Smile – Sequel of Vengeance

large

by grewlay
Drabble-lovers
Park Chanyeol – Lee Meylan
No Genre, because I could not determine
Sequel (gagal) of Vengeance

.

///

.

Aku butuh banyak buku; demi bisa mengalihkan rindu.

Terkesan sok. Kukatakan aku tidak membutuhkanmu, kukatakan tameng hidupku bukan kau. Padahal, aku ingin kita mengadakan reuni di bangku tua dekat pohon oak; hanya berdua. Menyaksikan jingga, melepas senja, dan bercumbu mesra; mungkin.

Seusai pertunjukkan gitarmu, aku melangkah ragu. Untuk yang terakhir, permen rasa melon kesukaanmu, aku ingin memberikannya. Kalau-kalau kita tidak lagi bertemu; entah dalam keadaan sudah berkeluarga atau aku masih tetap menunggumu.

Kau hanya perlu seperti Jihyun yang menerima Jongin tanpa rasa cinta; di awalnya.

“Kau menunggu apa? Chanyeol sudah berani menjilat bahkan menelan ludahnya sendiri yang sudah pernah ia buang. Aku tidak tahu, bagaimana Lee Meylan bisa berubah menjadi seperti Barbie Rapunzel dengan rambutnya yang panjang.” Tukas Minseok.

Ini karena Baekhyun yang memacuku. Baekhyun seperti alat pacu jantung. Kalimatnya memang terdengar menyesakkan, tapi ia seperti mendesakku agar, yah, setidaknya terlihat layak untuk gitaris band sekolah yang rumornya sangat tampan.

“Ia hanya perlu tahu bagaimana rasa sakit yang seperti ini.”

“Mey, aku tahu Chanyeol itu seperti apa. Tolong jangan sakiti temanku. Aku tahu, ia tidak perlu banyak bicara, ia hanya perlu meminum beberapa alkohol dan memecahkan botolnya di kepala.” Lelaki yang mengaku sangat mencintai Im Baekhee itu beranjak dari tempat duduknya. “Park Chanyeol pernah melakukan itu sebelumnya. Saat ibunya menjerit dan ayahnya memutuskan untuk berpisah.”

Ada berapa berita lagi yang tidak kutahu?

Kenapa aku tidak tertawa? Chanyeol begitu menderita, kenapa aku tidak bahagia?

Kutabrak Jongin, ia mengumpat. Kutabrak Sehun, ia mengamuk. Kutabrak Kyungsoo, ia hanya tersenyum dan mempersilahkan aku kembali lari. Kutabrak Jongdae, ia menahan lenganku dan bertanya “Ada apa?”

“Dimana Park Chanyeol? Ia belum membayar hutangnya padaku.”

“Labirin, mungkin.”

Purnama membasuh tubuhmu; sama seperti saat kau tertidur di dekat api unggun semasa perkemahan sekolah. Hingga lantunan Miracle In December membangunkanmu. Baekhyun memintamu memberinya nada, dan ia bernyanyi. Aku geli mengingatnya. Terlebih saat Baekhyun melarangmu untuk ikut campur di dalam syairnya. “Tidak ada bagian untukmu, Yeol.” Begitu kata Baekhyun.

Baru beberapa langkah aku memasuki labirin, seseorang menahan lenganku. “Kalau masuk, kau akan mati.”

Bodoh. Chanyeol hanya di sekitaran labirin, bukan di dalam labirin. “Mari nyanyikan satu lagu. Heartache dari One Ok Rock.” Ujarku.

Chanyeol mengikuti langkahku hingga ke bangku di samping lampu taman. “Aku tidak tahu lagunya.”

Berada di sisimu, hancur egoku. Aku tidak peduli aroma coklat dari cangkirmu, aku tidak peduli perutku yang lapar karena Joonmyun tidak membagiku barbeqiu. Dan lupakan Baekhyun untuk sementara.

Kadang aku berpikir, ini memang cinta atau rasa iba? Aku berlari dan menerima sumpah serapah dari Jongin dan Sehun saat Minseok menjelaskan bagaimana keluarga Chanyeol yang sekarang. Aku cinta, atau iba padamu, Chan?

Kuberikan satu headset untuknya. Kupikir, Chanyeol akan cepat mempelajari kunci apa saja dalam lantunan lagu yang kuminta. C? A minor? D minor? G? Atau apalah itu. Ia mengangguk dan kembali menyesap coklat hangatnya. Seteguk, lalu ia berhenti. Ia menelan yang ada di mulut, dan membuang yang ada di gelasnya.

“Kenapa?”

“Aku lupa. Kau akan pusing saat mencium aroma coklat.”

Seperti terhempas dari lantai 5. Di bawah cahaya bulan, juga ditemani penerangan lampu taman; Park Chanyeol tersenyum. Meskipun menunduk, aku tahu kalau ia tersenyum.

.

FIN

.

Absurdnya makin parah-_-

Dan untuk lagu One Ok Rock sendiri, yang versi slownya alias no rock, bisa liat di youtube judulnya One Ok Rock Heartache studio jam session. Yok, kita sama-sama bikin cabang; bukan Korea aja, tapi Jepang juga.

25 responses to “Smile – Sequel of Vengeance

    • Sudah berapa lama emangnya? Hahahaha
      Aku tadi buka blogmu, kamu belum pernah nyoba posting ff ya? Padahal seru loh nulis berdasarkan imajinasi.

      • hmm, hampir setahun kayanya sih yah ka. kalo untuk bikin ff gitu masih belum sanggup aku ka, imagine harus sejauh mungkin hahaha.. sedangkan otak masih cetek hihihi.. kaka kalo mau nanya tentang perawatan baru ke aku. yah walaupun gak hebat hebat banget sih. hahahaha… ka reccomend ff tersedih donggg hihihi

        • Btw, aku 98L ya say hihihi.
          Duh, dibawa santai aja nulisnya. Lah aku aja baru setaun yang lalu mulai mainin kata. Tapi memang harus dari hati dulu sih.

          Eh kamu anak perawat? Farmasi? Pengen jadi dokter yaaa?
          Aku minta pinmu dong. Siapa tau aku punya masalah, jadi ada yang kuajak ngobrol

    • Suka yang sedih2 ya say? Hahahaha aku juga. Genreku nggak pernah lepas dari sad. Bawaan kaliyaa.
      Coba deh kamu obrak-abrik wpku, siapa tau nemu yang pas di hati

  1. AAWW;;; Chanyeol !!! kalo aku jadi meylan, duh, sudah melambung tinggi mungkin. apa-apaan dia masih ingat kalao meylan anti aroma cokelat? kenapa masih ingaattt? kenapaaaa??? bukannya dulu dia gak suka meylan? duh, dasar chanyeol ! kan ! bete kan aku …. bete. Chanyeol sih, bikin bingung aja. wkwkwkwk
    lah kenapa jadi aku yg esmosi?😄
    okelah, butuh sequel lagi nih, lis….. tolong diperjelas perasaan chanyeol itu gimana wkwk /maksa/ /peace/

    • Dan aslinya, aku yang anti aroma coklat kak-_- kaarisa nyinggung coklat, eh kepala owe jadi mumet. Percaya atau enggak, abis denger coklat, idungku berasa lagi nyium bau coklat zzz.

      Yeah, chanyeol yang kuambil keseluruhannya dari tokoh bal itu memang nggak suka sama mey. Tapi sekarang temakan omongan. Menurutku, yang ngebingungin malah meynya. Soalnya, dia masih bingung antara mau nerima chanyeol tanpa balas dendam atau nggak. Kan masih belum jelas itu.
      Halah. Memang akunya aja yang nggak jelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s