FRIEND

friends_poster_mclennx

// Dalang : Zulaipatnam | Judul : Friend | Cast : Wu YiFan x Park ChanYeol | Co Cast : Ashley Yuka. Lee ChaeRin. Anna Kubo. Oh SeHun. Yoon HyunMin | Gendre : AU. Friendship. Life. Romance. | Rated : M | Leght : 2Shoot  //

 

‘Hanya kisah mengenai si tukang tato dan anak punk.

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

Pertemanan mereka memang sedikit aneh, ChanYeol dulu pria normal, well melihat gaya dan tingkahnya saat ini tentu kalian akan membuka mulut saking kagetnya. Kepalanya sekarang bertanduk dan itu menjijikkan, ada beberapa perching yang seperti secara acak ditempelkan di bagian wajahnya yang memiliki daging berlebih, satu yang menarik perhatian adalah telinganya yang bolong dengan diameter 2 cm. Gayanya sedikit horor saat berkeliaran di area kampus, kaos abu-abu longgar dan celaja jeans behel. Oh, jangan lupakan rantai yang setia menggantung dibelakang celana, seperti ChanYeol baru mengajak anjing Mamanya jalan-jalan pagi saja, dan perubahan drastis seorang Park ChanYeol tentu ada sebabnya, hampir semua yang mengenal ChanYeol sepakat jika itu semua adalah ulah si tukang tindik dan tato bernama Wu YiFan.

 

Entah bagaimana caranya tak ada yang faham, WuFan seperti biksu yang sanggup membawa ChanYeol menyebrang untuk menemukan konsep hidup baru. Kadang Yuka sedikit merasa kesal saat lengan panjang ChanYeol semakin kehilangan ruang kosong, semua karena corat-coret WuFan, ada saja model terbaru yang ia aplikasikan di tubuh ChanYeol, kata lainnya adalah ChanYeol merupakan kanvas hidup seorang Wu YiFan. Dengan bayaran satu krat brandy dan sekantung besar kripik kentang, ChanYeol sudah siap menahan sakit sambil menonton video porno saat WuFan menusuk-nusuk kulitnya dengan jarum berdesing.

 

“Ini baru?” Tunjuk Yuka sedikit tak percaya, makan siang mereka terhenti saat itu juga, siapa suruh tidak memakai jaket, bola mata Yuka selalu dengan mudah menemukan tato baru di tubuh ChanYeol -kecuali di tubuh bagian dalam sih.

 

Gambar naga sedang terbang, itu yang Yuka dapati, melingkar di bagian lengan, terlihat sepeti gelang warna-warni. Tangan ChanYeol mengusap-usap tato barunya, seolah dengan itu gambar naganya akan hilang dan Yuka tak akan mendelik geram padanya lagi. “Kris-hyung punya model baru. Kau tahu kan kalau aku tidak bisa men-

 

“Belajarlah menolak Chan! Kau lama-lama nampak mengerikan, tukang tato itu merubahmu jadi monster.” Kalap Yuka sudah tak tahan, dia rindu dandanan normal ChanYeol dengan rambut ikal warna coklat, berpakaian rapi dan terlihat berisi. Tidak seperti sekarang ini. “Jangan-jangan kau pemakai.” Tuduh Yuka dengan mata menyipit, ChanYeol gelagapan, Yuka terlalu berlebihan.

 

“Aku kurus dan terlihat seperti ini karena aku mau. Kris-hyung mengajariku cara mengatur pola makan yang baik sesuai ajaran agama, jadi itu yang membuat lemak-lemakku menghilang Yuk.” Membela diri, ChanYeol nyatanya tak bisa lepas dari tatapan curiga Yuka. “Oke! aku pernah mengkonsumsi-

 

“Sudah kuduga! Dia memang membawa efek buruk padamu.” Tuding Yuka bangga karena tuduhannya benar adanya.

 

“MiNo yang memberiku ganja, dia dapat benda itu dari SeHun.” Bola mata Yuka membulat tak percaya. “Kau ingat saat aku pulang dengan gigi ompong? Itu karena Kris-hyung menghajarku habis-habisan karena tahu aku mengkonsumsi ganja.”

 

Tak ada perlawanan dari Yuka, gadis peranakan Jepang itu masih tak percaya jika MiNo dan SeHun mengkonsumsi ganja dan mengkontaminasi ChanYeol.

 

“Kris-hyung itu baik, Yuk.” Bujuk ChanYeol berharap Yuka akan merubah sedikit sudut pandangnya pada Wu YiFan.

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

ChanYeol tidak pernah melihat perempuan pirang bertubuh pendek dengan mata kucing dan tahi lalat dibawah bibir bagian kanannya, perempuan yang nampak terlibat dalam percakapan serius dengan WuFan didalam ruang tato, ada bunyi benda yang dilempar saat perempuan yang ChanYeol maksud memilih pergi dengan tangan mengepal, sempat ia beradu tubruk dan perempuan itu mengeluarkan kata kotor pada ChanYeol. Satu-satunya perempuan yang terlihat dekat dengan WuFan, fikir ChanYeol.

 

Tak mau ambil pusing, ChanYeol menghambur masuk, menyibak tirai dan menemukan WuFan berjongkok dilantai dengan botol tinta tato berserakan dimana-mana.

 

“Hyung, kau oke?” ChanYeol tak mendekat, ia merasa perlu memberi ruang bagi WuFan, jika WuFan mengusirnya ChanYeol akan terima.

 

WuFan mengangguk, mengusap wajahnya penuh frustasi, pria bersurai coklat dengan balutan baju serba hitam itu bangkit berdiri, kembali berjongkok untuk memungut wadah tintah yang berserakan. “Ada apa kau kemari?” Suara WuFan berat, tak bersemangat, dan pasrah. Tak ada gairah seorang Wu YiFan yang selalu berapi-api, ChanYeol merasa kasihan padanya.

 

Menggosok tengkuk, ChanYeol nyengir tidak jelas, WuFan menaikkan satu alis mencari jawaban. “Aku hanya kangen hyung.” Ungkap ChanYeol bernada rendah, malu mengakui tujuannya kemari.

 

WuFan tersenyum kecil, ditariknya kursi tinggi didekat meja, duduk disana tanpa mengajak ChanYeol. “Ambilkan rokokku!” Titah WuFan akhirnya, ChanYeol bergerak cepat menuju ruang depan, tempat berbagai macam perching dan gambar contoh dari tato WuFan berada, dicarinya kotak rokok yang sering WuFan letakkan di laci tempat menyimpan uang. “Jangan lupa brandynya Chan!”

 

“Ay yay kapten!” Sahut ChanYeol yang baru menutup laci, ia bergegas masuk keruang dimana WuFan berada, mendekati kulkas untuk mengambil tiga botol brandy. Satu untuknya dan dua untuk WuFan.

 

“Sekotak rokok plus pematik dan tiga botol brandy. Ada tambahan?” ChanYeol berlagak seperti pramusaji di toko cepat saji. WuFan menggeleng, malah mempersilahkan ChanYeol untuk duduk disampingnya.

 

“Hyung, kau benar-benar oke?” Sedikit memastikan, ChanYeol merasa cara WuFan menyesap asap rokok mengerikan, tidak ada asap yang dikeluarkan,  semuanya ditelan tanpa sisa. “Paru-parumu bisa hitam hyung.” Peringat ChanYeol merasa perlu, well dia memang tidak pernah melihat WuFan galau, jadi ChanYeol berspekulasi jika seperi inilah cara WuFan melampiaskan kegundahan hatinya.

 

WuFan terkekeh geli, membuat sisa asap yang belum ditelan menyusup keluar. “Itu tadi mantan istriku.” Ungkap WuFan tanpa diminta, ChanYeol tercengang, tak ia sangka jika WuFan seorang duda, dan damn! Mantan istrinya terlihat sangat cantik sekaligus mengerikan. “Kau berfikir jika dia cantik?” Tanya WuFan seolah tahu apa yang difikirkan ChanYeol, pemuda Park itu menelan ludah sebelum mengangguk. WuFan terkekeh karenanya. “Dia seorang komposer freelance, kami bertemu saat ia menggila di pub dengan busana hampir telanjang. She’s so hot, Chan.” Seolah terlempar pada masa lalu, WuFan meringis sendiri mengenang pertemuan pertamanya dengan sang mantan istri.

 

“Kenapa dia datang?” Rasa penasaran ChanYeol harus segera dipuaskan.

 

Kembali menyesap rokoknya, WuFan memejamkan mata menikmati sensasi lembut asap yang menyusup kedalam tenggorokan. “Dia tahu kalau aku masih datang kerumah orang tuanya.” Diimbuhi kekehan ringan, ChanYeol tak tahu apa yang salah dari yang WuFan lakukan. “Dia bilang kalau aku penjilat karena orang tuanya memaksa kami untuk kembali menikah, well itu semua bukan rencanaku, aku hanya tak mau memutus kekeluargaan dengan kedua orang tuanya, tak lebih.”

 

“Kenapa Hyung bercerai?” Inilah sumber masalahnya, ChanYeol harus tahu kenapa mereka berdua berpisah.

 

WuFan mengedikkan bahu, seolah ia lupa dengan alasan perceraiannya.

 

“Kau terlihat masih mencintainya Hyung.” Ucapan lancang! Itu yang imajiner ChanYeol teriakkan, dia ingin menampar mulutnya saat itu juga. Beruntung WuFan hanya membalas dengan senyum tipis dan menggeleng. Mematahkan spekulasi ChanYeol jika WuFan masih mencintai mantan istrinya.

 

“Oh, aku sampai lupa.” Mendorong kursi kebelakang, WuFan keluar dari dalam meja, berjalan menuju luar ruangan dan kembali beberapa detik dengan kertas bergambar sketsa wajah seorang perempuan, ChanYeol menyipitkan mata saat merasa kenal dengan sosok dalam sketsa. “Namanya Lee Chaearin, kufikir tadi kau bertemu dengannya.” ChanYeol menepuk jidat, yah dia kenal sosok didalam sketsa, karena beberapa menit lalu perempuan itu menyumpahinya dengan kata-kata kotor.

 

“Kau masih menyangkal kalau tidak mencintainya hyung?” Sekarang ChanYeol tak percaya jika WuFan tidak mencintai mantan istrinya.

 

Mengedikkan bahu, WuFan meletakkan sketsa diatas meja, tepat disamping asbak yang menyimpan sisa putung rokoknya. “Dia berkencan dengan guru tari, mereka sepertinya menjalin hubungan serius. Aku tidak mungkin menyusup diantara mereka kan?”

 

Ini gila! ChanYeol tidak pernah berfikir jika si tukang tato Wu YiFan punya kisah cinta. Itu lucu.

 

“Hey, Chan! Apa yang kau fikirkan?” WuFan menggoyang pundak ChanYeol karena pemuda itu tak kunjung merespon. “Kau pasti sedang menertawai betapa tololnya aku kan?”

 

Demi tuhan! Mana berani ChanYeol menertawai WuFan, itu mustahil. Menggeleng cepat, ChanYeol bahkan mengibaskan kedua tangannya didepan dada bukti jika ia tak akan pernah menertawakan WuFan.

 

“Dua minggu lagi aku ada pameran di alun-alun. Kuharap kau mau datang, aku butuh asisten, Chan.” Beginilah WuFan, tipikal orang yang mudah mengalihkan topik pembicaraan.

 

ChanYeol mendelik tak percaya, ia bukan ahli tato atau pembuat tindik. Tidak keduanya, dan WuFan pasti sudah gila saat menawari ChanYeol menjadi asisten. “Aku tidak bisa hyung! Kau tahu kan kalau aku tidak-

 

“Akan kuajari.”

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

“Kris-hyung seorang duda, kau tidak akan percaya itu Yuk.” Siang ini, ChanYeol secara khusus datang ke fakultas Yuka hanya untuk mengatakan satu kalimat tak berguna yang Yuka saja tak perduli akan hal itu.

 

“Yuka! Ayo sayang, kita sudah hampir terlambat!” Seorang gadis berponi tebal mengamit lengan Yuka, ChanYeol kehilangan sumringah diwajah, matanya mendelik melihat bagaimana gadis itu bersikap protektif pada Yuka.

 

“Euhm sebentar Ji. Kau tunggu aku didepan gedung pertemuan saja, aku akan menyusul.” Dengan gerakan kikuk Yuka menyingkirkan lengan yang mengamit lengannya, ChanYeol melihat bagaimana Yuka bersikap begitu risih.

 

Nampak kecewa, gadis berponi yang menampilkan tampang dingin itu memandang ChanYeol dan Yuka bergantian, diakhiri pada ChanYeol dengan tatapan tak suka, seolah berkata aku membencinu bangsat!

 

Hey, sebenarnya apa salah ChanYeol?

 

“Jangan terlalu lama, aku benci menunggu.” Ketus gadis berponi yang dipanggil Ji oleh Yuka. ChanYeol memindahkan posisi untuk sejajar dengan Yuka, ikut melambai saat gadis judes tadi pergi.

 

“Kuharap kedatanganmu kesini bukan karena masalah WuFan itu Chan!” Peringat Yuka melipat tangan didada. ChanYeol tentu menggeleng, ada info yang lebih menyenangkan yang akan didengarkan oleh Yuka.

 

“Tentu tidak Yuk! Dua minggu lagi aku akan pergi ke alun-alun kota, menemani Kris-hyung menjaga standnya. Kuharap kau mau datang, aku akan menjadi seniman tato sebenarnya di hari itu.” Ungkap ChanYeol panjang lebar, Yuka menggeleng tidak percaya. “Oh, Kris-hyung itu duda, kemarin aku bertemu mantan istrinya.” Senyum ChanYeol sumringah, sungguh ia sangat gembira saat mengatakan semuanya pada Yuka, seolah dengan mengatakan hal barusan ChanYeol menemukan kebahagiaan.

 

“Tapi kau tidak bisa menindik atau menato Chan dan aku sedikit legah mendengar dia pernah menjalin hubungan. Sumpah, aku fikir Kris-hyung mu adalah seorang gay.”  Yuka berucap begitu santai, tidak memperhatikan tampang ChanYeol saat dia menyebut WuFan adalah gay. Sungguh Yuka memang tak perduli pada status seorang Wu YiFan, lagi ChanYeol bilang akan jadi seniman tato? Dunia sudah mau kiamat.

 

“Kris-hyung berjanji akan mengajariku, les prifatnya dimulai besok. Menakjubkan  bukan? Aku dapat guru les gratis.” Lihat! Yuka memutar bola mata saat ChanYeol bertingkah layaknya bocah TK yang mendapat kertas untuk dicorat-coret. “Aku sudah punya satu model yang akan cocok untukmu.” Bola mata Yuka membulat cepat, tak percaya dengan yang baru ia dengar.

 

“Model apa?” Sergah Yuka penasaran.

 

“Model tato.”

 

“Wow wow wow! Tahan Chan! Aku tidak akan mengkontaminasi kulit mulusku dengan tato, tidak!” Penolakan frontal itu sejenak menjadikan ChanYeol terdiam, Yuka merasa bersalah dan menarik lengan ChanYeol untuk diamit, keduanya menuruni anak tangga gedung fakultas, Yuka menarik nafas sebelum membuka mulut. “Tato itu benda yang tak bisa hilang, well meskipun sekarang ada cara untuk menghilangkan tato, tapi aku tidak mau melakukan hal yang tak kumau, Chan. Menato bukan sekedar corat-coret di kulit, ada esensi yang belum ku fahami didalamnya. Maaf, tapi aku menolak tawaran mu Chan.” Pemikiran ChanYeon pada tato hanya sebatas kesenangan, berbeda dengan Yuka yang selalu memikirkan semuanya secara mendetail. “Aku akan datang, janji.” Diangkatnya jari klingking didepan dada ChanYeol.

 

“Akan kuperkenalkan kau secara resmi pada Kris-hyung.” Ungkap ChanYeol sembari menautkan jari kelingkingnya pada milik Yuka, keduanya tersenyum kecil, sebelum Yuka tersadar dimana lengannya berada, ia lepas cepat-cepar, membuat ChanYeol merasa bingung dengan sikap Yuka yang sedikit aneh.

 

Tak jauh dari mereka, didepan gedung pertemuan, gadis yang dipanggil Ji oleh Yuka nampak mengawasi dengan mata tajamnya, tangannya terlipat didepan dada dan ChanYeol mampu melihat pandangan membunuh yang dilayangkan padanya seorang. “Dia kenapa sih?” Bisik ChanYeol risih, Yuka menoleh sejenak ketempat gadis bernama Ji berada. “Kelihatannya dia tidak suka denganku.” Imbuh ChanYeol bersuara rendah.

 

“Sepertinya begitu.” Yuka mengIYAi dugaan ChanYeol.

 

“Kenapa kau bisa dekat dengan orang seperti itu sih?” Merasa risih, ChanYeol membuang muka dari tatapan gadis bernama Ji, Yuka menarik nafas, menyentuh lengan ChanYeol dengan bibir terbuka.

 

“Dia pacarku Chan.”

 

“What the fuck?!”  Sungguh ChanYeol tidak dapat menahan kekagetannya.

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

Sesuai janjinya pada ChanYeol, maka sore ini mereka berdua pergi ke sebuah Pub murahan di sudut kota. WuFan mengeratkan jaket kulitnya, masuk dengan begitu saja dan langsung disambut dengan dentuman musik yang memekakkan telinga. ChanYeol mengekor dibelakang, gerak-gerik pemuda berambut landak itu nampak loyo, dan WuFan tak begitu perduli dengan keadaan psikis rekannya.

 

“Hey, mana HyunMin?” Tanya WuFan pada seorang perempuan berbusana seksi, lengkap dengan rambut pirang dan make up menor. Jari-jari ramping perempuan tadi, menunjuk pada jajaran kursi setengah lingkaran yang ada dipojok pub, tempat beberapa orang berkumpul dan bersorak-sorai. ChanYeol tahu-tahu digeret oleh WuFan mendekat pada salah satu kursi, tubuhnya terhuyung kedepan dan hampir menyenggol seorang perempuan yang memelototinya tajam, berfikir jika ChanYeol adalah maniak yang akan mengintip celana dalamnya.

 

“Wow, si Kris datang kemari, ada apa sobat?” Seorang pria berwajah lumayan dewasa bangkit dari kusri, melepaskan diri dari rangkulan perempuan jalang yang nampak kecewa saat dia menjauh untuk merangkul WuFan.

 

“Kau punya orang? Aku butuh kanvas.” Suara WuFan berat saat menyatakan tujuannya kemari, HyunMin mengedarkan pandang kebeberapa arah dan berhenti pada perempuan bertubuh kurus, berkulit tan dengan wajah cekung yang asik merokok.

 

“Dia? Bagaimana menurutmu?” WuFan melirik ChanYeol yang ikut menatap pada perempuan pilihan HyunMin.

 

“Kau menyukainya?” Meminta persetujuan ChanYeol, WuFan nampak menunggu, mengabaikan ekspresi ChanYeol yang nampak bingung.

 

“Aku tidak meniduri jalang hyung!” Pekik ChanYeol akhirnya.

 

“Aku tidak bilang untuk menidurinya Chan. Dia yang akan jadi orang pertama yang kau tato.” Penjelasan WuFan sedikit membuat ChanYeol malu, menggosok tengkuk ChanYeol mengangguk pelan.

 

“Oke. Bayar dimuka 70%.”

 

“Ambil!” Ada segepok uang yang tahu-tahu berada diatas tangan HyunMin, ChanYeol mendelik kaget, tak percaya jika WuFan harus mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mengajarinya menato.

 

“Hey!! Anna!! Cepat kemari!” Tangan HyunMin memberi kode, perempuan bernama Anna yang tadi asik merokok turun dari kursi panjang didepan bar, menghampiri HyunMin dengan cuek bebek. ChanYeol memperhatikan dari atas sampai bawah. Dia tidak begitu cantik. Fikir ChanYeol.

 

WuFan mengangguk puas melihat Anna yang sudah berdiri disamping HyunMin.

 

“Kuharap dia punya ruang kosong di punggung.” Ungkap WUFan dan HyunMin mengangguk cepat.

 

“Dia bersih.”

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

Les prifat pertama ChanYeol terjadi dengan lumayan sukses, meski hanya mengambar pola dasar dan jadinya hampir mirip katak saat gambar contoh menunjukkan kucing mendengkur. Beruntung WuFan sudah berpengalaman dan hasilnya jadi lumayan, dan Anna tidak mencak-mencak didalam ruang tato.

 

“Kau kelihatan tidak fokus.” Mencuci tangan, WuFan masih berada didepan westafel, melirik pada si ChanYeol yang nampak melamun di tepi meja, mengutak-atik jarum tato dan sesekali menekan tombol power hingga berdesing. “Ada masalah?” Mengelap tangan, WuFan beranjak mendekat, ikut naik ke meja dan duduk sejajar.

 

ChanYeol menggeleng kecil, kepalanya tertunduk dan itu cukup membuat WuFan cemas. ChanYeol bukan tipe pemuda suka murung, dia atraktif dan ceria.

 

“Lupakan katak dipunggung Anna, Chan. Itu wajar karena ini hari pertama.” Hibur WuFan berfikir jika sumber kemurungan ChanYeol adalah gambar katak jelek. Nyatanya ChanYeol kembali menggeleng, hal yang menciptakan kerutan dikening WuFan. “Katakan Chan! Kau tahu kalau aku pendengar yang baik.”

 

Perlahan ChanYeol mengangkat kepala, menoleh pada WuFan yang menunggu, dihelanya nafas dalam sebelum membuka mulut. “Ini tentang Yuka. Dia temanku di kampus, meski kami beda fakultas tapi kami teman dekat.”

 

“Kalian bertengkar?” WuFan mencoba menebak, well itu yang biasa orang lakukan saat mendengar curahan hati bukan? Sayang tebakan WuFan tidak tepat, terbukti dengan ChanYeol menggelengkan kepala. “Lalu?” Kejar WuFan akhirnya.

 

“Aku menyukainya sejak semester pertama hyung, sialnya aku berfikir kalau dia juga menyukaiku. Caranya memperhatikanku berbeda dengan kawan-kawanku lainnya, dia orang pertama yang tahu aku punya tato baru, dan dia orang pertama yang datang dihari ulang tahunku.”

 

“Jadi ini tentang orang ketiga? Uhm… atau boleh kusebut kau bertepuk sebelah tangan saat tahu dia punya pacar?”

 

“Dia punya pacar, satu kelas dengannya dan wajahnya sangat menakutkan, pacarnya galak dan terlihat membenciku.”

 

“Itu wajar, dia pasti cemburu tahu pacarnya dekat dengan pria lain.”

 

“Pacarnya itu perempuan hyung. Perempuan!” Heboh ChanYeol meledak-ledak.

 

WuFan menganga.

 

“Dua tahun kebih kami bersama dan aku baru tahu kalau dia lesbian. Heck, aku seperti dipecundangi hyung.” Kesal ChanYeol tak tahu harus melakukan apa, WuFan menutup mulutnya cepat, permasalahan dengan orang homo memang aneh, dan WuFan berfikir jika dia tidak punya solusi apa pun untuk saat ini.

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

Tahu-tahu Anna ngongol di area kampus, busananya sungguh minim kain dengan make up lumayan menor yang menarik perhatian hampir seluruh mahasiswa yang berpapasan dengannya. Sambil menyesap rokoknya, Anna mulai menanyai satu persatu, bertanya di mana si Park ChanYeol berada, dan Anna bertanya pada si cadel berkulit pucat dengan tubuh menjulang yang terlihat tampan.

 

“Kau thiapanya ChanYeol?” Tanya pemuda cadel itu dengan risih, Anna mengerutkan kening, merasa telinganya sedikit tak normal karena cara bicara pemuda didepannya terdengar aneh.

 

“Kenalan. Dia ada bisnis denganku, kami sudah membuat janji dua jam yang lalu dan dia mangkir tanpa memberitahuku.” Terang Anna sambil menyesap rokonya, beberapa pasang mata mulai memperhatikan mereka dan berbisik-bisik. “Apa salah satu mata kuliah kalian adalah menggunjing dan berbisik?” Tanya Anna sinis, dilemparnya putung rokok pada gadis terdekat yang nampak bergunjing, diakhiri sumpah serapah dari gadis tadi dan Anna melengos begitu saja dengan satu tangan mencengkram lengan si cadel.

 

“Hey, kau mau membawaku kemana?”

 

“Tunjukkan jalan ke Park ChanYeol. Jadwalku padat cadel!”

 

|| Friend©Zulaipatnam

 

Ini FF request yang idenya mati ditengah jalan, dan nekat post karena nggak mau ditagih hutang. Hiahahahaha. Sengaja tak post di FFINDO soalnya lama nggak post FF, huraaa!!!

Maaf keun daku yang ngasih cast segambreng dan nggak fokus ama Chan dan Kris Vy!!!!

 

Yang nggak tahu Yuka sama Anna. Mereka artis Jepang. Bisa googling biar nggak bayangin tampang mereka.

 

Btw iki sebenere stand alone e Yuka ambek ChanYeol geg FF stomp. Wkwkwkwkw

 

29 responses to “FRIEND

  1. Pertamax
    Huwaahhh iki FF rekuesku ta? Asoy geboy abis mbok!! Wkwkkwk. Aku ngguyu2 dewe mbayangno Pak CahYo model2 arek Punk. Tukang tatone yo kok mas2 iku sisan ×___×
    Walaahhh,,, begitu Jiwon nongol aku langsung keiling Stomp. Dadakno pancen stand alone-ne. Asem rek, Kris wes duda-duda. Sek ketok seger ngunu.
    Asli mbok, Sehun ngrusak suasana. Cadel-e nggak nguwati. “Kau thiapanya ChanYeol?” wkwkwkk. Padahal deskripsine wes ngganteng2, eh lha kok cadel.
    Like this bingits wes pokoke!!! Nemen! Fanle fanle xinfu xinfu. Cucoks rempong cin. Suwun yo mbok!

    P.S: Aku kok gag sido digawekno humuan. Dadine malah lesbian wkwkwk x’)

  2. AStagaaaaaaa
    jan FF cucok
    pemaine rusak kabeh kwkwkw
    gak iso mbayangno Chanyeol nduwe tanduk
    kapan2 gaekno arek punk versi Lay ambek Chen mbok kwkwkw😄

    aku kudu nanges, jan mbok kok isoo ilo nggae joke2 ndk sela2 tulisane.
    ngakak
    xinfu! xinfu! fanle! fanle! talinso!😄

  3. naaaaah~ begini ini yg aku maksud.. xD cucok di diksi dan dialognya.. aku suka aku sukaa xDD
    aduuuh~ sebenernya aku gak kuat kalo ada homo ato lesbi kek gini.. pliiiiss >.<
    aku kira ini, loh kok ceritanya nanggung gini..ternyata 2shot toh hhhaha
    lanjuut tanteee…:3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s