[Series] Jar Of Heart – (Chap 4)

jar-of-heart – Link Jar of Heart: ( Part 1 – Part 2Part 3Part 4Part 5Ongoing )

Tittle : Jar of Heart –

Author : Rika Tresia | Main Cast : Lee Jinki a.k.a SHINee’s Onew, Park Minjung (OC) | Other cast : Kim Jonghyun a.k.a SHINee’s Jonghyun, Shin Sekyung | Genre : Romance, Sad, Absurd | Length : Chapter | Rate: General

Disclaimer: This fiction is original by me, if there’s a fiction that have the sama title as me, its just a pure coincidence.

The original fiction have publish in my personal blog rikatresia.wordpress.com

Selamat membaca ^^

-What Meant To Be Will Meant To Be-

-Jinki POV-

Semenjak pertemuan singkat di taman beberapa minggu lalu, aku dan Minjung sekarang selalu bertemu. Tepatnya, aku selalu berusaha meluangkan waktuku untuk dapat bertemu dengannya haha sebisa mungkin aku akan menyempatkan waktuku untuk bisa mengantar Minjung pulang, sebagai alasan bertemu, yah walaupun sebelum masuk ke dalam mobil akan selalu ada perdebatan kecil, tapi itu menyenangkan!

“Ya Jjong! Sebelah sini” panggilku pada sahabat kecil ku yang tubuhnya juga kecil, pendek maksudnya hehe. Kim Jonghyun, sahabat kecil sekaligus partner kerja terbaikku.

Hari ini kami berjanji bertemu di tengah – tengah waktu luang kami yang sedikit yah begitulah nasib bisnisman hahaha

Hari ini kami sengaja bertemu karna sama – sama ingin melepas segala penat dari kantor, sebenarnya sih  Jjong tidak mau bertemu dengan ku kalau tidak dipaksa, dia bilang lebih baik menghabiskan waktunya dengan Sekyung, huh enak saja aku dibiarkan sendiri!

“Ya, sudah menunggu lama?” Tanya Jonghyun

Setelah tiba dihadapanku “Ani, aku baru saja sampai. Ayo pesan dulu” jawabku santai, seraya memanggil pelayan untuk memesan makanan

“Eheem, kayanya lagi ada yang seneng nih” Mwo? Aku tersenyum menaggapi ucapan Jjong barusan, sepertinya dia bisa menebak suasana hatiku yang sedang baik.

“Hei, jangan hanya tersenyum! Jadi bagaimana pertemuan mu dengan Minjung?”

“Yak! Jangan sok tahu pabo” ucapku membalas pertanyaannya

“Aku memang tahu!” Dasar pendek! Dia sama keras kepalanya dengan Sekyung kekasihnya

“Kau pasti tahu dari Sekyung, kan?” Tanyaku yang hanya dibalas anggukan singkat olehnya “yah begitulah, kami sudah bertemu lagi, mungkin ini yang namanya jodoh” ah senang sekali rasanya menyebut aku dan dirinya berjodoh

Mungkin memang aku dan Minjung memang berjodoh. Lihat saja, sudah selama ini kami berpisah tapi takdir bisa mempertemukan kami lagi.

@ Chicken Story Restauran

-Normal POV-

“Berjodoh?” Ucap Jonghyun menghentikan senyum Jinki. “Yak, aku berani bertaruh, bila saat ini kau mengajak Minjung untuk bersama lagi, Minjung pasti akan menolakmu” lanjut Jonghyun

“Sok tahu, jangan bicara ngelantur” balas Jinki tenang. Jinki sedikit bingung dengan perkataan menyinggung Jjong itu

Jonghyun membuang muka saat mendengar pertanyaan Jinki, sebisa mungkin Jonghyun menahan emosinya yang sebenarnya kesal melihat tingkah Jinki yang terlihat tidak mengerti maksud kata – katanya yang sudah terlalu to the point. “Aku hanya ingin melindungi Minjung. Minjung itu sudah ku angkap seperti adik ku sendiri, dan seharusnya kau ingat jelas dengan perbuatan yang kau lakukan dulu padanya. Meminta berpisah secara sepihak”

Jinki terdiam mendengar perkataan Jonghyun, tentu saja dia ingat tentang perbuatan konyolnya dulu yang tiba – tiba meminta putus tanpa alasan jelas, tapi untuk apa mengingat masa lalu kalau bisa memulai lembaran baru, pikir Jinki.

“Yak, aku kan juga sahabatmu? Apa kau hanya membela Minjung? Aku ingat akan hal itu tapi dengar ! Kami bertemu dan saling menyapa dengan baik, lalu beberapa jam setelah kami bertemu, Minjung mau menerima telpon ku, bahkan setelahnya kami selalu bertemu dan dia tidak pernah menolak ajakkan ku” balas Jinki terburu – buru

“Ajakan? Ajakan pulang bersama maksudmu? Mungkin Minjung hanya menghargaimu sebagai kawan lama, tidak lebih”

Jinki terdiam, mendengar kata – kata Jonghyun rasanya seperti merasa ada sesuatu hal baru yang dia sadari, tapi apa kata – kata itu tidak sedikit berlebihan? Apa salahnya memang kalau Minjung mau bertemu dengannya? Memang kalau sudah putus jadi tidak boleh bertemu? Jinki sekeras mungkin menekan emosinya, bagaimana pun Jonghyun adalah sahabat baiknya, juga sahabat baik Minjung, mungkin karna itu dia berkata seperti itu untuk membela Minjung.

“Coba ingat – ingat, setelah sekian lama kalian tidak bertemu seperti apa dia memanggilmu?” Lanjut Jonghyun

“Jinki-ssi” jawab Jinki singkat

‘Benar juga, bahkan setelah hampir sebulan kami menghabiskan waktu bersama, dia tetap memanggilku dengan Jinki-ssi. Padahal aku selalu memanggilnya seperti dulu, Jungie’

 

“Betul! Minjung memanggilmu Jinki-ssi, dia menggunakan panggilan formal, dan itu adalah bukti kalau dia menganggapmu sebagai orang asing dalam hidupnya”

“Mungkin… Mungkin dia berusaha menghormatiku”  Jinki mengucapkanya dengan ragu, sebisa mungkin mengelak dari pemikiran logisnya, bahwa Minjung sebenarnya membenci dirinya

“Apanya yang menghormati, Jinki? Minjung memanggilmu begitu seakan – akan kalian berdua  baru saja saling mengenal, padahal sebelumnya kalian sudah saling mengenal dengan baik, sangat baik!”

Jinki terdiam. Jinki merasa semua yang dikatakan Jonghyun benar, dan dia tidak dapat menemukan kata – kata untuk membantahnya.

“Aku ini sahabatmu Jinki-ah, dan aku pun sahabat Minjung, bahkan Minjung sudah menggangapku seperti oppanya sendiri, kau tahu itu bukan. Ah ya kau ingat? sahabat kecil yang paling dia percaya adalah yeojachinguku, jangan lupakan itu! Aku tahu betul perjalanan cinta kalian, Jinki”

Tubuh  Jinki lemas, tatapannya menyapu entah kemana, semua hal yang diungkapkan Jonghyun tepat. Mata Jinki bahkan tidak berani membalas tatapan Jonghyun, sebisa mungkin Jinki masih ingin mencari kemungkinan dimana Minjung masih menginginkan dirinya, kemungkinan sekecil apapun itu asalkan ada.

Memang betul Jonghyun dan Sekyung tahu benar tentang perjalan kisahnya dan Minjung. Semua perkiraannya mengenai Minjung yang sudah mulai bisa menerima dirinya, hanyalah penghiburan diri baginya sendiri. Ironi.

 

Sejak awal mereka berempat saling kenal dan saling menyukai antara Jinki Minjung dan Jonghyun Sekyung sama sekali tak ada rahasia. Itulah sebabnya Jonghyun dan Sekyung terkejut saat mendengar kabar Jinki meminta putus dari Minjung dengan alasan yang tidak jelas.

Jinki sadar keputusannya saat itu memang hanya didasari oleh ego nya yang sedang dominan dan membuatnya tidak berpikir jernih hingga terjadilah kejadian buruk itu.

.

.

.

“Lalu aku harus berbuat apa?” Suara lemah itu keluar dari Jinki. Memikirkan perbuatan bodohnya dulu membuat Jinki kehabisan kata – kata untuk menanggapi Jjong dan hanya mampu mengeluarkan pertanyaan itu

“Ya, jangan frustasi seperti itu chingu-ya” canda Jonghyun

“Wanita kan tidak hanya Minjung, diluar sana masih banyak wanita yang masih single kok hahaha”

Jinki menatap Jonghyun bingung, tadi dia berbicara menusuk tapi sekarang tiba – tiba mengeluarkan lelucon seperti itu

“Aku hanya mau Minjung, Park Minjung.” Jawab Jinki tanpa sadar

Eoh?

“…”

“Kau hanya mau Minjung? Hahaha dasar pabo! Lalu kenapa dulu kau minta berpisah? haish nappeun namja” ucap Jonghyun yang moodnya naik tiba – tiba saat melihat wajah penyesalan Jinki

“Aku juga tidak tahu, aku memang pabo ya… Dulu aku sempat merasa bosan dengan hubungan kami. Ku pikir aku akan baik – baik saja setelah berpisah dengannya, nyatanya aku kehilangan penyemangat hidup setelah dia pergi” sesal Jinki

“Yak Lee Jinki, merasa bosan dalam suatu hubungan itu wajar, tapi kalau tidak pernah merasa bosan memang hebat sih, hmm… tapi bosan dalam menjalin hubungan kurasa wajar. Kau pikir aku tidak pernah bosan dengan Sekyung? Tentu saja pernah, tapi tidak semudah itu aku melepaskannya! mendapatkannya saja sudah susah masa mau langsung ku lepas, aish jinjja Lee Jinki”

Bersahabat bertahun – tahun dengan Jinki, baru kali ini Jonghyun melihat wajah frustasi, penyesalahan sekaligus tampang bodoh Jinki dalam satu situasi. Ingin rasanya Jonghyun meledakan tawanya sekeras mungkin saat itu tapi dia merasa kasihan melihat keadaan Jinki yang terlihat rapuh.

“Lee Jinki, Lee Jinki, tsk tsk. Pintar, Mahasiswa teladan, tampan, incaran para junior di kampus, lulus dengan nilai cumlaud, bisa bekerja di perusahaan asing dengan mudah mendapatkanya, ah apalagi ya? Suara bagus, tinggi yah lumayanlah diatas ku sedikit, ya sedikit … tapi tsk tsk tak kusangka ternyata perjalanan cintamu tak semulus perjalanan karir mu ya hahaah” ledek Jonghyun senang

“Ya, kau tega sekali pada teman sendiri” balas Jinki lemas

“Hahahahahahaha kau benar – benar menyedihkan” tawa Jonghyun meledak

“Huft”

“Baiklah, ayo kejar lagi cintamu lagi!” ucap Jonghyun semangat

“Eoh?”

“Tidak mau?”

“Tentu saja mau” jawab Jinki tak kalah semangat

“Baiklah sebagai teman yang baik aku akan membantumu mendapatkannya kembali”

Ottoke?

“Biar aku dan Sekyung nanti yang mengatur rencananya”

“Benarkah? Apa akan berhasil?”

“Kita coba dulu saja, tenang, asal kau sungguh – sungguh dan berjanji tidak akan mempermainkannya lagi aku akan berusaha mendukungmu semaksimal mungkin”

“Ne, aku sunguh – sungguh” ucap Jinki berapi – api

“Arra arra itu sangat terlihat, sekarang kita makan dulu perutku sudah lapar dari tadi memberi nasehat untukmu, kajja

“Ne, hahaha gomawo Jjong-ah”

@ Seoul International Hospital

-Sekyung POV-

“Yak, tumben sekali kau mengunjungi ku di rumah sakit? Ada perlu apa?” Tanya yeoja berkacamata full frame di hadapanku

“Aku kan mau mengajakmu mencari baju hari ini”

“Mencari baju? Untuk acara apa memang? Kencan dengan Jjong? Pakai saja baju yang ada” ucapnya dengan sangat enteng, dasar bermulut pedas!

“Haiiish tentu saja bukan, kalau kencan dengan dia sih aku berpakaian compang camping saja sudah terlihat cantik dimatanya hahaha huft…  kau pasti lupa dengan acara itu!”

“Acara apa?” Dia bertanya dengan acuh tak acuh, sesekali melihatku, sesekali melihat kertas – kertas yang dihadapannya

“Haiiss tentu saja reuni kampus”

Haaah, benar kan dia lupa, melihat ekspresi wajahnya saja sudah tertebak kalau dia lupa ada acara itu, huft… Dasar Park Minjung pabo, kapan sih dia akan memiliki ingatan yang baik?

Aku memandang Minjung yang terdiam, kertas – kertas yang sejak tadi menjadi fokus utamanya pun terabaikan, entah apa yang tiba – tiba muncul dalam pikirannya

“Yak Sekyung-ah, menurutmu apa diacara itu nanti Jinki akan datang?”

Hmmm, dasar gadis plin – plan kemarin bilangnya tidak suka lagi, dasar Minjung pabo, susah move on!

“Wae? Kau mengharapkannya datang? Bukannya kemarin kau bilang tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari hubungan kalian?”

“Hais aku kan hanya bertanya, kenapa jadi galak sih? Sudah sana pergi belanja sendiri!”

yak kenapa jadi mengomeliku? Sebenarnya yang galak itu siapa?

Andwe! Aku harus bisa membawa Minjung ke pesta reuni kampus seperti kesepakatan kami, dan tahap awalnya aku harus mendandaninya agar makin cantik dipesta nanti, aku harus bisa!

“Yak, tidak bisa begitu! aku kan datang ke sini khusus untuk menjemputmu, pokoknya hari ini kita harus shopping, arra?”

“Shiro, tugasku banyak hari ini, sepertinya malam ini aku akan lembur lagi”

Minjung berlalu dari hadapanku seraya membuka buku yang entah apa isinya.

Haish kenapa sih dia begitu sayang dengan pasien – pasiennya

“Ya chingu-ya, pasien – pasienmu akan baik – baik saja malam ini, jangan kuatir. Kajja kita shopphing!!”

Minjung hanya terdiam duduk dibangkunya seraya membuka kaca mata yang sejak tadi meghiasi wajahnya “Haah… malas sekali rasanya memikirkan acara reuni itu. Membayangkan akan bertemu dengan teman – teman lama, kenangan selama di kampus, lalu… mantan kekasih. Rasanya aku belum mampu harus berhadapan lagi dengan Jinki di tempat itu, Sekyung-ah”

“Wae? Apa belum bisa melupakannya? Kalau begitu jangan dilupakan” sahutku enteng

“Kau tega sekali memberi nasehat seperti itu, setelah aku dicampakan olehnya”

“Jangan menipu perasaanmu, pabo! Sudahlah ayo siap – siap, kita shopping~ kajja!!!”

“Hais jangan berisik di rumah sakit, pabo

@ Mall Of Seoul

-Minjung POV-

Sudah sekitar 1 jam kami mengelilingi mall ini, memasuki satu toko kemudian melihat – lihat kemudian keluar lagi tanpa menemukan satu pun barang yang cocok, hoam… Aku sama sekali tidak tertarik untuk memilih baju untuk acara itu, huft… Aku tidak butuh reuni!!!

Ah lelah sekali rasanya dari pagi bekerja lalu harus menemani Sekyung belanja, anak ini mukanya bersemangat sekali sih, dia sih enak nanti ada Jonghyun yang mendampingi, tapi aku? Haaaah… Sudahlah, lupakan!

Bagaimana kalau nanti Jinki datang juga dan membawa yeojachingunya? Lalu nasibku bagaimana? Semua membawa pasangan sedangkan aku hanya bisa melihat iri terlebih pada Jinki, eh? Kyaaa!!! Pabo kenapa harus mengingat – ingat dia sih!!!

“Yak, kau kenapa?” tegur Sekyung yang melihat aneh diriku

“Anio”

Sekyung kembali memperhatikan baju – baju dihadapannya, sambil sesekali meminta pendapatku “Lihat – lihat, dress biru muda ini bagus tidak?”

Entah apanya yang bagus, warna seperti telur asin begitu bagus darimananya sih

“YA! Kenapa melamun? ayo pilih baju yang kau suka” suara cempreng itu tiba – tiba membuyarkan lamunanku

“Lihat, ini warna kesukaanmu kan, ini warna cat di kamarmu, bukan?” Lanjut Sekyung

“Oh, ye”

Benar juga, itukan warna favoriteku kenapa aku malah bisa mengejek warna itu tadi? Warna itu… Pearl aqua, sama seperti note book pemberiannya…

-Flashback-

Saengil chukahamnida Jungie~ yeee akhirnya pacarku makin tua”

“Aish sialan” dasar Jinki jahat masa aku dibilang tua, tapi aku senang diam – diam dia menyiapkan kejutan ini untuk hari spesialku.

Cha

Oeh?

“Kenapa bengong? Ambilah, ini hadiah dariku”

Myo-ya igo? Kenapa tipis sekali?” Aish jinjja Lee Jinki pelit sekali, kenapa kado ku kecil begini

“Jangan komplain, buka dulu”

Baiklah mari kita buka, haah melihat bentuknya saja  sudah tidak tertarik. Note book? Yak kenapa hanya beginian? Aish Jinjja Lee Jinki pelit!

Aku sudah siap – siap akan mengeluarkan ocehanku, namun

“Jangan komplain dulu, dengar dulu alasan kenapa aku memberimu note book itu”

“Memangnya ada alasan khusus?”

Pria dihadapanku menganggung semangat

“Dengar, aku memberikan hadiah note book ini bukan semata – mata karna aku pelit atau tidak punya uang”

“Eh?”

“Tadi pasti kau berpikir aku pelit kan?”

Gasp! aku tertangkap basah, apa namjachingu ku diam – diam bisa membaca pikiran orang? “Emm…”

“Hah dasar kau ini, Jungie dengar,  alasan ku memberi note book ini adalah… ”

Wae? Yak kenapa berhenti? Yak kenapa harus memberi jeda sih? Bikin penasaran saja

“Aku tahu ada banyak hal yang tak bisa kau ungkapkan dengan kata – kata pada orang – orang disekitarmu, bahkan mungkin padaku yang adalah namjachingumu. Aku tahu kau adalah perempuan yang kuat, tapi aku juga tahu terkadang kau suka cengeng hehehe”

Chagi, curahkanlah segala ceritamu ke dalam note book ini, dia akan membantumu agar tidak menanggung terlalu banyak beban, walau hanya kumpulan kertas, tapi dia sangat ajaib loh”

Jinki mengulurkan tangannya kearahku dan mengelus sayang puncak kepalaku.

Kenapa Jinki berkata begitu? Aku kan selalu berusaha terlihat ceria di depannya.

“Yak, jangan sering – sering menyendiri di atap kampus! Kau tidak takut di datangi hantu apa selalu sendirian disana?”

Eh?

“Bagaimana kau bisa tahu?”

Apa diam – diam dia selalu memperhatikanku? Jinki kan cuek, dia sama sekali jauh dari kata romantis, dan…

“Tentu saja tahu, aku kan Lee Jinki hahaha”

“Dasar sangtae!”

Jadi selama ini diam – diam dia selalu memperhatikanku dari jauh? Apa Lee Jinki jadi romantis? Apa namjachingu ku sekarang jadi romantis?

“Kenapa senyum – senyum sendiri? Hiii kau kemasukan hantu atap kampus yaa”

Cup~

“Sepertinya begitu”

Yak dasar sangtae aneh, baru di popo di pipi saja sudah membeku, apalagi aku… Hahaha lebih baik aku pergi sebelum wajahku sendiri memerah. Gowamo Jinki untuk perhatianmu, saranghae~

Yak! Yak! Park Minjung kenapa hanya di pipi?”

Aish dasar sangtae yadong, huh

-Flashback off-

Dia yang memintaku untuk mulai menulias diary yang pada dasarnya bukanlah keseharianku. Karna itu pemberiannya aku jadi selalu menunggu – nunggu waktu untuk segera menuliskan keseharianku disana.

Sepertinya mulai dari saat itu aku jadi menyukai warna itu, pearl aqua, warna note book yang sehari – harinya selalu ku tulisi dengan cerita dan perasaanku. Dan entah kenapa setiap mendapatkan hadiah darinya, dia selalu memberi benda dengan warna itu haha, sepertinya warna itu sudah mewarnai perjalanan kisahku dan Jinki… perjalanan yang menyedihkan.

Lee Jinki…

“Yak, kau melamun lagi kan, hauuuft ayo makan dulu biar kau semangat” suara Sekyung menyadarkan ku dari lamunanku

“Ah ne? Kau sudah selesai memilih baju?”

“Yeee, dasar kau ini dari tadi memikirkan apa sih? Cha, aku sudah memilihkan baju untuk kita, modelnya sama tapi warnanya beda tidak apa – apakan? Aku yang merah dan kau yang biru, bagaimana? suka kan? Itu kan warna favorite mu”

Pearl aqua… warna ini lagi…

Warna itu lagi?!? Bagaimana nanti kalau Jinki melihatnya?

“Ayo kita bayar dulu, baru cari makan” lengan Sekyung sudah menarikku dengan semangat menuju kasir, mau tidak mau aku jadi terpaksa mengambil baju pilihan Sekyung

Ottoke?

Bagaimana kalau nanti Jinki datang diacara reuni dan melihatku memakai warna itu?!??

 

TBC…

Link Jar of Heart: ( Part 1 – Part 2Part 3Part 4Ongoing )

 

2 responses to “[Series] Jar Of Heart – (Chap 4)

  1. Hai! Long time no see this fanfict🙂
    I like this. Sudah sgt lebih panjang dr 3 chapter sebelumnya hohoho. Tp update-nya jg sgt lebih lama dr 3 chapter sebelumnya hohoho. Ditunggu kelanjutannya yaa

  2. haloooo maaf karna kelamaan update next chapternya hehe, terimakasih banyak karna selalu mau baca dan komen ff ini, makasi banyak ya chingu. chap 5 nya udah aku update di wp pribadi monggo silhkan mampir sekalian kasih masukan buat ff aku yang lainnya ya XDDD rikatresia5595.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s