You’re Not Alone

Fanfiction – Drabble (Speech) by

galaxysyfIGTwitter


“Selanjutnya; sabutan dari Ketua Murid, Do Kyungsoo. Waktu dan tempat kami persilahkan.”

Halo semua. Selamat pagi.

Namaku Do Kyungsoo. Aku berdiri disini sebagai perwakilan dari teman-teman kelas 2—selain sebagai ketua murid. Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat untuk para sunbae yang telah lulus dengan nilai memuaskan. Juga ucapan selamat kepada teman-teman seangkatan yang berhasil naik kelas dan juga para junior.

Akhir tahun yang menyenangkan, ya? Hehehe… Sayangnya sebentar lagi aku pensiun dari jabat ketua murid hahahah!

Ini tidak akan jadi pidato terakhirku sebagai ketua murid, tapi aku ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh sekolah dan teman-teman padaku. Semoga hasil kerjaku bisa memuaskan kalian semua.

Setahun lagi kita melewati waktu untuk belajar bersama di sekolah ini dan selama setahun ini pula, kita pasti sudah melewati banyak hal, baik itu hal yang menyenangkan ataupun tidak. Aku sering mengamati berberapa teman kelas 11 dan aku menemukan berberapa masalah pula. Mungkin kali ini aku hanya akan membahas satu diantaranya.

Aku tidak tahu, apa kalian juga merasakannya atau tidak. Aku hanya merasa kita semua sering membentuk kelompok sendiri sampai berberapa kelompok, memisahkan kita semua hingga rasanya ada jarak yang sangat jauh. Jadi kita tidak bisa bicara leluasa pada siapa saja. Hmm.. Iya, kan?

Ya..contohnya saja di kelasku.

Maaf ya untuk teman-teman kelas 2-A. Heheh…

Aku bahkan bisa menghitung, ada 3 kelompok besar yang selalu berkumpul setiap ada jam kosong ataupun istirahat. Mereka selalu berkumpul dengan orang yang sama. Terus begitu sampai mereka melupakan berberapa orang yang kesannya jadi out group.

Err.. bagaimana ya? Aku juga sering melihat ada yang selalu sendiri di kelas. Padahal dia punya banyak teman di kelas. Hmm.. Sepertinya tidak perlu aku sebutkan siapa. Kalau kalian memang peka, pasti kalian tahu.

Berberapa waktu lalu, kelasku pernah membentuk forum untuk saling mengkoresksi kekurangan satu sama lain selama setahun terakhir. Lalu, salah satu temanku yang selalu sendiri ini bilang kalau dia merasa tidak nyaman di kelas. Ya..karena dia selalu merasa sendiri. Dia bilang, dia seperti tidak punya teman, padahal dia mengenal setiap anak di kelas. Hal itu membuatnya selalu pergi ke kelas lain untuk mencari teman setiap jam istirahat. Kemudian berberapa anak mengkritiknya. Katanya dia terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Katanya juga, dia terlihat terlalu menyukai apa yang ia sukai sehingga obrolan yang selalu dimulainya yaa.. seputar yang ia sukai saja.

Jujur saja, aku tidak begitu sependapat.

Sebelum aku mengatakan pendapatku, aku ingin menyampaikan berberapa hal. Setelah mengamati berberapa teman, aku mendapatkan suatu kesimpulan yang menurutku sangatlah konyol. Maksudku, aneh saja karena aku mendapatkan fakta bahwa berberapa anak sudah ”dijauhi” oleh teman-teman yang lain.

Aneh loh. Hanya karena mereka punya ketertarikan yang tidak umum, sebagian orang jadi tidak ingin berteman dengan mereka.

Hmm.. mungkin kata “tidak ingin berteman” terdengar terlalu kasar.

Maksudku—meski tidak secara langsung—anak-anak lain jadi terkesan tidak ingin dekat dengan mereka dan bahkan terkadang ada berberapa dari mereka yang meledek.

Aku sih prihatin. Ada nggak yang merasa seperti itu? Maksudku, apa salahnya jadi berbeda? Dunia ini punya banyak hal yang bisa disukai. Jika kau punya teman yang memiliki ketertarikan pada hal yang tidak umum, bukan berarti itu aneh. Itu artinya mereka punya selera yang unik dan berbeda. Aku benar, kan?

Nah, kembali ke masalah temanku ini. Menurutku dia bukannya asyik dengan dunianya sendiri, tapi karena tidak ada yang berusaha untuk mengajaknya mengobrol atau bermain. Mungkin teman-temanku yang lain berpikir, pasti dia tidak ingin membicarakan hal yang lain selain yang dia sukai.

Salah.

Jangan cepat menyimpulkan. Apa kalian yakin dengan kesimpulan kalian itu?

Coba deh, ajak saja teman kita yang selalu terlihat sendiri untuk mengobrol bareng-bareng. Aku yakin, apapun obrolannya pasti akan dia dengar. Mungkin kita berbeda selera soal musik atau bahan bacaan, tapi mungkin kita punya kesamaan selera film atau tontonan TV. Pasti ada obrolan yang membuat kita semua bisa bareng-bareng. Seperti layaknya di matematika, kita pasti mengenal irisan, kan? Ketika dua lingkaran berbeda memiliki isi yang sama—meskipun hanya satu—maka akan membentuk irisan. Begitu pula kita.

Kita tidak sendiri, tapi berberapa dari kita selalu merasa sendirian padahal kita kenal banyak orang di sekolah.

Jangan jauhi orang-orang karena apa yang mereka sukai atau bagaimana mereka berpenampilan. Jangan menjauhi orang karena mereka terlihat asyik dengan dunia mereka sendiri. Mereka belum tentu merasa nyaman dengan kondisi mereka itu. Kita tidak tahu bagaimana perasaan mereka yang selalu merasa sendiri.

Harapanku di tahun ajaran yang baru, kita bisa lebih menyatu sebagai teman seangkatan—untuk teman-teman kelas 2—yang sekarang sudah naik ke kelas 3 hehehe…. Semoga tidak ada yang merasa sendiri dan tak ada lagi kelompok-kelompok yang memecah belah kita semua.

Itu saja pesan dariku sebagai ketua murid. Maaf atas kesalahanku dalam perkataan. Terima kasih untuk perhatiannya.

Selamat pagi.


A/N

Halo^^ Lax is here /Yey/
Salam kenal semua. Author baru heheh…
Curhat dikit boleh yaa. Jadi aku tu udah punya cita-cita untuk masuk di FFIndo tu sejak 3 tahun lalu. Alig!! Akhirnya masuk juga di FFIndo HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA😄

12 responses to “You’re Not Alone

  1. Ahahahaha kok aku jadi berasa dapet pencerahan ya~ mungkin udah biasa kali ya kalo di tiap kelas itu terbagi jadi kelompok yg ngumpulnya ya sama itu ituuu aja, jujur aku juga gitu tapi nggak nutup kemungkinan juga buat masih ngumpul sama yg lain
    Dan lagi lagi sama nih, apa emang masalah umum ya, ada satu nih dua deh temen sekelas yg kayanya emang agak terpinggirkan sama yg lain, ngga ada yg mau duduk sama dia kalo kerja kelompok juga ngga ada yang mau, kasian sih cuma ya mau gimana lagi, kaya semacam ya emang udah gitu jalannya
    Parahnya yg bikin ini anak dijauhin tidak lain tidak bukan adalah gue dan dua temen yg lain, oke ini udah kaya pengakuan tersangka kejahatan, ga bohong ini anak emang pertamanya nyebelin banget dan mulailah kita bertiga ngomongin dia ‘ih apaan sih sok banget’ sampe gue juga gak tau gimana akhirnya itu gosip nyebar dan bikin anak satu angkatan ikut ngga suka sama dia dan dia dijauhi. Dosa banget ya gue~ tapi sekarang dia udah baik dan kitanya juga udah mulai nerima dia, ya masalah anak sekolah banget ya ahaha
    Yawloh kenapa jadi nyepam curhat gini aaaaaa
    Nice story! Hidayah banget buat pencerahan

    • Sebelumnya terima kasih kak udah mau komen hihi^^
      Waduuh semoga kakak tidak mengulanginya lagi. Kasian kak teman kakak😦

      Semoga ff ini bisa bermanfaat untuk mencerahkan orang lain ya kak heheheh😀

  2. awalnya ngakak dulu sebelum buka postingan ini ngebayangin kyungsoo jadi KM kelas…………..tapi cocok sih. mau punya KM kayak kyungsoo juga tapi apa daya udah gak bisa balik ke masa-masa sekolah :’)
    tapi baca ini jadi inget sama masa-masa SMA btw. karena ngeliat komen di atas rada nyerempet curhat, aku juga boleh curhat ya? :’) /kemudian dibuang/
    apa yang disampaikan kyungsoo di sini hampir sama kayak aku dulu sih kalo boleh jujur hahaha tapi aku enggak merasa dijauhi, aku cuma ngerasa gak cocok buat gabung sama satu kelompok tertentu. dan yup, masa-masa terberat aku tuh kelas 11, di mana rata-rata penghuni kelas banyak yang sebelumnya berasal dari kelas yang sama (dan mereka rata-rata adalah geng). sedangkan aku masuk ke kelas itu bisa dibilang sama sekali gak bawa temen. ada beberapa temen sekelas dari kelas 10 sih, tapi kita gak ngegeng dan cuma sebatas kenal. yang bikin aku frustasi itu setiap pembagian kelompok karena pasti segelintir orang bakalan selalu milih orang yang ‘itu-itu’ aja, imbasnya aku jadi kayak golongan orang-orang yang tersisa hahaha. bukan cuma itu aja, setiap waktu istirahat kalau yang lain lagi ngobrol pun aku gak bisa memaksakan diri buat masuk ke satu kelompok tertentu, meskipun sebetulnya mereka sendiri gak akan nolak kehadiran aku di sana. tapi gimana ya rasanya, masuk ke sekumpulan orang yang emang udah nge-geng terus sekalinya ngobrol sama mereka, serasa ada dinding yang gak bisa aku tembus di antara geng itu dan aku. seringkali setiap ngobrol rasa-rasanya aku selalu jadi golongan yang tersingkirkan dan ended up cuma jadi kambing congek sementara yang lain asyik ngobrol ngalor-ngidul.
    sekarang udah kuliah pun sama kalo boleh dibilang, kita emang rada berkelompok tapi memang demi kemudahan buat mengerjakan tugas juga. kita rada-rada pilih anggota bukan karena beberapa orang tertentu dijauhi, tapi emang sikap mereka setiap mengerjakan tugas karena ada beberapa yang emang tergolong rajin dan terkesan ‘bodo amat’ dan kita selalu berusaha ngehindarin golongan yang kedua itu wkwkwkwkwk.
    nah kan jadi komen gak jelas. maaf ya, soalnya baca postingan ini jadi nostalgia ke masa-masa sekolah hehe. btw, selamat bergabung jadi bagian dari keluarga ffindo ya!:mrgreen:

    • pertama2 makasih ya kak buat sambutan selamat datangnya heheh^^ Nggak apa-apa kok kak curhat hihihi aku juga ngerasain hehe….
      Semua terjadi di masa SMA kelas 11 memang. Kadang kalau kita punya tekad mau nimbrung pun masih susah kalau memang dasarnya gitu heheh…
      Terima kasih lagi ya kak buat komentarnya^^
      SEMANGAT!!

  3. baca ff ini jadi inget masa-masa kelas 11. emang kedapetan kelas yang banyak geng itu engga enak, apalagi kalo misalkan punya sifat yang engga bisa main sama orang yang itu terus -anggep aja geng. kalo mau main kesana kemari pasti ada aja omongan.

      • iya, soalnya aku merasakan. haha. tapi kalo dipikir-pikir ada untungnya juga masuk kelas begitu, seengganya mental jadi lebih kuat (loh?) . emang banyak sekali, dan selagi masih di masa SMA harus bener-bener dinikmati. soalnya kalo udah lepas dari seragam pada masa itu, rasa kangen sama momen begitu bakal sering muncul. duh, malah curhat.

  4. wah ini kerasa real banget. suka banget. dari penyampaian pidatonya, ada banyak hal yang bisa diambil. Banyak juga pengalaman orang lain yang seperti itu. Kyungsoo peka banget deh, jadi makin cinta /apaan/ /abaikan/
    jarang jarang loh ada yang buat kayak ginian😀
    semangat terus ya🙂 aku suka sama cerita ini -lebih tepatnya sama pidato kyungsoo hehe

  5. ini si author keknya bakat jadi penyampai pidato dah..x“D
    kalo semuanya pada curhat soal kebenaran dan ketepatan isi pidato kyungsoo, kayaknya sesuatu itu juga nular ke aku /halah/ *abaikan*
    sebenernya aku ga terlalu ngrasain hal kek gitu .__. mungkin karna di kelasku semuanya cewek dan rata2 muridnya emang cewek, cowokpun cuma 1 di kelas /bukan sekolah khusus cewek sih, cuman faktor jurusan haha/
    harusnya kalo cewek semua kemungkinan malah nge-geng gitu kan~ di awal2 emang iya, apalagi di kelas 2 (kelasku dulu pas kelas 1, 2 & 3 temen sekalas ga pernah ganti) dan ga begitu parah kok. tapi begitu kelas 3, moment dimana kita ketemu buat terakhir kali, rasanya tu kebersamaannya malah kerasa, kita berjuang bersama, intinya mengesankan lah, bahkan sama 1 temen cowok aku :‘)
    itulah kenanganku pas sma :“3
    sorry ngikut curhat x““D

    btw, kita hampir sama… udah sejak lama aku juga pengen gabung di ffindo :“3
    yeey~ fighting:“)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s