[Drabble] Freak

by grewlay
Oh Sehun and Park Jiyeon
Romance (absurd)

.

-Story Begin-

.

Melakoni drama dari dalang jadi-jadian.

Aku berdiri di panggung cerita. Mendapat peran menjadi tokoh putri raja yang disukai satu pemuda. Maksudku, banyak yang membawa cinta, namun hanya satu yang berhasil menarik atensiku untuk berbagi asa padanya. Ada rakyat biasa yang tidak suka, lantas aku ditembak tepat di kepala.

Duar. Mati deh.

“Sial. Cerita macam apa itu?”

“Setahuku, pemeran utama tidak akan mati. Kalaupun mati, pasti tidak sendirian.” Cetus Namjoon kemudian ia tertawa. Bahkan dengan lantangnya.

Apa kau bahagia, teman?

“Seharusnya yang membuat cerita adalah Minseok, atau Yixing, atau Joonmyun. Pokoknya anak-anak dari kelas sastra. Namjoon, apa kau tahu-“

“Aku tidak tahu.”

“Aku belum selesai bicara, bodoh!”

Lelaki sialan itu tertawa lagi. Meskipun kepalanya kuserang dengan pukulan seribu bayangan. Namjoon memang pribadi yang menyenangkan, namun terkesan gila. Ya, Namjoon seperti orang sinting, kalau kau ingin tahu.

Aku kembali berkutat dengan lembaran dialog tolol itu. Kalau dipikir-pikir, kesimpulan akhir dari drama ini seperti si pemeran utama tidak pernah mendapat kebahagiaan. Oh astaga, lalu dimana letak hebatnya drama ini? Dan, oke, mungkin aku terpaksa mengatakan kalau Guru Jung mulai tidak waras.

Dari sekian banyaknya karya dari anak sastra, kenapa harus drama dengan judul menggelikan seperti ini yang dipilih?!

Putri Dari Negara Api

“Namjoon, aku merasa harga diriku jatuh.”

“Itu tidak ada urusannya denganku. Yang jelas, dalam drama ini, aku dipasangkan dengan Shin Ahyun.”

“Aku kenal dengan gadis itu. Kalau kau butuh bantuan, hubungi saja aku. Tapi ada syaratnya,”

Namjoon mengesampingkan naskahnya. Iya tersenyum dan rrr… mungkin sedikit tampan. Sedikit! Tidak banyak! Tetap lebih tampan Himura Kenshin ketimbang Kim Namjoon.

“Tidak perlu, nona. Tanpa bantuanmu, aku juga bisa mengajak Ahyun pergi ke sea world. Kemarin ia menyetujui ajakkanku. Bwahahahaha,”

Apa menurutmu ini sudah adil, teman? -_-

Lelaki itu tertawa sampai perutnya kram, matanya terpejam, dan kuharap besok ia mati tenggelam. Bukankah ia ingin ke sea world? Siapa tahu saja ia ingin mencoba menyelam di aquarium dan berakhir menjadi mayat. HAHAHA!

“Padahal aku ingin kau menemaniku membeli kado ulang tahun untuk Jimin.”

“Itu tidak ada urusannya denganku. Bwahahaha,”

Apa ia tertawa lagi? Demi Neptunus! Kalau saja aku punya kekuatan seperti Kaneki, aku ingin mengoyak isi perutnya. Oh, tidak. Kalau saja aku Do Min Joon, aku ingin membuatnya melayang di atap gedung hanya dengan sorot mata dan menjatuhkannya dalam sekali kedip. Apa aku boleh tertawa, sekarang?

Bwahahahahaha…

“KIM NAMJOOOON!! AAAAAA!!” Aku memekik sambil menarik rambut lelaki sinting itu.

Persetan dengan murid lain yang terganggu. Persetan dengan Guru Jung yang akan menarik telingaku. Persetan dengan Namjoon yang terlihat tidak ada harga dirinya di depan Ahyun.

Yeah. Aku berhasil membuat lelaki itu bungkam seribu bahasa.

.

///

 .

“Apa aku tidak bisa dijadikan cinderella atau mungkin seperti-“

“Kau mau disiksa? Cinderella itu punya ibu tiri yang jahat.”

“Setidaknya berakhir bahagia. Tidak seperti aku yang mati mengenaskan. Hei, aku ini putri raja!”

Aku mendengus. Bercerita dengan Saeyi juga tidak ada gunanya. Sahabat yang selalu mengaku peduli dan menyayangiku lebih dari kekasihnya. Lihatlah. Apa ini termasuk dalam sifat pedulinya? Membiarkan aku menggerutu tanpa memberi sepatah atau dua patah kalimat pencerahan agar aku tetap bertahan dalam drama tolol ini.

Sejurus dengan itu, kebetulan sekali Guru Jung melintas di depan kelas. Yeah, kesempatan untuk melayangkan beberapa protesan, mungkin.

“Aku tidak menerimanya dalam bentuk apapun!”

Demi Spongebob! Guru Jung tahu apa yang akan kukatakan padanya. Oh ayolah, dunia tidak akan berakhir kalau drama ini berjalan tanpa aku.

Hm, apa aku sedang sombong? Jawabannya adalah ya. Sebab aku adalah anak didik Kim Jong In si dancer dengan senyuman mematikannya itu.

“Oke. Tapi, bagaimana kalau kita ubah jalan ceritanya?”

“Penawaran yang bagus. Tapi, tidak!” Kalimatnya penuh dengan penekanan. “Ini dipilih berdasarkan penjurian. Ini yang terbaik. Dan si penulis menginginkan kau yang menjadi pemeran utama. Ibu juga bingung kenapa ia memilihmu, sedangkan Bahasa Inggrismu sedikit berantakan. Dan yang Ibu tahu, kau hanya paham arti dari yes, no, love, heart, sad, and zero.

Sekedar info. Untuk dialogku terdapat beberapa kalimat dalam Bahasa Inggris. Astaga Tuhan, sepertinya ada yang dendam padaku.

“Apa-” Belum selesai aku berbicara, Guru Jung telah lebih dulu melenggang meninggalkanku.

Lelaki tampan bermarga Kim, kumohon tolong aku! Kim Joonmyun, Kim Minseok, Kim Jongdae, Kim Jong In, Kim Soo Hyun.

Oh, oke, ini tidak ada hubungannya.

.

///

 .

Semua pemain berkumpul di atas panggung. Berbaris rapi agar semuanya bisa terlihat dengan baik. Dan parahnya, aku berdiri di tengah. Karena pada dasarnya, aku ini adalah gadis pemalu. Dan urakan kalau dengan orang yang sudah kukenal.

Aku berdiri cuek tanpa menatap penonton. Bahkan pembawa acaranya aku enggan untuk melihat. Padahal mereka sedang membahas peranku.

“Oke. Untuk kalian yang berasal dari kelas bahasa asing, apa pelafalan Park Jiyeon sudah cukup baik?” Itu suara pembawa acara sialan.

Oh shit. Mereka sedang membahas dan menertawakan kekuranganku.

Seirama dengan tawa yang menggema. Namjoon berbisik lirih di telingaku. “Aku fansmu, nona everything it’s oke. Pengucapanmu sangat- Argh!”

Namjoon akan diam kalau aku bermain fisik. Yeah, yang tadi, aku baru saja menyikut perutnya dengan sikut kananku. Maaf teman.

Aku, Park Jiyeon. Gadis yang kini terkenal di seluruh penjuru sekolah karena cara pengucapan Bahasa Inggrisku yang sangat payah; bukan karena aku mendapat peran menjadi pemain utama dalam drama. Mereka memanggilku dengan sebutan nona everything it’s oke.

“Sudah terlalu banyak kita membahas putri raja. Bagaimana kalau kita beritahu siapa penulis skenario terhebat abad ini?”

Aku mendengus. Dia bilang ini adalah skenario terhebat abad ini? Konyol.

Namjoon kembali berbisik padaku. Ia menggumamkan satu nama yang kukenal namun tidak begitu tahu orangnya. Oh Sehun, begitu katanya.

“Kau tahu darimana? Kenapa aku tidak tahu?”

“Karena kau bodoh. Apa kau tidak lihat di balik halaman terakhir naskah yang dibagi, disitu ada nama penulisnya.”

“Demi apapun, Namjoon. Di kertasku tidak ada.”

“Aku memang sengaja melakukannya.” Kali ini bukan Namjoon. Suara lelaki sialan itu sangat berat, dan ini tidak.

Tampan, berperawakan tinggi, mengenakan tuxedo hitam yang melapisi kaos hitam di dalamnya. Ugh, aku suka melihat pria memakai kaos hitam. Dan rrr… dia terlihat seperti pangeran dalam drama ini. Maksudku, ia sangat pantas memerankan pangeran.

Lelaki itu meraih microfon yang sudah disiapkan pembawa acara. Ia memulai semuanya dari sapaan, kemudian perkenalan, dan bercerita kenapa jalan ceritanya bisa seperti ini.

“Alurnya sengaja kubuat seperti ini. Putri raja yang selalu bahagia, namun tidak dalam hal cinta. Kenapa aku memilih Park Jiyeon? Karena aku ingin melihatnya. Itu saja. Dan kenapa berakhir dengan kematian? Karena aku tidak ingin melihat Jiyeon bahagia dengan orang lain. Jadi menurutku, akan lebih baik kalau dia mati di dalam drama ini.” Urainya.

“Aku mencintainya. Itu sebabnya aku membuatnya menderita dalam drama, karena aku yakin dalam dunia nyata aku bisa membahagiakannya.” Tandas Sehun.

Lelucon? Oh, lucu sekali.

Mengungkapkan cinta namun tidak memandang mata. Hei, Oh Sehun, kau berbicara mencintai Park Jiyeon tapi malah memandang penonton. Jadi, apa ada Park Jiyeon lagi selain aku?

“Jadi kekasihku, mau?” Sehun memutar tubuhnya dan menghadapku.

Sontak itu mengambil seluruh atensi semua orang yang ada disini. Aku seperti tersangka gembong narkoba jaringan internasional. Sehun menatapku lamat-lamat. Sedangkan aku, hanya diam sambil menunggu otak mengirimkan sinyal yang jelas.

Terlalu lama diam, akhir aku sadar setelah Namjoon menggoyangkan lenganku. Ia bilang kalau ia baru saja mendapat satu inspirasi untuk menyatakan cintanya pada Ahyun nanti sore. Ah, itu bukan urusanku.

“Ji?”

“Ya, aku mau.”

Singkat, jelas, padat, lugas, dan terakreditas.

.

FIN

.

Jangan tanya, ini apa? Tanya aja, yang nulis kenapa?

Ada yang suka hunji? Bwahahaha pasangan ini yang nemenin aku begila pas ngawalin karir /?/ di dunia menulis ff. Satu-satunya alasan kenapa make Jiyeon, karna dia pemain dream high 2. Hahaha hidupku nggak jauh-jauh dari dream high.

Mungkin kalian jatuh cinta setengah mati sama suju, exo, shinee, snsd, bigbang, atau semacamnya. Tapi aku malah jatuh cinta sama drama. Kita sama, guys. Kalian pasti sering stalkerin bias, wkwk dan aku ngestalk pemain dream high.

Oke. Sekian. Terima angpao

Salam hangat dari putri Borneo
grewlay♥

28 responses to “[Drabble] Freak

  1. Aku suka banget sama hunji couple… alur ceritanya ngalir bgitu saja .. ide ceritanya juga keren thor.. asyik thor.. ditunggu cerita hunji couple yg laennya lagi

  2. yaampun gemesin. kek nembak nya spontan jawabnya spontan><
    aku sukaaaa sekali gaya menulis kamu Lis (gapapa ya sok dekat) (berhubung beberapa author terkadang gasuka dipanggil thor(?))
    keep writing ya!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s