Let Me Do This Part 3

Let Me Do This Part 3 || Sparkdey || PG-17

Genre : Friendship, Romance

Cast : Oh Sehun EXO, Krystal Fx

SupCast : Find by yourself kkk~

 

Note      : FF ini sebelum di posting ke sini (jeda 5 menit) sudah di posting di blog saya ya^^~ mian kalo ceritanya kurang seru, kurang greget, kurang waw >.< maaf juga baru mulai posting lagi L huft semoga kalian suka ya sama FF author kali ini hihiw, jangan lupa RCL nya xD http://sparkdey.wordpress.com/ dan terima kasih buat yang sudah memberikan apresiasinya melalui like dan comment hihi, tapi author tidak patah semangat untuk terus berkarya~~ lets read and happy reading^^~

Chapter 1 || Chapter 2 ||

Cerita sebelumnya….

Krystal menghambur ke dalam pelukan Sehun. “Uljima. Kau sangat jelek ketika nangis. Aku tak suka melihat kau nangis. Itu menyakitkan” jelas Sehun sambil memeluk balik Krystal.

Terdengar suara samar – samar dari pekarangan rumah Krystal yang sekarang ini basah karena hujan. Hujan sudah berhenti dan sekarang hanyalah gerimis. Sehun memberanikan diri menuju arah suara yang mencurigakan itu dengan Krystal berada di belakang mengikutinya.

“NUGUYAA?!” teriak Sehun yang sedikit takut karena dia tidak membawa senjata apapun, kalau kalau pencuri itu kembali lagi ke rumah ini dan dia tidak bisa melawannya.

“Sehunnie, aku takut” jelas Krystal di belakangnya yang memegang lengan Sehun.

“Kau tenang saja ne?” jawab Sehun menenangkannya.

Sehun berjalan sendirian menuju suara itu dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Sehun.

*Sehun POV*

Aku mendengar suara samar – samar dari pekarangan rumah Krystal, aku sedikit takut karena aku tidak membawa senjata apapun, jika itu pencuri yang waktu itu dendam padaku bagaimana? Habislah aku. Aku berusaha menghampirinya dengan rasa berani yang berhasil terkumpul pada diriku ini. Krystal memegang lenganku dengan erat bahwa dia takut.

Aku berhasil menuju perkarangan rumah Krystal dan menghampiri asal suara yang membuatku curiga, terkejut, takut, dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriakku. Aku terkejut. Tentu saja aku terkejut bagaimana tidak?

“YAA!! NUNNA KAU MENGAGETKANKU SAJA EOH!” teriakku pada yeoja itu.

“Eonnie??” Tanya Krystal bingung.

“YA! Ada apa dengan kalian berdua sih? Aku datang baik – baik ke sini dan kau Hunnie berteriak tepat di depan wajahku, apa maksudmu eoh?!” Tanya yeoja itu kesal padaku.

“Mianhae eonnie-ya~ aku takut dan terkejut ada suara yang membuat kami curiga. Siapa suruh kau masuk ke rumah orang dengan mengendap – endap seperti itu” jelasku yang ikut kesal.

“Aa.. anu soal itu aku minta maaf, Hunnie, Ital. tadinya aku ingin memberikan sureprise pada kalian bahwa hari ini aku pulang. Tapi tak ku sangka kalian malah menganggapku seseorang yang kalian curigai sebagai pencuri perampok atau apalah itu” jelas yeoja itu sambil menaruh kedua tangannya di dadanya.

“Kyaaaa eonnie bogoshippoyoo” seru Krystal manja pada yeoja itu. Victoria nunna.

Krystal memeluk Victoria nunna dan aku melihat senyuman Krystal yang bahagia dan tenang.

“Sampai kapan kalian akan membiarkanku di sini? Tidak lihat aku basah seperti ini?” rengek Victoria nunna.

“Tidak hanya kau nunna, lihatlah diriku” kataku sedikit kesal.

“Mianhae nee~ kajja masuk!” krystal menarik tangan Victoria nunna.

“Ital-ya~ aku tidak kau gandeng juga eoh?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri.

“Shireo~” seru Krystal dengan memeletkan lidahnya padaku.

“Aish jinjja..” balasku dan langsung berjalan di belakang mereka berdua.

Victoria nunna adalah kakak sepupu dari Krystal, dan aku juga mengenalnya karena dahulu Victoria nunna sering menginap di rumah Krystal dan kalian tahu sendiri bahwa dari kecil aku sering bermain dengan Krystal. Sudah pasti seluruh keluarga besar Krystal mengenalku, begitupun keluarga besarku yang mengenal Krystal.

“Handuk untukmu Hunnie-ya” Krystal memberi handuk padaku.

“Bukannya daritadi” jawabku sinis.

“Mianhaeee, Oh Sehun” jawab Krystal sambil mencubit pipiku dengan gemas.

“Appo” kataku singkat.

“Biarin” jawabnya singkat juga.

Victoria nunna sedang mandi dan kini aku duduk di ruang makan rumah Krystal. Aku lapar. Tapi aku tidak berani mengatakan pada Krystal bahwa aku lapar, karena tadi aku sudah mengecewakannya. ‘Kau namja pabo, Sehun’ batinku.

Aku merasakan sakit pada kakiku. Dan aku baru ingat bahwa tadi aku berlari ke rumah Krystal dan luka di kakiku kemarin belum sembuh benar. Aku melihat luka di kakiku. ‘Sungguh kasihan sekali dirimu Oh Sehun’ batinku. Aku memegangi kakiku yang sakit ini. Dan beruntung saja luka di tanganku sudah sembuh.

“Kakimu masih sakit eoh?” Tanya Krystal yang tiba – tiba sudah duduk di sampingku.

“Menurutmu?” jawabku yang masih sinis.

“Kau masih marah padaku?” tanyanya. “Aku sudah meminta maaf padamu dan kau belum memaafkanku?” lanjutnya.

“Tidak. Aku tidak marah padamu. Aku hanya kesal padamu” jawabku.

“Waeyo?” tanyanya dengan wajah bingung.

‘Kyeoptaa~’ batinku.

“A..ah pokoknya aku kesal padamu. Aku tidak akan memberi tau padamu apa alasannya” jawabku.

“Jinjja? Kau tidak ingin jujur padaku lagi, Oh Sehun?” tanyanya serius.

‘Sial! Aku tidak suka kalau Krystal memanggil nama lengkapku’ batinku.

“Don’t call me like that, Ital-ya” seruku sambil menatapnya kesal.

“So? Just tell me then” serunya dengan sedikit memaksa.

“Ahh.. arraseo arraseo aku akan memberi tahu padamu. Jadi, aku tadi berlari ke rumahmu dalam keadaan berhujan – hujan ria, dan kau pun tau bahwa kakiku masih sakit. Begitu aku di rumahmu, kau memukuliku dengan raket sialan itu. Dan kau pun tau aku basah kuyup dan seakan akan kau tidak menginginkan aku ada di sini bersamamu saat ini, serta KAU TELAT MEMBERIKU HANDUK KRYSTAL PABO” jelasku panjang.

“YA! JANGAN PANGGIL AKU KRYSTAL PABO! KAU YANG PABO SEHUN-AH!” serunya. “Kau meninggalkanku sendirian tadi di rumahku yang kau pun tahu bahwa aku tidak suka suasana seperti ini, hujan, petir, sendirian. Kau pun tahu akan hal itu” lanjutnya.

“Maafkan aku” aku memeluk Krystal dan Krystal memelukku kembali.

“Wah wah kalian berpacaran ya?” seru Victoria nunna.

“Nu.. nunna? Kau mengagetkan kami!” seruku. “Sejak kapan kau di situ?” tanyaku.

“Daritadi” seru Victoria nunna sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

“Eonnie jangan menganggap kami yang aneh – aneh eon” seru Krystal kali ini.

“Tidak. Aku hanya berfikir bagaimana nanti aku memiliki keponakan dari kalian” jawab Victoria nunna tenang.

“MWOOOO??!! KALIAN?? Maksudmu aku dan Sehun?” Tanya Krystal berseru – seru.

Aku tertawa melihat reaksi Krystal dan Victoria nunna hanya tertawa. Krystal berjalan menghampiri Victoria nunna dan memukul lengannya pelan. Aku semakin senyum – senyum melihat tingkah sahabatku yang satu ini.

‘Keponakan? Dari aku dan Krystal? Boleh juga’ batinku.

 

*Krystal POV*

Pagi ini aku beranjak turun dari kasurku dan aku melihat Victoria eonnie masih tidur terlelap di sampingku. Aku bergerak perlahan agar tidak membangunkan Victoria eonnie. Aku turun menuju dapurku dan akan mulai memasak di sana. Sebelum sampai di dapur aku melewati ruang nonton rumahku. Ini memang ruang favoritku dan Sehun.

Aku melihat Sehun masih tidur terlelap di sofa tempat biasa kami menonton. Aku ingat semalam Sehun berkata padaku.

“Aku akan menginap di sini malam ini, okay? Aku akan tidur di sini. Aku minta bantal dan selimut, okay? Gomawo” kata Sehun padaku.

Aku tersenyum saat melihat Sehun tidur. Aku menghampirinya dan membenarkan selimut yang dia pakai, karena suhu AC di ruangan ini sangatlah dingin. ‘Dan dia tahan di saat dingin seperti ini? Namja pabo’ batinku. Aku kembali tersenyum melihat Sehun yang tidur. Lalu aku berjalan menuju dapur dan memulai masak di sana.

Hidangan sarapan buatanku kini sudah tersedia di meja makan. Ada roti bakar, ada susu kesukaan Sehun dan juga aku, ada teh untuk Victoria eonnie. Dan makanan besarnya aku hanya membuat omurice. Aku berjalan ke atas menuju ke kamarku untuk membangunka Victoria eonnie. Perlahan aku membuka pintu kamarku. Dan ternyata Victoria eonnie sudah bangun dan sedang duduk di beranda kamarku.

“Eonnie sarapan sudah siap. Kajja sarapan bersama” ajakku dan di balas dengan senyuman dan anggukkannya.

Aku turun ke bawah dengan niat membangunkan Sehun yang tidur di ruang nonton rumahku. Aku melihat ke ruang nonton dan Sehun sudah tidak ada di sana. Aku langsung berjalan menuju dapurku dan menunggu semuanya berkumpul di sana.

“Selamat pagi” seru namja yang sudah duduk di ruang makanku. Sehun.

“Selamat pagi juga, tumben sudah bangun?” tanyaku.

“Bau masakanmu begitu menggoda hidungku dan membuatku lapar” sahutnya.

“Selamat pagi kalian berdua sepasang kekasih yang kapan eonnie dapat keponakan dari kalian?” sahut Victoria eonnie.

“Eonnie, kita bukan sepasang kekasih dan keponakan? Uhh masih jauh eonnie, aku ini masih SMA” jelasku.

“ Hahaha aku hanya bercanda Ital-ya, jangan cemberut seperti itu ah” Victoria eonnie mencubit pipiku.

Kami bertiga sarapan dengan di selingi canda dan tawa. Victoria eonnie memang baru pulang dari China, dia ada urusan pekerjaan di sana. Jadi baru sempat dia mengunjungiku dan beruntungnya Victoria eonnie menginap di rumahku dan selalu memecah suasana di rumahku. Yang membuat aku dan Sehun tertawa dan melupakan kesedihan dan ketegangan di antara aku dan Sehun.

Victoria eonnie pamit pulang ke rumahnya dan lusa dia sudah kembali bekerja. Kini hanya ada aku dan Sehun berdua di rumahku. Sehun masih sibuk bermain dengan ponselnya dan aku hanya berdiam diri, melamun tidak jelas. Tidak ada kegiatan untuk hari ini.

Tiba – tiba ponselku berbunyi sebentar. Tanda bahwa ada pesan yang masuk. Aku mengambil ponsel milikku dan segera membuka pesan itu.

From : Donghae sunbaenim

“Selamat pagi, Krystal-ah. Apa kau ada acara hari ini? Aku berniat untuk mengajakmu jalan – jalan di sekitar sungai han. Tolong kabari aku jika kau tidak keberatan menerima ajakanku ini”

Aku terkejut melihat siapa yang mengirim pesan tersebut. Aku tersenyum melihat isi pesan tersebut.

‘Donghae sunbaenim mengajakku jalan bersamanya? Berdua?’ batinku.

“Lucky!” seruku yang kemudian loncat – loncat kesenengan.

“YA! Kau kenapa? Lucky?” Tanya Sehun padaku.

“Yap! Lucky! Aaa aku harus bergegas” aku berlari menuju kamarku dan segera bersiap – siap.

To : Donghae sunbaenim

“Aku tidak ada acara hari ini. Boleh, pasti menyenangkan berjalan di sekitar sungai han”

Tak lama kemudian ponselku bordering tanda pesan masuk dan aku langsung menyerbu ponselku itu.

From : Donghae sunbaenim

“Baiklah, aku akan menjemputmu 20 menit lagi. See you”

Aku meloncat kegirangan di kamarku dan langsung menyambar kamar mandi untuk bersiap – siap. 15 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dengan senyum yang tiada henti – hentinya. Aku langsung memilih pakaian dan langsung berdandan sebelum bertemu dengan Donghae sunbaenim. Sungguh sulit di percaya Donghae sunbaenim akan mengajakku pergi berdua bersamanya.

 

*Author POV*

Donghae sudah tiba di depan rumah Krystal. Krystal langsung turun untuk menghampiri Donghae tetapi sebelum itu Sehun menahannya.

“YA! Ital-ya, kau mau kemana? Dirimu wangi dan… kau berdandan?” Tanya Sehun aneh.

“Umhh… aku ingin pergi dengan Donghae sunbaenim. Aku pergi dulu ne! ah ya, jangan lupa kunci rumahku ketika kau ingin pulang ya!” seru Krystal pada Sehun.

‘Mau apa namja brengsek itu bersama sahabatku?’ batin Sehun.

Krystal pergi meninggalkan Sehun sendirian di rumahnya. Sehun masih berdiam diri di ruang nonton keluarga Krystal. Dan berfikir akan apa yang dia lakukan sekarang dan ingin makan apa saat ini. Sesungguhnya ini sudah jam makan siang dan Krystal tidak memasak makanan apapun untuk Sehun. Akhirnya Sehun memutuskan untuk kembali ke rumahnya.

Sehun menutup serta mengunci pintu rumah, jendela, serta pintu pagar rumah Krystal dan berjalan ke rumahnya. Dibukanya pintu pagar dan pintu rumah Sehun. Sehun membanting dirinya di kasur kesayangan miliknya itu. Dia benar – benar dalam keadaan lapar saat ini. Akhirnya Sehun memutuskan untuk makan di luar. Dia bergegas siap – siap dan langsung mengeluarkan mobilnya menuju restoran favoritnya.

Sehun turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam restoran favoritnya itu.

“Annyeonghaseyo” sapa pegawai restoran itu. “Anda ingin memesan apa tuan?” Tanya pegawai itu pada Sehun.

“Ah aku ingin omurice dan patbingsoo ya minumannya lemon tea saja” jawab Sehun.

Sehun memainkan ponselnya sambil menunggu pesanannya datang. Dan dia melihat sosok seseorang yang tidak asing di matanya. Duduk tak jauh dari tempat duduknya kini. ‘Donghae sunbaenim? Dimana Krystal?’ batin Sehun. Sehun langsung mengirimi pesan kepada Krystal.

To : Krystal pabo

“YA! KAU ADA DIMANA SEKARANG?!”

Ponsel Sehun langsung bordering tanda ada pesan yang masuk.

From : Krystal pabo

“Aku sedang ada di namsan tower saat ini. Waeyo?”

To : Krystal pabo

“Apa kau bersama Donghae sunbaenim?”

From : Krystal pabo

“Ani. Dia bilang katanya dia harus segera pulang karena ada saudaranya di rumah baru datang dari Jepang”

To : Krystal pabo

“Kau tunggu di sana! Jangan pergi kemana – kemana, aku akan menjemputmu! 30 menit lagi aku sampai”

Sehun memanggil pegawai toko dan memerintahkan pesanan yang tadi dia pesan untuk di bungkus segera dan Sehun langsung ke kasir untuk membayar pesanannya dan mengambil pesanannya tersebut. Langsung saja Sehun mencap gas mobilnya menuju Namsan Tower untuk menjemput Krystal.

‘Benar – benar namja brengsek! Meninggalkan Krystal di Namsan Tower hanya untuk makan berdua dengan yeoja lain? Sial! Aku tidak melihat wajah yeoja itu’ batin Sehun.

Kini Sehun sudah sampai di Namsan Tower dan langsung mencari Krystal. Hap! Sehun menemukan Krystal sedang berdiri di depan gembok cinta dan sedang menuliskan sesuatu di gembok itu. Aku mendekatinya perlahan dan menutup matanya. Aku tersenyum saat melihat reaksi badannya yang kaget itu.

“Sehunnie?” panggilnya. Dan aku masih terdiam tidak menjawab panggilannya namun aku hanya menahan tawaku.

“Ya! Jika kau tidak melepas tanganmu yang ada di mataku ini, aku akan menginjak kakimu” seru Krystal.

‘Untung kakiku sudah sembuh’ batin Sehun. Sehun terkekeh pelan.

“Apa yang kau tertawakan Sehun pabo? Cepat turunkan tanganmu dari mataku ini” pinta Krystal.

Sehun melepas tangan yang ada di mata Krystal lalu pergi ke sisi lain untuk melihat pemandangan dari Namsan Tower ini. Sehun melihat Krystal yang sedang tersenyum melihat gemboknya yang sudah tertancap di gembok cinta di Namsan Tower ini. Sehun lega melihat senyuman di wajah yeoja itu untuk yang kesekian kalinya. Tidak ada kata bosan bagi Sehun untuk melihat senyuman di wajah yeoja itu.

“Kau tahu? Tadi aku melihat Donghae sunbaenim” seru Sehun mendekati Krystal.

“Kau melihatnya dimana?” senyum di wajah Krystal memudar.

“Di restoran favoritku saat aku sedang makan siang” jawab Sehun santai. “Sunbaenim bersama yeoja lain dan mereka terlihat mesra” lanjut Sehun.

“Kau bohong” jawab Krystal tidak percaya.

“Aku tidak pernah berbohong padamu” jawab Sehun tegas.

“Jika kau ke sini hanya ingin membuat mood ku rusak. Lebih baik kau pergi Sehun-ah” jelas Krystal yang langsung pergi meninggalkan Sehun.

“Krystal-ya! Sebegitunya kau menyukai sunbaenim brengsek itu? Hingga kau tak percaya omongan sahabatmu ini? Sahabatmu yang menemanimu dari kecil?” jelas Sehun mengejar Krystal.

“Sudah ku bilang bukan? Pergi kau Oh Sehun!” jawab Krystal yang terus berjalan meninggalkan Sehun.

“Aku ke sini untuk mengajakmu pulang bersamaku. Bukan membuat mood mu rusak” jelas Sehun yang terus mengejar langkah Krystal.

“Tapi kau telah membuat mood ku rusak, Sehun-ah. Ku harap kau pergi dari hadapanku sekarang juga” tegas Krystal.

“Aku tidak mau. Ayo pulang bersamaku” Sehun menghalangi jalan Krystal.

“Pabo! Aku tidak akan percaya kata – katamu soal sunbaenim tadi dan jangan pernah menyebutnya sunbaenim brengsek di hadapanku, Oh Sehun” jelas Krystal yang mendorong Sehun menggunakan pundaknya untuk pergi dari hadapan Sehun saat ini.

Sehun mengeluarkan raut wajah yang kecewa. Kecewa karena Krystal memilih lebih percaya pada Donghae sunbaenim daripada percaya pada dirinya yang sudah jelas dari kecil terus menemani Krystal.

‘Ya Tuhan aku harus apa? Aku sakit. Aku hancur’ batin Sehun.

 

TO BE CONTINUE…

 

Halloooo~~ bagaimana dengan chapter kali ini? Seru? Bosan? Flat? Penasaran? Kkk di tunggu aja ya chapter selanjutnya hihi. Jangan lupa ya untuk tinggalin jejak di sini dengan cara comment atau like. Aku akan terima apapun komentar kalian kok hehe, terimakasih juga untuk yang udah nyemangatin aku~

Clue chapter selanjutnya : YoonHae (Yoona & Donghae)

See you next chapter^^ di tunggu like dan komentarnya~

7 responses to “Let Me Do This Part 3

  1. Wah nambah lagi suportting castnya.. chapter yg ini kurang panjang thor.. tpi gpp tetep ditunggu kelanjutan ceritanya..hehe

  2. Pingback: Let Me Do This Part 4 END | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s