Same Feeling

same feeling

Same Feeling

Junsihye Present

Main Cast : Halla – Jungkook || Supporting Cast : Jimin – Bora

Romance, Friendship || Vignette || PG-13

Halla melihat pantulan dirinya pada cermin oval yang ada di sudut kamar. Apakah aku cantik? Pertanyaan itu selalu terlintas di dalam benaknya. Entah apa yang membuat gadis itu mempertanyakan kecantikannya sendiri, padahal sudah jelas bahwa dia memiliki paras cantik dan bahkan digilai oleh para lelaki di sekolahnya.

Bibirnya mengerucut. Dia mengganti pakaiannya, lagi. Ini sudah yang keempat kalinya Halla mengganti pakaian. Dirinya sendiri pun sudah lelah membuka tutup lemari. Tapi mau bagaimana lagi, Halla belum menemukan baju yang cocok.

Malam ini dia diundang ke acara ulang tahun Park Jimin. Jimin adalah kakak kelas Halla sekaligus orang yang dia sukai. Namun sepertinya tidak begitu dengan Park Jimin, dia selalu mengacuhkan Halla. Lalu kenapa Jimin sampai mengundang Halla ke acara ulang tahunnya? Well, itu karena Jimin mengundang seluruh siswa di sekolah. Pastinya perayaan itu diadakan secara besar-besaran. Dan pasti semuanya datang dengan penampilan terbaik mereka. Apalagi Jimin memiliki banyak fans, jadi dapat dipastikan sebagian siswi yang datang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Jimin dengan penampilan terbaik mereka.

Begitu pula dengan Halla, dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Setelah mencoba kurang lebih tujuh kali, akhirnya dia menemukan pakaian yang tepat. Dress diatas lutut berwarna soft pink dengan renda dibagian kerahnya. Halla memakai wedges berwarna putih—satu-satunya sepatu tinggi yang dia punya. Tak lupa ia membubuhi bando putih dirambutnya agar terlihat lebih cantik.

Halla tidak pandai mempadu-padankan pakaian. Tapi untuk kali ini dia memaksakan diri untuk melakukannya. Gadis itu hanya berharap semoga style berpakaiannya tidak terlihat aneh. Akhirnya selesai juga persiapan Halla untuk menghadiri acara itu. Ia hanya perlu menunggu Jungkook yang sudah berjanji akan menjemputnya. Gadis itu duduk santai di ruang tamu rumahnya sambil memperhatikan jalanan, barangkali Jungkook sudah ada di depan rumah.

Sudah lima belas menit Halla menunggu, namun Jungkook belum juga menampakkan dirinya. Halla mulai gusar, berkali-kali dia melihat jam di dinding. Jungkook dimana sih? Apa sepeda motornya mogok lagi? Kalau begini, Halla akan terlambat menghadiri pesta itu. Imajinasinya mulai mengeluarkan kejadian-kejadian yang mungkin sedang terjadi di pesta ulang tahun itu sekarang. Mulai dari Hayoung yang mendekati Jimin sampai YuHee yang mengajak Jimin ke pojok ruangan. Argh, mereka sangat menyebalkan! Berani-beraninya merebut Jimin-ku! Halla dibuat kesal dengan imajinasi yang ia buat sendiri.

Sepertinya Halla akan memukuli Jungkook begitu dia datang. Sekarang pestanya sudah dimulai dan dia masih menunggu laki-laki tengil itu. Jika saja dia menerima tawaran Yujin untuk pergi bersamanya, mungkin kini Halla sudah berada disana. Sialnya, dia lebih memilih pergi bersama Jeon Jungkook, sahabat yang tidak pernah sekalipun mengerti perasaannya.

“Halla-ya!” panggil seseorang dari luar sana. Sudah pasti itu Jungkook. Dengan wajah kesal Halla keluar dari rumah kemudian membanting pintu dengan kasar. Jungkook hanya bisa meringis melihat apa yang telah dilakukan gadis pemarah itu. Saat itu juga dia menyesal telah datang untuk menjemput Halla. Karena dia tahu satu hal yang akan terjadi. Halla akan menghabisinya.

Halla memukul lengan bagian atas Jungkook. Lelaki itu meringis kesakitan. Seharusnya dia tahu membuat Halla marah sama dengan mencari mati. Tapi anehnya, walaupun Jungkook mengetahui itu dia tidak bisa menghindari Halla. Dia sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti ini, dan dia mengakui semua itu terjadi karena kesalahan yang telah dia perbuat.

“Kemana saja kau? Jimin pasti akan kecewa jika tahu tamu spesialnya ini datang terlambat!” ucap Halla meninggikan suaranya.

“Tamu spesial apanya? Kau hanya beruntung bisa datang karena kau adalah murid di SMA yang sama dengan Jimin. Sadarlah Halla! Dan banyak orang yang datang ke acara itu jadi Jimin tidak akan menyadari kalau kita datang terlambat,” balas Jungkook membuat Halla kesal setengah mati. Gadis itu melipat kedua tangan di dada sambil mengerucutkan bibirnya. Halla tak bisa berkata apapun lagi sekarang.

“Hei, tamu spesial, apa yang kau tunggu? Cepat pakai ini dan segera naik! Kita akan kehabisan makanan nanti,” ucap Jungkook sambil menyerahkan helm pada Halla.

Halla merebut helm itu dari tangan Jungkook dengan kasar lalu segera memakainya. Setelah itu Halla duduk dibagian jok belakang sepeda motor matic Jungkook. Mood-nya tidak dalam keadaan baik sekarang. Dan itu karena Jungkook. Selama perjalanan Halla tidak mengatakan sepatah katapun, tapi Jungkook terus saja berbicara tanpa henti.

Sekarang mereka sudah sampai di kediaman Park Jimin. Jungkook memarkirkan motornya di tempat yang telah disediakan. Tempat parkir itu sangat sepi, hanya ada dua orang satpam yang berjaga. Pasti anak-anak lain sudah menikmati pesta di bagian belakang rumah Jimin. Banyak mobil mewah yang terparkir disana dan sepertinya hanya mereka berdua yang menaiki motor.

“Bagus! Kau membuatku terlambat dua puluh menit, Jeon Jungkook!” ucap Halla sinis. Jungkook hanya membalasnya dengan cengiran kuda tanpa dosa.

Halla berjalan cepat menjauhi Jungkook. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang menghalangi jalannya. Dia adalah Park Jimin. Halla salah tingkah. Wajahnya yang semula muram sekarang menjadi berseri. Jimin menatap gadis dihadapannya dengan heran.

Annyeong haseyo sunbaenim,” ucap Halla sambil sedikit membungkuk.

Ne, annyeong haseyo,” balas Jimin. Ini pertama kalinya Jimin menyapa balik Halla. Biasanya dia akan melewati Halla begitu saja. Halla merasa dunia ini seperti berhenti berputar.

Saengil chukkae Jimin sunbae,” ucap Halla sedikit gugup.

“Terima kasih, masuklah yang lain sudah ada di dalam,” ucap Jimin sambil menepuk bahu Halla. Oh, rasanya dia ingin pingsan sekarang juga.

Jimin berjalan melewati Halla ketika sebuah mobil sport terparkir di pinggir motor Jungkook. Seorang gadis keluar dari dalam mobil itu. Jimin tersenyum manis padanya, membuat Halla tidak terima karena saat berbicara dengannya Jimin tidak tersenyum sedikitpun. Tiba-tiba Jungkook menarik Halla masuk ke tempat pesta.

Ya! Berhenti menarikku, kau ingin membuat lenganku putus, uh?”

Jungkook melepaskan tangan Halla. Matanya melirik Halla dengan tajam laksana pisau yang bisa menikamnya sewaktu-waktu. Tapi tetap saja, dia adalah Jeon Jungkook. Halla tidak akan pernah merasa takut pada lelaki bernama Jungkook itu.

“Kau merusak moment-ku bersama Jimin sunbae saja!” ucap Halla dengan tatapan tak kalah tajam dari Jungkook.

Moment? Dia mengacuhkanmu, apa kau tidak sadar?” ucap Jungkook jengkel. Halla mendesis. Tuh kan, dia memang tidak pengertian pada Halla. Tapi memang ekspresi Jimin begitu datar saat bertatap muka dengan Halla. Paling tidak dia harus tersenyum ketika Halla mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

Jungkook tidak bermaksud membuat hati Halla ciut saat ini. Namun perbuatan Jimin membuat Jungkook kesal. Bagaimanapun juga Halla adalah sahabat Jungkook, dia tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu.

Halla masih membungkam mulutnya tak mampu membalas kata-kata pedas Jungkook. Hancur sudah mood Halla sekarang. Jungkook pergi meninggalkan Halla untuk mengambil minum. Setelah kembali dia memberikan segelas orange juice pada Halla.

“Ehm…, mohon perhatian!” ucap seseorang menggunakan microphone. Semua orang di perayaan ulang tahun itu mengalihkan perhatian mereka ke panggung kecil yang ada di tengah-tengah pesta.

Mata Halla berbinar begitu melihat Jimin ada di atas panggung. Apakah dia akan menyanyikan sebuah lagu? Tanya Halla dalam benaknya. Halla berpikir seperti itu karena acara meniup lilin sudah dilakukan dua puluh menit yang lalu.

“Aku ingin mengumumkan sesuatu pada kalian semua. Sebenarnya pesta ini bukan hanya untuk merayakan ulang tahunku saja. Tetapi untuk merayakan pertunanganku dengan Bora,” ucap Jimin dengan senyum merekah dibibirnya. Tentu saja pengumuman itu membuat kaget.

Jimin menjemput Bora untuk naik keatas panggung kecil itu. Mereka saling bertukar cincin kemudian berciuman. Sontak undangan yang datang ke pesta itu heboh, apalagi komplotan Jimin. Mereka bersorak-sorak melihat adegan itu. Sementara Halla menarik Jungkook keluar dari sana, tidak ingin melihat kejadian menjijikan itu.

Kini mereka berdua ada di tempat parkir. Hancur sudah harapan Halla untuk merebut hati Jimin. Seharusnya Halla mendengarkan Jungkook selama ini. Rasanya Halla ingin berteriak sekencang mungkin untuk melepas sesak di dadanya. Jadi, semua pengorbanannya selama ini sia-sia. Halla bahkan berkali-kali tidak mengikuti pelajaran demi melihat Jimin. Salahnya sendiri mencintai seseorang sedalam itu. Sekarang, Halla menangis dihadapan Jungkook, entah untuk yang ke berapa kalinya. Dan lagi-lagi karena Jimin.

“Kita pulang,” ucap Halla sambil menundukkan wajahnya. Dia malu terus-terusan menangis di depan Jungkook. Lelaki itu hanya bisa menghela nafas.

Jungkook menghidupkan motornya. Setelah Halla duduk di belakangnya, Jungkook menjalankan sepeda motornya pelan. Halla memeluk Jungkook dan menyandarkan kepalanya pada punggung Jungkook. Air matanya belum berhenti mengalir.

“Jangan menangis! Seharusnya dari dulu kau menuruti perkataanku,” ucap Jungkook. “Sudah jelas-jelas kau itu diacuhkan,” lanjut Jungkook.

“Kau tidak tahu sebesar apa rasa senangku bisa melihatnya, apalagi berbincang seperti tadi. Walaupun aku diacuhkan, setidaknya aku bisa berbicara dengan orang yang aku cintai,” ucap Halla disela-sela tangisannya.

“Aku tahu rasanya!”

“Tidak, kau tidak tahu Jungkook! Kau tidak pernah jatuh cinta!”

“Aku sudah jatuh cinta Halla-ya. Dan sepertinya nasib kita sama, diacuhkan oleh orang yang kita cintai,” ucap Jungkook.

“Benarkah? Aku tidak pernah tahu.”

“Begitulah, kau terlalu sibuk mengurusi Jimin sunbae, sampai-sampai tidak menyadari bahwa aku mencintaimu.” Ups, Jungkook keceplosan. Dia terdiam sejenak. “Aku tahu sebesar apa rasa senang yang kau rasakan ketika bertemu Jimin sunbae, karena aku merasakan itu juga ketika aku bertemu denganmu. Aku tahu sebesar apa rasa senang yang kau rasakan saat kau berbincang dengan Jimin sunbae walaupun dia membalasmu tanpa ekspresi, karena aku juga merasakannya ketika aku berbicara denganmu meskipun kau selalu marah-marah padaku. Dan aku juga tahu bagaimana rasa sakit hatimu saat ini, karena aku juga merasakannya setiap hari, bahkan itu sudah menjadi makanan sehari-hariku. Aku berusaha mencegahmu mencintai Jimin sunbae terlalu dalam. Agar kau tidak merasakan sakit yang aku rasakan selama ini. Tapi ternyata aku tidak berhasil, maafkan aku.”

Halla mengeratkan pelukkannya pada Jungkook. Air matanya mengalir lebih deras dan bahkan sudah membuat baju Jungkook basah. Halla tidak tahu apakah setelah sampai rumah nanti dia berani menunjukkan wajahnya pada Jungkook. Mungkin ini balasan untuk Halla karena telah mencampakkan Jungkook selama ini.

Jungkook lega sudah mengatakan semua hal yang mengganjal di hatinya pada Halla. Namun dia khawatir dengan kelanjutan hubungannya dengan Halla. Masih bisakah mereka sedekat ini besok? Akankah Halla menjauhinya setelah mendengar semua penuturan Jungkook? Ataukah hubungan mereka akan membaik? Semua itu masih misteri. Apapun yang akan terjadi nantinya, dia hanya berharap yang terbaik untuk Halla. Dia tidak ingin memaksa Halla untuk mencintainya. Yang pasti, Jungkook akan tetap mencintai Halla.

—fin

Hai! Ini fanfiction pertama yang aku posting disini. Semoga kalian suka ya, hehe. Maaf masih ada typo. Jangan lupa kasih komentar🙂

10 responses to “Same Feeling

  1. Hi, kak~
    Selamat atas postingan pertamanya😀
    Aku gak bermaksud untuk gimana-gimana ya, kak.
    Ide ff ini bagus dan pengolahan katanya juga bervariasi. Cuma, aku rasa ada beberapa kata yang membuat alur ff ini terkesan kecepetan atau gimana.
    Seperti misalnya Jungkook-Halla lagi naik motor, terus tiba-tiba udah sampai di rumah Jimin secara tiba-tiba. Kelihatannya dari penyusunan kata.
    Selebihnya sih aku suka. Banget malah..
    Maaf banget kalo misalnya aku lancang. Hanya sekedar memberi masukan aja🙂

    Sukses buat ff-ff selanjutnya. 파이팅!!

    • Hai Hai! Makasih udah mau kasih masukan hehehe. Emang tadinya FF ini mau dijadiin oneshot tapi ada beberapa bagian yang aku hapus jadi ya kaya gini. Makasih ya, semoga ke depannya ff-ku bisa lebih baik lagi😀

  2. Ahaha nggapapa deh ya jungkook, pokoknya kan udah ngungkapin, diterima atau enggaknya urusan belakang, yg penting halla udah tau~
    Rada kecepetan sih dikit kok, tapi overall udah bagus banget. Nice story!

  3. Alurnya kecepetan thor.. terus kasihan suport castnya bora kagak ada kesempatan nongomongnya dia.. tpi gpp thor tetep suka koq.. apa lagi main castnya member BTS

    • Hai! Makasih komentarya hehe, dan masalah bora itu… karena di ff ini fokusnya cuma ke Halla sama Jungkook, sementara bora ga pernah berhadapan sama mereka berdua jadi ya ga ke bagian ngomong.

  4. Aaa Hanra sama Jungkook >< bias dua-duanya 😍
    Alurnya agak kecepetan sih, tapi aku tetep suka kok ^_^/❤\
    Nice ff! Fighting~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s