[OneShot] Marry Me!

mm

Title: Marry Me!

Author: @Miithayaaaa

Genre: Romance, Comedy, Family,

Length: OneShot

Cast:

  • F(x)’s Krystal as Jung Soojung
  • CN Blue’s Minhyuk as Kang Minhyuk

Support Cast:

  • Miss A’s Suzy as Bae Suzy
  • CN Blue’s Yonghwa as Jung Yonghwa
  • SNSD’s Seohyun as Seo Joohyun
  • CN Blue’s Jungshin as Lee Jungshin
  • CN Blue’s Jonghyun as Lee Jonghyun
  • Jung Ji Hyun and Jung Jae Hyun (OC)
  • Infinite’s L as Kim Myungsoo

Rate: PG-16

So Cheese..!!

 

.

.

“Kita putus..”

“Soojung-ah..”

Minhyuk frustasi berusaha menggapai tangannya lagi, namun Soojung terus menolaknya. Hanya beberapa menit yang lalu mereka menjadi pasangan yang membuat iri semua orang, hanya beberapa menit yang lalu mereka tertawa, bermesraan, berlovey dovey. Lalu, dengan satu arah pembicaraan membuat mereka bertengkar.

Soojung menatap Minhyuk emosi dan penuh dengan kekecewaan. Air mata sudah menggenang di matanya yang siap untuk mengalir membasahi pipinya.

Mereka berdiri berhadapan di depan meja dapur, saling menatap penuh perhatian sampai akhirnya, Minhyuk berpaling memegang sandaran kursi makan, meremasnya kuat menahan rasa sakit hatinya saat air mata Soojung mengalir karenanya.

Minhyuk memejamkan matanya erat lalu menghembuskan napas, mencoba menenangkan emosi, dia harus menahannya. Dia harus tenang. Tapi ketika isak tangis Soojung mulai terdengar, dia benar-benar tidak tahan, haruskah dia menyerah? Tapi semuanya akan kacau.

Kemudian, dengan perlahan Minhyuk maju selangkah mencoba menggapai wajah Soojung, namun di tepis Soojung cepat.

“Kau harus menunggu, Soojung-ah.” Kata Minhyuk pelan.

“Sampai kapan aku harus menunggu oppa?!” Balas Soojung dengan suara tinggi. “Apa aku harus menunggu sampai aku berumur 50 tahun? Sampai rambutku memutih dan kulitku keriput. Itu yang oppa inginkan?”

Minhyuk hanya diam.

“Jika itu memang yang oppa inginkan, aku tidak bisa.” Kata Soojung sembari menggelengkan kepalanya. “Aku tidak bisa menunggu selama itu, aku sudah berumur tiga puluh satu tahun. Aku ingin menikah!”

“Tapi aku belum siap Soojung.”

“Ya Tuhan, oppa, kau sudah tiga puluh empat tahun!! Apa yang kau belum siap!” Pekik Soojung.

Lagi, kata-kata itu yang selalu di ucapkan Minhyuk saat Soojung meminta untuk menikahinya. Bosan, tentu saja Soojung bosan mendengar alasan yang sama terus menerus. Bahkan sekarang dia meragukan cinta Minhyuk.

“Soojung-ah.. Jangan seperti ini, Oh? Oh?” Kata Minhyuk mengedipkan matanya, sedikit menunjukkan aegyonya. Dia tahu Soojung akan selalu luluh jika dia menunjukkan aegyonya.

Ya, memang benar, Soojung menyukai aegyonya. Tapi sekarang waktunya tak tepat, dia benar-benar serius marah dengannya. Soojung meringis, berusaha melepaskan tangan Minhyuk di bahunya.

“Oppa, apa kau benar-benar mencintaiku?”

“Tenju saja, aku mencintaimu Soojung! Bahkan aku lebih mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri.”

“Kalau begitu ayo menikah.” Rengek Soojung.

“Tidak semudah itu Soojung, aku butuh persiapan.”

“Persiapan! Persiapan! Selalu persiapan! Kapan oppa akan siap?” Pekik Soojung. “Aku kehabisan jawaban ketika omma selalu menanyakanku kapan oppa menikahiku. Oppa, usiaku bukan lagi untuk hal-hal seperti remaja pacaran. Aku butuh komitmen! Dan aku ingin seorang bayi.” Suara Soojung setengah tenggelam saat mengucapkan kalimat terakhir, ada rona kemerahan di pipinya.

Minhyuk termenung mendengar kalimat terakhir Soojung. Bayi? Dia juga menginginkan seorang bayi, tapi tidak sekarang.

Soojung mulai bergerak meninggalkan Minhyuk yang tak kunjung memberikan suaranya. Soojung tahu, jawabannya pasti belum siap, dan percakapan akan selalu mengarah belum siap.

“Soojung, kau mau kemana?” Cegah Minhyuk cepat mengambil tangan Soojung yang akan membuka pintu.

“Mencari seorang pria yang mau menikahiku segera dan pastinya dia sudah siap.” Ucap Soojung sengit.

“Apa?”

“Aku yakin oppa mendengar kata-kataku dengan jelas barusan.” Soojung menarik napas, sebelum melanjutkan. “Kita putus. Benar-benar putus.”

“Yah, kenapa kau seperti ini?”

Soojung hanya diam. Sudah tak tahan dengan keadaan seperti ini.

“Ahrasseo, Ahrasseo. Kita menikah, sekarang.” Ucap Minhyuk mantap. Soojung mendelik.

Minhyuk akhirnya menyerah. Persetan dengan yang lain, dia tidak peduli lagi dengan setengah persiapannya yang sudah jadi. Perempuan di depannya saat ini lebih penting dari apapun, jika dia pergi, dia tidak akan tahu lagi bagaimana untuk menjalani hidupnya.

“Ayo sekarang kita daftarkan pernikahan kita secara hukum. Aku tidak ingin mendengar lagi kau mengucapkan pria lain yang mau menikahimu.”

“Kau bercanda?”

“Aku serius Soojung.” Ucap Minhyuk tegas menatap matanya.

Soojung menggeleng. Bukan dia tidak mau menikah dengan Minhyuk sekarang, tapi ada sebagian hatinya menolak jika itu hanya sebuah catatan hukum. Dia juga ingin resepsi.

“Oppa, bukannya aku tidak mau pernikahan secara hukum. Aku seorang wanita yang memiliki sebuah martabat, aku juga ingin memiliki sebuah pernikahan yang megah yang aku sendiri tak bisa lupakan sampai aku mati.”

“Itu sebabnya kau harus menunggu, Soojung.” Ucap Minhyuk penuh perhatian, berharap Soojung akan mengerti.

Soojung mendesah berat, lalu menarik napas dalam-dalam.

“Kalau begitu, cari wanita yang mau menunggumu, selamanya. Jaga dirimu oppa”

Minhyuk ternganga mendengar ucapan Soojung. Dia tak percaya Soojung akan berkata seperti itu. Dia bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk mencegah Soojung yang meninggalkan apartemennya.

“Aghhh!!” Teriak Minhyuk sambil menendang pintu di depannya. Dia meremas rambutnya frustasi. Kemudian dia mengambil ponsel di saku celananya, menekan tombol yang sangat dia kenal, dan dia percaya.

“Hyung!! Kacau.. Semuanya kacau.. Soojung pergi!!”

 

***

 

“Aku putus dengan Minhyuk.” Tutur Soojung, mengumumkan.

Suzy, sahabatnya dari kecil seketika menganga dan menjatuhkan burger yang akan masuk kedalam mulutnya. Sekarang mereka berada di Sweet café yang terkenal dengan desain interiornya yang klasik dan oreo milkshakenya.

“Kau bercanda?”

“Aku serius.”

Suzy menggelengkan kepalanya, tak percaya. Pasalnya, semenjak dia bersahabat dengan Soojung yang tahu bagaimana awal mula terjadinya Minhyuk-Soojung yang terkenal dengan tak pernah ada kata ‘putus’ dalam hubungan mereka. Dan sekarang dia mendengar kata putus begitu saja, itu seperti ucapan sakral di telinga Suzy.

“Heol, harusnya aku terima saja taruhan Myungsoo kemarin, kalau tahu kau akan putus dengan Minhyuk.” Suzy teringat taruhan yang ditawarkan Myungsoo, sahabat mereka satunya lagi.

“Mwo?” Ucap Soojung tak percaya apa yang dia dengar dari mulut temannya.

“Jinjja daebak, 10 tahun Soojung, 10 tahun kau berkencan dengan Minhyuk baru kali ini kau mengatakan putus dengan Minhyuk. Kau tahu, aku pikir kata ‘putus’ itu adalah dosa terlarang untuk kalian.” Suzy tertawa geli sambil memegangi perutnya yang besar, hasil buah cintanya dengan Lee Min Ho suaminya.

“Padahal aku sangat yakin kalian akan menikah, punya anak dan cicit segudang yang berakhir dengan makam berdampingan.” Sambung Suzy terus tertawa, yang sudah mendapat pandangan mematikan dari Soojung.

“Yah! Tertawa aja terus sampai perutmu meletus, dan kau akan melahirkan disini.”

“Kau.” Suzy mendelik pada Soojung.

“Apa?” Soojung menantang Suzy kembali.

Suzy terkekeh akhirnya. Lalu, dia melipat tangannya di atas meja sedikit memajukan badannya. “Apa dia bilang belum siap lagi?” Terka Suzy.

Soojung mendesah. Lalu mengangguk. “Jika telingaku bisa muntah, mungkin sudah muntah dari dulu mendengar alasannya yang itu-itu saja.”

Soojung menatap sahabatnya sendu. “Aku ingin menikah Suzy. Harusnya aku terima saja lamaran Kris yang dulu. Pasti sekarang aku sedang menggendong anak keduaku dengannya.” Ucapnya cemberut.

“Yah!” Suzy melayangkan tangannya ke kepala Soojung.

“Aww!” Pekik Soojung kesakitan. “Kenapa kau memukulku!” Protes Soojung sambil mengusap kepalanya yang berdenyut.

“Karena kau bicara sembarangan. Kau tahu apa yang kau ucapkan barusan? jika kau menikah dengan Kris, aku yakin kau sedang sengsara sekarang.”

“Wae?”

“Apa kau sanggup menikah tanpa cinta dengannya, apa kau sanggup meninggalkan orang tuamu di sini yang pergi dibawa Kris ke China, apa kau sanggup meninggalkan keponakan kembar kesayanganmu?”

Dahi Soojung berkerut tampak berpikir. Kemudian dia menggeleng merinding jika dia harus meninggalkan kampung halamannya dan pergi bersama Kris, tidak ada tawa lucu dari keponakan kembarnya. dia tidak bisa meninggalkan semuanya, terutama Minhyuk. Memang dia sedang marah dengan lelaki satu itu, tapi dia sangat mencintai lelaki itu.

“Aku tidak bisa.” Jawab Soojung menunduk.

“Lihat.”

“Terus apa yang harus ku lakukan? Aku benar-benar tidak bisa mengelak lagi dari omma. Bisa-bisa dia menjodohkanku dengan ahjussi-ahjussi nyasar.” Ucap Soojung ngasal, menyandarkan punggungnya di bangku dengan wajah di tekuk.

Bukannya prihatin, Suzy malah terkekeh lagi di kursinya. “Imo tidak mungkin seperti itu. Aku punya ide.” Suzy melihat wajah soojung yang sudah penasaran mendekatkan wajahnya pada Suzy.

“Culik Minhyuk, lalu nikahi dia dimanapun kau inginkan. Masalah selesai.” Suzy langsung spontan menjauhkan wajahnya dari Soojung, dia tahu bagaimana reaksi Soojung.

“Yah! Kau gila?!”

Tuh kan, lihat. Hidungnya saja sudah mengembang. Suzy tertawa puas. Soojung berdecak kesal melihat sahabatnya yang satu ini, bukannya membantu malah membuatnya semakin jengkel. Seharusnya dia tak usah cerita pada Suzy, harusnya dia cerita pada Myungsoo, Myungsoo pasti punya jalan keluar, tapi sahabatnya yang satu lagi ini terlalu sibuk dengan istrinya.

Hah! Bagaimana miris, hanya dia yang belum menikah!

Soojung memajukan badannya kedepan, mengaduk coffeenya dengan malas dan menatap temannya. “Suzy-ah..”

“Apa?”

“Sebenarnya.. sebenarnya Minhyuk mengajakku mendaftarkan pernikahan secara hokum kemarin.” Kata Soojung pelan-pelan.

“Terus?”

“Terus, Aku.. Aku me-no-laknya.” Lanjut Soojung dengan suara tenggelam, dia juga memundurkan badannya, bersiap dengan reaksi Suzy.

“Great!!! Just Great, Soojungg!! Kau memintanya untuk menikahimu, tapi kau menolaknya, Why? Why?!” Ucap Suzy emosi, sampai napasnya terengah-engah sambil memegangi perutnya.

“Aku ingin resepsi juga Suzy!! Aku juga ingin seperti Joohyun unnie yang dilamar sama Yonghwa oppa memiliki pernikahan yang mewah, dan seperti Sooyeon unnie yang memiliki pernikahan outdoor romantis dengan suaminya.”

“Aku tidak tahu kenapa aku memiliki teman bodoh sepertimu, Soojung.” Kata Suzy menggelengkan kepalanya.

Soojung hanya memanyunkan bibirnya.

“Resepsi bisa dilaksanakan belakangan Soojung, yang terpenting itu kemauan Minhyuk. Setelah kau mendaftarkan pernikahanmu, kau bisa mengurus resepsi yang kau inginkan bersama Minhyuk. Lihat, sekarang apa yang kau dapatkan? Malah kau putus dengannya.”

“Aku.. tidak berpikir kesitu, Suzy-ah” Jawab Soojung lesuh. “Kau tahu aku sudah dirasuki emosi, aku tidak bisa berpikir apa-apa.”

Suzy hanya mendesah.

“Aku tidak menyangka, Yonghwa oppa yang tidak mengenal romantis bisa melakukan pernikahan seperti di alam mimpi, sedangkan Minhyuk yang aku kenal dengan Dewa Cheese sama sekali tidak bisa melakukan seperti itu. Tapi aku benar-benar bodoh untuk menolaknya kemarin.” Kata Soojung mengusap wajahnya.

“Apa Minhyuk ada menghubungimu setelah kemarin?” Tanya Suzy.

“Tidak ada. Aku benar-benar benci dia.”

“Kau yang memintanya putus, Soojung.”

“Setidaknya dia mencegahku dan membujukku.”

“Dia tahu kau keras kepala.” Hardik Suzy. Kemudian dia melihat ponselnya dan membaca pesan Min Ho yang sudah diparkiran menjemputnya. “Aku harus pulang, Min Ho oppa sudah menjemputku. Kau ingin tumpangan?”

Soojung menggeleng. “Aku ingin disini lebih lama.”

“Baiklah, kalau begitu aku duluan.” Soojung mengangguk, lalu menerima pelukan Suzy sebelum dia benar-benar pergi.

“Jaga keponakanku, pastikan dia lahir tepat waktu.” Ejek Soojung terkekeh yang mendapat tatapan tajam dari Suzy sebelum temannya menghilang di balik pintu.

Dia mendesah ditempat, lagu A Thousand Year dari Christina Perri yang mengalun lembut di café tidak bisa membantu perasaan sedihnya. Soojung menatap keluar jendela, dan sekarang dia benar-benar merindukan Minhyuk.

Sedang apa dia sekarang?

 

***

 

“Oppa, dimana?”

Tanya Soojung menelpon Yonghwa ketika ia keluar kantor. Dia tidak tahu, kenapa oppa-nya ini tiba-tiba ingin menjemputnya.

Aku sudah memasuki area kantormu, tunggu sebentar.”

“Ahrasseo.”

Soojung memasuki ponselnya ke dalam tas, dia memainkan ujung sepatunya dan mengembungkan pipinya malas. Ini adalah kebiasaannya ketika dia sedang menunggu.

Soojung melambaikan tangannya, ketika mobil sedan hitam akrab mendekat padanya. Dia membuka pintu dan tersenyum pada Yonghwa.

“Ada angin apa oppa menjemputku?” Tanya Soojung, sembari menghidupkan musik, dan lagu Mav dari Maroon V langsung berputar.

“Memangnya aku tidak boleh menjemput adikku sendiri?” Kata Yonghwa membelokkan setir ke kanan.

“Bukan begitu, Oppa sudah tidak pernah menjemputku selama tiga tahun.”

“Wahh, kau bermain drama sekarang?” Kata Yonghwa terkekeh.

Soojung mengendikkan bahunya.

“Aku hanya ingin berbicara denganmu, Soojung.”

“Aku tidak ingin berbicara tentang Minhyuk.”

“Siapa yang ingin berbicara tentang Minhyuk, kau terlalu percaya diri Jung Soojung.”

Yah, ini sudah seminggu semenjak kejadian ‘putus’ antara Soojung dengan Minhyuk. Soojung benar-benar kesal, sampai sekarang Minhyuk tak pernah menghubunginya. Dia ingin menyerah menelpon Minhyuk duluan dan meminta maaf padanya, tapi egonya terlalu besar untuk melakukan itu. Soojung juga mencuri-curi kabar dari teman sekantor Minhyuk, Jungshin. Menanyakan kabarnya, dia kesal dengan jawaban Jungshin yang menyatakan Minhyuk baik-baik saja sedangkan disini dia sekarat merindukan Minhyuk. Aissshh, apa mereka benar-benar putus?

“Soojung?”

“Hmm.”

“Aku tahu kau sedang ada masalah dengan Minhyuk, dan ini pertama kalinya kalian bertengkar sampai larut seperti ini.”

“Oppa bilang tidak akan berbicara tentangnya. Kenapa malah menyebut namanya.”

“Mian. Cobalah berbicara dengannya.”

“Shiro!”

“Wae?”

“Dia tidak mengabariku, buat apa aku berbicara dengannya. Dia sudah tidak peduli padaku. Buat apa istilah pria harus mengalah pada wanita, kalau ternyata wanita yang harus berbicara duluan.”

“Tidak ada salahnya kalau kau berbicara duluan padanya. Istilah itu hanya sebatas pepatah, dilihat dulu dari segi mana kau membutuhkannya. Dan aku lihat, kau pasti yang membuat kesalahan.”

“Tapi, oppa dulu mengatakan pada Minhyuk, ‘kau harus meminta maaf duluan walaupun bukan Minhyuk yang salah’, oppa lupa?”

“Aku Ingat.”

“Lalu kenapa oppa berpihak padanya sekarang. Kau tidak mencintaiku?”

“Aku mencintai Joohyun.”

“Yah!”

Yonghwa terkekeh melihat reaksi adiknya ini. Dia benar-benar suka menggoda Soojung. “Aku yakin kau sekarat merindukannya, aku juga yakin kalau Minhyuk juga sekarat merindukanmu. Omma bilang padaku, kalau kau selalu melihat ponselmu itu, kau menunggu Minhyuk?”

“Tidak.” Jawab Soojung membuang wajahnya ke arah jendela.

“Aku tahu kau berbohong.”

“Baiklah, aku menyerah. Aku menunggunya, aku merindukan Minhyuk. Oppa puas?”

Yonghwa terkekeh lagi. “Sangat puas. Soojung-ah, selama masih bisa kau menghubunginya duluan, cobalah untuk menelponnya, mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Lagian selama ini yang selalu mengalah itu Minhyuk, kan? Coba pikir Soojung, selama ini apa dia pernah mengecewakanmu?”

“Sering.”

“Apa?”

“Dia tidak mau melamarku dan menikah denganku.” Jawab Soojung cemberut.

“Kau ini. Mungkin dia masih belum siap.”

“Jawaban oppa sama saja dengannya. Hellowww, Adakah jawaban selain ‘belum siap’?” Kata Soojung dengan ekspresi muak dan merentangkan tangannya ke udara.

“Siapa tahu dia sedang menyiapkan kejutan besar untukmu, makanya dia bilang seperti itu.”

“Hah! Impossible.”

“Oppa, aku suka lagu ini.” Seru Soojung ketika lagu Uptown Punk dari Bruno Mars mulai mengalun mengisi udara dalam mobil.

“Oppa juga.” Yonghwa menaikkan satu alisnya. Lalu mereka memulai gerakan acak dan bernyanyi bersama.

Soojung menggerakkan kepalanya asal, membuat Yonghwa tertawa melihatnya. “Lihat ini.” Kata Soojung sambil menunjukkan tarian tangannya ke kanan dan ke kiri seperti tarian hula-hula di Hawai yang membuat Yonghwa dan Soojung semakin tergelak dalam tawa.

Yonghwa menghentikan anggukan kepalanya, ketika ponselnya bergetar di dasbor mobil. Soojung ingin mengambilnya, membantu oppa-nya karena sedang menyetir, tapi tangan Yonghwa lebih cepat darinya. Yonghwa membuka pesan.

‘Semua sudah siap..’ Yonghwa tersenyum.

“Siapa? Joohyun unnie?” Tanya Soojung.

“Iya.” Jawab Yonghwa bohong. “Soojung, kau tidak keberatan kan, kalau kita menjemput Joohyun dan si kembar dulu?”

“Tentu saja tidak!” Jawabnya histeris. “Aku sudah merindukan Ji Hyun dan Jae Hyun, mereka menggemaskan, tidak seperti appa-nya yang menyebalkan.” Kata Soojung melirik Yonghwa mengejek.

“Yah, kau ini ingin di pukul ya? Kalau tidak ada aku, mereka tidak akan lahir.”

“Heol, yang melahirkan mereka Joohyun unnie, bukan oppa.”

“Setidaknya bibitnya dariku, Haha.”

“Oppa!”

 

***

 

Soojung mengerutkan dahinya, melihat Yonghwa menghentikan mobilnya di depan Universitas Sungkyunkwan. Seingatnya Joohyun bukan seorang professor disini, apalagi mahasiswi disini. Soojung masih ingat, ketika Yonghwa menarik-nariknya untuk datang di kelulusan Joohyun, tidak mungkin, kan, Joohyun kembali menjadi mahasiswi.

“Joohyun ada janjian dengan temannya, temannya seorang professor disini.” Seru Yonghwa, ketika melihat ekspresi Soojung yang penuh tanda tanya.

Seketika Soojung membentuk mulutnya huruf ‘o’ panjang sambil manggut-manggut. Lalu dia melihat Yonghwa yang mulai turun dari mobil. “Kau tidak turun?” tanya Yonghwa.

“Kenapa aku harus turun?”

“Kau tidak rindu dengan kampusmu?”

Alis Soojung menyatu, benar saja. Sudah berapa lama dia tidak ke sini. Sudah hampir tujuh tahun dia tidak kemari. Mungkin berkeliling di sekitar, membuat perasaannya lebih baik, lagi pula disini tempat pertama kali dia bertemu dengan Minhyuk. Mungkin dia bisa sedikit bernostalgia disini.

“Ahrasseo, aku akan menunggu di taman.” Ujar Soojung, sambil membuka pintu dan mulai berjalan dimana taman berada.

Ini sudah mulai gelap ketika mereka sampai disana, jadi lampu-lampu taman mulai di hidupkan sebagai penerang. Soojung mengambil tempat duduk di dekat kolam dan menghadap ke arah pintu utama Universitas. Lalu dia mengambil ponsel dan mengenakan headset di telinganya, dia tersenyum mengingat bagaimana dia bertemu dengan Minhyuk di pintu utama masuk Universitas, itu adalah pertemuan biasa, hanya menabrak dan membantu bawaan Soojung yang terjatuh, tapi efeknya itu benar-benar luar biasa, membuat Soojung tidak bisa tidur melihat wajah Minhyuk yang tampan dan jantungnya yang berdetak seperti balapan dengan Valentino Rossi di sircuit.

Lalu, Soojung dikejutkan dengan orang-orang yang berdatangan padanya memberi bunga mawar merah satu-persatu. Dahinya berkerut, dia mencoba menahan salah satu yang memberinya mawar, bertanya untuk apa. Tapi dia tidak mendapatkan apa-apa, karena si pemberi membungkam mulumnya rapat-rapat.

Soojung menerima bunga mawar terus menerus sampai bunga ditangannya menjadi satu buket besar jika rekatkan dengan tali. Dan dia benar-benar konyol, kalau dia akan menjualnya kembali.

Tiba-tiba saja, lampu penerang taman dan sekitar kampus mati membuat Soojung terperanjat dari duduknya.

Mungkin mereka belum banyar listrik, aku harus kembali ke mobil dan menunggu Yonghwa oppa disana saja.

Belum sempat Soojung berjalan, dia dikejutkan dengan lampu sorot putih yang hanya tertuju padanya. Dia bingung, dan melihat sekeliling yang tak menunjukkan apa-apa. Lalu samar-samar dia mendengar suara alunan gitar dan nyanyian merdu lagu More Than Word yang mulai mendekat, dia mencari sampai dia menemukan satu lampu sorot lagi yang tertuju pada sosok lain di depannya yang keluar dari pintu utama Universitas. Soojung memicingkan matanya, mencoba memperjelas penglihatannya.

Hingga sampai sosok Minhyuk terlihat jelas berdiri beberapa meter dari Soojung yang dipisahkan dengan kolam buatan di depan mereka. Soojung menutup mulutnya, terharu. Perasaan kecewa dan kesal kini berganti dengan perasaan bahagia, dan Soojung tidak bisa tidak tersenyum melihat Minhyuk yang dihadapannya terlihat sangat tampan dengan kemeja putih dibalut dengan Jas hitam mewah, poninya di sisir rapi ke atas yang membuatnya terlihat sangat berkharisma, dan gitarnya menambah nilai plus untuk Minhyuk.

Soojung terharu sampai berurai air mata, air mata bahagia. Dia mengamati Minhyuk dan mendengarkan Minhyuk sampai Minhyuk menyelesaikan nyanyian. Soojung tersenyum dan bertepuk tangan senang untuknya.

Ada keheningan di antara mereka, saling menatap lekat penuh arti dalam masing-masing hati mereka, sampai Minhyuk meletakkan gitar di sekitarnya dan mulai berjalan ke arah Soojung. Minhyuk berjalan tanpa mengalihkan pandangannya pada malaikat tak bersayap di hadapannya ini, wanita yang sangat ia cintai seumur hidupnya.

Minhyuk menangkup wajah Soojung dan menghapus air matanya lembut dengan ibu jarinya. “Kenapa menangis?” Tanya Minhyuk lembut.

“Molla.”

“Wae Molla?”

“Keunyang.. Bogoshippeo. Mianhae.” Ucap Soojung lirih.

“Nado, neomu bogoshippeso, Soojung-ah..” Jawab Minhyuk penuh kelembutan.

Minhyuk menegakkan dagu Soojung, agar dia bisa melihat wajah Soojung dengan jelas. “Soojung-ah, kau ingat tempat ini?” Soojung mengangguk.

Kemudian Soojung di kejutkan dengan hidupnya lampu penerang taman dan kampus, namun penerangnya kali ini berbeda dengan lampu sebelumnya. Lampu yang ini lebih bervariasi dengan warna merah, biru, kuning, hijau, dan ungu. Bahkan di setiap sisi pohon berbentuk hati dengan warna merah terang, juga ada lilin yang menerangi setiap sisi jalan. Soojung tidak tahu sejak kapan lilin itu menyala, dia hanya merasa kewalahan dengan kejutan yang diberikan Minhyuk, dan dia tidak tahu kejutan apa selanjutnya.

“Apa kau ingat, dimana kita pertama kali bertemu?” Tanya Minhyuk lagi.

“Di depan pintu utama Universitas, kau menabrakku.”

Minhyuk menggeleng. “Aku sudah melihatmu sebelum sekolah di mulai. Saat itu aku melihatmu duduk di bangku ini dengan earphone terpasang ditelingamu di sore hari. Kau tidak melakukan apa-apa, hanya menunggu. Kau membiarkan angin menerpa wajahmu dan rambutmu yang panjang tergurai indah, dan aku melihat semburat merah mengagumkan di wajahmu. Entah berapa lama aku melihatmu, aku menyadari, aku telah menemukan sesuatu yang hilang dari hidupku.” Papar Minhyuk, lalu berdiam sejenak mengenang sejarah hidupnya yang tak terlupakan ketika melihat Soojung sore itu.

“Aku menemukan sesuatu yang bisa ku sebut indah. Kau tidak hanya sekedar cantik, Soojung. Kau adalah keindahan yang nyata untukku.” Lanjut Minhyuk tulus.

Soojung merasa jantungnya berhenti berdetak. Bahkan suara gemuruh di perutnya benar-benar ingin menyeruak dan mengeluarkan kupu-kupa berterbangan di sekilinginya. Dia juga bisa melihat kembang api di sekitarnya. Oh Minhyuk, Soojung tak bisa berkata apa-apa. Soojung benar-benar meleleh dengan ucapan Minhyuk yang terlihat tulus. Soojung mengedipkan matanya canggung, mengantisipasi ucapan Minhyuk selanjutnya.

“Lalu aku memutuskan untuk menemuimu, aku ingin berkenalan denganmu, tapi saat itu, kegugupanku benar-benar menelan semua keberanianku. Jadi aku hanya tidak habis pikir untuk pura-pura menabrakmu saat kau sedang buru-buru.”

“Dan akibat idemu itu, aku melewatkan tes dari Professor Lee.” Soojung terkekeh yang diikuti Minhyuk.

“Mian.”

Soojung menggeleng. “Ide mu itu adalah hal yang paling terindah untukku.”

“Sekarang..” Minhyuk bergerak berlutut dengan satu kaki di hadapan Soojung masih menggenggam tangan Soojung dengan satu tangannya, seulas senyum tak lepas dari wajahnya. Lalu dengan satu tangannya yang bebas mengambil kotak cincin yang ia siapkan dari saku celananya.

Soojung terkesiap. Dia terkejut dengan tindakan Minhyuk. Dia ingin menangis, menangis bahagia lebih tepatnya. Jantungnya benar-benar berdetak cepat seakan ingin mematahkan tulang rusuknya.

“Jung Soojung, kau adalah mimpiku yang menjadi nyata. Kau membuat hidupku menjadi sempurna, membuat segalanya terasa benar-benar nyata. Aku tidak bisa menjanjikan kebahagian sempurna untukmu, namun aku berjanji untuk selalu berada di sisimu, mendukungmu, melindungimu, dan mencintaimu. Aku ingin menjadikan tempat pertama kali kita bertemu dan tempat menentukan kau milikku disini. Menikahlah denganku.” Ucap Minhyuk dengan kesungguhan di setiap kalimatnya.

Dengan itu lampu hias lainnya bertambah di depan gedung Universitas Sungkyunkwan dengan lampu merah besar bersinar yang bertuliskan ‘Marry Me, I love You JSJ’.

Selama sesaat Soojung tidak bisa berkata apapun. Matanya tak bisa berpaling dari mata coklat gelap milik Minhyuk, dia sudah terhanyut dalam oleh matanya. Hiasan-hiasan disekitarnya benar-benar membuat segalanya menjadi sempurna. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya, dan dia tidak bisa menahan lagi saat air matanya menyeruak penuh kebahagian.

“Terima.. Terima.. Terimaa..”

Soojung mengedarkan pandangannya ke asal suara di sekelilingnya, dia tidak tahu sejak kapan Yonghwa oppa-nya, Joohyun unnie, si kembar Jung Ji Hyun dan Jung Jae Hyun yang memegang sketchbook lampu bertuliskan “I❤ SJ”, teman Minhyuk yang dia tahu, Jungshin, Jonghyun, Donghae, dan juga ada temannya Suzy dengan Min Ho suaminya juga Myungsoo dengan istrinya Son Naeun yang sudah tak lama jumpa, bahkan orang tua Soojung dan Minhyuk berada disini juga serta saksi-saksi lain yang dia tak ketahui. Mereka merencanakan ini semuanya, dan dia benar-benar tak tahu sama sekali.

Hatinya benar-benar ingin meledak saat itu juga. Dia benar-benar marah dengan dirinya sekarang yang pernah mengatakan putus pada Minhyuk saat itu.

“Soojung-ah!!! Jika kau tak terima, aku akan menembak kepalamu dari New York!!”

Soojung tertawa mendengar teriakan kakaknya Sooyeon dari Skype yang di pegang oleh Yonghwa. Mereka bahkan memberitahu kakaknya yang jauh di New York. Well, jika mereka memberitahu dia, ini bukan kejutan namanya.

Soojung kembali menatap Minhyuk yang menunggu jawabannya dengan was-was. Soojung bergumam ‘Pabo’ pada Minhyuk, meminta sesuatu hal yang tidak mungkin di tolaknya.

Soojung menarik napas dalam, air mata bahagia sudah berlinang di wajah cantiknya.

“Tidak.”

Jawab Soojung singkat, dan tegas. Orang-orang di sekitarnya terdiam dan terhenyak dengan jawaban Soojung. Juga Minhyuk yang merasa hatinya down, lututnya terasa lemas dan matanya seketika layu.

Lalu dengan helaan napas Soojung selanjutnya, Soojung tersenyum.

.

.

“Aku tidak bisa menolakmu. Aku akan menikah denganmu, Kang Minhyuk.”

.

.

“Yeahhh!!!”

Minhyuk spontan berdiri, melambungkan tinju ke udara. Kemudian Minhyuk menyematkan cincin di jarinya, lalu dia membawa Soojung dalam pelukannya dan memutar-mutar tubuhnya di udara.

Keluarga dan teman-temannya bersorak gembira dengan jawaban Soojung yang sebelumnya seperti jurang yang dalam. Namun adegan di depan mereka, benar-benar membuat mereka ikut senang dalam kebahagian Minhyuk dan Soojung.

Minhyuk menurunkan Soojung dan mengecup bibirnya lama, membuat Soojung terkesiap untuk kesekian kalinya. Pasalnya, mereka sedang berada di depan banyak orang, bahkan orang tua mereka juga melihatnya.

“Kau benar-benar membuatku khawatir setengah mati, Soojung.” Ucap Minhyuk. “Aku akan benar-benar mati, jika kau menolak lamaranku.”

Soojung terkekeh. “Kau yang sudah membunuhku duluan dengan kejutan-kejutan ini, Minhyuk.”

“Apakah berhasil?”

“Sangat berhasil.”

“Sungguh?”

“Sungguh, Honey.”

“Maafkan aku, membuatmu menunggu lama, Soojung.”

“Hmm? Maksudmu?”

“Persiapan. Persiapan yang selalu aku ucapkan adalah ini. Bukannya aku tidak siap untuk menikahimu, aku sangat siap Soojung. Tapi berhubung kau ratu drama yang penuh dengan keromantisan membuatku berpikir lama untuk menyiapkan ini semua.”

“Oh Minhyuk.”

“Dan apa yang benar-benar membuatnya lama adalah, persetujuan dari petinggi Universitas untuk menyewa tempat ini, melamarmu. Dia benar-benar susah dibujuk. Dia bilang, ini tempat belajar, bukan untuk cinta-cintaan.”

Soojung terkekeh mendengar penjelasan Minhyuk. “Lalu aku meminta bantuan Yonghwa hyung yang kebetulan istrinya, Joohyun mengenal cucu petinggi Universitas ini. Dia juga membantu menyiapkan ini, Suzy, Junghsin, keponakan kembar kesayanganmu dan juga lainnya banyak membantuku menyiapkan ini. Kita harus berterima kasih pada mereka nanti.”

Soojung mengangguk semangat. Dia teringat tiba-tiba, ketika Yonghwa mulai bertingkah aneh, dan Suzy yang tidak terlalu semangat ketika dia menceritakan tentang Minhyuk sebelum mereka putus. Ini sebabnya, mereka semua bersekongkol.

“Jangan menangis, ini hari bahagia.” Ucap Minhyuk sembari menghapus air mata Soojung dipipinya.

“Aku menangis karena bahagia, kau tahu.” Jawab Soojung memukul dada Minhyuk ringan. Minhyuk tersenyum.

“Soojung-ah, mulai sekarang, kau tidak perlu pusing memikirkan jawaban atas pertanyaan ibumu kapan menikah. Bilangnya padanya, kita akan menikah besok.”

“Besok?!” Kata Soojung mendelik.

Minhyuk mengangguk mantap.

“Kau serius?!”

“Lebih dari serius.” Ucap Minhyuk tegas. “Kau hanya perlu pulang dan tidur secepatnya, besok pagi kau akan di kejutkan dengan gaun pengantin yang sangat kau impikan itu. berjalan di altar dan menjadi nyonya Kang untuk selamanya.”

“Minhyuk-ah..”

“Wae? Jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku ingin menguncimu di dalam kamar sekarang. Kau tidak ingin kita menciptakan cucu baru dan sepupu baru untuk keluargamu sebelum pernikahan, kan?” Goda Minhyuk yang mendapat cubitan dari Soojung di pinggangnya.

“Yah!!” Ucap Soojung malu-malu, semburat merah di pipinya tampak terlihat jelas.

Minhyuk mengelus pipi Soojung lembut. Menatap matanya dalam-dalam sebelum Minhyuk mencium kening Soojung, kedua matanya, hidungnya dan berakhir di bibir ranumnya. Minhyuk melumat bibirnya lembut, Soojung melingkarkan tangannya di leher Minhyuk dan membalas ciuman Minhyuk dengan intensitas yang sama. Mereka bahkan tidak peduli dengan keluarga dan teman-teman mereka yang bersorak pada mereka, sedangkan Yonghwa dan Joohyun sibuk menutupi kedua mata anak mereka.

Mereka mengakhiri ciuman mereka dengan kecupan-kecupan ringan dari bibir masing-masing. Tersenyum seperti orang gila dengan kebahagian yang menyesakkan hati mereka.

“I love you.” Ucap Soojung mantap, menatap dalam mata Minhyuk.

“I love you more, Soojung.” Balas Minhyuk dengan tak kalah mantapnya.

Mereka berdua masih saling adu menatap, ketika Jonghyun datang menyiram dengan tembakan air ke arah mereka.

“You’re both, please stop be your cheese, now lets have fun, okay?” Jonghyun tertawa melihat dua sejoli yang terkejut dengan semprotan tiba-tiba.

“Yah, Lee Jonghyun!!”

Seru Minhyuk sembari megejar Jonghyun dan membalasnya dengan tembakan air yang ia ambil dari Jungshin. Setelah puas, dia kembali ke Soojung dan berperang air dengannya dan dengan yang lain juga.

Kebahagiaan, takkan pernah habis untuk orang yang saling mencintai.

 

END

 

Haallooo.. Annyeoong..

Aku kembali dengan fic baru, dan lagi-lagi oneshoot. Aku nggak tahu sampai kapan aku akan menulis oneshot terus, kayaknya belum siap buat chaptered, hehehe. Ini adalah salah satu cerita yang menggangguku ketika aku menulis Blue series untuk Jonghyun. akhirnya memutuskan untuk menyelesaikannya dulu sebelum Blue series. Tapi tenang, blue series tetap jalan. Untuk sementara saya persembahkan ini dulu untuk kita para pecinta Hyukstal, hahaha. Dan Aw aw, Minhyuk romantis bangeeetttt!! Bikin klepek-klepek, Aku pingin bawa pulang dianya, hahaha.

Jangan lupa komentar, like and sharenya yoooo..^^

*Sorry untuk typo, hehe.

Sampai jumpa, di update selanjutnya. Thank you so much🙂

Dan saya masih belum bisa move on dari ini, apalagi btsnya hahaha😄

tumblr_mxpaklj7AV1rov47ho1_500

29 responses to “[OneShot] Marry Me!

  1. mithayaaa….
    ad aj deh ni ide kamu buat cerita so sweet badai kyk gini.. haduuuhh jd pengen dilamar juga kayak soojung,. #abaikan
    klo krkter ming sm soojung yg bgni, sukaaaa… ngefeel bngt..
    4 jempol deh buat kamu., hhe

  2. Kak mitaaa kok aku ikutan meleleh bacanya kak :* si minhyukk sialan romantiss banget #ciumMinhyuk #plakk /digamparsoojung/

    awalnya aku pikir minhyuk emang blum siap nkah #heoll oppa udah cukup umur buat nikah looh … Malah harusnya udah punya baby kang😀 aku kok ngakak di bagian minhyuk yg aegyo yah😮 beneran deh tuh oppa, soojung seriusan marah dia malah ngasih aegyo haaahaaa😀 ya ampun, apalagi diusia dia yg udah tua wkwkwk :p

    klo diliat2 ini salah soojung #whatt seperti yg minhyuk bilang. Dia tuh ratu drama romance. Jd jangan salahkan minhyuk klo dia mikir keras cm buat ngelamar soojung ‘si ratu romance’

    itu..itu..endingnya agak nyerempet ke rated ituu😮😮 tak apa..tak apa.. mereka udah ckup umurr, aku jg yg bc udah cukup umur kok😉

  3. aaa so sweet banget… sangat sangat romantis.. brasa kyk nyata, lanjutin smpe punya baby kang dong, kan lucu… chukkae ratu drama & dewa cheese

  4. cieeee…. Hyukstal nya mau nikaaaahhh…
    Minhyuk nya romantis bgt di mana cari cwok romantis kaya gtu Mau pesen 1 ? *seketika baper*
    Ya Tuhan… Semoga hyukstal jodoh dunia akhirat Aamiin
    Maaf telat baca ff Nya *saliman ke author nya*

    blm move on jg dari hyukstal….
    Sama donk.Muuaahaha
    Apa perlu kita bikin grup fans hyukstal gagal move on?

    Authornim di tunggu next ff nya trutama lanjutan ff Venom chap 3 nya *eeeehh*
    Semangaaaaaatttttt…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s