Pregnant Affair – Another Story

pregnant-affairh

 

Another Story of PREGNANT AFFAIR

Youngieomma’s present

.

.

.

Hi, masih ada yang inget gak sama FF saya yang ini? Hehe, Alhamdulillah masih banyak banget yang baca FF ini di Asianfanfics dan ninggalin komentar yang positif. Untuk para fans Yeoreum yang udah rindu sama anak ini, jangan sampai gak baca ya^^



Ketika aku masih kecil Daddy memberitahuku dengan caranya sendiri bahwa ia bukanlah ayah kandungku. Bahwa seorang pria lain yang selama ini kupanggil ‘paman’ adalah ayah kandungku, dengan caranya, Daddy mengatakan bahwa ibuku pergi bersama ayah kandungku untuk tinggal di tempat yang sangat jauh dari Korea Selatan. Daddy mengatakan bahwa akulah yang meninggalkan Mom dan Appa, bahwa akulah yang ingin hidup bersama Daddy.

Dahulu, ketika aku mendengar hal ini usiaku baru saja menginjak 5 tahun. Dengan susah payah aku memahami semua penjelasan Daddy, kadang aku merasa jahat pada Mom dan Appa karena meninggalkan mereka berdua untuk tinggal bersama Daddy. Aku sering bertanya pada nenek apakah aku berpikir dengan benar dan merasa menyesal pada Mom dan Appa? Nenek hanya tersenyum dan mengatakan bahwa aku masih terlalu kecil untuk mengerti, bahwa aku masih tidak mengerti mengapa harus memilih di antara Mom dan Daddy.

Ya, aku masih terlalu kecil bahkan dulu aku sering berkelahi dengan Junsu. Aku bahkan menggigit lengannya sampai robek ketika ia mengatakan Daddy berpacaran dengan seorang pria dan alasan mengapa aku tidak mempunyai ibu adalah karena ibuku seorang pria. Aku benci Junsu. Aku benci Junsu sampai pada akhirnya ketika usia menginjak 14 tahun aku mengetahui kenyataan yang mengejutkan, ayahku, dulu, memang berkencan dengan seorang pria. Itulah alasan mengapa Mom meninggalkannya bersama dengan Appa.

Aku masih ingat betul bagaimana aku bertanya dengan nada tergesa pada Daddy ketika secara tidak sengaja menemukan beberapa album foto berisi fotonya dengan seorang pria berparas manis. Daddy terkejut, raut wajahnya berubah dan parasnya memerah, dia tak bisa mengelak karena foto-foto itu tidak memperlihatkan sebuah persahabatan, sekali lihat kau tahu bahwa keduanya memiliki hubungan yang spesial. Namanya Byun Baekhyun. Pria itulah yang membuat keluarga kami terpecah. Karena pria itu, Mom harus rela melepas aku dan Daddy, demi kebahagiaan Daddy yang tak pernah jadi kenyataan.

Aku membenci Daddy awalnya, namun aku tahu, tak ada lagi pria itu di hatinya. Daddy mencintai Mommy.

Saat aku berusia enam tahun, aku di pertemukan oleh adik perempuanku oleh Appa. Namanya, Jung Bom.Usia Bom dan aku hanya terpaut satu tahun, dia memiliki mata berwarna hazel, dan senyumnya mirip seperti Daddy. Aku iri. Karena semakin aku besar, aku tak tampak seperti Daddy. Bom memanggilku ‘Oppa’ dia selalu memanggilku dan mengikuti jika kami berdua bertemu, dia senang bersandar di pundakku dan di bacakan cerita, Bom senang jika aku menemaninya bermain jungkat jungkit meskipun aku takut jika nanti dia terjatuh dari sana.

Ketika Bom dan Mommy kembali ke Korea aku dan Daddy mengikuti mereka, kami selalu mendapat info tentang Mommy dari tante Sujin dan Appa. Mommy menatapku, dan aku rindu tatapannya. Tapi, tak ada kata yang keluar dari mulut Mommy kecuali kebohongan bahwa ia telah menikah dengan Appa. Saat aku kelas 4 Sekolah Dasar, Bom masuk ke sekolah yang sama denganku, aku senang, adikku akan selalu bersamaku setiap hari.

Namun, Bom selalu di ganggu oleh anak-anak lain karena bahasa Koreanya tidak bagus. Ah, ibu pasti selalu memakai bahasa inggris di rumah, itulah mengapa Daddy sampai mencarikanku guru bahasa Korea dan les private agar aku tidak di olok-olok. Aku selalu membelanya, meskipun kelas Bom dua lantai dari kelasku. Setiap kali bel istirahat berdentang, aku akan berlari untuk mengajak Bom makan di belakang taman sekolah, ketika pulang sekolah aku akan segera menarik tangannya untuk ikut pulang dengan mobilku, aku bahkan pernah berkelahi dengan anak di kelasnya karena ia mengolok-olok Bom, anak-anak itu ikut mengolokku dan mengatakan jika aku dan Bom sepasang kekasih. Siapa yang peduli? Dia adikku, satu-satunya dan yang paling berharga yang kupunya.

Bom tak pernah mengatakan pada Mommy bahwa dia bertemu denganku, dia juga tak pernah bercerita pada Mommy bagaimana anak-anak di sekolah memperlakukannya. Dia bilang, kini Mommy terlalu sibuk dengan bisnisnya untuk sekedar mendengarnya bercerita. Daddy tidak pernah melakukan hal itu padaku, jadi, aku tidak tahu bagaimana perasaan Bom. Hanya saja, aku sedih Mommy tidak memperlakukan Bom dengan baik.

Bom pernah meminta izin pada Mommy dan berbohong akan menginap di rumah temannya, Mommy mengizinkan. Bom datang ke rumahku, kakek dan nenek menyambutnya dengan sangat baik, mereka memperlakukan Bom seperti mereka memperlakukanku. Aku, Daddy, Bom, Nenek dan Kakek bahkan berjalan-jalan, di sela waktu bahagia itu Bom bahkan memikirkan apakah Mommy tidak melupakan makan siang dan makan malamnya. Aku mengatakan pada Daddy bahwa ia harus memberitahu Mom bagaimana perasaan Bom, tapi bahkan Daddy tak bisa menjanjikannya padaku.

“Dad sudah terlalu lama tak berhubungan dengan ibumu, akan sangat canggung jika secara tiba-tiba Dad membahas tentang Bom.” Ujarnya.

Aku bahkan menelepon Appa, tapi sama seperti Daddy, dia bahkan tak bisa melakukan apapun.

“Yeoreum, ibumu baru saja membuka bisnisnya lagi di Korea, kurasa Bom harus bertahan satu tahun atau dua tahun untuk sementara. Itu semua untuk Bom, kiddo..”

Bom, maafkan Oppa yang tak bisa melakukan hal terbaik untukmu saat itu, itu karena Oppa masih terlalu kecil.

Di akhir musim panas ketika aku kelas 6 SD, aku dan Bom mendengar para ibu dari teman-teman kami saling membicarakan tentang aku dan Bom. Mereka merasa kasihan karena kami adalah anak-anak Broken Home. Karena aku tidak memiliki ibu dan Bom tidak memiliki ayah.

“Jadi, Bom dan Yeoreum adalah adik kakak?” Ucap salah satu wanita dengan gaun putih di ujung meja.

“Kudengar mereka masih satu keluarga, namun kedua orangtuanya memisahkan mereka,”

“Maksudmu bercerai?” Sambung wanita dengan perona pipi merah.

“Kasihan betul, Bom harus ikut ibunya dan Yeoreum ikut ayahnya.”

“Anak-anak broken home akan mengalami penyakit mental yang serius, mereka berdua pasti jadi anak berandalan!”

Aku merasakan genggaman tangan Bom mengeras, aku menatapnya dan dia tengah menangis. Aku mengajaknya pergi dari sana dan membiarkan Bom menangis.

“I need Daddy,” Gumamnya. “Kita bukan anak berandalan, kan? Benar kan? Oppa?”

Aku hanya mengangguk dan memeluknya.

Kami memang bukan anak berandalan, meskipun ayah dan ibu berpisah bukan berarti kami kehilangan kasih sayang, aku masih memiliki kakek dan nenek, aku masih memiliki Appa. Perceraian Mom dan Dad tidak menghancurkan aku maupun Bom. Karena bagaimanapun, kami tetap saja satu keluarga.

Aku dan Bom melewati masa remaja dengan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan kami. Siapa ayah asli Bom, siapa ayah asliku, siapa ibuku, siapa ibu Bom, mengapa kami tidak mirip, mengapa aku dan Daddy tidak serupa dan masih banyak pertanyaan yang tak dapat terjawab saat itu.

Kini usiaku menginjak 17 tahun dan Bom berusia 16 tahun. Tahun-tahun berat telah kami lewati, kini kami bisa menjawab semua pertanyaan yang terdengar konyol itu. Aku pernah menemui Mom ketika ulang tahunku ke 14, Mom menangis dan memelekku dengan erat, dia tidak pernah menyangka selama ini aku dan Bom saling mengenal dan menjaga satu sama lain. Aku juga mengutarakan pada Mom bagaimana perasaan Bom yang terus di tinggal Mom yang terlalu sibuk dengan bisnisnya, Mom menangis dan meminta maaf pada Bom, Mom berjanji akan selalu ada untuk Bom. Kami pernah pergi bersama dan pergi berlibur.

Mom dan Dad akhirnya bertemu kembali di ulang tahun Bom ke 15. Mereka terlihat sedikit canggung namun akhirnya bisa mengobrol dengan lancar ketika acara sudah semakin larut, aku senang melihat tatapan Daddy pada Mommy dan bagaimana Mommy tertawa pada lelucon tak lucu milik Daddy. Rasanya sangat lengkap.

“Bagaimana hubunganmu dengan Jun Myeon? Bukankah kalian menikah?”

“Ah, Aku, aku–bercerai dengannya..”

Dad menatap Mom yang membuang mukanya seketika, senyuman tergaris jelas di wajah Daddy.

Daddy, wanita yang kau cintai kembali berbohong. Mungkin harga dirinya yang sangat tinggi masih malu untuk merendah, hatinya masih sekokoh baja untuk mengatakan bahwa hanya ada dirimu di hatinya. Seperti yang pernah Bom katakan ketika kami pergi bersama,

“Mom masih menyimpan foto pernikahan yang di bingkai besar bersama Daddy! Mom akan memandangnya sangat lama dan menyentuh foto itu tepat di wajah Daddy sambil tersenyum.”

Ya, Jung Sybil, ibuku yang masih malu mengatakan isi hatinya dan Park Chanyeol, ayahku yang masih bodoh mengungkapkan isi hatinya. Keduanya sama-sama rindu, namun, tak ada satupun kata yang keluar. Ya, mungkin begini lebih baik?

“Yeoreum-ah, kau sedang apa?” Seorang gadis cantik dengan rambut panjang sepinggang menghampiri anak laki-laki berambut coklat yang tengah menulis sesuatu di atas memo kecil.

“Apa yang kau lakukan di kamar baca millik Mom?” Tanya gadis itu, mengintip apa yang kakaknya tengah tulis.

“Ini rahasia, Bom-ah!” Jawab Yeoreum. Gadis itu cemberut dan wajahnya memerah.

“Mom! Dad! Yeoreum oppa menyembunyikan sesuatu dariku!!!”

Yeoreum tersenyum lebar dan mencubit gemas pipi Bom.

 

END

 

37 responses to “Pregnant Affair – Another Story

  1. Aku udah baca di aff tapi teteo baca lagi begitu di ffindo keluar. Abis bagus banget sih ceritanya!!

  2. baru nemu ff another storynya, padahal udah lebih seminggu yang lalu selesai baca, chanyeol-syibil daebak hehehe
    aaaaaaaah akhirnya happy ending juga!!!!!😀

  3. yahh. knp sih egoisny masih tinggi. kecilin dikit donk syi. pas baca judulny seneng bgt akhirny ada lanjutan. tapi pas slesei baca. heheehe
    masih misteri kpn mereka bakal balik lgi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s