A Magician

Processed with VSCOcam with b1 preset

A Magician [Oneshoot] || Sparkdey || PG-15

Genre : Fantasy, Friendship, School Life, Romance

Cast : Park Chanyeol EXO dan Bae Joo Hyeon (Irene) Red Velvet

Supcast : Cho Kyuhyun Super Junior

 

Annyeong! Author kembali lagi, kini membawakan cerita oneshoot dengan cast yang baru dan cerita yang baru juga. Kali ini author mencoba untuk membawakan genre yang berbau fantasy/? Tolong berikan apresiasi kalian pada FF author kali ini ya😉 dan FF ini sebelumnya telah di post di blog pribadi author.

Note : Cerita ini murni ide dari author dan cerita ini merupakan cerita yang berdasarkan dengan film anime Jepang (tidak seluruhnya sama dengan cerita yang ada di film tersebut). NO PLAGIARISM!

Terima kasih pada Thime eonnie yang udah kasih saran ke akuJ

Happy Reading^^~ don’t forget for your comment or like here~

Menghibur merupakan pekerjaan dari seorang pesulap. Jika trik sulapmu berhasil maka penonton akan memberikan apresiasinya dengan bertepuk tangan. Jika kau merasa kesulitan dengan trik sulapmu, jangan tunjukkan reaksi wajahmu pada penonton, and don’t forget your poker face.

 

*Chanyeol POV*

Pagi ini aku sedang berada di ruang kelasku, menatap layar tab milikku ini. Beberapa berita baru muncul pada halaman web yang sedang aku buka saat ini. Aku hanya tersenyum lalu tertawa.

“YA! Park Chanyeol, kau tertawa hanya karena melihat berita yang ada di dalam tab mu itu?” Tanya seseorang di sampingku.

“Waeyo? Ini tab ku dan bukan urusanmu” jawabku kesal.

“Memang bukan urusanku, tapi kau terlihat konyol seperti itu. Tertawa ketika melihat tab milikmu itu” seru anak itu.

“Saengil chukkae, Irene-ssi” seru Luna teman sekelasku pada anak yang daritadi berkomentar tentang diriku dan tab milikku ini.

“Gomawo Luna-ssi” jawab anak itu.

Ya, hari ini adalah hari ulang tahun yeoja itu. Bae Joo Hyeon. Yang akrab di panggil dengan Irene itu. Temanku sejak kecil dan rumahnya tinggal di sebelah rumahku. Dia cantik dan juga cerdas, hanya saja dia itu sangat menyebalkan bagiku. Selalu mentertawakanku seperti tadi.

“Ne, Chanyeol-ah” panggil Irene padaku.

“Wae?” jawabku singkat karena masih berkutat pada tab milikku ini.

“Umm.. kau ada acara hari ini?” Tanya Irene.

“Kau berniat mengajakku ke pesta ulang tahun bodohmu itu?” tanyaku yang masih berkutat dengan tab milikku ini.

“A.. aku tidak mengundangmu ke pestaku! Dan siapa yang kau panggil bodoh?” serunya tidak menerima ucapanku.

Aku tidak menghiraukan ucapan Irene padaku. Aku lebih memilih asyik berkutat dengan tab ku dan membaca berita di halaman web yang sedang aku buka.

“PESULAP CHAN, SEORANG PESULAP TERMUDA DI SEOUL”

Begitulah isi berita tersebut. Dan aku tersenyum bahkan tertawa jika melihat berita ini. Mengingat aku adalah seorang pesulap yang terkenal saat ini, aku selalu mendapat tawaran – tawaran mengisi acara di beberapa acara penting. Dan aku senang akan hal itu.

“Ne, Chanyeol-ah… berjanjilah padaku jika kau akan datang malam ini di rumahku” kata Irene dengan lembut.

Aku langsung berdiri dari bangku milikku dan berjalan ke arah Irene. Aku melihat rona merah di kedua pipi Irene ketika aku berjalan menghampirinya. Aku melakukan trik sulap di depan Irene dengan cara menutupi telapak tanganku dengan saputangan milikku dan hap! Keluarlah bunga mawar pink kesukaan Irene. Aku memberikan bunga itu kepada Irene.

“Tenang saja aku akan datang ke pesta bodohmu itu, Irene-ya. Aku berjanji padamu” kataku dengan senyuman khas milikku.

“Gomawo ne, Chanyeol-ah” kata Irene yang langsung mengambil bunga mawar pink dari tanganku.

Irene pergi dari hadapanku dengan seulas senyuman manis yang terukir dari bibirnya yang tipis itu. Aku ikut senang melihat Irene bisa senyum dan tertawa seperti saat ini. Aku tak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti dan membuat Irene ku menangis.

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Aku lekas pergi ke markas rahasia milikku dan hyungku. Markas dimana hanya aku dan hyungku yang tahu apa isi sebenarnya dari markas rahasia itu. Orang – orang hanya tau bahwa markas milikku itu sebagai pool bar, sebagai tempat bermain billiard. Dan untukku, anak berumur 17 tahun, tentunya belum boleh memasuki pool bar ini. Namun untukku bebas karena hyungku ini adalah pemilik bar ini. Cho Pool Bar, tepatnya.

“Hyung!” aku melambaikan tangan begitu sampai di bar hyungku itu.

“Ah kau rupanya. Aku punya tugas untukmu” sahut Kyuhyun hyung padaku begitu aku sampai di meja bar yang kebetulan dia lah bartendernya.

Aku berjalan mengikuti Kyu hyung menuju meja billiard. Kyu hyung menekan tombol dan huwala! Meja billiard itu berbalik 180 derajat. Di meja itu terdapat beberapa peralatan yang biasa aku pakai untuk pertunjukan sulapku.

“Tugasmu adalah melakukan pertunjukkan sulap di daerah Busan pukul 8 malam, tapi berhati – hatilah karena kali ini kemungkinan akan ada yang mengincarmu” kata Kyu hyung.

“Mengincarku?” tanyaku heran.

“Ne, mengincarmu. Kau tahu pesulap Kim? Kim Myungsoo?” Tanya Kyu hyung.

“Ah dia? Baiklah aku akan berhati – hati seperti katamu hyung” kataku was – was.

Setelah di peringatkan oleh Kyuhyun hyung aku langsung merasa was – was. Aku kali ini harus berhati – hati jika aku bertemu dan berhadapan dengan pesulap Kim. Pesulap Kim terkenal dengan kejahatannya untuk menyingkirkan pesulap – pesulap lain yang membuatnya menjadi tidak terkenal atau pesulap – pesulap itu mampu menyainginya.

19.00 KST

Sudah pukul 7 dan aku harus bersiap – siap melakukan pertunjukan sulapku di daerah Busan. Aku menaiki mobilku menuju daerah Busan dengan kecepatan yang cukup cepat karena aku mengejar waktu untuk menghadiri ulang tahun Irene.

‘Aku sudah berjanji pada Irene, aku harus tepati janjiku itu’ batinku.

Mobil audi milikku ini melaju dengan cepat karena aku ingin sekali segera menyelesaikan pertunjukan itu lalu menghadiri pesta bodoh Irene. Pesta bodoh yang di buat oleh yeoja yang begitu dekat denganku sehingga mampu membuatku terkesima dengan setiap keberanian yang ada pada dirinya itu.

Aku sampai di kota Busan. Dapat aku lihat banyak sekali kerumunan masyarakat yang memenuhi jalan raya yang tentunya sudah di blockade oleh polisi agar jalanan ini tidak dapat di lintasi oleh kendaraan bermotor. Banyak sekali yeoja yang meneriakkan namaku di sini.

“KYAA PESULAP CHAN SARANGHAEEEE” teriak dari beberapa yeoja yang aku lewati.

Tentu saja aku melakukan penyamaran di sini. Karena seluruh masyarakat di kota ini dan di kota seoul bahkan di Negara ini tidak tahu akan wajah asliku. Mereka hanya tahu bahwa aku pesulap yang baru saja naik daun karena telah melakukan aksi yang menakjubkan di kalangan konglomerat dan salah satu putri konglomerat itu menyukai aksiku. Karena di setiap atraksi ku, aku menggunakan topeng yang hanya menutupi mataku, sekeliling mataku tepatnya. Yang tahu akan wajah asliku adalah Kyuhyun hyung, yang notaben nya dia adalah asistenku.

“Chanyeol-ah, ingat kau harus berhati – hati pada pertunjukan mu hari ini. Kau juga harus waspada akan lingkungan sekitarmu ini, jangan sampai kau lengah dan kau dapat di lumpuhkan oleh pesulap Kim” jelas Kyuhyun hyung yang tiada hentinya terus mengingatkanku.

 

*Irene POV*

Saat ini aku sedang berbelanja untuk keperluan pesta ulang tahunku malam ini. Aku memang tidak mengundang banyak orang, aku hanya mengadakan sebuah pesta kecil dimana hanya sahabatku saja yang datang, dan tentunya aku juga mengundang si Park bodoh itu. Iya dia bodoh, bodoh karena selalu membuatku menunggu.

Aku selesai berbelanja dan berjalan pulang menuju rumahku dengan membawa beberapa kantong belanjaan sendiri. Ya sendiri, karena si Park bodoh itu langsung hilang entah kemana saat pulang sekolah dan aku juga tidak berhasil menghubunginya.

‘Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi’

‘Bodoh, mengapa aku selalu menunggumu tuan Park Chanyeol?’ batinku.

Aku sudah sampai di rumah. Aku menurunkan barang belanjaanku dan mulai menatanya di meja makan rumahku. Memang kecil rumahku ini tapi cukup membuatku nyaman untuk tinggal di dalam rumah ini. Pekerjaan orang tua ku hanyalah sebagai pegawai negeri. Ayahku seorang polisi dan ibuku… telah meninggal saat aku baru menginjakkan jenjang SMP.

Aku bergegas mandi dan bersiap – siap karena sebentar lagi teman – temanku akan datang ke rumah. 20 menit kemudian aku sudah siap dan kini aku duduk di ruang makan rumahku. Aku terus menatap bunga yang tadi pagi di berikan oleh Chanyeol padaku, bunga warna pink, mawar pink tepatnya, bunga kesukaanku.

‘Dia selalu saja tau apa yang menjadi kesukaanku’ batinku. Dan aku tersenyum.

TING TONG…

Bel rumahku berbunyi dan aku langsung beranjak menuju pintu rumahku untuk membukanya. Sebelum membuka pintu tentu aku merapihkan pakaianku dan juga tatanan rambutku ini.

“Luna-ssi, Jinri-ssi, Wendy-ssi, Krystal-ssi, Yeri-ssi, akhirnya kalian datang juga” sambutku dengan penuh kebahagiaan. Bagaimana tidak? Teman – teman terdekatku akhirnya datang ke pesta ulang tahunku ini.

“Silahkan masuk” kataku sambil melebarkan pintu rumahku.

Teman – temanku masuk ke rumah dan aku langsung menggiring mereka ke meja makanku dan mempersilahkan mereka duduk. Aku mengeluarkan kue ulang tahun yang tadi baru saja aku beli. Aku menaruh lilin itu di atas kue dan menyalakannya dengan korek yang sudah aku siapkan.

‘Ne Chanyeol-ah mengapa kau belum datang juga?’ batinku.

Aku sedikit kecewa karena sampai sekarang ini Chanyeol belum juga datang ke rumahku. Teman – temanku menyanyikan lagu ulang tahun untukku.

“Saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida, saranghaeyo Irene-ssi, saengil chukkae hamnida” nyanyi mereka padaku dan aku tersenyum.

“Ya! Irene-ssi cepat tiup lilinnya” sahut Luna-ssi.

“Tapi sebelum itu buat permohonan dulu nee” sahut Jinri-ssi.

Aku menutup mataku dan aku mulai membuat permohonan. Permohonan yang sangat simple serta permohonan yang tidak mengharapkan lebih.

‘Tuhan, aku ingin Chanyeol terus berada di sisiku’ permohonanku.

Aku membuka mataku dan langsung meniup lilinnya. Sorak sorai dari teman – temanku sekarang memenuhi rumahku. Appa hari ini ada pekerjaan di daerah Busan, dia harus mengawasi jalannya acara sulap di sana. Pesulap Chan, dia harus mengawasi acara pesulap itu di Busan.

“Ne Irene-ssi apa permohonanmu tadi?” Tanya Wendy-ssi.

“Mwo?!” reaksiku kaget.

“Yaa~ kau tidak boleh bertanya seperti itu Wendy-ssi” sahut Krystal-ssi.

“Apa kau melakukan permohonan agar Chanyeol-ssi selalu ada di sampingmu eoh?” kini Yeri-ssi menebak.

DEG! ‘Bagaimana Yeri-ssi bisa tahu? Apa dia membaca pikiranku?’ batinku.

“Yaa! Apa maksudmu Yeri-ssi? Aku tidak melakukan permohonan bodoh semacam itu” kataku tegas.

 

*Author POV*

20.00 KST

Pertunjukkan sulap oleh Chanyeol sudah di mulai. Sorak sorai dan suara tepuk tangan sudah bergemuruh di antara penonton yang hampir semuanya adalah yeoja. Chanyeol melakukan beberapa trik sulap di hadapan penontonnya.

Asap di atas panggung mulai memenuhi panggung tersebut dan muncul lah Chanyeol dari dalam asap itu. Wajah penonton yang kagum mulai terlihat. Siapa yang tidak akan kagum terhadap Chanyeol? Pesulap Chan adalah pesulap yang termuda di Seoul, walaupun dia memakai topeng dan kostum khas miliknya itu, semua yeoja dan namja pun akan tertarik padanya.

“Waahh hebat sekali ya pesulap Chan itu, aku tidak heran jika banyak yang menyukainya” sahut salah satu penonton dan di iringi oleh senyum sinis oleh penonton yang lain.

‘Cih kau akan mati pesulap Chan. Bersiaplah’ batin salah satu penonton itu.

Kini waktunya atraksi sulap Chanyeol bergantian dengan pesulap yang lainnya. Chanyeol menuju ruang gantinya. Duduk menghadap ke kaca memandangi wajahnya yang masih tertutup topeng dan kostum khasnya itu.

“Mwoya? Apa ini?” Tanya Chanyeol sendiri saat melihat sepucuk surat berada di bawah tempat tisu di meja riasnya.

Datanglah ke atap gedung dari gedung ini.

Jika kau tidak datang kau akan menyesal.

Dan jangan beri tahu siapapun tentang surat ini.

Kuharap kau datang setelah pertunjukkanmu selesai.

Chanyeol menggenggam tangannya lalu merobek surat itu menjadi kecil. Chanyeol sudah menduga bahwa kali ini nyawanya mungkin sedang di pertaruhkan. Ya Chanyeol tahu siapa yang mengirim surat itu, tak lain adalah pesulap Kim. Pesulap yang terkenal akan melakukan apa saja demi menyingkirkan pesulap lain yang mampu menyainginya.

Chanyeol kembali masuk ke dalam panggung, kali ini aksi Chanyeol adalah memborgol tangannya dan masuk ke dalam sebuah kotak besar yang sudah berisi air penuh lalu kotak tersebut di kunci dengan gembok yang sudah di siapkan. Penonton terlihat was – was ketika Chanyeol sudah berada di dalam kotak itu. Lalu asisten Chanyeol menutup kotak itu dengan tirai yang mengelilingi kotak tersebut.

“Pesulap Chan masuk ke dalam kotak itu? Wah atraksinya sungguh menantang. Apa dia bisa keluar dari kotak tersebut tepat waktu?” Tanya penonton tersebut kepada temannya.

“Aku yakin dia bisa keluar dari kotak tersebut. Pasti dia mampu bikin kita semua yang ada di sini terpukau melihat aksinya di sana” jawab temannya tersebut.

“Ah kau benar juga ne, dia kan pesulap yang hebat. Pasti dia bisa keluar dari kotak itu” jawab penonton itu.

3 menit kemudian Chanyeol keluar dari dalam kotak tersebut dengan keadaan yang basah kuyup dari kepalanya hingga kakinya. Suara riuh tepuk tangan dari penonton pun sudah memenuhi gedung itu. Chanyeol dan asistennya pun tersenyum puas, akhirnya mereka mampu membuat masyarakat di Busan tersenyum bahagia dengan raut wajah yang kagum. Akhirnya asisten Chanyeol memberikan headmic kepada Chanyeol.

“Kamsahamnida sudah menonton atraksiku kali ini. Senang bisa berjumpa dengan kalian semua masyarakat Busan. Aku harap kalian akan terus mengagumi atraksiku yang lainnya lagi nee? Atraksiku sudah berakhir sampai di sini, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian dan berhati – hatilah di jalan. Pesulap Chan undur diri. Kamsahamnidaaa” sahut Chanyeol dengan penuh senyuman walaupun dia masih basah kuyup karena atraksinya tadi.

22.45 KST

Chanyeol kini berada di atap gedung pertunjukkannya berhadapan dengan sejumlah orang yang dia yakini mereka adalah bawahan dari pesulap Kim. Chanyeol sudah berganti kostum yang kali ini masih tetap menggunakan topengnya dan menggunakan jubah berwarna putih. Chanyeol melangkah mendekati mereka.

“Apa mau kalian?” Tanya Chanyeol tegas.

“Ha ha ha pesulap Chan, atraksimu tadi sungguh memukau para penonton ne?” sahut seseorang yang berjalan dari arah belakang Chanyeol.

Chanyeol menoleh ke belakang. “Apa maumu? Hah katakana padaku apa maumu?!” Chanyeol terbawa emosi.

“Aku ingin kau mati ha ha ha agar kau tidak menjadi sainganku di dunia sulap!” tangan orang itu mengcengkram kostum Chanyeol.

“Pesulap Kim? Haha sudah kuduga bahwa kau akan melakukan ini padaku” jawab Chanyeol tersenyum sinis.

“Cih jadi kau sudah menduganya eoh? Kalau begitu kau harus menerima akibatnya” kali ini pesulap Kim sudah siap menodongkan pistolnya ke arah kening Chanyeol.

“Apa kau yakin kau akan membunuhku dengan pistol itu eoh? Bahkan aku tidak akan mati dengan peluru yang ada di dalam pistol milikmu itu” jawab Chanyeol yang semakin tegas.

“Kau bercanda? Siapapun yang sudah tertembak dengan peluru yang ada di dalam pistol milikku ini tidak akan selamat, cih” jawab pesulap Kim sangat yakin.

DORR…

Pesulap Kim menarik pelatuk pistolnya dan siap untuk menembakkan peluru ke kening Chanyeol. Chanyeol jatuh.

“Ba..bagaimana bisa?!” pesulap Kim kaget.

“Sudah kubilang peluru dari pistolmu itu tidak akan membunuhku” jawab Chanyeol dengan senyum sinis.

“YA!! SIAPA DI ANTARA KALIAN YANG MENUKAR PISTOL MILIKKU INI? JAWAB AKU!” teriak pesulap Kim kepada anak buahnya yang sedari tadi hanya melihat saja dan tidak melakukan apapun. Anak buahnya tidak ada satupun yang menjawab.

“Pesulap Kim, akui saja kali ini kau kalah eoh. Membunuh atau melakukan kekerasan terhadap pesulap lain hanya karena kau merasa tersaingi bukanlah hal yang akan membuatmu puas, melainkan hal itu yang membuatmu menjadi seorang pembunuh” kata Chanyeol sambil menodongkan pistol ke kening pesulap Kim.

“Bagaimana bisa kau menukar pistol milikku pesulap Chan?! Bagaimanaa?!” Tanya pesulap Kim yang emosi karena pistol asli miliknya itu kini berada di tangan Chanyeol.

“Ah ya, aku lupa mengatakannya bahwa ini adalah pistol milikmu. Menukarnya? Haha kau ingat? Aku ini adalah seorang pesulap, pesulap Kim. Kuharap kau akan senang dengan tamu milikmu yang dalam hitungan menit akan datang” jawab Chanyeol dengan senyum sinis sambil berjalan mundur menjauh dari pesulap Kim.

“Kau akan membayarnya nanti pesulap Chan” kata pesulap Kim.

“Waw, jadi kau mengancamku eoh?” Tanya Chanyeol.

“Tidak” jawab pesulap Kim yang kemudian lari ke arah Chanyeol lalu mengeluarkan pisau lipat miliknya.

Chanyeol mengetahui bahwa pesulap Kim sedang berlari ke arahnya dengan menggenggam sebuah pisau lipat miliknya. Chanyeol berhasil menghindar namun Chanyeol tetap terkena pisau itu di bagian tangannya.

“Bukan hanya kau yang seorang pesulap. Aku juga seorang pesulap, pesulap Chan. Rasakan itu! Hahahaha” pesulap Kim tertawa bahagia.

“ANGKAT TANGAN KALIAN! KAMI POLISI DARI SEOUL HEAD QUARTERS, PESULAP KIM JATUHKAN PISAU MILIKMU ITU” kata inspektur Jung Soo.

“Selamat datang, dan itulah tamu milikmu malam ini” kata Chanyeol sambil memegangi tangannya yang terkena pisau milik pesulap Kim itu.

“Sialan kau pesulap Chan!” teriak pesulap Kim.

 

*Chanyeol POV*

“Chanyeol-ah!!” teriak Kyuhyun hyung padaku.

“Hyung!” teriakku.

“Babo!” Kyuhyun hyung menjitak kepalaku. “Sudah ku bilang kau harus berhati – hati, bagaimanapun juga dia pasti punya trik untuk aksi kejahatannya. Lihat kau terkena juga kan. Tanganmu itu” kata Kyuhyun hyung sambil mengobati luka di tanganku ini.

“Ne ne~ kau benar hyung, aku sedikit tidak bisa berkonsentrasi tadi, jadi aku bisa terkena seperti ini” jelasku. “Ne, hyung… sekarang jam berapa eoh?” tanyaku.

“Jam 23.40, mengapa?” Tanya Kyuhyun hyung.

“Jinjja?!! Aish aku sudah telat rupanya!” kataku menyesal. Tidak aku sangka aku harus mengulur waktu panjang demi bisa menangkap pesulap Kim.

“Telat apanya Chanyeol-ah?” Tanya Kyuhyun hyung.

Aku berfikir bagaimana bisa aku mencapai rumah Irene dengan jarak yang cukup jauh seperti ini. Aku melihat ke sekeliling pandanganku dari atas atap gedung pertunjukkan ini. Dan aku menemukan sebuah ide untuk bisa membuat Irene terpukau.

“Ne.. hyung kau ingin membantuku eoh?” tanyaku.

“Mwo? Membantumu? Dalam hal apa eoh?” tanyanya.

“Bantu aku mempersiapkan sebuah pertunjukkan untuk ulang tahun Irene” jawabku sambil tersenyum.

Kyuhyun hyung mengangguk tanda ia menyetujui untuk membantuku melakukan sebuah pertunjukkan untuk ulang tahun Irene. Dengan senang hati aku member tahu pada Kyuhyun hyung seperti apa rencanaku itu. Dan kulihat Kyuhyun hyung juga menyukainya.

“Ide yang sangat bagus Chanyeol-ah!” sahut Kyuhyun hyung sambil menepuk bahuku.

 

*Irene POV*

23.45 KST

Sudah jam segini dan akupun belum tidur. Aku masih ingin menunggu Chanyeol datang ke rumahku. Aku melirik bunga yang tadi pagi ia berikan padaku.

‘Ne, Chanyeol-ah, mengapa kau tidak datang eoh?’ batinku.

Aku duduk di lantai dengan menekuk lututku dan membenamkan wajahku di lututku itu. Aku seperti yeoja babo yang menunggu seseorang datang yang pada akhirnya dia tidak datang. Seharusnya aku mengetahuinya bahwa Chanyeol tidak akan datang dan dia lebih senang bermain dengan sulapnya itu.

DRRTTT DRRTT DRRRTT…

Aku mendengar suara getaran dari ponsel milikku itu. Dengan rasa malas aku mengambilnya dan menatap nama yang tertera di ponselku itu. Chanyeol Park. Nama itulah yang tertera pada ponselku kali ini. Chanyeol menelfonku, di tengah malam seperti ini. Aku mengangkatnya dengan buliran air mata yang kini sudah turun membasahi pipiku ini.

“Yeoboseyo” jawabku.

“Ne, Irene-ah, bisakah kau berjalan ke jendela kamarmu?” Tanya Chanyeol.

“Untuk apa eoh?” tanyaku.

“Sudah cepat lakukan saja, sebelum waktunya habis” kata Chanyeol.

Aku berjalan menuju jendela kamarku dengan ponsel yang masih berada di telingaku. Aku membuka tirai kamarku dan melihat pemandangan yang indah sekali. Aku mendengar suara kembang api yang meledak di angkasa dan melihat sebuah gedung yang sangat bercahaya dan di sana terdapat tulisan 3D “Saengil Chukkae Hamnida, Irene” aku tersenyum di kala air mataku yang masih turun membasahi pipiku ini. Air mata bahagia tentunya, baru kali ini aku mendapatkan kejutan yang begitu indah.

“Ne, Irene-ya. Happy birthday” kata Chanyeol di telfon.

“Umh, gomawo Chanyeol-ah” jawabku dengan seulas senyuman.

Jam di kamarku berbunyi. Tanda bahwa kini sudah tengah malam.

‘Aku tau kau selalu menepati janjimu Chanyeol-ah’ batinku.

“Irene-ya, coba kau berbalik ke belakang” kata Chanyeol yang masih di telfon lalu aku berbalik ke belakang dan mendapati Chanyeol sudah berada di kamarku saat ini.

“Mianhae, aku telat datang ke rumahmu. Aku harap kau tidak kecewa padaku” kata Chanyeol yang kali ini dia berjalan mendekatiku.

“Kau tepat waktu Chanyeol-ah” jawabku tersenyum. “Gomawo untuk kejutannya, itu sangat indah” lanjutku.

“Ne cheonmayo” jawab Chanyeol.

Chanyeol membawaku kepelukan hangatnya itu. Aku terdiam masih kaget atas perlakuannya kali ini. CHU~ dia mencium keningku. Aku bisa merasakan bahwa kali ini pipiku sedang merah merona.

“Happy birthday teman masa kecilku, Irene-ya” bisik Chanyeol di kupingku.

“Hadiah untukmu” kata Chanyeol.

Aku melihat sebuah kalung dengan liontin yang indah berbentuk lumba – lumba di hadapanku. Aku sungguh tak menyangka bahwa Chanyeol akan memberikan aku hadiah yang seperti ini. Kalung emas putih, yang bagiku itu sangatlah mahal.

“Untukku?” tanyaku ragu.

“Ne Irene babo, sudah jelas tadi aku mengatakan hadiah untukmu. Kau tidak mau? Akan ku lempar keluar saja kalau begitu” kata Chanyeol kesal.

“YA! Yang bilang tidak mau siapa eoh? Aku hanya terkejut saja kau memberikan aku hadiah mahal seperti ini” jawabku malu – malu.

“Gwenchana, ini adalah hasil tabunganku. Dan aku memang berniat membelikan kalung ini padamu” jawab Chanyeol. “Aku bantu pakaikan ne” Chanyeol langsung berbalik menuju belakangku dan memakaikan kalung itu padaku.

Dapat aku rasakan nafas Chanyeol di belakangku. Aku sungguh bahagia. Sangat bahagia. Permohonanku tadi sudah terkabul saat ini. Sekarang Chanyeol sudah berada bersamaku. Chanyeol sudah selesai memasangkan kalung itu pada leherku.

“Neomu yeppo” kata Chanyeol sambil menatapku. Dan aku balas dengan senyuman.

Chanyeol kembali memelukku lagi. “Jangan tinggalkan aku sendiri ne, berjanjilah padaku kau akan selalu bersamaku, Irene-ya” kata Chanyeol yang masih memelukku.

“Ne, kau juga berjanjilah padaku Chanyeol-ah” sahutku. Chanyeol melepas pelukannya.

“Ne, Chanyeol-ah, tanganmu kenapa berbalut perban seperti itu?” tanyaku heran.

“Ah ini? Nan gwenchanayo, tadi hanya terkena ujung kawat di rumahku saat sedang mencari peralatan untuk memasang lampu yang mati” jawab Chanyeol.

“Kau yakin itu tidak apa – apa?” tanyaku.

“Umh… kenapa semakin bertambah umurnya kau semakin cerewet saja eoh” sahut Chanyeol.

“YA! Apa maksudmu?!” kataku sambil mengelitiki pinggangnya itu dan dia hanya tertawa menahan geli.

 

THE END…

 

Annyeong^^~ gimana nih menurut kalian FF oneshoot author? Bosen ya karena kepanjangan?? Duh maaf ya kalo bosen L oh iya tolong berikan apresiasi kalian ya ke FF author kali ini hehe, author pasti akan sangat senang jika kalian meninggalkan jejak di sini berupa like atau komen. Apapun komentarnya author akan terima dengan senang hati hehe. Terima kasih bagi kalian yang sudah memberikan apresiasinya kepada author. Saranghae kkk :*

4 responses to “A Magician

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s