[Oneshot] You And I, In Love…

seohyunposterff

You and I, in love…

By : Jihanseo

Rating PG-15

Genre : Romance, Family, friendship

Cast : Seo Joohyun , Cho Kyuhyun 

Support cast : Temukan sendiri 🙂

Poster by :  Park Nukyeon

Note : Halo.. lagi dan lagi saya bawa short story dan ini castnya seokyu.. ._. maaf ya kalo gak suka pairingnya.. mereka otp saya sih jadi maklumi ya 😀

Oh iya, ff ini sebelumnya udah saya publish di blog pribadi saya https://seororokyu.wordpress.com/

Selamat menikmati^^

###

“Hey lihatlah,, si cupu datang!!!”

Namja itu menoleh, lalu tersenyum separuh hingga nampaklah keevilannya..

“Akhirnya yeoja nerd itu datang juga” batinnya. Perlahan dia beranjak, mendekati yeoja yang bernama lengkap Seo Joohyun itu.

“Hey ner.. eh maksudnya Joohyun.. kau sudah tugas dari Go seosaengnim kemarin??”

Yeoja itu menoleh, lalu mendengus.. “Memang kalau sudah kenapa??”

“Aku lihat dong!! cuma membandingkan kok, soalnya aku masih ragu sama hasil yang aku dapat”

“Cih, bilang saja mau nyontek!!”

“Tidak kok, aku cuma mau membandingkan…” Kyuhyun masih mencoba bersabar..

“Maaf ya aku paling tidak suka alasan begitu hanya untuk menyontek.. kamu tanya sama yang lain saja!!” jawab Joohyun ketus.

Kyuhyun ternganga, lalu menatap kesal Joohyun.

“Sudah jelek, aneh kau ini pelit lagi!! benar-benar tak terselamatkan!!”

Joohyun mengangkat kepalanya dengan mata tajam dibalik kacamatanya..

“Apa kau bilang?? Aku jelek? aneh? pelit? Ya neo!!”

“Memang itu kenyataannya kok! kau tak usah pura-pura tidak tahu.. semua orang juga menganggapmu begitu” ejek Kyuhyun.

“Memang kau pikir kau tampan??!!”

“Tentu!!”

“Sok sekali.. kau kepedean!!”

“Memang kenyataannya aku tampan!!”

“Dalam mimpimu!”

Keduanya bertatapan sinis untuk waktu yang lama. Sepertinya mereka memang ditakdirkan bertemu untuk menjadi kucing dan anjing. Setiap hari mereka bertengkar. Belum lagi mereka adalah rival dalam pelajaran. Dan semua dikelas dan sekolah ini juga tahu, kalau Seohyun dan Kyuhyun akan saling sikut untuk mempertahankan nilai mereka. Persaingan kental sejak dulu.

.

.

“Pada ulangan kali ini lagi-lagi Seo Joohyun yang mendapat nilai paling besar. Kau dapat nilai 98. Dan ditempat kedua ada Kyuhyun. Nilaimu 95. Meningkat sedikit dari ulangan minggu lalu”

Seohyun tersenyum senang. Sementara Kyuhyun mendecih. keduanya kembali berpandangan sinis.

Rasakan itu namja sok keren! Berani-beraninya menantangku.. ucap Seohyun melalui pancaran matanya.

Lihatlah akan kubalas kau nantinya, dan Kyuhyun tak mau kalah sembari mendelik.

.

.

“Hyunie-yah, tolong antarkan ini ke alamat ini ya?” tanya ibunya.

Seohyun menoleh, lalu mengambil secarik kertas dan bertumpuk-tumpuk kotak makanan yang lumayan berat.

“Pesanannya lumayan banyak” keluhnya.

“Ya, keluarga ini sangat kaya. Makanya memesan banyak untuk tamu mereka. Katanya akan ada semacam arisan”

Seohyun mengangguk paham. Mulai mengambil kunci sepeda motor kesayangannya. Ibunya membuka katering, sementara ayahnya bekerja sebagai pegawai kantoran biasa. Dia anak tunggal. Karena itu dia didaulat membantu ibunya.

Langkahnya terasa memberat. Dia sungguh malas untuk membantu ibunya hari ini. Entah kenapa. Mungkin karena tumpukan buku dan refrensi untuk menghadapi ujian masuk kuliah lebih terlihat menarik dibandingkan pergi keluar rumah dicuaca sepanas ini.

“Semangatlah sedikit Seo Joohyun! Ingatlah ibumu dan ayahmu mencari uang kan juga untuk bisa menyekolahkanmu” ujarnya pada dirinya sendiri.

.

.

“Oppa, kenapa kau diam saja sejak tadi?” tanya yeoja cantik itu.

“Diamlah, aku sedang tidak mood!”

“Mwo? Oppa kenapa kau jadi marah denganku?” tanya yeoja itu tidak terima kena bentak.

“Aissh…” Kyuhyun tak tahan untuk mendesis. “Kau ini cerewet sekali. Kalau kubilang diam, maka seharusnya kau diam! Kenapa sih kau ini tak pernah menurut?? Sudahlah kita putus saja, aku lelah berpacaran dengan yeoja sepertimu”

“Nde?! Oppa memutuskanku karena masalah sepele?!!” Suzy, yeoja itu langsung shock.

“Ne” jawab kyuhyun enteng.

“Tapi oppa aku mencintaimu”

“Sudahlah, ada banyak namja didunia ini. Kau bisa bersama Kim Myungsoo, namja yang mengejar-ngejarmu sejak dulu itu”

“Tapi aku kan maunya sama oppa…” Suzy mulai menangis.

Kyuhyun mendecih, dia paling benci saat melihat yeoja menangis. Tapi mau bagaimana lagi. Toh dia memang sudah tidak nyaman berpacaran dengan yeoja itu.

“Tenanglah Bae Suzy. Sekalipun kau menangis darah aku juga takkan menghiraukannya”

ucapan kejam Kyuhyun perlahan mampu membungkam Suzy.

“Oppa aku…”

“Sudahlah, aku mau pulang saja” potong Kyuhyun sembari berjalan pulang menuju rumahnya yang memang dekat dengan restoran dimana dia dan Suzy makan saat ini.

.

.

“Tunggulah disini, saya akan memanggil nyonya dulu”

“Ne” jawab Seohyun paham. Matanya beredar melihat pada sekeliling rumah tersebut. Ibunya benar. Mereka memang orang kaya. Halamannya saja sangat luas. Bahkan rumah Seohyun mungkin hanya ada seperempat dari rumah ini.

Prang!!

Seohyun terlonjak. Yeoja itu spontan was-was. Suara apa itu??

Perlahan kakinya melangkah menuju ke arah samping rumah tersebut. Meski agak takut tapi dia juga lumayan penasaran.

Matanya membulat saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Seorang yeoja yang mungkin seumuran dengan ibunya tampak kesakitan sembari memegang dadanya. Yeoja itu juga tampaknya sesak nafas.

“Ahjumma, gwenchana??” tanya Seohyun sembari meletakkan pesanan yang tadi dibawanya begitu saja.

Ahjumma itu tidak menjawab. Dia nampak terengah sembari tangannya menunjuk ke arah samping. Seohyun mengikuti arah tangannya. Sebuah botol plastik – mirip untuk menyimpan obat nampak tergeletak di atas tanah. Cukup jauh dari mereka.

Seohyun diam sejenak. Namun kemudian dia cepat mengerti. Diambilnya botol tersebut dan dibukanya cepat.

“Ahjumma, makanlah ini” ucapnya sembari mengambil sebutir tablet dari dalamnya. Cepat, ahjumma itu langsung meneguknya. Setelah beberapa saat dia tampak lebih tenang.

“Terimakasih nak, kalau kau tidak cepat datang entah apa yang terjadi tadi”

“Memangnya ahjumma tidak bisa memanggil pelayan??”

“Nafas ahjumma sesak. Peyakit ahjumma kambuh tapi tadi ahjumma terjatuh saat mengambil obat. Tapi mendadak tubuh ahjumma juga lemas untuk mengambil dan berteriak minta tolong”

Seohyun mengangguk paham sembari tersenyum. “Untung saja ahjumma menjatuhkan vas ini, jadi aku bisa tahu kalau ahjumma disini” ujar Seohyun.

Ahjumma itu tersenyum. “Iya, ahjumma sengaja agar orang bisa tahu ahjumma disini. Ngomong-ngomong kau ini siapa?”

“Oh, aku Seo Joohyun. Tapi ahjumma bisa memanggilku Seohyun” Seohyun baru teringat dengan kotak-kotak makanan itu. “Aku mengantarkan pesanan”

“Oh, kau masih terlihat muda untuk bekerja”

“Ibuku yang membuka katering ini. Aku hanya membantunya ahjumma” ujar Seohyun sembari tersenyum.

Ahjumma itu ikut tersenyum. Dalam hati dia mulai menyukai Seohyun.

“Apa kau masih sekolah??”

“Ne, aku sudah kelas tiga”

“SMA??”

“Nde”

“Berarti kau seumuran dengan putra bungsu ahjumma. Kau masuk SMA mana?”

“SMA Kirin ahjumma”

“SMA kirin? Wah berarti kau satu sekolah dengannya” ahjumma itu terlihat takjub sendiri.

“Benarkah?? kalau boleh tahu siapa nama…”

“Eomma!!”

Seohyun dan ahjumma itu kompak menoleh. Dan Seohyun tak bisa menyembunyikan raut terkejutnya saat itu juga ketika mendengar suara dan melihat siapa yang berdiri dihadapannya sekarang.

.

.

“Jadi kalian satu kelas??” tanya ahjumma itu dengan wajah bingung.

“Ne, dia rivalku!!” jawab kyuhyun bersemangat lalu menatap sinis Seohyun.

“Dia sudah sering kalah dariku ahjumma. Semester lalu kami juga sekelas dan dia juga kalah dariku”

“Benarkah?? Kyuhyun-ah, jadi sainganmu itu Seohyun”

“Ne” jawab Kyuhyun setengah tak rela. Seohyun langsung tersenyum bangga mendengarnya.

Ahjumma itu terdiam. Menatap Seohyun dan Kyuhyun bergantian. Sebuah ide tiba-tiba muncul di otaknya.

.

.

“Seohyun yeoja yang baik”

“Dia itu nerd!! Masa sih eomma suka yang aneh begitu” cibir Kyuhyun.

“Tapi dia berhasil mengalahkanmu” ucapan ibunya kontan membuatnya bungkam.

.

.

“Aissh.. kenapa sih harus bertemu namja itu lagi?? Tidak di sekolah, tidak di luar dia memang selalu menyebalkan. Pokoknya aku harus sebisa mungkin menghindari darinya” ujar Seohyun sembari membenarkan letak kacamatanya.

.

.

Esoknya…

“Nih”

Seohyun menoleh, lalu menatap bingung Kyuhyun.

“Dari eomma. Itu ucapan terimakasihnya karena kau sudah menolongnya”

“Tidak perlu” jawab Seohyun.

“Terima saja kenapa sih??” Kyuhyun mulai marah. Lalu dengan cepat dilemparkannya kotak itu pada Seohyun dan meninggalkannya begitu saja.

“Dasar pemaksa!!” gerutu Seohyun. Tapi matanya langsung berbinar saat melihat isi kotak itu.

“Chesse cake!!” serunya senang.

.

.

“Jadi Seohyun itu putrimu??”

“Ne”

“Astaga, tak kusangka..”

“Memang kenapa??”

“Begini…”

.

.

“Hyunie-yah, kau cantik sekali. Sudah siap??” tanya ayahnya sembari tersenyum pada Seohyun.

Seohyun mengangguk meski sempat sebal karena tadi dipaksa memakai lensa kontak oleh ibunya.

“Tapi kita mau kemana ayah??” tanyanya bingung.

“Nanti juga tahu”

.

.

“Eomma kita mau kemana sih??”

“Kan kejutan. Tidak boleh diberitahu”

“Tapi..”

“Sudah, turuti saja apa kata eommamu” ucapan ayahnya membuat Kyuhyun tak berani bicara lagi.

.

.

“KAU?!”

Kedua orang tua Seohyun dan Kyuhyun tersenyum melihat tingkah mereka. Sementara Seohyun dan Kyuhyun malah menatap sinis satu sama lain.

“Apa yang kau lakukan disini hah?!” kompak, mereka kembali mengatakannya.

“Wuah, serasi ya..” ujar ibunya Kyuhyun dengan senyum menggoda.

“Eomma, apa maksudnya ini??” serbu Kyuhyun.

“Ne, eomma kenapa ada namja ini disini??” tanya Seohyun pada ibunya.

“Kalian akan dijodohkan” jawab ayah Kyuhyun enteng.

“NDE?!!”

“Seohyun-ah, rupanya ibumu dan aku dulunya bersahabat saat SMA. Kami pernah punya janji jika keturunan kami ada yang laki-laki dan perempuan maka akan kami jodohkan nantinya dan rupanya kalian memang berjodoh. Kami dipertemukan kembali melalui kalian” ucap ibu Kyuhyun dengan nada lembut.

“Mwo?? Eomma yang benar saja!! Masa aku harus dijodohkan dengan dia??” Kyuhyun tampak tak terima.

Mendengar hal itu Seohyun langsung menjitaknya, membuatnya meringis.

“Kau pikir aku mau??” ujarnya kesal saat Kyuhyun protes.

“Sudah kalian tenanglah” tegur ayah Seohyun.

“Pertunangan kalian akan dilangsungkan dua minggu lagi. Dan saat kalian lulus nanti kalian akan langsung menikah” kini ayah Kyuhyun yang bicara.

“MWO??!!” Seohyun dan Kyuhyun kompak terlonjak kaget.

Sungguh, sejak kapan dunia jadi begitu gila begini hah??

.

.

Mereka benar-benar tak bercanda. Setelah pertemuan itu mereka terus memaksa Kyuhyun dan Seohyun berdekatan. Mulai dari ke sekolah bersama, mengerjakan pr bersama, sampai terkadang Seohyun dipaksa tidur dan sarapan disana.

Dan parahnya, dua minggu setelahnya mereka benar-benar bertunangan!!

Kyuhyun dan Seohyun sama-sama cemberut saat melingkarkan cincin emas putih itu di jari manis mereka masing-masing. Bukan apa-apa, mereka kan masih belum cinta.

“Biar orang bilang apa, aku tetap tak setuju pada pertunangan ini” bisik Seohyun.

Kyuhyun langsung mendelik mendengarnya. “Kau pikir aku mau?? Dengar ya, ada banyak yeoja cantik dan manis darimu. Dan yang pasti tidak aneh sepertimu!!” cibir Kyuhyun.

Seohyun hanya bisa mendecih mendengarnya meski memang itu kenyataannya.

Untung saja kedua orangtua mereka sepakat untuk merahasiakan pertunangan mereka jadi keduanya bisa tenang.

Kyuhyun dan Seohyun kompak menghela nafas. Lalu berpandangan.

“Kenapa kau ikut-ikut menghela nafas hah??” sergah Seohyun.

“Enak saja, aku yang duluan menghela nafas!!”

“aku!!”

“Aku!!”

“Kalian kompak menghela nafas. Kalian kan pasangan” dan leraian dari ibu Kyuhyun benar-benar membuat mereka tak berkutik.

.

.

“Kyu, kok kuperhatikan kau dekat dengan Seohyun??” tanya Eunhyuk, teman baiknya.

“Aku tak ada hubungan apapun dengannya” jawab kyuhyun defensif.

Eunhyuk langsung mengerutkan dahi mendengarnya. “Memang aku ada bilang sesuatu??”

Kyuhyun langsung kaget sendiri. Kemudian salah tingkah hingga membuat Eunhyuk tersenyum geli.

“Kau pacaran ya dengannya??” tebaknya.

“Tidak!!” jawab Kyuhyun gugup. “Untuk apa pacaran dengan yeoja nerd seperti itu??”

“Wah jangan bilang begitu. Nanti kau malah suka padanya”

“Tak akan!!”

.

.

Seohyun menahan sesak didadanya. Perkataan Kyuhyun itu sudah biasa dia dengar tapi mengapa kali ini dia merasakan sakit ya?? Apa mungkin dia sudah jatuh hati pada namja itu??

Langkahnya perlahan gontai. Dia tadi tak sengaja mendengar ucapan Kyuhyun dan Eunhyuk di taman belakang sekolah. Awalnya dia ingin mengajak Kyuhyun belajar bersama tapi yang ada dia harus menerima hatinya terluka.

“Hey, Seo Joohyun!!”

.

.

Brakk!!

“Auw..” Seohyun langsung meringis. Lalu menatap kesal yeoja itu.

“Kenapa kau kasar sekali??”

“Itu balasannya untukmu karena beraninya menggoda namjaku” jawab Suzy sinis.

“Namjamu? nugu??”

“Bodoh!! Siapa yang bilang kau pintar hah?? namjaku itu Cho Kyuhyun oppa!!”

Seohyun langsung ternganga. Jadi Suzy marah begini karena Kyuhyun??

“memang kau pacaran dengannya??” tanyanya polos.

“Tentu saja!!”

“Lalu apa urusannya denganku??”

“Cih, kau ini bodoh sekali ternyata. Untuk apa kau selalu berdekatan dengannya??!! Dia itu milikku tahu!!”

“Ya, tidak perlu berteriak begitu juga!! Telingaku sakit!!” protes Seohyun.

Suzy tampak berdehem sekilas, lalu menatap sinis Seohyun. “Aku tidak mau tahu. Pokoknya mulai besok jauhi Kyuhyun kalau tak mau mendapat masalah dariku” ujarnya sembari melangkahkan kaki bersama Jiyeon dan Eunjung, teman-teman akrabnya.

Seohyun mendecih sekilas, lalu menatap sinis punggung Suzy.

“Dia tunanganku!! Kau yang harusnya menjauhi dia yeoja genit!!” ujarnya kesal. tapi percuma. Suzy sudah pergi.

Seohyun menghela nafas. Kenapa dia jadi ingin dapat pengakuan ya?? Tidak tahu kenapa dia kesal sekali melihat Kyuhyun yang dengan mudah dapat dekat dengan yeoja manapun di sekolah ini. Sementara dia tidak. Akibatnya dia jadi yang dikira tebar pesona dengan namja menyebalkan itu.

“Seohyun?? Apa yang kau lakukan disini??” seorang namja tiba-tiba hadir dan menatap heran dirinya. Dia adalah Minho, temannya sejak SMP.

Seohyun nampak salah tingkah. Saat ini dia sedang ada diruang olahraga.

“Minho-yah, apa nanti kau bisa membantuku??”

“Nde??”

 .

.

“Mwo??”

“Kau tidak tahu??”

“Ani”

Eunhyuk mengangguk paham mendengarnya. “Maaf ya, kukira kau menyukainya. Rupanya tidak. Mulai sekarang kau tenang saja. Kurasa Seohyun juga takkan menganggu hidupmu”

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun bingung.

“Dia dan Minho mungkin berpacaran. Mereka kan sudah kenal sejak SMP. Apalagi kudengar Minho tertarik pada Seohyun. Dia suka mencuri pandang pada Seohyun”

“Dari mana kau tahu??”

“Aku kan akrab dengan Jinki, teman akrabnya. Jinki bilang Minho suka senyum tidak jelas jika melihat Seohyun.

Kyuhyun diam. Mendadak hatinya panas sendiri. Tidak tahu kenapa.

Aissh… nerd itu kenapa sih lebih memilih pulang dengan Minho babo itu dibandingkan aku?? Lihat saja kau nanti Seo Joohyun…

.

.

“Apa yang kau lakukan disini??” tanya Seohyun dingin.

“Aku menunggumu” jawab Kyuhyun tak kalah dingin. “Kau tadi pulang dengan Choi Minho??”

“Nde”

“Kenapa tidak bilang?? Aku jadinya menunggu lama”

“Maaf aku lupa. Tapi mulai besok kau tidak perlu menungguku. Minho bersedia menggantikanmu”

“Menggantikanku??” berbagai pikiran mulai menghinggapi otak Kyuhyun. “Apa maksudmu?? Apa kau berkencan dengannya??”

“Nde??” kini Seohyun yang bingung.

“Kau ini murahan sekali” ejek Kyuhyun kasar. “Sudah punya tunangan tapi malah pergi dengan namja lain”

“Apa kau bilang?!!” dan Seohyun ikut tersulut emosi. “Lalu kau??”

“Mwo?? Aku?? Kenapa denganku?”

“Suzy dia.. ahh sudahlah!! Kau pulang saja…”  Seohyun sembari meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya bingung.

“Kenapa dia jadi marah-marah begitu??”

.

.

Semenjak itu hubunga mereka agak menjauh. Tepatnya Seohyun yang menjauh. Yeoja itu tak lagi mau menatap wajah Kyuhyun, tak lagi mau menerima ajakan ibunya untuk ke rumah. Dia selalu beralasan sibuk hingga mereka kini bahkan tak punya waktu untuk berbicara.

Dan perlahan Kyuhyun mulai merindukannya. Dia rindu untuk bertengkar dengan yeoja itu. Rindu untuk belajar bersama dan pergi serta pulang kesekolah bersama. Semua tentang Seohyun perlahan mempengaruhi pikirannya. Dan Kyuhyun merasa hampa saat teringat Seohyun tak menyukainya.

“Apa aku ini sudah jatuh hati ya padanya??” gumamnya sendiri di bangku taman.

“Halo oppa…”

Cepat, Kyuhyun menoleh. Lalu menghela nafas saat melihat Suzy menghampirinya.

“Wae??” tanyanya dingin.

Suzy mendecih. “Oppa kenapa sih kau ini dingin sekali”

“Kita sudah putus Suzy. Berhenti mengangguku”

“Berarti tak ada gunanya aku melabrak Seohyun” gumaman Suzy perlahan membuat Kyuhyun menoleh.

“Apa tadi kau bilang??” tanyanya.

Suzy gugup. Dia tampak takut. “Aniya…”

“Katakan yang sejujurnya Bae Suzy!!” bentak Kyuhyun.

“Aku…”

.

.

“Hyuk-ah apa kau lihat Seohyun??”

“Dia, bersama Minho di perpustakaan. Kalau tidak salah” jawab Eunhyuk bingung. Kyuhyun mengangguk paham. Bergegas dia menuju keruang perpustakaan. Mengabaikan Eunhyuk yang terus memanggil namanya.

Flashback

“Aku bilang kau masih pacarku. Aku mengancamnya agar menjauhimu” jawab Suzy takut.

“Mwo?? kenapa kau lakukan itu??”

“Aku mencintaimu oppa!!”

“Apa kau yang terus mengerjai Seohyun akhir-akhir ini?? Mulai dari menggantung baju olahraganya di pohon, memasukkan ulat ditasnya dan yang lain??” Kyuhyun ingat jelas kejadian itu. Kejadian dimana Seohyun hampir jatuh dan ditolong oleh Minho yang akhirnya rela naik dan mengambil baju Seohyun. Namja itu juga yang dengan cepat menghampiri Seohyun saat mendengar tangan Seohyun yang gatal karena ada banyak ulat bulu ditasnya. Sungguh, dia cemburu saat itu!!

“Kau keterlaluan Suzy!!” bentaknya saat melihat Suzy mengangguk dengan wajah takut.

“Mulai sekarang jangan ganggu aku lagi!! Aku muak denganmu!!” ujarnya sembari berlari mencari Seohyun.

Flashback End

Brakk!!

Sontak dia langsung jadi pusat perhatian. Tapi Kyuhyun tak peduli. Namja itu menatap sekeliling perpustakaan. Dan saat menemukan objek yang dia cari. Secepatnya dia menghampiri Seohyun dan menariknya.

“Hei, ada apa ini??” tapi Minho berniat mencegahnya.

“Lepaskan dia!! Dia yeoja ku paham??”

“Mwo?? Kau bercanda??”

“Aniya, dia tunanganku. Seo Joohyun tunanganku.. bahkan saat lulus nanti kami akan langsung menikah! jadi sekarang lepaskan calon istriku!!”

“Seohyun apa itu benar??” tanya Minho shock.

“Kau…!”

buk!!

Seohyun menjerit ketika melihat Kyuhyun memukul Minho yang masih berniat mencegah Kyuhyun membawa Seohyun. Keduanya kini saling baku hantam.

“Hentikan!!” tapi tak ada yang mendengarnya, mereka tak mau berhenti.

“ADA APA INI?!!” dan teriakan dan penjaga perpustakaan membuat suasana hening seketika.

.

.

“Auw!! pelan-pelan dong!!” protes Kyuhyun.

Seohyun mendecih, lalu mulai mengoleskan lagi salep luka ke pipinya yang memar dan berdarah.

“Itu salahmu sendiri.  Harusnya aku mengobati Minho saja. Kenapa mesti bertengkar eoh?? Seperti anak kecil saja. Jadi jika sekarang sakit, maka tahanlah!!”

“Kejam sekali. Padahal aku berusaha mempertahankan milikku” ucap Kyuhyun sambil cemberut.

Seohyun langsung menghentikan kegiatannya. Dia menatap heran Kyuhyun yang masih meringis.

“Apa maksudmu??” tanyanya bingung.

Kyuhyun langsung gugup. Dia menggaruk tengkuknya sekilas. “Apa tadi aku ada bilang sesuatu??”

“Ne”

“Aku lupa”

“Aku serius”

“Aku benar-benar lupa”

“Baik kau tunggulah disini, aku akan mengobati Minho kalau begitu. Dia takkan lupa kalau dia adalah sahabat sejatiku”

“mwo?? Andwe!!” cepat-cepat Kyuhyun menarik tangan Seohyun dan saat yeoja itu terduduk dia langsung memeluknya. Membuat Seohyun gugup.

“Ya, apa yang kau lakukan??” tanyanya.

“Seo Joohyun apa kau bodoh?? Aku menyukai.. aniya aku mencintaimu nerd!! Jika tidak untuk apa aku bertengkar dengannya??”

“Nde??”

“Kau tidak tahu betapa aku merindukanmu. Aku bahkan berharap bisa bertengkar lagi agar bisa mendengar suaramu” ujar Kyuhyun.

Seohyun diam. Dia menatap mata Kyuhyun dalam. Namja itu tak berbohong. Matanya terlihat tulus.

“Tapi, bagaimana bisa kau menyukai aku??”

“Tidak tahu. Padahal kau itu kan nerd auww!!” Kyuhyun langsung menjerit dan meringis manakala Seohyun menekan kuat lukanya karena kesal.

“Ya, kau kejam sekali!!” protesnya.

“Kau pikir kau tidak?? Bagaimana bisa kau mendekati yeoja dengan mudah?? Aku bahkan heran kenapa aku bisa menyukaimu..”

“Nde?? aku menyukaiku??” Kyuhyun terlihat polos saat bertanya.

“Ne!! Aku menyukaimu Cho Kyuhyun yang plaboy!! Kau juga tak tahu betapa aku tersiksa harus menjauhimu dan berpura-pura tak menyukaimu”

“Lalu kenapa kau dengan Minho…”

“Awalnya aku hanya ingin menjauh darimu. Makanya aku meminta tolong pada Minho untuk membuatku jatuh cinta padanya. Tapi yang ada malah sebaliknya. Aku bukannya jatuh cinta pada Choi Minho. Aku jatuh cinta pada Cho Kyuhyun”

Sontak ucapan Seohyun membuat Kyuhyun kegirangan. Namja itu langsung memeluk Seohyun erat tanpa peduli masih di UKS.

“Kenapa tidak dari dulu saja mengatakannya?? Aigoo kau ini penuh rahasia ya…” bisik Kyuhyun.

“Aku ragu, suzy bilang…”

“Dia hanya mantanku. Begitu juga kau..”

“aku??” Seohyun melepaskan pelukannya dan menatap heran Kyuhyun.

“Ne, kau mantan musuhku. Dan sebentar lagi kau akan jadi calon istriku”

Seohyun tak bisa menyembunyikan raut wajah merah jambu di pipinya. Jantungnya berdebar kencang. Dan Kyuhyun tertawa saat sadar akan hal itu.

Suasana hening sesaat. Kyuhyun dan Seohyun sama-sama gugup. Tapi perlahan Kyuhyun beranikan diri menggapai pipi Seohyun dan melumat bibir yeoja itu pelan.

Seohyun kaget. Tapi tak berlangsung lama. Yeoja itu perlahan memejamkan matanya. Menikmati lumatan lembut dari Kyuhyun di bibirnya.

“Kau dan  aku, kini kita dalam sebuah hubungan yang orang katakan cinta.. hahaha lucu sekali padahal dulu kita seperti tom and jerry” bisik Kyuhyun.

Seohyun tersenyum lalu mengangguk. Dia akan bicara namun keburu dicium lagi oleh Kyuhyun.

brakk!!

“Ya Tuhan Kyu bagaimana…” Eunhyuk langsung ternganga. Kemudian menutup mulutnya dengan ekspresi berlebihan ketika mendapati Kyuhyun dan Seohyun tengah berciuman mesra meski terpaksa melepas pagutannya gara-gara kehadirannya.

Namja itu menggaruk tengkuknya salah tingkah.  “Maaf, aku masuk di waktu yang salah. Silahkan lanjutkan” ucapnya kaku lalu keluar. Tapi  di luar, dia terkekeh sendiri.

“Dan kau masih menyangkal menyukainya?? Dasar evil…” ucapnya menampilkan gusi keramatnya.

-END-

duh aku tahu ini gaje banget.. jangan lupa komennya aja ya..

gomawo udah mau baca chingu 😀

4 responses to “[Oneshot] You And I, In Love…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s