Let Me Do This Part 2

557

Let Me Do This Part 2 || Sparkdey ||PG-17
Genre : Friendship, Romance
Cast : Oh Sehun EXO, Krystal Fx
SupCast : Find by yourself kkk~

Note : FF ini sebelum di posting ke sini (jeda 5 menit) sudah di posting di blog saya ya^^~ mian kalo ceritanya kurang seru, kurang greget, kurang waw >.< maaf juga baru mulai posting lagi  huft semoga kalian suka ya sama FF author kali ini hihiw, jangan lupa RCL nya xD http://sparkdey.wordpress.com/ dan terima kasih buat yang sudah memberikan apresiasinya melalui like hihi, sedikit kecewa karena ga ada yang komen huhu T^T tapi author tidak patah semangat untuk terus berkarya~~ lets read and happy reading^^~

Chapter 1||

Cerita sebelumnya….
“Kita ingin nonton apa?” Tanya Sehun.
“Aku punya beberapa kaset baru” kataku sambil menyerahkan kotak DVD milikku pada Sehun.
“Bagaimana yang ini?” Sehun menunjuk film horror.
“Ah bagaimana yang ini?” aku menunjuk film romantic.
“Kalau yang ini?” Sehun menunjuk film komedi.
“Bagaimana yang ini?” kataku sambil mengerluarkan smirk milikku dan Sehun paham akan hal ini.

*Sehun POV*
“Apa kau yakin, Ital-ya?” tanyaku begitu dia memberitahuku DVD yang akan kita tonton.
“Yakin. Sangat yakin!” serunya padaku.

Aku melihat Krystal memasukkan piringan DVD ke dalam DVD Power miliknya. Sesungguhnya apa yang menyebabkan dirinya untuk menonton film macam ini? Well, ini bukan film dewasa atau film thriller lainnya. Melainkan film kali ini merupakan salah satu film yang paling tidak ingin aku tonton. Film ini sungguh… well sungguh membuat hatiku panas dan menggebu – gebu juga malu jika di ingat kejadian itu.
Film sudah di mulai. Ya ini adalah film dimana pemeran utama nya adalah Krystal dan sunbae kami yang bisa di bilang cukup tampan menurutku. Aku dan Krystal mengikuti ekstrakulikuler sinema, dimana kami harus berurusan dengan barang – barang elektronik seperti kamera, tripod, laptop, dan yang lainnya.

Film ini merupakan film yang sengaja kami buat untuk mengikuti perlombaan film pendek, dan seluruh teman – temanku memilih Krystal dan SUNBAENIM itu untuk menjadi pemeran utamanya. ‘Mengapa mereka tidak memilihku saja? Aku sahabatnya Krystal dan mereka pun juga tahu’ batinku.

“Sehunnie?” panggil Krystal.
“Hmm” gumamku.
“Kakimu masih sakit eoh?” tanyanya dengan nada kekhawatiran.
“Menurutmu?” jawabku agak sinis.
“Sepertinya iya” jawabnya yang kembali mengamati film itu.
“Ne, kau tahu bagaimana rasanya teriris pisau kan? Sama saja hal ini rasanya ya kau tahu sendiri” kataku.
“Arraseo arraseo” jawabnya.
“Ital-ya, ahjumma dan ahjussi kemana?” tanyaku.
“Ke rumah saudaraku yang berada di Busan dan mereka akan menginap di sana selama 2 hari karena saudaraku itu sedang sakit” jawabnya sambil memakan cemilan yang sudah di siapkan di meja hadapan kami.

Aku tidak menjawab ataupun mengeluarkan sepatah kata pun setelah Krystal memberi tahuku. Suasana menjadi hening yang terdengar hanyalah suara tawa lepas dari yeoja di sampingku ini dan suara dari film yang kami tonton. Aku melihat film itu tanpa ekspresi karena memang film ini merupakan film yang paling tidak ingin aku tonton. Dimana sahabatku sendiri harus berpasangan dengan sunbae yang brengsek itu. Lee Donghae.

“Ital-ya, kau sungguh tidak apa – apa menonton film ini?” tanyaku.
“Nan gwenchana, Hunnie” jawabnya sambil menganggukan kepalanya.
“Baiklah” jawabku singkat.

Film yang kami buat ini telah membuat kami memenangkan peringkat kedua di tingkat provinsi dan tingkat 1 di wilayah kami. Film yang bertemakan romantic ini ternyata berhasil membuat para juri memukau hingga akhirnya kami mendapatkan gelar juara. Namun pada film yang kami tonton kali ini, terdapat behind the scene dimana terdapat adegan memalukan di sana yang membuat aku malu semalu – malu nya diriku ini. Ya, aku tertangkap jelas dengan kamera jika aku sedang… berciuman dengan salah satu crew film di situ dan memang pada saat itu dia adalah kekasihku. Yeoja cantik, dewasa, mungil, dan selalu membuatku tertawa dan tersenyum. Luna, Park Luna adalah nama yeoja itu.

“Hunnie, nan gwencahana?” Tanya Krystal padaku begitu melihatku di dalam film itu dengan adegan yang seperti itu.
“Hmm” gumamku dan aku beranjak pergi dari ruang nonton rumah Krystal dan kembali ke rumahku.
“Kau mau kemana? YA! Aku berbicara padamu, Sehunnie” teriaknya begitu aku meninggalkannya dan tak menjawab pertanyaannya.

*Krystal POV*

Sehun pergi. Dia meninggalkanku di tengah sepinya rumahku ini. Pergi di saat aku benar – benar membutuhkannya untuk menemaniku. Aku… takut jika di rumah sendirian seperti ini dan malam ini sepertinya akan turun hujan karena memang sejak tadi sore awan mendung. Aku takut akan bunyi petir dan cahaya kilat petir, aku takut… takut kenangan itu akan kembali padaku lagi saat ini, di saat suasana seperti ini.
‘Aku butuh kau Sehun. Aku butuh dirimu’ batinku.

Aku duduk di ranjang tidurku, menatap ke arah beranda kamar rumah sebelah yang sekarang ini lampunya mati dan aku melihat rumahnya sepi dan sedikit tak terurus itu.

‘Kemana dirimu Sehun?’ batinku.

Aku melihat lampu kamar Sehun menyala, aku keluar menuju berada kamarku dan mulai kegiatanku seperti biasa. Tetanggaku rumahnya berjarak agak jauh dari rumah milikku dan Sehun, karena bisa di bilang rumah keluargaku dan keluarga Sehun memang memakan banyak tempat dalam pembuatannya sehingga terlihat besar seperti saat ini.

“SEHUUUNIEEE” teriakku seperti biasanya. Tapi Sehun tak kunjung keluar menuju beranda kamarnya.
“OHH SEHUUNN” teriakku lagi, namun tetap Sehun tak kunjung keluar.

‘Apa salahku Sehun? Hingga kau tak mau keluar dan menemuiku’ batinku.

“SEEEHUUUNN AYO MAKAN MALAAAMM BERSAMAAA” teriakku lagi, namun tetap saja dia tidak keluar menuju beranda kamarnya.

‘Bahkan kau tetap tidak keluar ketika aku mengajakmu makan malam bersama seperti biasanya’ batinku.

“SEEEHUUUNN APA KAU TIDAK LAPAR?” tanyaku dengan berteriak, dia tetap tidak menggubris teriakanku daritadi.

‘Aku tahu aku salah telah memutar film itu di hadapanmu dan menertawakan tingkahmu begitu aku melihat adeganmu tertangkap kamera, Hun’ batinku.

Aku kembali masuk ke dalam kamarku dan menutup pintu beranda kamarku. Aku bergegas turun dan memasak untukku dan Sehun.
Aku menunggu dan menunggu Sehun datang ke rumahku dan makan malam bersama seperti biasanya. Sudah 30 menit aku menunggu dan Sehun tak kunjung datang ke rumahku. ‘Ada apa sebenarnya Hun? Apa yang terjadi padamu? Perubahan sikapmu membuatku bingung, Hun’ batinku. Sudah 1 jam lebih aku menunggu dan Sehun tetap tidak berkunjung ke rumahku, mengirimiku pesan pun saja tidak ia lakukan.
Makanan di hadapanku dan makanan di hadapan meja sebrangku sudah mulai dingin, dan aku mencoba memakannya sedikit.

“Iuhh sudah kuduga aku harus memakannya pada saat panas, rasanya aneh” kataku sendiri yang menggerutu.

Aku bergegas membuang makanan milikku dan milik Sehun lalu mencuci piringnya serta gelasnya lalu menaruhnya di tempat seperti biasanya. ‘Bahkan kemarin kau baru saja nekat melakukan ini hanya karena tak ingin merepotiku, Hun’ batinku. Aku tersenyum, senyum kesedihan yang aku nampakkan bukan senyum keceriaan seperti biasanya.

Hujan mulai membasahi pekarangan rumahku dan juga kota Seoul ini. Hujan mulai terasa deras dan suara petir terus bergerumuh menemani malamku. Ya, malamku yang kelam tanpa ada seorang pun yang menemaniku saat ini. Aku takut… aku takut kenangan malam itu akan terulangi lagi. ‘Hun ku mohon temani aku. Aku takut Hun, aku takut’ batinku.

*FLASHBACK BEGIN*

Malam ini aku sendirian di rumah karena Appa dan Eomma ku harus pergi dinas selama beberapa hari ke depan untuk urusan bisnis kantor perusahaan Appa yang kebetulan sedang menjalankan proyek di daerah Gangnam. Yoona eonnie tak bisa menginap di rumahku karena dia harus menemani Appa nya yang sedang berada di rumah sakit karena sakit yang di derita Appa nya. Sehun? Tentu saja Sehun sedang asyik bermain laptop di kamarnya. Dia tak akan mau melepaskan laptopnya itu.

Rumahku sepi dan begitu gelap karena memang cuaca di luar sana sedang tidak bersahabat dan sebentar lagi akan menurunkan air nya ke bumi ini dan membasahinya. Hujan begitu deras malam ini dan aku hanya sendirian di dalam rumah. Aku bergegas menuju kamarku untuk sekedar tiduran dan membaca majalah.

BRRRAAAKK!!!

Aku dengar suara sesuatu seperti terbuka kencang namun aku hanya menggelengkan kepalaku dan bilang pada diriku sendiri karena itu hanya imajinasiku semata. Aku terus membaca majalah dengan asik dan tanpa curiga terhadap apapun. Namun aku mendengar suara yang samar – samar terdengar dari ruang nonton milik keluargaku ini. Aku takut, tapi aku memberanikan diriku untuk mengeceknya ke bawah dan melihat apa yang terjadi.

Aku menutup mulutku dengan tangan kananku. Melihat apa yang ada di depanku ini dengan jelas dan nyata yang membuatku tidak percaya. Rumahku di masuki oleh sekawanan pencuri dan aku melihat mereka membawa sebuah pistol di salah satu kawanan mereka. Aku takut dan aku mematung dengan kakiku yang sulit di gerakkan untuk lari.

Aku tak tahu harus apa, aku berjalan mundur menjauhi pintu ruang nontonku. Karena aku hanya mengintipnya saja dari pintu. Aku berjalan mundur dan tak sengaja aku memecahkan vas bunga yang terletak di samping pintu ruang nonton rumahku. Dengan segera aku mengerutuki diriku sendiri ‘Matilah kau Krystal. Krystal pabo!’ batinku. Aku berusaha lari dari sana dan bodohnya aku lari ke halaman belakang rumahku.

“Hai nona manis” sapa salah satu kawanan pencuri itu dari jarak yang tidak begitu jauh dariku.

Bodohnya aku mengapa aku lari ke sini dan membuatku terjebak dalam situasi seperti ini.

“Mau apa kau? Kau pencuri kan? Aku akan berteriak jika kau berani mendekatiku dan tidak pergi dari rumahku” kataku dengan tegas dan menahan air mataku.

“Waw waw galak sekali nona yang manis ini. Bolehkah aku berkenalan denganmu dan bersenang – senang denganmu nona?” katanya lagi.

Aku takut. Aku semakin tidak bisa lari lagi dari halaman belakang rumahku ini. Aku mengambil ancang – ancang untuk kabur. Aku melihat pencuri itu mendekatiku secara perlahan. Setelah yakin dia dalam jangkauan kakiku, aku langsung menendang bagian ‘itu’ nya karena aku tahu di situlah kelemahan para lelaki.

‘Yap, bagus Ital, kau mengenainya’ batinku. Aku lalu berlari menuju halaman depan rumahku dan sialnya tanganku berhasil di raih oleh pencuri yang aku tendang tadi. ‘Sial! Aku benar – benar tak bisa kabur dari rumahku sendiri’ batinku. Aku semakin takut dan semakin mencari cara untuk bisa meminta pertolongan.

Aku melihat beranda kamar Sehun, dan lampu kamar Sehun masih menyala. Artinya Sehun masih di dalam sana dan aku harus bisa meminta tolong padanya.

“TOLOOOONGG!! TOLOOONGG!! TOLONG AKUUU!!!” teriakku sambil berusaha meronta – ronta ketika lengan kiriku di cengkram erat oleh pencuri itu.

“SEHUUNN TOLOMMHHHH MMHHHH HUUUUNNNN” teriakku yang sebisa mungkin karena mulutku di bekap oleh pencuri itu. Tak lama kemudian aku merasa pandanganku kabur dan berubah menjadi hitam semuanya.

Aku terbangun. Aku mengerjapkan mataku dan aku tahu dimana aku berada. Aku berada di dalam gudang rumahku sendiri. Aku berusaha bergerak namun tak bisa, aku di ikat oleh pencuri itu dan di kunci di dalam gudang rumahku sendiri. ‘Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan jika sudah seperti ini’ batinku.

Keadaan di dalam sini begitu gelap dan lembab dan sedikit membuatku kesulitan bernafas karena tidak adanya ventilasi di ruangan ini, hanya ada jendela kecil di sana. Aku sudah tak kuat lagi. Aku terus meronta berusaha membuka ikatan yang ada pada tangan dan kakiku. Mulutku pun di bekap sehingga aku tak bisa berteriak.

‘Apa aku akan mati di sini?’ batinku. Aku mulai kesulitan bernapas. Dan samar – samar aku mendengar seseorang memanggilku.

“ITALL! KRYSTAL! JAWAB AKU ITAL” teriak orang itu.

Aku setengah sadar mendengar suara itu. Suara yang khas dengan nada kepanikannya. Aku mengenal pemilik suara itu. Sangat mengenalinya. Aku berusaha menjatuhkan kursi yang ada di depanku menggunakan kakiku yang terikat sebagai isyarat agar orang itu tahu bahwa aku ada di sini.

BRUUUKKK.

‘Aku berhasil’ batinku.

Samar – samar aku mendengar suara langkah kaki yang seperti berlari dan sepertinya tidak hanya satu orang melainkan. Satu.. dua.. tiga.. ah tiga orang sepertinya. Pintu gudang terbuka dan aku melihat seberkas cahaya muncul dengan di tutupi oleh tubuh pria yang berhasil mendengar suara kursi yang aku jatuhkan.

‘Apa dia malaikat yang akan mengantarku ke surga?’ batinku.

“Ital! bertahanlah! Aku akan membuka ikatan ini, bersabarlah” kata namja itu dengan panik karena melihat kondisi diriku yang.. well tidak cukup baik untuk di katakan.

“Sehun.. kaukah itu?” kataku yang berhasil bernafas dengan lega karena yang menemukanku adalah Sehun dan bukan malaikat yang akan mengantarku ke surga. Aku tersenyum dan pandanganku kembali menghitam dan memudar.

“Ital-ya, sadarlah! Hey sadarlah Ital-ya!” samar – samar aku mendengar suara kepanikan miliknya lagi.

*FLASHBACK END*

‘Hun aku takut sekarang Hun, hujan ini membuatku takut’ batinku.

*Author POV*

Krystal masih berdiam diri di kamarnya, menatap keluar jendela melihat lurus ke depan beranda yang ada di sebrang berandanya. Lampur kamar itu masih menyala tertanda jika pemilik ruangan itu masih berada di dalamnya dan sepertinya tak akan keluar dari habitatnya itu untuk sementara.

Sehun masih berdiam diri di kamarnya, menatap keluar jendela melihat lurus ke depan beranda yang ada di seberang berandanya. Menatap terus kamar itu lekat – lekat seakan akan takut sesuatu terjadi pada pemilik kamar itu yang di malam yang sedang hujan ini sendirian di rumah. Di tinggal orang tua nya ke Busan.

‘Apa aku keterlaluan padamu Ital-ya?’ batin Sehun.

Sehun tersenyum dan dia beranjak turun dari kasurnya itu lalu bergegas bersiap – siap menuju sebelah rumahnya itu. Sehun keluar rumah dengan berlari – lari kecil sambil menutupi kepalanya yang sudah basah karena terkena air hujan malam ini.

Sehun memasuki pekarangan rumah itu dan menaruh sendalnya di sana. Sehun lupa payungnya lupa di taruh mana jadi dia memilih untuk berhujan – hujanan demi ke rumah sahabatnya itu ketimbang berusaha mencari payungnya lebih dahulu.

Sehun mengambil kunci cadangan rumah itu yang memang sudah dia pegang sejak dahulu kala, semenjak kejadian itu tepatnya. Dia membuka pintu rumah Krystal dengan hati – hati dan pelan – pelan.

Sehun berjalan menuju ruang nonton tetapi yeoja yang di carinya tidak ada di sana. Mencari ke dapur dia juga tidak ada di sana.
‘Ternyata dia membuatkanku makanan ini, kau pabo Sehun’ batin Sehun sambil tersenyum miris melihat sisa makanan, ah tidak, semua makanan yang di masak Krystal tadi untuk makan malam bersamanya.

Sehun berjalan perlahan menuju kamar Krystal dan membuka sedikit pintu itu dan nihil, dia tidak ada di sana.

“YAA!! KAU SIAPA HAH? MAU MENCURI LAGI?” teriak Krystal di kuping Sehun lalu setelah itu memukuli Sehun dengan raket yang sudah Krystal pegang. Raket bulu tangkis tepatnya. Krystal terus memukuli Sehun.

“YA YA YA~ KAU INGIN MEMBUNUHKU ITAL-YA?” balas teriak dari Sehun yang sambil berusaha melindungi kepala Sehun dari pukulan – pukulan Krystal padanya.

“Se.. Sehun? YA! Sejak kapan kau di sini eoh?” kata Krystal yang baru saja berhenti memukuli Sehun dengan raket yang di pegangnya.

“Daritadi! Aku mencarimu!” jawab Sehun tegas.
“Mencariku?” Tanya Krystal bingung.
“Ne, mencarimu. Kau tidak suka aku ke sini? Aku akan pulang sekarang juga” Sehun beranjak turun menuruni anak tangga rumah Krystal dan Krystal masih berdiam diri di depan kamarnya.

“Sehun mencariku?” Tanya Krystal pada dirinya sendiri dengan menunjuk pada dirinya sendiri.

Krystal tersadar dari lamunan pertanyaannya dan langsung menuruni anak tangga mengejar Sehun yang hendak membuka pintu rumahnya.
Krystal memeluk Sehun dari belakang. “Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku, Hun. Aku mohon” kata Krystal yang semakin mengeratkan pelukannya pada Sehun.

“Aku takut. Aku semakin takut. Aku takut ketika suasana seperti ini dan tak ada siapapun di sampingku. Jangan tinggalkan aku sendiri, Hun. Aku takut. Sangat takut, Hun” Krystal memeluk Sehun semakin erat. “Aku mohon padamu, Oh Sehun, jangan tinggalkan aku sendiri. Aku minta maaf jika aku membuatmu marah dan kesal padamu tadi siang. Jeongmal mianhae, Sehun-ah. Tolong jangan buat aku merasa kesepian dan merasa bersalah padamu. Aku tau aku salah, aku minta maaf padamu” jelas Krystal.

Sehun yang mendengar itu menjadi tak tega untuk meninggalkan rumah Krystal dan membiarkan Krystal sendirian di rumah. Takut hal yang seperti dulu terulang lagi, tentu hal itu membuat Sehun sakit sesakit – sakitnya, melihat sahabat yang di sayanginya mengalami trauma seperti itu yang membuat sahabatnya itu berdiam diri tidak mau keluar kamar selama kurang lebih 2 minggu.

Sehun memegang tangan Krystal yang melingkar di pinggangnya. Sehun merasakan sekali gemetar yang ada di tangan Krystal. Rasa takut Krystal akan di tinggalkannya saat ini dan rasa membutuhkan Krystal padanya tertera melalui gemetar tangannya.

Sehun membalikkan badannya lalu menatap yeoja di depannya ini. “Krystal-ya, ani, Ital-ya, maafkan aku jika aku membuatmu merasa bersalah padaku. Sungguh aku tak tega melihatmu sendirian di rumah seperti ini, aku khawatir padamu, aku cemas padamu. Aku berlari ke sini dan berhujan – hujan ria, hanya demi melihatmu baik – baik saja. Aku ingin menemanimu, aku ingin menjagamu, aku ingin bersamamu, kau sahabatku yang paling aku sayang. Aku tidak ingin kehilanganmu, Jung Krystal” terang Sehun yang berhasil membuat Krystal mengeluarkan air matanya.

“Don’t cry. I will always here for you, no matter what happen, I will protect you. Let me do this, Tal. Just once. I want you to know that I always be with you. Don’t think that I will leave you. That’s so hurt if I saw you hurt and lonely. Let me to protect you, let me to be with you. You’re my best friend, Tal. And you know who I am, right?” kata Sehun sambil memegang pundak Krystal.

Krystal menghambur ke dalam pelukan Sehun. “Uljima. Kau sangat jelek ketika nangis. Aku tak suka melihat kau nangis. Itu menyakitkan” jelas Sehun sambil memeluk balik Krystal.

Terdengar suara samar – samar dari pekarangan rumah Krystal yang sekarang ini basah karena hujan. Hujan sudah berhenti dan sekarang hanyalah gerimis. Sehun memberanikan diri menuju arah suara yang mencurigakan itu dengan Krystal berada di belakang mengikutinya.

“NUGUYAA?!” teriak Sehun yang sedikit takut karena dia tidak membawa senjata apapun, kalau kalau pencuri itu kembali lagi ke rumah ini dan dia tidak bisa melawannya.

“Sehunnie, aku takut” jelas Krystal di belakangnya yang memegang lengan Sehun.
“Kau tenang saja ne?” jawab Sehun menenangkannya.
Sehun berjalan sendirian menuju suara itu dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Sehun.

TO BE CONTINUE…

Hallo~ bagaimana cerita kali ini? Makin bosan ya? Maaf ya huhu aku sudah berusaha menulis sebaik mungkin kok. Mohon maaf jika ada yang tidak suka dengan pairing sestal ini. Aku minta tolong apresiasi kalian terhadap FF ku kali ini hehe Read Like and Comment ya^^~ comment apapun akan aku terima, baik saran maupun kritikan. Itu akan membantuku dalam karyaku berikutnya. Jadi tolong tinggalkan jejak kalian di sini ya hehe. Terimakasih^^

6 responses to “Let Me Do This Part 2

  1. Waaahhh sehun teriak.. ada apa yah kira2.. makin penasaran sama jalan cerita selanjutnya.. next part ditunggu thor.. hwaiting..

  2. Pingback: Let Me Do This Part 3 | FFindo·

  3. Pingback: Let Me Do This Part 4 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s