Whisper [Drabble]

unnamed (25)

[Judul : Whisper | Dalang : Zulaipatnam | Cast : Kim JongDae x Kim JiWon/Aktris | Leght : Drabble | Rated : T | Gendre : Supranatural. Friendship. Slice of Life.]

||Whisper©Zulaipatnam

 

“Alam tidak pernah berbohong, karena itu coba jangan jadi orang sombong yang sok-sokan tuli sama bisikan alam, mereka selalu jujur sama kita JiWon.” Wajahnya menatap langit, matanya yang sipit semakin menyipit menghalangi silau sinar matahari. “Tapi terkadang saya juga takut sama bisikan alam.” Wajahnya begitu tenang, tidak menampakkan ketakutan seperti yang sedang ia ucapkan.

 

“Kenapa kamu takut?” Rasa ingin tahuku butuh asupan.

 

“Karena alam terkadang berbisik mengenai hal yang tak ingin saya dengar.” Matanya tertutup, dadanya naik pertanda ia menghirup udara berlebihan. “Adik saya meninggal tiga tahun lalu, saat itu saya mimpi gigi geraham saya copot.”

 

Tubuhku mendingin seketika, kusentuh bibirku dan merasakan perasaan takut bukan main. Semilir angin yang menerobos lewat celah pagar kayu menerpa tubuh kami.

 

Terdengar decitan kursi kayu yang kami duduki, JongDae bergeser mendekat padaku. “Empat hari setelahnya Ibu saya teriak-teriak nggak jelas dari dalam kamar mandi. Adik saya bunuh diri, tubuhnya menggantung dengan tali yang diikat, asbesnya ia jepol paksa. Ada surat di lantai, adik saya milih bunuh diri karena terlanjur hamil dengan pacarnya.” Dihela nafasnya dan membuka mata, menoleh padaku yang menegang saking takutnya. “Jangan pernah mengabaikan bisikan alam. Mereka nggak pernah kasih bisikan bohong.” Kutatap wajahnya, tangannya terulur padaku, membenahi anak rambut dan membawanya kebelakang telinga.

 

Tanpa bisa kutahan, dadaku terasa sesak bukan main, ada benda yang tahu-tahu menyeruak keluar dan sangat menyakitkan.

 

“Saya benci hal ini JongDae.” Cicitku terasa tak sanggup bersua, punggungku melengkung kedalam menghalau rasa sakit didada, kurasakan tangannya mengelus halus di punggung, mengurangi sedikit rasa takut dan sakit yang datang bersamaan.

 

“Karena itu jangan pernah menolak mereka, semua pertanda punya sisi baiknya.”

 

“Sisi baik bagaimana kalau saya akan kehilangan seseorang yang saya sayangi JongDae? Kamu tolol atau bagaimana!!” Sentakku mengusap air mata, JongDae memandangiku keheranan, ekspresinya hanya bertahan tak sampai detik ke 3 saat sebuah senyum meneduhkan mengulas di bibir merahnya.

 

“Konsepnya semua orang pasti balik pulang. Cuma waktu dan caranya yang berbeda. Pulang bukan berarti pergi, dan pergi bukan berarti pulang. Kalau kita sudah satu rumah, untuk apa takut pulang, tak perduli waktunya berbeda, nanti kita akan tetap sama-sama.” Aku menggeleng keras, JongDae tidak bisa mencekoki otakku dengan semua kalimat tak masuk akal yang ia ucapkan.

 

“Bagaimana kalau orang itu adalah kamu, gigi geraham saya adalah kamu. Kita tidak satu rumah, dan kita tidak akan pernah ketemu lagi.” Suaraku tertahan ditenggorokan, tak yakin jika aku baru mengucapkan kalimat bodoh dan tolol.

 

“Kenapa kamu berfikir itu adalah saya? Orang yang kamu sayangi.” Pertanyaannya tak bisa kuprediksi, aku menganga tak tahu harus menjawab apa.

 

“Apa saya yang kamu lihat didalam mimpi?” Cicitnya berat, Aku tak berani bersua, kusentuh punggung jarinya yang ada diatas kursi, perlahan kuambil tangannya, menautkan jemari kami dan kurasakan kegugupan darinya.

 

“Saya benci saat alam berbisik JongDae.”

 

||Whisper©Zulaipatnam

 

#MisiMeramaikanDunia

23 responses to “Whisper [Drabble]

  1. #MisiMeramaikanDunia

    Ahooyyy mbok! Cup cup muah . FF ku sakeng tak post ning theduckowl. Kita bedo panggon meramaikan dunia.
    Iki kok ono Korelasi bisikan alam karo untu geraham, wkwkwk,,, iso2 neee. Dan koyoke kabeh epepmu dihiasi mbak Yoo Rachel ÷__÷ .
    Kurang lego mboook, sekuel dong. Ceritakno pas Jongdae matek :’)

    • Emboh. JongDae matek aku galon Vy. Yoh anok hubungane lah, karena kita sama-sama dengan alam, mereka memberi tanda leqat bahasa ibu (tuhan) tapi karena manusia terlalu sombong, kita lupa dengan bahasa alam. Wkwkwkwk (nguntit geg cerpenne Dewi Lestari coy)

  2. Beraaaaatttt !! Hufftt !!! Beraaat hati ni rasanya ketika baca kalimat terakhir. Karena berharap gak ada akhir. Sukak banget !! Hihihi ^_^

  3. kerenn kakjul! tapi aku masih gak paham, bisikan alam itu apa? pertanda ato gimana?
    kereennn!! tapi endingnya gak enak-_- kaya memphp diriku wkwkwk😄
    kakju ada typo, itu jepol apa jebol kah? ‘-‘

  4. halo ^^ aku liana garis 95, baru baca hehe.nyari fic chen itu sekarang sesusah nyari jerami di tumpukan jarum *yea
    pertama aku mau komentar dulu dari sisi menulisnya karena bahasa yg dipake anti mainstream banget aku suka😄 akhir2 ini banyak fic yg bahasanya susah (dan diri ini kyknya keseret) dan nemu fic begini sangat melegakan :p bacanya jadi lebih santai gak perlu mikir berat
    kedua, aku suka dialognya jongdae-jiwon, pesan yg ada di dalamnya itu lho kena banget huhu apalagi yg waktu jongdaenya bilang ‘kalo rumahnya sama ntar baliknya ke sana2 juga jadi kita gak akan kepisah’ huaaaa jongdae-yaaa
    ketiga iyah emang endingnya gantung tapi emang gak semua cerita harus diselesaikan dengan ending yg jelas kan ^^ aku juga gak tega kalo di endingnya chen dibikin mati huhu
    like this and keep writing!

    • 95? Yuhuu kita sepantaran…. makasih udah mau RCL FF aku, padahal banyak yg bilang diksi aku aneh. Wkwkww
      Bikin FF kayak gini gegara dicekokin cerpennya Dee yang Firasat. Endingnya emang udah kayak gitu, soalnya nggak tega bikin Chen koed, dan reader bisalah berekspektasi sendiri.

  5. MBAK ZUL, LONGTIMNOSI😄
    lamaaaaa banget aku gak baca ff-mu, huhu
    masih kenal kah?😀
    Mbak, tulisanmu selalu KEREN bin UNIK!
    ah, Jongdae. u,u
    dan… itu udah perfect ending banget mbak!
    aku gak kuaaat kalo harus ditinggal abang Chen setelah Tao pergi, *apaan sih.
    oke mbak, segitu aja dariku, siyunextim!😉

  6. aku udah baca ini jauh2 hari, tapi baru sempet komen sekarang. hhheee
    aku kepikiran sama gaya penulisanmu, jul *sok kenal* /slap/ *tenang aja.. keknya kita seumuran kok* hhihi B-)

    tulisanmu aku liat, kalo di bagian narasi suka baku gitu.. tapi pas di bagian dialog tokoh suka kurang baku. aku pribadi bacanya sedikit kurang nyaman. tapi cuman sedikit kok~ tenang aja, gak semuanya. this‘s just my opini :3

    aku suka jeli kalo soal gaya penulisan hhehe apalagi ff pertama yg aku baca dari seorang author..:D

    udah itu aja sih.. kalo dari cerita ini kenapa pendek bnget *drabble woee!*
    hhaha
    btw, salam kenal :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s