Three Types of Man- B A B A L E E

3 type

Park Chanyeol / Oc

Romance / fluff / Comedy

Babalee22.wordpress.com

Ada tiga macam pria di dunia ini

Pertama brengsek, kedua gay, dan terakhir banci.

 

 

“Park Chanyeol? Oh pria jangkung yang idiot itu?”

“Park Chanyeol? Oh si brengsek itu?”

 “Park Chanyeol? Oh yang bersaudara dengan jerapah itu?”

“Park Chanyeol? Oh yang tampan itu?”

                “Dia di fakultas Seni.”

Dan pertanyaannya adalah, kenapa si idiot, menyebalkan, yang juga tampan dan bersaudara dengan jerapah bisa begitu terkenal? Dia bukan Baek Seung Jo, si jenius juga tampan yang selalu mendapat nilai sempurna. Dia juga bukan Luhan, Lady Boy yang di gilai para gay. Bukan seorang artis seperti Hwang Zi Tao. Bukan juga orang kaya seperti Kim Suho. Dia hanya, Park Chanyeol.

“Karena aku seorang gitaris band, tampan, supel, baik hati, dan hebat.” Adalah jawaban Chanyeol ketika aku bertanya kenapa dia bisa begitu terkenal. Dan berat hati ku akui itu memang benar.

Dia mulai terkenal saat awal ospek. Saat itu dia dihukum di depan mahasiswa baru karena terlalu berisik, dan keseringan datang terlambat. Pertama kali aku melihatnya, tampan, dan langsung ku putuskan bahwa aku adalah fansnya. Memalukan memang, mengingat dia bukan salah satu member Super Junior atau Big Bang. Dia hanya, seorang Park Chanyeol.

“Sudah punya berapa mantan?” Tanyaku saat makan siang. Jangan bilang kebetulan. Semua sudah di tuliskan. Takdir. Aku dan dia sama-sama berada di fakultas dan kelas yang sama. Sering bersama membuatku semakin tahu, bagaimana seorang Park Chanyeol.

Dia menggendikkan bahu, memasukkan ramyeon dalam mulut yang terbuka sangat lebar. Aku bersumpah, bahkan lima jari manusiapun bisa masuk ke dalamnya. “Entah, aku pernah menghitungnya bersama Baekhyun. Saat lulus SMA aku sudah punya, 38 mantan.” Dan saat itu kuputuskan. Bahwa Chanyeol adalah pria brengsek. Playboy. Buaya darat.

Sudah dua tahun, artinya sudah empat semester. Dan selama itu, telah ada enam wanita yang mengutuknya di depan wajahnya, delapan wanita yang di beri harapan palsu, dan seorang yang mengaku hamil saat putus. Kabarnya gadis itu terlalu menyukai Chanyeol. Sejauh ini, Park Chanyeol belum berpacaran,lagi. Entahlah, aku tidak ingin terlalu tahu. Rasa itu tiba-tiba lenyap seketika.

Setiap wanita yang menyukai Chanyeol selalu datang padaku dan bertanya, “Apa Chanyeol, gay?” Dan saat itu juga aku mulai berfikir. Dia tidak pernah lagi berpacaran karena sudah bosan dengan wanita. Mungkin, bisa jadi, kan? Dia terlampau dekat dengan Baekhyun. Sangat, bahkan mereka terlalu sering melakukan skinship.

“Aku dan Baekhyun sudah berteman sejak kecil. Kita sangat dekat.” Yah, memang benar.

Jika kau melihat Baekhyun tanpa Chanyeol, atau sebaliknya itu tandanya salah satu dari mereka sedang merajuk. Biasanya hal-hal sepele. Seperti, Baekhyun menolak ajakan Chanyeol untuk kabur, atau sebaliknya. Dan Chanyeol, selalu menggunakan alasan untuk pergi bersama Baekhyun jika ada wanita yang mengajaknya pergi. Dan saat itu, aku benar-benar mulai curiga. Mereka tidak terpisahkan.

“Bagaimana perasaanmu pada Baekhyun?” aku sengaja memancingnya saat kami tengah mengerjakan tugas bersama di perpustakaan. Chanyeol terlihat begitu serius dengan tugasnya. Ini kali pertama aku melihatnya seserius itu saat belajar. Wellsebenarnya, Chanyeol adalah pria jenius yang dapat mengerjakan soal tanpa membuka buku. Dia seperti Haru dalam anime tonari no koibutsukun.

Dia menghela nafas sebentar, menatapku sambil mengerutkan kening. Seperti curiga, entahlah, “Aku menyayanginya.” Dan saat itu juga, hatiku mencelos. Rumor itu benar. Itu bukan rumor, itu fakta. Satu menit kemudian aku sedikit menggeser posisi dudukku. Wanita mana yang tidak ngeri berdekatan dengan seorang yang tidak normal.

Setahun bersama saat itu, aku tahu, dia pernah memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk ikut kontes kecantikan di kampus. Motivasinya adalah satu, mengalahkan Luhan yang kabarnya akan menyamar menjadi wanita untuk menghibur para finalis dan juri. Gila. Bahkan pria normal sekalipun tidak ingin bedekatan dengan alat make up dan rok seksi dan berjalan bak model di hadapan umum. Tapi tidak dengan Chanyeol, dia sangat berani. Dia bahkan sengaja membuat pakaian agar tubuh kekarnya tidak ketara. Aku tahu, karena kami pergi bersama. Dia menculikku.

“Aku sudah punya wig yang pasti akan sangat pas. Semua orang tidak akan tahu bahwa ini adalah Park Chanyeol yang tampan itu. Merika pasti akan menyangka aku benar-benar Park Channie.”

Channie? Ugh menggelikan.

Namun setelah kontes itu, dia membakar semua pakaian dan wiglengkap dengan alat kecantikan mahal yang dia beli. Dia kalah melawan Luhan. Pria itu sangat cantik. Mengalahkan Baekhyun dan Taemin yang juga terkenal cantik. Chanyeol merutuk menyumpahilady boy itu dalam perjalanan pulang.

 

 

 

888

 

Tapi kali ini, aku bersamanya. Duduk berdua-tadinya bertiga dengan Baekhyun- di rumah pohon, halaman belakang rumah Chanyeol. Hujan rintik-rintik menjadi sebuah tirai di hadapan kami.

Jemarinya memetik senar-senar gitar. Melantukan lagu more than wordswest life. Bibirnya bergumam tidak jelas. Aku bersumpah, dia tidak hafal. Kepalanya bergerak ke kanan-kiri seirama dengan gerakan tubuhnya.

Tadi Chanyeol memaksaku datang dengan dalih, Baekhyun hampir memperkosanya. Demi kepala Neptunus! Saat itu juga aku sudah akan memutuskan sambungan telfon dan mematikan ponsel. Membayangkannya saja sudah membuat bulu kudukku merinding. Namun, pada akhirnya aku tetap datang karena suaranya yang memelas seperti bayi.

“Akhir-akhir kau menjauh dariku.” Katanya tanpa menatapku. Netranya menatap ke depan tanpa arah. Seperti seseorang yang tengah di bebani banyak pikiran. Seperti seorang pengusaha yang hampir bangkrut. Entahlah. Hanya saja dia tidak banyak tingkah semenjak aku datang. “Maaf sudah membohongimu.”

Yah, dia bilang Baekhyun hampir memperkosanya. Tapi kenyataannya, mereka tengah sama-sama bermain play stationsambil sesekali mengumpat satu sama lain. Saat itu juga aku ingin pulang. park Chanyeol benar-benar telah merusak liburan musim dingin ini.

“Aku, tidak. Perasaanmu saja.” Well mungkin ini balas dendam karena dia telah berbohong padaku. Alasan sebenarnya adalah, karena rasanya mulai risih, berdekatan dengan pria brengsek sekaligus gay dan juga banci.

“Kau bohong.”

“Tidak.”

“Aku tahu kau bohong. Aku beberapa kali masuk kelas Psikologi, dan gerak-gerikmu menunjukkan kau tengah berbohong.”

Yah, salah satu alasan Chanyeol bolos dari kelas seni adalah, dia mengikuti kelas di fakultas lain. Dan mungkin ini yang menjadi salah satu penyebab dia terkenal di seantero kampus.

Dia pernah masuk ke fakultas kedokteran, psikologi, FMIPA, dan bahkan juga pernah ikut masuk ke fakultas Perawatan. Gila. Yah, dia memang orang gila yang haus akan ilmu. “Sambil menyelam minum air.” Katanya.

Chanyeol menggerakkan tubuhnya, mengahdapku. Menatap netraku intens, seolah siap untuk memukulku dengan gitarnya kalau-kalau aku akan berbohong lagi. Dua tahun bersama, membuatku tahu apa saja yang di suka dan tidak dia suka, tapi tidak pernah sekalipun aku melihatnya marah. Beberapa kali kesal, namun tidak sampai marah. Heran, sepertinya dia tidak punya tingkat emosi itu.

“Baekhyun baru saja pacaran dengan Irene, dan meninggalkan aku. Kau juga sekarang akan begitu, siapa pria yang sudah mencurimu dariku?”

Aku mendelik malas, “Ayolah, kau pikir aku ini barang?” dia masing menuntutku “Aku hanya sedikit sibuk, mungkin.”

“Siapa Minsoek? Kai? Kris? Ayo katakan padaku!!”

“Sudah kubilang, aku tidak ada urusan apapun dengan mereka. Kau ini manja sekali.”

Dia tersenyum. Sangat lebar dan bahagia. Bahkan gurata-gurata di pipinya menunjukkan dia tengah terlampau senang. Aku hanya diam. Biarlah, dia adalah pria aneh yang akan bersikap dan bertingkah aneh. Kalau tidak begitu, dia bukan Park Chanyeol.

“Baguslah. Aku jadi tidak perlu menjadi pria brengsek untuk mencurimu dari mereka.”

Aku terkekeh hambar. Apa tadi katanya. Jelas ambigu.

Namun aku tersenyum. Entahlah, sebenernya kata-kata bisa berarti banyak. Tapi aku begitu bahagia mendengarnya. Dia, bersikap manis padaku. Bukan manis buatan yang biasa di gunakan untuk merayu wanita. Dia menggunakan caranya sendiri. Dirinya sendiri. Menarik atensiku untuk selalu menatapnya. Sedetik kemudian, aku mendengarnya berbicara pada semut di pohon.

“Aku menyukai Kim Yejin. Jangan bilang-bilang ya, nanti dia marah.”

 

888

Yah, ada tiga tipe pria di dunia ini. Brengsek, gay, dan banci.

Dan Chanyeol memiliki ketiganya.

Halloooo masih inget dengan drabble beranti itu? Oke bagi yang minat, kalo bisa sih banyak hehehe  cek ke sini untuk rules nya

Drabble berantai

5 responses to “Three Types of Man- B A B A L E E

  1. chanyeol tuh rayuan playboy kelas atas yaa hahahhahah

    agak ngeri waktu dia bilang diperkosa baekhyun jahahh

  2. wkwkwkwk, loh Chanyeol itu anak seni? entah kenapa yang ada dipikiranku itu dia jadi mahasiswa fakultas teknik, karena membayangkan sosok Chanyeol dengan penampilan yang berantakan dan jarang mandi itu… sesuatu banget, hahaha.
    keep writing~

  3. Buset banyak amat yg jadi korban Chanyeol -_- ,ini orang kerjaannya nyasar ke fakultas sebelah lagi aduhhh,ngeri Chanyeol dibilang diperkosa sama Baekhyun duhh kalian mah Chanbaek mah emg sesuatu da 😃😃😃 ehhh tapi akkhirnya sukkaaaa,terus kalo emg suka Yejin ngapain ngebuat korban/?nya banyak gitu 😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s