[SEQUEL] Set Me Free – Part 6

tumblr_m3op4v6NGz1rqcryho1_500

Desclaimer :

“Hidup ini adalah sebuah drama? Sepertinya memang benar. Hidupku seperti sudah ada skenario yang siap untuk dijadikan sebuah drama.” – Kim Hyesun

 

Author : Jhyosun13

Tittle : Set Me Free! – (Part 6/8)

Tag : Cho Kyuhyun, Kim Hyesun (OC)

Genre : Sad, Angst, Family

Rating: PG-15

Length : Series

Author’s Note :

Annyeong^^ Hope you’ll like this fanfic, if you like? I am HAPPY hehe..

PREVIOUS : [FICLET] Set Me Free – [SEQUEL] Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5 – Part 6 – ONGOING

 

 

 

 

Hidup seperti apa yang sedang hyesun jalani. Semua nya terjadi tanpa sepengetahuannya. Ia merasa ia tak hidup. Banyak sekali kebohongan yang telah dibuat oleh orang yang terdekatnya. Menyakitkan. Banyak sekali pernyataan yang sangat tak pernah terbesit di benaknya ternyata itu adalah sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan bagi hyesun. Kyuhyun dan ayahnya. Dua tokoh tersebutlah yang membuat masa remaja hyesun kelam. Dan yang lebih menyakitkan salah satu tokoh tersebut adalah ayah kandungnya.

Ayah nya yang menyalahkan dirinya atas kematian istri ayahnya yang tak lain adalah ibu kandung hyesun sendiri. Dan hyesun tak percaya ayah nya pernah berencana untuk membunuhnya. Membunuh anak nya sendiri. Apakah cinta itu bisa menutup rasa sayang antar ayah dan anaknya? Apakah semengerikan itu? Entahlah, kejadian itu telah lama terjadi. Bahkan, hyesun baru mengetahui beberapa minggu yang lalu.

Ayah nya yang pernah mengalami gangguan mental yang lebih merahasiakannya dan pergi meninggalkannya ke amsterdam dengan alasan bahwa perusahaan keluarga mereka membutuhkan ayahnya untuk berada disana. Dan semua itu adalah rencana kyuhyun. Iya, kyuhyun. Kyuhyun yang pernah menjadi tunangannya. Apakah mereka berdua telah memutuskan pertunangannya? Jawabannya iya dan tidak. Hanya hyesun lah yang merasa bahwa dirinya bukan lagi tunangan dari CEO XINA Corporation L.td. itu.

“Kau ingin melanjutkan pendidikan mu dimana hye-ah?” tanya jinhyuk. Saat ini hyesun dan jinhyuk sedang ahrapan pagi. Melanjutkan pendidikan? Iya, hyesun telah lulus tepatnya 3 hari yang lalu. Didampingi oleh sang ayah hyesun lulus dengan lulusan terbaik. Nilai yang sangat sempurna.

“Apakah perlu melanjutkan pendidikan? Aku bisa belajar sendiri. Tak perlu masuk ke universitas.” Jawab hyesun dingin tanpa ekspresi. Begitulah keadaan hyesun semenjak telah mengetahui kebenaran. Tak ada lagi hyesun yang dulu. Jinhyuk melihat anaknya dengan perasaan bersalah.

 

 

Maafkan appa. Maafkan aku jisun-ah, aku telah menjadi ayah yang buruk bagi anak kita..

 

 

Hyesun berdiri dan meninggalkan jinhyuk sendiri yang hanya ditemani oleh beberapa pelayan dan paman song. Jinhyuk menatap sendu punggung anaknya.

“Maafkan appa. Maaf.” Gumam jinhyuk. Paman song mendengarnya. Paman song melihat majikan yang ia telah mengabdi hampir setengah umur nya itu.

 

 

*****

 

 

XINA Corporation L.td. berjalan sangat baik walaupun ditinggal oleh CEO. CEO sementara Ahn Jaehyun telah membuktikan kepada kyuhyun bahwa ia bersungguh-sungguh akan mengabdi kepada perusahaan keluarga kyuhyun yang telah menjadi keluarga nya itu. Banyak sekali proyek-proyek besar yang menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan yang saat ini dipimpin oleh jaehyun saat ini.

 

Tok

Tok

 

“Masuk.” Kata jaehyun tanpa mengalihkan pandangannya ke kertas yang akan menghasilkan puluhan juta dollar tersebut.

“Sepertinya samchon sangat sibuk.” Kata ahra. Jaehyun mengadahkan kepalanya dan tersenyum. Melepaskan kacamatanya dan ikut duduk di sofa di depan ahra.

“Kau hebat samchon.” Kata ahra terkikik geli.

“Kau sedang memuji pamanmu ini, ahra-ya?”

“Sepertinya.. iya.”

“Well, kalau itu sebuah pujian samchon merasa sangat tersanjung.” Kata jaehyun tersenyum mengejek. Ahra mengerucutkan bibirnya kesal melihat samchon nya itu.

“Bagaimana dengan kyuhyun? Dia melanjutkan pendidikannya dimana?” tanya jaehyun. Well, jaehyun masih belum mengetahui dimana kyuhyun keponakkannya itu melanjutkan pendidikannya.

“Harvard University. Private Class.” Kata ahra menekankan kata demi kata. Jaehyun tertawa kecil melihat bagaimana wajah ahra saat menjawab pertanyaan nya tadi.

“Jangan lupa, adikmu itu adalah Cho Kyuhyun si jenius. Aku yakin, harvard university lah yang kebingungan kelas mana yang bisa menyetarakan otak jenius kyuhyun, adikmu itu.” Kata jaehyun. Ahra membenarkan perkataan samchon nya itu. Kyuhyun yang memiliki otak jenius, bahkan ia seringkali tidur pada saat jam pelajaran. Bukan karena apa, kyuhyun yang sangat mengantuk mendengar penjelesan materi yang materi itu telah ia sangat pahami hingga ke akar-akarnya. Bahkan jika kyuhyun diberikan soal yang tidak termasuk dalam penjelasan materi, kyuhyun bisa menjawabnya dengan benar dan sempurna.

“Aku kesini bukan ingin membahas tentang kyuhyun dengan mu samchon.” Kata ahra. Jaehyun menatap ahra dengan tanda tanya besar.

“Kim Hyesun.” kata ahra. Jaehyun memukul jidad nya pelan menandakan bahwa jaehyun melupakan seseorang yang juga memiliki otak jenius lainnya yaitu tunangan kyuhyun.

“Kenapa dengannya? Dia baik-baik saja kan? Bagaimana dengan kelulusannya?” tanya jaehyun bertubi-tubi. Ahra menghela nafasnya malas.

“Hyesun lulus sebagai lulusan terbaik dengan nilai yang sangat sempurna. Kyuhyun versi wanita. Aku tidak tahu bagaimana keadaanya saat ini, aku hanya mendengar dari jessie bahwa hyesun saat ini tinggal bersama ayahnya.” Kata ahra menjelaskan. Ada terbesit perasaan bangga mendengar bahwa hyesun lulus dengan lulusan terbaik. Jaehyun juga mengkhawatirkan kondisi hyesun semenjak kyuhyun meninggalkan korea.

“Bagaimana kalau kita menjenguknya?” kata jaehyun. Ahra mengedikkan bahunya acuh sebagai jawaban.

“Jika paman tidak sibuk.” Kata ahra.

“Kita akan melihatnya setelah makan siang nanti.”

“Baiklah.”

 

 

*****

 

Hyesun sedang menyendiri di kamarnya. Duduk di pinggiran kasur miliknya yang menghadap langsung ke pantai buatan milik ayahnya. Hyesun merasa kosong. Tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaanya saat ini.

 

Hyesun berdiri, berjalan mendekati pintu kaca kamarnya. Perlahan-lahan membuka pintu tersebut dan berjalan menuju teras kamarnya.

“Mengerikan.” Gumam hyesun dan tertawa kecil tanpa ekspresi.

 

Cklek

 

            “Maaf nona. Teman nona yang bernama Do Hweji meminta untuk bertemu.” Kata Ra Hyun pengawal yang ditugaskan oleh jinhyuk untuk menjaga hyesun.

“Antarkan dia ke kamarku.” Kata hyesun.

“Algesseumnida nona.” Kata ra hyun

Hyesun berpikir untuk apa hweji kemari? Dan bagaimana hweji bisa tahu letak rumah ayahnya ini? Astaga. Hyesun hampir lupa bahwa ayah nya hweji mempunyai perusahaan yang mempekerjakan detektif professional wajar saja jika hweji bisa tahu dimana ia tinggal.

“Rumah mu sangat mengagumkan hyesun-ah.” Mendengar suara sontak hyesun menoleh kearah pintu kamarnya. Terliht hweji yang berdiri tak jauh dari pintu kamarnya yang matanya melihat keseluruh penjuru kamarnya ini.

“Duduklah disitu.” Kata hyesun menunjuk double sofa yang ia duduki tadi. Hyesun pun berjalan mendekati sofa tersebut dan mendudukinya. Tak lama kemudian hweji duduk di sofa di hadapannya itu.

Hyesun melihat hweji tak mengerti. Hweji menyadari tatapan hyesun, hweji tersenyum polos dan mengangkat tangan nya yang berbentuk V-Sign.

“Apa yang membawamu kerumahku nona do hwe ji?” tanya hyesun to the point. Hweji tersenyum mendengar pertanyaan hyesun.

“Kau sangat tidak suka berbasa-basi? Serius sekali. Ah, benar. Kau sedang dalam kondisi yang sangat buruk. Wajar saja.” Kata hweji sambil mengangguk-angguk. Hyesun tertawa sinis mendengar perkataan hweji.

“Persingkat saja.” Kata hyesun dingin. Mendengar hyesun yang berbicara dingin dengannya, tak membuat hweji tersinggung atau sejenis itu. Hweji yang seolah mengerti bagaimana perasaan hyesun saat ini menatap sendu hyesun.

“Aku kesini bukan bermaksud untuk menambah beban pikiranmu dan tekanan batinmu, hanya memberi sebuah informasi. Dan kupikir ini pasti akan membuat semakin… ehm.. begitulah.” Kata hweji. Hyesun mengerutkan dahinya tak mengerti.

“Kau tahu kim shinyeong bukan?” tanya hweji. Hyesun mengangguk. Tentu saja hyesun mengingatnya, bagaimanapun wanita itu pernah sukses membuat hyesun jengkel dengan kyuhyun seharian.

“Setelah kita lulus dia tiba-tiba pindah ke Massachussetts.” Kata hweji. Massachussetts? Bukankah kyuhyun juga disana? Oh, damn! Hyesun mengeraskan rahangnya.

“Sepertinya kau tahu maksud perkataanku tadi.” Kata hweji dan menyilangkan kakinya. Shinyeong ke Massachusssetts? Untuk apa dia kesana? Oh, bedebah. Hyesun seketika menyadari untuk apa ia harus memikirkan kyuhyun lagi? Setelah apa yang kyuhyun lakukan untuknya. Bodoh sekali kau kim hyesun.

“Untuk menemani kyuhyun di sana? Kurasa itu bagus baik bagi kyuhyun dan shinyeong.” Kata hyesun. Kali ini hweji yang bingung mendengar perkataan hyesun.

“Kau tidak merasa cemburu? Oh, ayolah. Walaupun kalian sedang bertengkar, kau tidak merasa khawatir sedikitpun jika shinyeong berhasil menggoda kyuhyun?” kata hweji kesal. Hyesun menatap sengit hweji.

“Bagaimana kau tahu, bahwa aku dan kyuhyun sedang bertengkar?” tanya hyesun sarkatis.

“Bukankah kalian selalu bertengkar? Wajar saja jika tebakan ku benar.”

“Dan juga, bagaimana kau tahu kalau keadaanku sedang buruk? Kau mengatakan kedatanganmu tidak untuk menambah beban pikiranku dan tekanan batinku?” Seketika tubuh hweji menegang mendengar perkataan hyesun. Hweji melihat hyesun yang saat ini sedang menatapnya penuh selidik. Hweji mengedikkan bahunya acuh.

“Jika seseorang tahu kalau kau dan kyuhyun tunangan ditambah lagi jika mereka tahu bahwa kyuhyun memilih untuk melanjutkan pendidikannya diluar negeri mereka bisa langsung menebak dengan benar bagaimana kondisi mu saat ini. Oh, ayolah jangan menatap ku seperti itu. Kau membuatku seperti seorang kriminal yang sedang diinterogasi.” Kata hweji menatap geram hyesun. Sesungguhnya hyesun tak menerima begitu saja jawaban dari hweji, tetapi apa yang dikatakan oleh hweji benar. Hanya orang bodoh saja yang tak mengetahui bagaimana keadaan hyesun saat ini walaupun tidak atau tahu bagaimana masalah yang sebenarnya terjadi.

“Jika kau mau, kau bisa menyuruhku untuk mengirim seorang detektif untuk mengawasi mereka disana. Bagaimana?” tawar hweji. Hyesun menatap hweji datar dan segera mengalihkan pandangannya menuju taman bunga.

“Terserah kau saja.” Kata hyesun. Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh hyesun saat ini? Dia masih ingin menerima kyuhyun? Hweji tersenyum senang mendengar jawab hyesun.

“Hyesun-ah?”

“Emm.”

“Kau bisa cerita denganku. Tak baik memendamnya sendiri, berbagilah denganku.”

“Tidak perlu.”

“Kau yakin?”

Tak ada jawaban dari hyesun. Hweji berdiri, berjalan mendekati hyesun dan berjongkok di depan sofa yang diduduki oleh hyesun. Hweji pun menarik hyesun kepelukannya. Hyesun yang dari malam menahan tangisnya, melepaskan semuanya di pelukan hweji. Hweji menepuk-nepuk pelan punggung hyesun.

“Mereka orang yang sangat kusayangi. Aku sangat kecewa dengan mereka. Mereka telah membohongiku.” Gumam hyesun di sela tangisnya.

“Mereka pasti mempunyai alasan melakukan itu. Semua manusia mengambil tindakan sebelum melakukan itu pasti ada penyebab yang mengharuskan melakukan itu.” Kata hweji. Hyesun menggeleng kepalanya dan melepaskan pelukan hweji.

“Kau tidak mengerti.” Kata hyesun.

“Jika kau merasa aku tidak mengerti, ceritakanlah apa masalah kalian. Dengan menceritakannya denganku kuyakin akan sedikit meringankan pikiranmu.” Kata hweji sambil menggenggam tangan hyesun. Hyesun menceritakan apa masalah nya. Bagaimana bisa mereka bisa bertunangan? Kenapa ayahnya yang lebih memilih tinggal di amsterdam?.

“Kau tahu, kyuhyun melakukan itu semua karena ia ingin kau menjadi miliknya seutuhnya. Kyuhyun sangat mencintaimu. Dia menyarankan ayahmu untuk berobat ke amsterdam bukan ingin memisahkan mu dengan ayahmu, hyesun-ah. Bukan. Kurasa bukan itu makasud kyuhyun.” Kata hweji setelah hyesun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Walaupun begitu, tetap saja dia tak perlu berbohong padaku mengenai penyakit ayahku. Bagaimanapun aku berhak mengetahuinya.” Kata hyesun. Hweji menatap sendu hyesun yang saat ini sedang menangis.

“Ayahmu saat itu mengalami gangguan mental hyesun-ah bukan sebuah penyakit yang menyebabkan kematian. Ayahmu yang sangat ingin membunuhmu, bagaimana mungkin kyuhyun membiarkan kau tahu mengenai soal itu? Sudah kukatakan, kyuhyun pasti mempunyai alasan tersendiri mengenai hal itu. Dari semua perlakuan kyuhyun selama ini, kyuhyun sangat mencintaimu.” Kata hweji. Hyesun menutup matanya mendengar perkataan hweji.

“Tetapi tetap saja rasanya sangat sakit disini.” Kata hyesun sambil memukul-mukul pelan dadanya.

“Kyuhyun yang memutuskan untuk jauh tinggal denganmu demi memenuhi keinginanmu yang ingin sekali kyuhyun berubah. Padahal kau tahu, bahwa kyuhyun sangat tidak bisa tinggal jauh denganmu. Apakah kau tidak pernah berpikir bagaimana keadaan kyuhyun saat ini? Apakah kyuhyun makan dengan teratur? Apakah kyuhyun sehat di sana? Apakah kau tidak pernah berpikir seperti itu? Kau merasa bahwa kau lah yang tersakiti disini. Kau terlalu egois hyesun-ah. Jika ayahmu tak menyayangimu, untuk apa ayahmu kembali ke korea? Repot-repot membeli rumah untukmu, tinggal bersamamu. Apakah kau pernah melihat bagaimana ayahmu yang sedih melihat kau mengacuhkannya? Aku tahu, bahwa kau kecewa dengan mereka. Tetapi, mereka berbohong denganmu demi kebaikkanmu hyesun-ah.” kata-kata hweji sukses membuat hyesun menangis lebih deras lagi. Hweji menarik hyesun ke pelukannya.

“Maaf. Maafkan aku. Aku terlalu egois.” Kata hyesun. Mata hweji berkaca-kaca. Dia tak habis pikir, bagaimana hidup hyesun sebelum ia mengenal hyesun?

“Tidak, hyesun-ah. Kau pantas untuk marah. Tetapi, jangan sampai kau membenci mereka.” Kata hweji. Hyesun mengangguk.

“Menangislah. Menangislah.” Kata hweji. Hyesun terus menangis tanpa henti, dan hweji tanpa henti juga memeluk hyesun. Tak lama kemudian hyesun tertidur, karena kelelahan menangis. Hyesun memapah hyesun menuju tempat tidurnya. Menidurkan hyesun diatas tempat tidur.

“Semua akan baik-baik saja.” Kata hweji pelan dan segera keluar dari kamar hyesun.

 

*****

 

Hweji menutup pelan pintu hyesun. Ketika membalikkan badannya, hweji terkejut melihat jinhyuk, ahra dan jaehyun sedang berdiri memunggungi nya. Jaehyun menoleh kebelakang dan tersenyum.

“Bagaimana dengan hyesun? Dia baik-baik saja?” tanya jaehyun

“Hampir sekitar 4 jam kau di dalam sana.” Kata jinhyuk

“Dia pasti dalam keadaan yang buruk bukan?” tanya ahra

Hweji tersenyum haru mendengar perkataan jinhyuk, jaehyun dan ahra yang mengkhawatirkan hyesun. Ternyata ia benar. Orang yang dekat dengan hyesun itu sangat sayang dan peduli dengan hyesun terutama kyuhyun. Walaupun kita merasa telah disakiti, lihat lah terlebih dahulu apa penyebab orang tersebut melakukan tindakan itu terhadap kalian.

“Asataga! Jangan tersenyum seperti itu! Kau membuatku takut.” Kata jinhyuk. Hweji tertawa kecil. Dan menggeleng pelan.

“Hyesun sedang tidur saat ini, tuan kim.” Kata hweji sopan. Jinhyuk, ahra dan jaehyun tersenyum lega mendegar perkataan hweji.

“Dia tidak melakukan hal-hal yang aneh bukan selama kau berada disana?” tanya ahra khwatir. Hweji menggeleng pelan.

“Bagaimana keadaan hyesun saat ini? Apakah dia masih merasa terpukul?” tanya jaehyun. Hweji menatap jaehyun tanpa ekspresi. Jaehyun menatap bingung hweji yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Saya sudah berusaha untuk menjelaskan kepada hyesun sesuai dengan tuan kim, tuan ahn dan nona cho perintahkan. Kurasa hyesun telah menerimanya. Semoga saja.” Kata hweji. Perintahkan? Oh, tentu saja. Ini semua rencana jaehyun. Hweji disini bukan tanpa alasan, jaehyun lah yang membawanya kesini untuk membuat hyesun mencoba mengerti dengan keadaan. Sepertinya rencana jaehyun berjalan dengan sangat sukses.

“Syukurlah.” Kata jinhyuk, jaehyun, dan ahra serentak. Hweji tersenyum lucu melihat kekompakkan mereka. Bahkan orang yang belum terlalu kenal bisa menjadi satu karena sangan mengkhawatirkan keadaan hyesun. benar-benar wanita yang sangat mengagumkan.

 

 

*****

 

Kyuhyun sangat giat untuk cepat lulus dari harvard university. Bertekad untuk lulus S2 hanya dengan kurun waktu 4  tahun atau bisa saja hanya 3 tahun, kyuhyun menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Tetapi, tetap saja. Walaupun di dalam pikiran nya fokus dengan mata kuliahnya tidak dengan hatinya. Hatinya sedang memikirkan hyesun. Apakah hyesun baik-baik saja saat ini? Apakah paman kim menjaganya dengan baik? Apakah hyesun disana memikirkan keadaan ku? Pertanyaan itu terbayang-bayang dihati kyuhyun. Kyuhyun duduk termenung di taman kampusnya. 1 jam yang lalu dia telah selesai menyelesaikan mata kuliahnya yang terakhir hari ini. Albert dan anak buahnya tetap setia menunggu kyuhyun di sekitar taman itu.

Albert sangat mengerti dengan keadaan majikannya itu, apalagi setelah ia memberitahu keadaan hyesun saat ini di seoul dari jessie, sang adik.

 

Flashback 1 hours ago

 

            “Ini mata kuliahku yang terakhir bukan untuk hari ini?” tanya kyuhyun saat ia keluar dari kelas khusunya. Albert mengangguk.

            “Baiklah. Sebaiknya kita mampir ke restaurant dulu sebelum kembali ke rumah.” Kata kyuhyun dan beranjak pergi dari perkarangan kampus nya itu. Tak sampai 2 langkah kyuhyun berjalan, kyuhyun merasa albert tak mengikutinya. Kyuhyun menatap albert aneh sekaligus curiga dalam waktu yang bersamaan.

            “Ada apa? Katakan padaku apa yang kau ketahui.” Kata kyuhyun halus. Halus? Oh, tentu saja tidak. Masih tersirat kata perintah disana.

“Emm.. Begini.. Tuan Cho.. S.. Saya..”

            “Bicara yang jelas, Albert!”

            Albert menghirup nafasnya dalam-dalam. Menormalkan pikirannya saat ini. “Saya mendapat berita dari korea, bahwa keadaan nona hyesun dalam keadaan buruk tuan.” kata albert dengan jelas tanpa henti.

            “Keadaan yang buruk? Dia sakit?” tanya kyuhyun cemas sambil mencengkram keras pinggiran jas albert.

            “Animida, tuan cho. Sepertinya nona hyesun telah mengetahui semuanya yang selama ini kita sembunyikan dari nona hyesun.” jawab hyesun. Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya dari jas albert. Tiba-tiba kyuhyun jatuh terduduk ke lantai sambil memegang kepalanya.

            “Tuan, anda baik-baik saja?” tanya albert khawatir. Albert pun duduk jongkok dihadapan kyuhyun masih dalam keadaan shock.

            “Paman kim telah memberitahunya? Ini buruk.” Gumam kyuhyun. Albert menundukkan kepalanya turut prihatin.

            “Pantau terus keadaannya.” Titah kyuhyun.

            “Dengan senang hati akan saya lakukan tuan.”

 

Flashback END

 

“Aku ingin tidur.” Kata kyuhyun saat melewati albert yang berdiri tak jauh dari nya. Albert mengangguk mengerti dan berjalan tepat dibelakang kyuhyun. Apakah mahasiswa harvard university lainnya merasa aneh dengan kyuhyun? Tentu saja tidak. Orang-orang yang menuntut ilmu disini sangan tidak peduli dengan orang yang berada di sekitarnya. Mereka hanya memikirkan pendidikan mereka. Dan itu menjadi keuntungan bagi kyuhyun. Tetapi, tetap saja. Tatapan kagum atas ketampanannya masih ia dapatkan di sini.

Wanita mana yang membuang percuma-cuma pemandangan gratis seperti itu. Kyuhyun tidak memperdulikan itu semua. Dia akui bahwa wanita yang ada dikampusnya ini lebih cantik dan lebih menarik dari hyesun. Tetapi, hanya hyesun lah yang berhasil menarik perhatiannya dan mendapat ruang yang sangat besar dihatinya saat ini.

“Kyuhyun Oppa!” teriak seseorang. Kyuhyun dan albert menoleh seketika kearah sumber suara. Kyuhyun membulatkan matanya terkejut. Kenapa wanita itu bisa berada disini? Oh, damn. Dia wanita yang sangat terobsesi denganmu, Cho Kyuhyun! Berbahagialah kau!

“Oh, damn.” Gumam kyuhyun. Wanita yang memanggil kyuhyun yaitu shinyeong. Seperti yang dikatakan hweji tadi. Shinyeong. Mengikuti. Kyuhyun. Ke. Massachussets.

“Oppa, bogoshippeo.” Kata shinyeong hendak memeluk kyuhyun. Belum sampai ia memeluk kyuhyun, albert menghalanginya. Shinyeong menatap garang albert.

“Untuk apa kau kesini? Mencoba menarik perhatianku? Mengambil kesempatan karena aku berjauhan dengan hyesun? Percuma saja. Berulang kali pun kau melakukan operasi plastik kau tidak akan menarik perhatianku. Bahkan membuatku jatuh hati padamu. Cih, menjijikkan. Kau seperti jalang yang tak tahu malu.” Kata kyuhyun dan langsung masuk ke mobil.

Shinyeong merasa sangat tersinggung dengan perkataan kyuhyun dia tidak menyangka. Bahwa pria yang ia sukai bisa mengatakannya kata-kata seperti itu kepadanya? Bodoh sekali kau kim shinyeong. Albert diam-diam tersenyum geli dalam hati ketika kyuhyun mengusir shinyeong dengan cara kyuhyun yang sangat menyakitkan. Siapa yang akan bertahan jika pria yang ia amat cintai telah mengatainya dengan ‘jalang’? Hanya orang bodoh yang masih ingin bertahan.

 

*****

kitchen-set-minimalis-apartemen

Hyesun terbangun tepat pukul 2 siang. Hyesun merutuki dirinya sendiri kenapa ia bisa tidur seperti pengangguran. Oh, damn. Hyesun saat ini memang berstatus sebagai pengangguran. Menyedihkan. Hyesun menyibakkan selimutnya dan beranjak keluar dari kamar mewah nya itu.

Hyesun berjalan menuju dapur ingin mengambil minum. Kebiasaan hyesun sehabis tidur, selalu ke dapur untuk minum. Rumah ayahnya terasa sepi. Oh, pantas saja ini pukul 2 siang hyesun. Pelayan yang berada di dapur pasti berada di kamar masing-masing. Yang bertugas setelah makan siang hanya para penjaga rumah. Hyesun membuka kulkas dan mengambil air dingin menuangkan nya di gelas kaca kecil. Hyesun memilih minum sambil duduk di pantry kecil.

Rumah ayah nya ini serba warna putih. Wajar saja karena jinhyuk sangat suka warna putih. Jinhyuk sangat suka warna putih karena ayahnya itu sangat sensitif dengan kebersihan. Hyesun menoleh ke samping terlihat wanita yang berpakaian seperti jessie sedang mengawasinya. Hyesun menatap bingung wanita itu.

“Kau siapa?”

“Nama saya Jung Ra Hyun. Pelayan pribadi sekaligus pengawal pribadi anda nona.” Jawab ra hyun sopan. Hyesun mengangguk kepalanya mengerti. Hyesun sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Menurut hyesun pekerjaan lebih ringan jika ada pelayan pribadi yang selalu mengikutinya. Hyesun tidak merasa risih ataupun itu. Hyesun malah merasa diuntungkan dengan kehadiran orang yang seperti itu di dekatnya.

“Appa, eoddiga?”

“Tuan kim sedang berada di YT Corporation, nona.”

“Sejak kapan?”

“3 jam yang lalu.”

Hyesun mengangguk mengerti. Hyesun tentu tidak melupakan tentang ayahnya yang juga memiliki perusahaan sendiri walaupun perusahaan ayahnya tidak lebih besar seperti perusahaan kyuhyun, setidaknya perusahaan ayahnya cukup bepengaruh di kancah bisnis internasional. Itu cukup menjanjikan kehidupannya. Maka dari itu, banyak sekali fans kyuhyun yang tak berani mengusiknya ataupun mengatakan bahwa ia tak pantas dengan kyuhyun. Karena posisi kyuhyun dan hyesun itu sama. Sama-sama di kalangan atas.

“Apakah aku mendapatkan surat undangan dari salah satu universitas?” tanya hyesun. Universitas? Oh, hyesun telah merubah pikirannya lebih baik ia melanjutkan pendidikannya dari pada ia berdiam sendiri di rumah atau sebelum ayahnya menyuruhnya untuk bekerja di perusahaannya.

“Iya, nona. Anda mendapatkan undangan dari Harvard University, MIT, Oxford University,  dan di dalam negeri yaitu Seoul Nasional University, POSTECH itu adalah universitas yang kualitas nya bagus di mata dunia nona. Ada juga undangan dari jepang dan china jika nona menginginkannya.” Jawab rahyun. Hyesun benar-benar jenius. Banyak sekali universitas yang menginginkannya berkuliah di sana. Benar-benar mengagumkan.

“Harvard University?” tanya hyesun. Rahyun mengangguk. See, bahkan tuhan memberikan ia kesempatan untuk menyusul kyuhyun ke sana. Mereka memang benar-benar ditakdirkan untuk bersama.

“Terima undangan di SNU, jurusan bisnis.” Kata hyesun tersenyum kecil. Rahyun mengangguk, dan meninggalkan hyesun sendiri di dapur.

“Kehidupan barumu telah datang Kim Hyesun.” Gumam hyesun dan tersenyum penuh arti.

 

 

 

-tbc-

 

 

 

 

SALAM

JHYOSUN13

 

 

48 responses to “[SEQUEL] Set Me Free – Part 6

  1. Pingback: [EXTRA STORY-SMF] Camping? – by jhyosun13 | FFindo·

  2. Gak tau malu tuh shinyeong
    Dia keterlaluan banget
    Rasa in tuh sakit hati
    Hufttt hyesun kasian juga
    Ada kan aku kayak dia dah pasti aku kecewa banget
    Oke next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s