TWINS – PART 2 – by jhyosun13

twins

Poster by VeoKim@HAD

Desclaimer :

“Tidak ada yang namanya mantan saudara ataupun mantan keluarga” 

TYPO BERTEBARAN!

HAPPY READING!

TWINS – PART 2

Previos : Part 1 – ONGOING

*****

“Kau harus mendapatkan restu ku juga, tuan cho? Rupanya kau bawahan yang sangat menghormati atasannya, aku cukup tersanjung akan hal itu.” Kata kyuhee. Kyuhyun dan jessie terlonjak kaget dengan perkataan kyuhee. Shinyeong menatap tak percaya kyuhee.

“Kau mengagapku bawahanmu?” tanya kyuhyun menahan amarahnya. Kyuhyun tersinggung kyuhee menganggapnya sebagai bawahannya yang sedang mencoba meminta restu. Kyuhee memandang bingung kyuhyun.

“Loh, bukannya kau CEO dari Cho Group anak perusahaanku kan? Apakah aku salah?” tanya kyuhee dan melihat jessie dengan tatapan tanda tanya. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat.

“Kau menganggap ku sebagai bawahanmu?” tanya kyuhyun menatap retina mata kyuhee tajam. Kyuhee tak merasa terintimidasi. Kyuhee memiringkan kepalanya sambil melipatkan tangannya di depan dada bingung.

“Sungguh..”

 

BRAK

 

            “BERSIKAP DEWASALAH CHO KYUHEE!” bentak kyuhyun sambil menggebrak meja menatap nyalang kyuhee. Kyuhee membulatkan matanya kaget. Kyuhee tidak menyangka kyuhyun akan membentaknya hanya untuk wanita ini. Dan ini pertama kalina kyuhee melihat kyuhyun seperti ini dengan dirinya.

“PERSETAN. Sadar cho kyuhyun! Wanita yang disampingmu mempunyai maksud tertentu dibelakangmu!!” kata kyuhee geram dan juga menatap nyalang kyuhyun. “Kau tidak perlu restuku. Karena, mulai sekarang. Kita urusi urusan masing-masing. Jangan pernah menegurku jika kau masih bersama wanita jalang itu..”

“CHO KYUHEE!” teriak kyuhyun menyela perkataan kyuhee. Nafas kyuhyun memburu mendengar kyuhee memanggil shinyeong dengan sebutan wanita jalang.

“Demi tuhan, cho kyuhyun! Aku tidak perduli dengan apa yang akan kau lakukan! Kau dengar itu?! Aku tidak perduli. Selamat malam.” Kata kyuhee menggeser kursi dengan kasar sehingga terjatuh dan berjalan meninggalkan kyuhyun dan shinyeong. Para pelayan dan pengawal rumah itu pun tangannya bergetar ketakutan melihat majikan mereka bertengkar lagi, tetapi pertengkaran kali ini diakhiri dengan perkataan yang sangat membuat kyuhyun menahan amarah nya.

Jessie menggeleng kepalanya melihat pertengkaran itu. Menatap kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. “Pertama anda tidak percaya dengan perkataan nona cho itu masih bisa dikatakan wajar karena anda sangat mencinta kekasih anda. Tetapi, malam ini anda melakukan kesalahan yang sangat fatal tuan cho yaitu membentak nona cho. Bahkan mendiang tuan dan nyonya cho pun tidak pernah membentak nona cho.” Kata jessie sendu dengan apa yang telah dilakukan dengan kyuhyun. Kyuhyun menggertakkan giginya menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Melayangkan tinjuan nya di udara untuk meluapkan emosinya.

“Bodoh kau cho kyuhyun.” Gumam cho kyuhyun tertawa kecil.

 

*****

 

Kyuhee masuk ke kamarnya dengan perasaan marah sekaligus kecewa yang sangat mendalam. Dirinya tak percaya kyuhyun akan membentak dirinya demi wanita itu. “Sialan. Aku hanya ingin membantunya. Dan ini yang aku dapatkan?! BRENGSEK.”

 

PRANG

 

Kyuhee melemparkan guci pemberian paman nya. Nafas kyuhee memburu, matanya memerah dan tangan kyuhee terkepal kuat menahan emosi. “Aku membencimu, cho kyuhyun.” Gumam kyuhee marah. Dunia sudah kiamat. Kyuhee membenci saudara kembarnya? Selama dia hidup 27 tahun ini, kata-kata itu akhirnya terucap di bibir indah milik kyuhee. Well, ini sangat mengejutkan.

“Jes?” panggil kyuhee.

“Ya, nona?” jawab jessie yang notabennya sudah ada di belakangnya.

“Carikan aku sebuah apartemen. Aku kan pindah besok pagi. Urusi semua barangku.” Kata kyuhee. Jessie terkejut. Apartemen? Apakah mungkin?

“Anda yakin nona? Bagaimana dengan tuan cho?” tanya jessie. Kyuhee menatap nyalang jessie.

“Kau masih memikirkan kyuhyun setelah apa yang dilakukan nya denganku?” tanya kyuhee tak percaya. Jessie menghembuskan nafasnya kasar.

“Baiklah, aku akan mencari apartemen untukmu. Tapi kau tak benar-benar tidak peduli lagi bukan dengan kyuhyun?” tanya jessie yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan kyuhee yang akan tidak perduli lagi dengan kyuhyun. Memang benar kyuhyun adalah saudara kembar tak identik kyuhee tetapi kyuhyun tak mengenal baik kyuhee seperti jessie yang mengenal sangat baik kyuhee. Pantas saja, wanita yang telah berumur 32 tahun ini telah menghabiskan setengah hidupnya untuk mengabdi sebagai asisten sekaligus pengawal pribadi kyuhee.

“Tentu saja tidak. Kita tetap kembali melakukan rencana yang telah kita bicarakan. Jes, segeralah  mendapatkan wanita itu.” Kata kyuhee seraya meninggalkan jessie untuk masuk ke kamar mandi. Sepertinya kyuhee akan menenangkan pikiran nya dengna berendam di air panas.

“Baiklah.” Jawab jessie. Pertanyaan di benak jessie, bagaimana cara menemukan wanita yang pas untuk kyuhyun? Apakah dia akan memasang iklan untuk ini? Tentu saja tidak. Dia terlalu bodoh untuk melakukan hal itu.  Jessie menghembuskan nafasnya dan meninggalkan kamar kyuhee. Satu lagi perintah kyuhee yang membuatnya sangat frustasi tidak menemukan caranya.

“Menyebalkan.” Gumam jessie.

 

*****

 

“Menyebalkan kau shim changmin.” Gumam seorang gadis yang baru saja melhat pesan dari handphone.

 

From : Jerapah Yang Lari Dari Kebun Binatang!

 

Datanglah ke kantorku CHO Group untuk melakukan interview jam 10 pagi. Jangan telat, arrasseo?!

 

“Aku akan membunuhmu yang baru memberitahuku pagi ini. Sial.” Kata seukhye kesal dan segera masuk ke kamar mandi. Jam masih menunjukkan jam 8. Tetapi, seorang kim seukhye membutuhkan waktu hampir 2 jam hanya untuk bersiap-siap. Changmin memutuskan untuk membantu seukhye masuk ke cho group sebenarnya tanpa dibantu changmin seukhye bisa saja masuk ke cho group. Sebenarnya tujuan seukhye memutuskan untuk tinggal di seoul memang untuk bekerja mencari pengalaman. Karena ayahnya seringkali memberi petuah-petuah yang meluruskan sikapnya untuk menggantikan posisi ayahnya. Dan seukhye sadar akan hal itu. Dialah anak satu-satunya walaupun dirinya seorang perempuan tetap saja dia yang harus menggantikan posisi ayahnya itu.

“Argh. Apa yang harus kukenakan?” tanya seukhye pada dirinya sendiri. Seukhye mengeluarkan semua baju kantor yang ia miliki. Memandangi satu persatu dan keputusannya mengambil salah satu baju yang berada diantara puluhan baju diatas tempat tidur king size nya.

“Jika saja aku tidak diterima di cho group atas keterlambatanku, aku akan benar-benar membunuhmu shim changmin.” Gumam seukhye dan mengambil kunci mobil miliknya. Seukhye lari tergesa-gesa setelah ia sampai di parkiran gedung apartemennya. Mencari dimana letak mobil yang baru saja ia minta dengan ayahnya.

“Dimana mereka letakkan mobil nya? Sialan. Aku saja tidak tahu merk apa.” Gumam seukhye. Seukhye menekan berulang kali remote mobilnya. Dan akhirnya seukhye menemukan mobilnya itu. Seukhye menghembuskan nafasnya mobil apa yang dibeli ayahnya itu.

Screenshot_2015-06-19-19-26-26-1

“Ouch, jinjja pria tua itu. Kau memang terlalu baik denganku. Jika aku punya masalah di hari pertamaku kerja akibat mobil ini aku akan membuat perhitungan denganmu presdir kim.” Kata seukhye dan segera masuk ke mobilnya dan bergegas pergi menuju gedung cho group.

 

*****

 

“Aku tidak mau tahu. Kau harus menerima wanita ini, presdir cho.” Kata general manager seraya memberi sebuah map kepada atasannya itu. Kyuhyun menatap changmin bingung.

“Menerima siapa dan untuk apa?” tanya kyuhyun. Kyuhyun menerima map tersebut yang berisi file seseorang yang dikatakan oleh changmin. Changmin tak menjawabnya dan menyuruh kyuhyun dari tatapan matanya untuk segera membuka apa yang ia pegang. Kyuhyun membuka map tersebut.

“Cantik.” Kata kyuhyun tanpa sadar. Changmin mengernyitkan dahinya mendengar perkataan kyuhyun.

“Kau bilang apa tadi? Cantik? Ah, jadi kau ingin berselingkuh dibelakan shinyeong eo?” tanya changmin. Kyuhyun menatap tajam changmin. Changmin terkekeh pelan. Kyuhyun membulatkan matanya melihat nilai yang dimiliki wanita ini dan parahnya wanita ini lulusan OXFORD.

“Wow. Mengagumkan. Baiklah aku terima dia. Jadikan di direktur marketing kita menggantikan Direktur Seo.” Kata kyuhyun. Changmin membulatkan matanya.

“Kau bilang direktur marketing?!” tanya changmin membulatkan matanya tak percaya. Tentu saja ia kaget. Changmin mendapatkan kedudukannya sebagai general manager membutuhkan waktu hampir 4 tahun, dan sepupunya itu hanya dalam kurun waktu 3 menit?!

“Kenapa? Kau merasa keberatan? Dia pantas di posisi itu. Jadi kau ada saran dimana harus meletakkan wanita itu yang notabennya lulusan terbaik oxford tahun ini?” tanya kyuhyun. Changmin mendesah pelan, dan dia harus menerima. Sepupunya itu memnag memiliki kemampuan yang sangat luar biasa hanya saja pengalaman belum ia miliki.

“Kalau boleh tahu, wanita itu?” tanya kyuhyun dengan tersenyum penuh arti.

“Ck. Bukan siapa-siapa hanya tetangga lama yang kembali ke seoul.” Jawab changmin. Tidak ada yang salah dari pengakuan changmin, memang benar dulu changmin dan seukhye sdalah tetanggaan. Kyuhyun mengangguk kepalanya percaya begitu saja. Dirinya juga tak percaya jika changmin mengatakan bahwa wanita itu adalah kekasihnya. Seorang changmin memiliki kekasih? Tidak mungkin. Changmin saja takut dengan saudaranya, ck mengegelikan. Kyuhyun menghembuskan nafasnya mengingat tentang kyuhee. Kyuhee benar-benar tidak akan perduli lagi dengan kyuhyun. Apalagi setelah kyuhyun melihat jessie menyuruh beberapa penjaga untuk membawa barang-barang kyuhee, dan dia tebak bahwa kyuhee akan pindah dari rumah milik ayahnya itu.

“Hey! Presdir cho? YAK!” teriak changmin. Sontak membuat kyuhyun sadar akan lamunannya.

“A.. Apa?” kata kyuhyun. Changmin mendecakkan lidahnya kesal.

“Kau melamunkan apa sehingga apa yang kukatakan tak kau dengar, huh?” geram changmin. “Masalah shinyeong?” tebak changmin. Kyuhyun menggeleng.

 

Bukan masalah shinyeong berarti..

 

“Kyuhee?” tanya changmin. Kyuhyun tersenyum miris. “Kau bertengkar dengan kyuhee lagi?” tanya changmin. Changmin tidak terkejut jika kyuhyun dan kyuhee bertengkar.

“Ya, begitulah.” Jawab kyuhyun.

“Nanti kalian juga berbaikan sendiri.” Kata changmin acuh. Ya, memang seharusnya begitu. Tetapi tidak untuk masalah ini. Kyuhyun tidak yakin jika mereka akan berbaikan, kyuhee benar-benar kecewa dengan dirinya. Kyuhyun mengakui bahwa dirinya kali ini bersalah sepenuhnya. Seharusnya dirinya tak membentak kyuhee walaupun kyuhee melakukan kesalahan yang sangat fatal. Kyuhee sangat tidak suka dibentak, hanya satu orang yang dapat membentak kyuhee untuk menyadarkannya. Tiba-tiba kyuhyun tersenyum.

“Changwook hyung telah kembali dari california kan?” tanya kyuhyun tiba-tiba.

“CEO CT Group?” tanya changmin balik. Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Kurasa iya. Kudengar juga Predir Ji telah kembali masuk ke kantor hari ini. Ada apa? Ada masalah?” tanya changmin penasaran. “Apakah cho kyuhee dengan ji chang wook kembali?” tanya changmin tersenyum penuh arti.

“Tidak.” Jawab kyuhyun.

“So?” tanya changmin kecewa.

“Banyak tanya. Kembali bekerja.” Kata kyuhyun kembali menjadi atasan changmin. Changmin mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ck. Algesseumnida, Presdir Cho.” Kata changmin sopan.

“Ah, wanita yang bernama Kim Seukhye itu akan melakukan interview denganku saja.” Kata kyuhyun.

“Memang seharusnya begitu bukan, presdir cho?” kata changmin kesal. Kyuhyun tersenyum tanpa dosa.

 

*****

 

Seukhye turun dari mobil nya setelah ia memakirkan mobilnya di parkiran. Karyawan-karyawan yang berjalan melewatinya, melihat seukhye dengan tatapan bermacam-macam. Kagum, bertanya-tanya, bahkan ada yang mencibir seukhye karena penampilan seukhye. Seukhye sadar dengan tatapan itu semua. Seukhye mamandangi mobil yang terparkir itu, dan menggeram kesal.

“Seharusnya pria tua itu memberikaknku mobil yang biasa-biasa saja.” Gumam seukhye. Seukhye pun berjalan melewati karyawan-karyawan tersebut. Berjalan dengan sebiasa mungkin. Seukhye berhenti di depan pintu utama. Memandang gedung cho group.  Seukhye akui gedung ini lebih tinggi dari gedung perusahaan milik ayahnya. Seukhye mengedikkan bahunya acuh dan masuk ke dalam.

“Permisi.” Kata seukhye menegur recepcionist wanita.

“Ya? Ada yang bisa saya bantu, nona?” tanya sang recepcionist. Wanita recepsionist tersebut memandang kagum seukhye.

“Emm. Saya mau melakukan interview.” Kata seukhye menatap datar yang bernama Song Aeri tersebut yang memandangnya dengan tatapan aneh menurut seukhye.

“Ah, jamkkamanyeo.” Kata aeri dan melihat komputer yang dekat dirinya. “Anda yang bernama Kim Sukhye?” tanya aeri. Seukhye mengangguk. “Silahkan menuju lantai 37, Presdir Cho sudah menunggu anda.” Kata aeri. Seukhye menangguk dan berjalan menuju lift. Seukhye menekan tombol lift. Dan sesaat kemudian lift pun terbuka dengan lift yang terisi sekitar 5 orang. Seukhye pun masuk ke lift itu tanpa berpikir panjang. Setelah pintu lif menutup, seukhye menekan tombol 37.

“Emm, permisi nona.” Kata seseorang. Seukhye menoleh ke seseorang yang memegang bahunya. “Anda akan ke lantai 37?” tanya karyawan wanita yang di samping seukhye. Seukhye mengangguk. “Anda yakin?” tanya wanita itu lagi. Seukhye mendecakkan lidahnya dan mengangguk lagi. Karyawan wanita itu pun terdiam.

 

PING

 

Seukhye pun segera keluar dari lift ketika terbuka menuju lantai 37. Karyawan yang di dalam lift terdiam melihat seukhye benar-benar menuju lantai 37.

“Kim Seukhye-ssi?” tanya seorang wanita.

 

Sepertinya di perusahaan ini banya sekali karyawan wanitanya.

 

“Ya.” Jawab seukhye.

“Mari ikut saya.” Seukhye pun mengekor dibelakan wanita yang ia tebak adalah sekretaris CEO perusahaan ini. Seukhye memasuki sebuah ruangan dan segera duduk di kursi kayu.

“Silahkan menunggu disini. Presdir Cho 10 menit lagi akan kemari.” Kata Lee Jihye. Lee Jihye pun mengundurkan diri dari ruangan tersebut. Seukhye melihat keseluruh penjuru ruangan ini.

 

Unik

 

Ruangan ini seperti cafe komik langganannya di Inggris. Sebenarnya ruangan yang ditempati oleh seukhye sekarang ini adalah salah satu ruangan prbadi Preasdir Cho di gedung ini. Seukhye menoleh ke belakang mendapati buku yang tertata rapi di rak kecil. Seukhye mengambil salah satu buku yang ada di rak tersebut.

 

Cklek

 

Seseorang pun masuk dan seketika pria itu pun membatu melihat seorang wanita yang duduk di ruangan itu sambil memegang buku.

unnamed (18)

Kyuhyun pun terbatuk pelan untuk menormalkan kembali cara kerja tubuhnya. Seukhye pun menoleh kearah kyuhyun dan segera berdiri memberi hormat. Kyuhyun pun mengangguk dan menyuruh kembali seukhye duduk. Seukhye pun duduk. Kyuhyun menarik kursi yang dihadapan seukhye dan mendudukinya.

“Kim Seukhye-ssi?” tanya kyuhyun memastikan.

“Ye, presdir cho.” Jawab seukhye.

“Kulihat dari biodatamu kau baru saja lulus dari Oxford.” Kata kyuhyun dan kembali membuka map yang berisi tentang seukhye yang dibawanya tadi.

“Ye, presdir cho.” Jawab seukhye. Kyuhyun menatap seukhye yang memandangnya seperti pandangan yang menilai. “Ada masalah dengan penampilanku, nona kim?” tanya kyuhyun. Seukhye menggeleng sopan.

“Bolehkah saya bertanya, presdir?” kata seukhye.

“Silahkan.” Jawab kyuhyun dengan alis yang saling bertautan.

“Berapa tahun umur anda?” tanya seukhye penasaran. Jujur saja ia kira atasan dari changmin ini setidak memiliki umur yang sudah berkepala 3. Walaupun changmin pernah katakan atasannya itu adalah sahabatnya.

“27 tahun.” Jawab kyuhyun. Seukhye mengangguk mengerti. Berarti ia seumuran dengan changmin. “Kenapa?” tanya kyuhyun.

Kyuhyun sedari tadi memandang tidak mengerti terhadap seukhye. Wanita ini berbeda dengan wanita yang pernah diinterview nya. Biasanya wanita yang diinterview nya akan menjawab pertanyaan nya dengan gugup dan memandangnya malu-malu, tetapi wanita ini terlihat biasa saja. Seukhye menggeleng kepalanya dan tersenyum polos. Kyuhyun tertegun melihat senyuman itu. Kyuhyun menggeleng kepalanya.

“Jadi ini pertama kalinya anda melamar pekerjaan?” tanya kyuhyun memandang seukhye. Seukhye mengangguk. “Baiklah. Anda diterima. Dan ada akan di tempatkan sebagai Direktur Marketing yang baru.” Kata kyuhyun. Seukhye tersenyum mendengar perkataan kyuhyun.

“Anda yakin presdir cho?” tanya seukhye memastikan.

“Tentu saja.” Kata kyuhyun. “Baiklah. Kita akhiri sampai disini saja, anda bisa mulai bekerja hari ini juga.” Kata kyuhyun. “Selamat bergabung di Cho Group, Seukhye-ssi.” Kata kyuhyun dan mengulurkan tangannya.

“Terima kasih, presdir cho.” Kata seukhye dan menyambut tangan kyuhyun. Kyuhyun terdiam sesaat saat kulit mereka besentuhan seperti ada sengatan listrik yang mengalir di tubuh kyuhyun. Sedangkan seukhye hanya tersenyum sopan melihat kyuhyun.

“Baiklah, kalau begitu. Saya permisi.” Kata kyuhyun. Melepaskan genggaman tangan mereka dan segera keluar dari ruangan itu.

Kyuhyun memegang jantungnya yang berdetak tak karuan. Albert dan jihye memandang kyuhyun aneh.

“Are you okay, sir?” tanya albert. Kyuhyun melihat albert dan menganggukkan kepalanya.

 

Hilangkan pikiranmu negatif mu cho kyuhyun.

 

Kau telah memiliki shinyeong.

 

“I’m okay.” Jawab kyuhyun dan segera beranjak pergi. “Ah, jihye-ssi tollng antarkan Seukhye-ssi ke ruangannya.” Kata kyuhyun. Jihye mengangguk megerti.

“Tapi, sir. Kalau boleh saya tahu, Kim Seukhye-ssi di tempatkan dimana, sir?” tanya jihye.

“Direktur Marketing.” Jawab kyuhyun singkat tanpa menolehkan kepalanya. Jihye mengangakan mulutnya tak percaya.

Sedangkan di dalam  ruangan seukhye sangat senang bisa mendapatkan perkerjaan dengan posisi yang sangat menggiurkan. Seukhye mengambil tasnya dan segera keluar dari ruangan. Seukhye terkejut mendapatkan jihye ada dihadapannya dengan tatapan yang membuat seukhye bergidik ngeri.

“Saya akan mengantarkan anda ke ruangan anada, direktur kim.” Kata jihye. “Mari ikuti sata.” Seukhye mengekori kembali jihye. Seukhye sebenarnya kagum dengan arsitektur gedung ini yang menurutnya sangat elegan. Direktur Marketing? Apakah dia bisa bekerja untuk pertama kalinya dan sudah memiliki karyawan sendiri? Ini sangat tidak biasa untukmu, kim hyesun. Kau harus menjalaninya dengan sebaik mungkin atau kau akan mendapatkan masalah dari 3 orang. Ayahmu, changmin, dan atasanmu. Bagus sekali.

“Ini ruangan anda, direktur kim.” Kata jihye datar dan mempersilahkan seukhye masuk.

“Khamsahamnida, nona..” kata seukhye bingung mau menyebut dengan panggilan apa dengan wanita yang ada di depannya ini.

“Lee Jihye, sekretaris utama Presiden Cho.” Jawab jihye. Seukhye mengangguk menegerti. Jihye pun membungkukkan memberi hormat dan meninggalkan ruangan seukhye. Sukhye menatap tidak suka jihye.

“Menyebalkan. Bagaimana seorang sekretaris presdir bisa bersikap seperti itu? Ck.” Gumam seukhye. Seukhye pun segera duduk di kursinya. Dan mengambil ponselnya.

 

Tok

Tok

 

Cklek

 

Seukhye menghentikan gerakan tangannya ketika melihat pintu ruang kerjanya terbuka. Seorang pria masuk ke ruangannya memberi hormat kepadanya. Seukhye mengangguk menjawabnya.

“Perkenalkan saya Kang Minhyuk, sekretaris baru anda.” Kata pria tersebut. Seukhye menatap datar pria tersebut. Melihat minhyuk dari atas sampai ke bawah.

“Siapa yang menugaskanmu menjadi sekretarisku?” tanya seukhye. Minhyuk tergelak mendengar atasan barunya.

“Ah, saya memang bekerja sebagai sekretaris Direktur Marketing semenjak saya pertama kali di perusahaan ini direktur.” Jelas minhyuk. Seukhye mengangguk mengerti.

“Ini ada beberapa berkas yang anda harus baca dan pelajari, direktur.” Kata minhyuk meletakkan bebrapa berkas diatas meja seukhye.

“Baiklah, akan kupelajari.” Kata seukhye sambil membuka map yang pertama. Minhyuk tersenyum senang melihat siapa atasan barunya. Dia merasa sangat beruntung menjadi sekretaris untuk direktur marketing. Karena selama 4 tahun terkahir ini minhyuk menjadi sekretaris dia selalu mendapatkan atasan perempuan.

“Ada yang ingin kau katakan?” tanya seukhye mengalihkan tatapannya melihat bingung minhyuk yang masih saja berdiri di depan mejanya.

“Ah, s.. saya hanya ingin katakan, anda bisa menelpon saya dan menekan nomor satu di telepon itu jika direktur membutuhkan saya.” Kata minhyuk dapat mencari alasan yang tepat. Seukhye melihat telepon di ujung mejanya dan minhyuk bergantian.

“Baiklah. Aku mengerti.” Kata seukhye.

“Kalau begitu, saya permisi direktur.” Pamit minhyuk.

 

*****

 

Kyuhee dan jessie beserta 3 anak buah jessie berjalan menuju sebuah kamar apartemen mewah di daerah gangnam. Semenjak kejadiam makan malam itu, kyuhee tidk banyak mengeluarkan suara. Hanya tatapan tajam dan mematikan yang ia pancarkan hari ini.

“Disini kamarnya, presdir.” Kata jessie menunjuk sebuah kemara yang bernomor 1102. Kyuhee mengisyaratkan jessie untuk menekan bel apartemen ini. Kyuhee menunggu hingga tuan rumah apartemen ini membuka pintu apartemennya.

 

CKLEK

 

Kyuhee membuka kacamatanya saat pintu terbuka menampilkan seorang wanita dalam keadaan berantakan. Kyuhee tersenyum tipis melihat keadaan wanita tersebut.

“Kim Shinyeong.” Gumam kyuhee. Shinyeong membulatkan matanya terkejut siapa gerangan yang menjadi tamunya hari ini. “Boleh kami masuk, nona kim?” tanya kyuhee. Shinyeong mendadak lidah nya kilu tak dapat menjawab. Tanpa menunggu shinyeong mempersilahkan dirinya masuk, kyuhee langsung masuk saja.

Kyuhee tersenyum sinis saat menemuka seorang sedang tidur di sofa milik shinyeong. Shinyeong pun berjalan mendekati pria tersebut dan menyuruh pria itu bangun.

“Aku masih mengantuk, sayang.” Kata sang pria. Shinyeong meringis pelan mendengar perkataan pria yang berada di sampingnya ini.

“Tidak usah dibangunkan.” Kata kyuhee dingin duduk di sofa kosong di depan pria itu. Song Taejoon mendengar suara lain di apartemen sontak membuka matanya. Taejoon membelalak matanya kaget melihat seorang wanita yang memang sangat ia kagumi ada di depan matanya saat ini.

“Kau Cho Kyuhee bukan? CEO Cho Corp Ltd yang terkenal dengan tidak berperikemanusiaan itu?” tanya taejoon.

“Oppa!” tegur shinyeong takut melihat respon kyuhee yang hanya menatap tajam mereka berdua saat ini.

“Kau tahu tentang diriku? Dan kau masih ingin mempermainkan adikku? Kalian pikir aku tidak tahu akal busuk kalian, hm?” tanya kyuhee masih dengan nada yang datar belum ada tersirat amarah disana. Taejoon dan shinyeong kaget dengan apa yang dikatakan kyuhee.

“Kim Shinyeong. Aku bisa saja menghancurkan kau saat ini juga, tetapi aku masih memikirkan adikku. Kau sudah berhasil membuat hubunganku dengan kyuhyun rentan, hebat kau.” Kata kyuhee tersenyum. Shinyeong menegang takut, taejoon pun menatap kyuhee dengan tatapan penuh arti.

“Jadi anda mengetahui niat busuk kami? Dan anda tidak melakukan apa-apa dengan kami?” kata taejoon meremehkan. Kyuhee tersenyum mengangguk.

“Aku baik bukan? Biasanya aku akan langsung membereskan mereka yang sudah menganggu ketenangan keluarga ku apalagi untuk mengambil harta kami.” Kata kyuhee. Shinyeong dan taejoon terdiam. Mereka tidak menyangka bahwa kyuhee mengetahui akal busuk mereka. Padahal ini sudah jalan hampir 2 tahun mereka menjalankan rencanya.

“Apakah kalian disuruh presdir kim untuk mengelabui kyuhyun?” tanya kyuhee menatap nyalang shinyeong dang taejoon. Bahaya.

“I..it..itu” shinyeong takut untuk mengatakannya. Taejoon tersenyum sinis mendengar pertanyaan kyuhee.

“Kau kira kau bisa seenaknya melakukan apapun dengan uangmu itu, nona cho?” kata taejoon tak suka.

“Dan kau pikir tindakan mu itu sangat baik, menipu seseorang menggunakan perasaan hanya untuk mengambil hartanya dan berkas-berkas penting untuk perusahaan ayah mertuamu? Sialan kau. Jessie!!” kata kyuhee geram menggeretakkan giginya amarah. Jessie mengangguk.

 

DOR

 

Suara pistol yang cukup memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya. Kyuhee tersenyum senang melihat taejoon yang kesakitan dengan kakinya.

“O..Op..Oppa.” kaget shinyeong menutup mulutnya dengan tangannya. Kyuhee tersenyum meremehkan melihat bagaimana respon taejoon.

“Mulutmu tidak sama dengan kelakuanmu. Mulutmu lebih jantan dari kelakuanmu. Hanya 1 peluru di paha mu saja kau kesakitan seperti itu. Menyedihkan.” Kata kyuhee tak percaya.

“Ini peringatan pertama dariku. Kalian segera pergi dari kehidupan kyuhyun, dan beritahu presdir kim untuk melawanku langsung. Atau dengan caraku sendiri membuat kalian pergi dari kehidupan kyuhyun.” Kata kyuhee tersenyum sinis memakai kembali kacamatanya dan melangkahkan kakinya keluar.

“Ah. Satu lagi. Segera keluar dari apartemen ini. Aku tidak sudi salah satu aset apartemen keluargaku kalian yang menghuninya.” Kata kyuhee datar tanpa menoleh kebelakang.  Jessie tersenyum puas dengan apa yang baru saja ia lakukan.

“Tadi aku ingin sekali menembak kepalamu itu, tuan song. Sayangnya kyuhee hanya menyuruhku untuk menembak pahamu saja.” Kata jessie tampak tak senang. Jessie pun menyusul kyuhee yang sudah keluar dari apartemen.

“DASAR WANITA JALANG KAU CHO KYUHEE!” teriak taejoon.

 

*****

 

Changwook mengernyitkan dahinya membaca hasil laporan dari anak buahnya. Changwook mendesah pelan sambil meletakkan kembali laporan tersebut diatas mejanya.

“Jadi, dalam bulan ini dia sudah membunuh sebanyak 3 orang?” tanya changwook memastikan.

“Ye, tuan. Ketiga korban tersebut diduga orang yang tidak suka dengan nona cho. Awalnya nona cho mengabaikan mereka. Tetapi nona cho naik pitam saat mereka bertiga sudah menyentuh kyuhyun. Kejadian pun sama dengan 2 orang korban selanjutnya.” Kata wobin orang kepercayaan changwook. Changwokk menyenderkan kepalanya di kursinya sambil memejamkan matanya.

“Dan barusan anak buah saya melaporkan bahwa nona cho mendatangi salah satu unit apartemen miliknya di daerah gangnam bersama anak buahnya dan terdengar suara pistol disana tuan. Anak buah saya memakai alat-alat kita untuk mendengar kejadian itu.” Kata wobin melaporkannya kepada changwook. Changwook membuka matanya terkejut.

“Tto? Ya, tuhan. Kali ini apa penyebabnya?” tanya changwook geram.

“Diduga CEO Kim Corp menyuruh anaknya mendekati tuan cho dalam maksud untuk mengambil salinan berkas penting milik cho group dan mengambil sedikit demi sedikit harta tuan cho. Anak presdir kim bekerjasama dengan kekasihnya, nona cho mengetahui tipu muslihat mereka semenjak 7 bulan yang lalu. Saya rasa nona cho tidak bisa menyingkirkan wanita dikarenakan tuan cho mencintai wanita itu tuan.” kata wobin. Changwook mendengar dengan serius apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu.

Wobin adalah salah satu detektif professional di korea bahkan di dunia. Wobin memilih untuk mengabdi kepada changwook, karena changwook lah yang membiayai seluruh sekolah nya untuk menjadi detektif ptofrssional seperti sekarang ini.

“Jinjja, wanita itu. Bagaimana bisa semnegerikan itu?” kata changwook tak percaya wanita yang ia cintai bisa membunuh seseorang dengan mudah seperti itu. Changwook akui bahwa dirinya juga sering membunuh orang yang ingin beniat jahat dengan dirinya. Tetapi, changwook tak mengotori tangannya untuk membunuh orang tersebut. Sedangkan kyuhee pernah membunuh orang dengan tangannya sendiri.

Dia tidak menyangka wanita itu telah berubah drastis. Changwook pun merasa bersalah, karena dirinya kyuhee seperti itu. Kyuhee mengalami trauma akan ditinggalkan dengan orang yang tercintanya dia akan melakukan segala cara untuk menjaga orang yng dicintainya itu. Dengan cara apapun, termasuk membunuh.

Sebenarnya kyuhee memiliki trauma tersebut semenjak kematian kedua orangtua nya tetapi itu masih bisa diobati. Tetapi, saat changwook untuk memutuskan ke California untuk menamani nenek nya yang sedang sakit. Changwook yang tidak sempat berpamitan dengan kyuhee menyebabkan kyuhee kembali menimbulkan traumanya dan membuat kyuhee membenci dirinya. Sialan sekali bukan?

“Tetap awasi kyuhee. Jangan sampai polisi tau mengenai apa yang ia lakukan, jika ada jejak yang ketinggalan segera singkirkan itu.” Kata changwook serius menatap lurus pupil mata wobin.

“Saya mengerti, tuan.” jawab wobin sambil membungkukkan badannya.

 

BRAK

 

            “HYUNG!” teriak seseorang. Sontak membuat changwook dan wobin melihat kearah pintu. Changwook mendecakkan lidah nya kesal siapa yang sudah berani masuk dengan cara yang tidak semestinya seperti itu. Changwook mengisyaratkan wobin untuk keluar, wobin mengerti dan segera keluar dari ruangan changwook.

“Siapamu hyung? Menyeramkan sekali.” tanya kyuhyun melihat wobin penasaran.

“Salah satu anak buahku.” Jawab changwook. “Ada apa kau kemari? Jika pintuku itu rusak, aku akan mematahkan lehermu.” Kata changwook meyipitkan matanya. Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh dan duduk di sofa di dalam ruangan changwook.

“Aku ingin meminta bantuanmu, hyung.” Kata kyuhyun serius. Changwook tersenyum dan berpindah duduk di sofa depan kyuhyun.

“Bantuan? Bantuan seperti apa?” tanya changwook. Kyuhyun menatap changwook harap cemas.

“Aku bertengkar hebat dengan kyuhee dan kyuhee meninggalkan rumah.” Kata kyuhyun.

“O-Oh. Cukup serius.” Kata changwook mengangguk-angguk kepalanya.

“Dan aku meminta mu untuk membujuknya kembali pulang ke rumah.”

“Kau tahu sendiri bahwa hubunganku saja dengan kyuhee belum baik sepenuhnya. Dan kau seenak jidadmu menuruhku untuk membantumu. Hey, jika aku menjadi kyuhee mungkin aku akan tidak ingin melihat wajahmu lagi.” Kata changwook kesal. Kyuhyun menatap changwook tak mengerti. Apakah changwook mengetahui massalah kyuhyun dan kyuhee?

“Hyung, kau tahu?” tanya kyuhyun tak percayan. Changwook mengangguk mengerti.

“Kau ingin aku memberitahu alasan kenapa kyuhee menentang hubungan dengan wanita jalan itu?” tanya changwook.

“Hyung, dia mempunyai nama.” Kata kyuhyun dingin. Changwook menghembuskan nafasnya kasar tak percaya, sekarang changwook mengerti sebagaimana perasaan kyuhee saat berbicara tentang shinyeong dengan kyuhyun.

“Sudah kukatakan kau ingin tahu kenapa aku menyebutnya wanita jalang? Atau kau menunggu beberapa hari lagi sampai wanita jalang itu lah yang menjelaskan kepadamu.” Kata changwook memberikan penawaran yang tidak terucap di mulut kyuhee.

“Karena shinyeong yang gila harta?” tanya kyuhyun cuek. Changwook tergelak kaget mendengar perkataan kyuhyun. Kyuhyun tahu wanita itu gila harta dan tetap memacarinya? Oh, daebak.

“Salah satu faktornya. Aku memang tahu kalau kau tidak mempersalahkan wanita itu memakai uangmu secara berlebihan. Jika aku menjadi kau dan kyuhee suka memakai uangku untuk belanja aku masih bisa memakluminya. Kau pernah tahu kemana masuknya uangmu itu?” kata changwook. Kyuhyun terdiam. Benar. Kyuhyun tidak pernah tahu kemana uangnya. Apakah masuk ke salah satu toko atau? Kyuhyun memejamkan matanya.

“Sudah kukatakan itu hanya salah satu faktor yang membuat kyuhee menentang hubunganmu dengan shinyeong-mu itu. Selain itu kau akan mendengarnya dari kyuhee atau shinyeong-mu itu atau jika kau berkeinginan kau bisa mnyuruh albert untuk menyelidiki kekasihmu itu. Well, hyung meminta maaf. Sepertinya hyung tidak bisa lama lagi mengobrol denganmu. Ada yang harus kuselesaikan. Pikirkan lah baik-baik. Kyuhee tidak pernah melakukan hal yang tidak wajar tanpa alasan yang jelas. Seharusnya kau tahu itu.” Kata changwook tersenyum penuh arti dan beranjak berdiri dan menuju ruang meetingnya karena orang yang ia tunggu sudah menunggunya di sana.

Kyuhyun terdiam memikirkan perkataan changwook. Kyuhyun merutuki dirinya sendiri karena tidak menyadari sesuatu yang seharusnya ia ketahui. Kyuhee tidak pernah melakukan hal yang tidak wajar tanpa alasan yang jelas. Kata-kata changwook pun terngiang-ngiang di benaknya saat ini. Kyuhyun mengacak rambutnya kasar.

“Sial.”

 

 

-tbc-

 

 

 

23 responses to “TWINS – PART 2 – by jhyosun13

  1. kan ketauan busuknya shinyeong! langsung ketauan dari kyuhee! hahahaha tp ngerti kyuhee bisa lgs main tembak gitu bahkan bunuh astagaaaa lanjuuttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s