Let Me Do This Part 1

002

Title       : Let Me Do This Part 1

Author : Sparkdey

Rating   : PG-17

Genre   : Friendship, Romance

Cast       : Oh Sehun EXO, Krystal Fx

SupCast                : Find by yourself kkk~

Note      : FF ini sebelum di posting ke sini (jeda 5 menit) sudah di posting di blog saya ya^^~ mian kalo ceritanya kurang seru, kurang greget, kurang waw >.< maaf juga baru mulai posting lagi L huft semoga kalian suka ya sama FF author kali ini hihiw, jangan lupa RCL nya xD http://sparkdey.wordpress.com/

*Krystal POV*

“YAAA! EONNIEEEEE!!!” teriakku kepada Yoona eonnie yang telah merebut cemilan kesukaanku, es krim vanilla dengan taburan keju dan kokorunch di atasnya.

“Kembalikan es krim ku eonnie” kataku begitu aku menangkap tangannya.

“Shireo…” jawab Yoona eonnie sambil memeletkan lidahnya kepadaku.

“YA! Eonnie, jebalyo~~ aku lapar eon” jawabku sambil mengeluarkan puppy eyes milikku. Biasanya ketika aku mengeluarkan puppy eyesku seperti saat ini, semua orang tidak akan tega kepadaku, namun berbeda dengan Yoona eonnie, dia selalu tega kepadaku, selalu mengerjaiku, tetapi aku sayang padanya. Aku dan Yoona eonnie sudah bersahabat cukup lama, 4 tahun, itu cukup lama bukan?

“Kalau lapar, ada omurice di meja makanmu dan belum kau sentuh sama sekali, Krystal-ya” jelas Yoona eonnie padaku dengan panggilan formal nya padaku sambil menunjuk ke arah meja makan rumahku.

“Aish jinjaaa… eonnie mengapa rasa menyebalkanmu tidak hilang dari dulu eonnie-yaaaa?” akhirnya aku mengalah dan kembali ke aktivitasku yang terputus sebelumnya karena harus mengambil kembali es krim milikku.

“Ini aku kembalikan es krim milikmu, aku kurang suka jika ada taburan keju nya jadi aku hanya memakan kokokrunch nya saja, mianhae ne ital-ya” kata Yoona eonnie yang menghampiriku di depan laptopku.

Ital? itu merupakan panggilan kesayangan dari orang – orang di sekitarku yang sudah dekat denganku. Oh iya, aku ini mempunyai sahabat lain selain Yoona eonnie, yaitu Sehun. Dia seumuran denganku, jadi aku tidak perlu memanggilnya dengan sebutan “oppa” kan? Aku dan Sehun adalah teman sejak kecil, rumah kami bersebelahan dan kami selalu sekolah di tempat yang sama.

Bosan? Tidak, aku tidak pernah bosan bermain bersama kedua sahabatku itu. Yoona eonnie itu sahabatku ketika aku baru masuk SMP dan dia adalah pembimbing kelasku, semenjak itu kita menjadi dekat, berteman dan sekarang bersahabat. Sekolahku dengan Yoona eonnie berbeda, Yoona eonnie sekarang ini sudah kelas 3 dan sebentar lagi akan lulus dan melanjukan ke jenjang selanjutnya, kuliah.

Aku? Aku saat ini masih duduk di bangku kelas 2 SMA, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ini seumuran dengan Sehun dan aku sekolah yang sama dengan Sehun bahkan selalu satu kelas dengannya. Aku sempat bingung mengapa aku selalu satu kelas dengannya? Mungkin karena pemilik sekolah itu adalah paman dari Sehun dan mungkin saja Sehun meminta pada pamannya itu agar satu kelas denganku. Itu kemungkinan bisa saja kan? Kkkk.

*Sehun POV*

08.57. Aku bangun pagi ini dengan rasa malas yang teramat sangat. Seharusnya di hari Minggu seperti ini aku bangun tengah hari atau bahkan sore hari. Ini semua akan terjadi jika tidak ada teriakan dari rumah sebelah yang selalu meneriakiku dari tadi dan setiap hari Minggu pagi.

“SEHUNNIEEEEE IREONAAAAA!!!” teriakan itu masih terngiang jelas di telingaku. Jika aku tidak beranjak aku akan masih mendengar teriakan itu.

“SE-HUN-NIEEEE IREO-NAAAA!!” aku menutup kupingku dengan bantal.

“OOHHH SEHUUUUNNNN IREONAAAA MAU SAMPAI KAPAN KAU AKAN TIDUR TERUS?” teriakan itu semakin panjang saja dan semakin keras sehingga bantalpun tak cukup menutup kupingku.

“OOHH SEEEHHUUUNNN KAU INGIN MENJADI KERBAU YAAA?” kali ini aku langsung terbangun dan beranjak menuju beranda kamarku.

“YAA!! APA MAKSUDMU AKU INGIN MENJADI KERBAU?” teriakku dari beranda kamarku menuju beranda rumah sebelahku dan lebih tepatnya terhadap beranda kamar anak itu.

“CEPATLAH KAU MANDI SEKARANG KARENA SARAPAN SUDAH SIAAAPP” teriak anak itu.

“ARRASEEOOO” teriakku dan langsung menutup pintu beranda yang ada di kamarku lalu bergegas mandi.

15 menit kemudian aku sudah duduk di ruang makan rumah ini dan di depanku sudah tersedia roti bakar serta susu kesukaanku. Sunyi sepi tak ada suara apapun di rumah ini yang ada hanya suara seseorang di dapur yang sedang masak dan wangi dari masakan itu memintaku untuk memakannya. Aku memakan roti bakar itu cepat – cepat dan langsung minum susuku. Ingin tahu kenapa? Karena roti bakar ini terlalu matang dan gosong, jika aku tidak menghabiskannya dia akan memarahiku panjang lebar.

“Ital-yaaa, kau masak apa?” tanyaku pada anak perempuan yang selalu meneriakiku dari beranda kamarnya untuk membangunkanku dan memasakkanku makanan serta menemaniku dari kecil hingga sekarang.

“Kau akan merasakannya nanti, tunggu sebentar lagi ne?” jawab anak itu.

“Nee” jawabku singkat.

Krystal… Dia adalah sahabatku dan temanku dari kecil hingga sekarang. Dan aku suka sekali memanggilnya ital, ya memang itu panggilan yang dia minta padaku dengan alas an “Kau harus memanggilku Ital, karena kita teman sejak kecil, arraseo?” dan aku hanya mengiyakan permintaannya itu. Selain diriku, Krystal memiliki sahabat lagi yang bernama Im Yoona, dia adalah sunbae Krystal dan juga diriku saat SMP.

“Tadaaaa~!” seru Ital sambil menaruh mangkuk yang berisi jjajangmyeon di mejaku.

“Jjajangmyeon?” tanyaku.

“Ne. waeyo? Kau tak suka huh?” tanyanya dengan tatapan sinis kepadaku.

“Aa.. aniyaa, aku suka ha-haha” jawabku dengan sedikit tertawa. “Kau tidak makan?” lanjutku.

“Ani, aku sudah makan tadi sebelum membangunkanmu” jawabnya. “Aku harus pergi sekarang, aku tinggal ne, bye!” kata Krystal sambil pergi meninggalkanku di ruang makan rumahnya.

“Chak…kaman” kataku yang terlambat dan dia sudah menutup pintunya.

Aku memakan masakannya sendirian di rumahnya yang sepi ini dan aku tak tahu harus melakukan apa setelah selesai makan ini semua. Apa aku belum pernah bercerita pada kalian mengapa aku selalu makan di rumah Ital dan di bangunkan oleh Ital?

*FLASHBACK BEGIN*

“Sehun-ah, eomma dan appa harus mengurus bisnis appa yang ada di California, kamu tahu kan bahwa bisnis appamu di sana sedang mengalami penurunan? Dan eomma harus ikut appa mu ke sana, jika eomma tidak ikut, appa mu akan lupa makan dan nanti pasti akan jatuh sakit” jelas eomma padaku.

“Tapi eomma….” Aku belum selesai berbicaara namun sudah di potong oleh eomma.

“Sssttt… kau tidak usah khawatir siapa yang akan mengurusmu. Eomma sudah minta tolong pada Krystal untuk mengurusmu sementara eomma tidak ada, membuatkanmu makan dan membangunkanmu. Arraseo?” Tanya eomma padaku.

Aku melihat kea rah jendela kamar Ital yang berhadapan dengan kamarku saat ini. “Arraseo eomma, tapi eomma harus janji ne kalau sudah selesai kalian akan pulang ke Seoul” kataku.

“Eomma dan Appa janji. Gomawo untuk pengertiannya, Sehun-ah” kata eomma sambil memelukku.

*FLASHBACK END*

Inilah alasannya mengapa setiap pagi siang dan malam hari aku selalu ke rumah Ital untuk makan dan setiap Minggu pagi aku selalu di bangunkan olehnya. Karena aku tidak bisa masak dan aku tidak bisa bangun sendiri. Aku di bangunkan oleh Ital hanya setiap hari Minggu, mengapa? Karena pada hari – hari biasanya, aku memasang alarm dan harus bangun sendiri.

Waktu awal – awal di tinggal oleh eomma, aku selalu bangun kesiangan dan alhasil Ital harus ke rumahku dan masuk kamarku untuk membangunkanku. Itu selalu membuatku terkejut, karena Ital selalu membangunkanku dengan meneriakkan kata – kata di kupingku atau dengan cara dia menyeret kakiku turun dari kasur. Alsannya melalukannya seperti itu adalah “Karena kau susah sekali aku bangunkan, Sehunnie! Dan kau tahu sekarang jam berapa? Berapa jam lagi aku harus menunggumu dan berangkat sekolah bersama? Ya! Sehunnie! Jika kau susah aku bangunkan maka aku tidak akan membuatkanmu sarapan dan makan malam lagi!” katanya panjang lebar yang sebenarnya aku bingung dimana letak alasan miliknya itu.

Sekarang Ital selalu membangunkanku lewat beranda karena satu hal. Ketika dia masuk kamarku dan membangunkanku, aku tidur sedang tidak memakai baju dan hanya memakai boxer saja. Dia menyeret kakiku turun dari kasur dan seketika itu juga selimut ketarik dan dia melihatku topless, dia menjerit sambil menutup matanya dan langsung keluar kamarku. Setelah itu Ital berbicara padaku “Sehunnie, mulai besok aku akan membangunkanmu dengan cara berteriak dari beranda kamarku. Aku tidak ingin melihatmu topless lagi. Arraseo? Dan kau harus bangun ketika aku meneriakimu, jika tidak kau akan tahu akibatnya” katanya.

*Krystal POV*

Pagi ini setelah aku membangunkan Sehun dan membuatkannya sarapan, aku beranjak pergi untuk membeli keperluan untukku dan membeli cemilan untukku dan Sehun, karena malam ini aku dan Sehun akan menonton film di rumahku. Hal seperti ini selalu kami lakukan setiap Minggu malam.

Aku berhenti di depan kedai Bubble Tea. Sejenak aku berfikir untuk membelikan Sehun bubble tea, karena dia sangat suka dengan minuman ini yang bahkan aku belum pernah mencobanya.

“Ahjussi, bubble tea nya 2 ne” kataku.

“Gomawo ahjussi” jawabku dengan senyuman dan aku kembali melanjutkan perjalananku menuju super market.

Aku mengeluarkan daftar belanjaanku dan mengambil troller untuk menaruh barang belanjaanku. Aku mengambil mie instan, rumput laut, ikan segar, daging segar, es krim vanilla, kokokrunch, susu cair, dan beberapa cemilan lalu menaruhnya ke dalam troller milikku dan bergegas membayarnya.

Aku pulang dengan senang hati karena aku akan memasak sushi untuk makan malam aku dan Sehun. Sesampainya di depan rumah, aku melihat sandal milik sehun masih terdapat di pekarangan rumahku. Aku langsung masuk ke dalam rumah.

“Sehunnie? Aku pulang!” teriakku namun tidak ada jawaban.

“Sehunnie???” teriakku lagi namun masih tetap tidak ada jawaban.

Aku bingung lalu aku mencari Sehun ke seisi rumahku. Di ruang tamu tidak ada, di ruang olahraga tidak ada, di ruang nonton tidak ada, di ruang keluargaku juga tidak ada, kamar mandi lampunya tidak menyala berarti dia tidak di dalam kamar mandi. Akhirnya aku menuju ke ruang makan, kelihatan berantakan sekali di sini. Lalu aku menuju dapur untuk menaruh bahan yang tadi sudah aku belanjakan.

Aku terkejut melihat Sehun duduk di lantai dengan telapak kakinya yang berdarah itu dan tangannya pun berdarah juga. Aku langsung menaruh belanjaanku dan langsung ke hadapannya.

“SEHUNNIEE!” teriakku. “WAeyo? Kenapa bisa?” tanyaku khawatir.

“Aku ingin mencoba mencuci mangkok yang tadi di pakai makan jjajangmyeon, kau tidak kunjung pulang juga jadi aku ingin mencoba mencucinya sendiri, tidak ingin merepotkanmu, tetapi mangkuknya licin dan jatuh ke lantai, aku berusaha memberekan pecahannya tapi kakiku menginjak pecahannya dan tangaku terluka juga, mianhae Ital-ya” jawabnya.

“Aish jinjja.. kau tunggu di sini ya jangan bergerak!” perintahku. Lalu aku mengambil kotak P3K yang terletak di ruang keluargaku.

“Sehunnie! LET ME DO THIS!” aku meminta izin pada Sehun, namun Sehun tak mengerti apa maksudku dan dia hanya mengganggukkan kepalanya.

Aku membersihkan darah di kaki Sehun dengan handuk dan air di baskom yang sebelumnya sudah aku ambil, dengan hati – hati aku bersihkan. Aku melihat Sehun menahan sakit, aku kasihan padanya tapi dia sungguhlah PABO, sudah tahu di dapur itu urusan perempuan, mengapa laki – laki masuk wilayah perempuan? Apalagi dia tidak pernah melakukan hal semacam ini.

Aku memperban kakinya dan kini aku beranjak ke bagian tangannya yang terluka, untung hanya luka gores di bagian telunjuknya, aku mengambil jari telunjuknya dan menghisap darahnya dengan mulutku lalu aku melepehnya. Aku melihat Sehun terkejut dengan aksiku ini, tapi aku sudah meminta izin padanya tadi. Setelah itu aku bersihkan tangannya dengan handuk dan air, lalu aku menghansaplast jarinya itu.

“Lain kali jangan masuk wilayah wanita lagi Sehunnie! Kalau kau tetap melanggar, kau bisa lebih parah dari ini” jelasku dan dia hanya mengangguk. Aku menuntun jalan Sehun menuju ruang nonton rumahku.

“Ital-ya, mianhae ne” kata Sehun dengan wajah menyesalnya.

“Ne, gwenchanayoo, asal tidak mengulanginya lagi” jawabku.

“Kita ingin nonton apa?” Tanya Sehun.

“Aku punya beberapa kaset baru” kataku sambil menyerahkan kotak DVD milikku pada Sehun.

“Bagaimana yang ini?” Sehun menunjuk film horror.

“Ah bagaimana yang ini?” aku menunjuk film romantic.

“Kalau yang ini?” Sehun menunjuk film komedi.

“Bagaimana yang ini?” kataku sambil mengerluarkan smirk milikku dan Sehun paham akan hal ini.

TO BE CONTINUE…

Haiii bagaimana ceritanyaaa? Bosan ya? Maaf yaa huhu maaf juga kalau feel nya kurang dapet dan maaf buat semua yang kurang – kurang L toolong berikan pendapat kalian soal FF ini ya, saran kritikan aku terima kok hehe itu akan membuatku untuk memperluas karyaku nanti😉 penasaran sama yang selanjutnya ga? Bakalan ada support cast baru lohhh, clue nya itu SM Ent, baru comeback, Namja, Tampan pokoknyaa. Di tunggu commentnya😉

11 responses to “Let Me Do This Part 1

  1. Pingback: Let Me Do This Part 2 | FFindo·

  2. Pingback: Let Me Do This Part 3 | FFindo·

  3. Pingback: Let Me Do This Part 4 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s