TWINS – PART 3 – by jhyosun13

twins

Poster by VeoKim@HAD

Desclaimer :

“Salahkah bila aku mencintainya?! Jelaskan apa yang membuatmu melarangku untuk mengakhiri hubungan ini?!”

TYPO BERTEBARAN !

TWINS – PART 3

HAPPY READING!

Previous : Part 1Part 2 – ONGOING

*****

“Sudah kukatakan itu hanya salah satu faktor yang membuat kyuhee menentang hubunganmu dengan shinyeong-mu itu. Selain itu kau akan mendengarnya dari kyuhee atau shinyeong-mu itu atau jika kau berkeinginan kau bisa mnyuruh albert untuk menyelidiki kekasihmu itu. Well, hyung meminta maaf. Sepertinya hyung tidak bisa lama lagi mengobrol denganmu. Ada yang harus kuselesaikan. Pikirkan lah baik-baik. Kyuhee tidak pernah melakukan hal yang tidak wajar tanpa alasan yang jelas. Seharusnya kau tahu itu.” Kata changwook tersenyum penuh arti dan beranjak berdiri dan menuju ruang meetingnya karena orang yang ia tunggu sudah menunggunya di sana.

 

Kyuhyun terdiam memikirkan perkataan changwook. Kyuhyun merutuki dirinya sendiri karena tidak menyadari sesuatu yang seharusnya ia ketahui. Kyuhee tidak pernah melakukan hal yang tidak wajar tanpa alasan yang jelas. Kata-kata changwook pun terngiang-ngiang di benaknya saat ini. Kyuhyun mengacak rambutnya kasar.

 

“Sial.” Gumam kyuhyun. Changwook memang benar. Seharusnya kyuhyun mencari tahu apa yang membuat kyuhee sangat membenci shinyeong. Kyuhyun mengambil ponsel nya yang berda di saku celana dan mengetik pesan untuk seseorang yang sangat terpercaya dapat memberitahu apa titik masalah dalam permasalahan ini.

 

*****

 

“Tuan kim, senang bisa bertemu kembali dengan anda.” Sapa changwook ketika telah memasuki ruang meeting.

“Saya juga senang sekaligus tersanjung dapat menemui anda secara langsung, presdir ji.” Sapa balik tuan kim. Changwook tersenyum dan duduk di kursi bertepatan tepat di depan tuan kim.

“Bagaimana keadaan putri anda, tuan kim?” tanya changwook berbasa-basi sambil menunggu sekretarisnya menyiapkan segala berkas yang diperlukan. Tuan kim tersenyum mendengar pertanyaan changwook.

 

“Ah, kim shinyeong? Putri saya tumbuh menjadi lebih dewasa presdir ji, semenjak ia masuk ke Seoul University. Anda ingin menemuinya?” tanya tuan kim. Changwook tersenyum iblis mendengar perkataan tuan kim.

 

“Tidak. Saya tidak mau menjadi korban selanjutnya akibat tangan cantik putri anda, tuan kim. Aku masih sayang dengan perusahaan dan uangku.” Kata changwook tersenyum sini. Senyum Kim Daewoo seketika sirna mendengar perkataan changwook.

 

“Apa maksud anda presdir ji?” tanya daewoo penuh selidik. Changwook menyingkirkan berkas yang ada di hadapannya dan menatap daewoo tajam.

 

“Anda memerintahkan putri anda untuk mengelabui CEO dari Cho Group, bukan?” kata changwokk mengintimidasi. Daewoo membelalakkan matanya kaget. Changwook tersenyum arti dengan respon dari daewoo.

 

“Apakah anda merasa kaget, tuan kim?” tanya changwook tersenyum sangat tulus tetapi senyuman itu dapat mematikan siapa saja jika changwook menginginkannya. “Sepertinya anda tidak sayang lagi dengan Kim Corp. apakah saya ahrus mengambil lagi kim corp ini, tuan kim?” tawar changwook. Mengambil kembali? Yup. Kim Corp. merupakan anak perusahaan dari CT Group yang lebih tepatnya Kim Daewoo hany memimpin saja perusahaan tersebut tidak memilikinya. Walaupun begitu dia masih mampu memanjakan putri semata wayangnya itu.

 

“T..Te..Tentu saja tidak presdir ji.”

 

“Tetapi mengapa tuan kim melakukan hal yang sekeji itu? Apakah tuan kim tahu siapa yang sedang anda kelabui itu? Cho Kyuhyun itu adalah CEO dari CHO Group yang dapat melumpuhkan sebuah perusahaan dalam waktu hanya sekitar 5 menit saja. Jika kyuhyun mengetahui tipu muslihat tuan kim, aku merasa sangat dirugikan akan hal ini.” Kata changwook menatap tajam daewoo. Daewoo terdiam tak tahu harus mengatakan apa.

 

“Mereka sudah menghina kita, presdir. Bahkan cho kyuhyun terang-terangan menghina hasil pekerjaan kita. Bagaimana bisa saya menerima itu semua?” kata daewok memberitahu alasan kenapa ia melakukan perbuatan yang menurut changwook sangat keji. Changwook mengangguk mengerti. Mungkin jika dirinya diposisi daewoo dia akan melakukan hal yang sama, tetapi tidak menghancurkan kyuhyun bahkan perusahaannya.

 

“Apa yang dilakukan kyuhyun memang tak pantas, tetapi apa yang anda lakukan atas semua itu adalah tindakan yang tidak manusiawi. Tuan kim sudah mempermainkan perasaan seseorang. Dan itu tindakan yang sangat keji.” Kata changwook.

 

“Jadi maksud presdir, presdir meminta saya untuk menghentikan semua apa yang telah saya lakukan?” tanya tuan kim. Changwook mengangguk begitu saja.

 

“Aku akan rugi besar. Ah, bagaimana jika anda saya asingkan dulu sampai masalah anda dengan kyuhyun selesai dan Kim Corp saya akan mengambil ahli, bagaimana?” tanya changwook tersenyum penuh arti. Daewoo menatap changwook geram.

 

“Anda tidak bisa berbuat seenaknya presdir ji. Bagaimanapun Kim Corp. adalah perusahaan yang telah saya besarkan bersusah payah dan anda seenaknya ingin mengambil ahli perusahaan itu hanya masalah ini?!” tanya daewoo dengan emosi yang telah terseulut. Changwook mendecakkan lidah nya tak percaya.

 

“Saya pemegang saham terbesar di perusahaan yang telah kau besarkan itu Kim Daewoo-ssi, tanpa saya perusahaan itu akan tidak akan berdiri lagi dengan nama anda saat ini.” Jawab changwook menghembuskan nafasnya kasar. Changwook tak habis pikir dimana letak otak pria tua yang dihadapannya ini. Hanya masalah sepele itu, dia hampir menghancurkan tali persaudaraan seseorang. Ck. Mengagumkan.

 

“Saya tidak menerimanya. Bagaimanapun saya pemilik sah dari Kim Corp.” kata daewoo tak ingin siapapun yang mengambil Kim Corp. Changwook menatap daewoo datar tetapi mematikan.

 

“Ini peringatan pertama dariku. Jika aku mendengar ada masalah dengan perusahaanmu yang berdampak kepada perusahaanku, akan kupastikan tak ada yang selamat dengan keluargamu Tuan Kim.” Kata changwook yang membuat siapapun yang mendengarnya akan segera mengabulkan apa yang diminta oleh changwook sebelumnya. Changwook tidak pernah bermain-main dengan perkataannnya. Siapapun mengetahui akan hal itu. Tetapi semua itu tak membuat takut ataupun khawatir bagi daewoo, daewoo hanya tersenyum mendengar perkataan changwook dan menatap tak suka punggung changwook.

 

“ARGH. Panggil mereka berdua ke kantor ku sekarang juga!!” kata daewoo kesal. Sang asisten hanya mengangguk kepalanya takut melihat wajah atasannya memerah menahan amarah.

 

*****

 

Kyuhyun terlihat tergesa-gesa memasuki gedung Cho Corp. Ltd. Hanya satu tujuan kyuhyun kemari menemui kyuhee. Walaupun kyuhyun tahu bahwa kyuhee tak akan mau menemuinya, walaupun begitu kyuhyun akan nekat masuk untuk menemui kyuhee.

 

“Kau yakin kyuhee berada di kantor saat ini?” tanya kyuhyun kepada asistennya saat mereka berada di lift.

 

“Saya yakin, sir.” Jawab albert yakin. Tentu saja albert yakin. Albert menerima info tersebut dari asisten kyuhee langsung yang notabennya adalah asik kandung nya.

 

PING

 

Kyuhyun dan albert keluar dari lift. Lantai 25. Lantai khusus hanya bebrapa pegawai saja yang dapat memasuki lantai ini. Karena lantai ini berisikan orang-orang penting yang bekerja di bawah perintah langsung kyuhee. Kyuhyun melewati beberapa lorong menuju ruangan kyuhee. Tak ada sapaan apalagi senyuman bagi orang yang menyapa hormat kyuhyun. Hanya wajah yang mengeras dan tajam kyuhyun pancarkan selama keluar dari gedung CT Group. Kyuhyun menghentikan langkanya ketika melihat seseorang yang ia cari keluar dari ruangannya dan berjalan menuju nya.

superthumb (1)

Kyuhee menatap kyuhyun tajam. Ingin sekali rasanya kyuhee menghilang dari pandangan kyuhyun saat ini juga tetapi sepertinya melihat wajah kyuhyun yang tak baik, kyuhee tersenyum.

 

“Kita harus bicara.” Kata kyuhyun dingin dan masuk ke dalam ruangan kyuhee tanpa menunggu kyuhee menjawab perkataannya. Kyuhee menatap tajam punggung kyuhyun yang telah lenyap memasuki ruangannya.

 

“Gantikan aku.” Kata kyuhee dan mengikuti kyuhyun masuk keruangannya. Jessie mengangguk mengerti.

 

“Sekretaris Song, perintahkan kepada Direktur Park untuk menggantikan presdir dalam pertemuan kali ini.” Kata jessie kepada sekretaris utama kyuhee.

 

“Baik jes, saya mengerti.” Jessie menganggukkan kepalanya. Jessie melihat albert yang telah duduk di sofa sambil meregangkan otot­-otot nya.

 

“Sepertinya tuan cho telah mengetahui sesuatu.” Kata jessie melihat situasi yang sangat menegangkan. Albert melihat jessie lalu tersenyum.

 

“Sepertinya begitu. Tuan Ji mengatakan sesuatu yang membua tuan kita menjadi harimau yang siap memangsa siapapun saat ini.” Kata albert tersenyum kecil. Jessie mengangguk setuju dan menatap pintu ruangan kyuhee yang tertutup rapat.

 

*****

 

 

Kyuhyun duduk di sofa merah maroon milik kyuhee yang berada di dalam ruangannya. Kyuhee pun juga sama, duduk di hadapan kyuhyun dengan mata yang tak lepas dari mata kyuhyun yang juga menatap nya.

 

“Ceritakan apa yang kau ketahui tentang kim shinyeong.” Kata kyuhyun dingin. Kyuhee tersenyum iblis mendengar perkataan kyuhyun.

 

“Untuk apa kau mengetahuinya? Bukannya kau sangat mempercayai wanitamu itu, presdir cho?” kata kyuhee tetap memasang senyum iblisnya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar menatap tak suka kyuhee.

 

“Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku tentang shinyeong bukan hanya tentang kartu kreditku.” Kata kyuhyun. Kyuhee mengernyitkan dahinya terkejut. Darimana kyuhyun mengetahuinya? Jessie? Tidak mungkin. Kyuhee rasa hanya dia dan jessie saja yang mnegetahui masalah ini.

 

“Aku tak akan memberitahumu. Jika kau ingin tahu kau bisa mencari sendiri atau mempertanyakan langsung dengan wanita jalang itu.” Kata kyuhee menatap kyuhyun seakan-akan kyuhyun adalah seorang kriminal yang sangat berbahaya.

 

“Kau menyuruhku untuk menjauhinya tetapi kau tidak mau menceritakan apa masalah sebenarnya sehingga kau menyuruhku untuk menjauhinya.” Kata kyuhyun geram. Kyuhee mengangguk setuju akan kyuhyun katakan menatap kyuhyun yang sedang menatapnya menahan emosi.

 

“Tidak semua hal aku yang terus mengetahuinya dariku, ketahuilah dengan caramu sendiri.” Kata kyuhee cuek berdiri dan berjalan mendekati mejanya. Kyuhyun mengernyitkan dahinya dan matanya terfokus dengan apa yang dilakukan kyuee sekarang. Kyuhee melemparkan map di pangkuan kyuhyun.

 

“Mulailah dari memeriksa semua apa yang dilakukan kekasihmu dengan kartu kreditmu dan periksa kembali brangkas yang berisi berkas-berkas pentingmu.” Kata kyuhee dingin. Kyuhyun menatap kyuhee datar dan melihat map yang berwarna hijau itu tak mengerti. “Gunakan otak cerdikmu itu. Jangan hanya kau pergunakan untuk melakukan hal-hal yang bodoh saja.” Kata kyuhee meninggalkan kyuhyun sendiri di ruangannya. Kyuhyun  yang malang. Hari ini sudah 2 kali ia ditinggalkan oleh pemilik ruangan yang ia duduki. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Lagi-lagi bukan jawaban yang ia inginkan. Kyuhyun memegang map yang diberikan kyuhee dan berjalan keluar meninggalkan ruangan kyuhee.

 

“Aku akan benar-benar membencimu cho kyuhee jika saja ini bukan masalah yang besar sehingga kau menyuruhku untuk meninggalkan shinyeong.” Gumam kyuhyun membuka pintu.

 

*****

 

Seukhye masih saja berkutat dengan berkas-berkas yang berda diatas mejanya dan juga di bawah mejanya. Banyak sekali hal-hal yang harus ia pelajari. Shinyeong membenarkan perkataan changmin yang mengatakan bahwa perusahaan ini memang sangat sangat besar di korea maupun diluar. Seukhye sempat merinding melihat dimana saja letak cabang-cabang perusahaan ini. Seukhye hanya menyimpulkan bahwa CEO CHO Group sangat sangat kaya. Ugh, di usianya yang belum mencapai kepala tiga CEO itu telah berhasil meraup keuntungan hampir 1 Triliun dolar hampir perbulan, betapa kaya CEO muda tersebut.

Yang membuat seukhye tak percaya bahwa CHO Group ini merupakan anak perusahaan dari CHO Corporation L.td. Mengerikan. Betapa besarnya lagi CHO Corp. L.td itu. Seukhye tidak mau tahu tentang perusahaan itu, seukhye hanya fokus dimana dirinya berkerja saat ini, dibantu dengan minhyuk seukhye segera menyelesaikan apa saja yang harus ia pelajari sebelum ia bergabung dengan pegawai nya untuk menyelesaikan sebuah proyek.

 

“Sekretaris Kim itu berkas terkahir yang harus kupelajari?” tanya seukhhye melihat minhyuk membawa 3 map. Minhyuk mengangguk.

 

“Apakah direktur sudah membaca semua berkas?” tanya minhyuk tak percaya. Berkas yang ia berikan sebelumnya itu sangat banyak dan direktur barunya itu hanya membaca nya tak sampai waktu 3 jam? Itu waktu yang paling singkat. Ditambah direktur barunya itu tak banyak menanyakan hal-hal yang menyangkur perusahaan kepada minhyuk. Apakah direkturnya itu telah memahami seluruh seluk beluk perusahaan ini?

 

“Berikan padaku.” Kata seukhye menutup map yang baru saja ia baca. Minhyuk meletakkan map yang ia bawa di atas meja seukhye. Seukhye segera membuka map tersebut dengan serius.

 

“Emh, direktur?”

 

“Ada apa?”

 

“Anda sebaiknya menyapa pegawai anda terlebih dahulu. Saya rasa 3 map itu bisa menyusul. Pegawai anda telah menunggu anda semenjak jam makan siang tadi, direktur.” Kata minhyuk sambil menatap takur seukhye. Seukhye menghentikan aktivitasnya membaca melirik jam yang berda di sebelahnya. Seukhye menutup matanya dan membuka kacamata bacanya. Jam 3 siang. Apakah masih bisa dikatakan siang?

 

“Baiklah, ayo.” Kata seukhye berdiri dan berjalan keluar diikuti oleh minhyuk. Seukhye keluar dari ruangannya yang terletak di lantai 20 berbeda 17 lantai dari lantai khusus CEO nya itu. Jujur saja berita dirinya yang menjadi direktur baru di bidang marketing telah menyebar luas. Bukan tanpa alasan, pegawai CHO Group mendengar bahwa direktur marketing baru mereka itu sangatlah cantik tak heran bisa membuat heboh seluruh pegawai CHO Group. Seukhye memasuki sebuah ruangan yang berisi dengan pegawai marketing milik CHO Group yang tak lain sekarang telah menjadi anak buahnya. Seukhye tersenyum melihat pegawai tersebut yang serentak berdiri melihat seukhye masuk.

 

“Annyeonghaseyo. Perkenalkan nama saya Kim Seukhye, direktur baru kalian. Semoga kita dapat bekerja sama dengan baik.” Kata shinyeong tersenyum.

 

“Annyeonghaseyo, direktur.” Sapa seluruh oegawai serentak. Kim seukhye mengangguk dan membungkuk memberi hormat setelah itu seukhye segera beranjak dari ruangan tersebut dan diikuti oleh minhyuk.

 

“Dia memang cantik. Lihat kulitnya? Ah, bagaimana bisa semulus itu?”

 

“Apakah dia menjalani operasi? Bagaimana wajahnya bisa secantik itu?”

 

PUK

 

 

“Berhenti bergosip. Selesaikan pekerjaan kalian masing-masing sebelum direktur baru kita mengamuk karena kelalaian kita.” Kata ketua tim yang memukul kepala pegawainya yang bergosip menggunakan koran yang ia gulung.

 

*****

“Sekretaris Kim bisakah kau mengantarkanku ke ruangan Shim Changmin-ssi?” kata seukhye yang berjalan di koridor lantai 20 setelah menyapa para pegawainya. Minhyuk terkejut mendengar permintaan seukhye.

 

“Direktur mengenal, pak GM?” tanya minhyuk tak percaya.

 

“Oh, Changmin seorang General Manager?” tanya seukhye juga tak percaya. Minhyuk mengangguk. Seukhye tersenyum mendengar hal itu.

 

“Antarkan saja, eo?” kata seukhye mengedipkan satu matanya ke minhyuk. Minhyuk mengerjapkan kedua matanya melihat baru saja direkturnya mengedipkan satu matanya untuknya. Jujur saja, minhyuk terpesona. Tanpa mereka sadari, 6 pasang mata melihat kejadian itu.

 

“EHM.”

 

Sontak minhyuk dan seukhye mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Seukhye dan minhyuk membulatkan matanya dan spontan memnbungkukkan badan mereka memberi hormat.

 

“Direktur Kim, apa yang sedang kau lakukan?” tanya pria yang berdiri di depan barisan. Seukhye melihat changmin berada di sana. Changmin menatap tajam dirinya. Seukhye bingung apa di barusan membuat kesalahan?

 

“Emh, saya baru saja menyapa para pegawai presdir cho.” Jawab seukhye dengan alis yang saling bertautan. Minhyuk menatap takut kearah kyuhyun yang menatap dirinya sedari tadi. Seukhye menyadari itu melihat kyuhyun dan minhyuk bergantian.

 

“Direktur Kim, mari ikut aku.” Kata kyuhyun dingin tanpa menatap seukhye. Seukhye mengangguk dan mengikuti kyuhyun.

 

“Kau kembali saja keruanganmu, eo?” kata seukhye tersenyum sambil mengusap kepala minhyuk.

 

“Y..Ye, direktur.” Kata minhyuk gugup.

 

“Direktur Kim.” Kata kyuhyun dingin. Seukhye tersenyum takur melihat kyuhyun yang berhenti melangkah sontak seukhye berjalan mendekati kumpulan orang yang dibelakang kyuhyun yang merupakan petinggi-petinggi Cho Group. Para direktur di setiap bidang dan general manager.

 

Seukhye berjalan di samping changmin. Changmin menatap sekilas seukhye dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

“Direktur Marketing baru kita.” Kata changmin. Seukhye mencobir mendengar perkataan changmin yang mengejek dirinya.

 

“General Manager, eo? Aku tak menyangka. Ada isinya juga otakmu itu, shim changmin.” Kata seukhye pelan yang masih terdengar oleh telinga changmin.

 

“Kau pikir hanya kau saja yang memiliki otak yang jenius? Kau pikir dari siapa datangnya kau memiliki kejeniusan mu itu, eo?” balas changmin tak kalah pelannya. Seukhye menatap nyalang changmin.

 

“Tentu saja ayahku. Kau hanya sepupuku, shim changmin bukan ayahku.” Kata seukhye. Changmin sontak menutup mulut seukhye. Seukhye menatap nyalang changmin. Donghae yang berada di samping mereka menatap bingung, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia pertanyakan sebenarnya.

 

“ARGH!” Teriak changmin. Sontak kyuhyun dan direktur lainnya menghentikan langkahnya dan melihat changmin yang memegang tangannya. Seukhye tersenyum bangga melihat changmin yang kesakitan. Kyuhyun menatap changmin dan seukhye dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

“Apakah anda baik-baiks saja, pak GM?” tanya seorang direktur wanita lainnya memandang changmin khawatir. Changmin tersenyum kaku, dan menganggukkan kepalanya.

 

“Tidak apa-apa. Kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju ruang meeting.” Kata changmin kaku. Kyuhyun tetap diam dan teta berjalan menuju ruang meeting. Kyuhyun sedang ingin mengumpulkan para bawahannya, maka dari itu mereka saat ini menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai 36 tempat dimana ruang meeting berada.

 

Changmin dan seukhye tidak mengikuti rombongan. Tak hanya mereka berdua donghae dan hyukjae juga berada di sana. Hyukjae? Salah satu sahabat kyuhyun yang jarang sekali berada di korea dikarenakan seringkali disuruh oleh kyuhyun untuk mengelola anak perusahaan mereka di berbagai negara.

 

“Kau membuatku malu, kim seukhye.” Kata changmin dingin. Seukhye mengerucutkan bibirnya kesal mendengar perkataan changmin.

 

“Enak saja, kau yang duluan mencari masalah denganku.” Kata seukhye dan segera menyusul rombongan. Changmin seolah-olah meninju seukhye yang telah berjalan jauh darinya.

 

“Kenapa kalian??” tanya changmin sarkatis. Sontak donghae dan hyukjae menggelengkan kepalanya serentak. Changmin menghembuskan nafasnya kasar dan berjalan meninggalkan donghae dan hyukjae.

 

“Kau merasa ada yang aneh dengan kyuhyun dan changmin?” tanya donghae. Hyukjae mengangguk.

 

“Tak biasanya kyuhyun yang langsung memanggil bawahannya untuk rapat apalagi sebenarnya ruangan kyuhyun berada di lantai 37 dan ruang meeting di berada lantai 36,  untuk apa dia repot-repot ke lantai 20?” tanya hyukjae. Donghae mengangguk setuju.

 

“Sejak kapan seorang shim changmin dekat dengan seorang wanita seperti itu?” tanya donghae. Hyukjae mengangguk. Mereka berduapun mengusap dagu merka masing-masing sambil melihat changmin dan seukhye yang masih saja bertengkar.

 

“Kita harus mencari jawabannya.” Kata donghae dan hyukjae serentak.

 

*****

 

“Saya harap proyek ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang telah kita diskusikan sore ini. Rapat saya bubarkan.” Kata kyuhyun. Sontak peserta berdiri memberi hormat ketika kyuhyun melangkah keluar dari ruang meeting.

 

Kyuhyun merasakan kepalanya seolah akan pecah dengan apa yang baru saja ia lalui hari ini. Kyuhyun berjalan cepat menuju ruangannya setelah mendapat pesan dari sekretaris nya bahwa albert telah kembali. Kyuhyun membuka kasar pintu ruangannya dan menatap albert tajam yang sedang berdiri di patuh di dekat sofa.

 

“Bagaimana hasilnya?” tanya kyuhyun.

 

“Sangat mengejutkan tuan.” jawab albert.

 

“Jelaskan padaku.” Kata kyuhyun.

 

“Benar dugaan nona cho. Nona Shinyeong telah mengambil salinan berkas penting perusahaan dan memberikan kepada Kim Corp. perusahaan ayahnya yang tak lain adalah perusahaan rival kita tuan. Dan juga, Nona Shinyeong telah mengambil uang anda bukan untuk berbelanja tetapi untuk memenuhi kebutuhan Kim Corp. selama ini tuan.  seperti membeli beberapa perusahaan kecil yang hampir bangkrut sebagai investasi mereka.” Jelas albert. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat.

 

“BRENGSEK!.” Teriak kyuhyun membuang semua yang ada di atas mejanya. Nafas kyuhyun tampak tak beraturan. Wajahnya memreah dan mengeras menahan amarah.

 

“Lenyapkan mereka.” Kata kyuhyun dingin.

 

“Saya mengerti, tuan.” Albert menganggul mengerti dan segera keluar dari ruangan kyuhyun.

 

“Bedebah kau KIM SHINYEONG! ARGH!” teriak kyuhyun.  Seharusnya kyuhyun mendengarkan penjelasan kyuhee. Sulit untuk sipercaya seorang cho kyuhyun CEO CHO group telah ditipu dengan seorang gadis yang berumur 24 tahun.

 

PRANG

 

Kyuhyun menendang pot bunga yang cukup besar yang ada di ruangannya itu. Tak cukup pot itu saja kyuhyun menghancurkan segala yang bisa dia hancurkan. Kyuhyun terduduk di dinding kaca miliknya. Memandang tangannya yang mengeluarkan titik demi titik darah dari telapak tangannya akibat terkena pecahan kaca. Kyuhyun memandang datar tangannya yang terus mengeluarkan darah itu.

 

Hanya seorang kim shinyeong mampu membuat seorang ceo yang disegani seluruh pengusaha menjadi seperti ini. Tanpa kyuhyun sadari air mata mengalir begitu saja dari mata kirinya. Kyuhyun sangat mencintai shinyeong. Semua orang tahu akan hal itu. Hanya memandangi cara kyuhyun memandang shinyeong. Kyuhyun pun rela bertengkar dengan saudara yang teramat ia sayangi hanya untuk membela kekasih tercintanya itu? Dan apa balasan shinyeong? Ternyata shinyeong menkhianatinya. Mengkhianatinya seluruhnya. Menduakan dirinya, menipu dirinya, dan tak hanya itu shinyeong, kekasihnya itu dan ayahnya telah merencakan untuk membunuh kyuhee. Kyuhyun mengeraskan rahangnya mengetahui bahwa mereka merencakan untuk membunuh kyuhee.

 

“Sebelum kau membunuh orang yang aku sayang yeong-ah, aku akan terlebih dahulu membunuh orang yang kau sayang yeong-ah.” Gumam kyuhyun tersenyum iblis. Kyuhyun tidak akan memaafkan siapapun yang akan berniat jahat untuk saudaranya itu. Siapapun itu. Bahkan jika pamannya membuat kyuhee menangis, dia akan berhadapan dengan kyuhyun. Bahkan changwook hampir saja hilang nyawanya akibat kyuhyun, kyuhyun yang menghampiri changwook ke california hanya untuk membuat perhitungan dengan changwook setelah dirinya melihat kyuhee menangis.

 

CKLEK

 

“WOW.” Kata seseorang yang kagum melihat keadaan ruangan atasannya tersebut. Masih dengan wajah yang kaget tercampur dengan kaget seseorang tersebut mencari keberadaan atasannya itu. “OMO! Presdir?” kaget nya dan menjatuhkan begitu saja map yang ia bawa. Kyuhyun melihat datar orang yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ke ruangannya.

 

“Tidak sopan sekali masuk keruanganku tanpa izin dariku, direktur kim.” Kata kyuhyun dingin. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar tanpa mengindahkan sindiran atasannya itu seukhye mengambil kotak obat yang berada di lemari di samping meja kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap seukhye masih dengan tatapan datar nya.

 

“Darimana kau mengetahui letak obat itu?” tanya kyuhyun sarkatis.

 

“Hanya menebak saja, presdir.” Jawab seukhye acuh. Seukhye duduk jongkok du hadapan kyuhyun sambil membuka kotak obat yang ia ambil.

 

“Apa yang kau lakukan?” tanya kyuhyun saat seukhye memegang tangannya. Seukhye menghembuskan nafasnya kasar, memandang kyuhyun sengit.

 

“Mengobatimu, presdir.” Jawab seukhye menarik tangan kyuhyun kasar. Kyuhyun tertegun bagaimana kyuhyun memperlakukan dirinya.

 

“Aku atasanmu, direktur kim.” Kata kyuhyun menginatkan posisinya di perusahaan ini. Seukhye mengangguk tanpa mengangkat kepalanya. Seukhye sangat serius mengobati luka kyuhyun tanpa rasa jijik melihat darah yang terus saja keluar dari tangan atasannya itu.

 

“Presdir bisa memecat saya setelah saya mengobati anda. Tidak lucu bukan, CEO CHO Group mati karea kehabisan darah setelah menghancurkan ruangannya sendiri.” Kata seukhye menghentikan mengobati kyuhyun dan membayangkan jika hal itu terjadi. Kyuhyun tersenyum mendengar perkataan seukhye. Mereka pun terdiam. Kyuhyun menatap seukhye yang sangat serius mengobati tangannya dengan telaten. Seukhye pun merasa jika kyuhyun memandanginya tanpa berkedip dan anehnya seukhye merasakan hal yang anek yang menjalar ditubuhnya.

 

“Aneh.” Gumam seukhye. Kyuhyun mengernyitkan dahinya mendengar gumaman seukhye. Seukhye merapikan kotak obat seperti semula dan meletakkan kembali di lemari dimana ia mengambil kotak tersebut. Kyuhyun menatap semua gerak-gerik seukhye tanpa melewatkan satu moment pun.

 

“Oh ya, presdir. Ini laporan yang anda minta.” Kata seukhye setelah mengambil map sebagai tujuan dirinya untuk menemui kyuhyun. Kyuhyun menatap seukhye dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa seorang wabita setelah melihat seorang pria yang tak lain adalah atasannya bersimpah darah dan masih mengatakan hal menyangkur pekerjaan?

 

“Kenapa presdir? Ada yang ingin anda butuhkan? Saya bisa panggilkan sekretaris anda.” Kata seukhye tanpa dosa. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya yang hanya tersisa telepon.

 

“Albert, keruanganku sekarang!” kata kyuhyun meletakkan kembali ganggang telepon dan menatap seukhye yang memandang dirinya bingung.

 

“Letakkan di mejaku.” Kata kyuhyun. Seukhye mengangguk dan meletakkan map yang ia bawa diatas meja kyuhyun yang tidak ada apapun selain telepon yang masih bisa diselamatkan.

 

“Kalau begitu saya permisi, presdir.” Pamit seukhye. Memberi hormat dan keluar dari ruangan kyuhyun. Kyuhyun menatap punggung seukhye yang menjauh dari pandangannya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

“Aku memanggil albert bukan dirimu.” Kata kyuhyun kesal. Kesal? Kesal karena apa? Apakah karena masalah shinyeong? Mungkin saja.

 

“Albert sedang menjalankan perintah anda untuk mengurus masalah Kim Corp, tuan.” Kata Yunhae anak buah albert. Kyuhyun menggeram kesal. Kyuhyun baru saja sedikit melupakan masalah Kim Corp. dan sekarang kyuhyun kembali teringat kembali akan masalah itu. Melupakan begitu saja? Bagaimana bisa? Kyuhyun pun tak mengerti bagaimana bisa dia melupakan begitu saja masalah yang sangat besar ini dalam kurun waktu tak sampai dari 1 jam? Kyuhyun tersenyum miris akan hal itu.

 

“Bersihkan ruanganku dan aku mau besok ruangan ini kembali seperti semula.” Kata kyuhyun dan berjalan keluar dari ruangannya.

 

“Algeusseumnida, tuan.” Jawab yunhae menundukkan kepalanya memberi hormat ketika kyuhyun melewati dirinya.

 

*****

 

 

“Apa yang sebenarnya terjadi?! Bagaimana Ji Chang Wook mengetahui rencana kita?!” tanya daewoo kepada anak dan calon menantunya. Shinyeong dan taejoon menundukkan kepalanya diam.

 

“Dan kenapa dengan kakimu?” tanya daewoo melihat kaki taejoon. Shinyeong dan taejoon sontak melihat paha kiri taejoon yang diperban.

 

“Kena tembakan, abeonim.” Jawab taejoon. Daewoo menatap taejoon bingung.

 

“Tembakan? Siapa yang menembakmu?”  tanya daewoo.

 

“Anak buah cho kyuhee.” Jawab shinyeong dengan rahang yang mengeras.

 

“Cho Kyuhee? Saudara kembar cho kyuhyun?” tanya daewoo.

 

“Iya, abeonim.” Kata shinyeong menganggukkan kepalanya. Daewoo menggeram marah.

 

“Bedebah. Aku akan benar-benar akan menghancurkan semua keturunan cho.” Kata daewoo tersenyum sinis.

 

BRAK

 

 

“Benarkah? Bagaimana cara anda menghancurkan cho kyuhyun dan cho kyuhee?” tanya seseorang tersenyum iblis melihat daewoo.

 

“Presdir Ji?!” kaget daewoo. Shinyeong membulatkan matanya melihat atasan ayahnya yang sedang memgang sebuah pistol dan seluruh anak buahnya mengelilingi seluruh rumahnya.

 

“Albert, apakah kyuhyun yang menyuruhmu untuk melenyapkan mereka?” tanya changwook tenang dan duduk di sofa yang shinyeong, daewoo dan taejoon duduki.

“Hanya Kim Daewoo, tuan.” Jawab albert. Albert? Benar. Ketika albert dan anak buahnya menuju ke rumah keluarga kim, mereka bertemu dengan wobin.

 

FLASHBACK

 

“Persiapkan peralatan kalian. Kita segera pergi ke kediaman Kim Daewoo.” Teriak albert yang memasuki ruangannya. Sontak seluruh anak buahnya mengambil seluruh peralatan mereka. Setelah mereka merasa peralatan mereka telah siap, mereka segera menuju ke kediaman Kim Daewoo.

 

“Kali ini apa masalahnya, hyung?” tanya salah satu anak buah albert. Albert tersenyum.

 

“Sebuah keluarga yang ingin menghancurkan keluarga majikan kita.” Jawab albert santai. Anak buah nya yang bernama Jung Aerin ahli IT.

 

“Lagi dan lagi. Sepertinya untuk masalah ini cukup besar. Kim Daewoo? CEO Kim Corp. bukan?” tanya aerin. Albert mengangguk setuju dan memasang sarung tangannya.

 

“Semuanya harus bekerja dengan bersih. Tidak ada jejak.” Kata albert dan keluar dari mobil. Ketika albert ingin menyuruh anak buahnya menyebar, seseorang yang ia kenal melihatnya dengan tatapan bingung.

 

“Presdir Ji?” gumam albert.

 

“Ada apa hyung?” tanya pria yang ada di dekat albert. Albert melihat changwook untuk mendekatinya.

 

“Kita kesana.” Kata albert menunjuk changwook dan 6 anak buahnya yang berdiri di belakang changwook.

 

“Selamat malam, presdir ji.” Sapa albert, menundukkan kepalanya memberi hormat. Changwook mengangguk.

           

“Pada malam hari? Ide yang brilian.” Kata changwook tersenyum melihat albert dan anak buahnya.

           

“Maksud anda, presdir?” tanya albert bingung. Changwook mengedikkan dagunya kearah rumah daewoo yang para penjaganya sudah tergeletak tak bernyawa.

 

“Kau ingin membunuhnya, bukan?” tanya changwook. Albert kaget mendengar changwook mengetahui rencana mereka.

 

“Bagaimana bisa presdir..”

           

“Mudah saja. Tujuan kita sama, dan aku hanya melihat anak buah kyuhyun bekerja. Sebelum itu aku menyuruh anak buahku makan malam terlebih dahulu.” Kata changwook tersenyum.

           

“Ayo. Jangan membuang waktu.” Kata changwook dan menyuruh albert masuk terlebih dahulu. “Masuk saja, tak ada satu penjaga pun yang masih bernyawa di rumah ini.” Kata changwook tersenyum bangga melihat anak buahnya. Albert mengangguk mengerti.

           

Anak buah albert segera melakukann tugas masing-masing. Changwook dan anak buahnya memerhatikan saja tanpa ingin membantu albert dan anak buahnya. Changwook begitu saja ke dalam rumah daewoo tanpa merasa takut akan bahaya yang bisa saja datang kepadanya. Bisa merenggut nyawa nya kapan saja.

 

END FLASHBACK

 

“Hanya pria ini?” tanya changwook tak percaya melihat albert yang berdiri tak jauh darinya. Albert mengangguk. “Kenapa tidak semuanya??” tanya changwook.

 

“Saya tidak tahu presdir. Tuan cho hanya memerintahkan saya untuk melenyapkan Kim Daewoo saja, presdir.” Jawab albert. Changwook tampak seolah berpikir menyilangkan kakinya dan melihat shinyeong, taejoon dan daewoo yang bergetar hebat.

 

“Kenapa kalian seperti ini? Kenapa tubuh kalian bergertar hebat seperti itu? Kalian takut? Heol, yang benar saja. Tadi kalian berusaha ingin membunuh kyuhyun dan kyuhee. Albert saja belum mengeluarkan pistolnya, dan kalian sudah seperti ini?? Sulit untuk dipercaya.” Kata changwook menggelengkan kepalanya tak mengerti. Albert melihat changwook ketika diam begitu saja.

 

“Presdir Ji?” panggil changwook. Changwook diam. Daewoo tersenyum melihat changwook.

 

“Kau kira aku ini bodoh, presdir.” Kata daewoo tersenyum. Albert serta anak buahnya bahkan wobin dan anak buah nya sontak mengeluarkan pistol mereka masing-masing ke arah daewoo. Changwook hanya menatap tajam daewoo. Tubuhnya tba-tiba saja tak bisa digerakkan bahkan mulutnya pun tak bisa digerakkan.

 

“Percuma saja anda mencoba untuk menggerakkan tubuh anda presdir ji. Cepat atau lambat racun itu akan membunuh sel-sel anda. Dan anda akan lenyap begitu saja.” Kata deewoo tersenyum senang.

 

DOR

 

 

-tbc-

 

Eotte?

Perasaan author part ini gimana gituu zzzz

Wkwk

Semoga suka yaaa;) *bbuingbbuing*

 

 

 

23 responses to “TWINS – PART 3 – by jhyosun13

  1. Omo omo omo changwook > <

    Dia baik2 aja?

    Kyuhyun perasaannya gak melas deh. Dia digambarkan sangat mencintai kekasihnya, tapi kok ketertarikannya sm direktur marketing jelas bgt o.o

  2. Omg , akhir nya kedok mereka terbongkar wah kira2 siapa yg kena tembak dan terkena apa itu racun kah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s