I Think, Just Me

by grewlay
Byun Baekhyun and Renata Jasmine
Sad (mungkin)

———

Buatkan aku. Sebait saja. Setelahnya, aku akan memboyong semua cinta yang tak pernah kau tunggu kehadirannya.

Matamu melahirkan puisi baru. Seduhan kopi menjadi pembuka di pagimu. Termangu aku dengan tangan yang menopang dagu. Menelisik setiap kata yang kau lontarkan, mengulas doa apa saja yang kau rapalkan.

Kuringkas tahun. Kusingkat dekade.

Ada bagian yang tak dapat kupelajari dari dirimu. Ya, hati yang bersikeras masih kau tutup rapat; entah hanya untukku atau untuk semuanya.

“Hal yang paling tidak mungkin adalah lidahmu bisa menyentuh gigi bagian atas.”

Jasmine terperanjat. Ia memukul kepala Baekhyun dengan keras. Bukannya mendapat cibiran, Jasmine malah diperlihatkan satu senyuman. “Hei bodoh! Itu bukan hal yang tidak mungkin. Aku baru saja mencoba dan lidahku bisa menyentuh gigi bagian atas.”

“Mine, yang bodoh itu siapa? Aku atau kau?” Baekhyun adalah pemenangnya. Ia tertawa dan mengesampingkan cercaan Jasmine tentang penyataan jebakannya.

Jasmine mendengus lantas kembali menyibukkan diri dengan tumpukkan tugas teman sekelasnya. Perlu kalian tahu, Jasmine adalah ketua kelas. Tegas, berwibawa, tidak takut kalaupun ia harus melawan guru; namun dalam artian kalau guru itu salah. Itulah alasan kenapa dari sekian banyak gender laki-laki, ia yang dipilih untuk memimpin kelas.

Baekhyun berdehem sejenak. “Renata Jasmine, kau sedang membuang malumu, ya?” Di sekon berikutnya, tawa Baekhyun menggelegar tanpa peduli kelas sebelah yang tengah melangsungkan jam pelajaran tambahan.

Baekhyun adalah sahabat Park Chanyeol. Tumbuh bersama dan menjadi lelaki tampan; namun kelakuannya tidak setampan rupa. Banyak yang menyesalkan kenapa Jasmine mau berteman dekat dengan Baekhyun.

“Baek, berhenti menggangguku.”

“10 tahun ke depan, kau pasti akan merindukanku.”

“Tidak mungkin.”

Baekhyun menepikan tangan Jasmine kemudian ia menghambur semua tugas teman-teman sekelasnya. Lagi-lagi tertawa. Layaknya idiot di luar sana. “Selama belasan tahun, kau selalu bermain denganku. Aku tahu bagaimana kepribadianmu. Aku tahu kau akan sulit melupakan Byun Baekhyun yang ketampanannya melebihi Lee Minho.”

“Ya, Baek. Kau tampan melebihi Lee Minho, tangguh melebihi ultramen, dan pandai bermusik melebihi Tablo.”

Baekhyun tertawa, Jasmine tersenyum hambar.

Seseorang pernah berkata padaku, cinta itu bukan partitur biasa. Yang bisa dimainkan dari la, lalu berhenti sebelum si.

Aku, Renata Jasmine.

Rela menjelma menjadi malam demi bisa membuatmu terlelap dalam gelap. Rela menjelma menjadi pagi demi menemanimu menyantap roti, juga meneguk kopi. Demi Tuhan, aku tidak akan mempermasalahkan hal itu.

.

FIN

.

Aku tau, ini alurnya berantakan. Jadi, tolong maklumi karna otakku lagi kena wb tapi tetep maksa buat nulis. Kata orang, kalo lagi kena wb, nggak boleh didiemin, nggak boleh dimanja; nantinya jadi keterusan, jadi kebiasaan.

Wb itu bukan alasan.

15 responses to “I Think, Just Me

  1. LISSS!
    aku pikir ini diambil dari sudut pandang Baek, taunyaaa dari sudut pandang si cewe😄
    Jadi… jadi… Jasmine itu…
    Aku tunggu sequelnyah!😄
    Gilaaak, tiap baca fic kamu, tiap itu juga minderku bertambah. Aw! *abaikan

    • Mungkin lain kali bakal kubikin yang dari sudut pandang bekyonnya kak. Kalo yang ini, terlalu lebay misalnya mau ngambil sudut pandang si cabe.

      Yah. Ceritaku nda jauh-jauh dari cinta yang tak terbaca, tak diketahui, tak terbalas, dan akhir busuk dengan sendirinya di dalam hati /eaeaea/
      Hahaha minder opotoh kak? Kita itu cuma bosen sama zona aman kita. Aku ada di romance sad, katata ada di action fantasy dan sebagainya.
      Sekali keluar dari zona aman, ealah malah berantakan jadinya.

  2. geezzz ini apatoh dek? gak ngerti tapiiiii cukup ngebuat aku senyam senyum sendiri hahaha😄 bagus loh, seperti biasanya, narasi lis itu selalu bisa ngebuat aku nangis dipojokan /ngiri plus minder/ wkawkw
    ew, demi apa baekhyun disini greget banget hahaha😄 dasar baekhyun! heran deh, agak ketzell juga sih haha😄
    deuh, lis ajarin aku buat fict kayak kamuh dong😄

    • Waaaaa kaarisa nggak ngerti. Berarti tingkat absurdku makin nambah. Aaaaa ibuuuuu!!!
      Oke. Jadi maksudnya gini kak. Si jasmine itu temenan sama bekyon. Yah siapa yang nggak suka sama bekyon kalo ngeliat kepribadiannya yang nyenengin gitu? Yagakseeeh? Trus maksudnya jasmine itu pengen ngebuang rasanya soalnya dia tau kalo itu nggak guna. Makanya pas bekyon bilang 10 tahun lagi pasti bakal kangen aku, trus jasmine bilang nggak mungkin. Dia cuma mau nampik fakta aja. Belajar ngelawan rasanya.
      Trus pas bekyon bilang aku ini ganteng kayak lee minho, jasmine jawab iya blablabla. Pertahanannya tuh cewek ancur. Kan faktanya dia memang nggak bisa ngelupain nantinya.

      Aku juga nggak tau kenapa bisa gini kak. Saranku sih banyak2 aja baca yang tulisannya rada susah dingertiin, trus kadang kalo aju nggak tau arti dari kosakatanya, pasti bakal kucatat trus kucari di google. Trus kalo memang tulisannya susah banget dingertiin, bacanya kuulang sampe ngerti. Kalo nggak ngerti sampe 3 ato 4 kali, kadang suka nyerah.
      Biasanya sih aku begitu.

      • emang dari sananya aku telmi kali lis haha😄 gak kok, gak absurd deh, seriussss! Kata seriusnya digaris bawahi ya, kalau perlu di pertebal haha.
        nyesek duy, jadi jasmine… curiga ini pengalaman pribadi lagi hahaha /peace/
        jasmine yang sabar ya. faktanya banyak perempuan yang bernasib sama seperti jasmine. dan baekhyun? ceplas ceplos nya baekhyun bikin sebel, jadi makan ati kan haha

        wah, lilis rajin, aku mah apa atuh? Baca aja kadang males, terus…aku kudu piye ?
        /abaikan/ /kabur/

  3. Waah, punya temen yang karakternya kayak Baekhyun asyik juga. Buat sequel donk 10 tahun lagi, pengen tau perasaan Jasmine kayak gimana.

    Tulisanmu kece juga. Pantesan, author ffindo ternyata😀

    • Aku jadi author di ffindo baru2 aja say. Nggak terlalu aktif juga. Aku lebih seneng ngancurin tatanan personal blog daripada perkumpulan gitu wakakaka.
      Sebenernya aku ini tipe orang yang susah diajak berkomitmen, tapi karna deadline di ffindo itu 3bulan masih boleh ngepost, jadinya yaa aku daftar aja.

      Sequel? Oastaga, do u know, friend? Aku nulis berdasarkan apa yang kurasain; mayoritasnya begitu. Jadi kalo butuh sequel, mungkin 10 tahun lagi wakakakakaka

      • Kok sama ._. aku juga kurang suka masuk ke perkumpulan blog ff. Dulu pernah sih ikutan, tapi ujung-ujungnya aku mengundurkan diri. Gak bebas aja. Kalo di personal blog, mau diapain juga terserah. Blog punyaku kok :v

        Jangan 10 tahun lagi. Usiaku udah kepala tiga kalo 10 tahun lagi😀

        • Hahahahaha sehati memang.
          Betul banget kak. Aku mikirnya, kalo ikut perkumpulan sudah otomatis ada peraturannya, tapi aku nggak terlalu suka banyak diatur.
          Ini aja aku mau mundur dari 1 perkumpulan, tapi nanti tanggal 10. Soalnya tepat 2minggu aku nggak ada ngepost apapun.

          Kalo di ffindo, kan deadlinenya lama, jadi yaa santai aja. Kalopun nggak sanggup ngepost selama 3bulan, aku rela ditendang wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s