Waking You Up [Ficlet]

Raditri Park present

PicsArt_1437458731802

Waking You Up

Genre : Romance,lil fluff  | Length: 1000+ words | Rating : Teenage

Cast(s) :- Kim Jongin [EXO] – Park Nira [OC]

Desclaimer : The OC cast just my imagination and that’s mine. Jongin is not mine, he belongs to himself. But, the story-line is originally of Tamara (Raditri Park).🙂

SO, DO NOT BASHING!! DO NOT PLAGIAT!! ^^

Warning : Typo(s), *im sorry this fic* rather 17+ (>___<)

Note: This fanfic is my first fic after become an officially ffindo’s author :’)

 

 

Enjoy Reading^^

Hal terindah dalam hidup Nira adalah apapun yang dijalaninya berjalan dengan lancar sesuai harapan.Ulangan pagi ini dia sudah siap mental dan fisik. Semangatnya hari ini pun berkobar seperti kobaran api pada obor di Upacara Pembukaan Sea Games yang pernah dia tonton di tv.

“Aku berangkat…” Puas mengisi perutnya sampai penuh, Nira berlari menuju garasi setelah berpamitan pada orang tuanya.

Dia menemukan skuternya warna coklat di pojokan. Setelah mengambil helm, dia mengambil kuncinya di tas dan tadaa… sebelum itu terjadi Nira menemukan sesuatu yang mampu membuat sebagian dunianya berhenti. Ia melihat kedua ban skuternya kempes.

Tak ingin berlama-lama melongo meratapi ban skuternya, Nira mencari pompa penambah angin untuk motor, tapi setelah beberapa kali menelusuri tiap sudut garasi benda itu tak juga ditemukan. Nira sempat berpikir untuk meminta Ayahnya mengantarnya ke sekolah saat melihat mobil Ayahnya masih bertengger di samping skuternya, tapi itu tidak mungkin karena arah kantor dan sekolahnya berlawanan dan ia juga tidak ingin membuat Ayahnya terlambat menghadiri rapat penting pagi ini.

Uugh! Kenapa Nira malah memikirkan soal ini, bukannya menemukan solusi bagaimana agar ia sampai di sekolah tepat waktu.

Busway. Mungkin itu adalah satu-satunya solusi, tapi sayangnya jarak halte dari rumahnya sama dengan lama perjalanannya naik motor ke sekolah (jika Nira berjalan kaki tentunya).

Sungguh! Pagi ini mood-nya yang berkobar-kobar meredup perlahan setiap detiknya karena kemungkinannya sangat besar untuk terlambat ke sekolah.

Tiba-tiba sebuah bayangan terbesit di kepalanya.Buru-buru Nira keluar garasi dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah balkon tepat di samping balkon kamarnya (hanya berjarak satu meter mungkin).Sejenak berpikir, haruskah Nira melakukannya? Apakah pilihan yang akan diambilnya ini merupakan pilihan tepat? Apakah cukup efisien dan efektif?

Nira menengok jam tangannya dan… Oh! Dia harus segera bertindak lebih cepat.

Tak ada waktu untuk berpikir lama, akhirnya Nira memutuskannya juga. Setelah berhasil sedikit membuang tenaganya untuk berlari, tidak sulit bagi Nira untuk memasuki rumah ini dan yang ia dapatkan, wanita ramah itu memintanya untuk mencarinya sendiri. Dan nyatanya… Nira sudah berada di depan kamarnya setelah memberi sedikit waktu untuk menyapa wanita tadi tentunya.

Nira menarik napas dalam dan membuangnya mantap.Semoga ini adalah pilihan yang tepat mengingat waktunya yang semakin menipis.

Pintu terbuka dan…

“Jongin-ah~”

Nira melongo sesaat menghadapi kamar yang ia masuki sekarang. Sebenarnya ini memang masih pagi karena Nira suka berangkat awal, tapi tidak seperti ini caranya.Seketika Nira gemas melihat sosok yang masih bergelung dalam selimut di dalam kamar itu.

“Jongin! Sekarang sudah jam setengah tujuh, apa yang kau lakukan, hah?” Nira menarik selimutnya dan pria itu masih bergeming.

“Jongin! Bangun! Ya Tuhan!”Tidak juga merespon meskipun Nira berteriak tidak sabar. Seharusnya Nira tahu sendiri apa saja yang akan diperolehnya ketika mencoba membangunkan teman sejak bayinya sekaligus tetangga lengketnya itu.

Jangan harap kau akan memperoleh apa yang kau inginkan ketika menghadapi Jongin yang sedang tidur. Sudah jutaan kali sejak semasa hidupnya, Nira selalu dihadapkan hal yang sama ketika berusaha mengusik tidur Jongin. Kau hanya akan mendapatkan—seperti halnya, sedang membangunkan beruang yang sedang berhibernasi di musim dingin.

Nira melangkah mendekat ke ranjang pria itu, menilik apakah ada pergerakan kehidupan disana. Dan Nira harus merelakan wajah kusutnya tergambar jelas tanpa halangan.

“Ck! Sialan, kenapa selalu seperti ini!”

Tubuh pria bernama lengkap Kim Jongin bak mayat hidup yang tergeletak begitu saja.Dengan celana pendek motif garis vertical warna biru dipadu kaos ‘Mickey’ abu-abu.Perpaduan yang norak. Membuat Nira mati-matian menahan diri menggulingkan tubuh kecil nan tinggi itu ke kolam renang belakang rumah.

“Jongin! Pagi ini ada ulangan!” seru Nira tak bisa menahan diri.“Sungguh aku tidak akan memberimu contekan sama sekali.”

Nihil.Tidak ada gerakan apalagi tolehan. Tampaknya ancaman Nira kurang meyakinkan karena apapun yang terjadi Nira sejatinya tidak akan pernah tega membiarkan wajah melas Jongin tergambar akibat tidak bisa menjawab soal ujian.

Nira mulai mendekat lagi.Posisi Jongin yang membelakanginya membuat Nira makin gemas untuk menggulingkannya tidak peduli jika di atas lantai ada ranjau berduri.

 

Tapi nyatanya…

Jari telunjuk Nira terulur dan mendekati pinggul Jongin. Gadis itu menekan-nekan bermaksud membangunkannya dengan sedikit non verbalitas.

“Jongin, bangun…” suara Nira sedikit memelan, mati-matian berusaha menjaga kesabarannya.

“Ck!”Kesabarannya diuji.

“Jongin! Ayolah, bangun.”Tangan Nira merambat naik ke pundak kecil Jongin dan mulai menggoyang-goyangkannya.“Aku… aku ingin… aku ingin pagi ini kita berangkat bersama.Aku ingin menumpang motormu, jadi… bisakah kau bangun lebih awal. Motorku… kedua ban motorku kempes dan aku tidak bisa menemukan pompa penambah anginnya.”

Ya… pada akhirnya Nira harus sabar karena dia memiliki maksud tertentu kenapa sepagi ini harus repot-repot membangunkan pria tukang tidur semacam Jongin.

Setelah menarik napas dalam, Nira mengambil tenaga untuk menarik pundak Jongin agar tidur terlentang dan berharap matanya terbuka untuk melihat betapa melasnya Nira saat ini.

 

Dan berhasil.

 

“Jong-“

Tanpa diduga, bahkan seekor burung yang sempet bertengger dengan indahnya di ranting pohon dekat jendela kamar Jongin langsung terbang begitu saja saat menemukan pergerakan mendadak Jongin tanpa aba-aba.

Yang jelas sekarang posisi berubah. Entah dengan kecepatan berapa kilohertz nyatanya sekarang Nira sudah di pelukan Jongin di atas tempat tidur dengan mata pria itu yang masih terpejam nyaman.

APA?!!

Untuk beberapa detik Nira masih terdiam linglung, lalu tak butuh satu detik kemudian Nira mendelik dan mulai berkutik.

Posisi apa ini?

“Jongin!Kau apa-apaan?!” Sayang Jongin makin mengeratkan pelukannya di pinggul Nira dengan kaki mengunci kakinya dan mata yang masih terpejam tentu saja.

“Semalam aku kehilangan gulingku dan membuatku tidak bisa tidur. Biarkan aku tidur nyaman barang sebentar saja.”

“Kau sedang mimpi buruk, ha?” CTAK! Dengan sembarang Nira menjitak dahi lebar Jongin tanpa ampun. Dan tak lama sang empunya dahi membuka mata dengan menahan ringisan sakit.

“Kau yang sedang mimpi buruk. Sekarang hari libur Nira sayangku.”

Nira mendengus pelan, “Hari ini akan menjadi hari libur jika kau tidak juga bangun dari tidurmu.”

“Lihat kalender di belakangku.”

Nira memicingkan mata melihat kalender yang tertempel rapi di tembok belakang Jongin. Dan gadis itu menemukan posisi tanggal sekarang dan ya… Nira menahan napas sesaat dan mendelik.

Bagaimana bisa?Tidak mungkin Nira salah melihat tanggalan. Nira sudah memperhitungkan sejak jauh-jauh hari mengingat akan ada ulangan. Tapi…

Saat Nira melirik wajah Jongin, pria itu sudah menampakkan wajah menyebalkan—menyunggingkan senyum penuh kemenangan.Dan Nira segera sadar posisinya.

“Jongin, bisa kau lepaskan aku.”

“Tidak,” jawab Jongin tanpa beban.“Karena kau sudah mengganggu tidurku.”

“Kalau begitu aku akan berteriak,” nada Nira mulai mengancam.

Jongin menatap Nira enteng sebelum menjawab, “Silahkan setelah aku mendapatkan ini…”

Tanpa perkiraan, Jongin mengangkat kepalanya dan mengecup ringan bibir Nira.Mata mereka terpejam dan napas mereka saling bertubrukkan.Nira hanya diam dan bodohnya tidak membuat perlawanan.Percayalah gadis itu terlalu syok bahkan sebelum sempat menarik napasnya untuk menjawab.Sekaligus… pukul Nira sekarang juga, gulingkan ke lantai yang penuh ranjau lalu buang ke kolam renang belakarang rumah Jongin karena gadis itu mulai menikmati sapuan bibir Jongin di bibirnya yang sudah dilapisi lipgloss rasa strawberry.

Terlalu lembut sampai membuat Nira tidak sadar Jongin sudah menarik selimutnya lagi hingga menutupi tubuh mereka.

Jadi, tolong jangan berpikir macam-macam karena mereka tidak akan melakukan hal yang macam-macam sebab sebelum itu terjadi percayalah Nira tidak akan segan-segan untuk menggulingkan Jongin ke lantai dan membuangnya ke kolam renang belakang rumah Jongin, kecuali jika tanggal di hari ini tidak berwarna merah.

Jongin, teman, tetangga lengket sekaligus kekasihnya itu selalu membuat Nira hampir tidak bisa berkutik jika pria sok cool itu mulai bertindak barang sekejab saja.

“JONGIIIN, MATI KAU PAGI INI..!!!”

 

 

THE END

170501

 

N/A : Hasil tulisan setelah sekian lama ga menulis *mengecewakan* X”D ini awal idenya sih cuman mentok di scane ban kempes, tapi syukur Alhamdulillah bisa nuntasin :”3 dan bisa dipastikan hasilnya ga begitu memuaskan hhahaha X”D

Makasih banyak buat siapapun yang meluangkan waktunya buat membaca, apalagi komen… tapi aku ga memaksa kok tenang aja. One again thankseu~ :*

I’m sorry, di bulan suci ini aku malah nge-post kek ginian >.< (abisnya cuman ini doang yang ada kata “end” hhhaha x”D)

Di kesempatan yang langka ini, sekalian mau ngucapin Minal Aidin wal Faidzin ya buat semua admin, author plus reader dan siapapun hhihi

 

*ppyong* /teleport bersama kai/

6 responses to “Waking You Up [Ficlet]

  1. aaaaaa unyu unyu banget sihh, biasa tuhh problem pelajar suka lupa tanggal, gue juga pernah tuhh padahal udah jelas libur ehh gue malah sekolah tanpa liat tanggal, mana udah nyampe sekolah lagi *curhat, pertahankan ke romantisan kalian yg anti mainstream itu ya jong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s