang Jessica yang masih saja peduli padanya. Jessica yang menangisi dirinya karena hampir mati tak tertolong, Jessica yang menyiapkan makanannya, Jessica yang menemani dirinya walau tak ia tanggapi, Jessica yang ini, Jessica yang itu.

Aahh… pemuda itu baru menyadari bahwa Jessica yang ini telah mengurusinya hampir satu tahun lamanya. Dan Sehun tak pernah mendengar sekalipun Jessica mengeluh. Gadis itu selalu saja menampakan senyum lembutnya pada Sehun. Memperhatikan segala kebutuhannya.

“Tapi apa alasanmu melakukan ini?” gumam pemuda berambut legam itu tanpa sadar.

“Kau mengatakan sesuatu Sehun-ah?” tanya Jessica penasaran. Gadis itu kini tengah menatap iris kelam Sang Pemuda.

“Aa, tidak. Tidak ada Noona.”

“Baiklah kalau begitu,” ucap Jessica kalem, kemudian melanjutkan makannya dalam diam.

Mulut Sehun sedikit terbuka, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi ditahannya.

Sebenarnya, ingin sekali lelaki bermarga Oh itu menanyakan alasan apa yang membuat Jessica selalu berada di sisinya, membantunya, membelanya—aahh iya, tentu saja. Tentu saja gadis dihadapan Sehun ini mau melakukan semua itu, karena alasannya sangat telak, sangat telak sampai membuat pemuda itu merasakan kembali rasa yang telah lama hilang—

.

rasa sayang.

.

Karena Jung Jessica menyayangi Oh Sehun. Itulah alasannya.

Tentu saja selama ini pemuda itu mengetahui perasaan yang dirasakan gadis itu terhadapnya, hanya saja… pemuda itu menampik jauh pikirannya itu. Ingin membalas, lidahnya terasa kelu. Karena pada dasarnya pemuda satu ini sulit mengucapkan kata-kata manis yang menurutnya konyol. Dan pada akhirnya ia hanya berucap—

“Jessica Noona,” tegurnya dengan suara khas seorang lelaki dewasa.

“Ya?” tatapan gadis itu beralih dari sebuah mangkuk nasi menatap langsung ke arah mata Sehun. Iris coklat Jessica menatap dalam kedua mata lawan bicaranya.

“—terima kasih.”

Hanya sebuah ucapan terima kasih namun mampu membuat seorang Jung Jessica merona karenanya. Bukan ucapan terima kasih biasa, melainkan sebuah ucapan terima kasih yang mengandung banyak makna di dalamnya. Makna yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yaahh… setidaknya beginilah Sehun menunjukkan kepeduliannya terhadap semua yang telah dilakukan Jessica padanya.

Dengan wajah yang masih merona Jessica tersenyum lembut, membuat matanya melengkung cantik seperti bulan sabit. “Ya, sama-sama, Sehun-ah.”

Jessica tidak tahu bahwa saat yang bersamaan Sehun juga sedang tersenyum, senyum yang sangat tipis namun mengandung kelembutan mengarah pada gadis itu.

.

.

‘Terima kasih telah menyayangiku, Jessica Noona,’  tambahnya dalam hati.

.

.

.

Because love is never lie,

If you don’t know how to express it

Just say ‘thanks’ to reply her.

.

.

.

End

Note author : hanya sebuah drabble remake yang tokoh aslinya itu SasuSaku, wkwk. Fanfict aslinya udah pernah aku pos di blog pribadiku.

Plis, jangan ada yg protes kalo pendek bgt. Aku udah memperingatkan yaaa hehe.

Last but not least,

thank you for reading! ^^

*gigit gambar sehun*

8 responses to “Sayang

  1. Cerita yang sederhana, tapi memiliki makna yang sangat dalam. Suka banget qoutes nya… jika tidak bisa mengungkapkan kasih sayangmu, cukup berterimakasih lah padanya… great job thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s