[FICLET] Fail Secret Admirer

fail secret admirer

Fail Secret Admirer

Author: Wineonuna | Poster by. Kis.s Art

Fluff, Romance | Ficlet | General

Kang Seungyoon – Park Luna (OC)

Kang Seungyoon adalah leader Winner dari YGEnt yang namanya dipakai untuk kepentingan cerita saja, OC dan cerita milik author. POV yang digunakan adalah POV orang pertama.

A/N: postingan pertama sebagai author FFINDO, mohon komentar baik feeling, kritik dan saran setelah kalian membaca ini, kamsahamnida ^^

—–+++—–

Menjadi secret admirer itu susah-susah menyenangkan. Susah karena kau harus terus kucing-kucingan agar tak ketahuan dan menyenangkan karena kau terhindar dari penolakan dengan ribuan alasan klise yang akan membuatmu terpuruk, jatuh dan susah move on.

Aku adalah seorang secret admirer, namaku Park Luna, usiaku baru 19 tahun dan sudah setahun terakhir aku menyukai seorang pria di kelas hukum tiga. Pria itu adalah Kang Seungyoon, pria dengan senyuman terhangat dan tatapan lembut yang mampu mengguncang duniamu jika mendapatkannya, tapi aku tak harus mendapatkannya secara langsung karena duniaku sudah berguncang hebat hanya dengan memperhatikannya saja.

Menurut sahabatku Ahn Yoojin, daripada secret admirer, aku lebih terlihat seperti ssasaeng karena obsesiku pada Kang Seungyoon. Aku terkekeh selama 10 detik karena bagiku itu sangat lucu namun detik ke 11 senyumku menghilang, Yoojin mengungkapkan kegiatanku yang memang terlihat seperti ssasaeng.

“Kau sering menguntit ketika kau tahu Seungyoon ada janji dengan seorang wanita, kau juga pernah mengambil penanya secara sengaja, dan yang lebih parah kau pernah mengirimi surat ancaman ke wanita hanya karena wanita itu dibantu oleh Seungyoon. Ckck.”

Jadi, aku sudah memutuskan untuk kembali ke jalur aman. Layaknya seorang secret admirer yang normal, aku kembali hanya memperhatikannya dari jauh, menyelipkan surat di loker dan menaruh cokelat di depan pintu studio band. Walau aku tahu Seungyoon memiliki janji dengan wanita, aku tidak menguntitnya dan lebih memilih berdoa agar wanita itu tak mengambil hati Seunyoon yang sedang aku usahakan.

Tapi, pagi itu aku mendengar kabar yang mengejutkan.

“Lu, apa kau sudah mendengar berita yang beredar pagi ini?”

“Berita? Tentang apa?”

“Seungyoon, Kang Seungyoon.” Yoojin mengatakan nama pria itu dengan setengah berbisik padaku. DEG. Berita apa yang beredar pagi ini? Ada apa dengan Seungyoon? Apa Seungyoon terluka? Atau dia…

“Dia sekarang punya pacar.”

Aku terdiam, bibirku terkunci rapat dan sekitar mataku mulai terasa panas. Jantungku melemah, mungkin duniaku perlahan runtuh. Aku kesulitan bernapas, dadaku terasa sesak padahal sebelumnya aku bisa mencium bau keju dari sandwich yang kubawa untuk Seungyoon. Semua tulangku terasa hilang setelah tahu berita itu. Apa patah hati sesakit ini?

“Lu, jangan menangis.”

Air mataku mengalir karena mataku tak bisa lagi membendung luapan air yang berlomba menerobos keluar. Aku merasakan tangan hangat milik Yoojin yang menggenggam tanganku erat tapi tetap saja itu tak membantu, dadaku masih sesak, air mataku masih mengalir dan tubuhku masih lemas.

Jika aku tahu menjadi secret admirer harus siap patah hati kapan saja, mungkin aku akan berpikir dua kali untuk melakukannya. Seungyoon, pria yang aku sukai selama setahun terakhir dan aku harapkan menjadi kekasihku pada akhirnya tak bisa aku miliki bahkan mungkin keberadaanku tak pernah diketahuinya.

“Kenapa kau menangis, nona Park?”

Suara itu! Suara itu hanya dimiliki seorang saja tapi jika aku mendengarnya di saat hatiku tengah kalut dan pikiranku kusut seperti ini bisa jadi itu adalah khayalan yang aku ciptakan. Aku masih larut dalam tangis, menangisi hatiku yang patah berkeping-keping dan tak mau peduli dengan suara itu, itu pasti khayalanku.

“Lu, aku pergi dulu. Aku harus menghadap profesor Kim.”

“Lalu aku?” Rengekku. Bagaimana bisa Yoojin meninggalkanku sendirian dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini? Apa dia tak takut aku memikirkan hal-hal negatif, seperti bunuh diri atau berjalan tanpa arah lalu tersesat?

“Kau akan baik-baik saja, ada Kang Seungyoon di sini. Bye… Berhentilah menangis, kau tidak mau terlihat jelek di depan pacarmu kan?” Bisik Yoojin padaku.

Aku memang sudah terlanjur jelek, lagipula aku tidak punya pacar. Tangisku semakin menjadi melihat Yoojin pergi tapi aku ingat sesuatu yang membuat napasku berhenti beberapa detik. Apa aku tidak salah mendengar? Tadi Yoojin mengatakan Kang Seungyoon? Apa maksudnya?

Karena aku penasaran, perlahan aku menoleh ke kanan lalu aku menemukan sepasang kaki dengan balutan denim abu-abu berada di dekatku. Aku menurunkan pandanganku untuk melihat sepatunya, ini sepatu yang kukenal! Ah, mungkin hanya sama jadi aku putuskan untuk menaikkan pandangannku.

OH TIDAK!!!

“Kang… Seung… Yoon?”

Itu dia! Benar-benar dia! Kang Seungyoon!

Bagus! Aku segera memalingkan wajahku, bodoh sekali dirimu Park Luna! Ku seka sisa air mata di wajahku sambil mengutuk diriku sendiri. Sejak kapan dia berdiri di sana? Apa dia tahu aku menangis? Apa dia tahu dialah penyebab aku menangis?

“Kenapa kau menangis?”

YA TUHAN! Dia duduk di depanku, di tempat Yoojin duduk dan senyumnya membuatku leleh. Aku segera menggeleng begitu mengingat Kang Seungyoon yang duduk di hadapanku ini memiliki kekasih.

“Apa seseorang sudah melukaimu?”

ITU KAU!

“Atau karena nilaimu turun?”

TIDAK! ITU KARENA KAU, KANG SEUNGYOON!

“Kenapa kau hanya diam saja, Lu?”

“Ke-napa kau ada di sini? Sebaiknya kau pergi, aku tak mau membuat pacarmu cemburu.”

Dia tersenyum! Apa maksud senyumannya? Apa dia sedang mengejekku? YA! Kang Seungyoon! Senyummu sudah ilegal untukku! Hentikan!

“Kenapa aku harus pergi kalau pacarku di dekatku?”

“Ma-mana? Ah, kalau begitu, aku saja yang pergi.”

Walau aku ingin di dekatmu, tapi aku tidak mau melihat kau bermesraan dengan pacarmu. Aku tidak akan sanggup. Ku tarik tas dan berdiri. Baru akan berjalan, langkahku tak bisa kulanjutkan. Aku melihat tanganku sudah dipegang oleh Seungyoon. Apa rasanya seperti ini? Bersentuhan dengan pria yang disukai?

“Jangan pergi. Kalau kau pergi, lalu aku dengan siapa?”

“Pa-pacarmulah.”

“Tapi pacarku itu ya kau, Lu.”

“Ja-jangan bercanda. Ini tidak lucu.”

Seungyoon berdiri dan memutar tubuhku menghadapnya. Jantungku kembali ingin lepas dari tempatnya, jarak kami terlalu dekat. Seungyoon mengeluarkan ponsel lalu mengotak-atiknya sesaat kemudian ia menunjukkannya padaku.

Galeri fotonya mulai berjalan, foto pertama adalah foto cokelat dengan ucapannya lalu foto surat dengan amplopnya, berlanjut ke foto permen lollipop berpita dan masih berlanjut.

“Ini…”

“Benar, semua ini adalah pemberianmu. Setiap kali aku mendapatkannya, aku akan mengambil gambarnya baru menghabiskannya.”

“Darimana—“

“Sepertinya hanya kau satu-satunya secret admirer yang mudah ditebak. Hahaha.”

“Ba-bagaimana bisa?”

“Inisialmu terlalu mudah ditebak, Lu.”

Rasanya aku ingin mengubur diriku sendiri karena terlalu malu. Lalu sekarang bagaimana?

“La-lalu, pacarmu?”

“Pacarku? Namanya Park Luna, dia penguntit dan penggemar nomor satuku. Aku sudah menyukainya sejak dia sering mengirimiku surat penyemangat ketika band yang kupimpin kalah dalam kompetisi antar fakultas enam bulan lalu, dan karena dia juga, aku menciptakan banyak lagu baru yang bagus.”

Seungyoon memasangkan headset dan memutarkan lagu yang dia ciptakan. Apa dia baru saja menyebut aku sebagai inspiratornya? Kkkkk… menjadi secret admirer tak buruk meski aku gagal dalam menyembunyikan jati diri tapi pada akhirnya dia mengenaliku dan ajaibnya dia membalas perasaanku.

 

= END =

One response to “[FICLET] Fail Secret Admirer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s