[SEQUEL] Set Me Free – Part 2

BwXo2IFCQAIXbfY

Desclaimer :

“Aku hanya meminta kebebasan, karena aku bukan peliharaanmu!” – Kim Hyesun

“Kau milikku! Kalau bisa aku membunuh semua pria di dunia ini, pasti akan kulakukan!” – Cho Kyuhyun

Author : Jhyosun13

Tittle : Set Me Free! [Part 2/6]

Tag : Cho Kyuhyun, Kim Hyesun (OC)

Genre : Romance, School Life, Angst-Sad

Rating: PG-15

Length : Series

Author’s Note :

Annyeong^^ Hope you’ll like this fanfic, if you like? I am HAPPY hehe..

TYPO BERTEBARAN !

Previos part : [FICLET] Set Me Free! – [SEQUEL] Part 1 – ON GOING

 

-Happy Reading-

 

 

 

 

Keadaan kyuhyun tidak bisa dikatakan baik. Pengawal bahkan rumah kyuhyun pun tidak bisa dikatakan dalam keadaan baik. Setelah mendapat pesan dari jessie pengawal pribadi hyesun, kyuhyun seperti sedang dirasuki makhluk halus mengendarai mobil mahalnya dengan kecepatan tinggi menuju kerumahnya. Tiba kerumahnya kyuhyun membanting semua barang setelah melihat tidak ada keberadaan hyesun di kamar nya.

“BRENGSEK! Bagaimana kalian bisa seceroboh itu?!” kyuhyun berteriak kepada pengawal nya yang sedang duduk berlutut di hadapannya.

“Dan kau Jessie Glee, apa yang kuperintahkan padamu?! AKU MENYURUHMU UNTUK MENJAGANYA!! KALIAN SEMUA CEPAT LACAK DIA! JANGAN HARAP KALIAN BISA KEMBALI TANPA HYESUN!!!!”

PRANNGGG

 

Sontak jessie dan yang lainnya segera mencari hyesun. Kyuhyun duduk di sofa dengan nafas yang memburu dan mengepalkan tangan nya sampai putih memucat.

“Sial. Aku harap dia tidak menelpon aboenim!” kata kyuhyun menutup mata nya dan tanpa dia sadar satu tetes air mata keluar dari mata tajam milik kyuhyun.

 

*****

 

Hyesun berlari-lari kecil tanpa alas kaki dan hanya memakai hotspant dan baju kaos yang hanya menutupi sampai setengah pahanya saja. Tatapan aneh dan kasian pun di dapatkan dari pejalan kaki yang ia temui.

“Aku harus menelpon appa!” kata hyesun. Hyesun melihat ke sekililing nya berharap ada seseorang yang ia kenal. Hyesun memukul kepalanya saat ia sadar baru 4 hari yang lalu dia mendapatkan beberapa teman dan sial nya lagi dia lupa membawa handphone nya. Oh tidak, dia sudah menghancurkan handphone nya sendiri.

”Kau bodoh sekali Kim Hyesun” batin hyesun.

Hyesun menduduki dirinya di bangku pinggir taman. Berpikir apa yang harus dia lakukan? Saat hyesun sudah bebas bahkan hyesun tidak tahu harus kemana, bodoh sekali kim hyesun itu bukan? Jangan salahkan hyesun.  Itu dikarenakan kyuhyun sangat melarang hyesun untuk berteman bahkan untuk melihat seseorang saja kyuhyun melarang nya maka dari itu hyesun tidak tahu dimana tempat dia bisa berlindung untuk saat ini. Hyesun menghela nafas nya dan menatap langit.

“Bahkan langitpun mengetahui bagaimana perasaanku.” Gumam hyesun saat rintik-rintik hujan mengenai wajah cantik nya. Bukanya untuk mencari tempat untuk berteduh seperti pejalan kaki lainnya, hyesun tetap memejamkan matanya dan mengadahkan wajahnya kearah langit.

“Nona anda tidak segera pulang? Kurasa hujan ini akan sangat deras dan akan lama reda nya.” Kata seseorang. Hyesun menatap seseorang tersebut yang sedang melepaskan jaketnya dan menutupi kepala hyesun dari basahnya air hujan. Pria tersebut menggiring hyesun ke minimarket yang tidak jauh dari taman.

Sesampainya di minimarket tersebut, hyesun duduk di kursi yang menghadap langsung ke arah jalan sedangkan pria yang menolongnya? Bahkan hyesun tidak memikirkannya.

“Ini, buat menghangat tubuhmu!” kat apria tersebut memberi kan kopi hangat.

“Terimakasih tuan..”

“Ahn Jaehyun”

“Terimakasih jaehyun-ssi” kata hyesun dan meniup-niup kopi miliknya. Jaehyun melirik hyesun dan tersenyum kecil.

“Sepertinya nona sedang menunggu seseorang ditaman itu, benarkah?” tanya jaehyun.

“Emm, sebenarnya tidak. Aku sedang memikirkan apa yang harus kulakukan dengan seseorang yang tidak mempunyai siapa-siapa di negara ini” kata hyesun tanpa beban. Jaehyun mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

“Nona..”

“Kim Hyesun”

“Ah ye, hyesun-ssi. Kalau boleh tau siapa orang itu? Kurasa aku bisa membantu. Aku mem..”

“Benarkah? Kau bisa membantu?!” potong hyesun dengan wajah yang berbinar-binar menatap jaehyun. Jaehyun tertawa kecil melihat perubahan drastis dari mimik wajah hyesun saat ini. Jaehyun menganggukkan kepalanya sambil meminum kopi miliknya. Hyesun tersenyum senang.

“Dan hyesun-ssi, siapa..”

“Aku. Aku orangnya jaehyun-ssi.” Jawab hyesun cepat. Jaehyun sontak menatap hyesun dengan tatapan tidak percaya menatap hyesun dari atas sampai kebawah dan mengernyitkan dahinya.

“Apa benar dia tidak memiliki siapa-sipa di sini? Kupikir dia anak chaebol.” Batin jaehyun

“Bagaimana jaehyun-ssi, kau bisa membantuku?” tanya hyesun lagi.

“Emm. Apa kau benar-benar tidak mempunyai siapa-siapa disini hyesun-ssi?” tanya jaehyun memastikan. Hyesun mempoutkan bibirnya tidak suka mendengar pertanyaan jaehyun.

“Aku benar-benar tidak mempunyai siapa-siapa jaehyun-ssi. Appa ku berada di amsterdam, ibuku telah meninggal saat umurku 10 tahun. Dan aku baru saja kabur dari tunangan ku.” Kata hyesun memandang lirih ke arah jalan yang telah sepenuhnya basah. Jaehyun menatap tanpa ekspresi mendengar pengakuan hyesun.

“So, kenapa kau kabur dari rumah tunangan mu kalau kau tahu bahwa kau tidak mempunyai siapa-siapa di negara ini? Bukankah itu tindakan yang sangat nekat? Dan ditambah lagi kau menceritakan kepadaku yang baru saja kau mengenalnya tidak lebih dari 30 menit yang lalu. Itu ceroboh. Dan, kurasa kau masih bocah yang berumur sekitar 17-18 tahun. Sudah memiliki tunangan? Well, itu menarik.” Kata jaehyun panjang lebar. Hyesun yang mendengarnya mengernyitkan dahi nya tanda ia tak suka dengan perkataan jaehyun.

“Kalau kau tidak ingin membantuku bilang saja, jangan mencoba menebak-nebak jalan kehidupan orang yang baru kau kenal tidak lebih dari 30 menit yang lalu!” kata hyesun dingin dan berdiri dari tempat duduk nya.

“Hey, hey nona. Kau mau kemana?” jaehyun pun berdiri dihadapan hyesun. hyesun menatap sengit jaehyun.

“Aku akan memberimu kamar gratis di apartementku, eo?” kata jaehyun tersenyum jenaka.

“Apartementmu? Kau yakin?” tanya hyesun. Jaehyun mengangguk.

“Shireo! Kau pikir aku wanita simpananmu. Cih.” Kata hyesun dan berjalan menuju pintu keluar. Jaehyun mengacak rambut nya frustasi.

“Hey! Kim Hyesun-ssi!!” teriak jaehyun. Sedangkan hyesun berlari-lari kecil menuju halte yang tidak jauh dekat mini market sambil menutupi kepalanya dengan tangannya sendiri.

“Kau sungguh tidak mau?” tanya jaehyun lagi dan duduk disamping hyesun.

“Tidak jaehyun-ssi!” jawab hyesun sambil menggosok-gosokkan tangan nya. Jaehyun yang melihatnya melepaskan mantelnya dan memakaikan di punggung hyesun. Hyesun pun kaget dengan apa yang dilakukan jaehyun.

“Seharusnya kalau mau kabur, buatlah persiapan terlebih dahulu. Jangan menyiksa diri sendiri seperti ini” hyesun tersenyum kecil mendengar perkataan jaehyun.

“Kau lucu. Aku bisa kabur saja, aku sangat bersyukur. Membuat persiapan terlebih dahulu? Itu membunuh waktu ku saja. Geundae jaehyun-ssi, apakah kau tidak bisa memberiku sebuah rumah atau kamar yang lain selain kamar di apartementmu? Aku akan membayarnya dengan cara apapun tapi masih dalam hal yang wajar.”

“Emm, kau yakin?” tanya jaehyun. Hyesun mengangguk.

“Kau bisa melakukan pekerjaan yang bisa membuat kulit putih susumu itu lecet?”

“Kau pikir aku anak yang tidak pernah memegang peralatan rumah tangga huh?” hyesun mempoutkan bibirnya. Jaehyun tertawa kecil.

“Baiklah aku akan memberimu kamar di salah satu hotel milikku, tapi kau harus membayarnya dengan bekerja di salah satu restoranku. Bagaimana? Kau mau?” tanya jaehyun sambil melirik sekilas kearah hyesun.

“Eo! Kau tidak membohongi ku kan?” tanya hyesun memastikan. Sejujurnya hyesun tidak sepenuhnya mempercayai pria yang duduk disampingnya ini.

“Kalau kau tidak mau ya tidak apa-apa!” kata jaehyun berdiri dan melangkahkan kakinya menuju mobil audi hitam yang baru saja berhenti dihadapan mereka. Hyesun pun kaget melihat jaehyun yang tiba-tiba ingin meninggalkan nya, hyesun pun mengikuti jaehyun dan masuk duluan ke mobil jaehyun. Jaehyun tersenyum melihat hyesun yang sudah duduk manis di kursi penumpang belakang sambil menyuruhnya cepat masuk.

“Hey, jaehyun-ssi! Ppali! Kau akan sakit jika terus-terusan berdiri disana!” teriak hyesun. Jaehyun pun segera mengikuti hyesun dan duduk disamping hyesung di mobil miliknya.

“Song ahjusshi, pergi ke CT Hotel terlebih dahulu!” kata jaehyun kepada seseorang yang duduk di  kursi penumpang.

“Kau seperti sudah mengenalku lama saja, cih. Memalukan” ejek jaehyun melihat tingkah hyesun yang sedari tadi tidak ada kata canggung antara mereka berdua. Hyesun juga berpikiran sama, bagaimana dia bisa seperti ini terhadap orang baru saja dikenalnya? Apakah ini effect dari keinginannya yang ingin membuat kyuhyun menyadari sikap nya yang terlalu berlebihan terhadapnya? Lupakan. Yang terpenting dia sudah mendapatkan tempat buat tidur untuk malam ini.

 

*****

 

“Maafkan kami tuan. Kami tidak dapat menemukan nyonya.” Kata jessie tanpa ragu mengatakannya kepada kyuhyun yang saat ini sedang berdiri melihat pemandangan seoul dari dinding kacanya.

“Tetapi nyonya meninggalkan surat ini. Kami menemukannya di bawah bantal milik nyonya, tuan?” kata jessie lagi. Tidak ada respon dari kyuhyun. Ini aneh. Dan ini bukan kyuhun yang sedari tadi membentak semua orang. Dan ini cuma berselang waktu 5 jam semenjak nyonya muda nya pergi dari rumah.

“Cari tahu CT Hotel dan cari tahu siapa pemilik dari hotel tersebut! Aku butuh datanya 5 menit dari sekarang!” kata kyuhyun. Sontak membuat pengawalnya yang tepat berdiri di belakangnya.

“Maaf tuan, un..”

“Lakukan saja. Kalian masih beruntung tidak kubunuh saat ini juga karena kerja kalian yang sangat lamban!” bentak kyuhyun dan menatap tajam kearah jessie.

“Berikan kepadaku surat itu!”

 

 

Pasti tidak akan lama aku berada di luar sana

Cepat atau lambat aku akan kembali ke neraka milikmu

Jika kau ingin melihat mayatku

Jemputlah aku

Jika kau ingin berubah dan masih ingin bersamaku

Jemputlah aku

 

-Kim Hyesun-

 

Kyuhyun meremuk-remukkan surat hyesun dan melemparkannya tepat di wajah oriental milik jessie. Kyuhyun menarik dan menghembuskan nafasnya kasar.

“ARRGH! SIALAN KAU KIM HYESUN!!” teriak kyuhyun

Praanggg

 

Guci mahal kyuhyun pun menjadi korban selanjutnya. Setelah hampir seluruh benda-benda bahkan sofa dan kursi yang sudah tidak berbentuk lagi terkena amukan kyuhyun.

“Cepat kau dapatkan data itu!! Kau ingin bermain denganku hye? Baiklah, akan kubebaskan kau untuk sementara nikmati kebebasanmu untuk saat ini. Setelah itu, kau akan melihat hal yang tidak pernah kau pikirkan!” gumam kyuhyun.

“Tuan ini data tentang kepimilikan CT Hotel”

 

 

*****

 

Hyesun melangkahkan kakinya mengikuti langkah jaehyun. Hyesun bertanya-tanya apa sebenarnya pekerjaan pria ini? Apakah hotel ini miliknya. Karena sedari tadi semenjak dia dan jaehyun masuk banyak yang memberi hormat kepadanya bahkan saat ini mereka diikuti oleh beberapa orang yang berjas lagi yang dia tahu itu adalah direktur-direktur atau petinggi-petinggi di hotel ini.

“Jaehyun-ssi?” panggil hyesun. Saat ini mereka sedang berada di lift berdua saja.

“Apa? Ada yang ingin kau tanyakan?” tanya jaehyun sambil membenarkan letak poni rambutnya sambil melihat bayangan nya di lift.

“Hotel ini milikmu?” tanya hyesun hati-hati. Jaehyun mengangguk. Hyesun mengangakan mulutnya. Well, dia menemukan pria kaya lainnya selain dari kyuhyun. Walaupun dia tahu bahwa tunangan nya itu lebih kaya dari pria ini. Hyesun menghembuskan nafasnya memikirkan kyuhyun.

“Pasti kyuhyun sedang mengamuk saat ini” batin hyesun

Jaehyun melirik hyesun. Jaehyun menatap bingung hyesun yang menundukkan kepalanya, memelintirkan kaosnya, dan meloncat-locat kecil.

“Kau ingin buang air kecil?” tanya jaehyun heran. Hyesun mengernyitkan dahinya. Hyesun bukannya ingin buang air kecil itu memang kebiasaan hyesung jika dia sedang resah atau bingung seperti saat ini.

“Tidak.” Jawab hyesun.

“Kupikir kau ingin buang air kecil. Oh ya, sedari tadi aku penasaran siapa tunanganmu itu?” tanya jaehyun.

 

PING

 

“Dimana kamarnya?” tanya hyesun. Jaehyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil. Sepertinya pria ini suka sekali tersenyum. Jaehyun pun berjalan dan diikuti oleh hyesun. Hyesun menatap aneh dengan lantai ini? Bukannya dia tidak pernah melihat hal-hal yang mewah seperti ini malah sebaliknya dia sangat sering melihat hal-hal yang sangat jarang dilihat oleh manusia di bumi ini.

Di lantai ini hanya memiliki 3 pintu kamar. Bukannya hotel itu memiliki banyak pintu?

“Lantai ini milik keluargaku” kata jaehyun menunjuk sebuah foto yang tergantung di dinding di hadapan mereka saat ini. Mereka terdiam sejenak, dan jaehyun langsung menuju pintu yang tak jau dari mereka.

“Masuklah. Ini kamar kakak ku. Kau pakai saja, kakak ku sudah meninggal. Dan kau bisa memakai baju yang ada di walking closet. Kupikir akan sedikit kebesaran di badanmu.” Kata jaehyun setelah membuka pintu dan menyuruh hyesun masuk. Hyesun masuk  dan tersenyum senang melihat bagaimana indahnya kamar ini. Sepertinya bukan kamar hotel tetapi apartement.

“Bagaimana nyaman bukan? Cih, ini terlalu mahal buat kupinjamkan secara gratis kepada seseorang yang baru kenal 30 menit yang lalu” kata jaehyun duduk di sofa nulat berawarna merah. Hyesun mencibir pelan dengan apa yang baru saja dikatakan jaehyun. Hyesun lebih memilih melihat-lihat kamar yang katanya milik kakak pria yang saat ini sedang sibuk dengan ponselnya.

“Hey nona kim!” Panggil jaehyun. Hyesun menghentikan langkah nya yang ingin menginjakkan kakinya di anak tangga.

“Apa?” tanya hyesun. Jaehyun menyuruh hyesun untuk duduk di sofa panjang yang berada di depannya. Hyesun dengan saat terpaksa menurutinya kalau bukan dia yang menolongnya dengan sangat baik hati ini mungkin dia akan mengabaikan nya saja.

“Ehem. Begini, besok salah satu orang ku akan membawa mu dimana kau akan bekerja mulai besok. Mengerti?” kata jaehyun. Hyesun mengangguk.

“Dan kau harus menjawab pertanyaan yang akan kutanyakan sekarang. Jika kau tidak ingin menjawabnya kau bisa melewati pintu itu dan menutupnya kembali, arasseo?” kata jaehyun sambil melipatkan tangan nya di depan dada menatap lurus hyesun yang saat ini sangat malas menatapnya.

“Emm” jawab hyesun singkat.

“Kau masih bersekolah bukan? Apakah kau tidak ingin bersekolah lagi? Kupikir kau saat ini berada di tingkat akhir.” Jaehyun bertanya santai dan menaik-naikan alisnya.

“Jangan hanya kau mempunyai masalah yang cukup serius dengan tunangan mu itu, kau meninggalkan pendidikanmu. Asal kau tahu pendidikan itu sangat penting!” sambung jaehyun. Hyesun membenarkan perkataan jaehyun. Dia seharusnya juga harus meneruskan pendidikan nya. Tapi, jika dia pergi ke sekolah pasti dia akan bertemu dengan kyuhyun bukan? Astaga kenapa dia harus berada di tingkat akhir untuk saat ini? Jaehyun tersenyum kecil, dia pikir dia berhasil membuat hyesun memikirkan apa yang harus memang dia utamakan.

“Kau benar. Tapi itu akan sulit bagiku.” Kata hyesun menyenderkan punggung nya di sofa empuk yang ia duduki.

“Maksudmu?” Jaehyun sebenarnya sangat penasaran dengan masalah yang dimiliki bocah yang berada di hadapan nya saat ini. Bocah? Yup. Jaehyun sudah berumur. Umurnya saat ini hampir memasuki kepala tiga yaitu 29 tahun. Dia mempunyai istri? Punya dan sudah meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Jika kalian yang berpikiran bahwa jaehyun menyukai hyesun, kalian salah besar. Dia berpikir bahwa dia harus menolong bocah ini. Well, jaehyun  3 tahun akhir ini selalu mengambil tindakan sesuai apa yang dia pikir itu benar dan tidak menggunakan perasaan nya.

 

Hyesun POV

 

“Maksudmu?” tanya pria yang dihadapanku ini. Sebenarnya apa yang dia inginkan? Kim Hyesun hilangkan ego mu untuk saat ini. Dia. Telah. Menolongmu. Bukan saat nya kau menempelkan kembali wajah dingin mu itu. Tetapi, apakah aku harus menceritakan masalahku dengan kyuhyun dengan nya? Oh god, aku belum yakin dengan pria ini. Apakah aku seharusnya menelpon appa? Bodoh sekali kau kim hyesun, kau masih mempunyai seorang ayah.

“Bisakah aku meminjam ponselmu?” tanyaku. Kulihat jaehyun mengernyitkan dahinya dan  menggelengkan kepalanya.

“Ambil sendiri!” kata jaehyun mengedikkan dagunya ke arah meja kaca bundar yang dihadapan kami. Aku mengambilnya dan langsung mengetikkan nomor appa.

 

Tidak

 

Aktif

 

Oh lengkap sekali penderitaan mu kim hyesun. bahkan orangtuamu sendiri tidak dapat dihubungi. Aku mengembalikan handphone milik jaehyun dengan raut wajah yang sangat sangat kecewa. Jaehyun menerimanya dengan wajah datar nya itu. Bahkan dia tersenyum pun masih terlihat datar. Malang sekali dia diciptakan tuhan dengan wajah datar seperti itu.

“Amsterdam? Belanda? Ayahmu?” tanya pria itu sambil menggoyang-goyang kan handphone miliknya sendiri. Aku hanya mengangguk kepala saja.

“Sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku akan mencari tahu sendiri tentang masalahmu dan siapa tunanganmu itu, jika kau tidak ingin sekolah aku akan memberikan home schooling saja dan aku akan mendiskusikan dengan pihak sekolah mu tanpa sepengetahuan tunangan sialan mu itu” katanya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. What? Dia bilang tunangan sialan? Kau lebih sialan lagi menghina seseorang yang bahkan kau tidak tahu siapa. Menyedihkan. Tiba-tiba dia berhenti dan berkata “Kamarmu di atas dan temukan sendiri pakaian nya di dalam kamar itu, kau bisa memasak bukan? Masaklah jika kau lapar. Ahh aku hampir lupa, semua ini tidak cukup dengan kau hanya bekerja di restaurantku. Ingatlah kebaikan ku ini nona.” katanya dan benar-benar pergi.

Jika aku tidak sedang bertengkar hebat dengan kyuhyun akan kuadukan kau dengan kyuhyun. Seenaknya saja kau! Sialan!

 

Hyesun POV END

*****

 

Suasana yang mencekam masih menyelimuti kediaman anak bungsu keluarga cho ini. Para pelayan berlomba-lomba untuk segera menyelesaikan tugas mereka pagi ini sebelum tuan muda mereka turun dari kamarnya.

“Sebenarnya apa hubungan nyonya muda dengan CT Hotel?” tanya jessie kepada albert pengawal sekaligus kaki tangan cho kyuhyun. Albert melirik sebentar kearah jessie yang sedang berdiri dihadapannya, albert tersenyum sinis.

“Nyonya saat ini berada disana” jawab albert santai. Jessie sontak terkejut mendengar perkataan albert. Bagaimana bisa nyonya muda mereka menginap di hotel termewah di korea selatan? Oh, keluarga ini memang penuh kejutan.

“Bagaimana bisa? Dan juga bagaimana cara oppa tahu bahwa nyonya muda berada disana? Aku sudah mencari bahkan melacak dengan peralatan kita dan tidak menemukan nyonya muda?” tanya jessie bingung mendengar jawaban dari oppa kandung nya itu.

“Ahh. Itu hanya kebetulan, waktu itu aku juga sedang mencari nyonya muda tiba-tiba saja hujan deras pada saat itu dan aku berteduh di minimarket. Dan, surprise nyonya muda ada di sana sedang bercengkerama dengan pemilik CT Hotel sekaligus CEO CT Group.” Jawab albert singkat dan langsung berdiri saat melihat tuan mereka turun menggunakan setelan jas biru tua yang sangat rapi.

“Bagaimana dengan kelulusan ku?” tanya kyuhyun santai dan duduk di meja makan untuk sarapan pagi. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa malam tadi. Sontak membuat pelayan dan pengawal yang berada di sekitar kyuhyun bingung. Bagaimana tuan muda mereka bisa bersikap seperti ini? Ini tidak biasanya. Mereka kira kyuhyun akan mengamuk pagi ini dan membentak pelayan dan pengawalnya tanpa jelas. Seperti. Biasanya.

“Saya sudah mengurusnya tuan. Anda sudah lulus dan bisa melanjutkan pendidikan anda di universitas manapun.” Jawab albert sambil melihat tablet yang ia pegang. Kyuhyun mengangguk.

“Tuan?” panggil jessie. Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menaikkan alis kepalanya. “Emm, begini. Apa yang harus kami lakukan mengenai nyonya muda?” tanya jessie. Kyuhyun menghentikan acara makan nya. Dan memasukkan tangan di saku celana nya dan tampak seolah berpikir.

“Untuk saat ini biarkan dia dan pria tua sialan itu. Dan tugas kalian berdua” kyuhyun diam sejenak. Jessie dan Albert berharap cemas.

“Aku harap kyuhyun tidak menyuruhku untuk membunuh orang lagi” batin jessie

“Jika kyuhyun menyuruhku hal yang normal, aku akan segera membawa kyuhyun ke psikiater saat ini juga” batin albert

“Teliti tentang bagaimana keadaan CT Group saat ini, dan ganti CT Hotel menjadi XINA Hotel” kata kyuhyun santai dan tersenyum licik.

“M.. Mw.. Mwo? Tuan, jika kita melakukan itu sama saja kita membuat CT Group bangkrut, karena penghasilan utama dari CT Group adalah CT Hotel.” Jelas albert. Jessie menghela nafasnya kasar.

“Apa masalah buatku? Itu malah membuat XINA Corp. mendapat keuntungan” jawab kyuhyun menatapa lurus Glee bersaudara itu.

“CHO KYUHYUN!!” teriak seseorang. Kyuhyun mengernyitkan dahinya ketika mendengar seseorang yang seenaknya memanggilnya seperti itu.

“Noona?” kaget kyuhyun melihat kakaknya saat ini ada dihadapannya. Setahu kyuhyun saat ini kakaknya sedang melakukan perjalanan bisnis untuk mengecheck seluruh anak perusahaan yang berada di benua asia dan eropa di bawah naungan Cho Group.

“BRENGSEK. DIA TUNANGANMU CHO KYUHYUN! BAGAIMANA BISA KAU MEMPERLAKUKAN DIA SEPERTI ITU? Bahkan dia kabur dari rumah ini!!” bentak ahra. Sontak membuat orang yang berada disitu kecuali kyuhyun menundukkan kepalanya.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya kyuhyun yang masih bisa mengendalikan emosinya tidak seperti ahra yang saat ini sedang mencoba mengatur nafasnya yang meburu sejak dari tadi. Kyuhyun melirik jessie dan albert tajam.

“Bukan jessie maupun albert yang memberitahu ku. Kalau mereka yang memberitahuku kupastikan saat ini kau akan mengusir mereka bahkan ingin membunuh mereka bukan? Aku masih mempunyai hati tidak seperti mu! Aku bahkan tidak sudi menganggap mu adik saat ini” kata ahra santai yang sudah meredamkan amarahnya. Rasanya percuma saja ahra memarahi dan membentak kyuhyun. Tidak. Ada. Gunanya. Hanya membuang tenaganya saja.

“Aku bahkan masih bisa hidup tanpa kehadiranmu disisiku sebagai kakak ku” kata kyuhyun santai. Ahra membulatkan matanya mendengar perkataan adiknya. Dan tertawa tidak percaya. Well, memang benar apa yang dikatakan kyuhyun? Dia masih hidup tanpa ada kakaknya saat ini. Dengan kekayaan yang ia miliki sebagai CEO XINA Corp. yang merupakan perusahaan yang sangat berpengaruh di kancah perdagangan internasional. Dan tidak hanya itu kyuhyun memiliki aset berpuluh-puluh hektar perkebunan teh, kopi dan anggur, beberapa mobil sport miliknya, hotel-hotel miliknya yang berada di Eropa, dan Departement Store yang berada seoul, jepang dan  china. Kita bisa katakan bahwa kyuhyun memang benar benar jenius bisa mengolah semua itu di umurrnya yang masih belum menduduki usia 20 tahun!

“Setidaknya aku saat ini masih kakak mu cho kyuhyun! Aku tidak apa-apa kau bisa memperlakukanku seperti itu.” Ahra duduk di kursi meja makan tepat dihadap kyuhyun “Kau tidak bisa memperlakukan hyesun seperti tahanan! Kau juga harus membiarkan dia bisa membaur dengan keadaan sekitar. Dia masih 17 tahun kyuhyun! Dia terlalu muda untuk kau perlakukan seperti itu, ani! Kau tidak bisa memperlakukan manusia seperti itu!” kata ahra. Kyuhyun diam hanya menatap dingin kearah ahrra.

“Sebelum hyesun memutuskan tuna..”

“Dia tidak berhak memutuskan tunangan ini!” kata kyuhyun. Ahra memutar malas bola matanya.

“Cih, tentu saja dia berhak. Hey, cho kyuhyun! Kau kira Paman Kim masih ingin menjadikan kau sebagai menantunya setelah dia tahu apa yang kau perbuat kepada anaknya?” kata ahra tersenyum. Kyuhyun menaikkan alisnya mendengar perkataan ahra.

“SIAL!” batin kyuhyun

“Dan jangan kau berpikir untuk menyingkirkan paman kim seperti kau memnyingkirkan pria lain yang berusaha mendejati hyesun. Paman kim itu. Ayahnya. Cho. Kyuhyun.” Kata ahra menekankan kata ayah. Kyuhyun menghela nafasnya kasar.

“Tidak ada yang berhak memisahkan aku dan hyesun bahkan itu ayah kandung hyesun sendiri” kata kyuhyun final dan berdiri. Ahra hanya menggelengkan kepalanya melihat adiknya itu pergi meninggalkan pembicaraan penting mereke bagitu saja.

“Menyebalkan. Dimana saat ini hyesun berada?” tanya ahra kepada jessie. Jessie pun tampak ragu untuk menjawab nya.

“Jawab saja! Kau juga sangat menyebalkan seperti kyuhyun.” Kesal ahra yang menyadari bahwa jessie enggan untuk memberitahunya.

“Emm. Nyonya saat ini berada di CT Hotel nona cho” jawab jessie. Ahra terkejut. Memandang tak percaya kerah jessie.

“Kau bilang CT Hotel?” tanya ahra memastikan. Jessie mengangguk.

“Bagaimana bisa hyesun bisa ada disana?” tanya ahra.

“Nyonya muda tidak sengaja bertemu dengan pemilik CT Hotel dan pemiliknya hotel tersebut membantu nyonya muda nona” kata jessie.

“Pemilik CT Hotel? Maksudmu CT Group? Ani. Maksuku Ahn Jaehyun bukan?” tanya ahra takut-takut.

“Iya nona. CEO CT Group, Ahn Jae Hyun” kata jessie. Seketika sekujur tubuh ahra melemas mendengar apa yang baru saja dikatakan jessie.

“Ahn Jaehyun itu paman nya aku dan kyuhyun yang tepatnya adik eomma yang dulu berada di Canada dan kyuhyun sangat membenci jaehyun samchon, ini akan menimbulkan masalah baru.” gumam ahra. Jessie pun masih dapat mendengar, hanya tersenyum miris. Tentunya dia tahu, jessie tahu seluk beluk silsilah dari keluarga ini.

 

*****

 

Hyesun tidak bisa tidur nyenyak malam tadi. Tampak lingkaran hitam di kantung mata hyesun. Hyesun berjalan gontai menuju dapur, satu demi satu anak tangga ia lewati dengan hati-hati karena di harus membagi konsentrasinya antara rasa ngantuknya dan langkahnya. Setelah sampai di lantai dasar hyesun juga harus berjalan cukup jauh karena dapur terletas di sebelah ruang keluarga yang ia harus memutari setengah dari apartment ini. Ingat ini apartement bukan hotel. Pemiliknya memang benar-benar aneh.

“Menyebalkan. Dapurnya jauh sekali.”Gumam hyesun sambil mengambil gelas dan menuangkan air putih. Setelah ia merasa rasa dahaga nya telah hilang ia langsung menuju ke toilet yang berada tidak jauh darinya.

“Kau memang luar biasa nyonya cho. Aku akan benar-benar mengikatmu di rumah kita nanti” kata seseorang. Hyesun sontak membulatkan matanya saat mendengar suara yang benar benar sangat ia kenal.

“Cho.. cho.. Kyuhyun!” kaget hyesun. seketika rasa kantuknya menghilang begitu saja melihat kehadiran kyuhyun saat ini duduk di sofa sambil tersenyum khas miliknya menatap hyesun.

“Bagaimana bisa?” gumam hyesun. kyuhyun berjalan mendekatinya, hyesun memandang takut saat melihat kyuhyun mendekatinya.

 

Greep

 

“Aku tidak bisa tidur nyenyak malam tadi tanpa memelukmu seperti ini” gumam kyuhyun dan membenamkan hidungnya di leher hyesun. Jantung hyesun berpacu dengan cepat dengan apa yang dilakukan oleh kyuhyun. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan melihat keadaan hyesun dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Dimana saja yang ia sentuh?” tanya kyuhyun tiba-tiba. Hyesun mengkerutkan dahinya tidak mengerti dengan ucapan kyuhyun.

“Maksudmu?” tanya hyesun. Kyuhyun memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya kasar.

“Aku tidak menyentuh apapun cho kyuhyun!” kata seseorang. Sontak hyesun dan kyuhyun terkejut dan menemukan jaehyun yang berpakaian resmi seperti kyuhyun hanya saja jaehyun terlihat lebih santai. Kyuhyun mengeraskan rahangnya melihat seseorang yang ssangat ia temui saat ini.

“Brengsek. Kenapa kau tidak memberitahuku dia berada dengan mu?” Kata kyuhyun dan berjalan cepat kearah jaehyun.

 

BUGH

 

 

BUGH

 

 

“Omona!” kaget hyesun melihat apa yang baru saja kyuhyun lakukan kepada jaehyun. Jaehyun tersenyum sinis melihat kyuhyun yang saat ini terlihat murka.

“Jangan pernah menemuinya lagi!” kata kyuhyun dan langsung menarik hyesun pergi. Hyesun menahan tangan kyuhyun, dan melepaskan cengkraman tangan kyuhyun.

“Gwenchana?” tanya hyesun dan membantu jaehyun untuk berdiri dan mendudukkan jaehyun di sofa. Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam.

“Tenang cho kyuhyun. Jangan. Membuat. Hyesun. Mencoba. Pergi. Lagi” batin kyuhyun.

“Tidak apa-apa” jawab jaehyun. Jaehyun melirik kyuhyun yang sedang menyandarkan punggungnya sambil memasukkan tangan di saku celana nya.

“Kau mengenal kyuhyun?” tanya hyesun. Hyesun sangat penasaran, dia menduga bahwa jaehyun dan kyuhyun sudah saling mengenal saat melihat pertengkaran tadi.

“Dia keponakkanku” jawab jaehyun santai.

“Brengsek, kau tidak berhak memberitahunya!” kata kyuhyun. Hyesun menatap tajam kearah kyuhyun sontak membuat kyuhyun diam. Akhir-akhir ini kyuhyun merasa aneh dengan dirinya, dia tidak bisa menolah permintaan kyuhyun walaupun dia ingin menolaknya dia tidak akan berkata apa-apa dan pergi meninggalkan hyesun. Setelah menemukan hyesun dalam keadaan sehat di apartement milik ibunya sendiri dia merada tubuhnya sudah seperti terprogram dengan tatapan hyesun.

“Menyebalkan.” Batin kyuhyun

“Kau menyebalkan. Kukira kau orang asing yang baik hati ingin menolongku. Ternyata, kau paman nya kyuhyun yang sebentar lagi juga akan menjadi pamanku!” kata hyesun sambil mempoutkan bibirnya. Jaehyun mengernyitkan dahinya tak mengerti, sebenarnya apa masalah kyuhyun dengan hyesun? dia kira hyesun tidak ingin menikahi kyuhyun. Tapi sekarang? Mengapa? Astaga pasangan ini memang benar-benar tidak bisa ditebak. Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan hyesun. Semenjak hyesun menjadi tunangan kyuhyun, kyuhyun lebih sering tersenyum walaupun sikap semena-mena kyuhyun masih melekat padanya. Bahkan tunangan nya sendiri dijadikan seperti tahanan di rumah nya.

“Kita pulang!” kata kyuhyun

“Tidak mau!” jawab hyesun. kyuhyun mengeraskan rahangnya mendengar perkataan hyesun.

“Pulang!” kata kyuhyun lagi sambil menatap tajam hyesun

“Tatapan itu tidak mempan lagi terhadapku! Kau tidak membaca suratku? Aku tidak akan pulang sebelum kau membebaskan ku!” kata hyesun santai dan duduk di samping jaehyun. Jaehyun tersenyum mendebngar ucapan kyuhyun.

“Dia kabur hanya mencoba untuk mengubah sikap kyuhyun. Pintar sekali. Aku akan membantu kalau begitu” batin kyuhyun

“Aku juga tidak akan membiarkan kau membawa hyesun” kata jaehyun santai dan mengedikkan bahuny acuh. Hyesun menolehkan kepalanya kaget. Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya.

“Dia milikku. Jangan mencoba-coba untuk mecoba mengambil apa yang menjadi milikku” kata kyuhyun. Jaehyun tersenyum lucu. Hyesun mengernyitkan dahi nya tidak mengerti.

“Mengambil apa yang menjadi milikmu? Memang apa?” tanya hyesun. Kyuhyun kelabakan. Jaehyun sontak mengubah ekspresinya menjadi serius mendengar pertanyaan hyesun.

“Jelaskan kepadaku!” kata hyesun semakin yakin ada hal yang tidak beres.

“Tidak ada apa-apa” kata kyuhyun dan menarik tangan hyesun segera pergi.

“LEPAS!” kata hyesun sambil mencoba untuk menlepaskan genggaman erat kyuhyun.

“TIDAK!” jawab kyuhyun.

“Lepaskan dia cho kyuhyun!” kata jaehyun berdiri dari posisi duduknya.

“Kau tidak ada kaitannya dengan masalah ini. Jangan. Ikut. Campur.” Kata kyuhyun dingin.

“Tentu saja aku ada kaitannya. Wanita itu orang yang kuselamatkan tadi malam yang seperti orang tak tentu arah, dan kau seenaknya membawa nya pergi! Tentu saja aku tidak akan membiarkanmu!” kata jaehyun dan mendekati hyesun dan kyuhyun dan berdiri dihadapan mereka.

“Kaupikir aku percaya padamu, setelah apa yang kau lakukan padaku dulu, sam.. chon?” kata kyuhyun dan tersenyum meremehkan.

“Sudah kubilang dari dulu bahwa aku tidak tahu, bahwa kau dan dia saat itu memiliki hubungan!” kata jaehyun.

“CUKUP! Apa yang sedang kalian bicarakan sebanarnya?! Kau cho kyuhyun ceritakan padaku apa hubungan mu dengan pria ini dan apa masalahmu dengan nya?!” teriak hyesun frustasi.

 

 

-tbc-

 

44 responses to “[SEQUEL] Set Me Free – Part 2

  1. Agak aneh bayangin ahn jaehyun jd paman’y kyu.. hehe.. tu kan pasti kyuhyun ada alasan knp ngekang hyesun ..
    Lanjuuttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s