TWINS – PART 1 – by jhyosun13

twins

Poster by VeoKim@HAD

Tittle           : TWINS

Author        : jhyosun13

Main Cast   : Cho Kyuhyun-Kim Seukhye, Ji Changwook-Cho Kyuhee

Genre                   : Family, Angst, AU, Action, Comedy, Sad, Romantic, and etc

Other Cast  : Find by ur self

 

Desclaimer :

“Kau keluargaku satu-satunya di negara ini, setidaknya jika kau tidak menuruti perkataanku, jaga dirimu sebaik mungkin”- Cho Kyuhee

“Aku tahu. Aku sudah dewasa.” – Cho Kyuhyun

“Keluarga CHO itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja, aku harus ada di sekitar mereka apapun yang terjadi. Dan juga aku tidak ingin kehilangan kyuhee untuk kedua kalinya.” – Ji Changwook

TYPO BERTEBARAN!

 

 

 

 

Seorang wanita yang memiliki paras cantik dan memikat ini berumur 27 tahun. Siapa sangka CEO CHO Corporation Ltd telah berusia 27 tahun. Seharusnya diumur nya saat ini wanita tersebut telah memiliki suami dan paling tidak memiliki 1 orang anak. Mungkin terlalu sibuk dengan urusan kantor menjadi salah satu faktor wanita ini belum juga memiliki seorang suami. Apakah hanya faktor tersebut? Tentu saja tidak. Wanita yang bernama Cho Kyuhee ini seorang anak yatim piatu dan hanya hidup bersama saudara kembarnya. Sebenarnya wanita ini dan saudara kembarnya memiliki seorang paman. Tetapi pamannya sekarang berada di negeri paman sam menjalani perusahaan nya di negeri tersebut.

CEO wanita satu-satunya di korea selatan saat ini. Membaca dengan serius file yang bisa menghasil puluhan juta dolar dan menandatanganinya jika wanita tersebut menyetujuinya.

 

Tok

Tok

 

“Masuk.” Kata kyuhee.

 

Cklek

 

Kyuhee melepaskan kacamata minus nya ketika jessie asisten pribadinya memasuki ruangannya.

“Waegure?” tanya kyuhee. Jessie memberikan map yang dipegangnya. Kyuhee mengambil map tersebut dengan alis yang saling bertautan.  Tanpa banyak bicara kyuhee membuka map tersebut dengan cepat.

“Ini adalah total tagihan kartu kredit tuan cho selama seminggu ini, presdir.” Kata jessie. Kyuhee mengeraskan rahangnya marah.

 

BRAK

 

“Sialan.” Desis kyuhee sambil memukul meja. Kyuhee menatap jessie dengan tatapan tajam.

“Kyuhyun masih memberikan kartu kreditnya dengan wanita jalang itu?” tanya kyuhee geram. Jessie menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Jinjja, cho kyuhyun! Kau ingin perlahan-lahan membunuhku?!” teriak kyuhee. Jessie menundukkan kepalanya tidak ingin melihat kyuhee yang sedang mengamuk saat ini.

“Persiapkan mobil. Kita akan ke Cho Group sekarang juga.” Kata kyuhee berjalan sambil membawa mantel nya keluar dari ruangannya diikuti oleh jessie.

 

 

*****

 

“Kita masih bekerjasama dengan CT Group?” kata CEO CHO Group kepada general manger ny sekaligus sahabatnya yang berada di hadapannya saat ini.

“Iya, presdir. Kita masih bekerjasama dengan CT Group dalam melakukan pembangunan hotel di daerah gangnam.” Jawab shim changmin. Kyuhyun mengangguk mengerti dan segera menandatangani berkas yang baru saja ia baca.

“Kau dapat keluar sekarang, manager shim.” Kata kyuhyun seraya memberikan kembali map hijau tersebut kepada changmin.

Kyuhyun kembali fokus terhadap pekerjaannya. Membantu saudaranya dalam mengurus perusahaan yang telah mendiang ayahnya rintis ini. Kyuhyun yang berniat sendiri untuk memegang kendali atas Cho Group walaupun Cho Group ini adalah perusahaan yang sangat besar dan sangat berpengaruh di dalam atau di luar negeri tetap saja Cho Group menjadi anak perusahaan Cho Corporotion Ltd sang dipimpin oleh saudara kembarnya.

Melepaskan kacamata nya dan tampak seolah berpikir. Melihat pesan di iphone nya yang berisi tagihan kartu kredit yang totalnya tak bisa dikatakan sedikit. Kyuhyun sebenarnya tak mempersalahkan oleh tagihan tersebut karena tagihan tersebut tak akan bisa membuatnya bangkrut saat ini juga. Yang ia pikirkan, apa yang dibeli oleh wanita yang memegang kartu kreditnya sehingga mengeluarkan tagihan sebesar ini? Sebenarnya kyuhyun tak habis pikir apa lagi yang dibutuhkan wanita ini yang tak lain adalah kekasihnya ini untuk memenuhi untuk kehidupannya. Tentu ayahnya tak memberi uang bulanan bukan? Apalagi ayah kekasihnya itu juga memiliki perusahaan di bidang property yang sangat terkenal di seoul. Apapun itu kyuhyun sangat sangat mencintai kekasihnya itu.

“Cho Kyuhee.” Desis kyuhyun saat terbesit dipikirannya percakapan saat makan malam bersama kyuhee.

 

Flashback

 

            “Sudah kukatakan, kau harus berpisah dengan wanita itu!” kata kyuhee membentak kyuhyun yang berada di hadapannya saat ini. Kyuhyun meletakkan garpu dan pisau daging nya di kedua sisi piringnya dan menatap kyuhee dengan tatapan yang sama.

            “Aku juga sudah mengatakan kepadamu. Aku sangat mencintai wanita itu. Kau dengar, aku mencintai wanita itu. Sialan.” Bentak kyuhyun. Kyuhee mendesis tak percaya. Meletakkan tangannya di pinggiran meja makan dan mencengkram kuat pinggiran meja tersebut.

            “Persetan dengan rasa cintamu, wanita itu hanya ingin hartamu cho kyuhyun!” kata kyuhee menatap nyalang kyuhyun. Kyuhyun tertawa kecil mendengar perkataan kyuhee. “Brengsek. Tak ada yang lucu.” Seru kyuhee saat melihat kyuhyun yang malah menertawakannya.

            “Semua wanita memang menyukai berbelanja, cho kyuhee! Kaupun juga sama dengannya bukan?! Kau selalu berbelanja sampai puluhan juta dolar hanya dalam kurun waktu beberapa jam.” Kata kyuhyun menatap tajam kyuhee.

            “Jangan samakan aku dengan wanita jalang itu. Aku berbelanja menggunakan uang hasil jeripaya ku sendiri. Dan wanita itu berbelanja menggunakan uang hasil jeripaya orang lain. Dan itu hasil jeripaya kau, cho kyuhyun!”

            “Itu uangku, cho kyuhee. Bukan uangmu.”

            “Dan kau menghasilkan uang itu di anak perusahaanku, sialan. Aku tidak sudi, brengsek. Sekali ini saja! Kau turuti apa mauku.” Kata kyuhee frustasi.

            “Tak ada gunanya aku menuruti kemauanmu yang akan membuatku kehilangan wanita yang kucintai.” Kata kyuhyun dan meninggalkan kyuhee. Kyuhee menatap kepergian kyuhyun masih dengan amarahnya yang sangat tinggi.

 

PRANG

 

            “BRENGSEK!!!” teriak kyuhee mellemparkan gelas yang berisi jus jeruknya ke dinding yang berda di belakangnya.

 

END FLASHBACK

 

Kyuhyun memijit dahinya frustasi mengingat kejadian itu. Sebenarnya bukan pertama kali ini saja kyuhee dan kyuhyun  bertengkar. Tetapi pertengkaran ini termasuk pertengkaran yang sangat hebat diantara pertengkaran-pertengkaran yang ernah mereka alami. Kyuhyun seolah tak mengerti, kenapa kyuhee sangat tidak menyukai wanita yang ia cintai? Seharusnya kyuhee mendukung penuh apa yang menjadi keputusannya. Hey, kyuhyun adalah ssaudaran kembar kyuhyun yaa walaupun tidak identik. Tak ada identik dalam segi apapun kecuali dalam segi kepintaran dan kelicikkan mereka masing-masing.

 

BRAK

 

Kyuhyun terkejut mendengar suara pintunya yang terbuka sangat kasar. Kyuhyun memutar kursinya dan bersumpah akan memecat siapapun orang yang sudah membuka pintu ruangannya sekasar itu.

“Kali ini aku benar-benar marah, cho kyuhyun.” Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Berdiri dan bersandar di meja nya melipat tangannya di depan dada menatap kyuhee dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.

“Tidak sopan sekali kau memeriksa tagihan kartu kreditku.” Kata kyuhyun dingin. Cho Kyuhee selalu mengetahui apa saja yang kyuhyun lakukan di luar sana, banyak sekali mata-mata yang ia sewa untuk mematai setiap orang yang ingin ia ketahui kehidupannya. Tentu saja kyuhyun termasuk dalam daftar orang-orang tersebut.

“Kau tinggal pilih saat ini juga. Kau bersama wanita itu atau aku akan hilang dari kehidupanmu?” kata kyuhee yang sudah menormalkan raut wajahnya. Berjalan menuju sofa kyuhyun dan duduk disana sambil menunggu jawaban kyuhyun. Kyuhyun tersentak kaget dengan apa yang dikatakan oleh kyuhee.

“Hilang dari kehidupanku? Kau bisa melakukannya?” tanya kyuhyun tak percaya jika kyuhee bisa meningglkannya. Kyuhyun pun juga duduk di sofanya tepat dihadapan kyuhee.

“Kau tahu, jika aku sudah berkeinginan apapun itu, aku bisa melakukannya. Bahkan aku bisa melenyapkan wanita mu itu saat ini juga jika aku menginginkan kematiannya.” Jawab kyuhee menatap lurus bola mata kyuhyun. “Sayangnya aku masih memikirkan keadaanmu jika aku membunuh wanita tersebut.” Sambung kyuhee sambil mengedikkan bahunya acuh. Kyuhyun tampak tak suka dengan apa yang baru saja ia dengar. Tentu saja ia menyadari bahwa wanita yang dihadapan nya saat ini adalah wanita yang terkenal tidak mempunyai persaan belas kasihan terhadap siapapun apalagi itu menyangkut perusahaan. Jika ini menyangkut perusahaan, kyuhee tak segan-segan akan membuat kyuhyun meninggalkan kursi CEO nya, berhubung ini masalah keluarga, kyuhyun bisa sedikit bernafas lega bagaimanapun kyuhyun tahu kyuhee sangat menyayangi dirinya lebih dari apapun.

“Jika kau melakukan itu, aku akan benar-benar membencimu cho kyuhee.” Kata kyuhyun juga menatap bola mata kyuhee tajam seolah-olah perkataanya itu memang akan benar-benar terjadi jika kyuhee melakukan nya. Kyuhee tertawa kecil.

“Benarkah? Aku sudah tahu dari jawabanmu, apa yang kau pilih cho kyuhyun. Mari kita berbisnis tanpa ikatan keluarga lagi Presdir Cho. Bekerja lah dengan giat. Aku tak ingin perusahaanku mengalami kerugian yang sangat besar akibat kecerobihan anda, presdir cho.” Kata kyuhee seraya meninggalkan ruangan kyuhyun. Tubuh kyuhyun tiba-tiba menegang. Membulatkan mata nya tak percaya melihat kyuhee berjalan meninggalkan ruangannya.

 

 

*****

 

Kyuhee berjalan santai seolah tak ada masalah saat keluar dari ruangan kyuhyun. Berjalan dengan anggun seperti biasanya dan tersenyum jika ada yang menyapanya. Kyuhee berjalan keluar dari lift diikuti oleh jessie dan 3 orang pengawal nya. Sang general manager dan direktur Cho Group yang sedang berjalan menuju lift satu arah dengan kyuhee menghentikan langkahnya ketika kyuhee melewati mereka.

“Astaga! Bagaimana wanita itu begitu sempurna changmin-ah.” Kata sang direktur yang bernama lee donghae tersebut. Changmin menatap ngeri saat kyuhee melewatinya begitu saja.

“Ouch, wanita itu sangat… err.” Kata changmin dan tubuhnya itu pun tiba-tiba bergetar singkat seperti disengat aliran listrik.

“Kau mengerikan. Wanita secantik Predir Cho kau takut untuk melihatnya. Kau tidak tahu kalau presdir cho itu sangat cantik? Astaga. Pintar, cantik, kaya, tubuh proporsional tetapi sayangnya presdir cho akhir-akhir ini tidak pernah lagi tersenyum dengan tulus.” Kata donghae tetap melihat pergerakan kyuhee tanpa meninggalkan gerakan satu senti pun.

“Kau berbicara seperi itu, seakan-akan kau menguntit presdir cho setiap hari. Menjijikkan.” Kata changmin terpercaya. Donghae tidak mengindahkan perkataan changmin, fokus dengan kyuhee yang berhenti berjalan sedang berbicara dengan seorang wanita yang donghae ketahui wanita tersebut adalah asisten pribadi kyuhee yang bernama Jessie. Changmin yang merasa tak dianggap oleh donghae berjalan menuju lift dan menekan tombol. Donghae yang merasakan tak ada lagi kehadiran seseorang yang berada disampingnya mengalihkan perhatiannya menatap tempat dimana changmin berdiri.

“Oh? Kemana manager shim?” gumam donghae bingung. Donghae mengedarkan pandangannya mencari keberadaan changmin seperti seorang anak yang kehilangan ibunya. Donghae segera berjalan cepat ketika dirinya melihat changmin telah masuk lift.

“Awas kau shim changmin!” desis donghae saat pintu lift yang changmin masuki telah menutup saat dirinya berdiri di depan lift tersebut.

 

 

*****

 

Kyuhee menghentikan langkahnya ketika telinganya mendengarkan hal yang sangat-sangat tidak masuk akal. Kyuhee melihat jessie bingung yang sedang menggeser-geser pelan ipad mini nya.

“Kau bilang wanita itu, ahh maksudku kim shinyeong anak dari Presdir Kim dari Kim Corporation??” tanya kyuhee tak percaya.

“Nde, presdir. Nona Kim putri dari pemilik perusahaan property terbesar di korea.” Jawab jessie.

“Heol.” Kata hyesun dan tertawa kecil tak percaya. “Wanita itu anak orang kaya? Kenapa dia masih menggunakan kartu credit kyuhyun? Astaga. Jinjja geu yeoja. Carikan aku data tentang Kim Corporation.” Kata kyuhee. Jessie menganggguk mengerti.

Kyuhee mendecakkan lidah nye kesal. Kekasih kyuhyun yang bernama Kim Shinyeong memang memang tidak memiliki hubungan yang baik dengan kyuhee. Kyuhee memang tidak menyukai anak yang sangat manja seperti kim shinyeong itu berulang kali kyuhee menolak saat kyuhyun mengajaknya makan malam bersama dengan shinyeong. Kyuhee menolak dengan tegas atas ajakannya itu.

Kyuhee tidak tahu lagi bagaimana caranya menyadarkan kyuhyun dengan perilaku kekasihnya itu. Ataukah kyuhyun sudah mengetahuinya, tetapi pura-pura shinyeong tidak pernah melakukannya. Kalau itu memang bernar, sialan sekali cho kyuhyun.

“Jessie-ya?” panggil kyuhee. Jessie menolehkan kepalanya ke kursi penumpang yang diduduki kyuhee.

“Wae?” jawab jessie. Jika tidak menyangkut pekerjaan kyuhee dan kessie berteman dengan baik. Hanya jessie lah teman kyuhee di negara ini. Kyuhee tidak ingin bertemang dengan siapapun. Dengan siapapun.

“Eottekaji??” tanya kyuhee pasrah sambil mengacak rambutnya frustasi. “Hanya mengurus wanita manja itu kenapa sangat sulit sekali, huh? Aisshh, jinjja. Mati kau, kim shinyeong!” kata kyuhee kesal sambil menendang kesal jok kursi yang berada di depannya yang diduduki oleh supir pribadinya.

“Kenapa tidak kau singkirkan saja wanita itu? Jika kau sudah kau singkirkan wanita itu sejak dulu mungkin masalah ini sudah selesai. Keutchi?” kata jessie yang sebenarnya bingung dengan kyuhee yang terlalu tidak tegas menangani masalah ini. Ini tidak seperti kyuhee yang biasanya yang selalu menyelesaikan masalah dalam satu hari itu juga. Tetapi tidak dengan masalah ini, bahkan ini sudah 1 tahun lamanya ketika kyuhee mengetahui kelakuan shinyeong dibelakang kyuhyun.

“Dan kyuhyun akan menjadi mayat hidup jika aku melakukan itu. Apalagi dia tahu itu semua ulahku. Oh, demi tuhan. Aku benar-benar sangat frustasi saat ini. Argh.” Geram kyuhee mengeretakkan giginya kesal.

“Benar juga. Emm, shinyeong itu canti kenapa tidak kau kasih saja ke kyuhyun wanita yang cantik juga?” usul jessie tersenyum penuh arti melihat kyuhee. Kyuhee memiringkan kepalanya melihat jessie tak mengerti. Jessie menepuk dahinya pelan mengetahui jika kyuhee tak mengerti apa yang ia maksud.

“Kurasa yang memberi pujian atas kepintaranmu harus menarik kembali pujiannya itu.” Kata jessie sambil menggelengkan kepalanya.

“Otakku tidak bisa berjalan dengan baik sekarang ini, je.” Bela kyuhee mempoutkan bibirnya kesal.

“Alasan. Maksud perkataanku, kau dekatkan saja seorang wanita yang cantik yang menurutmu pantas bersanding dengan kyuhyun, eotte? Jadi kau, tidak perlu-perlu repot mengotori tanganmu untuk mengurusi shinyeong itu.” Kata jessie menjelaskan. Kyuhee mengangguk setuju atas saran jessie.

“JOHA. Dan itu tugasmu mencari wanita itu.” Kata kyuhee tersenyum senang. Tidak dengan jessie.

“Jinjja. Aku yang memberi saran, dan aku juga yang mencari wanita itu?” tanya jessie tak percaya. Kyuhee mengangguk.

“Tentu saja. Pekerjaanmu melakukan apa yang kuperintahkan, bukan?” tanya kyuhee ambigu. Jessie mendecakkan lidahnya kesal.

“Nde, presdir.” Jawab jessie tanpa minat.

 

 

*****

 

“Sayang, kenapa? Apakah makanan nya tidak enak?” kata seorang wanita menatap bingung kyuhyun yang tidak menyentuk makan siang yang ia pesan sama seklai.

“Eo? Ah. Ani, ini kelihatannya enak.” Kata kyuhyun tersenyum kaku melihat kekasihnya itu dan segera memotong daging dan memasukkan ke dalam mulutnya. Shinyeong sang kekasih tersenyum melihat kyuhyun memakan makanannya.

“Oppa ada masalah, huh?”

“Tidak.”

“Kau yakin?”

“Iya, sayang. Jangan khawatir, eo?” kata kyuhyun tersenyum sambil menggenggam tangan shinyeong. Shinyeong merasa ada yang membuat kyuhyun nya resah sedari tadi.

“Jangan memaksakan diri bekerja jika oppa lelah.” Kata shinyeong khawatir. Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum sangat manis.

“Kau membeli apa saja minggu ini, huh? Sepertinya barang itu mahal sekali. Apa barang itu istimewa bagimu, yeong-ah?” tanya kyuhyun halus tanpa melihat shinyeong yang mendadak terkejut mendengar pertanyaan kyuhyun.

“Eo? Menurut oppa sangat mahal, ya? Aku hanya memberi sebuah tas yang aku idam-idamkan selama ini, oppa. Tidak apa-apa kan?” tanya shinyeong takut. Kyuhyun meletakkan garpu dan pisau, dan megambil tissue mengelap bibirnya. Kyuhyun tersenyum sambil mengangguk.

“Malam ini, makan malam dirumahku eo?” tawar kyuhyun. Shinyeong lagi-lagi terkejut.

“Oppa yakin?” tanya shinyeong khawatir.

“Wae? Shireo?” tanya kyuhyun. Kyuhyun sebenarnya tahu kekhawatiran kekasihnya ini. Bukan ibunya atau ayahnya yang telah meninggal. Melainkan saudara kembarnya itu. Shinyeong dan kyuhyun telah menjalin kasih sekitar 1 tahun 5 bulan. Memberitahu kyuhee tentang hubungannya dengan shinyeong 3 bulan kemudian.

“Bukannya seperti itu. Hanya saja kyuhee eonni, oppa?” kata shinyeong. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Sebenarnya kyuhyun juga mengkhawatirkan akan hal itu. Apalagi setelah pertengkarannya dengan kyuhee. Tetapi, kyuhyun akan mencoba menjelaskan kembali tentang hubungannya dengan shinyeong secara baik-baik. Jika kyuhee tetap tak menyetujuinya, mungkin lain kali kyuhyun akan membujuknya. Tidak mungkin dia menikah dengan shinyeong tanpa restu dari kyuhee.

“Kita harus mencobanya lagi malam ini, eo? Semoga saja kyuhee mau menerima hubungan kita.” Kata kyuhyun sedikit tak yakin.

“Jika oppa maunya seperti itu, aku mengikut saja.” Kata shinyeong tersenyum.

“Baiklah. Oppa kan menjemputmu nanti malam jam 7, eo?” kata kyuhyun. Shinyeong mengangguk.

 

*****

 

Kyuhee memutuskan untuk pulang ke rumah. Dirinya meras tidak modd kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya. Dan semua itu kyuhee menyalahkan kyuhyun. Jinjja, padahal banyak sekali perkerjaan yang harus ia selesaikan. Kyuhee pun memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaanya di rumah saja.

“Nona, apakah anda ingin makan siang sekarang juga?” tanya song ahjumma kepala pelayang rumahnya. Kyuhee kaget dan melihat jam yang memang sudah menunjukkan sudah waktunya makan siang. Kyuhee menggelengkan kepalanya.

“Nanti saja.” Jawab kyuhee.

“Saya mengerti nona.” Kata song ahjumma, menundukkan kepalanya memberi hormat saat kyuhee pergi meninggalkannya yang akan menuju kamarnya. Kyuhee berjalan melewati lorong-lorong yang menuju ke kamarnya. Kyuhee berhenti ketika melihat pintu kamar kyuhyun. Berhenti sebentar, menatap pintu tersebut tajam.

“Mati kau, cho kyuhyun.” Kata kyuhee sambil menendag pintu kamar kyuhyun keras. Kyuhee pun masuk ke kamarnya yang terletak tak jauh dari kamar kyuhyun.

“Oh My!” kejut kyuhee melihat seseorang yang tidur di kasurnya ah bukan tidur sepertinya hanya memejamkan matanya saja.

unnamed (52)

Ji Chang Wook. CEO CT Group yang sudah seenaknya masuk tanoa izin darinya ke ruang pribadi miliknya sendiri. Mengagumkan. Changwook membuka matanya menatap kyuhee tersenyum. Kyuhee menatap awas melihat changwook mendekatinya.

“Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku, Tuan Ji?” tanya kyuhee sarkatis. Changwook tersenyum.

“Pelayan dan pejaga rumah mu terlalu ramah denganku.” Jawab changwook memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

“Apa yang kau lakukan??” desis kyuhee melihat changwook hendak memeluknya.

“Memelukmu.” Kata changwook menatap kyuhee bingung. Kyuhee menatap sinis changwook.

“Keluar dari kamarku. Ah, ani. Dari rumahku.” Kata kyuhee sambil menunjuk pintu kamarnya. Changwook tersenyum kecil. Changwook telah menebak pasti kyuhee akan mengusirnya tanpa basa-basi.

“Tidak mau.”

“Keluar.”

“Tidak.”

“Atau aku akan menyuruh pengawalku untuk menyeretmu keluar tuan ji.”

“Lakukan saja.”

 

Kyuhee menghembuskan nafasnya kasar. Percuma saja mengusir changwook dengan cara seperti itu. Changwook yang keras kepala melebihi kyuhee dan kyuhyun. Kyuhee berjalan melewati changwook menuju pintu yang menghubung wardrobe nya.

Screenshot_2015-06-19-19-13-46

Changwook mengikuti kyuhee memasuki wardrobenya. Bersandar di samping pintu melihat kyuhee yang sedang memilih sebuah baju untuk dikenakannya. Kyuhee mengambil sebuah hotspant dan baju kaos polos berwarna putih.

“Kita harus bicara.”

“Tak ada yang harus kita bicarakan.”

Changwook menghembuskan nafasnya kasar. Mengikuti kyuhee keluar dari wardrobenya.

“Berhenti mengikutiku. Lekas keluar dari rumah ini, brengsek.” Kata kyuhee tajam melihat changwook yang masih saja.

“Oh, ayolah kau tidak lelah kita terus-mkenerus seperti ini?” tanya changwook frustasi. “Bahkan a.. ak.. aku” changwook membelalak matanya terkejut melihat kyuhee yang mengganti pakaian nya tepat di depan matanya. “Y.. yah! Kenapa kau mengganti pakaian mu di depan ku, eoh?” tanya changwook tak percaya.

“Seharusnya kau berterimakasih padaku karena mendapatkan tontonan yang sanagt nikmat bagimu. Salah sendiri aku sudah mengusirmu dari kamar ini, tapi kau tetap tak mau keluar.” Jawab kyuhee santai dan meninggalkan changwook di dalam kamarnya.

Changwook masih terkejut dengan apa yang baru saja kyuhee lakukan. Apakah wanita itu selalu seperti itu? Berganti pakaian di depan orang yang ada di dalam kamarnya? Oh, sialan. Changwook mengeraskan rahangnya jika saja ada selain dirinya yang masuk ke kamar kyuhee dan mendapatkan suguhan pemandangan seperti tadi. Wait, apakah kyuhyun juga pernah melihat hal-hal seperti itu? Changwook menutup matanya meringis pelan ketika ia baru saja mengingat bahwa kyuhee tinggal bersama saudara kembar laki-lakinya di rumah ini. Changwook pun menyusul kyuhee yang dipastikan kyuhee mencari sesuatu yang bisa ia makan di luar sana.

 

*****

 

Hari sudah menunjukkan jam 1 siang. Tetapi seorang wanita masih membungkus dirinya dengan selimut tebal miliknya. Wanita itu bernama Kim Seukhye yang baru saja menyelesaikan studi nya di Oxford University. Mengambil S1 dan S2 nya sekaligus dalam waktu 4 tahun dengan GPA yang sempurna. Memutuskan kembali ke seoul, tanah kelahirannya. Dan meninggalkan ayahnya sendiri di Inggris. Anak yang sangat berbakti dengan ayahnya bukan?

Apa yang akan dilakukan seukhye di seoul? Seukhye sendiri juga belum mengetahuinya. Semenjak 3 hari yang lalu kegiatan seukhye hanya memutari kota seoul. Menunjung semua tempat pariwisata yang ada di seoul dengan temannya. Seukhye membuka perlahan matanya sambil menyesuaikan cahaya yang masuk ke kamar apartemennya. Meyibakkan selimutnya, seukhye pun berdiri dengan mata yang masih enggan terbuka. Berjalan perlahan menuju kamar mandi nya, membuka pintu kamar mandi dan mengambil sikat gigi dan odolnya. Menggosok pelan giginya dengan mata yang masih tertutup.

 

TUK

 

            Kaki seukhye menendang sesuatu sehingga seukhye meringis sakit sukses membuat mata seukhye membuka dengan sempurna. Mengusap-usap pelan jempolnya yang malang sambil menatap horor sebuah kotak yang menjadi penyebab nya. Seukhye beranjak keluar dari kamar mandinya sambil mengikat rambutnya.

“OMO.” Kejut seukhye saat melihat pria yang baru saja masuk ke apartmennya. Seukhye berjalan mendekati pria tersebut yang sedang meletakkan barang bawaannya di atas sofa.

“Bukannya kau sedang berada di jepang sepupu shim?” tanya seukhye bingung melihat sepupunya ada di korea. Sepupunya itu tersenyum singkat dan menatap seukhye tajam sambil melipatkan tangannya di depan dada nya.

“Bukannya kau seharusnya berada di Inggris membantu paman kim dengan perusahaannya?” tanya shim changmin sepupu seukhye dengan nada yang sama dengan seukhye. Seukhye tersedak air putihnya mendengar pertanyaan changmin.

“Ayah saja tidak mempersalahkannya.” Cibir seukhye. Changmin menggeram kesal atas jawab seukhye.

 

Pletak

 

“Jika paman tidak mempersalahkannya. Paman tidak akan menyuruhku untuk menemuimu sekarang juga.” Kata changmin berkacak pinggang menatap seukhye kesal yang sedang mengusap-ngusap kepalanya akibat ulahnya sendiri.

“Aish, jinjja. Aku tidak apa-apa di korea 3 hari terkahir ini bukan? Jangan terlalu berlebihan, shim changmin.” Jawab seukhye menatap changmin dengan tatapan death glare nya yang tak terpengaruh sama sekali buat changmin.

“Panggil aku oppa, bodoh. Aku lebih tua 3 tahun darimu.” Kata changmin. Seukhye mengerucutkan bibirnya kesal. Seukhye dan changmin saudara sepupu. Sebenarnya seukhye dan changmin telah lama tak bertemu, mungkin sudah hampir 7 tahun lamanya. Mereka bertemu kembali akibat kelakuan seukhye yang selalu pergi tanpa pamit dengan ayahnya. Ayahnya yang terlalu baik tidak menemui sang anak langsung di korea meminta changmin untuk melihat bagaimana keadaan anak yang sangat berbakti kepadanya itu.

“Jadi kau memutuskan untuk tinggal di seoul?” tanya changmin tak percaya saat melihat apartemen ini sudah penuh dengan barang-barang seukhye. Seukhye mangangguk kepalanya malas. “Kau sudah lulus?” tanya changmin saat melihat foto seukhye dan paman kim saat kelulusan seukhye.

“Sepupu seperti apa kau ini. Tidak tahu sepupu sendiri sudah lulus dengan lulusan terbaik di Oxford.” Cibir seukhye. Changmin tersenyum polos mendengar perkataan seukhye. “Carikan aku pekerjaan.” Kata sukhye. Changmin membelalak matanya kaget. Apa telinganya memiliki masalah sehingga mendengar permintaan seukhye yang tidak mungkin terucapkan di bibir seukhye. Seukhye mendecakkan lidahnya kesal melihat changmin yang malah mengusap-usap telinganya.

“Aku serius. Uang ku lama-kelamaan akan habis jika aku hanya mengandalkan uang saku yang diberikan ayah saja.” Kata seukhye. “Kurasa aku diterima dimana saja dengan ijazah kelulusanku dengan hasil yang sempurna itu, benarkan?” kata seukhye bangga. Changmin menghembuskan nafasnya kasar melihat sifat kenarsisan sepupunya telah muncul. “Kurasa bekerja satu perusahaan denganmu tidak masalah. Bukankah CEO perusahaan tempat kau bekerja merupakan sahabatmu sendiri?” tanya seukhye.

“Kau yakin akan masuk ke perusahaan dimana tempat aku berkerja? Perusahaan itu termasuk perusahaan terbesar di korea bahkan di dunia.” Kata changmin yang sebenarnya belum mempercayai kemampuan sepupunya itu. Memang benar sepupunya itu haru dikatakan bahwa sepupunya itu jenius. Tetapi tentu saja changmin tidak melupakan dengan sifat seukhye.

“Aku tak akan mengacau kali ini. Kau tahu aku dapat pelajaran tambahan di rumah yaitu Attitude dan Manner. Aku jamin kelakuanku akan seperti seorang putri.” Kata seukhye yakin. Changmin meringis pelan mendengar paman kim memberi pelajaran tambahan seperti dengan seukhye. Sepertinya kelakuan seukhye memang sudah diambang batas. Changmin tampak ragu untuk membantu seukhye untuk dapat bekerja dimana tempat ia bekerja. Seukhye melihat changmin yang menatapnya tak yakin.

“Ck. Kau harus yakin denganku, oh ayolah shim changmin. Aku memang butuh pekerjaan untuk mengisi uang sakuku kembali. Dan juga aku dapat berlatih sebelum aku menggantikan ayahku. Eo?” kata seukhye memohon dengan changmin. Changmin juga membenarkan perkataan seukhye jika ia bekerja dapat melatih dirinya sebelum menggantikan ayahnya di perusahaan. Dan changmin pun semakin bimbang.

“Aish. Jika kau malu, aku tidak akan membeberkan kalau kita saudara sepupu. Cukup beritahu saja dimana kau bekerja?!” teriak seukhye kesal melihat changmn yang tak kunjung mengabulkan permintannya. Changmin tersenyum senang mendengar penuturan seukhye.

“CALL!” kata changmin sangat setuju. Seukhye menendang tulang kering changmin melihat sepupunya itu yang terang-terangan tak sudi seseorang yang mengetahui bahwa mereka saudara sepupu. “Aish, yak!” ringis changmin sambil memegang tulang kering kakinya yang ditendang oleh seukhye.

 

 

*****

 

 

At Cho’s House

7.30 P.M

 

“Oppa kau yakin?” tanya shinyeong mengenggam erat tangan kyuhyun takut saat mereka sudah masuk ke dalam rumah. Ini sudah keempat kalinya shinyeong datang ke rumah ini. Dan pengalamannya berkunjung kerumah ini sebelumnya tidak ada kata manis. Ada saja yang membuat dirinya sakit hati atau tambah membenci saudara kembar kekasihnya itu. Kyuhyun mengusap punggung tangan shinyeong perlahan.

“Percaya padaku, eo?” kata kyuhyun menenangkan shinyeong yang memang terlihat sangat ketakutan itu. Kyuhyun tak habis pikir. Wanita secantik kyuhee dapat membuat seseorang setakut ini hanya untuk menemuinya? Sangat. Sangat. Mengagumkan.

“Jes.” Panggil kyuhyun. Jessie sontak menghentikan kegiatannya yang sedang membantu song ahjumma menata piring diatas meja makan. Jessie tergolak kaget saat melihat kyuhyun membawa shinyeong.

“Ya, tuan?” jawab jessie.

“Kyuhee, eoddiga?” tanya kyuhyun. Tubuh shinyeong tambah bergetar saat mendengar kyuhyun menanyakan keberadaan kyuhee.

“Ah, nona cho saat ini sedan berada di ruang kerjanya. Sebentar lagi saya akan memanggilnya untuk makan malam bersama, tuan. Silahkan duduk, tuan dan.. nona kim.” Kata jessie ragu saat menyebutkan nama shinyeong. Kyuhyun mengangguk mengerti dan menggiring shinyeong untuk duduk di sampingnya. Jessie menunduk mengundurkan diri untuk memanggil kyuhee.

Jessie menghembuskan nafasnya kasar dan sedikit ragu untuk memanggil kyuhee. Dia sendiri sudah dapat menebak dengan apa yang terjadi selanjutnya. Jessie tak habis pikir, bagaiman kyuhyun masih bisa membawa shinyeong ke rumah dengan ada kyuhee di rumah setelah pertengkarang mereka yang dikatakan bisa mengakibatkan putusnya tali persaudaraan mereka.

“Ah, jes. Sudah waktunya makan malam?” tanya kyuhee tersenyum melihat jessie masuk ke ruang kerjanya. Melepaskan kacamatany dan segera berdiri berjalan menuju meja makan. Jessie menganggukkan kepalanya mengekor di belakang kyuhee dengan persaan harap cemas.

Kyuhee menghentikan langkahnya melihat seseorang yang sangat tidak diharapkan duduk di kursi salah satu meja makan di samping saudara kembarnya itu. Kyuhyun dan shinyeong mendongakkan kepalanya melihat kyuhee saat menyadari perubahan pelayan mereka yang tiba-tiba membungkukkan badannya. Kyuhee meniup poni nya pelan dan segera duduk di kursi biasanya yang ia duduki untuk makan. Setelah kyuhee duduk, jessie pun segera meletakkan nasi dan soup di hadapan kyuhee.

Kyuhyun menatap kyuhee dalam diam. Shinyeong menundukkan kepalanya. Kyuhyun sebenarnya juga ragu bagaimana cara dirinya untuk mendapatkan restu dari kyuhee. Kyuhyun menutup mulutnya kembali ketika kyuhee telah memulai acara makannya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

“Makanlah, eo?” kata kyuhyun dengan shinyeong. Shinyeong mengangguk pelan. Sedangkan kyuhee hanya mendengarkan saja tanpa melakukan apa-apa. Kyuhee sedang menunggu apa yang akan dikatakan kyuhyun dengan membawa shinyeong untuk makan malam di rumah.

“Ada yang ingin kubicarakan.” Kata kyuhyun mencegah kyuhee untuk meninggalkan ruangan ini. Kyuhee menatap kyuhyun datar dan kembali duduk.

“Ini sudah keempat kalinya kekasihku kemari.” Kata kyuhyun. Kyuhee mengangguk kepalany setuju tanpa ekspresi. “3 kali sebelumnya kau belum bisa menerima hubunganku dengan shinyeong, kuharap yang keempat ini kau mau menerima hubunganku.” Kata kyuhyun tanpa beban.

“Kau harus mendapatkan restu ku juga, tuan cho? Rupanya kau bawahan yang sangat menghormati atasannya, aku cukup tersanjung akan hal itu.” Kata kyuhee. Kyuhyun dan jessie terlonjak kaget dengan perkataan kyuhee. Shinyeong menatap tak percaya kyuhee.

“Kau mengagapku bawahanmu?” tanya kyuhyun menahan amarahnya. Kyuhyun tersinggung kyuhee menganggapnya sebagai bawahannya yang sedang mencoba meminta restu. Kyuhee memandang bingung kyuhyun.

“Loh, bukannya kau CEO dari Cho Group anak perusahaanku kan? Apakah aku salah?” tanya kyuhee dan melihat jessie dengan tatapan tanda tanya. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat.

“Kau…”

 

 

-tbc-

 

This new story hoho.

Cerita ini karakter kyuhee lebih kuat dari kyuhyun loh. Tapi, tenang aja scene nya akan author usahakan akan sama banyak dengan kyuhee. Hehe.

Semoga suka ya;)

 

 

 

 

RCL

 

 

SALAM

JHYOSUN13

 

 

 

 

 

27 responses to “TWINS – PART 1 – by jhyosun13

  1. Pingback: TWINS – PART 8 – by jhyosun13 | FFindo·

  2. Pingback: TWINS – PART 10 – by jhyosun13 | FFindo·

  3. ahahah gilaaaa suka banget nih gue sama cerita kaya gini hahahaha kyuhee lebih punya power dari kyuhyun jd kyuhyun setunduk itu sama kyuhee hahah lanjuuuuuuutttt

  4. Baca part 1 udah tertarik. Keren Kyuhee nya. Baru nemu ff yang kayak gini.. Kyuhyun kembar?? WOOWW..

    FIGHTING thor nulisnya.

    lanjut baca duluuu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s